Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU TANAH HUTAN

ACARA X

MORFOLOGI TANAH

Disusun oleh:

Nama : Irfan Dias Isnadi

NIM : 16/398326/KT/08321

Co-Ass : Aqmal Nur Jihad

Shift : Selasa, 13:00 WIB

LABORATORIUM FISIOLOGI DAN TANAH HUTAN

DEPARTEMEN SILVIKULTUR FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2016
ACARA X

MORFOLOGI TANAH

I. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1) Agar mahasiswa dapat mendiskripsikan perbedaan sifat-sifat tanah dari satuan lahan
yang berbeda.
2) Agar mahasiswa dapat menguji sifat-sifat tanah dan ciri spesifik suatu bentangan lahan.
3) Agar mahasiswa dapat mengetahui pengaruh faktor lingkungan terhadap pembentukan
tanah.
4) Agar mahasiswa dapat mengetahui sifat dan tanda-tanda khusus suatu jenis tanah di
lapangan.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Tanah adalah material yang tidak padat yang terletak di permukaan bumi, sebagai
media untuk menumbuhkan tanaman. Seorang ahli tanah menganggap tanah sebagai tubuh
alam yang berdimensi dalam dan luas. Ia juga memandang tanah sebagai hasil kerja gaya-
gaya pembangunan dan penghancur. Pelapukan bahan organik merupakan kejadian
destruktif, sedangkan pembentukan mineral baru seperti liat, dan perkembangan suatu
horizon merupakan kejadian sintetik (Soepardi, 1983).
Pengkajian tubuh tanah selaku alam yang bebas dengan selalu memperhatikan
hubungan antar laksana-laksana dan sifat-sifat yang teramati memungkinkan penyelesaian
di lapangan terhadap banyak masalah pedogenesa, klasifikasi, penafsiran dan pemanfaatan
tanah. Pengamatan mendalam di lapangan mengungkapkan banyak fakta yang sering tidak
dapat disidik di laboratorium. Data pengamatan di lapangan pada umumnya menunjukkan
kualitatif dan bersifat subyektif sehingga kualitas data sangat ditentukan oleh kemampuan
penyigi. Pengamatan di lapangan menyajikan informasi langsung tentang sifat-sifat
dimensional seperti solum jeluk perakaran, ketebalan horison, struktur tanah, distribusi
batu-batu dan perakaran, konsistensi dan sebagainya. Analisis tanah di laboratorium
menghasilkan data kualitatif misalnya data pH, tekstur, KPK, kandungan mineral dan
sebagainya (Agus, 2008).

Morfologi tanah adalah deskripsi tubuh tanah mengenai kenampakan-kenampakan,


ciri-ciri dan sifat-sifat tanah umum yang diperlukan suatu profil tanah. Ciri-ciri morfologi
profil tanah merupakan petunjuk dari proses-proses yang dialami sesuatu jenis tanah selama
pelapukan dan perkembangannya. Oleh karena pengaruh faktor-faktor pembentuk tanah
yang berbeda, akan meninggalkan ciri-ciri pada profil tanah yang berbeda pula
(Notohadiprawiro, 2000).
Horison mineral yang terdiri atas horison A, B, C, dan R. Horison A: horison
mineral yang mempunyai cirri-ciri warna cerah (light), kecuali horizon A1 yang berwarna
kelam (dark) sebagai akibat pencampuran bahan organik, tekstur relatif kasar, struktur
remah, ruang/pori lebih longgar, dibedakan menjadi: (A1) horizon paling atas dari horizon
mineral, yang menampakkan ciri-ciri pencampuran antara bahan mineral dengan bahan
organik, warna lebih kelam (A2) horizon pencucian atas eluviasi, yang menampakan ciri-
ciri horizon yang paling maksimal, koloid-koloid tanah sebagian besar telah tercuci dan
tinggal bahan-bahan resisten seperti SiO2 (kuarsa), warna cerah, tekstur kasar, struktur
lebih longgar, (A3) merupakan horizon A ke horizon B atau C, dengan ciri-ciri dan warna
mendekati ciri-ciri dan warna horizon A, tetapi tidak jelas (Hardjowigeno, 1987).
Pengetahuan tentang nisbah antara laksana-laksana tanah dengan faktor-faktor
lingkungan (atmosfer-iklim, bahan induk, bentuk muka daratan, vegetasi, hidrologi) adalah
mutlak perlu untuk penelaahan genesa dan klasifikasi tanah serta tidak dapat ditinggalkan
untuk mendapatkan pengertian tentang agihan lateral kesuburan tanah, kemampuan dan
kesesuaian lahan, watak tanah perlukisan batas-batas satuan tanah, peramalanarah dan
perubahan kelakuan tanah di bawah perlakuan pengelola tanah tertentu (Darmawijaya,
1997).
Sifat morfologi tanah adalah sifat-sifat tanah yang diamati dan dipelajari di
lapangan. Sebagian darisifat morfologi tanah merupakan sifat fisik dan sebagian kecil sifat
kimia dan biologis. Hal yang perlu diperhatikan adalah (Foth, 1994) :
1) Batas-batas horisontal
Batas horison dalam profil tanah dapat terlihat jelas atau kabur. Dapat
diketahui dengan cara ketukan, tusukan, jenis tekstur yang mendominasi, warna.
2) Warna tanah
Warna tanah dapat ditentukan dengan buku Munshell Soil Color Chart, yang
disusun dari 3 variabel hue, value, dan chroma. Hue adalah warna spektrum yang
dominan, value adalah gelap tarangnya warna, dan chroma adalah kekuatan warna
spektrum.

Perbedaan warna tanah dipengaruhi oleh Bahan Organik atau BO (BO tinggi,
warna tanah semakin gelap). Kandungan Fe pada tanah yang tergenang, tanah
berwarna abu-abu karena kandungan Fe dalam keadaan tereduksi Fe 2-. Pada tanah
yang berdrainase baik, warna tanah semakin merah.
3) Tekstur tanah
Tekstur tanah terdiri dari pasir, debu, liat, tapi dalam perbandingannya dapat
bercampur menjadi geluh.
4) Struktur tanah
Struktur tanah adalah gumpalan kecil dari buttr-butir tanah, dapat berupa butir-
butir pasir,debu, dan liat terikat satu sama lain oleh perekat BO dan oksida-oksida
besi.
5) Konsistensi tanah
6) Konsistensi tanah menunjukkan kekuatan daya kohesi butir-butir tanah atau daya
adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. Hal ini ditunjukkan oleh daya tahan tanah
terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. Tanah yang mempunyai konsistensi yang
baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah.
7) Drainase
Drainase tanah adalah cepat lambatnya perembesan air ke dalam tanah. Tanah
dibedakan menjadi kelas drainase terhambat sampai sangat cepat. Drainase
dipengaruhi oleh pori-pori tanah. Pori-pori tanah besar berarti drainasenya baik.
Porositas tanah dipengaruhi oleh kandungan BO, struktur tanah, dan tekstur tanah.
8) Sifat kimia
Untuk menentukan sifat kimia tanah, dilakukan pengujian kadar :
BO dengan menggunakan kemikalia H2O2 10%
CaCO3 dengan menggunakan kemikalia HCl 2N atau 10%
Ferro dengan menggunakan kemikalia HCl 2N kemudian dengan K3Fe(CN)6 0,5%
Ferri dengan menggunakan KCN 10%
Pengamatan gleisasi dengan kemikalia HCl 2N atau 10%, kemudian dengan alfa-
alfa dipiridil.
Si dengan menggunakan kemikalia NaOH 40%
Mn dengan menggunakan kemikalia H2O2 3%.

III. METODE PELAKSANAAN


A. Alat dan Bahan
Pada praktikum ini, alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Alat tulis
1. Buku Munsell Soil Colour Chart
2. Kompas bidik/Kompas Bruton
3. Bor Tanah hanya untuk tanah grumusol
4. Altimeter
5. Klinometer
6. Pisau
7. Meteran
8. Cangkul
9. Larutan H2O2 3%
10. Larutan HCL 10%
11. Larutan K3FeCN6 0,5%
12. KCN 10%
13. AA Dipiridil
14. Larutan NaOH 40%
15. pH saku
16. Lembar pengamatan profil tanah
17. Profil tanah: Regosol di KP4 Berbah Sleman, Mediteran di Nglanggeran Patuk
Gunungkidul, Grumusol di Gading Playen Gunungkidul, dan Rendzina di
Wanagama Bunder Playen Gunungkidul.

B. Cara Kerja/Metode
Pada praktikum lapangan ini, hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Tempat yang tidak digenangi air, datar, dan mewakili tempat di sekitarnya dipilih
sebagai tempat penggalian lubang untuk profil tanah.
2. Lubang profil tanah kemudian digali dengan dinding di sebelah selatan, ukuran
panjang 1,5 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman 1 meter. Tempat untuk mengamati
dibuatkan lubang bertangga. Profil tanah juga dapat dibuat pada tebing yang dibuat
tegak lurus.
3. Ciri-ciri morfologi tanah di permukaan tanah dicatat sesuai dengan formulir pelukisan
profil.
4. Lapisan ditandai dengan garis yang tegas.
5. Ciri-ciri dakhil dicatat perlapisan sesuai dengan formulir yang ada.
6. Contoh tanah tiap lapisan diambil dalam plastik yang beretiket: Kode tempat, kode
tanah, nomor lapisan, dan ciri-ciri istimewa lainnya.

Pengamatan dilakukan pada 4 lokasi yaitu yang pertama di Desa Dadapan,


Kelurahan Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman dengan jenis tanah
andic/andisol/regosol/entisol. Yang kedua di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk,
Gunung Kidul dengan jenis tanah mediteran. Yang ketiga. di Desa Gading,
Kecamatan Playen, Gunung Kidul dengan jenis tanah grumusol. Yang keempat di
Desa Bunder, Kecamatan Playen, Gunung Kidul dengan jenis tanah rendzina. Setiap
kelompok besar praktikum didampingi dosen dan asisten praktikum yang membantu
mahasiswa dalam mengamati profil dan morfologi tanah. Pada masing-masing titik
pengamatan setiap mahasiswa mengamati sifat morfologi tanah antara lain:
kedalaman lapisan tiap horizon (menggunakan meteran) dengan alat meteran, batas
horizon, warna tanah (menggunakan buku warna tanah atau munsell), tekstur tanah
(menggunakan air), struktur tanah, konsistensi, kondisi akar, iklim, ketinggian tempat
dengan alat Altimeter, cuaca, fisiografi, relief makro dan mikro, kemiringan lereng
dengan alat klinometer, arah lereng dengan alat kompas bidik, drainase, permukaan
tanah, pH tanah, ciri kimiawi tanah dan vegetasi di sekitar daerah tersebut yang
kemudian hasilnya dikonfersikan kedalam data tabel pengamatan.
Untuk cara kerja pengamatan lapangan pada praktikum Morfologi dan
Klasifikasi Tanah ini, tentu hal pertama yang dilakukan adalah menggali lubang profil
dengan cangkul. Lubang profil yang digali harus memenuhi kriteria untuk
pengamatan profil tanah, salah satunya yaitu tanah untuk penggalian lubang profil
bukanlah tanah bekas timbunan. Kemudian penggalian lubang profil dibuat dengan
kedalaman 1m, lebar 1m, dan panjang 1,5m. Untuk mempermudah dalam
pengamatan, lebar lubang profil dapat disesuaikan dengan bentuk lahan. Kemudian
setelah menggali lubang profil, kita akan mengamati terlebih dahulu lapisan tanahnya
yaitu dengan memperhatikan perbedaan warnanya, jika perbedaan warnanya relatif
sama yang mengakibatkan kesulitan dalam melakukan pengamatan lapisan tanah,
maka dapat ditempuh cara lain, yaitu dengan menusuk-nusukkan pisau komando ke
tanah yang akan kita amati untuk mengetahui perbedaan kekerasan atau kepadatan
tanahnya.

Kemudian kita catat pada lembar pengamatan profil berapa kedalaman tiap
lapisannya dengan menggunakan meteran serta juga kita tentukan batas-batas lapisan
tersebut. Setelah kita mengetahui berapa lapisan tanah yang akan kita amati, maka
kita akan lanjut untuk mengamati warna tanahnya yaitu dengan menggunakan
Muncell Soil Colour Chart. Kemudian kita amati lagi bagaimana tekstur tanahnya,
kandungan bahan kasar, konsistensinya serta juga kita mengamati apakah terdapat
karatan disekitar lubang profil yang kita gali tersebut. Dan tidak lupa juga kita
mengamati pori tanah nya serta menentukan letak fishiografi lokasi tersebut. Setelah
itu kita ambil sedikit sampel tanahnya untuk mengamati dan meneliti ciri kimiawi
tanah di laboratorium sehingga kita dapat menentukan kandungan bahan organik yang
diuji oleh larutan H2O2, padas, pH, Mn yang diuji oleh larutan H 2O2 3%, Ferro yang
diuji dengan larutan HCL 10%+K3FeCN60,5%, Ferri yang diuji dengan larutan HCL
10%+KCN10%, Gleisasi yang diuji dengan HCL 10%+AA Dipiridil, kapur yang diuji
dengan larutan HCL dan Si yang diuji dengan NaOH 40%. Selain itu kita juga perlu
untuk mengetahui bagaimana penggunaan lahan dan vegetasinya, informasi ini
dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan penggunaan lahan yang
telah ada pada saat kegiatan pengamatan dilakukan.
IV. DATA HASIL PRAKTIKUM
Lokasi 1. Pengamatan Morfologi Tanah di Desa Dadapan, Kalitirto, Kecamatan Berbah,
Kabupaten Sleman.
TABEL PROFIL TANAH 1
Desa Dadapan, Kalitirto
Kecamatan Berbah
Kabupaten Sleman
Tanggal 5 November 2016
Pelukis Irfan Dias Isnadi
Jenis Tanah Andic (etrudept)
Kode Lubang Profil Blok II D-2
Iklim Tropis
Sifat bulan ini Basah
Ketinggian Tempat 119 m dpl
Cuaca kemarin Hujan
Cuaca Sekarang Terang
Vegetasi Murbai, Jati, Bungur, Bambu, Belimbing Sayur
Fisiografi Teras
Relief Makro Datar = 0-3%
Relief Mikro -
Kemiringan Lereng a) Derajat Kemiringan Datar = 0-1 Derajat
b) Panjang lereng = -
c) Arah Lereng = selatan

Drainase a) Drainase Permukaan = cepat


b) Drainase Dakhil = cepat
Keadaan Permukaan Tanah a) Bahan Kasar= -
b) Ukuran= -
c) Jumlah= -
d) Sebaran= -
e) Erosi= Tidak Tampak
f) Pemakaian Tanah= Untuk Outbond
g) Pengaruh Manusia = Ada (sedang)

No. Horison I II III IV


1. Jeluk Lapisan (cm) 0-28 cm 28-48,6 cm 48,6-83,4 cm 83,4-
2. Batasan Horison
a. Jelas/tidak Jelas Tidak Jelas Jelas -
b. Topografi - - - -
3. Warna Munsell
a. Nilai 3/2, 5 YR 5/3, 5 YR 31, 5 YR -
b. Sebutan Dark Reddish Reddish brown Very Dark Grey -
Brown
4. Bahan Kasar
a. Jenis Kerikil - - -
b. Jumlah Sedikit - - -
c. Sebaran Tidak Merata - - -
d. Sifat - - - -
5. Tekstur Pasir geluhan Pasir geluhan Pasir geluhan -
6. Struktur
a. Tipe Remah Remah Remah -
b. Derajat Kasar Lebih halus Lebih halus -
c. Klas
7. Konsistensi
a. Basah Kurang Teguh Kurang Teguh Teguh -
b. Lembab Tidak Teguh Tidak Teguh Tidak Teguh -
c. Kering - - - -
8. Perakaran
a. Ukuran Kecil Kecil - -
b. Jumlah Banyak Sedikit Tidak Ada Tidak Ada
9. Ciri Kimiawi
a. Bahan Organik - - - -
b. Padas - - -
c. pH -
6 7 -
d. Ferro 5 - - -
e. Ferri R3 R3 -
f. Gleisasi -
O3 O3 -
g. Kapur R3/biru - - -
h. Si + + -
O3/merah
- - -
-
-

Lokasi II Pengamatan Morfologi Tanah di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk,


Gunung Kidul.
PROFIL TANAH II
Desa Nglanggeran
Kecamatan Patuk
Kabupaten Gunung Kidul
Tanggal 5 November 2016
Pelukis Irfan Dias Isnadi
Jenis Tanah Mediteran
Kode Lubang Profil -
Iklim Tropis
Sifat bulan ini Basah
Ketinggian Tempat 250 m dpl
Cuaca kemarin Hujan
Cuaca Sekarang Mendung
Vegetasi Jati, Rambutan, Akasia, Mlinjo, Kelapa Sawit,
Sono Keling
Fisiografi Lereng Kaki Gunung
Relief Makro Berbukit =15-30%
Relief Mikro Berlipatan
Kemiringan Lereng a) Derajat Kemiringan = agak curam 12-
15% Derajat
b) Panjang lereng = -
c) Arah Lereng = selatan

Drainase a) Drainase Permukaan = cepat


b) Drainase Dakhil = cepat
Keadaan Permukaan Tanah a) Bahan Kasar = batu, krikil
b) Ukuran = sedang
c) Jumlah = sedang
d) Sebaran =sana-sini
e) Erosi = tidak tampak
f) Pemakaian Tanah = Hutan Rakyat
g) Pengaruh Manusia = sedang, kecil

No. Horison I II III IV


1. Jeluk Lapisan (cm) 0-15 cm 15-28,6 cm 28,6-41,3 41,3-
2. Batasan Horison
a. Jelas/tidak Tidak Jelas Tidak Jelas Tidak Jelas Tidak Jelas
b. Topografi - - - -

3. Warna Munsell
a. Nilai 4/6 2,5 YR 5/6 2,5 YR 5/6 2,5 YR 5/4 2,5 YR
b. Sebutan Red Red Red Red Disbrown
4. Bahan Kasar
a. Jenis Kerikil Batu Batu -
b. Jumlah Sedikit Sedikit Sedikit -
c. Sebaran Sana-sini Sana-sini Sana-sini -
d. Sifat - - - -
5. Tekstur Lempung Lempung Lempung lempungan
pasiran pasiran pasiran
6. Struktur
a. Tipe Menggumpal Menggumpal Menggumpal Menggumpal
b. Derajat Kasar Kasar Kasar Kasar
c. Klas - - - -
7. Konsistensi
a. Basah Teguh Teguh Teguh Teguh
b. Lembab Teguh Teguh Agak Teguh Teguh
c. Kering - - - -
8. Perakaran
a. Ukuran Kecil Kecil Kecil -
b. Jumlah Sedikit Sedikit Sedikit -
9. Ciri Kimiawi
a. Bahan Organik + -
- -
b. Padas - -
-
c. pH 4 5 -
5
d. Mn - -
e. Ferro R3 R3 4 -
f. Ferri O3 O3 R3
-
g. Gleisasi - - O3
h. Kapur - - R3 -
i. Si - - -
O3
+
-
-
-

Lokasi III Pengamatan Morfologi Tanah di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten
Gunung Kidul.
PROFIL TANAH III
Desa Gading
Kecamatan Playen
Kabupaten Gunung Kidul
Tanggal 5 November 2016
Pelukis Irfan Dias Isnadi
Jenis Tanah Grumusol
Kode Lubang Profil -
Iklim Tropis
Sifat bulan ini Basah
Ketinggian Tempat -
Cuaca kemarin Hujan
Cuaca Sekarang Panas
Vegetasi Jati, Rumput Gajah
Fisiografi -
Relief Makro -
Relief Mikro -
Kemiringan Lereng a. Derajat Kemiringan Datar = 0-1 Derajat
b. Panjang lereng = -
c. Arah Lereng = utara ke selatan

Drainase a. Drainase Permukaan = -


b. Drainase Dakhil =-
Keadaan Permukaan Tanah a. Bahan Kasar = konkresi, Mn
b. Ukuran = kecil
c. Jumlah = banyak
d. Sebaran = sana-sini
e. Erosi =-
f. Pemakaian Tanah =-
g. Pengaruh Manusia = -

No. Horison I II III IV


1. Jeluk Lapisan (cm) 0-25 cm 25-35 cm 35-46 cm 46-
2. Batasan Horison
a. Jelas/tidak Tidak jelas Tidak jelas Tidak jelas Tidak jelas
b. Topografi - - - -

3. Warna Munsell
a. Nilai 3/3 10YR 4/2 10 YR 4/2 10 YR 6/2 10 YR
b. Sebutan Darak Brown Dark Grey Dark Grey Light Brownish
Brown Brown Grey
4. Bahan Kasar
a. Jenis Konkresi Mn Konkresi Mn Konkresi Mn Konkresi Mn
b. Jumlah Banyak Banyak Banyak Banyak
c. Sebaran Sana-sini Sana-sini Sana-sini Merata
d. Sifat - - - -
5. Tekstur Lempung Lempung Lempung Lempung
6. Struktur
d. Tipe Menggumpal Menggumpal Menggumpal Menggumpal
a. Derajat Kuat Kuat Kuat Kuat
b. Klas Besar Besar Besar Besar
7. Konsistensi
a. Basah Sangat lekat Sangat lekat Sangat lekat Sangat lekat
b. Lembab Sangat plastis Sangat plastis Sangat plastis Sangat plastis
c. Kering Sangat kuat Sangat kuat Sangat kuat Sangat kuat
8. Perakaran
a. Ukuran Sedang Kecil - -
b. Jumlah Sedikit Sedikit - -
9. Ciri Kimiawi
a. Bahan Organik - - - -
b. Padas - - -
c. pH -
6 5 5
d. Mn + 6 + +
e. Ferro R3 R3 R3
f. Ferri +
O3 O3 O3
g. Gleisasi + R3 - -
h. Kapur - - -
i. Si O3
- - -
+
-
-

Lokasi IV Pengamatan Morfologi Tanah di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten


Gunung Kidul.
PROFIL TANAH IV
Desa Bunder
Kecamatan Playen
Kabupaten Gunung Kidul
Tanggal 5 November 2016
Pelukis Irfan Dias Isnadi
Jenis Tanah Rendzina
Kode Lubang Profil Kapur/gamping
Iklim Tropis
Sifat bulan ini Basah
Ketinggian Tempat 144 m dpl
Cuaca kemarin Hujan
Cuaca Sekarang Mendung
Vegetasi Jati, Secang
Fisiografi -
Relief Makro Bergelombang = 8-16%
Relief Mikro Antropogen
Kemiringan Lereng a. Derajat Kemiringan = agak curam 12-15
Derajat
b. Panjang lereng = -
c. Arah Lereng = selatan utara

Drainase a. Drainase Permukaan = lambat


b. Drainase Dakhil = sangat lambat
Keadaan Permukaan Tanah a. Bahan Kasar = konkresi Ca
b. Ukuran = kecil,sedang
c. Jumlah = sedang
d. Sebaran = merata
e. Erosi = tidak tampak
f. Pemakaian Tanah = Hutan Pendidikan
g. Pengaruh Manusia = ada, sedang

No. Horison I II III IV


1. Jeluk Lapisan (cm) 0-47 cm 47 cm - -
2. Batasan Horison
a. Jelas/tidak Jelas Tidak jelas - -
b. Topografi - - - -
3. Warna Munsell
a. Nilai 2,5/2 5 YR 5/2 7,5 YR - -
b. Sebutan Dark Reddish Brown - -
Brown
4. Bahan Kasar
a. Jenis Konkresi Konkresi - -
b. Jumlah - -
kapur kapur
c. Sebaran - -
Banyak Banyak
d. Sifat - -
Merata Merata
- -
5. Tekstur Lempung Lempung - -
6. Struktur
a. Tipe Granular Granular - -
b. Derajat Kuat Kuat - -
c. Klas Kecil Kecil - -
7. Konsistensi
d. Basah Lekat Lekat - -
a. Lembab Plastis Plastis - -
b. Kering keras Keras - -

8. Perakaran
a. Ukuran Kecil Kecil - -
b. Jumlah Banyak Banyak - -
9. Ciri Kimiawi
a. Bahan Organik
+ - - -
b. Padas
- - -
c. pH -
7 - -
d. Mn 6
+ - -
e. Ferro +
R3 - -
f. Ferri R3
O3 - -
g. Gleisasi O3
- - -
h. Kapur -
++ - -
i. Si +
_ - -
+

V. PEMBAHASAN
Dari praktikum lapangan ilmu tanah hutan ini, sebelum pengamatan kita harus mengetahui:
1. Relief
Untuk menunjukkan perbedaan tinggi tempat (elevation) dibedakan atas
makrorelief (seluas pandangan kita) dan mikrorelief (batas yang sempit, misal tempat
profil dibuat)
Topografi = relief, tapi digunakan untuk ciri-ciri yang meliputi peta kontour

2. Kemiringan atau Lereng


Kemiringan berpengaruh terhadap : (1) jumlah dan kecepatan run off (2)
penggunaan mesin-mesin (3) pengolahan tanah
Diukur dengan Abney Level atau Suunto meter dalam derajad atau persen
Dibedakan :
0-3% : Datar (flat)
3-8% : Berombak (undulating)
8-16% : bergelombang (wavy)
16-30% : berbukit (hilly)
30-65% : curam (steep)
> 65% : sangat curam (very steep)
Tinggi tempat : geologi, iklim dan bentuk permukaan bumi
3. Drainase
Merupakan kecepatan perpindahan air dari suatu tanah baik berupa aliran
permukaan (runoff) maupun air yang masuk kedalam tanah (perkolasi)
4. Aliran permukaan (Run off) : diamati dengan membandingkan air yang mengalir di
permukaan tanah dengan jumlah curah hujan.
Dibedakan :
0-tergenang : tidak ada run off; terdapat di daerah cekung
1-sangat lambat : aliran permukaan sangat lambat, shg air akan hilang karena masuk ke
dalam tanah atau menguap; tanah datar, bersifat porous
2-Lambat : air permukaan lambat, air masih tergenang, sebagian menguap dan masuk ke
tanah; tanah datar sampai landai
3-sedang : air permukaan mengalir sedemikian rupa, ada air yang masuk ke tanah,
permukaan tanah basah dalam waktu lama; sebagain besar air diserap dalam tanah dan tersedia
bagi tanaman, bahaya erosi kecil. Pada praktikum kali ini kita mengamati sifat-sifat morfologi
tanah dari 4 lokasi yang berbeda jenis tanahnya yaitu lokasi pertama di Desa Dadapan
Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman dengan mengamati jenis tanah andic. Lokasi
kedua pengamatan morfologi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung
Kidul dengan mengamati jenis tanah mediteran. Lokasi ketiga di Desa Gading, Kecamatan
Playen, Kabupaten Gunung Kidul dengan mengamati jenis tanah grumusol
4-cepat : seebagian besar dialirkan sebagai air permukaan dan hanya sebagian kecil yang
meresap ke dalam tanah; pada daerah yang miring hingga curam dan mempunyai kapasitas
infiltrasi rendah, sehingga bahaya erosi cukup besar
5-sangat cepat : hampir semua air hujan dialirkan sebagai aliran permukaan; biasanya
pada daerah yang curam sampai sangat curam dengan kapasitas inflitrasi sangat rendah
sehingga bahaya erosi sangat besar

5. Drainase dakhil : aliran air masuk ke dalam tanah yang dinyatakan dalam
frekuensi dan lamanya penjenuhan air.
Dipengaruhi oleh : tekstur, struktur, tinggi air tanah.
Dibedakan atas :
0-tanpa : tanpa peresapan air kedalam tanah sehingga tanah terus-menerus jenuh air
1-sangat lambat : terlalu lambat masuknya air kedalam tanah, tanah tetap jenuh selama 1-2
bulan; cirinya profil tanah penuh dengan warna bercak; permukaan air tanah tinggi;
pertumbuhan tanaman terhambat
2-lambat : masuknya air ke dalam tanah lambat; tanah jenuh air selama 1-2 minggu; profil
tanah dengan horizon A hitam atau kelabu, bercak atau bintik pada horizon B; permukaan air
tanah cukup tinggi; menghambat perkembangan akar tanaman
3-sedang : tanah jenuh air hanya beberapa hari di daerah basah; profil tidak berbercak; tidak
menghambat perkembangan akar tanaman
4-cepat : peresepan air cepat tetapi masih ada penjenuhan beberapa jam
5-sangat cepat : peresapan air kedalam tanah terlalu cepat sehingga sering tidak dapat
dimanfaatkan oleh tanaman; tidak pernah jenuh air; tidak terdapat bercak

Di laboratorium penetapan peresapan air (drainase dakhil) dengan menentukan


permeabilitas tanah yaitu derajad peresapan tanah pada waktu tertentu. Dibedakan atas :
- tinggi : kecepatan > 10-1 cm/detik
- sedang : kecepatan antara 10-1 10-4 cm/detik
- rendah : kecepatan 10-4 10-5 cm/detik
- sangat rendah : kecepatan10-5 10-6 cm/detik
- impermeabel : kecepatan kurang dari 10-6 cm/detik
Kelas drainase umum :
0-sangat buruk : ada genangan air, mencegah pertumbuhan tanaman, memerlukan
drainase buatan; terlihat gleisasi
1-buruk : tanah tetap basah untuk waktu lama; menghambat pertumbuhan tanaman;
perlu drainase buatan
2-agak buruk : air masuk ke tanah lambat; tanah mempunyai permeabilitas rendah;
permukaan air tanah tinggi; masih memerlukan drainase buatan
3-sedang : air masuk ke tanah masih lambat; profil tanah ada lapisan impermeabel
atau permukaan air tanah tinggi
4-baik : air bergerak ke bawah tetapi tidak cepat; profil bebas dari bercak atau kalau ada
dibawah horizon C; pertumbuhan tanaman normal
5-agak terlalu cepat : air masuk ke tanah terlalu cepat; sangat porous; produksi tanaman
rendah kecuali ada irigasi
6-terlalu cepat : air masuk ke tanah sangat cepat; umumnya pada tanah Lithosol; berlereng
curam atau sangat porous

Klas drainase dan status aerasi sering dapat ditentukan dari warna dan pola
warna yang terdapat pada lapisan bawah
Warna merah dan coklat umumnya mengindikasikan adanya unhidrated ferri
oksida seperti hematit (Fe2O3). Warna merah biasanya berasal dari bahan induk atau
berkembang dari senyawa besi yang mengalami oksidasi selama perkembangan tanah.
Umumnya warna merah stabil apabila tanah mempunyai aerasi yang bagus, yaitu
moderately-well sampai well-drained
Warna kuning disebabkan adanya hydrated ferri oksida misalnya geothite
(Fe2O3.H2O)
Warna abu-abu atau netral disebabkan oleh beberapa substansi, terutama
kuarsa, kaolinit dan mineral liat lainnya, kalsium dan magnesium karbonat (limestones),
mineral besi tereduksi (ferro)
Warna tanah sangat abu-abu (grayest), chroma kurang dari 1, terjadi pada
horison tanah yang selalu jenuh air (permanently water-saturated)

Pengamatan pertama mengamati tanah andic di Desa Dadapan Kalitirto,


Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Langkah awal untuk mengamati tanah andic dimulai
dengan mengukur dalamnya profil tanah , diukur dari lapisan atas sampai bawah dengan alat
ukur meteran.Penarikan batas horison atau lapisan tanah dapat ditentukan dengan melihat
perbedaan warna atau menusuk-nusuk pisau ke dalam tanah dengan tekanan tetap untuk
meraskan perbedaan kekerasannya.Selanjutnya dilakukan penetapan horison-horison dan
pencatatan pada daftar isian profil. Dari pencatatan daftar isian profil tanah andic yang kami
dapatkan dan kami amati bahwa tanah andic dengan kode lubang blok II D-2 terdapat di iklim
tropis yang sifat bulanannya bersifat basah, yang tempat ketinggiannya 119 m dpl, dengan
cuaca kemarin hujan dan cuaca sekarang terang, terdapat juga disekitar tanah andic
bertumbuhnya vegetasi yaitu murbai dan jati, tanah andic yang kami amatimempunyai
fisiografi teras yang berarti daerah pembentukan tanahnya dipengaruhi laut maupun teras
berpasir yang datar dan tertutup gambut yang dangkal, relief makronya datar dengan 0-3%,
kemiringan lerengnya datar 0-1 derajat, arah lerengnya selatan, drainase permukaannya sangat
cepat sehingga jika hujan dan pada daerah miring hingga curam serta mempunyai kapasitas
infiltrasi rendah maka bahaya erosi sangat besar, drainase dakhil cepat sehingga peresepan air
mengalami penjenuhan beberapa jam, pemakaian tanah andic yang kami amati untuk
outbond, dalam pengamatan profil tanah andic ada pengaruh manusia yang membentuk sifat
tanah. Setelah mengetahui ciri- ciri tanah andic dilakukan galian lubang dengan maksut
mencari batas horison tanah . Batas horison terdapat batas horiosn I, II, II, IV. Pada tanah batas
horison I dengan kedalamann0-28 cm mempunyai batasan horison yang jelas, dengan warna
munsell 3/2 5YR(Dark Reddish Brown), pada kedalaman tersebut terdapat kerikil yang sedikit
dan tidak merata, tekstur tanah pada batas horison I besifat pasir geluhan, struktur tanahnya
mempunyai tipe remah, derajat tanahnya kasar, konsistensi tanah basahnya kurang teguh
sehingga massa tanah tahan terhadap remasan sedikit hancur denan tekanan besar dan
konsistensi lembab tidak teguh sehingga massa tanah tahan terhadap remasan hancur denan
tekan besar, perakaran pada kedalam tersebut berukuran kecil dan jumlah banyak, ciri kimiawi
tanah yang kami amati bahwa pada batasan horison petama tidak mengandung bahan organik,
tidak mengandung padas, mempunyai pH 5, ferroR3, ferri O3, tidak mengandung gleisasi,
tidak mengandung kapur, tidak mengandung si. Pada batas horison kedua dengan kedalaman
28-48,6 cm mempunyai batas horison yang tidak jelas, pada batas horison kedua mempunyai
warna munsell 5/2 5 YR( Reddish Brown), tidak mempunyai bahan kasar, tekstur tanah pasir
geluhan, struktur tanah tipe remah, derajat tanah lebih halus, konsistensi tanah basah kurang
teguh dan konsistensi lembab tidak teguh, perakaran mempunyai ukuran kecildan jumlah
banyak, ciri kimiawi tanah tidak mempunyai bahan organik, tidak mengandung padas,
mempunyai pH 6, tidak mengandung Mn, ferro R3, ferri O3, tidak mengandung gleisasi, tidak
mengandung kapur, tidak mengandung si. Batas horison ketiga 48,6-83,4 cm batas horison
tidak jelas, warna munsell3/1 5 YR(very dark grey), tidak mempunyai bahan kasar, tekstur
tanah pasir geluhan, struktur tipe tanah remah, derajat tanah lebih halus, konsistensi tanah
basah teguh dan konsistensi lembab tidak teguh, perakaran ukuran tidak ada jumlah tidak ada,
ciri kimiawi tanah tidak mengandung bahan organik, tidak mengandung padas, pH 7, tidak
mengandung Mn, ferro R3, ferri O3, tidak mengandung gleisasi, mengandung kapur, tidak
mengandung si. Batas horison keempat 83,4- tidak diamati apapun hanya perakarannya saja.
Pengamatan kedua morfologi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung
Kidul dengan mengamati jenis tanah mediteran. Pada pengamatan didaerah tersebut tanah
yang diamati beriklim tropis, sifat bulanan ini basah, ketinggian tempat 250 m dpl. Pada
pengamatan di tempat tersebut cuaca kemarinhujan dan cuaca sekarang/saat ini mendung.
Disekitar pengamatan tanah mediteran terdapat vegetasi jati, rambutan, akasia, mlinjo, kelapa,
sono keling. Fisiografi lereng kaki gunung, relief makro berbukit 15-30%, relief mikro
berlipatan, kemiringan lereng agak curam 12-15 derajat, arah lereng barat ke timur, drainase
permukaan sedang sehinnga air yang diserap sedang maka bahaya erosi kecil, drainase dakhil
lambat sehingga air masuk kedalam tanah lambat maka dapat dipastikan menghambat
perkembngan akar tanah, keadaan permukaan tanah bahan kasar batu kerikil ukuran sedang
jumlah sedang sebaran sana-sini, erosi tidak tampak, pemakaian tanah yang kami amati
biasanya untuk hutan rakyat yang terdapat pengaruh manusia. Batas horison pertama dengan
kedalaman 0-15cm mempunyai warna batas horison tidak jelas, warna munsell 4/6
2,5YR(red), pada batasan tersebut terdapat bahan kasar jenis kerikil dengan jumlah
sedikityang sebarannya bersifat sana-sini, tekstur tanah bersifat lempung pasiran, struktur
tanah tipe menggumpal, derajat tanah kasar, konsistensi tanah basah teguh sehingga jika
tekanan agak kuat saat kita meremas tanah maka tanah tersebut tetap kokoh jika dihancurkan
dan mempunyai konsistensi lembab teguh, perakaran ukuran kecil jumlah sedikit, ciri kimiawi
tanah yang kami amati dengan larutan beberbagai bahan yang telah disebutkan di cara
kerjapada batas horison petama mengandung bahan organik, tidak mengandung padas,
mengandung pH4, tidak mengandung Mn, mengandung ferro R3, mengandung Ferri O3, tidak
mengandung gleisasi, tidak mengandung kapur, tidak mengandung si. Batas horiosion kedua
15-28,6 cm batas horison tidak jelas, warna munsell5/6 2,5 YR(red), bahan kasar jenis batu
jumlah sedikit sebaran sana-sini, tekstur tanah lempung pasiran, struktur tanah tipe
menggumpal, derajat tanah kasar, konsistensi basah teguh dan konsistensi lembab teguh,
perakaran ukuran kecil jumlah sedikit, ciri kimiawi tanah tidak mempunyai bahab organik,
tidak mempunyai padas, pH5 tidak mengandung Mn, ferro` R3, ferri O3, tidak mempunyai
gleisasi, tidakmengandung kapur dan si. Batas horison ketiga dengan kedalaman 28,6-41,3 cm
batas horion tidak jeas, warna munsell 5/6 2,5 YR(red), bahan kasar jenis batu jumlah sedikit
sebaran sana-sini, tekstur tanah lempung pasiran, struktur tanah menggumpal, derajat tanah
kasar, konsistensi tanahbasah teguh dan konsistensi lembab agak teguh,perakaran ukuran kecil
jumlah sedikit, ciri kimiawi tanah tidak mempunyai bahan organik, tidak mempunyai padas,
pH4, tidakmengandung Mn, ferro R3, ferri O3, tidak mengandung gleisasi, tidakmengandung
kapur, tidak mengandung si. Batas horison keempat dengan kedalaman 41,3- batas horison
tidak jelas, warna munsell 5/4 2,5 YR(red disbrown), tidak mempunyai bahan kasar, tekstur
tanah lempungan, struktur tanah tipe menggumpal, derajat tanah kasar, konsistensi basah
teguh dan konsistensi lembab teguh, ciri kimiawi tanah yang kami amati tidak mengandung
bahan organik, tidak mengandung padas, mengandung pH 5, tidak mengandung Mn, ferro R3,
ferri ZO3, tidak mengandung gleisasi, tidak mempunyai kapur, mempunyai si.
Pengamatan Lokasi ketiga di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul
dengan mengamati jenis tanah grumusol. Di pengamatan daerah tersebut beriklim basah,
banayk ditumbuhi vegetasi jati,rumput gajah. Pada tanah grumusol didapati kemiringan lereng
datar 0-1 derajat, panjang lereng tak hingga, arah lereng utara ke selatan, keadaan permukaan
tanah bahan kasar konkresinya Mn berukuran kecil dengan jumlah banyak sebaran sana-sini.
Batas horison pertama dengan kedalaman 0-25 cm batas horioson tidak jelas , warna munsell
3/3 10YR(dark brown), tekstur tanah lempung, struktur tanah tipe menggumpal, derajat tanah
kuat, klas besar, konsistensi tanah basah bersifat sangat lekat dan konsistensi lembab bersifat
sangat plastis serta konsistensi kering kuat sekali, perakaran pada lapisan tanah
tersebutberukuran sedang danberjumlah sedikit, ciri kimiawi tanah yang kami amati tidak
mengandung bahan organik, tidak mengandung padas, mengandung pH 6, mengandung Mn,
ferro R3, Ferri 03, mengandung gleisasi, tidak mengandung kapur dan tidak mempunai si.
Batas horison kedua dengan kedalaman 25-35 cm batas horison tidak jelas, warna munsell 4/2
10YR(dark grey brown), tekstur tanah lempung, struktur tanah tipe menggumpal, derajat tanah
kuat, klas besar, konsistensi tanah basah lembab sangat lekat dan konsistensi tanah lembab
bersifat sangat plastis serta konsistensi tanah kering bersifat sangat kuat, perakaran ukuran
kecil jumlah sedikit, ciri kimiawi tanah tidak mengndung bahan organik, tidak mengandung
padas, mengandung Mn, ferro R3, ferri O3, mengandung gleisasi, tidak mengandung kapur
dan si,. Batas horison ketiga dengan kedalaman 35-46 cm batas horison tidak jelas, warna
munsell 4/2 10YR(dark grey brown), tekstur tanah lempung, struktur tanah tipe menggumpal,
derajat tanah kuat, klas besar, konsistensi basah sangat lekat, lembab sangat plastis, kering
sangat kuat, tidak mempunyai perakaran. Ciri kimiawi tanah tidak mengandung bahan
organik, tidak mengandung bahan padas, mengandung pH 5 mengandung Mn, ferro R3, ferii
O3, tidak mengandung gleisasi, tidak mengandung kapur dan si. Batas horison keempat
dengan kedalaman 46cm-batas horison tidak jelas, warna munsell 6/2 10YR(light brownish
grey), tekstur tanah lempung, struktur tanah tipe menggumpal, derajat tanah kuat, klas besar,
konsistensi tanah basah sangat lekat dan konsistensi tanah lembab bersifat plastis serta
konsistensi tanah kering bersifat sangat kuat, tidak mempunyai perakaran, ciri kimaiwi tanah
yang kami amati dengna larutan yang terdapat di cara kerja tidak mengandung bahan organik,
tidak mengandung padas, mengandung pH 5, mengandung Mn, ferro R3, ferri O3, tidak
mengandung gleisasi, mengandung banyak kapur, tidak mengandung si.
Pengamatan lokasi keempat Lokasi keempat di Desa Bunder, Kecamatan Playen, Kabupaten
Gunung Kidul dengan mengamati jenis tanah rendzina. Pada pengamatan ditempat tersebut
beriklim tropis,sifat bulanan ini basah, mempunyai ketinggian tempat 144 m dpl, dengan
cuaca kemarin hujan dan cuaca sekarang/saat ini mendung, di sekitar pengamatan ditumbuhi
vegetasi yaitu jati dan secang, relief makro bergelombang 8-16%, relief mikro antropogen,
kemiringan lereng agak curam 12-15 derajat, arah lereng selatan utara, drainase permukaan
lambat, drainase dakhil sangat lambat, keadaan permukaan tanah mengandung bahan kasar
konkresi ca, berukuran kecil dengan jumlah sedang dan sebaran merata, erosi di tidak tampak,
pemakaian tanah untuk hutan pendidikan,ada pengaruh manusia. Batas horison
pertamadengan kedalaman lapisan 0-47 cm mempunyai batas horison jelas, warna munsell 2,5
5YR(dark Reddish Brown), keadaan permukaan tanah mempunyai bahan kasar jenis konkresi
kapur dengan jumlah banyak dan sebaran merata, tekstur tanah lempung, struktur tanah tipe
granular, derjat tanah kuat, klas kecil, konsistensi tanah basah lekat dan konsistensi lembab
bersifat plastis serta konsistensi tanah kering bersifat keras, ciri kimiawi tanah yang kami
amati mengandung bahan organik, tidak mengandung padas, mengandung pH 6, mengandung
Mn, ferro R3, ferri O3, tidak mengandung gleisasi, mengandung kapur dan si. Batas horison
kedua dengan kedalaman lapisan 47- cmmempunyai batas horison tidak jelas, warna munsell
5/2 7,5YR(brown), keadaaan permukaan tanah bahan kasar jenis konkresi Mn dengan jumlah
banyak sebaran merata, tekstur tanah lempung, struktur tanah tipe granular, derajat tanah kuat,
kelas kecil, konsistensi tanah basah lekat dan konsistensi lembab bersifat plastis serta
konsistensi kering bersifat keras, di lapisan tersebut terdapat perkaran jumlah kecil dan
jumlah banyak, ciri kimiawi tanah yang kami telah uji dengan larutan didapatkan hasil tidak
mengandung bahan organik, tidak mengandung padas, mengandung pH 7, mengandung Mn,
ferro R3, ferri O3, tidak mengandung gleisasi, mengadung kapur dan Si

VI. KESIMPULAN
Dari praktikum ini, dapat ditarik kesimpulan yakni sebagai berikut:
1. Sifat dan ciri tanah keempat lokasi tersebut :
a. Tanah andosol atau dapat disebut tanah vulkanik. Ciri tanah andosol yang lain adalah
konstituen koloid tanah andosol yang berguna untuk membantu identifikasi andosol. Ciri
tanah andosol yang utama yaitu memiliki bahan induk andosol tephra. Adapun kandungan
mineral pada sifat atau ciri-ciri tanah andosol.Mineral dominan lainnya yaitu berupa
imogolite, ferihidrit, haloisit, dan alofan.. Warna tanah ini adalah coklat kelabu sampai
hitam.Tanah ini memilki konsistensi gembur dan licin berminyak. Selain itu juga
bersifat lunak, sedikit asam, tingginya kejenuhan basa, kemampuan absorpsi sedang.
Biasanya tanah tersebut ditumbuhi murbai dan jati.
b. Tanah mediteran cirinya berwarna berkisar antara merah sampai kecoklatan. Tanah
mediteran banyak terdapat pada dasar-dasar dolina dan merupakan tanah pertanian yang
subur di daerah kapur daripada jenis tanah kapur yang lainnya. Tanah mediteran merupakan
hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Tanah mediteran yang berbahan
induk batu kapur mempunyai nilai pH yang lebih tinggi dibanding dari yang berbahan
induk batu pasir. Biasanya tanah tersebut ditumbuhi jati, rambutan, akasia, mlinjo, kelapa,
sono keling.
c. Tanah grumusol ciri dan sifatnya berasal dari batuan induk kapur dan tuffa vulkanik,
sehingga kandungan organiknya rendah, tanah grumusol umumnya mempunyai tekstur liat,
berwarna kelabu hingga hitam, dan mudah pecah saat musim kemarau. Biasanya ditumbuhi
jati dan rumput gajah
d. Tanah rendzina ciri dan sifatnya bersal dari pelapukan batu kapur dengan curah hujan yang
tinghi. Tanah ini memiliki kandungan Ca dan Mg yang cukup tinggi, bersifat basa,
berwarna hitam. Tanah rendzina memiliki kadar lempung yang tinggi, teksturnya halus dan
daya permeabilitas rendah. Biasanya ditumbuhi jati dan secang.

2. Setiap jenis tanah memiliki ciri-ciri spesifikasi tersendiri yang meliputi warna,
kandungan lempung, kandungan unsur hara, dan tingkat kepadatannya. Hal
tersebut dapat diuji dengan uji kualitatif lapangan.

3. Faktor-faktor Pembentuk Tanah


a) Iklim
Unsur-unsur iklim yang mempengaruhi proses pembentukan tanah
terutama ada dua, yaitu suhu dan curah hujan.
Suhu/Temperatur
Suhu akan berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Apabila suhu
tinggi, maka proses pelapukan akan berlangsung cepat sehingga pembentukan
tanah akan cepat pula.
Curah hujan
Curah hujan akan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah,
sedangkan pencucian tanah yang cepat menyebabkan tanah menjadi asam (pH
tanah menjadi rendah).
b) Organisme (Vegetasi, Jasad renik/mikroorganisme)
Organisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam hal:
a. Membuat proses pelapukan baik pelapukan organik maupun
pelapukan kimiawi. Pelapukan organik adalah pelapukan yang dilakukan oleh
makhluk hidup (hewan dan tumbuhan), sedangkan pelapukan kimiawi adalah
pelapukan yang terjadi oleh proses kimia seperti batu kapur larut oleh air.
b. Membantu proses pembentukan humus. Tumbuhan akan menghasilkan dan
menyisakan daun-daunan dan ranting-ranting yang menumpuk di permukaan
tanah. Daun dan ranting itu akan membusuk dengan bantuan jasad
renik/mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
c. Pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah sangat nyata terjadi
di daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika. Vegetasi hutan dapat
membentuk tanah. Vegetasi hutan dapat membentuk tanah hutan dengan warna
merah, sedangkan vegetasi rumput membentuk tanah berwarna hitam karena
banyak kandungan bahan organis yang berasal dari akar-akar dan sisa-sisa
rumput.
d. Kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman
berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah. Contoh, jenis cemara akan memberi
unsurunsur kimia seperti Ca, Mg, dan K yang relatif rendah, akibatnya tanah
di bawah pohon cemara derajat keasamannya lebih tinggi daripada tanah di
bawah pohon jati.
c) Bahan induk
Bahan induk terdiri dari batuan vulkanik, batuan beku, batuan
sedimen (endapan), dan batuan metamorf. Batuan induk itu akan hancur
menjadi bahan induk, kemudian akan mengalami pelapukan dan menjadi
tanah.
d) Topografi/Relief
Keadaan relief suatu daerah akan mempengaruhi:
a. Tebal atau tipisnya lapisan tanah
Daerah yang memiliki topografi miring dan berbukit lapisan tanahnya
lebih tipis karena tererosi, sedangkan daerah yang datar lapisan tanahnya
tebal karena terjadi sedimentasi.
b. Sistem drainase/pengaliran
Daerah yang drainasenya jelek seperti sering tergenang
menyebabkan tanahnya menjadi asam.
e) Waktu
Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah, akibat pelapukan dan
pencucian yang terus menerus.
4. Sifat dan tanda-tanda khusus di lapangan dapat dilihat dari sifat fisik, kimia, dan
biologinya. Masing-masing tanah memiliki sifat yang berbeda-beda ditunjukkan dengan
hasil sebagai berikut:
Tanah Regosol memiliki sifat fisik yaitu teksturnya pasiran.
Tanah Mediteran memiliki sifat fisik yaitu teksturnya lempungan.
Tanah Grumusol memiliki sifat fisik yaitu teksturnya lempungan.
Tanah Rendzina memiliki sifat fisik yaitu teksturnya geluh lempungan.

DAFTAR PUSTAKA

Agus, C.2008.Dasar-dasar ilmu tanah hutan.Fakultas Kehutanan UGM.Yogyakarta


Darmawijaya.1997.Prinsip pengelolaan tanah.Multipress.Jakarta
Foth,W.A principle to develope top soil fertility.Whichensen,Inc.New York. USA page:23
Hardjowigeno.1987.Ilmu Tanah.IPB Press.Bogor
Notohadiprawiro.2000.Jenis-jenis tanah dan cara pengolahannya. Gramedia. Jakarta
Soepardi.1983.Soil fertility index. Aksara Buana. Surabaya