Anda di halaman 1dari 2

Perbatasan Laut dan Darat Indonesia

ini adalah salah satu tugas PKn

Semoga Bermanfaat!

1. Coba kalian lakukan identifikasi Negara yang berbatasan langsung dengan di wilayah daratan
lautan Indonesia. Tulislah hasil identifikasi kalian pada tabel dibawah ini.
Negara yang berbatasan dengan daratan Negara yang berbatasan dengan lautan
Indonesia Indonesia
Malaysia Malaysia
Papua Nugini Singapura
Timor Leste Filipina
India
2. Thailand
Vietnam
Republik Palau
Australia
Timor Leste
Papua Nugini
Setiap Wilayah perbatasan Indonesia dengan Negara lain tentunya pernah mengalami beberapa
permasalahan. Coba kalian identifikasi permasalahan permasalahan yang melibatkan Indonesia
dengan Negara lain yang berkaitan dengan masalah perbatasan. Presentasikan di depan guru dan
teman kalian.
No Permasalahan Negara lain yang terlibat Penyelesaian
1. Kasus Pulau Sipadan dan Malaysia Mahkamah Internasional
Ligitan. memutuskan Pulau Sipadan
menjadi bagian wilayah
Malaysia
2. Kasus Ambalat Malaysia Melakukan pertemuan liberal
guna membahas masalah
dengan perundingan, dan
memutuskan Pulau Ambalat
tetap sebagai wilayah NKRI
3. Kasus Pulau Simakau Singapura Melakukan klarifikasi bahwa
pulau yang dimaksud adalah
pulau Simakau milik
Singapura. Jadi, terdapat dua
pulau yang bernama sama
yang dimiliki Indonesia dan
Singapura
4. Kasus Pulau Batik Timor Leste Pemangku adat antara
wilayah Perbatasan Amyoung
No Ciri-ciri
Kemerdekaan Penjelasan
Beragama
1 Kebebasan Setiap orang bebas memeluk
Memeluk Agama agamanya masing-masing dan Ambenu, daninginuntuk
beribadat menurut menyelesaikan
agamanyatitik batas dan dan
kepercayaannya itu. meminta (Pasalizin 22pemerintah
ayat 1
UU no 39 tahun 1999). Pasalmemfasilitasi
pusat untuk tersebut
menjelaskan bahwa tersebut. Kedua
kemerdekaanNegara
belum diperbolehkan
beragama terjadi ketika setiap orang
beraktivitas di daerah
bebas dan tanpa halangan perbatasan /tersebut
ancaman
5. Kasus Pulau Miangas dari orang
Filipinalain untukDinyatakan
beribadah lebihsesuai
lanjut dalam
agama dan kepercayaan masing-masing.
protocol perjanjian ekstradisi
2 Negara Indonesia Filiphina
Negara menjamin kemerdekaan setiap
mengenai defisi wilayah
Menjamin orang memeluk agamanya masing-
Indonesia yang menegaskan
Kemerdekaan masing, dan untuk Pulau beribadat
Miangasmenurut
adalah Milik
Warganya untuk agamanya dan kepercayaannyaIndonesia atas dasar itu.
putusan
Beribadah (Pasal 22 ayat 2 UU no 39 tahun
Mahkamah 1999).
Arbitrase
Pasal tersebut menjelaskan Internasional 4 April
bahwa 1928
6. Lima belas nelayan Malaysia Dengan
Negara harus menjamin warganya untukpengembalian tiga
Malaysia yang menangkap petugas DKP ke Indonesia,
ikan tanpa izin dengan
tetap aman dalam melaksanakan ibadah
tujuh nelayan ke Malaysia,
kapal pukat harimau di sesuai agamanya masing-masing
serta dikirimnya notatanpaprotes
wilayah perairan Indonesia ada paksaan atau pelarangan dari orang
oleh Kementerian Luar
lain. Negeri RI.
7. 3 Kasus PulauKebebasan
Nipa Singapura
Setiap orang berhak Kementrian Pertahanan
atas kebebasan
untuk berpikir, keyakinan dan Mengkampanyekan
beragama. Hak Untuk
Mereklamasi Pulau Nipa
menetapkan ini mencakup kebebasan untuk
karena pada tahun 2004
agama atas menetapkan agama sampai atau 2008
kepercayaan
penduduk
pilihan sendiri atas pilihannya sendiri, danpasir
menjual kebebasan,
pantai Pulau
baik secara sendiri Nipa maupun
kepada bersama-
Singapura.
Langkah KemHan
sama dengan orang lain, baik di tempat ini
umum atau tertutup, menghabiskan
untuk menjalankandana lebih dari
300 Milyar Rupiah.
agama dan kepercayaannya dalam
kegiatan ibadah, pentaatan,
Kasus wilayah pengamalan, dan
Malaysia pengajaran.
Melalui (Pasal
pertemuan Indonesia - 18
Camar Bulan ayat 1 UUMalaysia
no 12 tahun 2005). Pasal
di Semarangpadatahun 1978,
inimenjelaskan bahwa setiap orang
dan Tanjung memutuskan wilayah Camar Bulan dan
berhak menetapkann agamanya sendiri
Datuk atau Tanjung Datuk menjadi
pemikirannya bagian dari
sendiri dan
kebebasan untuk wilayah beribadah
Malaysia.di tempat
umum maupun tertutup.
4 Tanpa paksaan Tidak seorang pun dapat dipaksa
dalam menganut sehingga terganggu kebebasannya
agama / untuk menganut atau menetapkan
kepercayaan agama atau kepercayaannya sesuai
dengan pilihannya. (Pasal 18 ayat 2 UU
no 12 tahun 2005). Pasal ini
menjelaskan bahwa tidak ada seorang
pun yang bisa memaksa seseorang