Anda di halaman 1dari 298

BUPATI POLEWALI MANDAR

PROVINSI SULAWESI BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR


NOMOR 1 TAHUN 2014
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH
KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2014-2019
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI POLEWALI MANDAR,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional dan Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah, rencana pembangunan jangka menengah
untuk jangka waktu lima tahun merupakan
penjabaran visi, misi dan program Kepala Daerah
yang penyusunannya berpedoman pada Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
dengan memperhatikan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN);
b. bahwa berdasarkan ketentuan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) ditetapkan dengan Peraturan Daerah
paling lama 6 (enam) bulan setelah Kepala Daerah
dilantik;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud huruf a, dan huruf b, maka perlu
menetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana

ii RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4286);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4355);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4421);
4. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2004 tentang
Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 105,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4422);
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008
tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4438);

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 iii


7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4700);
8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4725);
9. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5234);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4578);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2005
tentang Perubahan Nama Kabupaten Polewali
Mamasa Menjadi Kabupaten Polewali Mandar
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 160);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007
tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4737);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008
tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan

iv RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4815);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008
tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4817);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4833);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta
Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil
Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 44,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5209);
17. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional Tahun 2010-2014;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun
2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 310);
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun
2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 517);

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 v


20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun
2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 tentang
Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan
Gender di Daerah (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 927);
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun
2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian
Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan
Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012
Nomor 994);
22. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nomor 5
Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah Provinsi Sulawesi Barat Tahun
2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi
Barat Tahun 2010 Nomor 05);
23. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nomor 01
Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Barat Tahun
2012-2016 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi
Barat Tahun 2013 Nomor 01);
24. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar
Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2005-2025 (Lembaran
Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2012
Nomor 4);
25. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar
Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2012-
2032 (Lembaran Daerah Kabupaten Polewali
Mandar Tahun 2013 Nomor 2).

vi RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH


KABUPATEN POLEWALI MANDAR
dan
BUPATI POLEWALI MANDAR

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : P E R AT U R A N D A E R A H T E N TA N G R E N C A N A
PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH
KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2014-2019.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kabupaten Polewali Mandar.
2. Bupati adalah Bupati Polewali Mandar.
3. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan perangkat daerah sebagi unsur
penyelenggara pemerintahan daerah.
4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disingkat DPRD, adalah DPRD
Kabupaten Polewali Mandar.
5. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh
Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan
dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara
Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
6. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah
Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Polewali Mandar.
7. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan
yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya
yang tersedia.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 vii


8. Pembangunan Daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk
peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek
pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap
pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun peningkatan indeks
pembangunan manusia.
9. Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses penyusunan
tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku
kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber
daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu
lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu.
10. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 yang
selanjutnya disebut RPJPN adalah dokumen Perencanaan Pembangunan
Nasional untuk periode 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tahun 2005
sampai dengan tahun 2025.
11. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014 yang
selanjutnya disebut RPJMN adalah dokumen perencanaan pembangunan
nasional untuk periode 5 (lima) tahunan.
12. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2005-2025 yang selanjutnya disebut RPJPD Sulawesi Barat adalah
dokumen perencanaan pembangunan daerah Provinsi Sulawesi Barat untuk
periode 20 (dua puluh) tahun.
13. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2012-2016 yang selanjutnya disebut RPJMD Sulawesi Barat adalah
dokumen perencanaan pembangunan daerah Provinsi Sulawesi Barat untuk
periode 5 (lima) tahunan.
14. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Polewali Mandar
Tahun 2005-2025 yang selanjutnya disebut RPJPD Polewali Mandar adalah
dokumen perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Polewali Mandar
untuk periode 20 (dua puluh) tahun.
15. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Polewali
Mandar yang selanjutnya disebut RPJMD Polewali Mandar adalah dokumen
perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Polewali Mandar untuk
periode 5 (lima) tahunan yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan
program Bupati/Wakil Bupati dengan berpedoman pada RPJPD dan RTRW
Kabupaten serta memperhatikan RPJMN, RPJMD Provinsi, RPJMD dan RTRW
kabupaten lainnya.
16. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Polewali

viii RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Mandar yang selanjutnya disebut Renstra SKPD adalah dokumen
perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.
17. Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Polewali Mandar yang
selanjutnya disebut RKPD adalah dokumen perencanaan untuk periode 1
(satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah.
18. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Polewali Mandar
yang selanjutnya disebut Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD
untuk periode 1 (satu) tahun.
19. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Polewali Mandar yang selanjutnya
disebut RTRW Kabupaten adalah hasil perencanaan tata ruang wilayah yang
mengatur struktur dan pola ruang Kabupaten Polewali Mandar.
20. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir
periode perencanaan.
21. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan
untuk mewujudkan visi.
22. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk
mewujudkan visi dan misi.
23. Kebijakan adalah arah atau tindakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah
untuk mewujudkan tujuan.
24. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi 1 (satu) atau lebih kegiatan
yang dilaksanakan oleh SKPD untuk mencapai sasaran dan tujuan serta
memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang
dikoordinasikan oleh SKPD.
25. Kabupaten lainnya adalah kabupaten lainnya yang ditetapkan sebagai satu
kesatuan wilayah pembangunan dan/atau yang memiliki hubungan
keterkaitan atau pengaruh dalam pelaksanaan pembangunan.
26. Bersifat indikatif adalah bahwa data dan informasi, baik tentang sumber daya
yang diperlukan maupun keluaran dan dampak yang tercantum didalam
dokumen rencana, hanya merupakan indikasi yang hendak dicapai dan tidak
kaku.
27. Pemangku kepentingan adalah pihak-pihak yang langsung atau tidak
langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan daerah.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 ix


BAB II
KEDUDUKAN RPJMD

Pasal 2
RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 20142019 merupakan :
a. Penjabaran dari visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati ke dalam arah
kebijakan keuangan daerah, tujuan dan sasaran, strategi pembangunan
daerah, kebijakan umum, dan program prioritas pembangunan daerah dalam
kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.
b. Dokumen perencanaan pembangunan daerah yang memberikan arah
sekaligus acuan bagi seluruh komponen pelaku pembangunan daerah dalam
mewujudkan pembangunan daerah yang berkesinambungan.

BAB III
MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 3
Maksud dan tujuan penetapan RPJMD adalah untuk menetapkan pedoman
perencanaan pembangunan daerah sebagai acuan dalam :
a. Penyusunan Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD dan perencanaan penganggaran;
b. Mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang sinergis dan terpadu
antara perencanaan pembangunan Nasional, Provinsi dan Kabupaten serta
dengan Kabupaten yang berbatasan.

BAB IV
SISTEMATIKA RPJMD

Pasal 4
(1) Sistematika RPJMD terdiri dari :
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
BAB III : GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA
KERANGKA PENDANAAN
BAB IV : ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
BAB V : VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
BAB VI : STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VII : KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
BAB VIII : INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI

x RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


KEBUTUHAN PENDANAAN
BAB IX : PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH
BAB X : PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN
(2) Isi dan uraian RPJMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tecantum dalam
lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.`

BAB V
PENGENDALIAN DAN EVALUASI

Pasal 5
(1) Pemerintah Daerah melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap
pelaksanaan RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019.
(2) Tata cara pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMD Kabupaten Polewali
Mandar Tahun 2014-2019 sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mengacu
pada peraturan yang berlaku.

BAB VI
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 6
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai
pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Bupati.

Pasal 7
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan


Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Polewali
Mandar.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xi


Ditetapkan di Polewali
pada tanggal 3 Juli 2014
BUPATI POLEWALI MANDAR,

ANDI IBRAHIM MASDAR

Diundangkan di Polewali
pada tanggal 7 Juli 2014
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR,

ISMAIL, AM

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2014 NOMOR 1

NOREG PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR, PROVINSI


SULAWESI BARAT : (NOMOR 7/TAHUN 2014)

xii RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


PENJELASAN
ATAS
PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR
NOMOR 1 TAHUN 2014
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH
KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2014-2019
I. UMUM
Bahwa dalam rangka memberikan arah dan tujuan
pembangunan daerah sesuai dengan visi, misi Bupati dan Wakil Bupati, dan
berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Daerah Nomor 4
Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2005-2025, maka perlu disusun Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali
Mandar Tahun 2014-2019 untuk kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang.
RPJMD Kabupaten Polewali Mandar merupakan penjabaran
visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati untuk jangka waktu 5 tahun
yaitu sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, yang penyusunannya
berpedoman pada RPJPD dan RTRW Kabupaten, serta memperhatikan
RPJMN, RPJMD Provinsi, RPJMD dan RTRW Kabupaten lainnya.
RPJMD Kabupaten Polewali Mandar ini, memuat arah kebijakan
keuangan daerah, tujuan dan sasaran pembangunan daerah, strategi
pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program prioritas
pembangunan daerah dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan
yang bersifat indikatif.
RPJMD digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yaitu dokumen perencanaan
daerah untuk periode 1 (satu) tahun yang memuat kerangka ekonomi
daerah, program prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan
pendanaanya, baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah
maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Berdasarkan ketentuan Pasal 150 ayat (3) huruf e dan Pasal 15
ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata
Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah, RPJMD ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan
ditetapkan paling lama 6 (enam) bulan setelah Kepala Daerah dilantik.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xiii


II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Istilah-istilah dalam pasal ini dimaksudkan untuk mencegah timbulnya salah
tafsir dan salah pengertian dalam memahami dan melaksanakan pasal-pasal
dalam Peraturan Daerah ini.
Pasal 2
Huruf a
- Yang dimaksud dengan visi, misi dan program Bupati dan Wakil
Bupati dalam pasal ini adalah merupakan keadaan masa depan
yang diharapkan dan berbagai upaya yang akan dilakukan melalui
program-program pembangunan yang ditawarkan oleh Bupati
dan Wakil Bupati terpilih.
- Yang dimaksud dengan arah kebijakan keuangan daerah dalam
pasal ini adalah merupakan pedoman dan gambaran dari
pelaksanaan hak dan kewajiban daerah dalam rangka
penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah yang dapat dinilai
dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang
berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah.
- Yang dimaksud dengan strategi pembangunan daerah dalam
pasal ini adalah merupakan langkah-langkah berisikan program-
program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi dalam rangka
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat yang nyata baik dalam aspek
pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses
terhadap pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun
peningkatan indeks pembangunan manusia.
- Yang dimaksud dengan kebijakan umum dalam pasal ini adalah
memberikan arah perumusan rencana program prioritas
pembangunan yang disertai kerangka pengeluaran jangka
menengah daerah dan menjadi pedoman bagi SKPD dalam
menyusun program dan kegiatan Renstra SKPD.
Huruf b
Cukup jelas.
Pasal 3
Cukup jelas.
Pasal 4
Cukup jelas.

xiv RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Pasal 5
Ayat (1)
- Pengendalian terhadap pelaksanaan RPJMD dimaksudkan untuk
menjamin tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan yang
tertuang dalam RPJMD.
- Evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD adalah bagian dari
kegiatan perencanaan pembangunan yang secara sistematis
mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk
menilai pencapaian sasaran, tujuan dan kinerja pembangunan.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Pasal 6
Cukup jelas.
Pasal 7
Cukup jelas.

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2014


NOMOR 10

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xv


BUPATI POLEWALI MANDAR
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha
Kuasa, karena atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan
dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2014-2019 dapat diselesaikan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Penyusunan RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019
didasarkan kepada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008, serta
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah.
Tujuan penyusunan RPJMD adalah untuk memberikan arah bagi
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan selama 5 (lima) tahun ke depan.
Secara umum materi RPJMD bersisi tentang visi, misi, tujuan, sasaran dan program
Kepala Daerah. Sehingga RPJMD Kabupaten Polewali Mandar ini menjadi pedoman
bagi seluruh pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, pemerintah daerah,
masyarakat, maupun dunia usaha dalam mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2014-2019 secara sinergis, koordinatif dan saling
melengkapi.
Harapan kami dalam mengemban amanah sebagai Bupati dan Wakil
Bupati Polewali Mandar masa bakti 2014-2019 adalah mengajak seluruh pemangku
kepentingan secara bersama-sama berbuat untuk membenahi dan
mensejahterakan masyarakat Polewali Mandar secara lahir dan batin. Dengan
bekerja keras dan dengan ketulusan hati serta penuh rasa tanggung jawab Insya
Allah kita dapat mewujudkan Visi : Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan
Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera''.

xvi RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Sebagai penutup, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga
kepada DPRD Polewali Mandar dan semua pihak yang telah membantu penyusunan
dokumen RPJMD ini. Semoga segala upaya yang mulia dari kita dalam menata
pembangunan Polewali Mandar ke depan selalu mendapatkan bimbingan dan ridho
Allah SWT, sehingga membuahkan hasil yang berdaya guna dan memberikan
maslahat bagi masyarakat Polewali Mandar.

Polewali, 4 Juli 2014


BUPATI POLEWALI MANDAR

ANDI IBRAHIM MASDAR

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xvii


DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...................................................................................................xvi
Daftar Isi .......................................................................................................xviii
Daftar Tabel .......................................................................................................xx
Daftar Grafik ..................................................................................................................xxviii
Daftar Gambar....................................................................................................xxx

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
1.1 Latar Belakang................................................................................2
1.2 Landasan Hukum ...........................................................................3
1.3 Hubungan Antar Dokumen.............................................................6
1.4 Sistematika Penulisan ....................................................................7
1.5 Maksud dan Tujuan .........................................................................8

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH ..............................................11


2.1 Aspek Geografi dan Demografi .....................................................12
2.1.1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah ...........................................12
2.1.2 Potensi Pengembangan Wilayah ..........................................18
2.1.3 Wilayah Rawan Bencana ......................................................26
2.1.4 Demografi ............................................................................28
2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat ..................................................32
2.2.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi ....................32
2.2.2 Fokus Kesejahteraan Sosial....................................................37
2.2.3 Fokus Seni Budaya dan Olahraga............................................41
2.3 Aspek Pelayanan Umum..................................................................42
2.3.1 Fokus Layanan Urusan Wajib .................................................42
2.3.2 Fokus Layanan Urusan Pilihan................................................89
2.4 Aspek Daya Saing Daerah ...............................................................101
2.4.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah .....................................101
2.4.2 Fokus Fasilitas Wilayah/ Infrastruktur....................................103
2.4.3 Fokus Iklim Berinvestasi.........................................................108
2.4.4 Fokus Sumber Daya Manusia .................................................111

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA


KERANGKA PENDANAAN.....................................................................113
3.1 Kinerja Keuangan Masa Lalu...........................................................114
3.1.1. Kinerja Pelaksanaan APBD....................................................114
3.1.2. Neraca Daerah .....................................................................120
3.2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu ..................................123
3.2.1 Kebijakan Pendapatan Daerah...............................................123
3.2.2 Kebijakan Belanja Daerah ......................................................124

xviii RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


3.2.3 Kebijakan Pembiayaan Daerah ..............................................126
3.3 Kerangka Pendanaan .....................................................................127
3.3.1 Analisis Pengeluaran Periodik Wajib dan Mengikat Serta
Prioritas Utama .....................................................................128
3.3.2 Analisis Proyeksi Data ...........................................................129

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS................................................................137


4.1 Permasalahan Pembangunan Daerah ............................................138
4.2 Isu Strategis....................................................................................147

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN.......................................................155


5.1 Visi .................................................................................................156
5.2 Misi................................................................................................157
5.3 Tujuan dan Sasaran ........................................................................157

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN .........................................................165

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH .........173

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM YANG DISERTAI


KERANGKA PENDANAAN....................................................................201

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH ........................................223

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN .............................265


10.1 Pedoman Transisi ..........................................................................266
10.2 Kaidah Pelaksanaan ......................................................................266

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xix


DAFTAR TABEL

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali


Mandar, 2012 .....................................................................13
Tabel 2.2 Letak Geografi dan Ketinggian dari Permukaan Laut
Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012 .....14
Tabel 2.3 Luas Penyebaran Kelas Topografi dan Kelas Lereng
Kabupaten Polewali Mandar................................................15
Tabel 2.4 DAS (Daerah Aliran Sungai) Kabupaten Polewali Mandar ....16
Tabel 2.5 Jumlah Curah Hujan Menurut Bulan (dalam mm)
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012 .............................17
Tabel 2.6 Luas Lahan Sawah dan Bukan Sawah Menurut
Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012 ...................19
Tabel 2.7 Produksi Buah Buahan Kabupaten Polewali Mandar
(Ton), 2008-2012 .................................................................20
Tabel 2.8 Kriteria Kesesuaian Lahan Untuk
Perkebunan .........................................................................21
Tabel 2.9 Jumlah Ternak yang Keluar dari Kabupaten Polewali
Mandar (Ekor), 2008-2012...................................................21
Tabel 2.10 Produksi Perikanan Tangkap Komoditi Andalan
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012 .............................22
Tabel 2.11 Produksi Perikanan Budidaya dan Rumput Laut
Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2012 ...........................................................................22
Tabel 2.12 Infrastruktur (Jalan, Jembatan dan Irigasi) Tambak
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012 ...........................23
Tabel 2.13 Nama Perusahaan, Jenis Izin dan Lokasi Tambang
Kabupaten Polewali Mandar, 2012 ......................................24
Tabel 2.14 Jumlah Perusahaan, Tenaga Kerja Industri Kecil dan
NilaiProduksi Kabupaten Polewali Mandar,
2012 ....................................................................................24
Tabel 2.15 Jumlah Bencana Alam Menurut Jenis Bencana
(dalamKK) Kabupaten Polewali Mandar, 2018-2012 ............27
Tabel 2.16 Titik Evakuasi Kabupaten Polewali Mandar, 2012.................27
Tabel 2.17 Jumlah Laki-Laki dan Perempuan Menurut Umur
Kabupaten Polewali Mandar, 2011-2012 .............................30
Tabel 2.18 Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Polewali
Mandar (persen), 2008-2012...............................................33

xx RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.19 Perkembangan Jumlah Pasar Kabupaten Polewali
Mandar, 2008-2012 .............................................................34
Tabel 2.20 Distribusi PDRB Kabupaten Polewali Mandar Atas Dasar
Harga Berlaku, 2008-2012 ...................................................35
Tabel 2.21 Distribusi PDRB Kabupaten Polewali Mandar Atas Dasar
Harga Konstan, 2008-2012...................................................36
Tabel 2.22 Jumlah Organisasi Kesenian dan Pemuda Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2013 ...............................................41
Tabel 2.23 Jumlah Kegiatan Pemuda Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013 ...........................................................................42
Tabel 2.24 APK Anak Usia 0 6 tahun Kabupaten Polewali Mandar ,
2011-2012 ...........................................................................42
Tabel 2.25 Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS)
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012 ............................43
Tabel 2.26 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2012 ......................................44
Tabel 2.27 Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012 .............................45
Tabel 2.28 Jumlah Guru dan Murid Pendidikan Dasar Kabupaten
Polewali Mandar, 2008-2012 ...............................................45
Tabel 2.29 Jumlah dan Rasio Rumah Sakit Per Jumlah
Penduduk Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012.............46
Tabel 2.30 Jumlah Tenaga Medis Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2012 ...........................................................................47
Tabel 2.31 Jumlah Dokter Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012.....47
Tabel 2.32 Jumlah Dokter umum Menurut Kecamatan Kabupaten
Polewali Mandar, 2012 ........................................................48
Tabel 2.33 Jumlah Tenaga Non-Medis Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2012 ...........................................................................48
Tabel 2.34 Jumlah Tenaga Non-Medis Menurut
KecamatanKabupaten Polewali Mandar, 2012 ....................49
Tabel 2.35 Jumlah Lahir Hidup, Jumlah Kematian Bayi, AKB dan
AKHB Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012....................50
Tabel 2.36 Jumlah Lahir Hidup, Jumlah Kematian Bayi, AKB dan
AKHB Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali
Mandar , 2012 .....................................................................50
Tabel 2.37 Jumlah Posyandu dan Balita Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013 ...........................................................................51
Tabel 2.38 Jumlah Posyandu dan Balita Menurut
Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012 ....................52
Tabel 2.39 Jumlah Puskesmas, Poliklinik dan Pustu Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2012 ...............................................53

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xxi


Tabel 2.40 Jumlah Puskesmas, Poliklinik dan Pustu Menurut
Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012......................53
Tabel 2.41 Panjang Jalan Keseluruhan Berdasarkan Kondisi Jalan
(Km) Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012.......................54
Tabel 2.42 Rasio Jaringan Irigasi Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013.............................................................................54
Tabel 2.43 Jumlah Tempat Ibadah dan Jumlah Pemeluk Agama
Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar,
2012 ......................................................................................55
Tabel 2.44 Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2013.................................................55
Tabel 2.45 Indikator Perumahan Kabupaten Polewali Mandar,
2011-2013.............................................................................56
Tabel 2.46 Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah
Perkotaan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013 ..............56
Tabel 2.47 Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013 ...............................57
Tabel 2.48 Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan
Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar,
2013 ......................................................................................58
Tabel 2.49 Dokumen Perencanaan Pembangunan Kabupaten
Polewali Mandar, 2010-2013.................................................59
Tabel 2.50 Rasio Ijin Trayek Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2012.............................................................................60
Tabel 2.51 Rasio Ijin Trayek Menurut Kecamatan Kabupaten
Polewali Mandar, 2012 ..........................................................61
Tabel 2.52 Jumlah Uji Kir Angkutan Umum Kabupaten Polewali
Mandar, 2009-2013...............................................................61
Tabel 2.53 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2013.................................................61
Tabel 2.54 Jumlah Volume Sampah dan Produksi Sampah
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013 ...............................62
Tabel 2.55 Jumlah TPA Sampah, Daya Tampung dan Volume
Produksi Sampah Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013 ...62
Tabel 2.56 Jumlah Tanah yang Bersertifikat Kabupaten Polewali
Mandar, 2009-2013..............................................................63
Tabel 2.57 Jumlah Penduduk kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013...64
Tabel 2.58 Persentase Partisipasi Perempuan di Lembaga
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013............65
Tabel 2.59 Indeks Pembangunan Gender (IPG)
Menurut Variabel Pembentuknya Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2012.................................................65

xxii RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.60 Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Menurut
Variabel Pembentuknya Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2012.............................................................................66
Tabel 2.61 Rasio KDRT Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2012.............................................................................67
Tabel 2.62 Rata-rata Jumlah Anak per Keluarga Kabupaten
Polewali Mandar, 2011-2013.................................................67
Tabel 2.63 Persentase Peserta KB Aktif Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013.............................................................................68
Tabel 2.64 Jumlah Tenaga Penyuluh KB Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2012 ............................................................................68
Tabel 2.65 Jumlah Tenaga Penyuluh KB Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar,2013.........................................69
Tabel 2.66 Jumlah Klinik KB Pemerintah dan Swasta Menurut
Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2013.....................70
Tabel 2.67 Persentase Keluarga (Pra-S) Kabupaten Polewali Mandar,
2010-2013.............................................................................71
Tabel 2.68 Persentase Keluarga Sejahtera I (KS I) Kabupaten
Polewali Mandar, 2010-2013.................................................71
Tabel 2.69 Jumlah Keluarga Pra Sejahtera (Pra-S) dan Keluarga
Sejahtera I (KS I) Menurut Kecamatan Kabupaten
Polewali Mandar, 2013..........................................................71
Tabel 2.70 Penduduk Rawan Sosial dan Kabupaten Polewali
Mandar, 2013........................................................................72
Tabel 2.71 Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Dirinci Menurut Angkatan
Kerja dan Bukan Angkatan Kerja serta Jenis Kelamin
Kabupaten Polewali Mandar, 2012 ........................................73
Tabel 2.72 Jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang Bekerja di Luar
Negeri Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013...................73
Tabel 2.73 Jumlah Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia
Swasta (PPTKIS) Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013 .....74
Tabel 2.74 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar dan Terserap
Lapangan Kerja Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013 ......75
Tabel 2.75 Jenis dan Jumlah Izin yang Dilayani oleh Kantor
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten
Polewali Mandar, 2010-2013.................................................76
Tabel 2.76 Indikator Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar,
2010-2013.............................................................................77
Tabel 2.77 Jumlah Karang Taruna Kabupaten Polewali Mandar,
2010-2013.............................................................................77

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xxiii


Tabel 2.78 Jumlah Partai Politik, Jumlah Pemilih, Jumlah
Ormas dan Kegiatan Pembinaan Politik Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2013..................................................78
Tabel 2.79 Rasio Jumlah Polisi Pamong Praja Kabupaten Polewali
Mandar, 2009-2012 ...............................................................78
Tabel 2.80 Jumlah Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
dan Pengelolaan Keuangan Daerah, 2011-2013 .....................80
Tabel 2.81 Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Polewali
Mandar Sebagai Pelaksana Urusan Pemerintahan Daerah ....81
Tabel 2.82 Skor Pola Pangan Harapan Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2012 .............................................................................83
Tabel 2.83 Status Kewaspadaan Gizi dan Pangan Per Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012................................83
Tabel 2.84 Persentase Koperasi Aktif Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013 .............................................................................84
Tabel 2.85 Persentase Aktif Koperasi Sektor Riil Kabupaten
Polewali Mandar, 2013...........................................................85
Tabel 2.86 Indikator Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013................................85
Tabel 2.87 Indikator Statistik Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013 ...86
Tabel 2.88 Indikator Kearsipan Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013 .............................................................................87
Tabel 2.89 Jaringan Komunikasi Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013 .............................................................................87
Tabel 2.90 Jumlah Surat Kabar Nasional/Lokal Kabupaten Polewali
Mandar, 2009 dan 2013..........................................................88
Tabel 2.91 Jumlah Penyiaran Radio/TV Lokal Kabupaten Polewali
Mandar, 2009 dan 2013..........................................................88
Tabel 2.92 Jumlah Perpustakaan Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013 .............................................................................89
Tabel 2.93 Jumlah Pengunjung Perpustakaan Kabupaten Polewali
Mandar, 2009-2013 ...............................................................89
Tabel 2.94 Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012................................90
Tabel 2.95 Perkembangan Kondisi Lahan Persawahan Kabupaten
Polewali Mandar, 2008-2012..................................................90
Tabel 2.96 Perkembangan Infrastruktur Pertanian Kabupaten
Polewali Mandar, 2008-2012..................................................91
Tabel 2.97 Jumlah Produksi Komoditi Andalan Peternakan
Kabupaten Polewali Mandar,2009-2013 ................................92
Tabel 2.98 Perkembangan Jumlah Kelompok Tani Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2013..................................................92

xxiv RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.99 Perkembangan Komoditi Kehutanan Non Kayu
Kabupaten Polewali Mandar,2009-2012 ............................93
Tabel 2.100 Perkembangan Komoditi Kehutanan MPTs (Pohon)
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012 ...........................94
Tabel 2.101 Perkembangan Jumlah Kelompok Kehutanan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013 ...........................94
Tabel 2.102 Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012 ...........................95
Tabel 2.103 Kinerja Sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2012 .............................................96
Tabel 2.104 Perkembangan Jumlah Kelompok Perikanan
Kabupaten Polewali Mandar,2009-2013 ............................97
Tabel 2.105 Distribusi Listrik PLN dan Non PLN Menurut
Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2013 ..................98
Tabel 2.106 Jumlah Objek Wisata dan Kunjungan Wisatawan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012 ...........................99
Tabel 2.107 Kontribusi Sektor Perdagangan terhadap PDRB
ADHK Kabupaten Polewali Mandar,2010-2013 ..................99
Tabel 2.108 Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Kecil
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012 ...........................100
Tabel 2.109 Jumlah Pemberangkatan Transmigran Kabupaten
Polewali Mandar, 2008-2013 .............................................101
Tabel 2.110 Rasio Panjang Jalan Per Jumlah Kendaraan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013 ...........................103
Tabel 2.111 Luas Wilayah Produktif (Ha) Kabupaten Polewali
Mandar, 2009-2012 ...........................................................103
Tabel 2.112 Jumlah Orang/ Barang yang Terangkut Angkutan
Umum Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013 ...............104
Tabel 2.113 Persentase Rumah Tangga (RT) Yang Terlayani Air
Bersih Kabupaten Polewali Mandar, 2013 ..........................105
Tabel 2.114 Telepon dan Sarana Telekomunikasi Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2012 .............................................106
Tabel 2.115 Jenis dan Jumlah Bank dan Cabang-cabangnya
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012 ...........................106
Tabel 2.116 Jenis, Kelas dan Jumlah Penginapan/Hotel
Kabupaten Polewali Mandar, 2008 dan 2012......................107
Tabel 2.117 Perkembangan Jumlah Restoran/ Rumah Makan
Kabupaten Polewali Mandar, 2012 dan 2013......................108
Tabel 2.118 Jumlah Kasus Perlindungan Konsumen Kabupaten
Polewali Mandar, 2010-2013 ............................................108
Tabel 2.119 Angka Kriminalitas Kabupaten Polewali Mandar
(Kasus), 2012 dan 2013 ......................................................109

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xxv


Tabel 2.120 Jumlah Demonstrasi Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2013.........................................................................109
Tabel 2.121 Simpanan Dana Masyarakat Menurut Jenisnya
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2012 ...........................110
Tabel 2.122 Lama Proses Perizinan Kabupaten Polewali
Mandar, 2013 ....................................................................110
Tabel 2.123 Jumlah dan Macam Insentif Pajak dan Retribusi
Daerah yang Mendukung Iklim Investasi Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2013 .............................................110
Tabel 2.124 Jumlah Angkatan Kerja Menurut Tingkat Pendidikan
yang Ditamatkan Kabupaten Polewali Mandar (Jiwa),
2010-2013.........................................................................111
Tabel 2.125 Rasio Ketergantungan Penduduk Kabupaten Polewali
Mandar, 2009-2012 ...........................................................112

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA


KERANGKA PENDANAAN
Tabel 3.1 Rata-rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah
Tahun 2009-2013...............................................................115
Tabel 3.2 Penerimaan Pajak Daerah Menurut Jenisnya
Kabupaten Polewali Mandar,2009-2012............................117
Tabel 3.3 Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Polewali
Mandar (Rp.000), 2010-2013 ............................................117
Tabel 3.4 Proporsi Anggaran Belanja Tidak Langsung Menurut
Jenisnya Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013 .............118
Tabel 3.5 Realisasi Anggaran Belanja Langsung Menurut
Jenisnya Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013 .............119
Tabel 3.6 Target dan Realisasi Belanja Modal Menurut
Jenisnya Kabupaten Polewali Mandar (Rp.000),
2011-2013.........................................................................120
Tabel 3.7 Neraca Daerah Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012 ...121
Tabel 3.8 Analisis Rasio Keuangan Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2012.........................................................................123
Tabel 3.9 Penutup Defisit Riil Anggaran Kabupaten Polewali
Mandar, 2009-2013 ...........................................................126
Tabel 3.10 Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2012 .............................................127
Tabel 3.11 Pengeluaran Periodik Wajib dan Mengikat serta
Prioritas Utama Kabupaten Polewali Mandar,
2010-2013.........................................................................129
Tabel 3.12 Asumsi Makro Ekonomi Kabupaten Polewali Mandar,
2014-2019.........................................................................130

xxvi RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 3.13 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Polewali
Mandar, 2014-2019...........................................................131
Tabel 3.14 Proyeksi Belanja dan Pembiayaan Wajib, Mengikat
serta Prioritas Utama Kabupaten Polewali Mandar,
2014-2019.........................................................................133
Tabel 3.15 Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Untuk
Mendanai Pembangunan Daerah Pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2019 ...........................134
Tabel 3.16 Rencana Penggunaan Kapasitas Riil Kemampuan
Keuangan Daerah Kabupaten Polewali Mandar,
2014-2019.........................................................................135
Tabel 3.17 Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Riil
Keuangan Daerah ..............................................................136

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN


Tabel 5.1 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Indikator dan
Target Kinerja Pembangunan Daerah Kabupaten
Polewali Mandar ...............................................................161

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN


Tabel 6.1 Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah
Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2019 ...........................167

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH


Tabel 7.1 Kebijakan umum dan program pembangunan
Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2019 ...........................178

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM YANG DISERTAI KERANGKA


PENDANAAN
Tabel 8.1 Indikasi rencana program prioritas yang disertai
dengan kebutuhan pendanaan..........................................203

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH


Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Pembangunan
Daerah Kabupaten Polewali Mandar, 20142019 ..............225
Tabel 9.2 Penetapan Indikator Kinerja Daerah Terhadap Capaian
Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan
Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2019 ...........................230

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xxvii


DAFTAR GRAFIK
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
Grafik 2.1 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Polewali
Mandar, 2008-2012...............................................................28
Grafik 2.2 Persentase Penduduk Usia 15 Tahun yang
Bekerja Menurut Lapangan Usaha Kabupaten
Polewali Mandar, 2011-2012 .................................................31
Grafik 2.3 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
yang Ditamatkan Kabupaten Polewali Mandar,
2009-2012..............................................................................................31
Grafik 2.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Kabupaten
Polewali Mandar, 2012 ..........................................................32
Grafik 2.5 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2012.............................................................................33
Grafik 2.6 Perbandingan Kontribusi PDRB Kabupaten Terhadap
PDRB Provinsi Sulawesi Barat, 2012 .......................................34
Grafik 2.7 Pertumbuhan PDRB Perkapita Kabupaten Polewali
Mandar Tahun 2008-2012 .....................................................36
Grafik 2.8 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Kabupaten
Polewali Mandar, 2008-2012 .................................................37
Grafik 2.9 Perbandingan IPM Kabupaten Polewali Mandar dengan
Provinsi Sulawesi Barat, 2008-2012 .......................................38
Grafik 2.10 Angka Melek Huruf Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2012.............................................................................39
Grafik 2.11 Rata rata Lama Sekolah Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2012.............................................................................39
Grafik 2.12 Angka Partisipasi Kasar SD, SMP dan SMA Kabupaten
Polewali Mandar,2010-2013 .................................................40
Grafik 2.13 Angka Partisipasi Murni SD, SMP dan SMA
Kabupaten Polewali Mandar, 2010- 2013.............................40
Grafik 2.14 Angka Harapan Hidup (AHH) Kabupaten
Polewali Mandar, 2008-2012 .................................................41
Grafik 2.15 Persentase Balita Gizi Buruk Kabupaten Polewali
Mandar, 2012 ........................................................................51
Grafik 2.16 Jumlah Rumah Ibadah Kabupaten Polewali Mandar,2012 ...55
Grafik 2.17 Rasio Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan
Polewali Kabupaten Polewali Mandar, 2013 ..........................57
Grafik2.18 Jumlah Penumpang Angkutan Umum Kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2013 .................................................60
Grafik2.19 Perkembangan Indeks Pembangunan Gender (IPG)
dengan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) kabupaten
Polewali Mandar, 2009-2012 .................................................66

xxviii RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Grafik2.20 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Tingkat
Kesempatan Kerja Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2012..........................................................................74
Grafik 2.21 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten
Polewali Mandar, 2008-2012..............................................75
Grafik 2.22 Jumlah PNS Kabupaten Polewali Mandar,
2008-2013..........................................................................81
Grafik 2.23 Persentase Industri Kecil Berdasarkan Komoditi
Kabupaten Polewali Manda, 2012 ......................................100
Grafik 2.24 Pendapatan Perkapita Riil Disesuaikan Kabupaten
Polewali Mandar, 2008-2012..............................................102
Grafik 2.25 Pengeluaran Konsumsi Makanan dan Non-Makanan
Perkapita Sebulan Kabupaten Polewali Mandar,
2008 dan 2012....................................................................102

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA


KERANGKA PENDANAAN
Grafik 3.1 Proporsi Realisasi Belanja Langsung Menurut
Jenisnya Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2012. .............119
Grafik 3.2 Proyeksi Komposisi Belanja Daerah Kabupaten
Polewali Mandar, 2014-2019..............................................132

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 xxix


DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
Gambar 1.1 Pola Hubungan Dokumen RPJMD dengan
Dokumen Perencanaan Lainnya ......................................7

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH


Gambar 2.1 Peta Administrasi Kabupaten Polewali Mandar ...............12
Gambar 2.2 Peta Geologi Kabupaten Polewali Mandar.......................15
Gambar 2.3 Peta Kawasan Hutan Kabupaten Polewali Mandar...........18
Gambar 2.4 Piramida Penduduk Kabupaten Polewali Mandar, 2012...29

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM YANG DISERTAI KERANGKA


PENDANAAN
Gambar 8.1 Indikasi Rencana Program Prioritas RPJMD ....................202

xxx RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perencanaan pembangunan nasional terdiri atas perencanaan
pembangunan yang disusun secara terpadu oleh kementerian/lembaga dan
perencanaan pembangunan oleh pemerintah daerah sesuai dengan
kewenangannya. Perencanaan pembangunan nasional dan daerah
menghasilkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP/RPJPD),
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM/RPJMD), dan Rencana
Pembangunan Tahunan/Rencana Kerja Pemerintah (RKP/RKPD). RPJP/RPJPD
adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua puluh) tahun.
Sedangkan RPJM/RPJMD adalah dokumen perencanaan untuk periode 5
(lima) tahun, dan RKP/RKPD adalah dokumen perencanaan untuk periode 1
(satu) tahun.
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dokumen
RPJMD merupakan dokumen perencanaan 5 (lima) tahunan yang
penyusunannya berpedoman pada RPJPD dan RTRW kabupaten serta
memperhatikan RPJMN, RPJMD Provinsi, RPJMD dan RTRW kabupaten
lainnya.
RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019
merupakan tahapan pembangunan 5 (lima) tahun ketiga di dalam RPJPD
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2005-2025. Pada tahapan ini
pembangunan daerah lebih diorientasikan pada peningkatan daya saing
daerah. Sasaran utama peningkatan daya saing daerah adalah meningkatnya
arus penanaman modal, meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi,
berkembangnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terutama
agroindustri, menurunnya angka pengangguran terbuka dan
berkembangnya komoditas unggulan terutama dari hasil industri
pengolahan. Target utama yang ingin dicapai pada tahapan ini adalah
keluarnya Kabupaten Polewali Mandar dari status sebagai daerah tertinggal
dan membaiknya indeks daya saing daerah. Di dalam RPJPD Kabupaten
Polewali Mandar, tahapan ini dinamakan tahapan akselerasi.
Sebagai dokumen perencanaan jangka menengah, RPJMD
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019 ini memuat visi, misi, dan
program kepala daerah terpilih yang selanjutnya dijabarkan ke dalam strategi
pembangunan daerah, kebijakan umum, program prioritas, dan arah
kebijakan keuangan daerah. Proses penyusunannya menggunakan beberapa
pendekatan, yaitu pendekatan politik, teknokratik, dan partisipatif.

2 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Pendekatan politik memandang bahwa pemilihan Kepala Daerah adalah
proses penyusunan suatu rencana karena rakyat pemilih menentukan
pilihannya berdasarkan program-program pembangunan yang ditawarkan
masing-masing calon Kepala Daerah. Oleh karena itu, rencana pembangunan
adalah penjabaran dari agenda-agenda pembangunan yang ditawarkan
Kepala Daerah pada saat kampanye ke dalam rencana pembangunan jangka
menengah. Pendekatan teknokratik dilaksanakan dengan menggunakan
metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang
secara fungsional bertugas untuk itu. Pendekatan partisipatif dilaksanakan
dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders)
terhadap pembangunan daerah. Pelibatan mereka dimaksudkan untuk
mendapatkan saran dan masukan, mengakomodir aspirasi, dan menciptakan
rasa memiliki.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah, maka dokumen RPJMD ditetapkan dengan
Peraturan Daerah paling lama 6 (enam) bulan setelah Kepala Daerah dilantik.
Penyusunan RPJMD Kabupaten Polewali Mandar dilakukan melalui beberapa
tahapan yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan
sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54
Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
2008, yaitu meliputi : (1)persiapan penyusunan RPJMD; (2)penyusunan
rancangan awal RPJMD; (3)penyusunan rancangan RPJMD; (4)pelaksanaan
musrenbang RPJMD; (5)perumusan rancangan akhir RPJMD; dan
(6)penetapan Peraturan Daerah tentang RPJMD.
Keberadaan RPJMD ini akan menjadi pedoman kerja bagi Kepala
Daerah terpilih beserta perangkatnya dalam melaksanakan tugas-tugasnya
selama 5 (lima) tahun mendatang dalam penyelenggaraan pemerintahan,
pelaksanaan pembangunan, pelayanan kepada masyarakat, dan juga
digunakan sebagai tolok ukur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
dalam menilai pertanggungjawaban Kepala Daerah pada setiap akhir tahun
anggaran dan pada akhir masa jabatan. RPJMD akan dijabarkan setiap
tahunnya ke dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan menjadi
pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat
Daerah (Renstra-SKPD).

1.2. Landasan Hukum


Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019 dilakukan dengan
berlandaskan kepada sejumlah peraturan perundang-undangan, antara lain :
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47,

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 3


Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4421);
4. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2004 tentang Pembentukan Provinsi
Sulawesi Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4422);
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4700);
8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
9. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5234);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4578);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2005 tentang Perubahan Nama
Kabupaten Polewali Mamasa Menjadi Kabupaten Polewali Mandar
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 160);

4 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4815);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4817);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4833);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tatacara
Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan
Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 44, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5209);
17. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang
Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 517);
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2011 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008
tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di
Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 927);
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 5


Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam
Penyusunan atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);
22. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nomor 5 Tahun 2010 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Sulawesi Barat
Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2010
Nomor 05);
23. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nomor 01 Tahun 2013 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi
Barat Tahun 2012-2016 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Barat Tahun
2013 Nomor 01);
24. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 4 Tahun 2012
tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2012 Nomor 4);
25. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 2 Tahun 2013
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Polewali Mandar Tahun
2012-2032 (Lembaran Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2013
Nomor 2).

1.3. Hubungan Antar Dokumen


Pemerintah Daerah dalam membuat perencanaan pembangunan
menghasilkan beberapa jenis dokumen perencanaan dan penganggaran
yaitu: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW), Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra
SKPD), Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), dan Rencana Kerja
Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD).
RPJMD yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program
Kepala Daerah, penyusunannya berpedoman pada visi, misi dan arah
kebijakan yang termuat dalam RPJPD Kabupaten Polewali Mandar Tahun
20052025. RPJMD Kabupaten Polewali Mandar tahun 20142019
merupakan tahap ketiga dari tahapan pelaksanaan RPJPD Kabupaten
Polewali Mandar tahun 20052025.
Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten Polewali Mandar telah ditetapkan arah
pengembangan pembangunan dan tata ruang wilayah sehingga penyusunan
RPJMD memperhatikan arah kebijakan pembangunan dalam RTRW melalui
penyelarasan tujuan, sasaran, strategi dan program pembangunan jangka
menengah daerah dengan pola pemanfaatan ruang kabupaten.
RPJMD ini juga menjadi pedoman dalam penyusunan Renstra SKPD yang

6 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


berfungsi sebagai dokumen perencanaan teknis operasional untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun yang disusun oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD).
Selanjutnya, untuk setiap tahun selama periode perencanaan,
RPJMD sebagai dokumen strategik dijabarkan ke dalam kebijakan tahunan
berupa Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang akan menjadi
acuan bagi SKPD dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD dan Rencana
Kerja Anggaran (RKA) SKPD. RKPD Kabupaten Polewali Mandar akan menjadi
pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (RAPBD) Kabupaten Polewali Mandar.
Pola hubungan antara RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya di
daerah dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.1
Pola Hubungan Dokumen RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

diperhatikan
dipedomani

dijabarkan dijabarkan

diperhatikan diacu

1.4. Sistematika Penulisan


Sistematika yang digunakan dalam penyusunan RPJMD ini
sepenuhnya mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54
tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
2008. Dokumen RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019 terdiri
atas 10 (sepuluh) bab dengan sistematika sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan, memuat uraian beberapa hal yang menjadi latar
belakang, maksud dan tujuan, landasan hukum, hubungan RPJMD dengan
dokumen perencanaan lainnya, serta sistematika penulisan.
Bab II Gambaran Umum Kondisi Daerah, berisi deskripsi mengenai kondisi

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 7


umum Kabupaten Polewali Mandar yang terdiri atas aspek geografi dan
demografi, aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum, dan
aspek daya saing.
Bab III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah serta Kerangka
Pendanaan, pada bab ini diuraikan gambaran pengelolaan keuangan daerah
dan kerangka pendanaan yang meliputi kinerja keuangan masa lalu,
kebijakan pengelolaan keuangan masa lalu, dan kerangka pendanaan.
Bab IV Analisis Isu-isu Strategis, membahas analisis isu-isu strategis tentang
permasalahan pembangunan daerah yang harus diatasi dan isu strategis
yang merupakan kondisi eksternal yang berpengaruh positif dan negatif
terhadap daerah di masa yang akan datang.
Bab V Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, memuat visi beserta penjabarannya,
misi, tujuan dan sasaran pembangunan daerah untuk periode Tahun 2014-
2019.
Bab VI Strategi dan Arah Kebijakan, berisi tentang strategi dan arah
kebijakan pembangunan daerah guna mendukung pencapaian visi dan
pelaksanaan misi.
Bab VII Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah, menjelaskan
kebijakan umum dan program pembangunan daerah.
Bab VIII Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai Kebutuhan
Pendanaan, memuat program prioritas berdasarkan urusan pemerintahan,
indikator kinerja program prioritas, target kinerja program prioritas, serta
pagu anggaran untuk setiap program prioritas.
Bab IX Penetapan Indikator Kinerja Daerah, dalam bab ini ditetapkan dan
dijelaskan mengenai indikator kinerja daerah Kabupaten Polewali Mandar
dalam 5 (lima) tahun ke depan.
Bab X Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan, menjelaskan mengenai
pedoman transisi dan kaidah pelaksanaan RPJMD Kabupaten Polewali
Mandar Tahun 2014-2019.
1.5. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun
2014-2019 adalah untuk memberikan arah dan pedoman bagi seluruh
pemangku kepentingan, baik pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat,
maupun dunia usaha dalam membangun kesepahaman, kesepakatan dan
komitmen guna mewujudkan visi dan misi Kabupaten Polewali Mandar
tahun 2014-2019.
Sedangkan tujuan penyusunan RPJMD Kabupaten Polewali
Mandar Tahun 2014-2019 adalah sebagai berikut :

8 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


1. Menjabarkan visi misi, dan program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten
Polewali Mandar melalui serangkaian tujuan, sasaran, strategi, arah
kebijakan dan program prioritas pembangunan yang dilaksanakan dari
tahun 2014 sampai dengan tahun 2019;
2. Menyediakan dokumen perencanaan pembangunan untuk 5 (lima)
tahun yang akan menjadi acuan utama dalam menyusun Rencana
Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD), Rencana Kerja
Pembangunan Daerah (RKPD), Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat
Daerah (Renja-SKPD), dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (RAPBD);
3. Memudahkan seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah dalam
mencapai tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah
dengan cara menyusun program dan kegiatan secara terarah, terpadu
dan terukur;
4. Menjadikan instrumen pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD dalam
mengendalikan penyelenggaran pembangunan daerah dan aspirasi
mesyarakat sesuai dengan prioritas dan sasaran program pembangunan
yang ditetapkan dalam peraturan daerah tentang RPJMD.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 9


10 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019
BAB II
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1 Aspek Geografi dan Demografi
2.1.1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah
a. Luas dan Batas Wilayah Administrasi
Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu dari enam
kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Dengan luas
wilayah darat 2.094.18 Km2 dan luas wilayah laut 460 km2, serta panjang
garis pantai 94,12 Km2. Berdasarkan letak geografis, Kabupaten Polewali
Mandar berbatasan dengan :
Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Mamasa
Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Makassar
Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pinrang
Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Majene

Gambar 2.1
Peta Administrasi Kabupaten Polewali Mandar

Sumber Data : RTRW Kabupaten Polewali Mandar, 2012-2032

Secara administratif, Kabupaten Polewali Mandar terbagi ke


dalam 16 (enam belas) kecamatan yang terdiri atas 144 desa dan 23
kelurahan dengan luas wilayah 2.022,30 Km2. Kecamatan Tubbi
Taramanu merupakan kecamatan yang terluas dengan luas wilayah
356,95 Km2 atau 17,65 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten
Polewali Mandar. Sementara kecamatan dengan luas wilayah terkecil

12 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


adalah Kecamatan Tinambung dengan luas 21,34 Km2 atau hanya 1,06 persen dari
total luas wilayah Kabupaten Polewali Mandar. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.1
Luas Wilayah Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012
Luas Area Persentase Terhadap Luas
No. Kecamatan
(Km2) Kab. Polewali Mandar (%)
1 Tinambung 21,34 1.06
2 Balanipa 37,42 1.85
3 Limboro 47,55 2.35
4 Tubbi Taramanu 356,95 17.65
5 Alu 228,30 11.29
6 Campalagian 87,84 4.34
7 Luyo 156,60 7.74
8 Wonomulyo 72,82 3.60
9 Mapilli 91,75 4.54
10 Tapango 125,81 6.22
11 Matakali 57,62 2.85
12 Polewali 26,27 1.30
13 Binuang 123,43 6.10
14 Anreapi 124,62 6.16
15 Matangnga 234,92 11.62
16 Bulo 229,5 11.35
Sumber Data : BPSPolewali
Kab. Mandar
Kab. Polewali Mandar, 2013 2.022,30 100,00
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

b. Letak dan Kondisi Geografi


Secara geografi, Kabupaten Polewali Mandar terletak pada posisi
03040'00 -30 32' 5,28 Lintang Selatan dan 1180 53' 58,2-1190 29' 35,8 Bujur
Timur. Untuk lebih jelasnya, letak geografi perkecamatan dan ketinggian dari
permukaan laut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

13
Tabel 2.2
Letak Geografi dan Ketinggian dari Permukaan Laut Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2012
Letak Geografi Ketinggian dari
No. Kecamatan
Lintang Selatan Bujur Timur Permukaan Laut
1 Tinambung 03o 30' 10,3" 119o 01' 36,6" 20
2 Balanipa 03o 30' 08,9" 119o 02' 48,0" 26
3 Limboro 03o 26' 12,6" 119o 00' 38,7" 24
4 Tubbi 03o 20' 34,6" 119o 01' 33,1" 123
Taramanu
5 Alu 03o 25' 36,6" 118o 59' 34,0" 47
6 Campalagian 03o 28' 13,2" 119o 08' 26,0" 22
7 Luyo 03o 22' 24,8" 119o 08' 09,2" 28
8 Wonomulyo 03o 23' 51,0" 119o 12' 36,4" 15
9 Mapilli 03o 24' 14,8" 119o 10' 52,3" 21
10 Tapango 03o 19' 18,2" 119o 14' 54,2" 46
11 Matakali 03o 23' 00,1" 119o 16' 59,3" 24
12 Polewali 03o 24' 27,2" 119o 18' 33,5" 12
13 Binuang 03o 26' 53,8" 119o 24' 09,6" 14
14 Anreapi 03o 23' 01,3" 119o 21' 04,7" 42
15 Matangnga 03o 07' 41,4" 119o 13' 03,6" 314
16 Bulo 03o 13' 50,1" 119o 09' 06,6" 480
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

c. Topografi
Dari sisi topografi, sebagian besar atau >41 persen dari luas
Kabupaten Polewali Mandar memiliki topografi berbukit, >39 persen dari
luas kabupaten memiliki topografi bergunung, dan sisanya sekitar 20
persen dari luas kabupaten memiliki topografi datar, dengan kelas lereng
dominan antara 5-15 persen dan 15-40 persen (>70% dari luas
kabupaten). Dengan kondisi topografi seperti ini, maka perencanaan
pembangunan di Kabupaten Polewali Mandar harus dilakukan dengan
ekstra hati-hati agar sumberdaya alam yang tersedia dapat dimanfaatkan
secara optimal dan berkelanjutan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:

14 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.3
Luas Penyebaran Kelas Topografi dan Kelas Lereng Kabupaten Polewali Mandar
No. Topografi Kelas Lereng (%) Luas (Ha) Persen (%)
1 Datar 0-2 35.248 17,43
2 Landai 2-5 9.897 4,89
3 Bergelombang 5-15 44.679 22,09
4 Berbukit 15-40 100.398 49,65
5 Bergunung >40 12.008 5,94
Sumber Data : Hasil Perhitungan Peta, Bappeda 2010

d. Geologi
Berdasarkan peta geologi, Sulawesi skala 1:250.000 lembar Majene
dan Bagian Barat lembar Palopo, Sulawesi (Puslitbang Geologi, 1998)
Kabupaten Polewali Mandar terdiri dari enam formasi batuan, yaitu (Qa)
ALUVIUM; (Qpps) NAPAL PAMBAUANG; (Tmpi) BATUAN TEROBOSAN; (Tmpv)
BATUAN GUNUNG API WAILIMBONG; (Tmm) FORMASI MANDAR; (Tmpm)
FORMASI MAPI; (Tmav) BATUAN GUNUNG API ADANG; dan (Kls) FORMASI
LATIMOJONG. Gerakan-gerakan sesar banyak terdapat di sebelah barat
dengan arah yang bervariasi tapi umumnya berarah Barat Laut Tenggara.
Sesar ini sebagian besar berada pada Formasi Mandar. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 2.2
Peta Geologi Kabupaten Polewali Mandar

Sumber Data : RTRW Kabupaten Polewali Mandar, 2012-2032

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 15


e. Hidrologi
Kabupaten Polewali Mandar mempunyai beberapa sungai yang
merupakan sumber air. Sungai sungai ini selanjutnya dapat menjangkau
pengembangan berbagai keperluan. Sungai mempunyai multifungsi yang
sangat vital diantaranya sebagai sumber air minum, industri dan pertanian
atau juga pusat listrik tenaga air serta sebagai sarana rekreasi air. Wilayah
Sungai Kalukku Karama yang merupakan wilayah sungai lintas provinsi dengan
Daerah Aliran Sungai (DAS). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 2.4
DAS (Daerah Aliran Sungai) Kabupaten Polewali Mandar
No DAS Wilayah Kecamatan Luas (Ha)
1 MANDAR Alu, Balanipa, Limboro, Luyo, Tinambung, Tubbi taramanu 48.034,74
2 MALOSSO Alu, Bulo, Campalagian, Limboro, Luyo, Mapilli, Matangnga, 99.299,51
Tapango, Tubbi Taramanu, Wonomulyo
3 MATAKALI Anreapi, Binuang, Bulo, Mapilli, Matakali, Matangnga, 42.755,63
Polewali, Tapango, Wonomulyo
4 BINUANG Anreapi, Binuang, Polewali 10.409,08
5 SILOPO Binuang 3.014,35
6 TIMBO Balanipa, Campalagian, Limboro, Tinambung 5.583,39
Jumlah 209.415,60
Sumber Data : Peta Digital, 2010

f. Klimatologi
Selama tahun 2012, jumlah hari hujan di Kabupaten Polewali
Mandar tercatat 155,6 hari hujan dengan curah hujan sebesar 2.061,2 mm.
Jumlah hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari (17,6 hari) sedangkan
jumlah curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember (289,8 mm). curah
hujan menurut bulan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

16 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.5
Jumlah Curah Hujan Menurut Bulan (dalam mm)
Kabupaten Polewali Mandar 2008-2012
No Bulan 2008 2009 2010 2011 2012
1 Januari 74 178,830 203,8 33 99,2
2 Februari 122 108,500 397,3 40 252,2
3 Maret 131 87,830 154,5 154 194,4
4 April 140 363,330 147,5 189 221,7
5 Mei 242 274,000 356,3 193 185,5
6 Juni 211 98,830 605,8 35 114,9
7 Juli 37 229,000 259,5 19 158,4
8 Agustus 44 26,670 186,7 52 41,8
9 September 181 144,000 305,3 56 105,3
10 Oktober 192 196,830 79,0 192 195,6
11 November 171 272,500 209,0 279 202,4
12 Desember 266 13,167 - 304 289,8
Jumlah 1.811 1 993,49 2 904,7 1 546 2 061,2
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

g. Penggunaan Lahan
Dari sisi penggunaan lahan, sebagian besar wilayah Kabupaten
Polewali Mandar berupa lahan perbukitan dan pegunungan yang ditutupi
hutan dan belukar. Lahan yang relatif datar diusahakan untuk pertanian yang
terdiri dari persawahan irigasi, sawah tadah hujan, tambak, tegalan,
perkebunan kakao rakyat, perkebunan cengkeh rakyat, pertanian lahan
kering/tegalan, dan kebun campuran. Lahan non-pertanian terdiri atas hutan,
semak belukar dan rumput-rumputan, gawir dan lahan miring curam, lahan
permukiman/ pekarangan, dan pulau karang. Penyebaran hutan primer dan
sekunder masih dijumpai di daerah perbukitan dan pegunungan. Dari hasil
pengamatan di lapangan, juga ditemukan beberapa perbukitan/gunung yang
telah gundul akibat penebangan kayu serta diusahakan petani untuk
perkebunan kakao, durian, langsat, dan cengkeh.
Perubahan penggunaan lahan di wilayah Kabupaten Polewali
Mandar terjadi karena pertambahan penduduk dan terbukanya jaringan jalan
sehingga memungkinkan penduduk untuk membuka usaha pertanian
terutama pengembangan tanaman kakao pada lahan-lahan miring. Sedangkan
pada wilayah dataran rendah, terutama yang masih dekat dengan laut,
sebagian lahan persawahan telah diubah menjadi lahan tambak dan
sebagiannya lagi telah dijadikan lahan perkebunan dan permukiman. Sebagian
besar wilayah Kabupaten Polewali Mandar merupakan kawasan hutan yang
mencapai 121.490 Ha. Terdiri dari 77.550 Ha Hutan Lindung, 43.040 Ha Hutan
Produksi dan 900 Ha Cagar Alam. Berdasarkan proporsi luas kawasan hutan ini
maka dapat dikatakan masih cukup ideal, namun pada kenyataannya banyak

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 17


Kawasan Hutan Lindung yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai kawasan
lindung. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 2.3
Peta Kawasan Hutan Kabupaten Polewali Mandar

Sumber Data : RTRW Kabupaten Polewali Mandar, 2012-2032

2.1.2 Potensi Pengembangan Wilayah


Kabupaten Polewali Mandar memiliki banyak kawasan budidaya
yang memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga bisa menjadi kawasan
yang produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, seperti pada kawasan pertanian, kawasan
perikanan, kawasan pertambangan, kawasan industri, kawasan pariwisata,
dan kawasan permukiman.
a. Kawasan Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Polewali Mandar
merupakan salah satu daerah penghasil tanaman pangan di Provinsi
Sulawesi Barat yang tersebar di beberapa kecamatan. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

18 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.6
Luas Lahan Sawah dan Bukan Sawah Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2012
Lahan Lahan Bukan Sawah (Ha)
No Kecamatan Jumlah
Sawah (Ha) Lahan Kering Lainnya
1 Tinambung 335 1.689 110 2.134
2 Balanipa - 3.742 - 3.742
3 Limboro 63 4.692 - 4.755
Tubbi
4 600 35.093 2 35.695
Taramanu
5 Alu - 22.828 2 22.830
6 Campalagian 2.467 5.469 848 8.784
7 Luyo 1.797 13.863 - 15.660
8 Wonomulyo 3.100 1.692 2.490 7.282
9 Mapilli 2.324 6.242 609 9.175
10 Tapango 1.260 11.306 15 12.581
11 Matakali 1.786 3.629 347 5.762
12 Polewali 985 1.552 90 2.627
13 Binuang 1.141 10.643 550 12.334
14 Anreapi 375 12.087 - 12.462
15 Matangnga 211 23.261 20 23.492
16 Bulo 100 22.806 9 22.915
Jumlah 16.544 180.594 5.090 202.230
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

b. Kawasan Pertanian Hortikultura, yang tersebar di Kecamatan : Binuang,


Anreapi, Matakali, Tapango, Matangnga, Wonomulyo, Polewali,
Campalagian dan Tubbi Taramanu. Perkembangan produksi pertanian
Holtikultura di Kabupaten Polewali Mandar dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 19


Tabel 2.7
Produksi Buah-Buahan Kabupaten Polewali Mandar (Ton) , 2008-2012
Tanaman
No 2008 2009 2010 2011 2012
Holtikultura
1 Belimbing 5 108 13 81 608
2 Duku/ Langsat 14.275 24 18.039 34.253 558.539
3 Durian 41.500 689 1.604 14.525 31.250
4 Jambu Biji 6 606 42 47 1.617
5 Jambu Air 25 284 16 223 32
6 Jeruk 11 1.409 420 248,5 3.913
7 Mangga 22.150 1.037 102 2.082 570.969
8 Nangka 75 20 360 2 21.938
9 Nanas 15 533 56 82 5.759
10 Pepaya 78 2.069 289 706,2 6.342
11 Pisang 17.127 547 731 2.412,10 139.037
12 Rambutan 65 27 3.131 3.849,30 2.130
13 Salak 11 43 5 5 152
14 Bawang Merah 365 536 504 246 199
15 Bawang Daun 64 780 18 90 217
16 Petsai 38 1.898 202 184 173
17 Kacang Panjang - 2.704 17 378 206,7
18 Cabe 28 1.343 43 650,3 36,5
19 Tomat 29 1.019 59 187,2 67,6
20 Terong 23 1.949 59 263 151
21 Ketimun 33 856 63 16 45
22 Kangkung 48 2.013 175 198 171
23 Bayam 29 1.578 186 195 158
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

c. Kawasan Perkebunan, yang mencakup tiga kawasan, yaitu: (1) kawasan


perkebunan kakao tersebar di Kecamatan Tapango, Polewali, Balanipa, Alu,
Anreapi, Wonomulyo, Binuang, Matangnga, Limboro, Campalagian, Bulo
dan Mapilli; (2) kawasan perkebunan kelapa tersebar di Kecamatan Tapango,
Polewali, Balanipa, Alu, Anreapi, Wonomulyo, Binuang, Matangnga,
Tinambung, Tubbi Taramanu, Matakali, Limboro, Campalagian, Bulo dan
Mapilli; dan (3) kawasan perkebunan kopi robusta tersebar di Kecamatan
Binuang, Anreapi, Tapango, Bulo, Alu, Limboro, Tubbi Taramanu dan
Matangnga. Pembangunan pada sektor perkebunan ini menempuh strategi
pemberdayaan di hulu dan memperkuat di hilir guna menciptakan nilai
tambah dan daya saing serta melibatkan partisipasi masyarakat perkebunan
guna penerapan organisasi modern berdasarkan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK). Kriteria lahan yang dibutuhkan bagi pengembangan
tanaman perkebunan sangat beragam sesuai dengan jenis komoditinya,
pada dasarnya berbagai jenis tanaman perkebunan dapat tumbuh dengan

20 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


baik pada ketinggian antara 0-2500 meter diatas permukaan laut. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.8
Kriteria Kesesuaian Lahan Untuk Perkebunan
No Kriteria Sesuai Sesuai Bersyarat Tidak Sesuai
Litosol, Andosol, Alluvial, Grumosol, Mediteran,
1 Jenis Tanah
Podsolik Regosol Litosol
2 Kelerengan 0-15% 15-40% >40%
3 Solum Tanah >60 cm 30-60 cm >30 cm
Berliat, Berdebu, Berliat, Berdebu,
4 Tekstur Tanah Berkuarsa
halus Kasar
5 Prositas Tinggi-Sangat Tinggi Sedang dan Rendah Sangat Rendah
6 Curah Hujan 400-500 mm - <400
7 Drainase Baik Agak Cepat Sangat Cepat
Banjir genangan
8 Tanpa Genangan Antara 24 Bulan >4 Bulan
musiman,genangan
Sumber Data : RTRW Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2012-2032

d. Kawasan Peternakan, yang terbagi atas tiga kawasan budidaya, yaitu: (1)
kawasan budidaya ternak besar tersebar di Kecamatan Binuang, Matakali,
Anreapi, Wonomulyo, Mapilli, Tapango, Bulo, Campalagian, Tubbi Taramanu
dan Matangnga; (2) kawasan budidaya ternak kecil tersebar di Kecamatan
Luyo, Campalagian, Balanipa, Tinambung, Limboro, Alu dan Tubbi Taramanu;
dan (3) kawasan budidaya ternak unggas tersebar di Kecamatan Binuang,
Matakali, Wonomulyo, Campalagian, Tinambung dan Limboro. Kesesuaian
lahan untuk peternakan hanya mengacu pada kelas kesesuaian lahan untuk
padang pengembalaan (pasture), hal ini disebabkan komoditas peternakan
tidak menghendaki persyaratan tanah dan iklim yang spesifik. Kabupaten
Polewali Mandar memiliki potensi pengembangan ternak besar maupun
ternak kecil dan unggas khusus untuk ternak besar pemasarannya melalui
perdagangan antar pulau, sedangkan ternak kecil sebagai konsumsi lokal.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di berikut ini :

Tabel 2.9
Jumlah Ternak yang Keluar dari Kabupaten Polewali Mandar (Ekor), 2008-2012

No Kecamatan 2008 2009 2010 2011 2012


1 Sapi 2 165 264 45 111
2 Kerbau 4 - 189 1 -
3 Kuda - - - 6 21
4 Kambing 350 6.328 21.790 252 1.651
5 Ayam 18.765 40 1.262 964 1.085
6 Itik 1.030 - 4.100 460 12.835
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 21


e. Kawasan Perikanan, yang terdiri atas tiga kawasan yaitu: kawasan perikanan
tangkap, kawasan budidaya perikanan dan kawasan pengolahan dan
pemasaran hasil perikanan. Potensi kelautan Kabupaten Polewali Mandar
tersebar di 8 kecamatan dan 27 Desa/Kelurahan dengan panjang garis pantai
89,07 km yang membentang dari Desa Paku Kecamatan Binuang hingga Desa
Tandung Kecamatan Tinambung yang di dalamnya terdapat 7 buah pulau.
Kabupaten Polewali Mandar juga memiliki beberapa komoditi tangkap
unggulan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.10
Produksi Perikanan Tangkap Komoditi Andalan Kabupaten Polewali Mandar, 2008 2012
Jenis Komoditi Produksi (Ton/Tahun)
No
Perikanan Andalan 2008 2009 2010 2011 2012
1 Tuna 3.116,20 3.123,50 3.164,11 3.180,74 3.187,50
2 Cakalang 3.146,70 3.164,60 3.208,90 3.255,90 3.250,50
3 Tongkol 3.508,90 3.522,83 3.568,63 3.578,50 3.575,50
4 Telor Ikan Terbang 10,21 8,50 6,50 6,00 6,00
5 Layang 1.428,30 1.428,30 1.449,72 1.465,25 1.475,50
6 Kakap/Kerapu 168,40 175,50 186,03 211,00 211,05
7 Cumu-cumi 15,23 15,93 16,25 16,26 16,40
Sumber Data : Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Polewali Mandar, 2013

Tabel 2.11
Produksi Perikanan Budidaya dan Rumput Laut Kabupaten Polewali Mandar, 2008 - 2012
No Jenis Budidaya 2008 2009 2010 2011 2012
1 Budidaya Air Tawar
Luas Kolam (ha) 61,70 61,70 82,00 98,10 99,85
Produksi Ikan Nila (ton) 56,00 80,55 90,90 101,30 126,5
Produksi Ikan Mas (ton) 38,30 45,55 50,35 58,35 65,2
Produksi Ikan Lele (ton) 10,33 18,50 20,23 22,54 25,6
2 Budidaya Tambak
Luas Tambak (Ha) 5.123,32 5.123,32 5.123,32 5.123,32 5.123,32
Produksi Bandeng (Ton) 8.069,22 9.505.63 8.170,00 8.178,00 8.180,50
Produksi Udang (Ton) 795,20 723,25 795,58 798,50 805,25
3 Budidaya Rumput Laut
Luas lahan Budidaya (Ha) 100,0 150,0 300,0 690,0 700
Produksi Rumput Laut basah
2.250,0 3.300,0 5.300,0 12.150,0 11.100,0
(Ton)
SumberProduksi Rumput
Data : Dinas Laut Kering
Kelautan dan Perikanan Kab. Polewali Mandar, 2013
225,0 330,0 530,0 1.215,0 1.110,0
(Ton)
Sumber Data : Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Polewali Mandar, 2013

Guna mendukung asksesibiltas produksi perikanan khususnya


tambak diperlukan jalan tambak dengan rasio perbandingan setiap 40 Ha
tambak membutuhkan 1 km jalan tambak sedangkan dalam rangka
meningkatkan produktifitas diperlukan saluran irigasi tambak yang memadai

22 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


dengan perbandingan setiap 20 Ha tambak membutuhkan 1 km saluran irigasi
tersier. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.12
Infrastruktur (Jalan, Jembatan dan Irigasi) Tambak
Kabupaten Polewali Mandar, 2008 - 2012
Infrastruktur Panjang (Km)
No.
Perikanan 2008 2009 2010 2011 2012
1 Jalan Tambak 22,2 22,2 22,2 22,2 22,2
2 Jembatan Tambak 0,060 0,060 0,060 0,060 0,065
3 Jaringan Irigasi
a. Primer 6,4 6,4 6,4 6,4 6,4
b. Sekunder 22,2 22,2 22,2 22,2 22,2
c. tersier 86,25 86,25 86,25 86,25 86,25
Sumber Data : Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Polewali Mandar, 2013

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun 2013, bahwa tahun
2008- 2012 panjang jalan tambak yang terbangun adalah 22,2 km yang artinya
dalam rangka meningkatkan aksesibilitas produksi perikanan masih diperlukan
sekitar 105,88 km jalan tambak, dan saluran irigasi tersier tambak yang telah
terbangun adalah 86,25 km yang artinya jika ingin meningkatkan produktifitas
tambak diperlukan 169,92 km saluran irigasi tersier.
f. Kawasan Pertambangan terbagi atas tiga kawasan, yaitu: kawasan
pertambangan mineral dan batubara, kawasan pertambangan gas dan minyak
bumi, dan kawasan pertambangan panas bumi. Komoditi pertambangan
andalan Kabupaten Polewali Mandar terdiri dari tambang tembaga, biji besi,
granit dan sienit, mika, lempung, pasir kuarsa dan zeloit. Lahan pertambangan
ini pada umumnya memiliki luas 5000 Ha dan tersebar di beberapa kecamatan.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 23


Tabel 2.13
Nama Perusahaan, Jenis Izin dan Lokasi Tambang Kabupaten Polewali Mandar, 2012
Bahan
No Perusahaan Jenis Izin Lokasi Tambang
Tambang
Operasi Desa Tapango dan Desa Riso, Kec.
1 PT. Isco Iron Biji Besi DMP
Produksi Tapango
PT. Hendrix International IUP/ Desa Pasiang, Kec. Matakali, dan Desa
2 Biji Besi DMP
Mineral Eksplorasi Papandangan, Kecamatan Anreapi
Desa Tapango, dan Riso, Kec. Tapango
PT. Coswourth IUP/
3 Biji Besi DMP dan Desa Indomakkombong, Kec.
International Eksplorasi
Matakali
IUP/ Operasi Timbal/ Desa Kunyi dan Batetangnga, Kec.
4 PT. Inti Karya Polman
Produksi Galena DMP Anreapi
IUP/ Desa Indomakkombong, Kec. Matakali
5 PT. Risda Utama Bersatu Bijih Besi DMP
Eksplorasi dan Desa Tapango, Kec. Tapango
IUP/ Operasi Timbal/
6 PT. Isco Polman Resources
Produksi Galena DMP Kec. Anreapi
Desa Tapango Barat, Kec. Tapango, Desa
IUP/
7 PT. Bumi Pertiwi Makmur Bijih Besi DMP Tapua Kec. Matangnga dan Desa Andau
Eksplorasi
Kec. Mapilli
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

g. Kawasan Industri terbagi atas tiga kawasan, yaitu: kawasan industri


pengolahan hasil pertanian, kawasan industri pengolahan hasil peternakan,
dan kawasan industri pengolahan hasil perikanan. Kawasan industri tersebar
di semua kecamatan namun paling banyak terdapat di Kecamatan Polewali
dan Wonomulyo yang pada umumnya merupakan Industri Kecil Menengah
(IKM). Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.14
Jumlah Perusahaan, Tenaga Kerja Industri Kecil dan Nilai Produksi
Kabupaten Polewali Mandar, 2012
Tenaga
Perusahaan
No Jenis Industri Kerja
(unit) (Rp.000)
(orang)
1 Ind. Pengeringan Ikan 133 277 1.956.000
2 Ind. Pembuatan Minyak Kelapa 438 850 7.401.990
3 Ind. Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) 2 15 493.466
4 Ind. Pengupasan Kemiri dan Kakao 391 760 6.616.000
5 Ind. Pengasapan Kopra 98 262 2.200.000
6 Ind. Pembuatan Roti dan Kue Kering 60 120 987.000
7 Ind. Pembuatan Gula Merah 398 694 3.747.600
8 Ind. Pengolahan Kopi Bubuk 13 28 262.000
9 Ind. Es Balok 9 19 254.000
10 Ind. Kecap 1 3 14.400
11 Ind. Tempe 96 120 624.000
12 Ind. Tahu 14 24 525.000
Ind. Makanan lainnya (wajek, madu,
13 kerupuk, Nata De Coco dan Garam 57 123 602.000
Beriodium)

24 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tenaga
Perusahaan
No Jenis Industri Kerja
(unit) (Rp.000)
(orang)
14 Ind. Minuman Ringan 23 54 972.000
15 Ind. Ayaman Rotan dan Bambu 55 280 450.000
16 Ind. Kerajinan Kayu 7 28 204.000
17 Ind. Meubel Kayu 102 308 5.550.000
18 Ind. Meubel Rotan 10 24 350.000
19 Ind. Percetakan 15 30 703.000
20 Ind. Abu Gosok dari Sekam 1 8 25.000
21 Ind. Pabrik Tegel/ Teraso 2 28 100.000
22 Ind. Genteng Pres dari Semen 4 24 560.000
23 Ind. Gerabah dari Tanah Liat 83 182 600.000
24 Ind. Batu Bata 88 396 1.930.000
25 Ind. Rotan Polis 2 170 3.600.000
Ind. Moulding dan Komponen Bahan
26 33 123
Bangunan 5.220.000
27 Ind. Pemintalan Benang Sutera 202 402 2.975.000
28 Ind. Pertenunan Kain Sutera 3.735 6.843 36.952.000
29 Ind. Pemintalan Tali 59 144 380.000
30 Ind. Kasur dan Kapuk 56 362 2.044.000
31 Ind. Pakaian Jadi dariTekstil 40 153 3.420.000
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

h. Kawasan Pariwisata adalah kawasan yang secara teknis dapat digunakan


untuk kegiatan pariwisata serta tidak mengganggu kelestarian budaya,
keindahan alam, dan lilngkungan hidup. Kawasan Pariwisata ini terbagi atas
dua kawasan, yaitu: kawasan wisata budaya da bn kawasan wisata alam.
Kawasan Pariwisata Budaya terdiri dari :
- Pariwisata Budaya Tradisional Mandar di Kecamatan : Tinambung,
Limboro, Balanipa, Alu, Campalagian, Luyo, dan Tubbi Taramanu.
- Pariwisata Budaya Tradisional Jawa di Kecamatan Wonomulyo.
Kawasan Pariwisata Alam terdiri dari :
- Wisata Pantai Pulau Pasir Putih di Kecamatan Binuang, Pantai Bahari di
Kecamatan Polewali, Pantai Labuang di Kecamatan Campalagian, Pantai
Palippis di Kecamatan Balanipa, Tanjung Mampie di Kecamatan
Wonomulyo.
- Wisata Bawah laut (penyelaman/snorkeling) di sebelah Utara Pulau Pasir
Putih Kecamatan Binuang, perairan Pantai Labuang di Kecamatan
Campalagian, Perairan Palippis di Kecamatan Balanipa.
- Wisata Air Terjun di Kecamatan Tapango, Binuang dan Anreapi.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 25


2.1.3 Wilayah Rawan Bencana
Sesuai dengan posisi geografis, topografi wilayah, dan kondisi
alam, Kabupaten Polewali Mandar cukup rentan terhadap bencana alam.
Wilayah rawan bencana alam di kabupaten, antara lain :
a. Bencana tanah longsor meliputi wilayah Kecamatan Alu, Tubbi
Taramanu, Balanipa, Mapilli, Anreapi, Bulo, Tapango, Matangnga dan
Binuang.
b. Abrasi dan erosi pantai tersebar di wilayah pesisir meliputi Kecamatan
Tinambung, Balanipa, Campalagian, Mapilli, Wonomulyo, Matakali,
Polewali dan Binuang
c. Kawasan gelombang pasang dan banjir tersebar di wilayah pesisir
meliputi Kecamatan Tinambung, Balanipa, Campalagian, Mapilli,
Wonomulyo, Matakali, Polewali dan Binuang.
d. Kawasan rawan banjir meliputi wilayah Kecamatan Tinambung,
Limboro, Campalagian, Luyo, Mapilli, Wonomulyo, Tapango, Matakali,
Binuang dan Polewali.
e. Kawasan rawan gempa bumi berdasarkan riwayat kegempaan terutama
di wilayah Kecamatan Wonomulyo, Mapilli, Luyo, Campalagian, Balanipa,
Tinambung, Limboro, Alu dan Tubbi Taramanu.
f. Kawasan rawan gerakan tanah adalah kawasan yang sering terjadi
gerakan tanah pada kawasan perbukitan terjal tersebar di Kecamatan
Alu, Tubbi Taramanu, Bulo, Anreapi, dan Matangnga.
g. Kawasan rawan tsunami adalah kawasan pantai yang berada pada zona
kerawanan tinggi dengan daerah topografi yang landai dengan
ketinggian <10 meter di atas permukaan laut terutama di bagian pesisir
Kecamatan Tinambung, Balanipa, Campalagian, Mapilli, Wonomulyo,
Matakali, Polewali dan Binuang.
h. Kawasan rawan intrusi air laut meliputi wilayah pesisir Kecamatan
Tinambung, Balanipa, Campalagian, Mapilli, Wonomulyo, Matakali,
Polewali dan Binuang.

Bencana Alam yang sering terjadi di Kabupaten Polewali Mandar serta


titik evakuasi pada saat terjadi bencana. Untuk lebih jelasnya, dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

26 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.15
Jumlah Bencana Alam Menurut Jenis Bencana
Kabupaten Polewali Mandar (dalam KK), 2008-2012
No Jenis Bencana 2008 2009 2010 2011 2012
1 Banjir 4 13 23 - -
2 Kebakaran 6 31 72 69 21
3 Angin Topan 1 7 25 582 123
4 Abrasi 2 - 2 13 -
5 Gempa Bumi - - - - -
6 Longsor - 13 26 - -
7 Bencana Sosial - 1 4 - -
Jumlah 13 65 152 664 144
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

Tabel 2.16
Titik Evakuasi Kabupaten Polewali Mandar, 2012
No. Kecamatan Titik Evaluasi MDPL
1 Mapilli - Lap. Sepakbola Tenggelang 38
2 Luyo - Kantor Camat & SMKN Luyo 27
- SMPN Luyo 25
- SDN 52 Mambu 26
- Lap. Tembak Lelo 44
- Masjid Nurul Huda Ugi Baru 25
3 Alu - Perbukitan Alu 107
- Puskesmas & MTS Prama Tutallu 58
- Kantor Desa & Pustu Todang-Todang 382
- MI DDI Libukang 30
- TPA Dusun Teppo 48
4. Tinambung - Puskesmas & MTS Prama Tutallu 58
5 Limboro - Kantor Desa & Pustu Todang-Todang 382
- MI DDI Libukang 30
- TPA Dusun Teppo 48
- SDN 027 Renggeang 28
- Masjid Nurul Bashar Tandung 30
- SDN 059 Inpres Limboro 31
- SMPN 4 Tinambung 29
- MA DDI Tinambung 32
- SMPN 5 Tinambung 35
Sumber Data : Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 27


2.1.4 Demografi
Berdasarkan data BPS hasil proyeksi tahun 2012, jumlah
penduduk Kabupaten Polewali Mandar mencapai 409.648 jiwa yang terdiri
atas 199.682 jiwa laki-laki (48,74 persen) dan 209.966 jiwa perempuan
(51,26 persen). Jika dibandingkan lima tahun lalu, jumlah penduduk
Kabupaten Polewali Mandar meningkat sekitar 10,29 persen. Pertumbuhan
penduduk tertinggi terjadi pada tahun 2010, yaitu sebesar 6,12 persen yang
disebabkan oleh perbedaan metode perhitungan. Data penduduk tahun
2010 merupakan hasil sensus, sedangkan data tahun sebelum dan sesudah
2010 merupakan data proyeksi.
Jumlah penduduk Kabupaten Polewali Mandar di dominasi oleh
kelompok usia produktif (15-64 tahun) yang mencapai 60,6 persen dari total
penduduk. Penduduk usia muda (0-14 tahun) menempati urutan kedua
terbesar dengan proporsi 34,12 persen dari total penduduk. Sedangkan,
penduduk usia tua (65 tahun keatas) hanya sekitar 5,25 persen total
penduduk. Secara implisit, rendahnya proporsi penduduk usia tinggi
mengindikasikan rendahnya usia harapan hidup penduduk di Kabupaten
Polewali Mandar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dan gambar
di bawah ini :

Grafik 2.1
Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012

409.648
420 401.272
396.120
400
371.420 373.263
380

360

340
2008 2009 2010 2011 2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

28 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Gambar 2.4
Piramida Penduduk Kabupaten Polewali Mandar, 2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

Rasio jenis kelamin (sex ratio) Kabupaten Polewali Mandar sebesar


95,1 yang berarti jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari pada laki-laki,
dengan perbandingan setiap 100 perempuan terdapat 95 orang laki-laki.
Komposisi ini disebabkan oleh usia penduduk perempuan yang relatif lebih
panjang ketimbang laki- laki. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Polewali
Mandar mencapai 203 ribu jiwa/km2 pada tahun 2012. Kecamatan Polewali
mencatat tingkat kepadatan tertinggi, yaitu 2.173 jiwa/km2, disusul Kecamatan
Tinambung (1.085 jiwa/km2). Sedangkan tingkat kepadatan penduduk terendah
adalah Kecamatan Matangnga (22 jiwa/km2). Fakta ini menegaskan bahwa
penyebaran penduduk di Kabupaten Polewali Mandar sangat tidak merata antar
wilayah kecamatan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 29


Tabel 2.17
Jumlah Laki-Laki dan Perempuan Menurut Umur Kabupaten Polewali Mandar, 2011-2012

2011 2012
Kelompok
No
Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
1 0-4 22.643 21.542 23.313 22.448
2 5-9 24.677 23.261 22.870 21.817
3 10-14 22.963 21.831 23.492 22.139
4 15-19 19.101 19.417 20.558 20.201
5 20-24 15.275 16.330 16.200 17.104
6 25-29 15.005 16.378 14.750 16.197
7 30-34 13.946 15.385 13.939 15.604
8 35-39 14.151 15.097 14.003 15.210
9 40-44 12.164 13.194 12.880 13.853
10 45-49 9.345 9.960 10.088 11.051
11 50-54 7.442 8.914 7.986 9.099
12 55-59 5.343 6.019 5.865 6.861
13 60-64 4.677 6.142 4.656 6.025
14 65-69 3.424 4.379 3.629 4.692
15 70-74 2.590 3.580 2.530 3.428
16 75+ 2.874 4.223 2.923 4.237
Jumlah 195.620 205.652 199.682 209.966
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar penduduk di Kabupaten


Polewali Mandar bekerja di sektor pertanian, yang mencapai 52,68 persen dari
seluruh penduduk usia 15 tahun yang bekerja. Sektor perdagangan menempati
urutan kedua dengan persentase sebesar 17,67 persen. Sedangkan sektor
industri mencatat angka terendah dengan persentase sebesar 6,78 persen.
Meskipun demikian, persentase sektor perdagangan dan sektor industri
cenderung meningkat, dan sebaliknya, persentase sektor pertanian cenderung
menurun. Gambaran ini tampaknya dipengaruhi oleh pergeseran struktur
ekonomi Kabupaten Polewali Mandar dari sektor pertanian ke sektor
perdagangan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

30 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Grafik 2.2
Persentase Penduduk Usia 15 Tahun yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

Kabupaten Polewali Mandar termasuk daerah dengan tingkat


pendidikan yang relatif rendah. Ini terlihat dari jumlah penduduk usia 7-12 tahun
yang lulus SD sebanyak 7.150 jiwa pada tahun 2012 tidak sebanding dengan
penduduk usia 13-15 tahun yang lulus SMP hanya sebanyak 5.207 jiwa, yang
berarti ada sekitar 1.943 jiwa lulusan SD tidak melanjutkan pendidikan di tingkat
SMP atau setidaknya tidak mampu menamatkan pendidikan SMP. Begitupun
dengan lulusan SMP pada tahun 2012 yang tidak melanjutkan pendidikan di
tingkat SMA atau setidaknya tidak mampu menamatkan pendidikan SMP yang
mencapai 3.253 jiwa. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di berikut
ini:
Grafik 2.3
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 31


Berdasarkan data BPS Kabupaten Polewali Mandar, komposisi
penduduk berdasarkan agama pada tahun 2012 didominasi oleh Agama Islam
sebanyak 397.847 jiwa atau (96,22 persen), sedangkan jumlah pemeluk Agama
Kristen sebanyak 10.682 jiwa (2,71 persen), Katholik 4.217 jiwa (1,07 persen),
dan Hindu 4 jiwa. Secara umum kondisi kehidupan antara umat beragama di
Kabupaten Polewali Mandar cukup kondusif. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
pada grafik di bawah ini :
Grafik 2.4
Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Kabupaten Polewali Mandar, 2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat


Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan utama
pembangunan Kabupaten Polewali Mandar. Tingkat kesejahteraan
masyarakat dimaksud dinilai dari tiga fokus yaitu: Fokus Kesejahteraan dan
Pemerataan Ekonomi; Fokus Kesejahteraan Sosial; Fokus Seni Budaya dan
Olahraga.
2.2.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Pada fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi Kabupaten
Polewali Mandar, menjelaskan kondisi dan perkembangan masalah
Pertumbuhan Ekonomi, Struktur Pendapatan Domestik Regional Bruto
(PDRB), PDRB Perkapita, Laju Inflasi, dan Kondisi Kemiskinan.
a. Pertumbuhan Ekonomi
Secara umum, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Polewali Mandar
cukup kuat terutama dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi
tertinggi terjadi pada tahun 2010, yaitu mencapai angka dua digit (10,55
persen). Meskipun pada tahun berikutnya mengalami sedikit
perlambatan, namun tetap mencapai angka di atas 9,5 persen per tahun,
yang menempatkan Kabupaten Polewali Mandar sebagai salah satu
kabupaten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi
Sulawesi Barat.

32 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Grafik 2.5
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Polewali Mandar, 2008 2012

15 10.55
9.69 9.91
7.65
10 4.92

0
2008 2009 2010 2011 2012

Pertumbuhan Ekonomi (persen)

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013


Sumber pertumbuhan ekonomi Kabupaten Polewali Mandar berasal
dari sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor jasa-
jasa. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Polewali Mandar sebesar 9,91 persen
pada tahun 2012, bersumber dari sektor pertanian sebesar 3,97 persen, sektor
perdagangan, hotel dan restoran sebesar 2,80 persen, dan sektor jasa-jasa
sebesar 1,90 persen. Ini mengindikasikan bahwa peranan ketiga sektor tersebut
sangat penting bagi perekonomian Kabupaten Polewali mandar. Dengan kata
lain, jika terjadi perlambatan pertumbuhan pada ketiga sektor tersebut, maka
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Polewali Mandar secara keseluruhan akan
mengalami perlambatan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Tabel 2.18
Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Polewali Mandar (persen), 2008-2012

No Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2012


1 Pertanian 2.86 0.48 6.19 3.50 3.97
2 Pertambangan dan Penggalian 0.11 0.02 0.02 0.06 0.03
3 Industri Pengolahan 0.39 0.16 0.25 0.35 0.27
4 Listrik, Gas dan Air Bersih 0.10 0.09 0.14 0.20 0.12
5 Bangunan 1.16 0.68 0.12 0.35 0.21
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.15 0.76 1.35 3.16 2.80
7 Pengangkutan dan Komunikasi 0.45 0.25 0.27 0.38 0.23
8 Keuangan, Persewaan dan Jasa
1.71 0.49 0.94 0.20 0.37
Perusahaan
9 Jasa-Jasa 1.48 1.39 1.27 1.49 1.90
Produk Domestik Regional Bruto
9.42 4.33 10.55 9.69 9.91
(PDRB)
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar,2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 33


Dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Barat,
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Polewali Mandar juga relatif
besar. Pada tahun 2012, dengan PDRB sebesar Rp 4.481 Milyar, Kabupaten
Polewali Mandar menyumbang sekitar 30,77 persen terhadap pembentukan
PDRB Provinsi Sulawesi Barat, yang menempatkannya pada posisi kedua
terbesar setelah Kabupaten Mamuju yang menyumbang sebesar 31,00 persen.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Grafik 2.6
Perbandingan Kontribusi PDRB Kabupaten Terhadap PDRB Provinsi Sulawesi Barat, 2012
16.26 11.48

30.77

Majene

Polewali Mandar

Mamasa
31.00 Mamuju
10.49
Mamuju Utara

Sumber Data : BPS Provinsi Sulawesi Barat, 2013

Salah satu faktor utama yang mendukung perkembangan sumber-


sumber pertumbuhan ekonomi Kabupaten Polewali Mandar adalah
ketersediaan sarana dan prasarana pemasaran berupa fasilitas pasar sebagai
tempat transaksi jual beli barang dan jasa yang beredar. Perkembangan jumlah
pasar yang dikategorikan sebagai pasar kecamatan dan pasar desa tahun 2008-
2012 tidak terlalu mengalami pertambahan dari segi jumlah, dan pasar desa
tidaklah menunjukkan pertambahan. Pada tahun 2011-2012 pasar kecamatan
bertambah menjadi 2 unit yaitu Pasar Kecamatan Bulo dan Pasar Kecamatan
Binuang. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.19
Perkembangan Jumlah Pasar Kabupaten Polewali Mandar, 2008-201

No Jumlah Pasar 2008 2009 2010 2011 2012


1 Pasar Kecamatan 9 9 9 10 11
2 Pasar Desa 25 25 25 25 25
Jumlah Pasar Keseluruhan 34 34 34 35 36
Sumber Data : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab.Polewali Mandar, 2013

34 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Pasar kecamatan dan Pasar Desa di Kabupaten Polewali Mandar yang
melayani keperluan kebutuhan pokok masyarakat mampu menyerap pelaku
pasar sebanyak 5.021 pedagang pasar yang menempati sarana dan prasarana
pasar yang 100 persen merupakan milik Pemerintah Daerah dengan kondisi 42
persen tanpa bangunan, 42 persen semi permanen dan 17 persen bangunan
permanen.
b. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Struktur ekonomi Kabupaten Polewali Mandar masih didominasi
oleh sektor pertanian yang menyumbang sekitar setengah terhadap total PDRB.
Namun kontribusi sektor pertanian cenderung melemah dalam tiga tahun
terakhir. Sektor perdagangan, hotel dan restoran merupakan kontributor
terbesar kedua terhadap PDRB dengan peran yang fluktuatif. Kontribusi sektor
perdagangan, hotel dan restoran terhadap PDRB rata- rata hampir 23 persen
selama periode tahun 2011-2012. Sedangkan sektor jasa-jasa menempati
urutan ketiga dengan kontribusi rata-rata sekitar 16,5 persen per tahun dan
cenderung konstan dalam tiga tahun terakhir. Secara umum, perekonomian
Kabupaten Polewali Mandar tidak mengalami perubahan struktur ekonomi yang
berarti dalam lima tahun terakhir. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel
PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan di bawah
ini :

Tabel 2.20
Distribusi PDRB Kabupaten Polewali Mandar atas Dasar Harga Berlaku, 2008-2012
No Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2012
1 Pertanian 990.659,20 1.121.291,01 1.679.190,27 1.937.940,40 2.215.027,44
2 Pertambangan & Penggalian 4.964,14 5.618,10 9.972,51 14.910,13 17.190,13
3 Industri Pengolahan 55.148,22 63.497,05 71.126,35 81.585,87 90.085,07
4 Listrik,Gas & Air Bersih 12.804,67 15.231,87 20.966,71 27.890,09 32.710,83
5 Bangunan 39.357,65 62.306,59 82.306,59 99.733,48 108.946,22
6 Perdagangan, Hotel & Restoran 535.511,98 625.887,92 728.193,01 857.647,72 1.002.712,62
7 Pengangkutan & Komunikasi 61.218,06 69.110,79 58.820,44 68.446,51 75.004,71
Keuangan, Persewaan & Jasa
8 114.320,33 133.267,35 165.773,81 187.788,16 207.049,86
Perusahaan
9 Jasa-Jasa 378.054,76 451.038,06 537.882,06 621.790,73 733.129,43
Produk Domestik Regional Bruto
2.192.039,01 2.547.248,74 3.354.231,75 3.897.733,09 4.481.856,31
(PDRB)
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 35


Tabel 2.21
Distribusi PDRB Kabupaten Polewali Mandar Atas Dasar Harga Konstan, 2008-2012
No. Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2012
1 Pertanian 592.912,79 598.866,31 675.935,85 725.984,53 788.204,77
2 Pertambangan & Penggalian 3.681,45 3.907,08 4.168,88 5.071,92 5.608,34
3 Industri Pengolahan 35.304,53 37.352,24 40.509,56 45.473,36 49.773,36
4 Listrik,Gas & Air Bersih 6.885,68 8.007,97 9.747,31 12.640,46 14.585,26
5 Bangunan 28.133,46 36.620,68 38.115,31 43.083,56 46.375,06
Perdagangan, Hotel &
6 289.239,94 298.703,33 315.536,58 360.643,75 404.561,00
Restoran
7 Pengangkutan & Komunikasi 35.119,97 38.241,51 41.560,69 46.942,44 50.487,04
Keuangan, Persewaan & Jasa
8 77.562,82 83.619,84 95.349,99 98.218,49 103.944,63
Perusahaan
9 Jasa-Jasa 174.707,47 192.029,36 207.833,78 229.070,38 258.831,76
Produk Domestik Regional Bruto 1.297.348, 1.428.757, 1.567.128, 1.722.371,
1.243.548,11
(PDRB) 32 95 89 22
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

c. PDRB Perkapita
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita Kabupaten
Polewali Mandar juga bertumbuh secara konsisten. Selama periode 2008-
2012, PDRB per kapita Kabupaten Polewali Mandar meningkat dari Rp
6.066.383 menjadi Rp 10.940.749 atau meningkat rata-rata 16 persen per
tahun. Kenaikan PDRB yang bergerak lebih cepat dibandingkan dengan
kenaikan jumlah penduduk, menyebabkan PDRB per kapita mengalami
peningkatan. Namun capaian tersebut masih berada di bawah PDRB per
kapita Provinsi Sulawesi Barat yang pada tahun 2012 telah mencapai Rp
11,83 juta. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Grafik 2.7
Pertumbuhan PDRB Perkapita Kabupaten Polewali Mandar, 2008 2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

36 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


d. Kondisi Kemiskinan
Persoalan kemiskinan, masih menjadi isu utama dalam konteks
pembangunan nasional dan daerah. Penanganan permasalahan kemiskinan
memerlukan adanya keterpaduan dalam pelaksanaan kebijakan dan
program-program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan,
ekonomi, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat. Penanggulangan
kemiskinan menjadi agenda prioritas yang harus ditangani secara
terintegrasi yang menunjukkan adanya keberpihakan pada masyarakat
kurang mampu, serta memfasilitasinya agar mampu memenuhi dan
mengakses berbagai pelayanan kebutuhan masyarakat, guna mengurangi
penduduk miskin.
Penduduk miskin Kabupaten Polewali Mandar masih relatif tinggi
dan mengalami penurunan yang cukup lambat dari tahun ke tahun.
Penurunan hanya berlangsung dari 21,80 persen pada tahun 2008 menjadi
19,30 persen pada tahun 2012, yang menjadikan Kabupaten Polewali
Mandar sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi
Sulawesi Barat. Secara absolut, jumlah penduduk miskin di Kabupaten
Polewali Mandar mencapai 79,1 ribu jiwa pada tahun 2012, menurun dari
84,3 ribu jiwa pada tahun 2010. Kecamatan Balanipa, Limboro, Tinambung,
dan Campalagian merupakan wilayah konsentrasi penduduk miskin di
Kabupaten Polewali Mandar. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik
di bawah ini :

Grafik 2.8
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
Jumlah Penduduk Miskin (Jiwa) Persentase Penduduk Miskin (Persen)
40.00
90,000
84,300
80,400 79,100 30.00
78,300 76,580
80,000
20.00
70,000
21.80 21.37 21.24 20.03 19.30
60,000 10.00

50,000 0.00
2008 2009 2010 2011 2012
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

2.2.2 Fokus Kesejahteraan Sosial


Pada fokus kesejahteraan sosial ini, kita dapat melihat beberapa
aspek yang terdiri dari : aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Angka
Melek Huruf (AMH), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Angka Partisipasi Kasar
(APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), dan Angka Harapan Hidup (AHH).

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 37


a. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Capaian kualitas hidup tercermin melalui Indeks Pembangunan
Manusia (IPM). Dalam lima tahun terakhir, IPM Kabupaten Polewali Mandar
mengalami peningkatan paling akseleratif dibanding kabupaten lainnya di
Provinsi Sulawesi Barat. Namun demikian, IPM Kabupaten Polewali Mandar
masih menjadi yang terendah di Provinsi Sulawesi Barat dengan nilai IPM
sebesar 68,44 (2012). Capaian ini menunjukkan bahwa kualitas
pembangunan manusia di Kabupaten Polewali Mandar masih berada di
bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Barat (70,73) dan Nasional (72,77). Untuk
lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Grafik 2.9
Perbandingan IPM Kabupaten Polewali Mandar dengan Provinsi Sulawesi Barat, 2008-2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

b. Angka Melek Huruf (AMH)


Angka Melek Huruf (AMH) di Kabupaten Polewali Mandar dalam
lima tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 2,50 point. Pada tahun
2008, AMH di Kabupaten Polewali Mandar sebesar 83,50 persen, meningkat
menjadi 86,00 persen pada tahun 2012. Angka ini menunjukkan bahwa
masih ada 14 persen penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Polewali
Mandar yang buta huruf. Capaian ini masih berada di bawah AMH Provinsi
Sulawesi Barat yang mencatat angka 88,79 persen pada tahun 2012. AMH
Kabupaten Polewali Mandar juga cenderung konstan dalam tiga tahun
terakhir. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

38 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Grafik 2.10
Angka Melek Huruf Kabupaten Polewali Mandar, 2008 2012
90.00 88.48 88.54 88.79
87.31 87.59
88.00
86.00
84.00 85.92 85.94 86.00
82.00 83.81
83.50
80.00
2008 2009 2010 2011 2012

AMH Polewali Mandar AMH Sulawesi Barat

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

c. Rata-rata Lama Sekolah (RLS)


Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mengalami peningkatan,
meskipun relatif lambat. RLS Kabupaten Polewali Mandar meningkat dari
6,81 tahun (2008) menjadi 7,07 tahun (2012). Capaian ini menunjukkan
bahwa penduduk Kabupaten Polewali Mandar yang berusia 15 tahun keatas
secara rata-rata hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga kelas dua
SMP. Angka RLS Kabupaten Polewali Mandar masih berada di bawah angka
RLS Provinsi Sulawesi Barat. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di
bawah ini :
Grafik 2.11
Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten Polewali Mandar, 2008 - 2012
7.4 7.32
7.11 7.15
6.99 7.05
7.2
7
6.8 7.07
6.90 6.95 6.96
6.6 6.81
6.4
2008 2009 2010 2011 2012

RLS Polewali Mandar RLS Sulawesi Barat

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

d. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM)


Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk semua jenjang pendidikan
menunjukkan tren positif. Peningkatan paling signifikan terjadi pada APK
SMA, yang meningkat dari 50 persen pada tahun 2010 menjadi 90 persen
pada tahun 2013. APK SMP meningkat dari 63 persen menjadi 95 persen
pada periode yang sama. Peningkatan paling kecil terjadi pada APK SD yang
hanya meningkat dari 104 persen menjadi 112 persen pada periode yang

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 39


sama. Peningkatan ini mengindikasikan membaiknya akses penduduk usia
sekolah terhadap layanan pendidikan. Paralel dengan peningkatan APK,
Angka Partisipasi Murni (APM) di Kabupaten Polewali Mandar juga
meningkat secara konsisten untuk semua jenjang pendidikan. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Grafik 2.12
Angka Partisipasi Kasar SD, SMP dan SMA Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013

Sumber Data : Dinas Pendidikan Kab. Polewali Mandar, 2014

Grafik 2.13
Angka Partisipasi Murni SD, SMP dan SMA Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013

Sumber Data : Dinas Pendidikan Kab. Polewali Mandar, 2014

e. Angka Harapan Hidup (AHH)


Angka Harapan Hidup (AHH), yang menunjukkan derajat
kesehatan masyarakat secara umum, mengalami tren positif di Kabupaten
Polewali Mandar. Meskipun demikian, AHH Kabupaten Polewali Mandar
bergerak perlahan dari 64,18 tahun pada tahun 2008 menjadi 65,53 tahun
pada tahun 2012. Capaian ini berada di bawah AHH Provinsi Sulawesi Barat
yang telah mencapai 68,27 tahun. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada
grafik berikut :

40 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Grafik 2.14
Angka Harapan Hidup (AHH) Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012

70 67.60 67.80 68.00 68.27


67.40
68
66
64
64.99 65.26 65.53
62 64.18 64.71
2008 2009 2010 2011 2012
AHH Polewali Mandar AHH Sulawesi Barat

Sumber Data: BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

2.2.3 Fokus Seni Budaya dan Olahraga


Fokus Pembangunan pada bidang seni budaya dan olahraga
berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan daerah.
Semakin banyak organisasi kesenian dan organisasi pemuda, maka
menunjukkan ketersediaan fasilitas penunjang oleh pemerintah daerah
dalam memberdayakan masyarakat.
a. Jumlah Organisasi Kesenian, Pemuda dan Olahraga
Jumlah organisasi kesenian, pemuda dan olah raga
menunjukkan peningkatan dalam lima tahun terakhir. Peningkatan paling
tajam tampak pada organisasi olah raga yang meningkat hampir lima kali
lipat selama periode 2009-2013. Hampir semua kecamatan memiliki
organisasi olah raga, tetapi tidak semua kecamatan memiliki organisasi
pemuda. Jumlah organisasi olahraga paling banyak terdapat di
Kecamatan Polewali dan Binuang. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.22
Jumlah Organisasi Kesenian dan Pemuda Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah Organisasi Kesenian - - 29 33 93
2. Jumlah Organisasi Pemuda 14 13 12 17 18
3. Jumlah Organisasi Olah raga 22 52 83 120 120
Sumber Data : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Polewali Mandar, 2014

b. Jumlah Kegiatan Kepemudaan dan Olahraga


Peningkatan jumlah organisasi pemuda dan olahraga
tampaknya tidak berjalan paralel dengan peningkatan kegiatan
kepemudaan dan olah raga. Jumlah kegiatan kepemudaan dan olah raga
cenderung stagnan dalam lima tahun terakhir. Bahkan pada tahun 2013,
jumlah kegiatan olah raga justru menurun dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 41


Tabel 2.23
Jumlah Kegiatan Pemuda Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah Kegiatan Pemuda 14 13 12 17 18
2. Jumlah Kegiatan Olah Raga 112 128 112 128 112
3. Jumlah Lapangan Olahraga 224 224 224 224 234
Sumber Data : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Polewali Mandar, 2014

2.3. Aspek Pelayanan Umum


2.3.1. Fokus Layanan Urusan Wajib
1. Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk
mengembangkan potensi peserta didik, oleh karena itu pembangunan pada
bidang pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar me rupakan sebuah strategi
sebagai cerminan tingginya peradaban bangsa. Bahwa bangsa yang beradab
adalah bangsa yang sadar akan siapa dirinya (jati diri) dan apa yang menjadi
tujuan bersama sebagai bangsa (cita-cita nasional).
a. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Pergerakan Angka Partisipasi Kasar PAUD di Kabupaten Polewali
Mandar dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat tipis bila
kita menghitung partisipasi anak usia 0 - 6 tahun seperti dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel 2.24
APK Anak Usia 0 6 tahun Kabupaten Polewali Mandar , 2011-2012
Jumlah Penduduk Jumlah AUD
APK PAUD
Kecamatan 0-6 Thn Terlayani
2011 2012 2011 2012 2011 2012
Tinambung 2.916 3.362 1.194 622 40,95 18,50
Balanipa 3.491 3.696 1.194 1.530 34,20 41,40
Limboro 2.888 2.552 574 1.276 19,88 50,00
Tubbi Taramanu 3.039 3.502 545 579 17,93 16,53
Alu 2.399 2.142 680 750 28,35 35,01
Campalagian 7.307 7.611 1.811 2.170 24,78 28,51
Luyo 4.900 4.873 890 1.200 18,16 24,63
Wonomulyo 6.058 6.414 1.494 1.970 24,66 30,71
Mapilli 4.146 4.501 793 1.050 19,13 23,33
Tapango 3.000 3.389 1.102 2.216 36,73 65,39
Matakali 2.560 3.304 516 686 20,16 20,76
Polewali 9.725 8.344 1.340 1.453 13,78 17,41
Binuang 3.969 4.967 638 770 16,07 15,50
Anreapi 1.426 1.544 496 805 34,78 52,14
Matangnga 816 851 363 476 44,49 55,93
Bulo 1.327 1.517 458 807 34,51 53,20
Kab. Polewali
59.967 62.569 14.088 18.360 23,49 29,34
Mandar
Sumber Data : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Polewali Mandar, 2013

42 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa APK PAUD tahun 2011 hanya
sebesar 23.49 persen dan pada tahun 2012 naik menjadi 29.34 persen atau naik
sebesar 5.85 persen, sedangkan target nasional adalah sebesar 75 persen tahun
2014.
b. Pendidikan Dasar dan Menengah
Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan ukuran daya serap
lembaga pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. APS di Kabupaten
Polewali Mandar untuk kelompok umur 7-12 tahun (SD/MI) dan 13-15 tahun
(SMP/MTs) menunjukkan tren positif. Meskipun APS 7-12 tahun lebih tinggi
dibandingkan dengan APS 13-15 tahun, namun APS 13-15 tahun menunjukkan
peningkatan yang cukup tajam. APS 13-15 tahun meningkat dari 57,63 persen
pada tahun 2009 menjadi 84,23 persen pada tahun 2012, sedangkan APS 7-12
tahun meningkat dari 94,63 persen (2009) menjadi 108,51 persen (2012).
Peningkatan ini menunjukkan membaiknya akses masyarakat terhadap layanan
pendidikan dan meningkatnya daya serap lembaga pendidikan di Kabupaten
Polewali Mandar, sedikitnya dalam lima tahun terakhir. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.25
Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012

No Jenjang Pendidikan 2008 2009 2010 2011 2012


1 SD/MI
Jumlah murid Usia 7-
1.1 52.372 51.523 52.219 53.205 59.138
12 thn
Jumlah Penduduk
1.2 kelompok usia 53.014 54.444 53.606 56.321 54.498
7-12 thn
1.3 APS SD/MI 98.79 94.63 97.41 94.47 108.51
2 SMP/MTs
Jumlah murid Usia 13-
2.1 15.810 14.089 14.260 20.140 22.492
15 thn
Jumlah Penduduk
2.2 kelompok usia 13-15 24.685 24.446 25.221 26.185 26.702
thn
2.3 APS SMP/MTs 64.05 57.63 56.54 76.91 84.23
Sumber Data : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 43


Tabel 2.26
Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012
SD/MI SMP/MTs
Jumlah
Jumlah Jumlah
Jumlah Pendudu
No. Kecamatan Pendudu Murid
Murid 7- APS k usia APS
k usia 7- 13-15
12 thn 13-15
12 thn thn
thn
1 Tinambung 2.864 2.917 98,18 1.499 1.453 103,17
2 Balanipa 3.306 3.231 102,32 981 1.598 61,39
3 Limboro 2.315 2.230 103,81 591 1.056 55,97
Tubbi
4 3.290 2.997 109,78 1.066 84,40
Taramanu 1.263
5 Alu 1.966 1.766 111,33 703 765 91,90
6 Campalagian 7.262 7.113 102,09 2.651 3.642 72,79
7 Luyo 3.884 4.058 95,71 1.903 1.868 101,87
8 Wonomulyo 5.583 5.469 102,08 3.481 2.715 128,21
9 Mapilli 3.448 3.703 93,11 762 1.826 41,73
10 Tapango 2.841 3.032 93,70 1.154 1.448 79,70
11 Matakali 2.665 2.992 89,07 661 1.487 44,45
12 Polewali 8.412 6.933 121,33 4.611 3.755 122,80
13 Binuang 6.564 4.418 148,57 760 2.195 34,62
14 Anreapi 1.591 1.405 113,24 303 677 44,76
15 Matangnga 844 790 106,84 228 358 63,69
16 Bulo 2.303 1.444 159,49 1.138 596 190,94
Kab. Polewali
59.138 54.498 108,51 22.492 26.702 84,23
Mandar
Sumber Data: Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Polewali Mandar, 2013

c. Rasio Penduduk Usia Sekolah terhadap Jumlah Sekolah


Rasio penduduk usia sekolah terhadap jumlah sekolah, baik untuk
SD/MI maupun SMP/MTs, cenderung semakin membaik. Rasio untuk SD/MI
menurun dari 137 orang per sekolah menjadi 134 orang per sekolah selama
periode 2009-2013, Sedangkan untuk SMP/MTs, menurun dari 370 orang per
sekolah menjadi 338 orang per sekolah pada periode yang sama.
Membaiknya rasio tersebut, mengindikasikan bahwa jumlah gedung sekolah,
baik SD/MI maupun SMP/MTs, bertambah lebih cepat dibandingkan dengan
jumlah anak usia sekolah. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel
berikut ini :

44 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.27
Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
No Jenjang Pendidikan 2008 2009 2010 2011 2012
1 SD/MI
1.1 Jumlah gedung sekolah 373 398 400 402 406
Jumlah penduduk kelompok
1.2 53.014 54.444 53.606 56.321 54.498
usia 7-12 thn
1.3 Rasio 0,70 0,73 0,75 0,71 0,74
2 SMP/MTs
2.1 Jumlah gedung sekolah 72 76 89 91 94
Jumlah penduduk
2.2 24.685 24.446 25.221 26.185 26.702
kelompok usia 13-15 thn
2.3 Rasio 0,29 0,31 0,35 0,35 0,35
Sumber Data: Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Polewali Mandar, 2013

d. Rasio Murid Guru (RMG)


Rasio murid terhadap guru (RMG), baik untuk SD/MI maupun
SMP/MTs, cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Untuk SD/MI, RMG
meningkat dari 12,80 murid per guru menjadi 13,44 murid per guru selama
periode 2009-2012. Untuk SMP/MTs, juga mengalami peningkatan dari 11,63
murid per guru menjadi 12,26 murid per guru pada periode yang sama.
Capaian ini sudah lebih baik dari target Standar Pelayanan Miminum (SPM)
yaitu 14 murid per guru. Membaiknya rasio tersebut, mengindikasikan bahwa
jumlah guru, baik untuk SD/MI maupun SMP/MTs, bertambah lebih cepat
dibandingkan dengan jumlah murid. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :

Tabel 2.28
Jumlah Guru dan Murid Pendidikan Dasar Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
Jenjang
No 2008 2009 2010 2011 2012
Pendidikan
1 SD/MI
1.1 Jumlah guru 3.933 4.024 4.116 4.303 4.420
1.2 Jumlah murid 52.372 51.523 52.219 53.205 59.138
1.3 Rasio 13.32 12.80 12.69 12.36 13.44
2 SMP/MTs
2.1 Jumlah guru 1.186 1.211 1.396 1.539 1.834
2.2 Jumlah murid 15.810 14.089 14.260 20.140 22.492
2.3 Rasio 13.07 11.63 10.21 13.09 12.26
Sumber Data : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 45


1. Kesehatan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat disertai dengan
ketersediaan saranan dan prasarana kesehatan.
a. Jumlah Rumah Sakit
Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Polewali Mandar tidak
mengalami perubahan selama lima tahun terakhir, yaitu hanya tiga unit,
yang terdiri atas 1 unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan dua unit
Rumah Sakit TNI dan Polri. Akibatnya, rasio Rumah Sakit terhadap
penduduk terus membesar karena jumlah penduduk terus meningkat.
Pada tahun 2009, rasio Rumah Sakit terhadap penduduk meningkat dari
124.421 pada tahun 2009 menjadi 136.549 pada tahun 2012. Angka yang
disebut terakhir menunjukkan bahwa setiap Rumah Sakit di Kabupaten
Polewali Mandar akan melayani 136.549 orang. Rasio ini tampaknya
terlalu besar dan masih jauh dari kondisi ideal. Untuk lebih jelasnya, dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.29
Jumlah dan Rasio Rumah Sakit Per Jumlah Penduduk
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1. Jumlah Rumah Sakit Umum
0 0 0 0 0
(Pemerintah)
2. Jumlah Rumah Sakit Jiwa/Paru dan
penyakit khusus lainnya milik 0 0 0 0 0
pemerintah
3. Jumlah Rumah Sakit AD/AU/ AL/POLRI * 1 2 2 2 2
4. Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah 1 1 1 1 1
5. Jumlah seluruh Rumah Sakit 2 3 3 3 3
6. Jumlah Penduduk 371,420 373,263 396,120 401,272 409,648
7. Rasio 185.710 124.421 132.040 133,757 136.549
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013
Ket : * Kategori Rumah Sakit Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

b. Jumlah Tenaga Medis


Secara keseluruhan, jumlah tenaga medis di Kabupaten Polewali
Mandar menunjukkan peningkatan, dari 542 orang pada tahun 2008
menjadi 655 orang pada tahun 2012. Jumlah dokter (dokter umum,dokter
ahli, dokter gigi dan PTT) juga menunjukkan tren meningkat, meskipun
sedikit menurun pada tahun 2012. Sedangkan jumlah tenaga medis
lainnya (bidan, bidan PTT, perawat, dlll.) cenderung berfluktuasi dengan
tren meningkat. Pada tahun 2012, jumlah dokter (termasuk dokter PTT)
telah mencapai 85 orang, dan tenaga medis lainnya mencapai 570 orang.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut :

46 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.30
Jumlah Tenaga Medis Kabupaten Polewali Mandar, 2008 - 2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1. Dokter Umum 31 41 40 54 46
2. Dokter Gigi 11 14 16 22 15
3. Dokter Ahli 10 10 9 10 10
4. Dokter PTT 12 10 7 8 14
5. Bidan 94 136 102 136 131
6. Bidan PTT 33 60 86 87 94
7. Perawat, dll 351 279 226 318 345
Jumlah 542 550 486 635 655
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

c. Jumlah Dokter
Jumlah dokter (umum, ahli dan gigi) di Kabupaten Polewali Mandar
menunjukkan kecenderungan meningkat, meski mengalami sedkit penurunan
pada tahun 2012, dari 86 dokter pada tahun sebelumnya menjadi 71 dokter
(tidak termasuk dokter PTT). Akibatnya rasio dokter terhadap penduduk
meningkat dari 4.666 penduduk untuk setiap dokter (2011) menjadi 5.770
penduduk untuk setiap dokter (2012). Meski demikian, rasio ini sudah jauh
lebih rendah dibandingkan dengan rasio lima tahun lalu. Secara umum, rasio
ini masih sangat tinggi dibandingkan dengan rasio ideal, yaitu 2.500 penduduk
untuk setiap dokter. Kecamatan Matangnga mencatat rasio paling rendah, dan
sebaliknya, Kecamatan Luyo mencatat rasio paling besar. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.31
Jumlah Dokter Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2011
1 Jumlah Dokter (Umum, Ahli, Gigi) 52 65 65 86 71
2 Jumlah Penduduk 371.420 373,263 396,120 401,272 409,648
3 Rasio Penduduk - Dokter 7.143 5.742 6.094 4.666 5.770
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 47


Tabel 2.32
Jumlah Dokter Umum Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012

No Kecamatan Jumlah Penduduk Jumlah Dokter Umum Rasio


1 Tinambung 23.153 1 23.153
2 Balanipa 24.583 1 24.583
3 Limboro 17.272 2 8.636
4 Tubbi Taramanu 19.067 3 6.356
5 Allu 12.331 2 6.165
6 Campalagian 53.926 2 26.963
7 Luyo 27.795 2 13.897
8 Wonomulyo 46.726 5 9.345
9 Mapilli 27.767 1 27.767
10 Tapango 22.421 2 11.210
11 Matakali 22.141 2 11.070
12 Polewali 57.095 5 11.419
13 Binuang 31.450 3 10.483
14 Anreapi 9.622 1 9.622
15 Matangnga 5.232 2 2.616
16 Bulo 9.067 1 9.067
Kab. Polewali Mandar 409.648 35 11.704
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

d. Jumlah Tenaga Non-Medis


Seperti halnya dengan jumlah dokter, jumlah tenaga non-medis
secara absolut menunjukkan penurunan pada tahun 2012. Jumlah paramedis
pada tahun 2011 sebanyak 60 orang dan menurun menjadi 48 orang pada
tahun 2012. Peningkatan jumlah tenaga non-medis paling tajam terjadi pada
tahun 2010 yang meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun
2012, rasio tenaga non-medis terhadap jumlah penduduk sebesar 8.534.
Artinya, setiap tenaga non-medis di Kabupaten Polewali Mandar akan
melayani 8.534 orang. Kecamatan Matangnga mencatat rasio tenaga non-
medis paling rendah, dan sebaliknya, Kecamatan Tapango mencatat rasio
paling besar. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.33
Jumlah Tenaga Non-Medis Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1 Jumlah Tenaga Non-Medis 40 40 60 60 48
2 Jumlah Penduduk 371.420 373.263 396.120 401.272 409,648
3 Rasio 9.286 9.332 8.602 6.688 8.534
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

48 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.34
Jumlah Tenaga Non-Medis Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012
No Kecamatan Jumlah Penduduk Jumlah Tenaga Rasio
Non-Medis
1 Tinambung 23.153 2 11.576
2 Balanipa 24.583 2 12.291
3 Limboro 17.272 2 8.636
4 Tubbi Taramanu 19.067 3 6.356
5 Allu 12.331 3 4.110
6 Campalagian 53.926 4 13.481
7 Luyo 27.795 2 13.897
8 Wonomulyo 46.726 5 9.345
9 Mapilli 27.767 2 13.883
10 Tapango 22.421 1 22.421
11 Matakali 22.141 3 7.380
12 Polewali 57.095 7 8.156
13 Binuang 31.450 4 7.862
14 Anreapi 9.622 2 4.811
15 Matangnga 5.232 3 1.745
16 Bulo 9.067 3 3.022
Kab. Polewali Mandar 409.648 48 8.534
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

e. Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kelangsungan Hidup Bayi (AKHB)
Angka Kematian Bayi (AKB) mengukur kasus kematian yang terjadi
antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. AKB
di Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan kecenderungan menurun dari
12,94 bayi (2009) menjadi 12,46 bayi per 1.000 kelahiran hidup (2012).
Capaian ini tampak positif karena jumlah kelahiran hidup cenderung
meningkat dari tahun ke tahun. Namun tetap penting dicatat bahwa AKB ini
merupakan kasus kematian yang dilaporkan (facility based) dan tidak
sepenuhnya mencerminkan kasus kematian bayi yang sesunggguhnya
(community based). AKB tertinggi terjadi di Kecamatan Tapango dan Luyo,
sedangkan AKB terendah terjadi di Kecamatan Matangnga dan Limboro. Untuk
lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di berikut ini:

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 49


Tabel 2.35
Jumlah Lahir Hidup, Jumlah Kematian Bayi, AKB dan AKHB
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
No. Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1. Jumlah Lahir Hidup 7.204 7.573 7.405 8.062 8.749
2. Jumlah Kematian Bayi 61 98 96 75 109
3. Angka Kematian Bayi (AKB) 8.5 12.94 12.96 9.30 12.46
4. Angka Kelahiran Hidup Bayi
992 987 987 991 988
(AKHB)
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

Angka Kelangsungan Hidup Bayi (AKHB) merupakan probabilitas bayi


hidup sampai dengan usia satu tahun. AKHB di Kabupaten Polewali Mandar
menunjukkan angka yang konstan, kecuali pada tahun 2011. AKHB tertinggi terjadi
di Kecamatan Matangnga dan terendah di Kecamatan Luyo. Ini mudah dipahami
karena AKHB berkebalikan dengan AKB, dimana daerah dengan AKB yang tinggi
akan memperlihatkan AKHB yang rendah, demikian pula sebaliknya. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.36
Jumlah Lahir Hidup, Jumlah Kematian Bayi, AKB dan AKHB Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar , 2012
No Kecamatan Jumlah kematian bayi Jumlah Kelahiran AKB per 1000 AKHB
usia di bawah 1 tahun Hidup Kelahiran Hidup
1 Tinambung 8 470 17 983
2 Balanipa 3 583 5 995
3 Limboro 1 324 3 997
4 Tubbi Taramanu 6 346 17 983
5 Allu 2 213 9 991
6 Campalagian 7 1,191 6 994
7 Luyo 12 543 22 978
8 Wonomulyo 16 1,039 15 985
9 Mapilli 6 617 10 990
10 Tapango 9 450 20 980
11 Matakali 9 510 18 982
12 Polewali 17 1,235 14 986
13 Binuang 11 739 15 985
14 Anreapi 1 234 4 996
15 Matangnga 0 109 0 1,000
16 Bulo 1 146 7 993
Kab. Polewali Mandar 109 8749 12.46 988
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

50 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


f. Persentase Balita Gizi Buruk
Persentase balita gizi buruk di Kabupaten Polewali Mandar
menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Jika
mengacu pada data tahun 2008, maka persentase balita gizi buruk menurun
separuh pada tahun 2012. Penurunan paling tajam terjadi pada tahun 2010
yang merupakan angka persentase balita gizi buruk paling rendah, yaitu 0,5
persen. Angka ini menunjukkan bahwa setiap 200 balita, satu diantaranya
menderita gizi buruk. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah
ini :
Grafik 2.15
Persentase Balita Gizi Buruk Kabupaten Polewali Mandar, 2012

Sumber Data: Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

g. Jumlah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)


Meskipun jumlah posyandu cenderung meningkat dari tahun 2009
hingga 2013, namun rasio posyandu terhadap balita tidak mengalami
perubahan berarti. Ini disebabkan oleh pertambahan jumlah balita yang
meningkat secara paralel dengan pertambahan jumlah posyandu. Pada tahun
2013, rasio posyandu terhadap balita sebesar 93, yang berarti bahwa secara
rata-rata setiap posyandu melayani 93 balita. Jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya, rasio tersebut mengalami sedikit peningkatan. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.37
Jumlah Posyandu dan Balita Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah posyandu 489 509 502 514 514
2. Jumlah balita 44.987 43.614 44.185 47.009 47.791
3. Rasio 92 86 88 91 93
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 51


Tabel 2.38
Jumlah Posyandu dan Balita Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012

No Kecamatan Jumlah Posyandu Jumlah Balita Rasio


1. Tinambung 24 3.692 154
2. Balanipa 29 2.650 92
3. Limboro 35 1.795 51
4. Tubbi Taramanu 30 2.569 86
5. Allu 23 1.549 67
6. Campalagian 61 5.490 90
7. Luyo 26 3.633 140
8. Wonomulyo 57 4.695 82
9. Mapilli 40 3.265 82
10. Tapango 31 2.530 82
11. Matakali 24 2.423 101
12. Polewali 38 6.230 164
13. Binuang 42 3.626 86
14. Anreapi 17 1.150 68
15. Matangnga 14 620 44
16. Bulo 23 1.092 47
Kab. Polewali Mandar 514 47.009 91
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

h. Jumlah Puskesmas, Poliklinik dan Puskesmas Pembantu (Pustu)


Dari berbagai jenis fasilitas kesehatan, Puskesmas Pembantu (Pustu)
yang menunjukkan peningkatan paling signifikan. Jumlah Pustu meningkat dari
59 unit pada tahun 2009 menjadi 71 unit pada tahun 2012. Sedangkan jumlah
Puskesmas dan Poliklinik masing-masng hanya bertambah satu unit selama
periode 2009- 2012. Akibatnya, rasio Puskesmas terhadap penduduk terus
meningkat, dan sebaliknya, rasio Pustu terhadap penduduk cenderung
menurun. Laju pertumbuhan penduduk yang relatif lebih cepat ketimbang
pertambahan Puskesmas telah menyebabkan rasio Puskesmas terhadap
penduduk cenderung menurun. Keberadaan Puskesmas menyebar di seluruh
wilayah kecamatan, dan bahkan beberapa kecamatan telah memiliki
Puskesmas lebih dari satu, seperti Kecamatan Campalagian, Wonomulyo,
Polewali dan Binuang.

52 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.39
Jumlah Puskesmas, Poliklinik dan Pustu Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No. Uraian 2009 2010 2011 2012
1. Jumlah Puskesmas 19 20 20 20
2. Jumlah Poliklinik 3 3 4 4
3. Jumlah Pustu 59 62 62 72
4. Jumlah Penduduk 373.263 396.120 401.272 409.648
5. Rasio Puskesmas persatuan 20.063 20.482
19.645 19.806
penduduk
6. Rasio Pustu persatuan
6.327 6.389 6.472 5.690
Penduduk
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

Tabel 2.40
Jumlah Puskesmas, Poliklinik dan Pustu Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2012
Jumlah Puskesmas Poliklinik Pustu
No Kecamatan
Penduduk Jumlah Rasio Jumlah Rasio Jumlah Rasio
1 Tinambung 23.153 1 23.153 - - 5 4.631
2 Balanipa 24.583 1 24.583 - - 8 3.073
3 Limboro 17.272 1 17.272 - - 3 5,757
4 Tubbi Taramanu 19.067 1 19.067 - - 5 3.813
5 Allu 12.331 1 12.331 - - 5 2.466
6 Campalagian 53.926 2 26.963 - - 2 26.963
7 Luyo 27.795 1 27.795 - - 2 13.897
8 Wonomulyo 46.726 2 23.363 2 23.363 6 7.788
9 Mapilli 27.767 1 27.767 - - 6 4.267
10 Tapango 22.421 1 22.421 - - 3 7.474
11 Matakali 22.141 1 22.141 - - 5 4.428
12 Polewali 57.095 2 28.547 2 28.547 6 9.516
13 Binuang 31.450 2 31.450 - - 4 7.862
14 Anreapi 9.622 1 9.622 - - 7 1.374
15 Matangnga 5.232 1 5.232 - - 3 1.744
16 Bulo 9.067 1 9.067 - - 2 4.533
Kab. Polewali Mandar 409.648 20 20.482 4 102.412 72 5.690
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

3. Pekerjaan Umum
a. Panjang Jaringan Jalan
Secara umum, kualitas jalan di Kabupaten Polewali Mandar terus
membaik. Ini ditandai dengan meningkatnya, baik secara absolut maupun
relatif, panjang jalan dalam kondisi baik dan sedang. Secara absolut, panjang
jalan dalam kondisi baik meningkat sekitar tiga kali lipat selama kurun waktu
2009-2012. Secara relatif, proporsi panjang jalan dalam kondisi baik meningkat
dari 22,43 persen menjadi 60,27 persen pada periode yang sama. Sebaliknya,
panjang jalan dalam kondisi rusak ringan dan berat menunjukkan penurunan,

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 53


baik secara absolut maupun relatif. Capaian ini menjadi tampak istimewa
karena total panjang jalan juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.41
Panjang Jalan Keseluruhan Berdasarkan Kondisi Jalan (Km)
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
Panjang Jalan (km)
No. Kondisi Jalan 2008 2009 2010 2011 2012
1. Baik 294,18 343,99 689,48 699,71 1040,69
2. Sedang 161,00 161,00 417,09 429,82 285,04
3. Rusak 730,82 735,35 323,81 308,56 330,25
4. Rusak Berat 278,00 293,40 252,76 269,55 70,79
5. Total 1.464,00 1.533,74 1.683,14 1.707,64 1.726,77
Sumber Data : BPS Provinsi Sulawesi Barat, 2013

b. Jaringan Irigasi
Panjang jaringan irigasi, baik primer, sekunder maupun tersier, di
Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun
selama periode 2009-2013. Panjang jaringan irigasi primer meningkat dari
19.328 Km (2009) menjadi 21.104 Km (2013). Pada saat yang sama, panjang
jaringan irigasi sekunder meningkat dari 49.693 Km (2009) menjadi 55.820 Km
(2013). Sedangkan panjang jaringan irigasi tertier meningkat dari 70.032 Km
(2009) menjadi 79.098 Km (2013). Proporsi jaringan irigasi tertier mencapai
lebih dari setengah terhadap total panjang jaringan irigasi. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.42
Rasio Jaringan Irigasi Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
Panjang Jaringan
No. Jaringan Irigasi 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jaringan primer 19.328 19.328 19.328 19.514 21.104
2. Jaringan Sekunder 49.693 51.781 53.558 54.454 55.820
3. Jaringan Tersier 70.032 73.220 75.073 77.794 79.098
Total Panjang Jaringan 139.053 144.329 147.95 151.762 156.022
Sumber Data : Dinas Pekerjaan Umum Kab. Polewali Mandar, 2013

c. Jumlah Tempat Ibadah


Mengingat mayoritas penduduk Kabupaten Polewali Mandar
beragama Islam, maka jumlah tempat ibadah juga didominasi oleh Masjid dan
Mushola. Sampai dengan tahun 2012, jumlah Masjid di Kabupaten Polewali
Mandar sebanyak 763 unit dan Mushola sebanyak 39. Sedangkan jumlah gereja
protestan dan gereja katolik masing-masing sebanyak 45 unit dan 9 unit. Untuk
lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik dan tabel di berikut ini :

54 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Grafik 2.16
Jumlah Rumah Ibadah Kabupaten Polewali Mandar, 2012
45 Unit 9 Unit
39 Unit

763 Unit

Masjid Mushola Gereja Protestan Gereja Katolik


Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013
Tabel 2.43
Jumlah Tempat Ibadah dan Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2012
Masjid Musholah Jumlah Gereja Protestan Gereja Katolik Pura
No Kecamatan Pemeluk
(unit) (unit) (unit) Pemeluk (unit) Pemeluk (unit) Pemeluk
1 Tinambung 33 3 23.375 - - - 4 - -
2 Balanipa 31 6 25.662 - - - - - -
3 Limboro 47 1 16.862 - - - - - -
4 Tubbi Taramanu 53 1 16.223 - - - - - -
5 Allu 34 3 11.924 - - - - - -
6 Campalagian 90 3 56.804 - - - - - -
7 Luyo 60 2 25.000 - - - - - -
8 Wonomulyo 98 4 44.859 12 1.903 1 - -
9 Mapilli 50 2 24.741 - - - - - -
10 Tapango 54 2 20.973 5 235 2 176 - -
11 Matakali 34 1 19.254 6 1.570 - 11 - 4
12 Polewali 54 5 45.073 15 4.901 2 2956 - -
13 Binuang 60 2 36.865 3 775 2 448 - -
14 Anreapi 20 1 7.359 3 1.130 1 213 - -
15 Matangnga 19 1 4.873 1 168 1 115 - -
16 Bulo* 26 2 - - - - - - -
Kab. Polewali Mandar 763 39 379.847 45 10.682 9 3923 - 4
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

d. Rumah Tinggal Bersanitasi


Selama kurun waktu 2009-2013, jumlah rumah tinggal bersanitasi di
Kabupaten Polewali Mandar, cenderung meningkat. Pada tahun 2009, jumlah
rumah tinggal bersanitasi sebesar 32.938 RT, dan meningkat menjadi 53.994 RT
pada tahun 2013 atau meningkat 63,9 persen. Peningkatan ini jauh besar
dibandingkan dengan peningkatan jumlah rumah tinggal secara keseluruhan.
Akibatnya proporsi rumah tinggal bersanitasi terhadap total rumah tinggal, juga
menunjukkan kecenderungan meningkat. Pada tahun 2013, proporsi rumah
tinggal bersanitasi sebesar 63,54 persen, meningkat dari 41,01 persen pada

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 55


tahun 2009. Namun capaian ini sesungguhnya masih tergolong rendah,
mengingat masih ada sekitar 36,5 persen rumah tinggal yang tidak memiliki
akses terhadap sanitasi. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Tabel 2.44
Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah rumah tinggal berakses 32.938 44.918 44.967 50.390 53.994
sanitasi
2. Jumlah rumah tinggal 80.162 92.768 92.141 84.967 84.967
3. Persentase 41,01 48,42 44,82 59,31 63.54
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, 2013

4. Perumahan
Informasi tentang perumahan menjadi penting untuk melihat
sejauhmana masyarakat telah menikmati rumah. Dengan melihat kondisi
rumah, dapat dijadikan sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat
sosial masyarakat dan keberhasilan pembangunan dibidang perumahan.
Penyediaan perumahan di Kabupaten Polewali Mandar masih didominasi oleh
rumah milik sendiri. Penyediaan jaringan/instalasi listrik maupun air PDAM dari
tahun ke tahun pun terus meningkat. Untuk mengetaui indikator perumahan
tahun 2011-2013 pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.45
Indikator Perumahan Kabupaten Polewali Mandar, 2011-2013
TAHUN
No URAIAN SATUAN
2011 2012 2013
Status Kepemilikan
1. a. Rumah Milik Sendiri 91,41 89,08
- Persen
b. Rumah Dinas/Bebas sewa 8,59 10,92
Rumah Menurut Jenis Lantai
2.
a. Bukan Tanah 97,27 96,51 - Persen
b. Tanah 2,73 3,49
Rumah Menurut Jenis Dinding
a. Tembok 30,82 33,62
3. b. Kayu 52,82 46,95 - Persen
c. Bambu 5,51 4,35
d. lainnya 10,81 15,09
4. Jumlah Sambungan Rumah Tangga (PLN)
a. Analog 18.118 18.241 18.233 RT
b. Prabayar 3.193 4.427 5.523 RT
Jumlah 21.311 22.668 23.486 RT
Jumlah Sambungan Rumah Tangga
5. 9.206 10.317 11.723 RT
(PDAM)
6. Luas Permukiman Kumuh - - 41.49 Ha
7. Jumlah rumah tinggal layak huni 69.196 Ha
Jumlah Rumah Tinggal Tidak Layak
8. 24.111 23.009 22.427 Unit
Huni
Sumber Data : Berbagai Sumber (BPS, PLN, PDAM dan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kab. Polewali Mandar), 2014

56 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


5. Penataan Ruang
a. Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Ruang terbuka hijau berfungsi sebagai wadah bersosialisasi bagi
warga, tempat berkumpul, tempat evakuasi jika terjadi bencana alam, juga
sebagai tempat bermain bagi anak-anak yang semakin sulit bagi mereka
dapatkan terutama di wilayah perkotaan. Rasio ruang terbuka hijau pada
wilayah perkotaan di Kabupaten Polewali Mandar dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 2.46
Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah Perkotaan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No. Uraian 2009 2010 2011 2012 2013

1. Luas Ruang Terbuka Hijau (Ha) 104.043 104.43 104.25 104.57 107.85
2. Luas wilayah ber HPL/HGB (Ha) - - - - 360
3. Luas Wilayah - - - - 2.627
4. Rasio Ruang Terbuka Hijau - - - - 0.299
Sumber Data : Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kab. Polewali Mandar,. 2013

Grafik 2.17
Rasio Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, 2013

Sumber Data : Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kab. Polewali Mandar,. 2014

b. Rasio Bangunan Ber-IMB Per Satuan Bangunan


Jumlah bangunan di Kabupaten Polewali Mandar yang memiliki Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) masih sangat kecil. Dari total bangunan
sebanyak 88.921 unit, hanya 826 unit yang memiliki IMB, atau hanya 0,93
persen. Dengan kata lain, setiap 1.000 bangunan di Kabupaten Polewali
Mandar hanya sekitar 9 bangunan yang memiliki IMB. Jika dilihat berdasarkan
wilayah kecamatan, proporsi bangunan ber-IMB paling tinggi terdapat di
Kecamatan Polewali dan disusul Wonomulyo. Ini mudah dipahami karena
kedua wilayah tersebut merupakan wilayah perkotaan. Lebih jelasnya, dapat
dilihat pada tabel berikut:

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 57


Tabel 2.47
Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah Bangunan ber-IMB 315 358 793 577 826
2. Jumlah Bangunan 86.878 87.193 87.551 88.344 88.921
3. Proporsi Bangunan ber-IMB 0.36 0.41 0.9 0.65 0.93
Sumber Data : Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kab. Polewali Mandar, 2014

Tabel 2.48
Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2013
Jumlah Jumlah Bangunan Rasio Bangunan
No Kecamatan
Bangunan ber-IMB ber-No. IMB
1 Tinambung 4.729 6 0,13
2 Balanipa 5.071 2 0,04
3 Limboro 4.009 1 0,02
4 Tubbi Taramanu 4.149 - 0
5 Alu 2.706 - 0
6 Campalagian 11.473 2 0,02
7 Luyo 5.886 - 0
8 Wonomulyo 10.913 49 0,45
9 Mapilli 6.027 5 0,08
10 Tapango 5.025 4 0,08
11 Matakali 4.797 78 1,63
12 Polewali 12.139 646 5,32
13 Binuang 6.765 34 0,50
14 Anreapi 2.042 - 0
15 Matangnga 1.191 - 0
16 Bulo 1.990 - 0,93
Kab. Polewali 88.912 827 9,20
Mandar
Sumber Data : Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kab. Polewali Mandar, 2014

6. Perencanaan Pembangunan

Penyelarasan secara terpadu dokumen perencanaan pembangunan


nasional yaitu RPJM Nasional, RPJMD Sulawesi Barat dengan RPJMD Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2014-2019 untuk menyelesaikan permasalahan dan isu
strategis sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana diubah terakhir kali dengan Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah, perlu semakin ditingkatkan.
Pelaksanaan perencanaan lima tahunan RPJMD dijabarkan dalam RKPD
yang merupakan implementasi target tahunan RPJMD yang ditetapkan dengan
Peraturan Bupati setiap tahunnya. Selain dijabarkan dalam dokumen RKPD,

58 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


RPJMD juga dijabarkan ke dalam Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat
Daerah (Renstra SKPD). Ketersediaan dokumen perencanaan tersebut dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.49
Dokumen Perencanaan Pembangunan Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
Tahun
No Indikator
2010 2011 2012 2013
Tersedianya dokumen RPJPD
Tidak Tidak
1 Kabupaten Polewali Mandar yang Ada Ada
Ada Ada
telah ditetapkan dengan Perda
Tersedianya dokumen RPJMD yang
2 Ada Ada Ada Ada
telah ditetapkan dengan Perda
Tersedianya dokumen RKPD yang
3 Ada Ada Ada Ada
telah ditetapkan dengan Perkada
Persentase Renstra SKPD yang
4 35 35 100 100
Selaras dengan RPJMD, (%)
Persentase Renja SKPD yang Selaras
5 100 100 100 100
dengan RKPD, (%)
Sumber Data : Bappeda Kab. Polewali Mandar, 2014

7. Perhubungan

a. Jumlah Arus Penumpang Angkutan Umum


Jumlah penumpang angkutan umum di Kabupaten Polewali Mandar
terus meningkat dari tahun ke tahun selama periode 2009-2013. Pada tahun
2009, jumlah penumpang angkutan umum sebanyak 510.444 orang dan
kemudian meningkat menjadi 712.800 pada tahun 2013 atau meningkat hampir
40 persen. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa penduduk Kabupaten
Polewali Mandar memiliki tingkat mobilitas yang cukup tinggi. Mobilitas
penduduk d ilakukan dengan mengunakan kendaraan Bis dan Kapal Laut.
Penduduk di Kecamatan Wonomulyo dan Polewali memiliki tingkat mobilitas
yang paling tinggi. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik dan tabel
berikut :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 59


Grafik 2.18
Jumlah Penumpang Angkutan Umum Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013

Sumber Data: Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2014

b. Rasio Ijin Trayek


Ijin trayek angkutan umum jalan berdasarkan peraturan
perundangan yang berlaku dikelompokkan atas Angkutan trayek tetap dan
teratur dan angkutan tidak dalam trayek yang dikenal sebagai izin operasi. Dapat
dilihat rasio ijin trayek pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.50
Rasio Ijin Trayek Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No Uraian 2009 2010 2011 2012
1. Izin trayek perkotaan - - - -
2. Izin trayek perdesaan 667 819 - 304
3. Jumlah izin trayek - - - -
4. Jumlah penduduk 373.263 396.120 401.272 409.648
5. Rasio izin trayek - - - 0.0007
Sumber Data : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2013

60 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.51
Rasio Ijin Trayek Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2012
Jumlah Izin Trayek Total Jumlah Izin Rasio
No Kecamatan Jumlah Izin
Perkotaan Perdesaan Trayek
Penduduk Trayek
1 Tinambung 23.153 - 20 20 0.0009
2 Balanipa 24.583 - 20 20 0.0008
3 Limboro 17.272 - 15 15 0.0009
4 Tubbi Taramanu 19.067 - 16 16 0.0008
5 Allu 12.331 - 10 10 0.0008
6 Campalagian 53.926 - 34 34 0.0006
7 Luyo 27.795 - 21 21 0.0008
8 Wonomulyo 46.726 - 30 30 0.0006
9 Mapilli 27.767 - 21 21 0.0008
10 Tapango 22.421 - 19 19 0.0008
11 Matakali 22.141 - 19 19 0.0009
12 Polewali 57.095 - 36 36 0.0006
13 Binuang 31.450 - 22 22 0.0007
14 Anreapi 9.622 - 9 9 0.0009
15 Matangnga 5.232 - 5 5 0.0010
16 Bulo 9.067 - 7 7 0.0008
Kab. Polewali -
409.648 304 304 0.0007
Mandar
Sumber Data : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2013

c. Jumlah Uji Kir Angkutan Umum


Kir adalah uji kelayakan kendaraan bermotor roda empat, yang
gunanya untuk menilai apakah komponen-komponen kendaraan tersebut
masih layak untuk berada di jalanan. Jumlah kendaraan umum di Kabupaten
Polewali Mandar yang telah melakukan uji kir dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Tabel 2.52
Jumlah Uji Kir Angkutan Umum Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
2009 2010 2011 2012 2013
Angkutan
No Umum Jmlh Jmlh % Jmlh Jmlh % Jmlh Jmlh % Jmlh Jmlh % Jmlh Jmlh %
KIR KIR KIR KIR KIR

1. Mobil 915 501 0,5 954 483 0.5 962 354 0.4 963 210 0.2 1.200 176 0.1
Penumpang
2. Mobil Bus 1.240 386 0.3 1.629 407 0.2 1.785 308 0.2 2.010 205 0.1 5.040 166 0.0
3. Mobil 2.105 991 0.5 2.844 1.471 0.5 1.359 1.475 1.1 1.547 1.142 0.7 1.848 1.036 0.6
Barang
Jumlah 4.260 1.8798 0.4 5.427 2.361 0.4 4.106 2.137 2 4.520 1.557 1.1 8.088 1.378 0.7

Sumber Data : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2014

d. Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis


Tabel 2.53
Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No. Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah pelabuhan laut - - - - 1
2. Jumlah pelabuhan udara - - - - -
3. Jumlah terminal bis 1 2 2 2 2
Sumber Data : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2014

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 61


8. Lingkungan Hidup
a. Persentase Penanganan Sampah
Volume sampah di Kabupaten Polewali Mandar terus
menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010, jumlah
sampah sebesar 91 m3 dan meningkat menjadi 114 m3 pada tahun 2013.
Meskipun mengalami peningkatan volume, namun persentase sampah yang
mampu ditangani memperlihatkan tren meningkat. Pada tahun 2010, volume
sampah yang bisa ditangani kurang dari setengah, dan pada tahun 2013,
volume sampah yang bisa ditangani telah mencapai 89,47 persen. Namun
capaian ini juga mengisyaratkan bahwa masih ada sekitar 10 persen sampah
yang belum bisa ditangani. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 2.54
Jumlah Volume Sampah dan Produksi Sampah
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Uraian 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah volume produksi sampah (M3) 91 91 102 114
2. Jumlah sampah yang ditangani (M3) 45 45 90 102
3. Persentase sampah yang ditangani (%) 49,45 49,45 88,23 89.47
Sumber Data : Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kab. Polewali Mandar 2014

b. Rasio Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Per Satuan Penduduk


Jumlah tempat pembuangan sampah di Kabupaten Polewali
Mandar meningkat dari tahun ke tahun. Jika mengacu pada data lima tahun
lalu, tempat pembuangan sampah meningkat lebih dari dua kali lipat.
Peningkatan tempat pembuangan sampah telah berdampak terhadap
peningkatan daya tampung tempat pembuangan sampah dan volume sampah
yang juga meningkat lebih dari dua kali lipat. Meskipun demikian, volume
produksi sampah masih lebih besar dibandingkan dengan daya tampung
tempat pembuangan sampah. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 2.55
Jumlah TPA Sampah, Daya Tampung dan Volume Produksi Sampah
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Uraian 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah TPA Sampah (Unit) 6 9 10 14
2. Jumlah Daya Tampung TP A Sampah (M3) 36 54 84 84
3. Persentase sampah Sampah yang ditangani 91 91 102 114
Sumber Data : Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kab. Polewali Mandar, 2014

62 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


9. Pertanahan
Urusan pertanahan dilaksanakan untuk meningkatkan penataan
pertanahan dan tercapainya perumusan kebijakan dalam urusan pertanahan.
Indikator urusan pertanahan di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2009-2013
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.56
Jumlah Tanah yang Bersertifikat Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
Tahun
No Uraian Satuan
2009 2010 2011 2012 2013
1 Jumlah Tanah yang bersertifikat
(bangunan/gudang) per tahun
a. Hak Milik 6.808 6.820 8.075 9.792 6.409 Dokumen
b. Hak Guna 7 4 9 28 10 Dokumen
c. Hak Pakai 7 4 29 8 - Dokumen
2 Persentase konflik tanah yang
teridentifikasi dan melibatkan - 50 50 75 100 Persen
pemerintah daerah yang ditindaklanjuti
3 Persentase sertifikat proda yang terbit - 100 100 100 100 Persen
Sumber Data : - Bagian Pemerintahan Setda Kab. Polewali Mandar, 2014
- Kantor Pertanahan Kab. Polewali Mandar, 2014

10. Kependudukan dan Catatan Sipil


Pelayanan bidang kependudukan dan pencatatan sipil merupakan
salah satu sasaran utama dalam pembangunan. Keberadaan penduduk yang
merupakan salah satu modal utama pembangunan perlu mendapatkan
perhatian agar penerapan adminstrasi kependudukan berjalan sesuai dengan
amanat undang-undang yang berlaku.
Penerapan sistem informasi administrasi kependudukan seperti yang
tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan
dan Tata Cara Pendaftaran Pendudukan dan Pencatatan Sipil serta Peraturan
Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP Berbasis NIK Secara
Nasional, memerlukan koordinasi, fasilitasi dan pembinaan di bidang
kependudukan dan catatan sipil yang baik antara Pemerintah Pusat, Provinsi
dengan Kabupaten/Kota. Implementasi sistem informasi administrasi
kependudukan (SIAK) on line perlu mendapatkan dukungan dengan
peningkatan kapasitas SDM dalam rangka pengoperasiannya termasuk
pelatihan pemeliharaan peralatan jaringan SIAK on line.
Menurut catatan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, jumlah
penduduk Kabupaten Polewali Mandar tahun 2013 adalah 547.995 orang
dengan komposisi penduduk perempuan sebanyak 274.970 orang dan 273.025
orang laki-laki.
Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Polewali
Mandar yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil antara lain
pelayanan KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perkawinan, dan Akta
Perceraian. Pelayanan ini harus diberikan kepada semua masyarakat dan juga

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 63


ada beberapa jenis pelayanan yang telah mempunyai standar pelayanan minimal
(SPM) yang harus dicapai.
Tabel 2.57
Jumlah Penduduk Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
Tahun
No Jenis Data Satuan
2010 2011 2012 2013
1 Jumlah Penduduk 407.841 517.800 524.597 547.995 Jiwa
a. Laki-laki 195.544 257.677 261.843 273.025 Jiwa
Laki-laki 47.95 49.76 49.91 49.82 Persen
b. Perempuan 212.297 260.123 262.754 274.970 Jiwa
Perempuan 52.05 50.24 50.09 50.18 Persen
Persentase ketersediaan
2 50 70 80 100 Persen
data base kependudukan
3 Persentase enrolment KTP -e 0 8,6 86 91,2 Persen
Persentase kepemilikan
4 46,8 66,7 82,9 94,2 Persen
kartu keluarga
Persentase kepemilikan akta
5 56,2 64,4 72,9 79,4 Persen
kelahiran
Sumber Data : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Polewali Mandar, 2014

11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak


a. Partisipasi Perempuan di Lembaga Pemerintah
Secara umum, partisipasi perempuan di lembaga pemerintahan
Kabupaten Polewali Mandar cukup tinggi. Dari seluruh pegawai di
lingkungan pemerintahan Kabupaten Polewali, sekitar 30,34 persen
berjenis kelamin perempuan. Dengan kata lain, setiap tiga orang pegawai,
satu diantaranya perempuan. Tingkat partisipasi perempuan di lembaga
perempuan dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika diamati berdasarkan
jabatan, persentase perempuan yang menduduki jabatan eselon III dan IV
juga sudah menunjukkan angka yang cukup baik. Namun, untuk eselon II,
tingkat partisipasi perempuan masih relatif kecil, meski pada tahun 2013
mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Saat ini, persentase
perempuan yang menduduki eselon II hanya 9,37 persen, yang berarti
bahwa setiap 10 orang yang menduduki eselon II, hanya satu yang berjenis
kelamin perempuan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut :

64 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.58
Persentase Partisipasi Perempuan di Lembaga Pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No. Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Persentase perempuan jabatan eselon II 3.12 3.12 3.12 3.12 9.37
2. Persentase perempuan jabatan eselon III 22.3 18.86 20.12 23.27 24.52
3. Persentase perempuan jabatan eselon IV.a 29.4 24.81 27.42 31.90 28.57
4. Persentase perempuan jabatan eselon IV.b 34,9 15,96 28.93 30.63 34.47
5. Jumlah pekerja perempuan di lembaga pemerintah 3.346 3.655 3.751 3.695 3.639
7. Persentase pekerja perempuan di lembaga Pemerintah 25.6 17.89 23.37 29.18 30.43
Sumber Data : Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. Polewali Mandar, 2014

b. Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender


Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan indeks pencapaian
kemampuan dasar pembangunan manusia dengan memperhatikan
ketimpangan gender. IPG dapat digunakan untuk mengetahui kesenjangan
pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan. Selama tahun 2012 IPG
Kabupaten Polewali Mandar tercatat sebesar 61.17 persen naik 2 persen
dibanding IPG tahun 2009 sebesar 61.17 persen. Untuk lebih jelasnya, dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.59
Indeks Pembangunan Gender (IPG) Menurut Variabel Pembentuknya
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
Sumbangan
AHH AMH RLS
Tahun Pendapatan Perempuan IPG (%)
L P L P L P L P
2009 62.84 66.69 88.57 81.94 7.37 6.51 65.87 34.13 61.17
2010 63.12 66.96 89.18 82.99 7.4 6.53 64.37 35.62 62.25
2011 63.12 66.96 90.1 83 7.41 6.54 64.27 35.73 63.13
2012 63.38 67.24 90.11 83.32 7.42 6.69 63.83 36.17 63.75
Sumber Data : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2013

Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) merupakan indeks yang digunakan


untuk mengkaji lebih jauh peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan
politik. Dimensi dari IDG mencakup partisipasi berpolitik direpresentasikan dengan
keterwakilan perempuan dalam parlemen; partisipasi ekonomi dan pengembilan
keputusan direpresentasikan perempuan sebagai tenaga profesional, teknisi,
kepemimpinan dan ketatalaksanaan serta penguasaan sumber daya ekonomi yaitu
sumbangan perempuan dalam pendapatan kerja. Perkembangan IDG Kabupaten
Polewali Mandar dari dari tahun 2009 sebesar 58.74 persen mengalami
peningkatan sekitar 8 persen di tahun 2012 menjadi 67.16 persen. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 65


Tabel 2.60
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Menurut Variabel Pembentuknya
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012

Keterlibatan Perempuan Sumbangan


Tahun Perempuan di sebagai tenaga perempuan IDG (%)
Parlemen manager, dalam
profesional, teknis pendapatan kerja
2009 5.7 46.63 34.14 58.74
2010 15 44.4 35.63 65.19
2011 15 60.65 35.7 65.56
2012 15 51.92 36.17 67.16
Sumber Data : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2013

Grafik 2.19
Perkembangan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dengan
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012

Sumber Data : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2013

c. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)


Baik secara absolut maupun relatif, jumlah kasus Kekerasan Dalam
Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Polewali Mandar terus meningkat. Hal ini
disebabkan oleh tingkat kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus KDRT
semakin meningkat. Secara absolut, jumlah kasus KDRT meningkat lebih dari
tiga kali lipat selama periode 2009-2012, yaitu dari 7 kasus KDRT (2009) menjadi
23 kasus KDRT (2012). Secara relatif, rasio KDRT terhadap jumlah rumah tangga,
meningkat dari 0,009 (2009) menjadi 0,025 (2012). Rasio ini menunjukkan
bahwa terjadi satu kasus KDRT setiap 4.000 rumah tangga di Polewali Mandar.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

66 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.61
Rasio KDRT Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No. Uraian 2009 2010 2011 2012
1. Jumlah KDRT 7 19 24 23
2. Jumlah Rumah Tangga 80.162 87.943 89.092 92.895
3. Rasio KDRT terhadap Jumlah RT 0,009 0,022 0,027 , 25
0
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2013

d. Pengembangan Kabupaten Layak Anak


Kabupaten layak anak adalah kota/kabupaten yang menjamin hak
setiap anak sebagai warga negara. Sedangkan pengertian anak sendiri
adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih
dalam kandungan. Indikator Kabupaten Layak Anak berdasarkan Permeneg
PP dan PA No. 12 Tahun 2012 yang harus dipenuhi Kabupaten Polewali
Mandar sebagai berikut : (1) Kelembagaan; (2) Hak Sipil dan Kebebasan; (3)
Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif; (4) Kesehatan Dasar dan
kesejahteraan; (5) Pendidikan, Pemanfaatan waktu luang dan Kegiatan Seni;
dan (6) Perlindungan khusus. Sedangkan Prinsip kota layak anak, yaitu : (1)
non diskriminansi, (2) Kepentingan terbaik untuk anak, (3) Setiap anak
mempunyai hak hidup, (4) Mendengar dan menghormati pandangan anak.
Pengembangan Kabupaten layak anak di Kabupaten Polewali Mandar dalam
memenuhi indikator berdasarkan Permeneg PP dan PA No. 12 Tahun 2012
sudah 40 persen.

12.Keluarga Berencana (KB) Dan Keluarga Sejahtera (KS)


a. Rata-rata Jumlah Anak Per Keluarga
Jumlah rata-rata anak per keluarga yang ada di Kabupaten Polewali
Mandar adalah 1,5 anak per keluarga pada tahun 2011 dan mengalami
penurunan pada tahun 2013 menjadi 1,4 anak per keluarga. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.62
Rata-rata Jumlah Anak per Keluarga Kabupaten Polewali Mandar, 2011-2013
No. Uraian 2011 2012 2013
1. Jumlah anak 150.792 151.674 153.677
2. Jumlah keluarga 98.568 101.197 108.079
Rata-rata jumlah anak per 1,5 1,5 1,4
3 keluarga
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2014

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 67


b. Persentase Peserta KB Aktif
Jumlah pasangan usia subur di Kabupaten Polewali Mandar
cenderung meningkat selama tahun 2009-2013. Demikian pula jumlah peserta
KB aktif juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Namun persentase
peserta KB aktif berfluktuasi. Kadang meningkat dan kadang menurun. Hal ini
disebabkan karena terjadi drop atau ganti cara penggunaan alat kontrasepsi.
Pada tahun 2013, terjadi drop dari 84,64 persen di tahun 2012 menurun
menjadi 64,58persen. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Tabel 2.63
Persentase Peserta KB Aktif Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No. Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah Peserta KB Aktif 32.370 35.215 42.225 54.443 45.010
2. Jumlah pasangan usia subur 44.700 58.803 61.896 64.321 69.688
3. Persentase Peserta KB Aktif 72,45 59,89 68,22 84,64 64,58
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2014

c. Jumlah Tenaga Penyuluh KB


Secara keseluruhan, jumlah tenaga penyuluh KB di Kabupaten
Polewali Mandar menunjukkan peningkatan, dari 7 orang pada tahun 2009
menjadi 23 orang pada tahun 2010 sampai 2013. Jumlah Pengawas Penyuluh KB
(PPLKB)/Koordinator juga menunjukkan tren meningkat dari tidak ada tahun
2009 meningkat menjadi 15 orang tahun 2010 sampai 2013. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.64
Jumlah Tenaga Penyuluh KB Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. PPLKB/Koordinator 0 15 15 15 15
2. PKB/PLKB 7 8 8 8 8
Jumlah 7 23 23 23 23
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2014

68 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.65
Jumlah Tenaga Penyuluh KB Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2013
No Kecam atan Jumlah PPLKB/Koordinator Jumla h PKB/PLKB
1 Tinambung 1 1
2 Balanipa 1 1
3 Limbo ro 1 1
4 Tubbi Taramanu 1 0
5 Allu 1 0
6 Campalagian 1 1
7 Luyo 1 0
8 Wonomul yo 1 0
9 Mapilli 1 1
10 Tapan go 1 0
11 Matakali 1 0
12 Polewali 1 0
13 Binuang 1 1
14 Anreapi 1 1
15 Matangn ga 0 0
16 Bulo 1 1
Kab. Polewali Mandar 15 8
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2014

d. Jumlah Klinik KB
Klinik KB adalah fasilitas yang mampu dan berwenang memberikan
pelayanan kontrasepsi, berlokasi dan terintegrasi di fasilitas pelayanan
kesehatan dasar atau Rumah Sakit dikelola oleh pemerintah termasuk TNI dan
Polri maupun swasta dan lembaga swadaya organisasi masyarakat (LSOM) serta
telah terdaftar di dalam data K/O/KB. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 69


Tabel 2.66
Jumlah Klinik KB Pemerintah dan Swasta Menurut Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2013
No Kecamatan Pemerintah Swasta Jumlah
1 Tinambung 1 0 1
2 Balanipa 1 0 1
3 Limboro 1 0
4 Tubbi Taramanu 1 0 1
5 Alu 1 0 1
6 Campalagian 2 0
7 Luyo 1 0
8 Wonomulyo 2 0
9 Mapilli 1 0 1
10 Tapango 1 0
11 Matakali 1 0
12 Polewali 5 2 7
13 Binuang 2 0 2
14 Anreapi 1 0 1
15 Matangnga 1 0 1
16 Bulo 1 0 1
Kab. Polewali Mandar 23 2
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2014

e. Persentase Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I


Tahapan Keluarga Pra Sejahtera adalah keluarga yang tidak memenuhi
salah satu dari 6 (enam) indikator Keluarga Sejahtera I (KS I) atau indikator
kebutuhan dasar keluarga (basic needs). Indikator tahapan KS I atau indikator
kebutuhan dasar keluarga (basic needs), yaitu : (1) Pada umumnya anggota
keluarga makan dua kali sehari atau lebih, (2) Anggota keluarga memiliki pakaian
yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian, (3) Rumah yang
ditempati keluarga mempunyai atap, lantai dan dinding yang baik, (4) Bila ada
anggota keluarga sakit dibawa ke sarana kesehatan, (5) Bila pasangan usia subur
ingin ber-KB pergi ke sarana pelayanan kontrasepsi dan (6) Semua anak umur 7
15 tahun dalam keluarga bersekolah. Tahapan Keluarga Sejahtera I (KS I) adalah
keluarga mampu memenuhi 6 (enam indikator tahapan KS I, tetapi tidak mampu
memenuhi salah satu dari 8 (delapan) indikator KS II atau indikator kebutuhan
psikologis (psychological needs) keluarga. Indikator Keluarga Sejahtera II (KS II)
atau indikator kebutuhan psikologis (psychological needs) keluarga, yaitu : (1)
Pada umumnya anggota keluarga melaksanakan ibadah sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing, (2) Paling kurang sekali seminggu seluruh
anggota keluarga makan daging/ikan/telur, (3) Seluruh anggota keluarga
memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru dalam setahun, (4) Luas lantai
rumah paling kurang 8 m untuk setiap penghuni rumah, (5) Tiga bulan terakhir

70 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


keluarga dalam keadaan sehat sehingga dapat melaksanakan tugas/fungsi
masing-masing, (6) Ada seorang atau lebih anggota keluarga yang bekerja untuk
memperoleh penghasilan, (7) Seluruh anggota keluarga umur 10 60 tahun bisa
baca tulisan latin, (8) Pasangan usia subur dengan anak dua atau lebih
menggunakan alat/obat kontrasepsi. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel 2.67
Persentase Keluarga Pra Sejahtera (Pra-S) Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Uraian 2010 2011 2012 2013
1. Pra-S 23,113 18,617 18,213 19,795
2.
Jumlah 25,38 18,89 17,99 18,32
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2014

Tabel 2.68
Persentase Keluarga Sejahtera I (KS I) Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Uraian 2010 2011 2012 2013
1. KS I 25,682 26,010 26,834 28,535
2. Jumlah Keluarga 91,058 98,568 101,197 108,079
Jumlah 28,20 26,39 26,54 26,40
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2014

Tabel 2.69
Jumlah Keluarga Pra Sejahtera (Pra-S) dan Keluarga Sejahtera I (KS I)
Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2013
No Kecamatan Pra-S KS I Jumlah
1 Tinambung 1,880 1,650 3,530
2 Balanipa 2,356 2,221 4,577
3 Limboro 2,149 1,497 3,646
4 Tubbi Taramanu 634 1,549 2,183
5 Allu 1,239 1,622 2,861
6 Campalagian 1,861 3,178 5,039
7 Luyo 615 2,670 3,285
8 Wonomulyo 2,432 2,783 5,215
9 Mapilli 143 2,510 2,653
10 Tapango 2,471 1,871 4,342
11 Matakali 560 880 1,440
12 Polewali 1,551 1,821 3,372
13 Binuang 380 1,207 1,587
14 Anreapi 641 954 1,595
15 Matangnga 837 241 1,078
16 Bulo 46 1,881 1,927
Kab. Polewali Mandar 19,795 28,535 48,330
Sumber Data : BKKB dan Pemberdayaan Perempuan Kab. Polewali Mandar, 2014

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 71


13. Sosial
Usaha pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
meliputi berbagai bidang. Di bidang sosial, pemerintah dan lembaga swasta
melakukan aktifitas-aktifitas sosial diantaranya dengan memberikan santunan
kepada korban bencana alam, dan memberikan kursus keterampilan bagi
penduduk usia produktif yang masih menganggur maupun kepada penduduk
yang mengalami cacat fisik agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Permasalahan sosial di Kabupaten Polewali Mandar sampai dengan
tahun 2013 masih menunjukkan angka yang cukup tinggi, khususnya pada
masalah sosial penyandang cacat, lanjut usia terlantar, anak terlantar.
Dari data permasalahan yang ditangani oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja
dan Transmigrasi Kabupaten Polewali Mandar diperlukan fokus dan prioritas
dalam penanganan masalah sosial serta prioritas penganggaran.
Tabel 2.70
Penduduk Rawan Sosial Kabupaten Polewali Mandar, 2013
No Uraian Tahun 2013

1 Anak balita terlantar 45


2 Anak terlantar 176
3 Anak nakal/anak berhadapan 7
dengan hukum
4 Anak jalanan 2
5 Anak dengan kedisabilan 16
6 Lanjut usia terlantar 2.145
7 Tuna susila 1
8 Penderita NAPZA 5
9 Korban bencana alam 245
10 Orang dengan HIV/AIDS 5
11 Gepeng 1
Sumber Data : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Polewali Mandar, 2014

14. Ketenagakerjaan
a. Angkatan Kerja
Pada tahun 2012, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Polewali
Mandar sebanyak 274.898 orang atau 66,79 persen dari total penduduk.
Sekitar 68,39 persen dari jumlah penduduk usia kerja merupakan angkatan
kerja, dan sisanya, 31,61 persen bukan angkatan kerja. Jumlah angkatan
kerja laki-laki lebih besar dari perempuan. Bahkan hampir setengah dari
seluruh perempuan usia kerja memutuskan untuk tidak bekerja atau
mencari pekerjaan. Dari seluruh angkatan kerja tersebut, 97,82 persen
bekerja dan selebihnya menganggur. Sedangkan dari seluruh bukan
angkatan kerja, sebagian besar (79,60 persen) mengurus rumah tangga,

72 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


dan selebihnya sekolah dan lainnya. Lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel
di bawah ini :
Tabel 2.71
Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Dirinci Menurut Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja
Serta Jenis Kelamin Kabupaten Polewali Mandar, 2012
No Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah
1 ANGKATAN KERJA 86,11 52,39 68,39
a. Bekerja 84,10 51,37 66,90
b. Pengangguran 2,01 1,02 1,49
2 BUKAN ANGKATAN KERJA 13,89 47.61 31,61
a. Sekolah 0.60 0.96 0,79
b. Mengurus RT 6.79 41,74 25,16
c. Lainnya 6.50 4,91 5,66
3. TPAK (tingkat partisipasi angkatan kerja) 86,11 52,39 68,39
4. TPT (tingkat pengangguran terbuka) 2,33 1,95 2,18
Sumber Data : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Polewali Mandar, 2013

Berdasarkan tabel di atas, penduduk usia 15 tahun ke atas menurut


angkatan kerja dan bukan angkatan kerja berdasarkan jenis kelamin bahwa dari
68,39 persen angkatan kerja terdapat 66,90 persen yang bekerja dan 1,49 persen
yang masih menganggur. Dari 66,90 persen angkatan kerja yang bekerja tersebut
berdasarkan data tahun 2010 s/d 2013 pada Tabel Jumlah Tenaga Kerja Indonesia
yang bekerja di Luar Negeri terdapat kontribusi jumlah masyarakat kita yang bekerja
di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yaitu pada tahun 2010 terdapat
375 orang TKI dan terus mengalami penurunan hingga tahun 2013 tersisa sekitar
199 orang. Tenaga Kerja Wanita mempunyai jumlah yang cukup besar dari total
jumlah Tenaga Kerja yang bekerja di luar negeri.
Tabel 2.72
Jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang Bekerja di Luar Negeri
Kabupaten Polewali Mandar, 2010 - 2013
Tenaga Kerja Indonesia 2010 2011 2012 2013
No yang Bekerja di Luar
Negeri LK PR LK PR LK PR LK PR
1 Jumlah TKI 27 348 69 279 43 107 49 150
Jumlah Total 375 348 150 199
Sumber Data : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Polewali Mandar, 2014

Saat ini, di Kabupaten Polewali Mandar juga telah berkembang Perusahaan


Penyalur Tenaga Kerja Indonesia Swasta yang disingkat PPTKIS. Jumlah PPTKIS
tersebut dari tahun 2010 hingga 2013 terus mengalami peningkatan dan saat tahun
2013 terdapat 17 perusahaan penyalur tenaga kerja.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 73


Tabel 2.73
Jumlah Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS)
Kabupaten Polewali Mandar, 2010 - 2013
Perusahaan Penyalur Tenaga
No. 2010 2011 2012 2013
Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS)
1 Jumlah PPTIKS 11 14 17 17
Jumlah 11 14 17 17
Sumber Data : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Polewali Mandar, 2014

b. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Kesempatan kerja (TKK)
Dalam lima tahun terakhir, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
di Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan tren meningkat. Angka TPAK
meningkat 64,03 persen pada tahun 2008 menjadi 72,10 persen pada tahun
2011, dan kemudian menurun menjadi 68,39 persen pada tahun 2012.
Kecenderungan ini secara umum menunjukkan semakin banyaknya proporsi
Angkatan Kerja di Kabupaten Polewali Mandar yang memilih untuk bekerja atau
mencari pekerjaan. Peningkatan TPAK ini seiring dengan semakin
berkembangnya perekonomian Kabupaten Polewali Mandar dalam beberapa
tahun terakhir. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Grafik 2.20
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Tingkat Kesempatan Kerja
Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

c. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)


Sejak tahun 2009, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT di Kabupaten
Polewali Mandar menurun secara konsisten. TPT pada tahun 2009 sebesar 6,23
persen dan kemudian menurun tajam menjadi 2,18 persen pada tahun 2012.
Angka ini menunjukkan bahwa dari seluruh Angkatan Kerja di Kabupaten
Polewali Mandar, hanya 2,18 persen yang tidak bekerja atau belum
memperoleh pekerjaan (menganggur). Penurunan ini menjadi tampak
istimewa karena berlangsung di tengah meningkatnya TPAK. Pertumbuhan

74 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


ekonomi yang cukup kuat (di atas 9,5 persen per tahun) tampaknya
berkontribusi terhadap penurunan TPT dan peningkatan TPAK. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Grafik 2.21
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

Trend penurunan tingkat pengangguran terbuka tahun 2008-2012


sebagaimana ditampilkan pada grafik di atas, sejalan dengan trend penurunan
jumlah pencari kerja dan jumlah pencari kerja yang diserap lapangan kerja dari
tahun 2010-2013. Daya serap lapangan pekerjaan dari tahun ke tahun terlihat cukup
menggembirakan hal ini disebabkan semakin terbuka dan terciptanya lapangan
kerja baru, pencari kerja khususnya perempuan dari tahun ketahun terus
mengalami peningkatan dibandingkan dengan laki-laki. Pada tahun 2013 saja
jumlah pencari kerja perempuan sebanyak 1.129 orang sedangkan laki-laki hanya
877 orang.
Tabel 2.74
Jumlah Pencari Keja yang terdaftar dan Terserap Lapangan Kerja
Kabupaten Polewali Mandar, 2010 - 2013
2010 2011 2012 2013
No Pencari Kerja LK PR LK PR LK PR LK PR
1 Jumlah Pencari Kerja
Terdaftar 2.693 3.181 1.480 1.711 715 571 877 1.129
2 Jumlah Pencari Kerja
27 348 69 279 43 107 61 162
yang terserap
Sumber Data : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Polewali Mandar, 2014

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 75


15. Penanaman Modal
Dalam rangka mengoptimalkan potensi perekonomian daerah, maka
Kabupaten Polewali Mandar masih memerlukan aliran penanaman modal baik
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Dengan keanekaragaman sumber daya yang ada di Kabupaten
Polewali Mandar, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berupaya
menawarkan kepada para investor untuk menanamkan modalnya di Polewali
Mandar yakni untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi yang ada
untuk kesejahteraan masyarakat dan pemilik modal.
Jenis dan jumlah izin yang dilayani oleh Dinas Pendapatan dan
Perizinan selama tahun 2010-2013 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.75
Jenis dan Jumlah Izin yang Dilayani Oleh Dinas Pendapatan dan Perizinan
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
Tahun
No Jenis Izin
2010 2011 2012 2013
1 SITU/HO/Izin gangguan 801 739 758 759
2 SIUP 557 572 772 781
a. SIUP Mikro 264 258 325 341
b. SIUP Kecil 213 255 327 334
c. SIUP Menengah 57 39 86 66
d. Siup Besar 23 20 24 40
3 TDP 639 610 745 759
4 Izin Usaha Industri (IUI) 46 44 56 50
5 IUJK 0 69 78 58
6 Formulir IUJK
7 Izin Pemasangan Reklame 15 9 11 2
8 IMB 308 572 688 843
9 Kartu Pengawasan 706 0 0 294
10 Izin Praktek Dokter Umum 0 0 14 14
11 Izin Praktek Dokter Gigi 0 0 5 6
12 Izin Praktek Dokter Spesialis 0 0 6 2
13 Izin Praktek Bidan 0 0 3 1
14 Izin Praktek Perawat D3 (Asuhan
0 0 0 1
Keperawatan)
15 Izin Pendirian Apotek 0 0 0 6
16 Izin Usaha Sarana Pariwisata 18 18 17 25
Sumber Data : Dinas Pendapatan dan Perizinan Kab. Polewali Mandar, 2014

76 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


16. Kebudayaan
Penyelenggaraan festival seni dan budaya secara rutin di Kabupaten
Polewali Mandar serta pelestarian benda, situs dan kawasan cagar budaya
merupakan upaya pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk mengajak
masyarakatnya mengenal dan melestarikan kesenian dan kebudayaan
khususnya kebudayaan asli Polewali Mandar yang beragam.
Untuk mengetahui perkembangan kebudayaan di Kabupaten
Polewali Mandar dapat dilihat pada capaian kinerja urusan kebudayaan
sebagai berikut :
Tabel 2.76
Indikator Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
Tahun
No Jenis Data
2010 2011 2012 2013
1 Penyelenggaraan festival seni dan budaya 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali
Jumlah organisasi/kelompok
2 - - 22 Klp 25 Klp
kesenian/kebudayaan yang dibina
Persentase organisasi kesenian dan budaya
3 yang berperan aktif dalam pengembangan 100% 100% 100% 100%
seni dan budaya
Sumber Data : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Polewali Mandar, 2014

17. Kepemudaan dan Olah Raga


Pelaksanaan urusan kepemudaan dan keolahragaan di
Kabupaten Polewali Mandar didukung oleh beberapa program yaitu
pengembangan dan keserasian kebijakan pemuda, peningkatan peranserta
kepemudaan, peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan
kecakapan, pembinaan dan pemasyarakatan olahraga serta program
peningkatan sarana dan prasarana olahraga.
Pembinaan terhadap generasi muda dilakukan dengan
melakukan fasilitasi/pembinaan organisasi kepemudaan, pendidikan dan
pelatihan dasar kepemimpinan, pengembangan jiwa kewirausahaan dan
kemandirian bagi pemuda.
Tabel 2.77
Jumlah Karang Taruna Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
Kriteria
Tahun
Tumbuh Berkembang Maju Percontohan Jumlah
2010 14 2 - - 16
2011 12 2 4 - 18
2012 14 3 4 1 22
2013 12 4 5 3 24
Sumber Data : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Polewali Mandar, 2014

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 77


Untuk bidang olahraga, masyarakat Kabupaten Polewali Mandar
termasuk masyarakat yang dinamis dan gemar olahraga. Sampai dengan tahun
2013 organisasi/klub olahraga yang ada tercatat sebanyak 115 organisasi/klub,
dan jumlah kegiatan olahraga sebanyak 112 kegiatan.
18. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri
Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan kondisi
kehidupan masyarakat yang berwawasan kebangsaan, mempunyai kemauan
dan kesadaran untuk bernegara serta mengerti dan bersedia untuk
menggunakan hak politiknya. Berkenaan dengan hal tersebut, pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan
Masyarakat melakukan fasilitasi/ pembinaan terhadap organisasi politik dan
organisasi kemasyarakatan.
Tabel 2.78
Jumlah Partai Politik, Jumlah Pemilih, Jumlah Ormas dan Kegiatan Pembinaan Politik
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
Tahun
No Uraian Satuan
2009 2010 2011 2012 2013
1 Partai Politik
a. Jumlah Parpol di Daerah 42 42 42 42 42 Parpol
b. JumlahParpol Peserta Pemilu 40 40 40 40 40 Parpol
2 Jumlah Pemilih 267.685 - 280.707 - 298.683 Jiwa
a. Laki-laki 127.453 - 135.523 - 145.119 Jiwa
b. Perempuan 140.232 - 145.184 - 153.564 Jiwa
3 Persentase kasus perselisihan partai politik
0 100 100 100 100 Persen
yang terselesaikan
4 Jumlah Ormas terdaftar dan aktif 14 14 4 15 18
5 Jumlah kegiatan pembinaan politik di
- 1 1 1 1
daerah
Sumber Data : Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kab. Polewali Mandar, 2014

Rasio jumlah polisi pamong praja per 1.000 penduduk di Kabupaten


Polewali Mandar cenderung menurun selama periode 2009-2012, dimana rasio
tersebut menurun dari 0,38 persen pada tahun 2009 menjadi 0,34 persen pada
tahun 2012. Ini disebabkan oleh jumlah posisi pamong praja mengalami penurunan
secara absolut, dan pada saat yang sama jumlah penduduk terus bertambah. Pada
tahun 2012, jumlah polisi pamong praja sebanyak 140 orang, menurun dari 142
orang pada tahun 2009. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.79
Rasio Jumlah Polisi Pamong Praja Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No Uraian 2009 2010 2011
1. Jumlah polisi pamong praja 142 142 141
2. Jumlah penduduk 373,263 396,120 401,272 409,648
3. Rasio jumlah polisi pamong praja 0,38 0,35 0.35 0,34
per 1.000 penduduk
Sumber Data : Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Polewali Mandar, 2013

78 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


19. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
Pemerintahan daerah adalah pelaksanaan fungsi-fungsi
pemerintahan daerah yang dilakukan oleh lembaga pemerintah daerah yaitu
Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dalam
menjalankan roda pemerintahan, Pemerintah Daerah memiliki fungsi ganda
yaitu sebagai penyelenggara pemerintahan sekaligus sebagai penyelenggara
utama dalam pembangunan di daerah. Sebagai penyelenggara pemerintahan
di daerah berperan utama mengatur tatanan kehidpan bermasyarakat di
daerah dalam kerangka regulasi, sedangkan sebagai penyelenggara utama
dalam pembangunan daerah berperan sebagai pelaksana dan sebagai
penanggungjawab utama dalam keseluruhan proses pembangunan yang
dilaksanakan di daerah yaitu dalam kerangka investasi dan penyediaan barang
serta pelayanan publik.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam era persaingan
global yang menuntut efisiensi dan akurasi, pelayanan birokrasi yang cepat,
murah dan berorientasi pada kebutuhan serta kepuasan klien sudah menjadi
kebutuhan umum. Peningkatan pelayanan tersebut merupakan konsekuensi
penyelenggaraan desentralisasi sebagai salah satu asas mendasar dalam
sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah mensyaratkan pembagian
urusan pemerintahan antara pemerintah dengan pemerintahan daerah.
Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007
tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah dan
Pemerintahan Daerah, telah ditentukan urusan pemerintahan mana yang
menjadi kewenangan mutlak Pemerintah dan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah provinsi, dan pemerintahan daerah
kabupaten/kota.
Urusan pemerintahan terdiri dari urusan pemerintahan yang
sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah dan urusan pemerintahan
yang dikelola secara bersama antar tingkatan dan susunan pemerintahan atau
konkuren. Urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan
pemerintah adalah urusan dalam bidang politik luar negeri, pertanahan,
keamanan, moneter, dan fiskal nasional, yustisi, dan agama. Urusan
pemerintahan yang dapat dikelola secara bersama antar tingkatan dan
susunan pemerintahan atau konkuren adalah urusan-urusan pemerintahan
selain urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi urusan pemerintah,
sehingga dalam setiap bidang urusan pemerintahah yang bersifat konkuren
senantiasa terdapat bagian urusan yang menjadi kewenangan pemerintah,
pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota.
Urusan yang menjadi kewenangan daerah terdiri dari urusan wajib
dan urusan pilihan. Urusan pemerintahan wajib adalah urusan pemerintahan
yang wajib diselenggarakan oleh pemerintah daerah yang terkait dengan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 79


pelayanan dasar (basic services) bagi masyarakat, seperti pendidikan dasar,
kesehatan, lingkungan hidup, perhubungan, kependudukan dan sebagainya.
Penyelenggaraan urusan wajib harus berpedoman kepada Standar Pelayanan
Minimal (SPM) yang ditetapkan Pemerintah dan dilaksanakan secara
bertahap. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan
pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk
diselenggarakan yang terkait dengan upaya pengembangan potensi ungulan
(core competence) yang menjadi kekhususan daerah.
Pengelolaan keuangan daerah harus dilaksanakan secara transparan
mulai proses perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan anggaran. Selain itu
akuntabilitas dalam pertanggungjawaban publik dalam arti bahwa proses
perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan anggaran dapat dilaporkan dan
dipertanggugjawabkan kepada masyarakat. Dengan demikian diharapkan
akan dihasilkan pengelolaan keuangan daerah yang benar-benar
mencerminkan kepentingan dan pengharapan masyarakat secara ekonomis,
efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab.
Dalam pengelolaan keuangan daerah, ditetapkan dengan peraturan
perundangan baik berupa Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati
seperti terlihat pada tabel berikut :
Tabel 2.80
Jumlah Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah, 2011-2013
Tahun
No Uraian
2011 2012 2013
1 APBD : * Peraturan Daerah 3 4 3
* Peraturan Bupati 4 5 5
2 Pengelolaan Keuangan Daerah
Peraturan Daerah - - -
Peraturan Bupati 9 10 10
Sumber Data : Bagian Hukum dan Perundang-Undangan Setda Polewali Mandar, 2014

Dengan ditetapkannya paket reformasi birokrasi dibidang keuangan


Negara dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Keuangan Negara
serta untuk menciptakan Good Governance melalui Undang-Undang Nomor 1
Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-Undang Nomor 15 Tahun
2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara yang
Bebas KKN, maka diperlukan Sistem Pengendalian Intern dalam mengelola
keuangan Negara.
Selanjutnya terkait dengan pemeriksaan pengelolaan dan
pertanggungjawaban keuangan Negara, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor
15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban Pengelolaan
Keuangan Negara disebutkan dalam Pasal 12 bahwa dalam rangka pemeriksaan
keuangan dan/atau kinerja, pemeriksa melakukan pengujian dan penilaian atas
pelaksanaan sistem pengendalian intern pemerintah.

80 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Untuk menyelenggarakan pemerintahan, Kabupaten Polewali Mandar
didukung oleh pegawai sebanyak 6.915 orang PNS pada akhir tahun 2013, yang
tersebar pada seluruh SKPD. Adapun data jumlah PNS dari tahun 2008-2013
sebagaiman tersaji dalam grafik berikut :
Grafik 2.22
Jumlah PNS Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2013
7,500 7,217 7,041
7,176 6,915
7,000 6,752

6,500
6,065
6,000
5,500
5,000
2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber Data : Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. Polewali Mandar, 2014

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 9


Tahun 2009 Tanggal 29 Juli tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Bappeda
dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Polewali Mandar, jabatan struktural di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 836 jabatan, terdiri
dari eselon II = 31 jabatan, eselon III.a = 55 jabatan, eselon III.b = 97 jabatan, eselon
IV.a = 472 jabatan, eselon IV.b = 181 jabatan.
Tabel 2.81
Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Polewali Mandar Sebagai Pelaksana
Urusan Pemerintahan Daerah
No Urusan Pemerintahan SKPD Pelaksana
Urusan Wajib, Bidang :
1 Pendidikaan
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
2 Kepemudaan dan Olahraga
Dinas Kesehatan
3 Kesehatan
RSUD
Badan Lingkungan Hidup
4 Lingkungan Hidup
Dinas Tata Ruang dan Permukiman
5 Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum
6 Perumahan
Dinas Tata Ruang dan Permukiman
8 Penataan Ruang
7 Perencanaan Pembangunan
Bappeda
9 Statistik
Dinas Pendapatan dan Perizinan
10 Penanaman Modal Sekretariat Daerah
Bappeda
11 Koperasi dan UKM Dinas Koperasi, UMKM
12 Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
13 Ketenagakerjaan
Dinas Sosial,Tenaga Kerja dan Transmigrasi
14 Sosial

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 81


No Urusan Pemerintahan SKPD Pelaksana
BP4KKP
15 Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan
Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Pemberdayaan Perempuan dan
16
Perlindungan Anak Badan Koordinasi Keluarga Berencana dan
Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan
17
Keluarga Sejahtera
Pemberdayaan Masyarakat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
18
Desa Desa
19 Perhubungan
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
20 Komunikasi dan Informatika
21 Pertanahan Sekretariat Daerah
Sekretariat Daerah
Otonomi Daerah, Pemerintahan Dinas Pendapatan dan Perizinan
Umum, Administrasi Keuangan Inspektorat
22
Daerah, Perangkat Daerah, BKDD
Kepegawaian, dan Persandian Sekretariat DPRD
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kesatuan Bangsa dan Politik Kantor Kesbang dan Linmas
23
Dalam Negeri Satuan Polisi Pamong Praja
24 Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
25 Kearsipan
Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah
26 Perpustakaan
Urusan Pilihan, Bidang :
Dinas Pertanian dan Peternakan
1 Pertanian Dinas Kehutanan dan Perkebunan
BP4KKP
Dinas Kehutanan dan Perkebunan
2 Kehutanan
BP4KKP
Dinas Kelautan dan Perikanan
3 Kelautan dan Perikanan
BP4KKP
4 Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Pertambangan, Energi dan Mineral
5 Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
6 Industri
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
7 Perdagangan
8 Ketransmigrasian Dinas Sosial,Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Sumber Data : Bappeda Kab. Polewali Mandar, 2014, diolah

20. Ketahanan Pangan


Kualitas konsumsi pangan ditunjukkan dengan Skor Pola Pangan
Harapan (PPH) yang dipengaruhi oleh keragaman dan keseimbangan konsumsi
antar kelompok makanan. PPH biasanya digunakan untuk perencanaan
konsumsi, kebutuhan dan penyediaan pangan yang ideal di suatu wilayah.
Berdasarkan data pada periode tahun 2009-2012 Skor Pola Pangan Harapan
Kabupaten Polewali Mandar mengalami fluktuasi mulai dari 71,3 persen tahun
2009 mengalami penurunan tahun 2010 dan kembali meningkat secara
signifikan pada tahun 2011 sebesar 89,1 persen namun kembali mengalami
penurun pada tahun 2012 sebesar 3 point menjadi 86,0 persen. Berkenaan

82 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


dengan hal tersebut, sehingga penganekaragaman pangan menjadi salah satu
pilar utama untuk mewujudkan ketahanan pangan menuju kemandirian dan
kedaulatan pangan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel-tabel di
bawah ini :
Tabel 2. 82
Skor Pola Pangan Harapan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
Skor Pola Pangan Harapan
No. Kelompok Pangan
2009 2010 2011 2012
1 Padi -padian 25 25 25 25
2 Umbi -umbian 2,5 2,5 2,5 2,5
3 Pangan hewani 24 14,9 18 16
4 Minyak dan Lemak 5 5 5 5
5 Buah/biji berminyak 1 1 1 1
6 Kacang -kacangan 1,5 0,5 5,1 4,0
7 Gula 2,5 2,5 2,5 2,5
8 Sayur dan Buah 9,8 15 30 30
Total 71,3 66,4 89,1 86,0
Sumber Data : BP4KKP Kab. Polewali Mandar, 2013

Tabel 2. 83
Status Kewaspadaan Gizi dan Pangan Per Kecamatan
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
Status Kewaspadaan Gizi dan Pangan
No. Kecamatan
2009 2010 2011 2012
1 Tinambung Waspada Waspada Rawan Rawan
2 Balanipa Rawan Rawan Rawan Rawan
3 Limboro Rawan Rawan Rawan Rawan
4 Tubbi Taramanu Rawan Waspada Rawan Rawan
5 Alu Rawan Rawan Rawan Rawan
6 Campalagian Waspada Waspada Aman Aman
7 Luyo Waspada Rawan Rawan Rawan
8 Wonomulyo Waspada Waspada Aman Aman
9 Mapilli Waspada Rawan Rawan Aman
10 Tapango Aman Aman Rawan Rawan
11 Matakali Aman Waspada Aman Aman
12 Polewali Aman Aman Aman Aman
13 Binuang Waspada Aman Aman Aman
14 Anreapi Waspada Aman Rawan Rawan
15 Matangnga Waspada Waspada Rawan Rawan
16 Bulo Waspada Waspada Rawan Rawan
Sumber Data : BP4KKP Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 83


Berdasarkan data yang diolah oleh Badan Penyuluhan Pertanian,
Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP)
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2013 dengan menggunakan 3 (tiga) aspek
indikator utama ketahanan pangan yaitu ketersediaan pangan, akses terhadap
pangan dan pemanfaatan pangan, dapat disimpulkan bahwa dalam kurun
waktu tahun 2009 s/d 2012 Kecamatan Balanipa dan Limboro status
kewaspadaan Gizi dan Pangan masuk dalam kategori rawan, dan hanya
Kecamatan Polewali yang masuk dalam kategori Aman dan khusus tahun
2011 s/d 2012, terdapat 11 (sebelas) kecamatan yang terkategori rawan.

21. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM)


Jumlah koperasi di Polewali Mandar mengalami peningkatan dalam
lima tahun terakhir. Pada tahun 2009, jumlah koperasi sebanyak 238 unit dan
kemudian meningkat menjadi 291 unit pada tahun 2013. Namun tidak semua
koperasi dalam keadaan aktif dan memperoleh pembinaan dari pemerintah
daerah. Pada tahun 2012, pemerintah daerah menargetkan jumlah koperasi
aktif sebesar 60 persen dari seluruh koperasi yang ada. Target tersebut dapat
dilewati dengan capaian kinerja sebesar 74 persen. Angka ini terus membaik
pada tahun 2013, dimana persentase koperasi aktif sudah mencapai 78,69
persen. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.84
Persentase Koperasi Aktif Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1 Jumlah koperasi aktif 151 156 176 203 229
2 Jumlah koperasi 238 236 256 274 291
3 Persentase koperasi aktif 63,44 66,10 68.75 74.09 78.69
Sumber Data : Dinas Koperasi, UMKM Kab. Polewali Mandar, 2014

Berdasarkan dara perkembangan jumlah koperasi dan prosentase


koperasi aktif, pada tahun 2013 dari 291 Koperasi terdapat 61 Koperasi
diantaranya bergerak di sektor riil atau sekitar 21 persen terdiri dari koperasi
sektor Pertanian, Sektor perkebunan, sektor perikanan, sektor kehutanan dan
sektor industri. Dari 61 Koperasi sektor riil tersebut 74 persen masih aktif dan
26 persen sisanya terkategori sebagai koperasi yang tidak aktif yang dapat
dilihat pada tabel berikut ini :

84 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.85
Persentase Aktif Koperasi Sektor Riil Kabupaten Polewali Mandar (Persen), 2013
No Uraian Aktir Tidak Aktif
Koperasi Sektor Riil
1 Pertanian 11 2
2 Perkebunan 20 8
3 Peternakan 3 -
4 Perikanan 6 3
5 Kehutanan 1 -
6 Industri 4 2
Persentase 74 26
Sumber Data : Dinas Koperasi, UMKM Kab. Polewali Mandar, 2014

22. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa


Dalam upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat, lebih
dititikberatkan pada aspek pengembangan kemampuan dan kemandirian
masyarakat dalam pembangunan melalui penguatan kapasitas
pengembangan lembaga masyarakat dan pengembangan pola pembangunan
partisipatif, pemantapan nilai-nilai sosial dasar bagi masyarakat,
pengembangan usaha ekonomi produktif, pengembangan partisipatif
masyarakat dalam pengelolaaan sumber daya alam dan pelestarian
lingkungan hidup dengan mendayagunakan teknologi tepat guna.
Penyelenggaraan urusan pemberdayaan masyarakat dan desa di
Kabupaten Polewali Mandar digambarkan oleh capaian indikator kinerja
urusan pemberdayaan masyarakat dan desa sebagai berikut :

Tabel 2.86
Indikator Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Uraian 2010 2011 2012 2013
Jumlah desa/kelurahan yang
1 difasilitasi penataan dan 10 Desa 20 Desa 40 Desa 64 Desa
pemgembangan kemasyarakatan
Persentase lembaga pemberdayaan 10
2 20 Persen 30 Persen 80 Persen
masyarakat yang aktif Persen
Jumlah bahan peralatan/hasil expo 10 15 20 25
3
Teknologi Tepat Guna (TTG) Peralatan Peralatan Peralatan Peralatan
4 Jumlah BUMDES - - - 3 Unit
Sumber Data : BPMPD Kab. Polewali Mandar, 2014

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 85


23. Statistik
Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997
tentang Statistik, BPS menangani urusan statistik dasar dan statistik khusus,
sedangkan statistik sektoral menjadi tanggungjawab instansi pemerintah di
daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya secara mandiri. Dalam pelaksanaan
urusan statistik, program yang dilaksanakan adalah Program Pengembangan
Data/ Informasi/ Statistik Daerah.
Penyelenggaraan urusan statistik di Kabupaten Polewali Mandar
digambarkan oleh capaian indikator kinerja urusan statistik sebagai berikut :
Tabel. 2.87
Indikator Statistik Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Uraian 2010 2011 2012 2013
Ketersediaan Buku Daerah Dalam Angka
1 Ada Ada Ada Ada
(DDA)
Ketersediaan Buku Produk Domestik
2 Ada Ada Ada Ada
Regional Bruto (PDRB)
Ketersediaan Buku Indeks Pembangunan
3 Ada Ada Ada Ada
Manusia (IPM)
Ketersediaan Buku Indeks Kesejahteraan
4 Ada Ada Ada Ada
Rakyat (Inkesra)
Ketersediaan Buku Indeks Kemahalan
5 Ada Ada Ada Ada
Konstruksi (IKK)
Sumber Data : Bappeda Kab. Polewali Mandar, 2014

Beberapa persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan urusan


statistik adalah sebagai berikut :
1. Urusan statistik masih memiliki persoalan terkait dengan validasi data.
Karena ditangani secara bersama antara BPS, SKPD di daerah dan instansi
serta lembaga terkait lainnya, sering terjadi perbedaan angka atau data. Hal
ini berakibat timbulnya kesulitan dalam pertanggungjawaban produk data.
2. Data statistik yang bersifat dinamis menyebabkan penentuan data akhir
masih sulit dilakukan secara cepat, tepat dan akurat.
3. Munculnya berbagai versi data statistik yang diakibatkan oleh tuntutan
peraturan perundang-undangan yang sering tumpang tindih antara
peraturan perundang-undangan yang satu dengan yang lain, yang
mengakibatkan kesulitan bagi SKPD/Instansi/Lembaga terkait
penanggungjawab data dalam penyediaannya.
24. Kearsipan
Pelaksanaan urusan kearsipan di Kabupaten Polewali Mandar
dilaksanakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah dengan jumlah SDM
dan sarana prasarana masih terbatas. Untuk mengetahui capaian kinerja
urusan kearsipan di Kabupaten Polewali Mandar dapat dilihat pada tabel
berikut :

86 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.88
Indikator Kearsipan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
Tahun Satuan
No Jenis Data
2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah lembaga pencipta arsip yang
25 16 7 6 3 Instansi
telah menyerahkan arsip inaktif ke LKD
2. Jumlah pengunjung yang
memanfaatkan layanan arsip (informasi, 8 10 13 17 20 Orang
jasa, rujukan)
3. Jumlah SDM pengelola arsip di LKD 10 8 7 6 6 Orang
4. Box Arsip 941 957 964 970 973 Unit
Sumber Data : Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab. Polewali Mandar, 2014

25. Komunikasi dan Informatika


a. Jumlah Jaringan Komunikasi
Sejak tahun 2009, jaringan telepon di Kabupaten Polewali Mandar
tidak mengalami perubahan signifikan. Selama periode 2009-2013, jumlah
jaringan telepon stasioner tidak bertambah, sedangkan jumlah jaringan
telepon seluler hanya bertambah satu unit. Sampai dengan tahun 2013,
total jaringan telepon sebanyak tujuh unit, yang terdiri atas 6 unit jaringan
telepon seluler dan 1 unit jaringan telepon stasioner. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.89
Jaringan Komunikasi Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No. Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah jaringan telepon seluler 5 5 6 6 6
Jumlah jaringan telepon
2. stasioner 1 1 1 1 1
3. Total jaringan komunikasi 6 6 7 7 7
Sumber Data : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2014

b. Jumlah Surat Kabar Nasional/Lokal


Jumlah surat kabar (koran) yang beredar di Kabupaten Polewali
Mandar sebanyak 10 jenis, dimana lima jenis merupakan koran terbitan
nasional dan lima jenis lainnya merupakan koran terbitan lokal. Jenis koran
terbitan nasional yang beradar di Kabupaten Polewali Mandar, antara lain,
Harian Kompas, Harian Seputar Indonesa, Harian Fajar, Harian Pedoman
Rakyat, Harian Tribun Timur . Sedangkan koran terbitan lokal yang beredar
di Kabupaten Polewali Mandar, antara lain, Harian Radar Sulbar, Harian
Polewali Pos, Harian Sulbar Ekspress, Harian Sandeq Pos, Harian Pare Pos.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut:

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 87


Tabel 2.90
Jumlah Surat Kabar Nasional/Lokal Kabupaten Polewali Mandar, 2009 dan 2013
No Uraian 2009 2013
1. Jumlah jenis surat kabar terbitan nasional 5 5
2. Jumlah jenis surat kabar terbitan lokal 5 5
3. Total jenis surat kabar 10 10
Sumber Data : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2014

c. Jumlah penyiaran radio/ TV lokal


Jumlah penyiaran radio dan televisi di Kabupaten Polewali
Mandar meningkat dari 13 unit pada tahun 2009 menjadi 16 unit pada tahun
2013. Peningkatan jumlah tersebut dikontribusi oleh pertambahan jumlah
penyiaran televisi nasional. Sedangkan jumlah penyiaran radio, baik lokal
maupun nasional, tidak bertambah dalam lima tahun terakhir. Di Kabupaten
Polewali Mandar juga belum ada televisi lokal yang beroperasi. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.91
Jumlah Penyiaran Radio/TV Lokal Kabupaten Polewali Mandar, 2009 dan 2013
No. Uraian 2009 2013
1. Jumlah pe nyia ran radio lokal 2 2
2. Jumlah pe nyia ran radio nasional 1 1
3. Jumlah pe nyia ran TV lokal 0 0
4. Jumlah pe nyia ran TV nasional 10 13
5. Total pe nyia ran radio/TV lokal 13 16
Sumber Data : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2013

26. Perpustakaan
a. Jumlah perpustakaan
Jumlah perpustakaan, termasuk perpustakaan sekolah, di
Kabupaten Polewali Mandar meningkat pesat dalam lima tahun terakhir.
Mengacu pada data tahun 2009, jumlah perpustakaan meningkat hampir 15
kali lipat hingga tahun 2013. Jumlah perpustakaan pada tahun 2013 telah
mencapai 108 unit, dimana 103 diantaranya merupakan milik pemerintah
daerah dan 5 unit merupakan milik non pemerintah (perpustakaan
Perguruan Tinggi dan sekolah swasta). Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
pada tabel berikut ini :

88 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.92
Jumlah Perpustakaan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No. Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah Perpustakaan milik Pemerintah 7 60 78 93 103
Daerah (pemda)
2. Jumlah Perpustakaan milik non pemda - - - - 5
3. Total Perpustakaan (1+2) 7 60 78 93 108
Sumber Data : Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab. Polewali Mandar, 2014

b. Jumlah Pengunjung Perpustakaan Per Tahun


Sering dengan peningkatan jumlah perpustakaan, jumlah
pengunjung perpustakaan juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah pengunjung meningkat sembilan kali
lipat, dari 3.186 orang (2009) menjadi 28.800 orang (2013). Peningkatan
jumlah pengunjung paling tajam terjadi pada tahun 2011. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.93
Jumlah Pengunjung Perpustakaan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No. Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
Jumlah pengunjung perpustakaan
1. 3.186 4.058 12.985 19.390 28.800
milik pemerintah daerah (pemda)
Jumlah pengunjung perpustakaan
2. - - - - -
milik non pemda
3. Total pengunjung Perpustakaan 3.186 4.058 12.985 19.390 28.800
Sumber Data : Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab. Polewali Mandar, 2014

2.3.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan


1. Pertanian
a. Tanaman Pangan
Secara umum, volume produksi tanaman pangan khususnya padi
dan palawija di Kabupaten Polewali Mandar selama tahun 2009-2012
menunjukkan tren positif. Komoditas kacang kedelei menunjukkan
peningkatan paling signifikan, yaitu meningkat hampir lima kali lipat dari
2009 hingga 2012. Peningkatan ini dikontribusi oleh pertambahan luas
areal sebesar dua kali lipat pada periode yang sama. Beberapa komoditas
menunjukkan penurunan luas areal, seperti padi ladang dan jagung,
namun tetap menunjukkan peningkatan produktivitas. Ubi jalar
merupakan satu-satunya komoditas tanaman pangan yang menunjukkan
penurunan tingkat produktivitas. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada
tabel berikut ini :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 89


Tabel 2.94
Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No. Jenis Tanaman 2009 2010 2011 2012
1. Padi Sawah
Produksi (Ton) 190.678 219.571 209.986 209.506
Produktivitas (Kw/Ha) 70,1 69,9 70,0 70,7
2. Padi Ladang
Produksi (Ton) 5.228 5.521 12.164 5.954
Produktivitas (Kw/Ha) 24,0 35,2 35,0 33,4
3. Jagung
Produksi (Ton) 4.560 4.707 11.789 4.825
Produktivitas (Ton) 30,2 43,7 43,5 42,0
4. Kacang Kedelai
Produksi (Ton) 328,34 6,6 1.945,88 1.509,29
Produktivitas (Kw/Ha) 21,6 22,0 37,3 48,1
5. Ubi Jalar
Produksi (Ton) 1.173 792 844 1.233,47
Produktivitas (Kw/Ha) 87,5 90,0 89,8 85,1
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

b. Infrastruktur Pertanian
Berdasarkan data luas lahan persawahan di Kabupaten Polewali
Mandar tahun 2009-2012 mengalami fluktuasi, tahun 2009 tercatat lahan
persawahan seluas 27.191 Ha mengalami peningkatan pada tahun 2010 seluas
31.396 Ha, namun pada tahun 2011-2012 terus mengalami penurunan hingga
mencapai 29.614 Ha tetapi masih diatas luas lahan persewahan tahun 2009.
Salah satu hal yang mempengaruhi berkurangnya lahan pertanian adalah alih
fungsi lahan persawahan menjadi pemukiman khususnya pada daerah
perkotaan dan tercatat dari tahun 2010 hingga tahun 2012 luas lahan yang
beralih fungsi sebanyak 15, 46 Ha.
Tabel 2.95
Perkembangan Kondisi Lahan Persawahan Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
Luas (Ha)
No. Kondisi Lahan Persawahan
2008 2009 2010 2011 2012
1 Beralih Fungsi - - 4,16 10,6 0,7
2 Percetakan Sawah 500 - - - -
Sumber Data : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.Polewali Mandar, 2013

Dalam rangka meningkatkan produktifitas petani dan meningkatkan


mobilitas hasil produksi pertanian ke sentra-sentra pemasaran, maka dibutuhkan
infrastruktur pendukung berupa jalan tani dan jaringan irigasi, dalam kurun waktu
2008-2012 telah dibangun jalan tani sepanjang 16.295 meter bersama 3 unit
jembatan tani dan 77.159 meter saluran irigasi tersier untuk sarana pengairan.

90 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.96
Perkembangan Infrastruktur Pertanian Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
Panjang
No. Infrastruktur Pertanian
2008 2009 2010 2011 2012
1 Jalan Tani (Meter) 2.000 5.580 2.190 5.000 1.525
2 Jembatan Tani (Unit) - 2 - 1 -
Jaringan Irigasi Tersier 49.16 11.39
3 3.000 9.219 4.385
(Meter) 0 5
Sumber Data : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.Polewali Mandar , 2013

Rasio jalan tani terhadap luas lahan persawahan saat ini adalah 1 :
1.817 yang artinya dalam 1.817 Ha persawahan hanya ada 1 kilometer jalan tani,
hal ini tentunya masih sangat jauh dari kondisi ideal. Demikian pula rasio lahan
persawahan terhadap jaringan irigasi tersier yaitu 1 : 384 yang artinya setiap 1
kilometer jaringan irigasi tersier melayani sekitar 384 ha lahan persawahan dan
ini juga masih sangat jauh dari kondisi ideal.
c. Perternakan
Komoditi andalan peternakan di Kabupaten Polewali Mandar adalah
Sapi dan Kambing, khusus ternak sapi, selama kurun waktu 5 (lima) tahun 2009-
2013 dari 3 (tiga) jenis yaitu sapi perah, sapi brahman dan sapi bali terus
mengalami trend peningkatan yang signifikan. Tahun 2012 sapi perah sudah
mulai memproduksi susu dengan kuantitas produksi 13.490 namun mangalami
penurunan pada tahun 2013 yang disebabkan menurunnya jumlah populasi dari
50 ekor tahun 2011 terus menurun hingga tersisi 39 ekor di tahun 2013. Untuk
jenis sapi brahman terus mengalami trend peningkatan yang positif dengan laju
pertumbuhan rata-rata tahun 2009-2013 adalah 74 ekor per tahun. Produksi
daging untuk komoditi ternak sapi lokal jenis sapi bali, mempunyai
kecenderungan penurunan berkisar 141,988 ton per tahun. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 91


Tabel 2.97
Jumlah Produksi Komoditi Andalan Peternakan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013

No. Ternak 2009 2010 2011 2012 2013


1 Sapi Perah
- Jumlah (Ekor) - - 50 44 39
- Produksi Susu (Liter) - - - 13.490 13.184
2 Sapi Brahman
- Jumlah (Ekor) 50 270 352 387 421
3 Sapi Bali
- Jumlah (Ekor) 31.039 20.035 27.906 29.334 30.970
- Produksi Daging (Ton) 756.478 888.352 642.352 364.914 320.400
4 Kambing PE
- Jumlah (Ekor) 167.614 44.707 156.432 159.873 102.464
Sumber Data : Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.Polewali Mandar, 2014

Salah satu penunjang utama peningkatan produksi hasil pertanian


(Tanaman Pangan, Perkebunan dan peternakan) adalah kemampuan Sumber daya
Manusia petani dalam mengorganisasikan diri dalam bentuk kelembagaan
kelompok tani. Berdasarkan data dari BP4KKP Kab.Polewali Mandar, bahwa jumlah
kelompok tani di Kabupaten Polewali Mandar yang dibina kurun waktu 2009-2013
adalah sebanyak 1.627 kelompok dan tidak mengalami perkembangan kecuali
dalam hal pembinaan terhadap klasifikasi kelompok yaitu Pemula, Lanjut, Madya
dan Utama.
Berdasarkan data BPS Tahun 2012, bahwa 52,68 persen atau sekitar
215.680 Jiwa penduduk Kabupaten Polewali Mandar bekerja di sektor pertanian,
dengan asumsi bahwa terdapat 30 orang dalam 1 kelompok tani, maka terdapat
sekitar 48.810 jiwa petani yang sudah berkelompok atau hanya sekitar 22,63 persen
dari total jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat perkembangan kelompok tani pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.98
Perkembangan Jumlah Kelompok Tani Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
Klasifikasi Kelompok Jumlah Kelompok
No
Tani 2009 2010 2011 2012 2013
1 Pemula 879 854 769 681 600
2 Lanjut 638 658 726 741 776
3 Madya 95 100 115 180 220
4 Utama 15 15 17 25 31
Jumlah 1.627 1.627 1.627 1.627 1.627
Sumber Data : BP4KKP Kab.Polewali Mandar, 2014

92 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


2. Kehutanan
Produksi hutan Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2012 berupa
1.081.492 meter kubik kayu, sedangkan hasil lainnya yaitu rotan sebesar
9.583,6 ton. Komoditi tanaman kehutanan di Kabupaten Polewali Mandar
terdiri dari Tanaman Kehutanan Non Kayu dan Tanaman Kehutanan Multi
Purpose Tree's atau MPTs. Untuk Tanaman kehutanan non kayu, komoditi aren
dan rotan merupakan komoditi utama, kedua komoditi ini saat ini terus
berkembang khususnya pada produk hilir dalam bentuk produk jadi. Komoditi
aren misalnya, hampir semua produk makanan tradisional khas Polewali
Mandar berbahan baku dari aren, demikian pula halnya dengan komoditi rotan
saat ini terus berkembang produk hilir/produk jadi komoditi rotan.
Komoditi murbey sebagai bahan baku utama pertenunan sutera,
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir terus mengalami perkembangan baik
dari luasan lahan maupun produksi murbey dan kokon yang dihasilkan. Untuk
lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.99
Perkembangan Komoditi Kehutanan Non Kayu Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
Jenis Kehutanan Non
No 2009 2010 2011 2012
Kayu
1 Murbey
Luas Lahan (ha) - 7 6 16
Produksi (ton) - 56 48 128
2 Rotan
Luas Lahan (Ha) - 55.720 55.780 55.720
Produksi (Ton) - 705 700 350
3 Aren
Luas Lahan (Ha) 979,55 1. 011,55 855,86 767,31
Produksi (Ton) 227,80 227,80 223,34 435,03
Sumber Data : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Polewali Mandar, 2013

Tanaman kehutanan MPT's yang potensi untuk dikembangkan di


Kabupaten Polewali Mandar adalah sukun, mangga, durian, rambutan, mahoni,
gmelina, jati lokal, sengon dan glodokan. Komoditi utama yang saat ini gencar
untuk dikembangkan adalah gmelina yang dimulai sejak tahun 2009 dengan
jumlah pohon 15.978 pohon dan terus meningkat hingga tahun 2012 sebanyak
70.000 pohon.
Jumlah total 9 jenis tanaman kehutanan MPT's yang telah
dikembangkan hingga tahun 2012 adalah sebanyak 200.000 pohon yang
tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Polewali Mandar, khususnya pada
daerah-daerah kawasan hutan yang kritis dan rawan terhadap penggundulan
hutan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 93


Tabel 2.100
Perkembangan Komoditi Kehutanan MPT's Kabupaten Polewali Mandar (Pohon), 2009-2012
Komoditi Kehutanan
No 2009 2010 2011 2012
MPTs
1 Sukun 2.683 15.000 - -
2 Mangga 2.498 10.000 - 30.000
3 Durian - - 15.000 -
4 Rambutan - - 25.000 30.000
5 Mahoni 16.910 - 15.000 50.000
6 Gmelina 15.978 20.000 50.000 70.000
7 Jati Lokal 24.210 15.000 25.000 -
8 Sengon 5.608 10.000 35.000 -
9 Glodokan - - 20.000 20.000
Sumber Data : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Polewal Mandar, 2013

Pengembangan 9 jenis komoditi tanaman kehutanan di atas merupakan


implikasi dari semakin tingginya laju kawasan hutan kritis yang disebabkan angka
perambahan hutan dan kasus illegal logging yang disebabkan tingginya nilai
ekonomi komoditi hasil hutan.
Salah satu penunjang utama peningkatan produksi hasil hutan dan
pemeliharaan terhadap hutan lindung adalah kemampuan Sumber Daya Manusia
dalam mengorganisasikan diri dalam bentuk kelembagaan. Berdasarkan data dari
BP4KKP Kabupaten Polewali Mandar, bahwa jumlah kelompok kehutanan di
Kabupaten Polewali Mandar yang dibina kurun waktu tahun 2009-2010 terus
mengalami peningkatan, tahun 2009 sebanyak 30 Kelompok dan meningkat terus
menjadi 43 Kelompok yang terdiri dari 41 Kelompok pemula dan 2 Kelompok
kategori lanjut. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.101
Perkembangan Jumlah Kelompok kehutanan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013

Klasifikasi Kelompok Jumlah Kelompok


No.
Kehutanan 2009 2010 2011 2012 2013
1 Pemula 30 34 38 43 41
2 Lanjut - - - - 2
3 Madya - - - - -
4 Utama - - - - -
Jumlah 30 34 38 43 43
Sumber Data : BP4KKP Kab.Polewali Mandar, 2014

Jika diamati dari besaran luas areal dan volume produksi, kelapa dalam
dan kakao merupakan dua komoditas penting bagi Kabupaten Polewali Mandar.
Pada tahun 2012, komoditas kelapa dalam mencatat luas areal dan produksi
masing-masing 20.413 Ha dan 18.338 ton. Sedangkan kakao mencatat luas areal

94 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


dan produksi masing-masing 55.746 Ha dan 36.965 ton. Komoditas kelapa dalam
menunjukkan tren menurun, baik luas areal maupun volume, dan sebaliknya,
komoditas kakao menunjukkan tren meningkat. Dari tahun 2009 hingga 2012,
produksi kakao meningkat sektar 30 persen, sedangkan kelapa dalam menurun
sekitar 3 persen. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.102
Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012

No. Jenis Tanaman 2009 2010 2011 2012


1. Kelapa Dalam
Luas Areal (Ha) 23.289.97 22.501,05 20.315,67 20.412,77
Produksi (Ton) 18.934,21 18.808,27 18.373,96 18.338,07
2. Kelapa Hibrida
Luas Areal (Ha) 3.791,25 3.791,25 3.187,47 3.410,13
Produksi (Ton) 2.267,42 2.267,44 2.135,13 4.889,04
3. Kopi Robusta
Luas Panen (Ha) 1.765,65 1.765,65 1.587,95 1.597,95
Produksi (Ton) 207,91 207,93 194,32 554,20
4. Kopi Arabika
Luas Panen (Ha) 213,10 210,20 317,14 314,04
Produksi (Ton) 58,70 57,40 42,65 82,94
5. Cengkeh
Luas Panen (Ha) 499,27 504,47 399,89 422,36
Produksi (Ton) 53,81 52,10 50,75 46,76
6. Kakao
Luas Panen (Ha) 47.722,17 47.992,20 49.275,68 55.745,92
Produksi (Ton) 28.323,88 28.323,93 35.185,37 36.965,30
7. Kemiri
Luas Panen (Ha) 3.431,10 3.431,35 2.010,29 10.445,60
Produksi (Ton) 1.017,53 1.017,70 902,50 1.065,61
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

Berdasarkan data BPS Tahun 2013, luas areal tanaman perkebunan


rakyat di Kabupaten Polewali Mandar sebesar 94.695,99 Ha. Dari luas tersebut,
64.029,70 Ha atau 67,61 persen merupakan luas areal tanaman perkebunan
rakyat yang menghasilkan. Luas areal tanaman perkebunan yang menghasilkan
meningkat 8.191,16 Ha (14,67 persen) dari tahun 2011. Tanaman perkebunan
yang tertinggi produksinya adalah tanaman kakao dan kelapa dalam. Produksi
masing-masing mencapai 36.965,30 ton dan 18.338,07 ton.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 95


3. Kelautan dan Perikanan
Produksi perikanan di Kabupaten Polewali Mandar didominasi oleh
perikanan tangkap. Rata-rata kontribusi perikanan tangkap terhadap total
produksi perikanan mencapai 67,83 persen. Produksi perikanan budidaya masih
didominasi oleh sektor pertambakan yang kontribusinya mencapai 90,37
persen, yang sebagian besar berada dalam kawasan minapolitan perikanan.
Secara umum, jumlah produksi perikanan dari tahun 2009-2012 telah
melampaui target dengan rata rata tingkat capaian sebesar 100,69 persen per
tahun. Capaian di bawah target hanya terjadi pada tahun 2012 yang disebabkan
oleh terjadinya penurunan produksi perikanan budidaya rumput laut. Namun
secara keseluruhan produksi perikanan di Kabupaten Polewali Mandar terus
menunjukkan tren positif dengan peningkatan rata-rata sebesar 215,09 ton per
tahun. Pada tahun 2013, volume produksi perikanan telah mencapai 37.010,66
ton yang merupakan pencapaian tertinggi dari empat kabupaten lainnya di
Provinsi Sulawesi Barat.
Tabel 2.103
Kinerja Sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012

No. Uraian 2009 2010 2011 2012 Rata-rata

1. Capaian Produksi Perikanan 100,59 100,44 102,23 99,51 100,69


2. Capaian Jumlah Konsumsi Ikan 101,06 100,89 100,00 100,00 100,49
Cakupan Binaan Kelompok
3. 18,67 21,00 22,40 26,21 22,07
Nelayan (%)

Produksi Perikanan Kelompok


4. 6,91 10,31 13,37 17,99 12,15
Binaan (%)
Sumber Data : Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Polewali Mandar, 2013

Jumlah kelompok nelayan binaan di Kabupaten Polewali Mandar dari


tahun 2009-2012 terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2012, jumlah
kelompok nelayan yang telah memperoleh pembinaan dari Dinas Kelautan dan
Perikanan sebesar 26,21 persen dari seluruh kelompok nelayan yang ada di
Kabupaten Polewali Mandar. Jumlah kelompok nelayan yang mendapat
bantuan melalui APBD sebanyak 38 kelompok sedangkan melalui APBN
sebanyak 26 kelompok yang tersebar di tujuh kecamatan pesisir yang ada di
Kabupaten Polewali Mandar. Selain itu, jumlah kelompok nelayan di Kabupaten
Polewali Mandar juga terus mengalami peningkatan, yang pada tahun 2012
telah mencapai 145 kelompok.
Salah satu penunjang utama peningkatan produksi hasil perikanan
(Perikanan Tangkap dan Budidaya) adalah kemampuan sumber daya manusia
nelayan dalam mengorganisasikan diri dalam bentuk kelembagaan. Berdasarkan

96 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


data dari BP4KKP Kabupaten Polewali Mandar, bahwa jumlah kelompok tani di
Kabupaten Polewali Mandar yang dibina kurun waktu tahun 2009-2010 adalah
sebanyak 230 kelompok dan mengalami peningkatan tahun 2011 sebanyak 236
dan tetap stabil hingga tahun 2013 sebanyak 236 Kelompok, pembinaan
dilakukan terhadap klasifikasi kelompok yaitu Pemula, Lanjut, Madya dan
Utama. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.104
Perkembangan Jumlah Kelompok Perikanan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
Klasifikasi Kelompok Jumlah Kelompok
No.
Perikanan 2009 2010 2011 2012 2013
1 Pemula 214 214 215 211 200
2 Lanjut 9 9 12 16 25
3 Madya 7 7 9 9 9
4 Utama - - - - 2
Jumlah 230 230 236 236 236
Sumber Data : BP4KKP Kab.Polewali Mandar, 2013

4. Energi dan Sumber Daya Mineral


Penyediaan pasokan energi listrik di Kabupaten Polewali Mandar
disediakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sebagian besar digunakan
oleh konsumen rumah tangga. Berdasarkan data BPS Polewali Mandar sampai
tahun 2012 persentase rumah tangga yang menggunakan listrik PLN sebagai
sumber penerangan sebesar 74,70 persen atau meningkat dari tahun 2011
(70,24 persen).
Berdasarkan data Dinas Pertambangan, Energi dan Mineral
Kabupaten Polewali Mandar, pada tahun 2013 jumlah rumah tangga pengguna
listrik PLN sebesar 92.805 RT, sedangkan rumah tangga pengguna listrik non PLN
sebesar 74.905 RT. Tabel berikut memperlihatkan distribusi listrik PLN dan listrik
non PLN dirinci berdasarkan kecamatan.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 97


Tabel 2.105
Distribusi Listrik PLN dan Non PLN Menurut Kecamatan Kabupaten Polewali Mandar, 2013
RT Pengguna RT Pengguna Listrik
No Kecamatan Jumlah RT
Listrik PLN Non PLN
1 Matangga 1.242 - 1.051
2 Bulo 2.075 - 1.841
3 Tubbi Taramanu 4.326 - 3.800
4 Alu 2.822 1.256 1.246
5 Anreapi 2.129 1.409 679
6 Tapango 5.427 4.309 1.118
7 Luyo 6.137 4.301 1.328
8 Balanipa 5.287 4.952 246
9 Limboro 4.180 3.412 547
10 Binuang 7.054 5.567 1.200
11 Campalagian 11.963 9.982 1.504

12 Wonomulyo 11.379 11.379 -


13 Tinambung 4.931 4.931 -
14 Matakali 5.002 5.002 -
15 Mapilli 6.284 5.748 342
16 Polewali 12.657 12.657 -
Jumlah 92.805 74.905 14.902
Sumber Data : Dinas Pertambangan, Energi dan Mineral Kab. Polewali Mandar, 2014

Berdasarkan tabel di atas, sampai tahun 2013 masih terdapat 3.088


rumah tangga di Kabupaten Polewali Mandar yang belum menggunakan listrik,
baik listrik PLN maupul listrik non PLN.
5. Pariwisata
Kepariwisataan merupakan kegiatan jasa yang memanfaatkan
kekayaan alam dan lingkungan hidup yang khas, seperti: hasil budaya,
peninggalan sejarah, pemandangan yang indah dan iklim yang nyaman. Jumlah
kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik di Kabupaten Polewali
Mandar dari tahun 2010-2012 mengalami peningkatan yang cukup tinggi
dikarenakan adanya upaya pemerintah mengelolah dan mengembangkan obyek
wisata yang ada sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami
peningkatan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut :

98 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.106
Jumlah Objek Wisata dan Kunjungan Wisatawan Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No. Uraian 2009 2010 2011 2012
1 Objek Wisata 14 14 14 14
Kunjungan Wisatawan Mancanegara
2 10 35 662 632
(orang)
Kunjungan Wisatawan Domestik
3 - 38.821 134.673 139.665
(orang)
Sumber Data : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Polewali Mandar , 2013

6. Perdagangan
Sektor perdagangan merupakan sektor sebagai penyumbang terbesar
kedua dalam pembentukan PDRB setelah sektor pertanian. Sebagai sektor
strategis, sektor perdagangan memegang peranan yang penting dalam
pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Polewali Mandar karena sangat terkait
dengan sektor-sektor lain seperti sektor pertanian, industri, pariwisata dan
lainnya.
Capaian kinerja urusan perdagangan di tunjukkan oleh meningkatnya
kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB tahun 2010 sampai dengan tahun
2013.
Tabel 2.107
Kontribusi Sektor Perdagangan terhadap PDRB ADHB
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
Tahun
Lapangan Usaha
2010 2011 2012 2013
Sektor Perdagangan 21,71 22,00 22,37 22,53
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

7. Industri
Berbagai aspek yang terkait dengan Industri kecil di Kabupaten
Polewali Mandar menunjukkan peningkatan selama periode tahun 2008-2012..
Pada tahun 2008, jumlah industri kecil sebesar 6.681 unit dan kemudian
meningkat menjadi 6.788 unit pada tahun 2012. Peningkatan tersebut telah
berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai investasi dan
peningkatan nilai produksi. Pada tahun 2012, nilai produksi telah mencapai Rp
172 milyar atau meningkat sebesar 23,11 persen dibanding lima tahun lalu.
Seperti halnya dengan Koperasi, tidak semua industri kecil
memperoleh pembinaan dari pemerintah daerah. Pada tahun 2012, cakupan
pembinaan industri kecil yang dilakukan oleh pemerintah daerah hanya sekitar
seperempat (24,2 persen) dari total industri kecil yang ada. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada tabel berikut ini :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 99


Tabel 2.108
Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Kecil Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1. Jumlah Sentra (Unit) 92 120 142 180 192
2. Jumlah Perusahaan (Unit) 6.681 6.681 6.693 6.784 6.788
3. Jumlah Tenaga Kerja (Orang) 13.544 13.583 13.547 14.026 14.044
4. Nilai Investasi (Rp juta) 27.842 27.842 35.960 36.466 36.481
5. Nilai Produksi (Rp juta) 140.369 141.496 144.370 172.773 172.815
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

Perkembangan jumlah industri kecil yang membentuk sentra terus


mengalami peningkatan pada kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir 2008-2012. Pada
tahun 2008 jumlah sentra industri kecil sebanyak 92 dan meningkat secara
signifikant hingga tahun 2012 sebesar 192 sentra yang di tandai dengan semakin
banyaknya bermunculan pusat-pusat penjualan produk industri kecil.
Perkembangan jumlah sentra ini tidak didukung oleh kualitas daya saing produk
khususnya pengembangan kemasan yang lebih baik, hal ini tentunya sangat
dipengaruhi oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia pelaku usaha yang
berimbas kepada minimnya inovasi dan kreatifitas pelaku usaha dalam meraih
peluang pasar.

Grafik 2.23
Persentase Industri Kecil Berdasarkan Komoditi Kabupaten Polewali Mandar, 2012

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

Berdasarkan grafik diatas, klaster industri sandang dalam hal ini


pemintalan benang, pertenunan tradisional dan industri pakaian jadi mempunyai
prosentase pelaku usaha yang sangat besar yaitu sebesar 59,41 persen dari total
pelaku usaha industri kecil sekitar 6.788 unit usaha, Industri pangan, Industri
Kerajinan dan Penggilingan Gabah masing-masing 19,77 persen, 13,88 persen dan
4,52 persen ketiga jenis komoditi ini merupakan komoditi unggulan Kabupaten

100 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Polewali Mandar yang banyak digeluti oleh masyarakat dan mempunyai posokan
bahan baku yang berlimpah.

8. Ketransmigrasian
Capaian kinerja layanan umum pada urusan ketransmigrasian di
Kabupaten Polewali Mandar diukur dengan indikator kinerja: Transmigrasi
Swakarsa Mandiri (TSM), dan jumlah lokasi transmigrasi baru.
Tabel 2.109
Jumlah Pemberangkatan Transmigran Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
Tahun
No Jenis Transmigran Satuan
2009 2010 2011 2012 2013
1 TSM Non Program 125 125 75 49 49 KK
Jumlah Lokasi
2 - - - 1 Lokasi
Transmigrasi Baru
Sumber Data : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Polewali Mandar, 2014

2.4. Aspek Daya Saing Daerah

2.4.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah


a.Pengeluaran Konsumsi Perkapita Riil Disesuaikan
Seiring dengan kemajuan ekonomi di Kabupaten Polewali
Mandar, pendapatan per kapita riil juga memperlihatkan peningkatan
yang konsisten dari tahun ke tahun. Pendapatan per kapita riil meningkat
dari Rp 630.160 pada tahun 2008 menjadi Rp 640.070 pada tahun 2012
atau meningkat rata-rata 0,39 persen per tahun. Capaian ini berada di
atas angka Provinsi Sulawesi Barat dan menempatkan Kabupaten
Polewali Mandar pada posisi kedua tertinggi setelah Kabupaten Majene.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik berikut :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 101


Grafik 2.24
Pendapatan Perkapita Riil Disesuaikan Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012

Sumber Data : BPS Prov. Sulawesi Barat, 2013

b. Pengeluaran Konsumsi Makanan dan Non-Makanan Perkapita Sebulan


Pada tahun 2012, pengeluaran per kapita sebulan di wilayah
perdesaan hanya sekitar tiga per empat dari wilayah perkotaan. Total
pengeluaran perkapita sebulan di wilayah perkotaan dan perdesaan masing-
masing sebesar Rp 620.947 dan Rp 480.641. Penduduk di wilayah perdesaan
juga mengalokasikan anggaran dengan proporsi yang lebih besar untuk
konsumsi bahan makanan ketimbang penduduk di wilayah perkotaan. Sekitar
57 persen dari total pengeluaran penduduk wilayah perdesaan dialokasikan
untuk konsumsi bahan makanan, sedangkan penduduk di wilayah perkotaan
hanya sekitar 51 persen. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik di
bawah ini :

Grafik 2.25
Pengeluaran Konsumsi Makanan dan Non-Makanan Perkapita Sebulan
Kabupaten Polewali Mandar, 2008 dan 2012

Sumber Data: BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

102 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


2.4.2 Fokus Fasilitas Wilayah/ Infrastruktur
a. Rasio Panjang Jalan Per Jumlah Kendaraan
Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan di Kabupaten Polewali
Mandar terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini disebabkan oleh jumlah
kendaraan yang bertambah lebih cepat ketimbang panjang jalan. Fakta
ini juga menunjukkan bahwa jaringan jalan di Kabupaten Polewali
Mandar semakin padat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012, rasio
panjang jalan per jumlah kendaraan sebesar 24,14 yang berarti bahwa
terdapat 24 unit kendaraan untuk setiap Km panjang jalan. Padahal lima
tahun lalu, rasio tersebut hanya sebesar 16,00. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.110
Rasio Panjang Jalan per Jumlah Kendaraan Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1. Panjang Jalan (Km) 1.464,00 1.533,74 1.683,14 1.707,64 1.726,77
2. Jumlah Kendaraan (Unit) 23.424 27.607 33.663 38.838 41.685
3. Rasio 16,00 18,00 20,00 22,74 24,14
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar,2013

b. Luas Wilayah Produktif


Lahan Produktif adalah lahan yang mempunyai nilai ekonomis,
atau memiliki kemampuan untuk berproduksi. Kabupaten Polewali
Mandar memiliki beberapa kawasan yang produktif untuk lahan
pertanian, perkebunan, perikanan dan kehutanan. Untuk lebih jelasnya
dapat, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.111
Luas Wilayah Produktif (Ha) Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
Komoditas 2009 2010 2011 2012
Sawah (Padi Sawah dan Padi Ladang) 29.368 32.966 33.479 31.396
Holtikultura (Sayuran) 1.587 671 1.153 713
Kelapa (Kelapa Dalam dan Hibrida) 26.081,22 26.292,30 17.653,36 18.025,53
Kakao 47.722,17 47.992,20 34.682,47 41.990,70
Kopi (Kopi Robusta dan Arabika) 1.978,75 1.975,85 1.005,01 1.003,76
Kemiri 3.431,10 3.431,35 1.133,38 1.823,48
Kawasan Pemeliharaan Ikan (Kolam, Tambak
5.246,52 5.266,42 5.282,42 5.292,17
dan Sawah)
Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi 121.490 121.490 121.490 121.490
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 103


c. Jumlah Orang/Barang yang Terangkut Angkutan Umum
Mobilitas penduduk Kabupaten Polewali Mandar pada umumnya
melalui transportasi darat. Jumlah orang yang terangkut dengan angkutan
umum, baik melalui terminal maupun dermaga, menunjukkan kecenderungan
yang berfluktuasi. Sedangan jumlah barang yang terangkut cenderung konstan
dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2012, dari seluruh orang yang terangkut,
sekitar 99 persen melalui terminal, selebihnya melalui dermaga. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.112
Jumlah Orang/Barang yang Terangkut Angkutan Umum
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
2009 2010 2011 2012 2013
No Uraian
Orang Barang Orang Barang Orang Barang Orang Barang Orang Barang

1. Dermaga 3.600 12.6 3.600 12.6 4.320 18,0 4.320 18,0 4.320 18,0

2. Bandara - - - - - - - - - -

3. Terminal 506.844 - 554.580 - 599.940 - 648.216 - 550.900 -

Jumlah 510.444 12.6 558.180 12.6 604.260 18,0 652.536 8,0 555.220 18,0

Sumber Data : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Polewali Mandar, 2013

d. Ketersediaan Air Bersih


Air bersih merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk
memenuhi standar kehidupan manusia secara sehat. Ketersediaan air bersih
yang ada belum dapat melayani semua permintaan masyarakat baik di
perkotaan maupun pedesaan. Oleh karena itu, ketersediaan air dapat
mengurangi penyakit karena air (waterborne disease), sekaligus dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ketersediaan air bersih yang terjangkau dan berkelanjutan menjadi
bagian terpenting bagi setiap individu, baik yang tinggal di wilayah perkotaan
maupun pedesaan. Terdapat 5 Kecamatan yang belum terjangkau air bersih di
Kabupaten Polewali Mandar yaitu : Kecamatan Bulo, Tutar, Matangnga, Luyo dan
Balanipa. Sedangkan 11 kecamatan lainnya telah telah terjangkau ketersediaan
air bersih tetapi tidak untuk semua wilayah pedesaan. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada persentase rumah tangga (RT) yang terlayani air bersih pada
tabel berikut ini :

104 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 2.113
Persentase Rumah Tangga (RT) yang Terlayani Air Bersih Kabupaten Polewali Mandar, 2013
Kecamatan yang Terlayani PDAM Persentase RT yang Terlayani
1. Polewali 52%
2. Matakali 25%
3. Binuang 25%
4. Anreapi 10%
5. Wonomulyo 90%
6. Mapilli 20%
7. Tapango 20%
8. Campalagian 15%
9. Tinambung 25%
10. Limboro 25%
11. Alu 15%
Sumber Data : Bappeda Kab. Polewali Mandar, 2013

f. Fasilitas Listrik
Fasilitas wilayah lainnya yang sangat penting adalah jaringan listrik.
Pada tahun 2012, jumlah KWH terjual oleh PT. PLN sebanyak 67.072.947 KWH
dengan jumlah pelanggan 59.052 unit. Dari jumlah tersebut, 55.348 unit (93,73
persen) merupakan pelanggan rumah tangga. Jika dibandingkan dengan total
rumah tangga yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, yang mencapai 92.859
rumah tangga, maka PLN hanya mampu melayani kurang dari 60 persen.
Kemampuan PLN untuk menyediakan listrik bagi seluruh RT di
Polewali Mandar yang masih relatif terbatas, menuntut Pemerintah Daerah
untuk mengupayakan listrik non-PLN di wilayah-wilayah yang tidak mampu
dilayani oleh PLN. Pada tahun 2012, jumlah RT yang telah menggunakan listrik
non-PLN di wilayah yang tidak terlayani PLN sebanyak 1.800 RT. Capaian ini,
meskipun telah sesuai dengan target pemerintah daerah namun masih
tergolong rendah. Jumlah RT di Polewali Mandar saat ini, menurut data BPS,
sebanyak 89.092 RT. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 58,64 persen (52.242
RT) diantaranya yang telah terlayani oleh listrik PLN. Ini berarti bahwa masih
terdapat sebanyak 41,36 persen (36.850 RT) yang belum terlayani listrik PLN.
Dengan demikian, target dan capaian sebesar 1.800 RT sesungguhnya masih
sangat rendah karena hanya 4,88 persen dari seluruh RT yang tidak terlayani
listrik PLN.
g. Fasilitas Telepon dan Sarana Telekomunikasi
Kecuali Warung Telekomunikasi (Warnet), semua sarana
telekomunikasi di Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan peningkatan
selama tahun 2009-2012. Jumlah pelanggan telepon meningkat dari 2.709
sambungan (2009) menjadi 2.750 sambungan (2012). Pada periode yang sama,

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 105


KKI meningkat dari 298 menjadi 329 dan WiFi bertambah dari 9 menjadi 10.
Sebaliknya, warnet menurun dari 52 unit menjadi 42 unit dalam empat tahun
terakhir. Pada tahun 2012, warnet dan KKI hanya terdapat di lima kecamatan,
yaitu Tinambung, Wonomulyo, Mapilli, Polewali dan Binuang. Sedangkan WiFi
hanya terdapat di dua kecamatan, yaitu Wonomulyo dan Polewali. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.114
Telepon dan Sarana Telekomunikasi Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No Telepon dan Sarana Telekomunikasi 2009 2010 2011 2012
1. Pelanggan Telepon 2.709 2.704 2.750 2.750
2. Warnet 52 50 42 42
3. KKI 298 378 329 329
4. Wifi 9 9 10 10
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

g. Jenis dan Jumlah Bank serta Cabang-Cabangnya


Jenis dan jumlah lembaga keuangan bank di Kabupaten Polewali
Mandar terus bertambah dari ke tahun tahun. Pada tahun 2012, jumlah kantor
bank telah mencapai 20 unit atau bertambah 5 unit dibandingkan tahun 2008.
Dalam lima tahun terakhir, telah bertambah masing-masing satu unit kantor
BRI, Bank Mandiri dan telah beroperasi jenis bank baru yaitu BTPN, BPR Nurul
Ikhwan, dan Bank Yustima. Pertambahan jenis dan jumlah bank di Kabupaten
Polewali Mandar mengindikasikan semakin membaiknya kegiatan ekonomi di
daerah ini. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.115
Jenis dan Jumlah Bank dan Cabang-cabangnya Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
No Nama Bank 2008 2009 2010 2011 2012
1. BRI 9 9 9 10 10
2. Bank Sulselbar 2 2 2 2 2
3. BNI 2 2 2 2 2
4. Bank Danamon 1 1 1 1 1
5. Bank Mandiri 1 1 1 2 2
6. BTPN - 1 1 1 1
7. BPRS Nurul Ikhwan - 1 1 1 1
8. Bank Yustima - - 1 1 1
Jumlah 15 17 18 20 20
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

106 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


h. Ketersediaan Hotel/Penginapan
Jumlah hotel dan penginapan di Kabupaten Polewali Mandar
mengalami peningkatan dari 15 unit pada tahun 2008 menjadi 19 unit pada
tahun 2012. Seiring dengan peningkatan jumlah hotel dan penginapan, jumlah
kamar dan tempat tidur juga menunjukkan peningkatan. Selama periode 2008
dan 2012, jumlah kamar dan tempat tidur meningkat lebih dari dua kali lipat.
Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah hotel klas melati dan penginapan,
sedangkan hotel berbintang 1 hanya satu unit. Di Kabupaten Polewali Mandar
belum ada hotel berbintang 2 ke atas. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel 2.116
Jenis, Kelas dan Jumlah Penginapan/Hotel Kabupaten Polewali Mandar, 2008 dan 2012
2008 2012
Jenis Jumlah
No Penginapan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Tempat Jumlah Tempat
/Hotel Hotel Kamar Tidur Hotel Kamar Tidur
1. Hotel Bintang 5 - - - - - -
2. Hotel Bintang 4 - - - - - -
3. Hotel Bintang 3 - - - - - -
4. Hotel Bintang 2 - - - - - -
5. Hotel Bintang 1 1 28 42 1 40 68
Hotel Non Bintang
6. (hotel melati dan 15 203 366 18 262 458
penginapan lainnya)
7. Jumlah penginapan/hotel 16 231 408 19 302 526

Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

I. Ketersediaan Restoran/ Rumah Makan


Restoran atau rumah makan merupakan istilah untuk menyebut
usaha yang menyajikan hidangan kepada masyarakat serta menyediakan tempat
guna menikmati hidangan, dan juga menetapkan biaya tertentu untuk makanan
dan pelayanannya. Perkembangan jumlah restoran/rumah makan di Kabupaten
Polewali Mandar pada tahun 2012 sebanyak 49 unit dan mengalami penurunan
sebanyak 3 unit sehingga menjadi 46 unit di tahun 2013. Untuk melihat
perkembangan jumlah restoran /rumah makan di Kabupaten Polewali Mandar,
dapat dilihat pada tabel berikut ini:

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 107


Tabel 2.117
Perkembangan Jumlah Restoran/ Rumah Makan Kabupaten Polewali Mandar, 2012 dan 2013

No. Uraian 2012 2013


1 Restoran/ Rumah Makan 49 46
Sumber Data : Dinas Pendapatan dan Perizinan Kab. Polewali Mandar, 2014

2.4.3. Fokus Iklim Berinvestasi


a. Perlindungan Konsumen
Jumlah kasus perlindungan konsumen di Kabupaten Polewali
Mandar selama periode 2010-2013 terus mengalami penurunan. Dari 471
kasus pelanggaran perlindungan konsumen yang ditemukan tahun 2010
menurun menjadi 430 kasus pada tahun 2013, kasus perlindungan konsumen
yang mempunyai prosentase terbesar adalah kasus-kasus alat Ukur Takar
Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang belum di tera sebesar 45 persen
selanjutnya adalah barang-barang kadaluarsa (expired date) sebesar 24
persen, berikutnya adalah bahan-bahan yang mengandung zat pewarna dan
zat pengawet.
Tabel 2.118
Jumlah Kasus Perlindungan Konsumen Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013

No Kasus Perlindungan Konsumen 2010 2011 2012 2013


1 Alat UTTP belum di tera dan tera ulang 215 212 200 188
2 Barang Kadaluarsa (Expire) 103 110 120 108
3 Barang -barang tidak ber SNI 5 3 2 3
Barang Elektronik tanpa garansi/petunjuk
4 - - 3 -
berbahasa Indonesia
5 Cara pencantuman klausul baku 3 - 2 2
Kosmetik dan Obat-obatan kadaluarsa dan di
6 100 92 81 77
indikasikan mengandung bahan pengawet
Makanan dan minuman yang diindikasikan
7 45 41 52 50
mengandung zat pewarna
Daging/ikan di indikasikan mengandung zat
8 - - 1 2
pengawet (borax/formalin)
Pengaduan Konsumen atas penggunaan
9 - 2 3 -
barang/jasa
Jumlah 471 460 464 430
Sumber Data : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab.Polewali Mandar, 2014

108 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


b. Angka Kriminalitas
Faktor yang mempengaruhi iklim berinvestasi salah satunya adalah
tingkat keamanan dan ketertiban. Keamanan, ketertiban dan penanggulangan
kriminalitas merupakan salah satu aspek strategis yang perlu dijaga untuk
mewujudkan stabilitas daerah. Angka Kriminalitas di Kabupaten Polewali
Mandar pada tahun 2012 sebanyak 374 kasus, meningkat sebanyak 76 kasus di
tahun 2013 menjadi sebanyak 450 kasus. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
jumlah kriminalitas yang terjadi setiap bulan pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.119
Angka Kriminalitas Kabupaten Polewali Mandar (Kasus), 2012 dan 2013
Angka Bulan
Jumlah
Kriminalitas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Tahun 2012 25 31 39 39 39 22 35 25 35 47 22 15 374
Tahun 2013 48 42 34 45 17 54 25 34 37 40 37 37 450
Sumber Data : Polres Kab. Polewali Mandar, 2014

c. Jumlah Demonstrasi
Jumlah demonstrasi dan unjuk rasa di Kabupaten Polewali Mandar
dalam dua tahun terakhir menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Pada
tahun 2012, jumlah demonstrasi sebanyak 7 kali dan menurun menjadi 4 kali
pada tahun 2013. Isu politik dan isu ekonomi menjadi pemicu terjadinya
demonstrasi. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.120
Jumlah Demonstrasi Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No. Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Bidang Politik - - - 4 2
2. Ekonomi - - - 3 2
3. Kasus pemogokan kerja - - - - -
4. Jumlah Demonstrasi/ Unjuk Rasa - - - 7 4
Sumber Data : Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Polewali Mandar, 2014

d. Simpanan Dana Masyarakat


Jumlah simpanan dana masyarakat di lembaga keuangan
berfluktuasi dengan kecenderungan yang meningkat. Pada tahun 2011, jumlah
simpanan meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya, tetapi kemudian
menurun sekitar 17 persen pada tahun 2012. Dari ketiga jenis simpanan,
tabungan yang menunjukkan peningkatan yang stabil. Giro mengalami
penurunan, sedangkan simpanan berjangka sangat fluktuatif. Pada tahun 2012,
total simpanan dana masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar telah mencapai
Rp 1,16 triliun. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut ini :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 109


Tabel 2.121
Simpanan Dana Masyarakat Menurut Jenisnya Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2012
No Jenis Simpanan 2010 2011 2012
1. Giro (Rp Juta) 130.312 80.244 65.489
2. Simpanan Berjangka (Rp Juta) 48.937 456.001 87.725
3. Tabungan (Rp Juta) 574.701 866.604 1.010.908
4. Jumlah (Rp Juta) 753.950 1.402.849 1.164.122
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

e. Kemudahan Perijinan
Dari berbagai Layanan perizinan di Kabupaten Polewali Mandar,
menunjukkan bahwa layanan IMB memiliki waktu pengurusan lebih lama (17
hari) dibanding layanan perizinan yang lain (rata-rata 3 hari). Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.122
Lama Proses Perizinan Kabupaten Polewali Mandar, 2013
No Uraian Lama mengurus Jumlah persyaratan Biaya resmi
(hari) (dokumen) (rata-rata maks Rp)
1. SIUP 3 6 -
2. TDP 3 5 -
3. IUI 3 6 -
4. TDI - - -
5. IMB 17 6 8.000/M
6. HO 3 9 1.008.000
Sumber Data : Dinas Pendapatan dan Perizinan Kab. Polewali Mandar, 2013

f. Pengenaan Pajak Daerah (Jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah)
Tabel 2.123
Jumlah dan Macam Insentif Pajak dan Retribusi Daerah yang Mendukung Iklim Investasi
Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No Uraian 2009 2010 2011 2012 2013
1. Jumlah Pajak yang dikeluarkan 6 6 9 9 9
2. Jumlah Insentif Pajak yang mendukung 3 3 6 6 6
iklim investasi
3. Jumlah Retribusi yang dikeluarkan 8 10 13 11 12
4. Jumlah Retribusi yang mendukung iklim 4 5 6 5 6
investasi
Sumber Data : Dinas Pendapatan dan Perizinan Kab. Polewali Mandar, 2013

110 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


2.4.4. Fokus Sumber Daya Manusia
a. Kualitas Tenaga Kerja
Secara umum, kualitas angkatan kerja/tenaga kerja di
Kabupaten Polewali Mandar masih sangat rendah. Dari seluruh angkatan
kerja di Kabupaten Polewali Mandar, sekitar sepertiga diantaranya tidak
pernah sekolah dan tidak tamat SD. Sedangkan angkatan kerja yang hanya
tamat SD sekitar seperempat dari total angkatan kerja. Namun jumlah
angkatan kerja yang tidak pernah sekolah dan tidak tamat SD maupun
yang hanya tamat SD terus menurun. Sebaliknya, jumlah angkatan kerja
yang tamat SMP, SMA dan Univesitas semakin meningkat dari tahun ke
tahun. Pada tahun 2012, proporsi angkatan kerja yang mampu
menyelesaikan pendidikan diploma dan sarjana, telah mencapai 10
persen dari total angkatan kerja, padahal dua tahun sebelumnya hanya 5
persen. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.124
Jumlah Angkatan Kerja Menurut Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan (Jiwa)
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010 2011 2012
1. Tidak /belum pernah sekolah dan tidak/belum tamat SD 66.064 63.845 62.45
2. SD 52.196 50.903 45.696
3. SMP 25.425 31.309 26.672
4. SMA 27.010 31.204 34.801
5. Diploma dan Universitas 9.575 14.707 18.384
Jumlah 180.270 191.968 188.003
Sumber Data : Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Polewali Mandar, 2013

b. Tingkat Ketergantungan
Tingkat atau rasio ketergantungan penduduk di Kabupaten
Polewali Mandar cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2009, rasio ketergantungan sebesar 0,67. Rasio ini
menunjukkan bahwa setiap penduduk usia produktif (umur 15-64 tahun)
hanya menanggung 0,62 penduduk usia tidak produktif (<15 tahun dan
>64 tahun). Penurunan rasio ini juga mengindikasikan membaiknya
struktur penduduk yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk usia
produktif yang lebih cepat ketimbang pertumbuhan usia tidak produktif.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 111


Tabel 2.125
Rasio Ketergantungan Penduduk Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No. Uraian 2009 2010 2011 2012
1. Jumlah Penduduk Usia < 15 tahun 131.231 135.158 136.917 136.079
2. Jumlah Penduduk usia > 64 tahun 17.875 20.810 21.070 21.439
3. Jumlah Penduduk Usia 149.106 155.968 157.986 157.518
Tidak Produktif (1+2)
4. Jumlah Penduduk Usia 224.157 240.152 243.285 252.130
15-64 tahun
5. Rasio ketergantungan (3/4) 0,67 0.65 0,65 0,62
Sumber Data : BPS Kab. Polewali Mandar, 2013

112 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019
113
BAB III
GAMBARAN PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
Kebijakan keuangan daerah sangat ditentukan oleh seberapa besar
kemampuan keuangan daerah dibandingkan dengan kebutuhan daerah dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsi pemerintah. Pengelolaan keuangan
pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dilakukan dengan mengacu pada batasan
pengelolaan keuangan daerah sebagaimana diatur di dalam: (1)Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor
33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintahan Daerah; (2)Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah; (3)Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13
Tahun 2006 juncto Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; dan (4)Peraturan Daerah
Kabupaten Polewali Mandar Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pokok-pokok
Pengelolaan Keuangan Daerah.
Berbagai peraturan perundangan yang mendasari pengelolaan
keuangan daerah tersebut menekankan perlunya pemerintah daerah untuk
melakukan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah
dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan pelayanan
publik. Kerangka pengelolaan keuangan pemerintah Kabupaten Polewali Mandar
secara garis besar terdiri dari penyusunan anggaran daerah, penatausahaan dan
pertanggungjawaban, yang kesemuanya mengacu pada prinsip-prinsip ekonomis,
efisiensi dan efektivitas.
3.1 Kinerja Keuangan Masa Lalu
3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD
Untuk dapat memahami kemampuan keuangan Pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar, maka perlu dicermati kondisi kinerja keuangan
daerah, baik kinerja keuangan masa lalu maupun kebijakan yang melandasi
pengelolaannya.
a. Kinerja Pendapatan Daerah
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah, Pasal 157 menyebutkan bahwa sumber pendapatan daerah terdiri
dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan
Daerah yang Sah. Pengelolaan pendapatan daerah bertujuan untuk
mengoptimalkan sumber pendapatan daerah dalam rangka peningkatan
kapasitas fiskal daerah guna memaksimalkan penyelenggaraan
pemerintahan daerah dalam memberikan pelayanan dan kesejahteraan
kepada masyarakat sebagai hakikat penyelenggaraan pemerintahan.

114 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 3.1
Rata-rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2009 -2013
(dalam Miliar rupiah)
Rata-rata
Rincian Pendapatan Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun pertumbuhan
No
Daerah 2009 2010 2011 2012 2013* 2009-2012 (%)
Pendapatan 486,82 545,60 653,71 700,74 809,42 13.21
Pendapatan Asli
1 10,9 17,25 22,74 27,70 30.54 37.28
Daerah
1.1. Pajak Daerah 1,96 4,39 4,34 6,53 57,66
5,63
1.2. Retribusi Daerah 5,57 8,64 12,16 15,14 16,35 40,14
Hasil Pengelolaan
1.3. Kekayaan Daerah 1,37 1,18 1,42 1,72 1,72 9,47
yang dipisahkan
Lain-lain PAD yang
1.4. 2,01 3,05 4,83 4,32 33,03
sah 6,84
2 Dana Perimbangan 432,2 429,34 482,94 584,60 669,17 10,96
Dana Bagi Hasil Pajak
31,27
2.1. /Bagi Hasil Bukan 24,29 30,65 28,83 28,16 5,98
Pajak
2.2. Dana Alokasi Umum 342,59 351,26 400,40 484,10 555,95 12,55
2.3. Dana Alokasi Khusus 65,34 47,43 53,72 71,44 81,96 6,28
Lain-lain Pendapatan
3 43,71 99,00 148,03 88,45 109,72 45,26
Daerah yang sah
3.1. Hibah 8,47 582,29 1,77 1,06 1,94 23,45
3.2. Dana Darurat - - - - - -
Dana Bagi Hasil Pajak
dari Provinsi dan
3.3. - 8,78 9,64 11,42 11,00 9,38
Pemerintah daerah
lainnya
Dana Penyesuaian
3.4. 35,24 89,64 136,62 72,85 85,48 53,38
dan Otonomi Khusus
Bantuan Keuangan
dari Propinsi atau
3.5. - - - 3,12 11,30 33,33
Pemerintah Daerah
lainnya
Sumber Data : Dinas Pendapatan & Perizinan Kab. Polewali Mandar, 2013
Ket : *) Angka sementara

Dalam kurun waktu 2009-2012, pemerintah Kabupaten Polewali


Mandar telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan dalam pencapaian
realisasi pendapatan daerah. Hal ini terlihat dari realisasi pendapatan daerah
pada tahun 2009 sebesar Rp.486,817 milyar dan meningkat menjadi
Rp.700,742 milyar pada tahun 2012. Selama kurun waktu tersebut,
pendapatan daerah Kabupaten Polewali Mandar bertumbuh rata-rata 13,21
persen per tahun. Peningkatan total pendapatan daerah dikontribusi oleh
peningkatan PAD, Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang
Sah.
Dari struktur pendapatan daerah, dana perimbangan merupakan
penyumbang terbesar terhadap pendapatan daerah Polewali Mandar. Selama
periode 2009-2012, rata-rata kontribusi dana perimbangan mencapai 81,19

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 115


persen dengan kecenderungan menurun. Pada tahun 2009, dana
perimbangan sebesar Rp 432,206 milyar (88,78 persen dari total pendapatan
daerah) dan meningkat menjadi Rp 584,593 milyar (83,42 persen) di tahun
2012 atau bertumbuh rata-rata 10,96 persen per tahun. Jenis dana
perimbangan terbesar adalah Dana Alokasi Umum (DAU) yang bertumbuh
rata-rata 12,55 persen per tahun.
Pada periode yang sama (2009-2012), PAD bertumbuh rata-rata
sebesar 37,28 persen, namun kontribusinya terhadap APBD hanya rata-rata
3,21 persen per tahun. Sementara kontribusi lain-lain pendapatan daerah
yang sah sebesar 15,60 persen dari total pendapatan daerah Kabupaten
Polewali Mandar. Besarnya sumbangan lain-lain pendapatan daerah yang sah
terutama dikontribusi oleh dana penyesuaian.
Dengan mencermati kondisi struktur pendapatan daerah
Kabupaten Polewali Mandar, mengindikasikan bahwa tingkat ketergantungan
pemerintah Polewali Mandar masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan
mobilisasi pendapatan yang bersumber dari PAD yang hanya menyumbang
sekitar 3,21 persen per tahun.
Meskipun peran PAD terhadap pendapatan daerah secara
keseluruhan masih cukup rendah, namun realisasi PAD Kabupaten Polewali
Mandar tahun 2012 sebesar Rp.26,699 milyar meningkat cukup signifikan jika
dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya sebesar Rp.10,904 milyar atau
bertumbuh rata-rata 37,28 persen per tahun. Ini menunjukkan ada upaya yang
terus dilakukan oleh pemerintah Polewali Mandar untuk mendorong
peningkatan PAD. Diantara keempat objek penerimaan yang bersumber dari
PAD, retribusi daerah merupakan sumber utama PAD, kemudian disusul oleh
lain-lain PAD yang sah dan pajak daerah.
Jenis pajak daerah yang memberikan penerimaan terbesar bagi PAD
adalah pajak penerangan jalan, dimana pada tahun 2009 sebesar Rp.1,244
milyar meningkat tiga kali lipat menjadi Rp.3,809 milyar pada tahun 2012.
Kontribusi pajak penerangan jalan terhadap pajak daerah rata-rata 72,56
persen. Selain pajak penerangan jalan, beberapa jenis pajak daerah yang
mempunyai prospek cukup baik adalah pajak pengambilan galian C yang
mencapai Rp.678,392 juta di tahun 2012 meningkat tajam dibandingkan tahun
sebelumnya, pajak restoran yang mencapai Rp.355,121 juta di tahun 2012,
dan BPHTB sejak tahun 2011 telah memberikan penerimaan sebesar
Rp.633,499 juta dan meningkat menjadi Rp.1,266 milyar pada tahun 2012.

116 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 3.2
Penerimaan Pajak Daerah Menurut Jenisnya Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
No. Jenis Pajak Daerah 2009 2010 2011 2012
1. Pajak Hotel 20.885.000 17.850.000 23.000.000 65.000.000
2. Pajak Restoran 21.852.025 83.728.226 143.779.583 355.121.423
3. Pajak Hiburan 11.000.000 9.806.000 12.750.000 8.950.000
4. Pajak Reklame 241,831,000 329.733.600 215.112.000 273.538.100
5. Pajak Penerangan Jalan (PPJ) 1.244.892.119 3.561.861.530 3.017.107.065 3.809.489.036
6. Pajak Golongan C - 386.074.198 288.319.800 678.392.057
7. Pajak Air Bawah Tanah - - 1.110.000 560.000
8. Pajak Walet - - 6.664.400 22.126.000
9. Pajak Perolehan Hak Atas Tanah - - 633.499.952 1.266.664.618
dan Bangunan (BPHTB)
Total 1,540,460,144 4.389.053.554 4.341.342.800 6.479.841.234
Sumber Data : Dinas Pendapatan & Perizinan Kab. Polewali Mandar, 2013
Ket : *) Angka sementara

Pada periode yang sama, peningkatan penerimaan retribusi daerah


dikontribusi oleh ketiga jenis retribusi daerah, namun yang terbesar adalah
retribusi jasa umum sebesar 89,04 persen per tahun. Pada tahun 2009,
retribusi jasa umum sebesar Rp.4,7 milyar meningkat menjadi Rp.13,6 milyar
atau bertumbuh rata-rata 43,46 persen selama periode 2009-2012.
Penerimaan retribusi jasa umum terbesar berasal dari retribusi pelayanan
kesehatan, yang mencapai 85,22 persen, disusul oleh retribusi pelayanan
sebesar 9,41 persen.
b. Kinerja Belanja Daerah
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, realisasi belanja daerah
mengalami pertumbuhan yang cenderung linear. Pada tahun 2009, realisasi
belanja sebesar Rp.473,624 milyar, kemudian meningkat menjadi Rp.707,846
milyar pada tahun 2012. Selama periode 2009-2012, belanja daerah
bertumbuh rata-rata 14,61 persen per tahun. Porsi terbesar belanja daerah
dialokasikan pada belanja tidak langsung rata-rata sebesar 62,34 persen,
sementara porsi belanja langsung rata-rata 37,66 persen per tahun.
Tabel 3.3
Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Jenis Belanja Daerah Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013*
A Belanja Tidak Langsung 284.371.967.015,34 334.807,845.976,00 427.271.211.477,28 440,872,065.096,00 510.105.698.619
1 Belanja Pegawai 242.709.555.951,95 295.443.144.764,00 357.321.057.722,46 418,395,461,734,00 463.652.198.619
2 Belanja Bunga 629.660.313,39 355.403.732,00 1,628,170,274,82 232,324,870,00 -
3 Belanja Subsidi 5.101.515.000,00 4.995.204.000,00 5,497,506,000,00 - 300.000.000
4 Belanja Hibah 10.940.000.000,00 9.255.000.000,00 7,773,253,000,00 3,682,950,000,00 25.885.000.000
5 Belanja Bantuan Sosial 8.415.735.750,00 8.371.625.480,00 8,040,038,480,00 2,000,000,00 1.500.000.000
6 Belanja Bagi Hasil 198.000.000,00 253.500.000,00 - - 253.500.000
7 Belanja Bantuan 15.000.000.000,00 16.133.968.000,00 17,011,186,000,00 18,559,328.492,00 17.515.000.000
Keuangan
8 Belanja Tidak Terduga 1.377.500.000,00 - - - 1.000.000.000
B Belanja Langsung 189.252.409.200,18 196,820,676,388,16 239,743,342,752,68 266,974,477,527,96 292.371.819.314
1 Belanja Pegawai 16.429.143.341,00 14.662.695.425,00 14,464,950,030,00 22,167,503,900,00 28.123.220.247
2 Belanja Barang dan Jasa 51.781.368.314,68 68.675.290.297,11 95,089,208,181,66 120,449,203,811,97 127.113.799.502
3 Belanja Modal 121.041.897.544,50 113.482.690.666,05 130,189,184,541,02 124,357,769,815,99 137.134.799.565
Total 473.624.376.215,52 531.628.522.364,16 667,014,554,229,96 707,846,542,623,96 802.477.517.933
Sumber Data : Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2013
Ket : *) Angka sementara

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 117


1. Belanja Tidak Langsung
Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak
terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan atau
belanja non kegiatan yang terdiri dari belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah,
bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan, dan belanja tidak
terduga.
Tabel 3.4
Proporsi Anggaran Belanja Tidak Langsung Menurut Jenisnya
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
No Uraian Belanja Tidak 2009 2010 2011 2012 2013*
Langsung
1. Belanja Pegawai 85,35% 88.24% 90.65% 94.90% 90.89%
2. Belanja Bunga 0,22% 0.11% 0.38% 0.05% 0.00%
3. Belanja Subsidi 1,79% 1.49% 1.29% 0.00% 0.06%
4. Belanja Hibah 3,85% 2.76% 1.82% 0.84% 5.07%
5. Belanja Bantuan Sosial 2,96% 2.50% 1.88% 0.00% 0.29%
6. Belanja Bagi Hasil 0,07 0.08% 0.00% 0.00% 0.05%
7. Belanja Bantuan Keuangan 5,27% 4.82% 3.98% 4.21% 3.43%
8. Belanja Tidak Terduga 0,48% 0.00% 0.00% 0.00% 0.10%
Sumber Data: Diolah dari Data Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2013
Ket : *) Angka sementara

Realisasi belanja tidak langsung untuk empat tahun terakhir


menunjukkan tren meningkat, dimana pada tahun 2009 jumlah belanja tidak
langsung sebesar Rp.284,37 milyar, meningkat pada tahun 2011 menjadi
Rp.427,27 milyar, dan kemudian meningkat lagi pada tahun 2012 menjadi
Rp.440,87 milyar. Peningkatan tersebut terutama dikontribusi oleh
peningkatan belanja pegawai. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, porsi
belanja pegawai cenderung meningkat dari 85,35 persen menjadi 94,90
persen pada tahun 2012. Pada periode yang sama, rata-rata pertumbuhan
belanja pegawai sebesar 20 persen. Hal ini berarti hampir 100 persen belanja
tidak langsung terserap ke dalam belanja pegawai.
Belanja bantuan keuangan juga memperoleh alokasi belanja
cukup besar, berkisar antara Rp.15 milyar hingga Rp.18,559 milyar dalam
kurun waktu 2009-2012. Proporsi belanja bantuan keuangan terhadap total
belanja tidak langsung rata-rata sebesar 4,57 persen per tahun.
2. Belanja Langsung
Belanja langsung merupakan belanja suatu kegiatan yang terdiri
dari tiga jenis belanja yang terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan
jasa, dan belanja modal. Belanja langsung merupakan alokasi pembiayaan
strategis yang sifatnya direct fund atau terarah secara spesifik terhadap
target-target pembangunan yang telah diprioritaskan. Dalam kurun waktu
empat tahun (2009-2012) belanja langsung mengalami peningkatan dari
Rp.189,25 milyar menjadi Rp.266,97 milyar atau bertumbuh rata-rata 12,39
persen per tahun.

118 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 3.5
Realisasi Anggaran Belanja Langsung Menurut Jenisnya
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
No. Uraian Belanja Langsung
2009 2010 2011 2012 2013*
1. Belanja Pegawai 16,43 14,66 14,47 22,17 28.12
2. Belanja Barang dan Jasa 51.79 68.68 95,09 120,45 127.12
3. Belanja Modal 121.04 113.49 130,19 124,36 137.14
Sumber Data : Diolah dari Data Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2014
Ket : *) Angka sementara

Belanja langsung terbesar dialokasikan untuk belanja modal. Rata-


rata proporsi belanja modal terhadap total belanja langsung mencapai 55,62
persen per tahun. Porsi belanja barang dan jasa menempati urutan kedua
dengan rata-rata 36,76 persen per tahun. Meskipun porsi belanja modal
merupakan yang terbesar diantara jenis belanja langsung lainnya, namun
menunjukkan kecenderungan menurun dari tahun ke tahun. Sebaliknya,
belanja pegawai meskipun memperoleh alokasi belanja langsung terkecil,
akan tetapi proporsinya cenderung meningkat.

Grafik 3.1
Proporsi Realisasi Belanja Langsung Menurut Jenisnya
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2012
80
63.96
57.66 54.3
60
46.58 46.9
39.66 45.12 43.48
40 34.89
27.36

20 8.68 9.62
7.45 6.03 8.03

0
2009 2010 2011 2012 2013*
Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal
Sumber Data : Diolah dari Data Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2014
Ket : *) Angka sementara

Kecenderungan penurunan proporsi belanja modal di tahun 2012


turut dipengaruhi oleh rendahnya capaian realisasi belanja modal yang
hanya sebesar 86,27 persen dari target. Ketidakmampuan pencapaian
tersebut antara lain dipicu oleh realisasi belanja modal tanah yang hanya
Rp.208.032.300 sementara alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp
1,45 milyar.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 119


Tabel 3.6
Target dan Realisasi Belanja Modal Menurut Jenisnya Kabupaten Polewali Mandar
(Rp.000), 2011-2013
2011 2012 2013*
Uraian Belanja
No Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
Modal
(%) (%) (%)
1 Tanah 1,454,625,65 66.89 1,447,067,00 14.38 1,182,788.00 58.54
2 Peralatan & 19,050,852,62 93.73 18,891,272,32 79.79 15,158,348.36 90.35
Mesin
3 Gedung & 68,560,096,90 58.21 86,864,165,94 85.62 84,813,418.93 81.06
Bangun

4 Jalan & Jar. 72,743,788,44 96.05 36,738,037,49 94.02 70,894,282.33 93.74


Irigasi
5 Aset tetap 1,430,394,00 99.78 195,000,00 83.60 1,068,971.50 97.85
lainnya
Sumber Data : Diolah dari Data Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2013
Ket : *) Angka sementara

Terdapat lima jenis rencana peruntukkan belanja modal di tahun


2011 dan 2012, namun tidak satupun yang terealisasi 100 persen dari yang
ditargetkan. Yang paling rendah capaian realisasinya adalah belanja gedung
dan bangunan yang hanya terealisasi 58,21 persen dan tanah sebesar 66,89
persen (2011). Pada tahun 2012, alokasi belanja modal untuk tanah semakin
menurun dari tahun sebelumnya, yaitu hanya 14,38 persen.

3.1.2 Neraca Daerah


Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2001 tentang
Informasi Keuangan Daerah, Neraca Daerah adalah neraca yang disusun
berdasarkan standar akuntansi pemerintah daerah secara bertahap sesuai
dengan kondisi masing-masing pemerintah daerah. Neraca daerah
memberikan informasi mengenai posisi keuangan berupa aset, kewajiban
(utang), dan ekuitas dana pada tanggal neraca tersebut dikeluarkan. Aset,
kewajiban, dan ekuitas dana merupakan rekening utama yang masih dapat
dirinci lagi menjadi sub rekening sampai level rincian obyek.
Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun
2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Neraca Daerah merupakan
salah satu laporan keuangan yang harus dibuat oleh pemerintah daerah.
Laporan ini sangat penting bagi manajemen pemerintah daerah, tidak hanya
dalam rangka memenuhi kewajiban peraturan perundang-undangan yang
berlaku saja, tetapi juga sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang
terarah dalam rangka pengelolaan sumber-sumber daya ekonomi yang
dimiliki oleh daerah secara efisien dan efektif.
Dengan adanya neraca daerah, pemerintah daerah dapat menilai
sejauh mana kemampuan keuangan pemerintah daerah melalui perhitungan
rasio likuiditas, solvabilitas dan rasio aktivitas serta kemampuan aset daerah

120 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


untuk penyediaan dana pembangunan daerah.
Dari data yang tersedia, tampak jelas bahwa aset pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar dalam kurun waktu 2009-2012 bertumbuh rata-
rata 7 persen. Porsi pertumbuhan terbesar terdapat pada piutang pemerintah
daerah yang meningkat dari Rp.5,04 milyar pada tahun 2009 menjadi Rp.10,02
milyar pada tahun 2012 atau meningkat sekitar dua kali lipat.
Kewajiban, baik jangka pendek maupun jangka panjang,
memberikan informasi tentang utang pemerintah daerah kepada pihak ketiga
atau klaim pihak ketiga terhadap arus kas pemerintah daerah. Kewajiban
umumnya timbul karena konsekuensi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
di masa lalu yang dalam penyelesaiannya mengakibatkan pengorbanan
sumber daya ekonomi di masa yang akan datang. Jumlah kewajiban
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar khususnya dalam hal Utang Dalam
Negeri - Pemerintah Pusat berkurang sebesar 91 persen dari
Rp.4.737.697.251,97 pada tahun 2009 menjadi Rp.441.002.896,88 pada akhir
tahun 2012 dan direncanakan akan selesai pada tahun 2013. Hal ini
menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar selama kurun
waktu 2009-2012 selalu dapat melaksanakan kewajiban jangka pendek
finansialnya dengan tepat waktu.
Tabel 3.7
Neraca Daerah Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
Pertum
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
buhan
1 ASET
1.1. ASET LANCAR 10,70 24,37 40,67 25,20 16,58 31%
1.1.1. Kas 9,14 17,57 30,33 10,69 805,378,515.72 2%
1.1.2. Piutang 5,697,251.00 5,03 7,87 9,10 10,01 22111%
1.1.3. Persediaan 1,57 1,77 2,47 5,43 5,76 45%

INVESTASI JANGKA
22,99 21,17 15,17 16,66 17,87 -5%
PANJANG
Investasi Non
13,27 11,46 10,62 10,60 10,33 -6%
Permanen
Investasi dalam Dana
13,27 11,46 10,62 10,6 10,33 -6%
Bergulir

Investasi Permanen 9,72 9,72 4,54 6,04 7,55 1%


Penyertaan Modal
Pemda pada Bank 4,40 4,40 4,40 5,90 7,40 15%
Sulsel
Penyertaan Modal
Pemda pada 0.00 0,20 0,145 0,145 0,145 -7%
Perusahaan Daerah
Penyertaan Modal
Pemda pada PDAM 5,32 5,12 0.00 0.00 0.00 -26%
Kab. Polewali Mandar

1.2. ASET TETAP 644,33 766,70 722,19 732,84 855,85 8%


1.2.1. Tanah 27,86 30,40 177,37 178,57 179,35 123%
1.2.2. Peralatan dan mesin 108,8 121,28 109,38 127,24 142,32 7%
Gedung dan
1.2.3. 219,85 266,42 338,55 382,29 412,88 17%
bangunan
Jalan, irigasi, dan
1.2.4. 252,74 311,35 79,50 149,37 183,67 15%
jaringan
1.2.5. Aset tetap lainnya 19,20 20,22 4,49 5,92 6,08 -10%
Konstruksi dalam
1.2.6. 15,90 17,05 12,93 11,64 53,72 84%
pengerjaan
Akumulasi
1.2.7. 0.00 0.00 0.00 -122,16 -122,16 0%
Penyusutan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 121


Pertum
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
buhan
1.3. ASET LAINNYA 5,70 5,52 5,72 6,93 6,76 5%
Tagihan penjualan
1.3.1. 0,05 0.00 0.00 0.00 0.00 0%
angsuran
Tagihan tuntutan
1.3.2. 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0%
ganti kerugian daerah
Kemitraan dengan
1.3.3. 0.00 0.00 0,39 0,52 0,39 2%
pihak kedua
1.3.4. Aset tak berwujud 0.00 0.00 0% 0% 0% 0%
1.3.5. Aset Lainnya 5,65 5,52 5,33 6,40 6,36 3%

JUMLAH ASET
683,70 817,75 783,74 781,63 897,05 7%
DAERAH

2 KEWAJIBAN 7,02 5,02 3,70 15,26 6,97 51%


KEWAJIBAN JANGKA
2.1. 2,24 1,79 2,03 14,24 6,54 135%
PENDEK
Utang perhitungan
2.1.1. 0,078 302,971.70 60,08 133,57 206,09 4952%
pihak ketiga
Bagian Lancar Utang
2.1.2. Dalam Negeri- 1,97 1,50 1,80 488,48 441,00 -21%
Pemerintah Pusat
Bagian Lancar Utang
Dalam Negeri- 172,635,070
2.1.3. 0.00 0.00 161,022,331.28 154,997,920.00 -3%
Pemerintah Daerah .43
lainnya
Bagian Lancar Utang
2.1.4. Jangka Panjang 0,20 0,18 0.00 0.00 0.00 0%
Lainnya
Utang Jangka Pendek 13,450,744,307. 5,736,501,930.0
2.1.5. 0.00 0,10 0.00 -39%
Lainnya--Utang Pajak 00 0

KEWAJIBAN JANGKA
2.2 4,79 3,25 1,67 1,01 428,876,845.66 -44%
PANJANG
Utang Dalam Negeri 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0%
Utang Dalam Negeri-
4,79 3,25 1,67 441,002,896.88 -64%
pemerintah Pusat
Utang Dalam Negeri-
pemerintah Daerah 0.00 0.00 0.00 577,931,110.56 428,876,845.66 -6%
Lainnya

3 EKUITAS DANA 676,69 812,72 780,03 766,37 890,08 8%


EKUITAS DANA
3.1. 8,53 22,59 38,63 10,98 10,04 39%
LANCAR
3.1.1. SILPA 8,95 16,32 29,97 10,27 388,167,611.99 1%
3.1.2. Cadangan piutang 59,088,251.00 5,03 7,87 9,09 10,01 2128%
3.1.3. Cadangan persediaan 1,57 1,77 2,48 5,43 5,76 45%
Pendapatan Yang 297,750,861
3.1.4. 114,704,000.00 1,144,760,690.05 287,351,723.04 211,118,399.73 199%
ditangguhkan .55
Dana yang harus
- -
disediakan untuk (1,679,968,020.41) (1,978,443,7
(2,157,747,263.17) 14,100,238,157. 6,332,502,746.8 138%
pembayaran Utang 97.76)
03 8
Jangka Pendek

EKUITAS DANA
3.2. 668,16 790,14 741,40 755,40 880,04 8%
INVESTASI
Diinvestasikan dalam
Investasi Jangka 22,99 21,17 15,17 16,66 17,87 -5%
Panjang
Diinvestasikan dalam
3.2.1. 644,33 766,70 722,19 732,84 855,85 8%
aset tetap
Diinvestasikan dalam
3.2.2. 5,65 5,52 5,72 6,93 6,76 5%
aset lainnya
Dana yang harus
disediakan untuk (428,876,845.66)
3.2.3. (4,79) (3,25) (1,67) (1,01) -44%
pembayaran Utang
Jangka Panjang

JUMLAH KEWAJIBAN
683,70 817,75 783,74 781,63 897,05 7%
DAN EKUITAS DANA
Sumber Data : Diolah dari Data Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2013

122 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Adapun total hutang yang masih menjadi tanggungan pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar pada akhir tahun 2012 sebesar Rp.1,02 milyar.
Beberapa rasio dapat diterapkan untuk menilai kemampuan keuangan
pemerintah daerah, diantaranya rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio
utang. Rasio likuiditas atau rasio lancar menggambarkan kemampuan
pemerintah daerah dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang
yang segera jatuh tempo pada saat ditagih. Kualitas pengelolaan keuangan
daerah dikategorikan baik apabila nilai rasio lebih dari satu. Rasio kas (cash
ratio) dan rasio cepat (quick ratio) menggambarkan kemampuan pemerintah
daerah dalam memenuhi atau membayar kewajiban jangka pendek
berdasarkan nilai aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan.
Tabel 3.8
Analisis Rasio Keuangan Kabupaten Polewali Mandar, 2008-2012
2008 2009 2010 2011 2012
No Uraian
(%) (%) (%) (%) (%)
1 Rasio lancar (current ratio) 4,788 13,656 19,949 1,771 2,535
2 Rasio cepat (quick ratio) 4,090 12,667 18,737 1,390 1,655
3 Rasio total hutang terhadap total asset 0,010 0,006 0,005 0,020 0,008
4 Rasio hutang terhadap modal 0,010 0,006 0,005 0,020 0,008
5 Rata-rata umur piutang (Hari) - 1,89 4,32 4,75 4,98
Sumber Data : Diolah dari Data Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2013

Hasil analisis rasio menunjukkan bahwa rasio lancar pemerintah


Kabupaten Polewali Mandar selama kurun waktu 2009-2012 tergolong baik,
yang berarti bahwa pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dapat
memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Rasio cepat (quick ratio)
pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan angka lebih dari 1.
Angka ini mengindikasikan bahwa pemerintah Kabupaten Polewali Mandar
mampu untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dalam waktu dekat.

3.2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu


3.2.1 Kebijakan Pendapatan Daerah
Dengan mencermati gambaran umum pendapatan daerah,
terlihat pada kebijakan pendapatan daerah lebih diarahkan pada upaya
mobilisasi peningkatan pendapatan asli daerah. Hal ini ditunjukkan oleh laju
pertumbuhan PAD cukup cepat sebesar 37,27 persen per tahun dalam
periode tahun 2009-2012, meskipun proporsinya terhadap total pendapatan
relatif kecil. Sumber PAD yang terbesar adalah retribusi daerah dan pajak
daerah. Ini menggambarkan bahwa penekanan arah kebijakan peningkatan
PAD berasal dari retribusi daerah dan pajak daerah. Pada periode yang sama,
penerimaan dari dana perimbangan cenderung meningkat hingga tahun
2012 dengan laju pertumbuhan yang cukup lambat sekitar 10,95 persen per
tahun. Dengan memperhatikan kebijakan pendapatan daerah di masa lalu,
peningkatan pendapatan daerah untuk lima tahun ke depan tetap

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 123


melanjutkan kebijakan pendapatan yang potensial dan menyempurnakan
kelemahan sistem pengelolaan pendapatan pada periode yang lalu. Adapun
kebijakan pendapatan daerah yang diarahkan pada peningkatan PAD pada
masa sebelumnya adalah:
1. Peningkatan penerimaan dari objek pajak yang telah memberikan
kontribusi yang cukup besar dengan melakukan penagihan lebih intens
kepada subjek pajak;
2. Menggali sumber-sumber pendapatan baru;
3. Mengoptimalkan penerimaan dari objek-objek pajak yang belum
tergarap dengan baik;
4. Melakukan pendampingan dan asistensi SKPD dalam proses penetapan
target-target penerimaan retribusi;
5. Melakukan uji petik terhadap sumber-sumber PAD potensial untuk
mengoptimalkan realisasi penerimaan;
6. Melakukan penegakan hukum dan peraturan perundang-undangan
untuk meningkatkan ketaatan membayar pajak dan retribusi daerah;
7. Memberikan reward and punishment kepada wajib pajak atas ketaatan
dalam membayar pajak;
8. Memberikan kampanye Taat Pajak agar masyarakat semakin mengerti
akan posisi dan peran strategis pajak dalam menciptakan pertumbuhan
ekonomi dan pemerataan kesejahteraan;
9. Melakukan pelayanan mobile kepada wajib pajak secara periodiK;
10. Melakukan konsolidasi internal berupa perbaikan sistem dan prosedur,
peningkatan SDM, dan peningkatan kualitas layanan.
Selain kebijakan peningkatan PAD, pemerintah daerah tetap
melakukan langkah-langkah strategis yang terkait dengan sumber
pendapatan daerah yang lain seperti lain-lain pendapatan daerah yang sah.
Hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap pendapatan daerah cukup
berarti.
3.2.2 Kebijakan Belanja Daerah
Sebagaimana amanah RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun
2009-2014, belanja daerah dipergunakan dalam rangka membiayai
pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang
terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan urusan yang penanganannya
dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara
pemerintah dan pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan
perundang-undangan. Kebijakan belanja daerah diarahkan untuk
menyediakan kebutuhan dasar masyarakat (basic needs) meliputi pelayanan
bidang pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana dasar, dan berbagai
pelayanan umum lainnya, serta dalam rangka pemenuhan layanan

124 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


pengembangan potensi unggulan daerah (core competency).
Mencermati perkembangan realisasi belanja daerah pada
periode 2009-2012 tergambar bahwa kebijakan belanja daerah diarahkan
pada belanja tidak langsung dengan proporsi yang lebih besar daripada
belanja langsung. Kebijakan belanja tidak langsung tetap didominasi oleh
pembayaran gaji pegawai sebagai belanja wajib dan mengikat. Sementara
pada belanja langsung, kebijakan diarahkan pada pembiayaan program
prioritas sebagaimana termuat dalam RPJMD Kabupaten Polewali Mandar
Tahun 2009-2014. Adapun bentuk kebijakan pada program prioritas adalah :
a. Peningkatan kualitas manajemen dan administrasi pembangunan yang
diarahkan pada peningkatan kualitas perencanaan, pengembangan
sistem pelayanan publik, peningkatan kinerja sumber daya aparatur,
peningkatan akuntabilitas manajemen keuangan dan aset, penataan
organisasi dan tata kerja birokrasi daerah, serta peningkatan sistem
pengendalian intern pemerintahan daerah;
b. Pembangunan daya saing ekonomi daerah akan diarahkan kepada
peningkatan sarana dan prasarana jalan dan jembatan, peningkatan
sumber daya manusia pelaku ekonomi, peningkatan produktifitas
pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan, serta
perwilayahan komoditas unggulan, peningkatan iklim usaha yang
kondusif dan pengembangan daya saing usaha masyarakat, penguatan
lembaga keuangan mikro, koperasi dan UMKM, optimalisasi
pengelolaan pertambangan, pengembangan home-industry dan IKM,
promosi dan penanaman modal, pengembangan sarana dan prasarana
BLK, optimalisasi pengelolaan potensi kepariwisataan, peningkatan
kapasitas penelitian dan pengembangan kepariwisataan;
c. Peningkatan pendayagunaan sumber daya alam dan pengelolaan
lingkungan hidup yang diarahkan kepada optimalisasi pengawasan tata
ruang dan pengendalian lingkungan hidup;
d. Peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan sosial diarahkan pada
penguatan implementasi nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat,
pemeliharaan nilai-nilai budaya lokal, peningkatan APK dan APM pada
semua tingkat satuan pendidikan berbasis kinerja, peningkatan peran
pemuda dalam pembangunan, peningkatan indeks pemberdayaan
gender, peningkatan angka usia harapan hidup, penurunan prevalensi
kurang gizi anak balita, penurunan angka kematian anak dan ibu,
peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit umum daerah, peningkatan
kualitas pembangunan kependudukan dan keluarga berencana,
peningkatan kehidupan sosial bagi penyandang cacat, anak terlantar,
yatim piatu dan fakir miskin;

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 125


e. Penguatan demokrasi, politik, hukum dan hak asasi manusia diarahkan
pada peningkatan pemahaman dan penegakan hukum dan HAM,
perwujudan kehidupan politik yang demokratis dan kondusif.

3.2.3 Kebijakan Pembiayaan Daerah


Analisis pembiayaan dimaksudkan untuk memberi gambaran
atau informasi pengaruh kebijakan pembiayaan daerah pada tahun anggaran
sebelumnya terhadap surplus atau defisit belanja daerah. Gambaran ini
menjadi bahan untuk menentukan kebijakan pembiayaan pemerintahan
daerah pada periode 2014-2019 terutama terkait dengan penghitungan
kapasitas pendanaan pembangunan daerah.
Berdasarkan analisis pendapatan dan belanja daerah pada bagian
sebelumnya, diperoleh gambaran bahwa pada periode sebelumnya
pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menganut anggaran surplus pada
tahun 2009-2010, kemudian anggaran defisit pada tahun 2011-2012. Dengan
memperhitungkan komponen pembiayaan, besaran pengeluaran
pembiayaan setiap tahun (2009-2012) sangat berfluktuasi, sehingga turut
mempengaruhi perolehan defisit riil. Pada tahun 2011, defisit riil Kabupaten
Polewali Mandar sebesar Rp.32,515 milyar menurun di tahun 2012 menjadi
Rp.10,622 milyar (Tabel 3.11). Penurunan defisit riil pada tahun 2012
disebabkan oleh adanya pertumbuhan perolehan pendapatan daerah yang
lebih cepat sebesar 7,20 persen dibandingkan dengan pertumbuhan belanja
sebesar 6,12 persen.
Tabel 3.9
Penutup Defisit Riil Anggaran Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2013
No Uraian Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013*

Realisasi Pendapatan Daerah


1 486.817.458.024,95 545.601.340.101,70 653.709.606.212,91 700.742.770.143,00 809.424.417.933,00
Dikurangi realisasi:
2 Belanja Daerah 473.624.376.215,52 531.628.522.364,16 667,014,554,229,96 707,846,542,623,96 802.477.517.933,00
3 Pengeluaran Pembiayaan Daerah 7.246.115.520,61 1.587.542.439,00 19.210.708.358,07 2.586.240.645,00 2.451.126,780,00
A Defisit riil 5.946.966.288,82 12.385.275.298,54 (32.515.656.375,12) (9.690.013.125,96) 4.495.773.220,00
Ditutup oleh realisasi Penerimaan
10.367.889.650,22 17.066.126.881,04 44.862.984.565,00 10.622.500.824,46 448.967.611,99
Pembiayaan:
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
4 9.076.562.530,37 16.230.268.581,04 27.907.000.000,00 7.662.090.383,46 388.167.611,99
(SiLPA) Tahun Anggaran sebelumnya
5 Pencairan Dana Cadangan - - - - -
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah
6 - - - - -
Yang di Pisahkan
7 Penerimaan Pinjaman Daerah - - 16.000.000.000,00 - -
Penerimaan Kembali Pemberian
8 1.014.097.273,00 835.858.300,00 11.500.000,00 577.530.000,00 60.800.000
Pinjaman Daerah
9 Penerimaan Piutang Daerah - - 944.484.565,00 2.382.880.441,00 -
Total Realisasi Penerimaan
10.367.889.650,22 17.066.126.881,04 44.862.984.565,00 10.622.500.824,46 448.967.611,99
Pembiayaan Daerah
Sisa lebih pembiayaan anggaran
16.314.855,939,04 29.451.402.179,58 12.347.328.189,88 932.487.698,50 4.944.740.831.99
tahun berkenaan

Sumber Data : Diolah dari Data Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2013
Ket : *) Angka Sementara

Surplus yang terjadi pada tahun 2009 dan 2010 menggambarkan


bahwa seluruh belanja daerah pemerintah Kabupaten Polewali Mandar
dapat ditanggulangi dengan pendapatan daerahnya. Akan tetapi, di tahun

126 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


2011 dan 2012 belanja daerah harus ditutupi dari penerimaan pembiayaan.
Terlebih pada tahun 2011 dengan nilai defisit yang cukup tinggi, sehingga
pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar harus mengambil kebijakan
dengan melakukan pinjaman sebesar Rp.16 milyar dan menggunakan SiLPA
tahun lalu. Dari seluruh komponen penerimaan pembiayaan, SiLPA tahun
lalu merupakan sumber penerimaan pembiayaan terbesar dimana pada
tahun 2009 mencapai Rp. 9,076 milyar, namun menurun di tahun 2012
menjadi Rp.7,662 milyar. Berdasarkan Tabel 3.9 terlihat bahwa Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan cenderung mengalami penurunan
dari Rp.16,314 milyar pada tahun 2009 menjadi Rp.932 juta pada tahun
2012.
Tabel 3.10
Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Kabupaten Polewali Mandar, 2009-2012
Rata-
2009 2010 2011 2012
No. rata
Uraian %
% dari
%
% dari
pertum
(Rp.000) dari (Rp.000) (Rp.000) dari (Rp.000) buhan
SiLPA SiLPA
SiLPA SiLPA (%)
1. Jumlah SiLPA 9.076.562,53 100,0 16.230.268,58 100 27.907.000,00 100 7.662.090,38 100 -26,09%

2. Pelampauan penerimaan (13.965.573.58 -


PAD )
-85,6 (9.183.264.33) -30,6 (11.679.952.17) (7.839.237.250,51) -2019 -13,31%
113,8
3. Pelampauan penerimaan
dana perimbangan (1.910.981.25) -11,7 2.614.188.25 8,7 (9.541.605.10) -92,9 (5.459.575.192,00) -1406 -248,19%

4. Pelampauan penerimaan
lain-lain pendapatan -
18.378.736.48 112,6 418.645.53 1,4 (19.032.807.89) (11.055.682.301,00) -2848 -16,31%
daerah yang sah 185,4

5. Sisa penghematan
belanja atau akibat 17.459.919.60 107,0 30.267.481.75 100 10.552.450.18 102,8 599.286.011,72 154 -28,70%
lainnya
Sumber Data : Diolah dari Data Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2013

Pada periode 2009-2012, terlihat bahwa PAD selalu tidak dapat


mencapai target yang telah ditetapkan. Demikian juga dengan komponen
Dana Perimbangan, hanya pada tahun 2010, realisasi penerimaan berada di
atas target, sementara periode lainnya tidak melampaui target. Ini berarti,
beberapa komponen dana perimbangan tidak terealisasi 100 persen.
Secara keseluruhan dapat dijelaskan bahwa SiLPA yang terjadi pada
tahun 2009-2010 disebabkan oleh adanya penerimaan lain-lain pendapatan
daerah yang sah yang berada di atas target dan sisa penghematan belanja atau
akibat lainnya. Sisa penghematan belanja berlangsung hingga tahun 2012
dengan besaran nilai yang cenderung meningkat dari Rp.17,5 milyar di tahun
2009 menjadi Rp.599,29 milyar di tahun 2012.

3.3. Kerangka Pendanaan


Berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010, kerangka
pendanaan adalah program dan kegiatan yang disusun untuk mencapai
sasaran hasil pembangunan yang pendanaannya diperoleh dari anggaran
pemerintah/daerah, sebagai bagian integral dari upaya pembangunan daerah

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 127


secara utuh. Analisis kerangka pendanaan bertujuan untuk menghitung
kapasitas riil keuangan daerah yang akan dialokasikan untuk pendanaan
program pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Polewali Mandar
selama 5 (lima) tahun ke depan yakni tahun 2014-2019. Suatu kapasitas riil
keuangan daerah adalah total penerimaan daerah setelah dikurangkan
dengan berbagai pos atau belanja dan pengeluaran pembiayaan yang wajib
dan mengikat serta prioritas utama.
Oleh karena itu, untuk mengetahui kapasitas fiskal riil keuangan
daerah, maka yang pertama dianalisis adalah seluruh pengeluaran periodik
wajib dan prioritas utama Kabupaten Polewali Mandar pada masa
sebelumnya. Selanjutnya dilakukan perhitungan dan analisis proyeksi
pendapatan daerah dan belanja daerah dengan terlebih dahulu melakukan
proyeksi asumsi makro ekonomi daerah seperti pertumbuhan ekonomi, dan
tingkat pengangguran. Tujuan dari perhitungan asumsi makro adalah untuk
mengetahui besaran pendapatan dan belanja yang diperlukan dalam lima
tahun ke depan. Selain itu, proyeksi pendapatan dan belanja daerah serta
pembiayaan disamping dipengaruhi oleh asumsi makro juga dipengaruhi
kebijakan pemerintah daerah dan kebijakan pemerintah pusat.
Pada bagian ini akan dijelaskan proyeksi keuangan daerah yang
akan dikelola Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar selama lima tahun ke
depan yaitu tahun anggaran 2014-2019 yang meliputi proyeksi pendapatan
daerah, proyeksi belanja yang harus dilakukan pemerintah daerah, yang
meliputi belanja tidak langsung maupun belanja langsung, serta proyeksi
penerimaan pembiayaan maupun pengeluaran pembiayaan dalam rangka
menutup surplus maupun defisit anggaran yang direncanakan.
Penyusunan proyeksi keuangan daerah Pemerintah Kabupaten
Polewali Mandar selama lima tahun ke depan tersebut didasarkan pada
asumsi-asumsi yang diperoleh berdasarkan analisis data historis keuangan
daerah beberapa tahun sebelumnya berupa tren pertumbuhan pendapatan,
belanja serta pembiayaan, prediksi kondisi makro ekonomi ke depan, prediksi
belanja-belanja wajib serta yang direncanakan yang akan terjadi selama lima
tahun ke depan.

3.3.1 Analisis Pengeluaran Periodik Wajib dan Mengikat Serta Prioritas Utama
Pada periode tahun 2010-2012, terlihat bahwa selama tiga tahun
terakhir, total pengeluaran wajib dan mengikat pemerintah Kabupaten
Polewali Mandar rata-rata Rp.327,27 milyar atau bertumbuh dengan rata-rata
11,47 persen. Untuk komponen belanja tidak langsung wajib dan mengikat
rata-rata per tahunnya sebesar Rp.314,99 milyar (11,44 persen) selama tiga
tahun terakhir (2010-2012). Belanja gaji dan tunjangan mendominasi struktur
belanja tidak langsung wajib dan mengikat dengan rata-rata 93,31 persen dan
sebesar rata-rata 5,57 persen teralokasi pada belanja bantuan keuangan, serta

128 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


selebihnya teralokasi pada belanja anggota DPRD dan belanja bunga.
Sementara belanja langsung wajib dan mengikat rata-rata Rp.5,52 milyar atau
atau bertumbuh dengan rata-rata 9,54 persen. Dalam periode tahun 2010-
2012, belanja wajib dan mengikat pemerintah daerah terkait dengan
pembiayaan adalah pembayaran pokok utang, dimana pada tahun 2011
besarannya cukup besar, namun pada tahun berikutnya menurun drastis.
Tabel 3.11
Pengeluaran Periodik Wajib dan Mengikat serta Prioritas Utama
Kabupaten Polewali Mandar, 2010-2013
Rata-Rata
No Uraian 2010 2011 2012 2013* Pertumbuhan
2010-2012, (%)
A Belanja Tidak Langsung 280.519.724.726 316.109.504.109 348.329.049.275 368.031.201.711 11,44
1 Belanja Gaji dan Tunjangan 261.638.201.312 295.136.589.852 327.193.247.671 347.633.819.520 11,83
2 Belanja Penerimaan Anggota 2.138.651.682 2.333.557.983 2.344.148.242 2.177.714.627 4,78
dan Pimpinan DPRD serta
Operasional KDH/WKDH
3 Belanja Bunga 355.403.732 1.628.170.275 232.324.870 - 136,19
4 Belanja Bagi Hasil 253.500.000 - - 253.500.000 (0,50)
5 Belanja Bantuan Keuangan 16.133.968.000 17.011.186.000 18.559.328.492 17.515.000.000 7,27
Kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa
B Belanja Langsung 4.867.856.929 5.925.340.632 5.769.021.831 7.654.788.999 9,54
1 Belanja Beasiswa Pendidikan 142.500.000 346.200.000 346.500.000 1.039.900.000 71,52
PNS
2 Belanja Jasa Kantor ( khusus 4.725.356.929 5.579.140.632 5.422.521.831 6.614.888.999 7,63
tagihan bulanan kantor seperti
Listrik, Air, Telepon dan
sejenisnya )
C Pembiayaan Pengeluaran 1.562.542.439 17.641.708.358 1.086.240.645 2.592.302.644 467,60
1 Pembentukan Dana Cadangan
2 Pembayaran Pokok Utang 1.562.542.439 17.641.708.358 1.086.240.645 2.451.126.780 467,60
TOTAL ( A+B+C) 286.950.124.094 339.676.553.099 355.184.311.751 378.137.117.490 11,47
Sumber Data : Bagian Pengelola Keuangan Setda Kab. Polewali Mandar, 2013
Ket: *) Angka Sementara

3.3.2 Analisis Proyeksi Data


a. Proyeksi Pendapatan Tahun 2014-2019
Selama periode tahun 2009-2012, ketergantungan fiskal
pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terhadap pemerintah pusat cukup
besar. Hal ini ditandai oleh proporsi dana perimbangan terhadap total
pendapatan sebesar 81,19 persen, sementara proporsi pendapatan asli
daerah hanya sebesar 3,21 persen. Untuk menghasilkan pengelolaan
keuangan yang lebih efisien dan efektif terutama terkait dengan proyeksi
peningkatan pendapatan daerah, belanja pemerintah, dan defisit anggaran
yang tidak melampaui ambang batas sesuai dengan peraturan yang ada,
penetapan asumsi-asumsi yang mendasari rencana pengelolaan keuangan
daerah menjadi prasyarat yang harus dipenuhi.
Ada dua asumsi yang digunakan terkait dengan proyeksi keuangan
daerah, yaitu: (1) perkembangan ekonomi makro daerah, seperti
pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran; dan (2) pokok-pokok
kebijakan fiskal yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu PAD dan Dana
perimbangan.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 129


Selama periode tahun 2009-2012, pertumbuhan ekonomi
Kabupaten Polewali Mandar berkisar antara 4,92 persen dan 10,55 persen
atau rata-rata 8,76 persen per tahun. Prestasi pertumbuhan ekonomi
tersebut dikontribusi oleh sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel,
dan restoran. Untuk periode lima tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi
diprediksikan lebih akseleratif dengan kisaran rata-rata 10-11 persen per
tahun dengan harapan bahwa kebijakan nasional tetap konsisten dalam
mendukung penganggaran Kabupaten Polewali Mandar melalui dana
perimbangan, kebijakan pemerintah daerah Polewali Mandar terkait dengan
sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta
kebijakan yang mendukung kerjasama dengan sektor swasta. Selain itu,
asumsi tersebut juga harus diiringi oleh tingkat inflasi yang relatif stabil dan
tingkat pengangguran berada pada rata-rata 3-4 persen per tahun. Meskipun
pada periode sebelumnya kecenderungan tingkat pengangguran menurun,
namun dengan mencermati kondisi ketenagakerjaan, tingkat partisipasi
angkatan kerja meningkat relatif lebih cepat terhadap tingkat kesempatan
kerja. Hal ini berarti jumlah angkatan kerja yang mampu terserap ke dalam
lapangan kerja relatif lebih lambat. Prediksi pertumbuhan ekonomi akan
berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah dalam lima tahun
ke depan terutama peningkatan PAD.
Tabel 3.12
Asumsi Makro Ekonomi Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2019
Rata-rata
Variabel Makro -Ekonomi 2014 2015 2016 2017 2018 Pertumbuhan
(%)
Pertumbuhan Ekonomi (%) 10,05 10,32 10,51 10,78 11,12 2,25
Inflasi (%) 3,0 3,8 3, 6 3,4 3,2 23
Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 2,14 2,10 2,07 2,04 2,01 (1,54)
Persentase Penduduk Miskin (%) 16,55 15,13 13,76 12,34 10,92 (10,49)
PAD (Milyar) 41,09 46,11 51,12 56,23 62,02 10,84
Dana Perimbangan (Milyar) 706,58 743,31 819,19 904,49 985, 72 8,70
Sumber Data : Data Proyeksi

Berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi dan


tingkat pengangguran, maka PAD diprediksikan meningkat dari Rp.41,09
milyar pada tahun 2014 menjadi Rp.62,02 milyar pada tahun 2018 atau
bertumbuh dengan rata-rata 10,84 persen. Tingkat pertumbuhan tersebut
lebih lambat dibandingkan dengan periode sebelumnya (2009-2012) yang
mencapai 37,28 persen per tahun.

130 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 3.13
Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2018
Rata-Rata
Uraian 2014 2015 2016 2017 2018 Pertumbuhan
(%)
Pendapatan
851,341,575,270 949,631,101,383 1,038,530,886,279 1,137,354,729,861 1,233,208,154,157 9,71
Daerah
PAD 41,092,820,900 46,106,302,597 51,119,784,294 56,231,762,724 62,023,634,284 10,84
Dana Perimbangan 706,584,516,840 743,314,751,124 819,190,551,940 904,491,389,590 985,721,363,448 8,70
Lain-lain
Pendapatan 103,664,237,530 160,210,047,662 168,220,550,045.10 176,631,577,547.36 185,463,156,424.72 17,39
Daerah yang Sah
Sumber Data : Data Proyeksi
Ket : Data tahun 2014 bersumber dari Proyeksi APBD Kab. Polewali Mandar

Untuk mencapai angka tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali


Mandar melakukan berbagai upaya yang signifikan melalui intensifikasi dan
ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah antara lain : melakukan
penyempurnaan berbagai regulasi yang ada, identifikasi objek dan wajib
pajak, identifikasi objek retribusi, dan pengelolaan sumber daya daerah lain
yang produktif, dapat menjadi upaya kongkrit bagi peningkatan peran PAD
dalam membentuk pendapatan dana pembangunan daerah Kabupaten
Polewali Mandar. Salah satunya adalah memanfaatkan peluang pengalihan
pajak PBB dan BPHTB yang menurut Undang-Undang Pajak yang baru akan
dialihkan pengelolaannya kepada Pemerintah Daerah. Terkait dengan
berbagai upaya tersebut, kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah
diprediksikan meningkat setiap tahun dengan rata-rata 4,93 persen per
tahun.
Sementara pendapatan daerah yang berasal dari dana
perimbangan meskipun sangat tergantung pada kebijakan pemerintah
pusat, namun diprediksikan masih tetap mengalami peningkatan sebagai
sumber pendapatan daerah Kabupaten Polewali Mandar, namun
peningkatannya diprediksikan 9,30 persen atau lebih lambat dari periode
sebelumnya (2009-2012) yang mencapai rata-rata 10,96 persen per tahun.
Hal ini terutama akibat dari kebijakan dana bagi hasil pajak PBB dan BPHTB
yang diserahkan kepada daerah.
Pendapatan daerah yang bersumber dari lain-lain pendapatan
daerah yang sah, juga mengalami peningkatan dengan tingkat pertumbuhan
rata-rata 16,13 persen per tahun. Secara keseluruhan, pendapatan daerah
masih didominasi oleh pendapatan yang berasal dari dana perimbangan,
namun proporsinya direncanakan mengalami penurunan dan diganti oleh
kontribusi PAD dengan prediksi yang cenderung meningkat. Total
pendapatan daerah diprediksikan mencapai rata-rata Rp.1,04 triliun pada
periode 2014-2018 atau bertumbuh rata-rata sebesar 9,87 persen per tahun.
Penyusunan proyeksi belanja daerah menggunakan asumsi-
asumsi yang didasarkan pada data historis perkembangan pertumbuhan
belanja langsung dan belanja tidak langsung beberapa tahun sebelumnya,

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 131


serta rencana-rencana strategis pemerintah Kabupaten Polewali Mandar
lima tahun ke depan dalam rangka memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Disamping itu juga mempertimbangkan proyeksi pendapatan
daerah, serta proyeksi penerimaan pembiayaan daerah terutama proyeksi
SiLPA yang dalam beberapa tahun terakhir memiliki jumlah yang sangat
signifikan. Hingga tahun 2012, komposisi belanja daerah Kabupaten
Polewali Mandar terdiri atas pos belanja tidak langsung (62,28 persen) dan
pos belanja langsung (37,72 persen).
Total belanja keseluruhan diprediksikan meningkat seiring dengan
semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat yang diakomodasi oleh
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Hal ini sejalan dengan upaya
pencapaian visi dan misi, kebijakan dan strategis kepala daerah. Untuk itu,
kebijakan belanja pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar diarahkan
pada peningkatan proporsi belanja langsung yaitu rata-rata 35,35 persen per
tahun dari total belanja daerah yang direncanakan, sedangkan belanja tidak
langsung berisi belanja pegawai, belanja hibah dan bantuan sosial rata-rata
64,65 persen per tahun. Hal ini berarti pada periode tahun 2014-2019,
kebijakan belanja daerah masih didominasi belanja tidak langsung dengan
proporsi yang relatif sama dengan periode sebelumnya. Alokasi belanja
langsung tetap diarahkan pada belanja modal dengan proporsi yang lebih
besar melebihi rata-rata proporsi belanja modal pada periode sebelumnya.
Pada periode yang sama, belanja tidak langsung dialokasikan pada belanja
pegawai dengan proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis
belanja wajib lainnya.
Pertumbuhan belanja daerah diproyeksikan rata-rata sebesar
9,52 persen per tahun, yang terdiri atas pertumbuhan belanja langsung rata-
rata sebesar 9,13 persen per tahun dan pertumbuhan belanja tidak langsung
rata-rata sebesar 9,75 persen per tahun selama periode 2014-2018.
Grafik 3.2
Proyeksi Komposisi Belanja Daerah Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2018

Belanja Langsung Belanja Tidak Langsung


Proporsi Langsung Proporsi Tidak Langsung

Sumber Data : Data proyeksi

132 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Pada periode tahun 2014-2018, belanja wajib mengikat yang setiap tahun harus
dianggarkan oleh pemerintah dikelompokkan ke dalam dua komponen, yaitu: (i)
belanja wajib pada belanja tidak langsung seperti belanja gaji pegawai dan
tunjangan serta belanja untuk pejabat pemerintah dan legislatif, (ii) belanja
langsung seperti belanja telepon, listrik, dan air bersih. Berdasarkan data
realisasi belanja wajib dan mengikat pada periode tahun 2010-2012, tergambar
total belanja (langsung dan tidak langsung) dan pembiayaan mengalami
peningkatan dari Rp.286,95 milyar menjadi Rp.355,18 milyar. Dengan mengacu
pada data realisasi periode sebelumnya disertai dengan kebijakan pemerintah
daerah, baik pada aspek pembiayaan maupun pada aspek belanja, yang
mempengaruhi belanja wajib dibidang pendidikan serta dukungan asumsi
ekonomi makro, maka untuk periode lima tahun ke depan, belanja dan
pembiayaan wajib dan mengikat diprediksikan meningkat setiap tahun dengan
rata-rata 8,57 persen per tahun (Rp .528,56 milyar pada tahun 2014 meningkat
menjadi Rp. 733,36 milyar pada tahun 2018). Dari angka proyeksi tersebut, porsi
terbesar ditempati oleh belanja tidak langsung terutama belanja gaji dan
tunjangan pegawai.
Tabel 3.14
Proyeksi Belanja dan Pembiayaan Wajib, Mengikat serta Prioritas Utama
Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2018 (Milyar Rupiah)
Rata-Rata
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
Uraian Pertumbuhan
No. 2014 2015 2016 2017 2018
(%)
A Belanja Tidak
518,14 588,90 636,67 677.54 718,53 8,56
Langsung
B Belanja Langsung 8,42 9,26 10,19 11,21 12,33 10,00
C Pengeluaran
2,00 2,50 2,50 2,50 2,50 6,25
Pembiayaan
Total Belanja dan
pembiayaan wajib,
600,66 649,36 691,25 733.36 8,57
mengikat serta 528,56
prioritas
Sumber Data : Data Proyeksi
b. Perhitungan Kerangka Pendanaan
Kerangka pendanaan bertujuan untuk menghitung kapasitas riil
keuangan daerah yang akan dialokasikan untuk pendanaan program
pembangunan jangka menengah daerah selama 5 (lima) tahun ke depan.
Berdasarkan proyeksi penerimaan daerah dan belanja serta pengeluaran
pembiayaan yang wajib dan mengikat serta prioritas utama serta belanja tidak
mengikat, maka dapat diproyeksikan kapasitas riil keuangan daerah yang akan
digunakan untuk membiayai program/kegiatan selama 5 (lima) tahun ke depan
(2014-2019).
Selama periode lima tahun ke depan, pertumbuhan pendapatan
daerah diprediksikan lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan belanja
daerah. Hal ini sejalan dengan kebijakan anggaran pemerintah

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 133


daerah yang mengarah kepada kebijakan surplus anggaran. Pemanfaatan
surplus diarahkan pada penyertaan modal pemerintah dan pembayaran
pokok hutang.
Setelah memperhitungkan seluruh komponen belanja dan
pengeluaran pembiayaan yang wajib dan mengikat dan perkiraan perolehan
pendapatan daerah, maka kapasitas fiskal riil pemerintah Kabupaten
Polewali Mandar dapat dilihat dalam Tabel 3.15. Kapasitas fiskal riil
direncanakan mengalami peningkatan dari Rp.322,84 milyar pada tahun
2014 menjadi menjadi Rp.500,02 milyar pada tahun 2018 atau meningkat
setiap tahun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 11,58 persen per
tahun.
Besaran kapasitas riil fiskal tersebut dialokasikan sesuai dengan
skala prioritas. Total rencana pengeluaran untuk Prioritas I yang meliputi
belanja langsung setelah diperkurangkan dengan belanja langsung wajib dan
pengeluaran pembiayaan berkisar antara Rp.296,56 milyar sampai dengan
Rp.420,44 milyar pada periode tahun 2014-2018. Sementara untuk total
belanja prioritas II yang meliputi belanja tidak langsung setelah dikurangi
belanja tidak langsung mengikat berkisar antara Rp.28,73 milyar hingga
Rp.74,44 milyar. Ini berarti kebijakan penggunaan kapasitas fiskal riil
diarahkan pada bobot yang lebih besar pada belanja langsung.
Setelah memperkurangkan kapasitas fiskal riil dan rencana
seluruh pengeluaran baik pada prioritas I maupun pada prioritas II,
pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar menetapkan rencana
surplus anggaran dalam masa periode 2014-2018 dengan rata-rata Rp.1,29
milyar per tahun.
Tabel 3.15
Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah untuk Mendanai Pembangunan Daerah
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2018
Uraian Tahun Proyeksi
No 2014 2015 2016 2017 2018
1 Pendapatan 851,34 949,63 1.038,53 1.137,35 1.233.21
2 Pencairan Dana Cadangan - - - - -
Sisa Lebih Riil Perhitungan
3 0,053 0,071 0,095 0,13 0,17
Anggaran
Total Penerimaan 851,39 949,70 1.038,63 1.137,48 1.233,38
Dikurangi:
Belanja dan Pengeluaran
Pembiayaan yang Wajib dan
4 528,56 600,66 649.36 691.25 733,36
Mengikat serta Prioritas
Utama

Kapasitas Riil Kemampuan


322,84 349,04 389,26 446.,23 500.02
Keuangan
Sumber Data : Data Proyeksi

134 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 3.16
Rencana Penggunaan Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah
Kabupaten Polewali Mandar, 2014-2018
Tahun Proyeksi
No Uraian
2014 2015 2016 2017 2018
I Kapasitas riil kemampuan
322,84 349,04 389,26 446,23 500,02
keuangan
Rencana alokasi pengeluaran
prioritas I
II.a Belanja Langsung 306,98 332,00 364,18 400,60 435,28
II.b Pembentukan dana cadangan - - - - -
Dikurangi:
II.c Belanja Langsung yang wajib dan
mengikat serta prioritas utama 8,42 9,26 10,18 11,21 12,33

II.d Pengeluaran pembiayaan yang


wajib mengikat serta prioritas 2.00 2,50 2,50 2,50 2,50
utama
II Total Rencana Pengeluaran
Prioritas I (II.a+II.b-II.c-II.d) 296,56 320,24 351,49 386,90 420,44
Sisa kapasitas riil kemampuan
keuangan daerah setelah
menghitung alokasi pengeluaran 26.28 28,81 37,77 59,34 79,58
prioritas I (I -II)
Rencana alokasi pengeluaran
prioritas II
III.a Belanja Tidak Langsung 546,86 617,64 673,54 734,10 792,97
Dikurangi:
III.b Belanja tidak langsung yang
wajib dan mengikat serta 518,14 588,90 636,67 677.,54 718,53
prioritas utama
III Total rencana pengeluaran
prioritas II (III.a-III.b) 28,73 28,73 36,86 56,56 74,44

Surplus anggaran riil (I-II-III)* 2.45 0,07 0,91 2,78 5,14


Sumber Data : Data Proyeksi

Dari total dana alokasi pagu indikatif yang tersedia, kemudian


dialokasikan ke berbagai program/kegiatan sesuai urutan prioritas. Prioritas
program/kegiatan dipisahkan menjadi prioritas I, prioritas II dan prioritas III,
dimana prioritas I mendapatkan prioritas pertama sebelum prioritas II.
Prioritas III mendapatkan alokasi anggaran setelah prioritas I dan II terpenuhi
kebutuhan dananya.
Prioritas I
Prioritas I merupakan program pembangunan daerah dengan tema atau
program unggulan (dedicated) Kepala Daerah sebagaimana diamanatkan
dalam RPJMN dan amanat/kebijakan nasional yang definitif harus
dilaksanakan oleh daerah pada tahun rencana, termasuk untuk prioritas
bidang pendidikan 20 persen.
Program prioritas I harus berhubungan langsung dengan kepentingan publik,
bersifat monumental, berskala besar, dan memiliki kepentingan dan nilai
manfaat yang tinggi, memberikan dampak luas pada masyarakat dengan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 135


daya ungkit yang tinggi pada capaian visi dan misi daerah. Di samping itu,
prioritas I juga diperuntukkan bagi prioritas belanja yang wajib sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Prioritas II
Program Prioritas II merupakan program prioritas di tingkat SKPD yang
merupakan penjabaran dari analisis per urusan. Suatu prioritas II
berhubungan dengan program/kegiatan unggulan SKPD yang paling
berdampak luas pada masing-masing segmentasi masyarakat yang dilayani
sesuai dengan prioritas dan permasalahan yang dihadapi, serta
berhubungan dengan layanan dasar serta tugas dan fungsi SKPD termasuk
peningkatan kapasitas kelembagaan yang berhubungan dengan itu.
Prioritas III
Prioritas III merupakan prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja-
belanja tidak langsung seperti tambahan penghasilan PNS, belanja hibah,
belanja bantuan sosial organisasi kemasyarakatan, belanja bantuan
keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa serta
belanja tidak terduga. Pengalokasian dana pada prioritas III harus
memperhatikan (mendahulukan) pemenuhan dana pada prioritas I dan II
terlebih dahulu.
Tabel 3.17
Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Riil Keuangan Daera
Alokasi
Jenis
2014 2015 2016 2017 2018
Dana
% Rp % Rp % Rp % Rp % Rp
Prioritas
40 129,13 40 139,62 40 155,70 40 178,49 40 200,01
I
Prioritas
40 129,13 40 139,62 40 155,71 40 178,49 40 200,01
II
Prioritas
20 64,58 20 69,81 20 77,85 20 89,25 20 100,00
III
10
100 322,84 100 349,04 100 389,26 100 446,23 500,02
0
Sumber Data : Data Proyeksi

136 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


BAB IV
ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

4.1. Permasalahan Pembangunan Daerah


Perencanaan pembangunan daerah dilaksanakan dalam kerangka
keterpaduan perencanaan pembangunan nasional maupun regional. Oleh
karena itu tahap awal dari perencanaan pembangunan daerah dimulai dengan
melakukan analisis terhadap hasil pembangunan dan permasalahannya.
Tujuannya adalah agar perencanaan pembangunan daerah dapat bersinergi
dan memberikan kontribusi dalam pemecahan permasalahan pembangunan
baik di daerah, regional maupun tingkat nasional.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah menghasilkan
berbagai kemajuan yang cukup berarti namun masih menyisakan berbagai
permasalahan pembangunan daerah yang merupakan kesenjangan antara
kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan yang
bermuara pada tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan analisis atas kondisi umum daerah, capaian indikator
kinerja pembangunan dan hasil evaluasi pembangunan lima tahun terakhir,
maka secara rinci identifikasi permasalahan menurut fungsi dan urusan
pemerintahan daerah sebagai perumusan kebijakan umum dan program-
program pembangunan untuk lima tahun ke depan adalah sebagai berikut :

A. Urusan Wajib :
1. Urusan Pendidikan
a. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas di semua
jenjang/tingkatan pendidikan masih terbatas terutama di daerah-daerah
terpencil;
b. Masih tingginya angka buta huruf;
c. Masih rendahnya angka partisipasi sekolah khususnya pada
jenjang/tingkatan pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA;
d. Kualitas guru masih rendah dan distribusinya belum merata;
e. Kemampuan penyediaan layanan PAUD relatif masih rendah;
f. Fasilitas/sarana penunjang pendidikan termasuk pengembangan
perpustakaan dan laboratorium sebagai sarana minat dan budaya baca
belum memadai;
g. Lokasi dan sarana prasarana sekolah umumnya belum mewadahi
kebutuhan tumbuh dan kembang anak;
h. Penguasaan dan pengembangan IPTEK masih rendah.
2. Urusan Kesehatan
a. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang berkualitas masih

138 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


terbatas terutama di daerah-daerah terpencil;
b. Sumber daya manusia khususnya tenaga kesehatan medis dan paramedis
masih terbatas dan belum memadai baik dari segi kualitas maupun
kuantitas sehingga pelaksanaan tugas belum mencapai tingkat
maksimal;
c. Sistem layanan kesehatan di RSU Daerah belum optimal;
d. Status kesehatan ibu dan anak masih rendah yang ditunjukkan oleh
masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB),
dan Angka Kematian Balita (AKABA);
e. Status gizi masyarakat masih rendah yang ditunjukkan oleh masih
tingginya angka gizi buruk;
f. Kurangnya pengetahuan masyarakat terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS);
g. Ketersediaan air bersih di setiap rumah tangga belum maksimal;
h. Ketersediaan sanitasi di setiap rumah tangga belum maksimal;
i. Belum optimalnya sistem jaminan pelayanan kesehatan;
j. Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan belum
optimal.
3. Urusan Pekerjaan Umum
a. Masih tingginya persentase panjang jaringan jalan dan jembatan
kabupaten dalam kondisi rusak;
b. Masih tingginya persentase panjang jaringan jalan dan jembatan provinsi
dalam kondisi rusak;
c. Masih belum optimalnya rasio panjang jaringan irigasi terhadap luas
areal persawahan;
d. Masih rendahnya partisipasi petani pemakai air dalam pengelolaan
jaringan irigasi;
e. Masih rendahnya kualitas dan kuantitas drainase, terutama di daerah
perkotaan;
f. Masih rendahnya aksesibilitas penduduk terhadap air minum perpipaan
terutama pada daerah terpencil dan masyarakat miskin.
4. Urusan Perumahan
a. Masih banyak hunian/rumah yang kondisinya tidak layak huni;
b. Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan
hunian/rumah yang sehat dan layak;
c. Masih terbatasnya ketersediaan sarana, prasarana, dan utilitas
perumahan;
d. Masih terbatasnya lahan yang siap bangun untuk dijadikan sebagai lahan
perumahan.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 139


5. Urusan Penataan Ruang
a. Adanya konflik kepentingan dalam pemanfaatan ruang antara fungsi
lindung dan budidaya (pertanian, pertambangan, energi, infrastruktur,
dan lain-lain) yang berpotensi menimbulkan terjadinya konflik sosial,
ekonomi, lingkungan hidup, pertanahan dan pemerintahan;
b. Masih terjadi disparitas pertumbuhan wilayah antara wilayah pesisir
dengan wilayah pegunungan;
c. Masih banyaknya pemanfaatan ruang yang belum memiliki izin;
d. Banyaknya bangunan yang melanggar garis sempadan;
e. Tingginya alih fungsi lahan pertanian yang beririgasi menjadi kawasan
terbangun;
f. Tingginya alih fungsi kawasan hutan menjadi non hutan;
g. Belum tersedianya rencana rinci yang menjadi acuan dalam
pemanfaatan ruang.
6. Urusan Perencanaan Pembangunan
a. Tingkat konsistensi dokumen perencanaan masih rendah;
b. Masih rendahnya kapasitas sumber daya perencanaan;
c. Belum optimalnya ketersediaan data dan informasi pembangunan
daerah yang akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan;
d. Belum optimalnya pelaksanaan pengendalian dan evaluasi perencanaan
pembangunan daerah.
7. Urusan Perhubungan
a. Terbatasnya sumber daya manusia sesuai kualifikasi yang dibutuhkan;
b. Belum optimalnya fungsi terminal angkutan darat;
c. Belum berfungsinya pelabuhan pengumpan Silopo;
d. Masih minimnya prasarana perhubungan.
8. Urusan Lingkungan Hidup
a. Tingginya degradasi kawasan hutan yang mengakibatkan merosotnya
ketersediaan air baku untuk air minum dan irigasi, ancaman banjir,
kekeringan, tanah longsor dan menurunnya keanekaragaman hayati;
b. Penurunan kualitas lingkungan hidup akibat meningkatnya
pembangunan yang tidak ramah lingkungan, aktifitas transportasi dan
industri terutama di kawasan perkotaan;
c. Tingginya kerusakan terumbu karang, padang lamun dan hutan
mangrove akibat aktifitas pembangunan dan kegiatan masyarakat;
d. Masih kurangnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL);
e. Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) masih sangat terbatas di
wilayah perkotaan;

140 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


f. Belum adanya rencana induk sistem persampahan yang dapat dijadikan
pedoman dalam mengelola sampah yang semakin meningkat
volumenya;
g. Terbatasnya sarana pengumpul sampah (mobil, motor/gerobak
pengangkut sampah dan tenaga pekerja);
h. Masih rendahnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat akan
lingkungan bersih dan sehat.
9. Urusan Pertanahan
a. Masih banyaknya tanah milik pemerintah daerah yang belum
bersertifikat karena belum memiliki alas hak untuk proses
pensertifikatan;
b. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mensertifikatkan tanahnya;
c. Rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap putusan pengadilan terkait
konfik tanah.
10. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil
a. Masih terdapat 11,45 persen penduduk yang belum memiliki e-KTP;
b. Masih terdapat anak yang belum memiliki akte kelahiran;
c. Belum optimalnya pengelolaan Sistem Informasi Administrasi
Kependudukan (SIAK);
d. Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memberikan laporan
pada peristiwa penting kependudukan;
e. Belum tersedia dokumen kearsipan kependudukan di tingkat kelurahan
dan desa.
11. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
a. Masih rendahnya keterlibatan perempuan atau kesetaraan gender
dalam jabatan politik, dan jabatan publik;
b. Masih kurangnya peran perempuan dalam pengambilan keputusan;
c. Masih kurangnya penganggaran yang pro gender dan anak;
d. Masih terdapatnya anak di bawah umur yang dipekerjakan;
e. Masih tingginya jumlah kekerasan dalam rumah tangga;
f. Pengembangan kabupaten layak anak.
12. Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
a. Masih tingginya PUS yang ingin ber-KB tidak dilayani (unmet need)
sekitar 21 persen;
b. Belum meratanya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
reproduksi;
c. Kualitas dan kuantitas petugas lapangan KB belum optimal;
d. Pemuktahiran data kependudukan dan keluarga (SIDUGA) belum
optimal.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 141


13. Urusan Sosial
a. Pelayanan program kesejahteraan sosial masih sangat terbatas;
b. Jumlah penduduk miskin masih relatif tinggi;
c. Masih terbatas dan rendahnya kualitas sumber daya manusia di bidang
pelayanan sosial;
d. Masih tingginya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS).
14. Urusan Ketenagakerjaan
a. Masih tingginya angka pengangguran;
b. Kemampuan dan keterampilan tenaga kerja belum memadai;
c. Terbatasnya lapangan kerja yang tersedia, khusunya pada sektor
formal;
d. Kurangnya informasi tentang potensi penciptaan lapangan kerja;
e. Minimnya perlindungan terhadap tenaga kerja.
15. Urusan Koperasi, Usaha Kecil Menengah
a. Belum optimalnya pengelolaan kelembagaan usaha, utamanya sektor
pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan UMKM;
b. Masih rendahnya jumlah koperasi di sektor riil;
c. Rendahnya kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi dan
UMKM;
d. Lemahnya akses permodalan pelaku UMKM kepada bank maupun
lembaga keuangan formal lainnya;
e. Lemahnya jaringan usaha dan kemampuan kemitraan pasar usaha kecil.
16. Urusan Penanaman Modal
a. Lemahnya jaminan kepastian hukum dan kepastian usaha khususnya
transparansi dalam proses perizinan dan tata cara penanaman modal;
b. Iklim usaha yang tidak kondusif untuk menumbuhkembangkan Usaha
Kecil dan Menengah (UKM);
c. Minimnya investasi baik domestik maupun asing.
17. Urusan Kebudayaan
a. Aktualisasi nilai-nilai budaya daerah mulai menurun;
b. Masih kurangnya perhatian terhadap pelestarian seni budaya, situs dan
kawasan cagar budaya, sehingga masih terdapat kawasan yang belum
mendapat perhatian pemerintah;
c. Masih kurangnya dokumentasi sejarah kebudayaan.
18. Urusan Kepemudaan dan Olahraga
a. Kualitas sumber daya manusia yang belum memadai;

142 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


b. Belum tersedianya data yang akurat tentang klub olahraga bagi pemuda;
c. Minimnya pencapaian prestasi olahraga;
d. Belum optimalnya penanganan/pembinaan terhadap kelompok
pemuda dan olahraga.
19. Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri
a. Belum optimalnya pembinaan wawasan kebangsaan dan watak budaya
demokrasi;
b. Kurangnya fasilitas infrastruktur politik;
c. Koordinasi pembinaan kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat
yang belum optimal.
20. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan
Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
a. Belum dikembangkannya jabatan fungsional khusus dan jabatan
fungsional umum;
b. Masih kurangnya sistem informasi berbasis data base yang
dikembangkan oleh SKPD;
c. Distribusi PNS dan pengembangan karir PNS belum terlaksana dengan
optimal;
d. Hasil-hasil pengawasan belum sepenuhnya menjadi input perencanaan
pembangunan;
e. Rendahnya pengembangan dan optimalisasi sumber-sumber PAD;
f. Kegiatan penanggulangan bencana masih pada tahapan tanggap darurat
dan rehabilitasi rekonstruksi sehingga belum menjadikan kegiatan
pengurangan resiko bencana sebagai prioritas;
g. Sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang masih kurang;
h. Proses identifikasi, kajian dan pemantauan resiko bencana serta
penetapkan sistem peringatan dini masih kurang;
i. Banyak potensi sumber daya pada daerah yang dapat menjadi konflik
apabila tidak diatur dalam bentuk perjanjian kerjasama, dan akan
memberikan manfaat bagi daerah apabila diatur dalam bentuk
perjanjian kerjasama, baik dengan pemerintah daerah yang berbatasan,
maupun dengan pihak lain yang terkait;
j. Penataan batas wilayah administrasi antar desa/kelurahan dan
kecamatan serta kabupaten yang belum tertata dengan baik;
k. Pelaksanaan pelayanan administrasi terpadu di kecamatan yang
merupakan pendelegasian kewenangan bupati kepada camat untuk

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 143


lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan memaksimalkan
potensi pendapatan daerah yang belum berjalan secara optimal dan
merata.
21. Urusan Ketahanan Pangan
a. Berkurangnya luasan lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian
akibat alih fungsi atau konversi lahan pertanian;
b. Rendahnya pengembangan dan pemanfaatan pangan lokal khususnya
daerah terpencil;
c. Belum optimalnya peran penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan
terhadap upaya diseminasi dan peningkatan produksi;
d. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pola konsumsi
masyarakat khususnya bahan pangan yang sehat, bergizi, dan aman
untuk dikonsumsi.
22. Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
a. Masih rendahnya sumber daya manusia (pengetahuan dan
keterampilan) aparat desa;
b. Masih kurangnya jumlah kelembagaan masyarakat desa;
c. Belum memadainya kelembagaan ekonomi desa dalam mengelola
potensi desa;
d. Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan secara cepat
permasalahan yang terjadi di pemerintahan desa.
23. Urusan Statistik
a. Kualitas sumber daya manusia di bidang kestatistikan belum memadai;
b. Belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan
(stakeholder) maupun antar instansi dalam proses pengumpulan dan
analisa data bagi perencanaan pembangunan;
c. Belum optimalnya dukungan seluruh SKPD yang terkait dengan proses
pembangunan data base yang valid dan akurat;
d. Sarana dan prasarana pengelolaan data dan statistik belum memadai;
e. Kesadaran dan komitmen terhadap pentingnya data masih rendah.
24. Urusan Kearsipan
a. Sarana dan prasarana kearsipan belum memadai;
b. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia belum memadai;
c. Manajemen arsip belum dilaksanakan secara menyeluruh;
d. Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan arsip belum optimal.
25. Urusan Komunikasi dan Informatika
a. Masih minimnya infrastruktur jaringan telekomunikasi dan informatika;
b. Masih rendahnya kualitas infrastruktur jaringan telekomunikasi dan
informatika;

144 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


c. Masih adanya wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi
dan informatika.
26. Urusan Perpustakaan
a. Sarana dan prasarana pengelolan perpustakaan belum memadai;
b. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (pustakawan) belum
memadai;
c. Minat baca masyarakat masih rendah.
B. Urusan Pilihan :
27. Urusan Pertanian
a. Rendahnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia petani;
b. Jumlah penduduk miskin yang bekerja disektor pertanian, perkebunan
dan peternakan sebesar 64,02 persen;
c. Rendahnya penerapan teknologi tepat guna pertanian, perkebunan, dan
peternakan;
d. Kurangnya upaya untuk peningkatan produktivitas dan mutu produk
pertanian, perkebunan, dan peternakan;
e. Ketersediaan sumber daya manusia yang mau dan mampu mengelola di
bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan sudah semakin
berkurang karena rendahnya regenerasi petani;
f. Belum maksimalnya pemberantasan hama/penyakit tanaman pertanian,
perkebunan, dan peternakan;
g. Menurunnya produktivitas lahan akibat intensifikasi berlebihan dan
penggunaan pupuk kimia secara terus menerus;
h. Belum terbenahinya lembaga penyuluh untuk peningkatan target
produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan;
i. Kurang efektifnya penyuluhan bagi pelaku usaha agrobisnis dan
agroindustri;
j. Masih banyak lahan terlantar karena tidak didukung dengan infrastruktur
yang memadai seperti jalan usaha tani dan jalan produksi yang baik;
k. Kurangnya prasarana dan sarana pendukung/penunjang di kawasan
sentra-sentra produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan.
28. Urusan Kehutanan
a. Rendahnya pelibatan masyarakat dalam upaya pelestarian sumber daya
hutan;
b. Rendahnya pengawasan terhadap aktivitas pemanfaatan/pengelolaan
hutan;
c. Rendahnya kualitas dan kuantitas aparat pengawas kehutanan;
d. Kurangnya upaya intensifikasi tanaman hutan non kayu;
e. Rendahnya kapasitas tenaga penyuluh sektor kehutanan.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 145


29. Urusan Energi dan Sumber daya Mineral
a. Masih terdapat rumah tangga yang belum terlayani listrik;
b. Masih banyaknya penambang yang tidak memiki izin;
c. Rendahnya kesadaran penambang terhadap resiko dampak lingkungan
dan keselamatan kerja.
30. Urusan Pariwisata
a. Sarana dan prasarana pariwisata belum memadai;
b. Pengelolaan potensi dan obyek wisata yang belum optimal;
c. Masih terbatasnya obyek wisata;
d. Rendahnya pengembangan potensi kepariwisataan daerah;
e. Kurangnya intensitas promosi dan publikasi destinasi pariwisata.
31. Urusan Kelautan dan Perikanan
a. Rendahnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia
nelayan;
b. Kurangnya kemampuan nelayan mengakses dan memanfaatkan sarana
dan prasarana tangkap berbasis teknologi informasi;
c. Semakin berkurangnya hasil tangkapan khususnya daerah-daerah
pesisir;
d. Rendahnya upaya pengembangan perikanan darat khususnya daerah
terpencil;
e. Rendahnya minat masyarakat dalam memanfaatkan sarana tempat
pelelangan ikan;
f. Minimnya penguatan kapasitas nelayan dalam kegiatan pengolahan
pangan hasil perikanan;
g. Kurangnya upaya untuk peningkatan produktivitas dan mutu produk
perikanan.
32. Urusan Perdagangan
a. Rendahnya kemampuan manajemen pelaku usaha perdagangan;
b. Minimnya informasi harga-harga komoditi bagi pelaku usaha
perdagangan;
c. Minimnya upaya promosi usaha dan potensi-potensi komoditi
unggulan lokal;
d. Rendahnya kemitraan usaha perdagangan.
33. Urusan Industri
a. Rendahnya kemampuan pelaku usaha industri/pengrajin;
b. Rendahnya kualitas produk unggulan daerah khususnya daya saing
pengemasan;
c. Pengembangan industri pengolahan hasil-hasil pertanian, perikanan,
peternakan dan kehutanan belum maksimal;
d. Minimnya pengembangan kawasan pemasaran produk industri yang

146 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


berbasis sumber daya lokal;
e. Rendahnya pemanfaatan dan penerapan teknologi pengolahan tepat
guna.
34. Urusan Ketransmigrasian
a. Belum optimalnya bimbingan dan penyuluhan kepada para transmigran;
b. Terbatasnya sarana dan prasarana permukiman dan sarana pendukung di
lokasi transmigrasi.

4.2. ISU STRATEGIS


Isu-isu strategis Kabupaten Polewali Mandar diidentifikasi
berdasarkan permasalahan serta tantangan yang dihadapi Kabupaten Polewali
Mandar ke depan, serta mengakomodir berbagai isu strategis pembangunan
regional maupun nasional. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten
Polewali Mandar perlu memperhatikan isu dan permasalahan yang menjadi
penekanan pemerintah pusat dan provinsi pada periode pembangunan yang
tengah berlangsung agar program pembangunan daerah yang akan
dilaksanakan nantinya dapat selaras dan terintegrasi dengan arah kebijakan
pemerintah pusat dan provinsi.

A. ISU STRATEGIS GLOBAL DAN NASIONAL


1. Pencapaian Millenium Development Goals (MDGs)
Tujuan pembangunan Milenium yang terdiri dari 8
(delapan) tujuan pembangunan manusia yang secara langsung dapat
memberikan dampak bagi pengentasan kemiskinan ekstrim, yang harus
dicapai pada tahun 2015 oleh 189 Negara yang menandatangani
rumusan Deklarasi Milenium pada September tahun 2000 termasuk
Indonesia. Untuk mencapai tujuan MDGs tahun 2015 diperlukan
koordinasi, kerjasama serta komitmen dari seluruh pemangku
kepentingan terutama pemerintah dan masyarakat (nasional dan
daerah) untuk bersama-sama memastikan kemajuan-kemajuan yang
telah dicapai telah dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia
dan Kabupaten Polewali Mandar pada khususnya.
2. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Dalam waktu yang tidak terlalu lama (2015), negara-negara
ASEAN telah bersepakat untuk memberlakukan Masyarakat Ekonomi
ASEAN (MEA) yang pada intinya tidak ada lagi hambatan terhadap arus
barang dan jasa, manusia dan modal antara negara-negara anggota
ASEAN. Liberalisasi perdagangan ini akan berimbas pada meningkatnya
intensitas persaingan di pasar domestik akibat membanjirnya produk-
produk dari negara-negara ASEAN serta meningkatnya persaingan di
pasar

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 147


ekspor karena tidak adanya lagi restriksi dalam perdagangan
internasional lingkup ASEAN. Kabupaten Polewali Mandar tak
terkecuali, akan menerima dampak atas kondisi ini dan karena itu perlu
mengantisipasinya dengan meningkatkan kualitas produk, efisiensi
produksi, produktifitas, dan kemampuan berinovasi terhadap pelaku
ekonomi lokal.
3. Pemanasan Global (Global Warning)
Peningkatan suhu rata-rata di permukaan bumi merupakan
ancaman yang serius bagi planet bumi dan seluruh mahluk di
dalamnya, sehingga perlu langkah terpadu dalam penanggulangan dan
pencegahan serta pengawasan sebab dan dampak yang dihasilkan oleh
pemanasan global tersebut, yang salah satu penyebabnya adalah
pembentukan beberapa jenis gas rumah kaca yang dihasilkan oleh
peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor,
pabrik-pabrik modern, serta pembangkit tenaga listrik dan lainnya.
4. Implementasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah
Implementasi desentralisasi dan otonomi daerah dalam satu
dasawarsa terakhir, bukan hanya berimplikasi pada besarnya
kewenangan pemerintah daerah dalam mengelola pembangunannya,
tapi juga menuntut tumbuhnya potensi sumberdaya pembangunan
daerah yang lebih mandiri dalam jangka panjang. Kemandirian
pembangunan daerah dalam era desentralisasi dan otonomi daerah
sejatinya diperlukan untuk memperkuat pembangunan nasional.
Untuk itu diperlukan pelaksanaan pembangunan daerah yang
terintegrasi, bersinergi, efisien dan menjamin terkelolanya sumber
daya alam secara maksimal dalam rangka pemerataan, keadilan sosial
yang memperkuat sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara
dalam semangat NKRI. Salah satu implikasi penting dari desentralisasi
dan otonomi daerah, menuju kemandirian pembangunan setiap
daerah adalah reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan,
menuntut aparat pemerintah daerah yang profesional disertai
pelayanan publik yang prima berpotensi meningkatkan daya tarik
daerah di mata investor, baik lokal maupun asing. Investasi diperlukan
bukan hanya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan
menekan pengangguran, tetapi juga untuk mendorong tumbuhnya
entrepneurship lokal. Pelayanan publik yang efisien juga mengurangi
beban pengeluaran rumah tangga miskin.
5. Pembangunan Kawasan Perbatasan dan Pulau-Pulau Terpencil
Kebijakan pembangunan nasional untuk mendorong
pembangunan kawasan perbatasan, daerah tertinggal dan terpencil
memberi peluang untuk berkembangnya pembangunan pada daerah-
daerah yang sebagian wilayahnya masih terbelakang dan aksessibilitas

148 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


terbatas, termasuk Polewali Mandar. Keterisolasian dan ketimpangan
tingkat kesejahteraan masyarakat berpotensi menimbulkan konflik
horizontal sehingga harus diatasi oleh pemerintah pusat dan daerah, bukan
hanya melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga melalui
pengembangan kerjasama antar wilayah.

B. ISU REGIONAL SULAWESI


1. Optimalisasi Pengembangan Sektor Unggulan yang Berdaya Saing Tinggi di
Wilayah Sulawesi
Dominasi sektor-sektor primer dalam perekonomian wilayah
Sulawesi menunjukkan belum optimalnya peningkatan nilai tambah sektor
dan komoditas unggulan. Sementara keragaman komoditas unggulan antar
daerah memungkinkan dikembangkannya gugus (cluster) industri unggulan
secara simultan. Kabupaten Polewali Mandar harus mengambil peran dalam
pengembangan komoditas unggulan regional, terutama yang terkait dengan
bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan bidang-bidang strategis
lainnya.
2. Interkonektivitas Domestik Intrawilayah
Integrasi jaringan transportasi domestik sangat strategis dalam
mendukung penguatan ketahanan perekonomian domestik. Di samping itu,
posisi strategis wilayah Sulawesi memainkan peranan penting bagi
penguatan integrasi perekonomian KBI dan KTI. Sebagai pintu gerbang
Sulawesi Barat dalam jalur transportasi Trans Sulawesi, Kabupaten Polewali
Mandar merupakan daerah yang sangat strategis dalam arus mobilisasi
barang dan manusia antar provinsi di Sulawesi. Posisi strategis ini harus dapat
dimanfaatkan untuk peningkatan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
3. Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup serta Mitigasi
Bencana
Wilayah Sulawesi dikaruniai keragaman hayati yang cukup tinggi
dan unik yang berbeda dengan flora dan fauna wilayah lainnya di Indonesia.
Spesies endemik sejumlah flora dan fauna Pulau Sulawesi ini harus dapat
dilestarikan dengan baik, dimana setiap pemerintah daerah harus berperan
dan berkomitmen dalam program pembangunannya masing-masing.
Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan yang berlebihan dapat
mengancam potensi tersebut. Di sisi lain, wilayah ini memiliki kerawanan
akan terjadinya bencana alam, sehingga penanganan dan antisipasi dini
secara terintegrasi bukan hanya dengan pemerintah pusat, tetapi juga antar
pemerintah daerah sangat penting dilaksanakan.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 149


C. ISU PROVINSI SULAWESI BARAT

Beberapa isu strategis pembangunan daerah Provinsi Sulawesi Barat


yang teridentifikasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah
provinsi, antara lain :
1. Keterbelakangan dan Ketertinggalan
Dengan mengacu pada kriteria yang disusun oleh Kementerian
Pembangunan Daerah Tertinggal, seluruh kabupaten yang ada di Provinsi
Sulawesi Barat terkategori sebagai daerah tertinggal. Dari lima kabupaten,
Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju Utara merupakan daerah yang
paling tertinggal. Di kedua daerah ini, infrastruktur jalan sangat buruk, fasilitas
listrik dan air bersih sangat terbatas, jaringan telepon sama sekali belum
tersedia, sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan jauh dari memadai,
dan seterusnya. Akses ke Kabupaten Mamasa yang hanya bisa melalui wilayah
Kabupaten Polewali Mandar, menempatkan daerah ini dalam posisi penting
dalam mengurangi ketertinggalan daerah-daerah di Sulawesi Barat secara
keseluruhan. Apalagi Kabupaten Mamasa merupakan wilayah pemekaran dari
Kabupaten Polewali Mandar.
2. Tingginya Tingkat Kemiskinan
Meskipun tingkat kemiskinan sudah jauh membaik dibandingkan
ketika daerah ini baru memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Selatan, namun
angkanya masih jauh berada di atas rata-rata nasional. Berada pada posisi ke-
28 dari 33 provinsi di Indonesia. Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah
satu yang berkontribusi besar dalam tingginya tingkat kemiskinan di Provinsi
Sulawesi Barat, sehingga kebijakan pengentasan kemiskinan provinsi akan
berimplikasi kuat pada kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Polewali
Mandar secara keseluruhan.
3. Mutu Pembangunan Manusia
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Barat
telah mengalami perbaikan signifikan. Meskipun demikian, secara relatif, IPM
Provinsi Sulawesi Barat tidak mengalami perubahan berarti, yaitu posisi ke-29
dari 33 provinsi di Indonesia dan masih jauh berada di bawah angka nasional.
Kebijakan pembangunan provinsi yang mengedepankan perbaikan mutu
pembangunan manusia akan berimplikasi kuat terhadap kebijakan
pembangunan daerah lingkup Provinsi Sulawesi Barat, termasuk Kabupaten
Polewali Mandar yang juga berkontribusi pada rendah dan lambannya
peningkatan mutu pembangunan manusia di Provinsi Sulawesi Barat secara
keseluruhan. Salah satu isu penting yang dituju dalam perbaikan mutu
pembangunan manusia ini adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) secara menyeluruh. Sejumlah indikator kualitas SDM di Provinsi
Sulawesi Barat tampak sangat rendah dan berada di bawah rata-rata nasional,
seperti angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, serta proporsi penduduk

150 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


yang menyelesaikan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan
perguruan Tinggi (PT), juga relatif sangat rendah. Kondisi ini akan berimplikasi
pada kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Polewali Mandar yang juga
mencatat indikator-indikator kualitas SDM yang masih rendah.
4. Infrastruktur
Secara keseluruhan kuantitas dan kualitas infrastruktur di wilayah
Provinsi Sulawesi Barat sangat terbatas. Hampir setiap tahun, jalur utama yang
menghubungkan antar kabupaten selalu terputus akibat jembatan yang rusak
atau tanah longsor. Layanan listrik dan air bersih hanya mampu melayani rumah
tangga dengan jumlah yang sangat terbatas. Begitu pula layanan telepon hanya
mampu melayani rumah tangga di tiga kabupaten dari lima kabupaten dengan
jumlah yang sangat terbatas.
5. Pelayanan Publik
Berbagai bentuk layanan publik relatif sangat terbatas, baik dari segi
kuantitas dan kualitas maupun dari segi jangkauan dan sebaran. Layanan
pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemerintahan, belum mampu
menjangkau seluruh kelompok masyarakat. Terbatasnya infrastruktur dan
kapasitas kelembagaan/aparat serta anggaran menjadi penyebab utama
terbatasnya berbagai layanan publik. Kebijakan pembangunan Provinsi Sulawesi
Barat yang mendorong peningkatan pelayanan publik juga akan berimplikasi
pada implementasi kebijakan pembangunan Kabupaten Polewali Mandar.
6. Komoditas Unggulan
Sebagai daerah yang berbasis pada sektor pertanian, pengembangan
komoditas unggulan menjadi sebuah keniscayaan. Dari hasil identifikasi,
sedikitnya ada empat komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Barat yaitu kakao,
kopi, kelapa sawit, dan kelapa dalam. Namun keempat komoditas unggulan
tersebut masih diperhadapkan pada berbagai masalah, seperti rendahnya
tingkat produtivitas, kualitas, dukungan teknologi, pemasaran dan stabilitas
harga. Artinya, upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi juga harus
menjadi perhatian pokok Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar lima
tahun ke depan.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 151


D. ISU KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Berdasarkan isu-isu strategis global dan nasional, serta regional
Sulawesi dan Provinsi Sulawesi Barat yang diidentifikasi sebelumnya, maka
dapat dirumuskan sejumlah isu strategis yang akan dihadapi Pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar dalam pelaksanaan pembangunan daerah lima
tahun ke depan. Isu-isu strategis ini harus mendapatkan perhatian dan
penanganan serius guna mewujudkan masyarakat Polewali Mandar yang
sejahtera, antara lain :
1. Peningkatan Kualitas Sumber daya Manusia
Kondisi kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Polewali
Mandar yang masih rendah ditandai oleh Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) yang rendah. Meskipun IPM Kabupaten Polewali Mandar
menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, namun IPM Kabupaten
Polewali Mandar merupakan yang terendah dari seluruh kabupaten di
Provinsi Sulawesi Barat. Karena itu masih dibutuhkan upaya pembangunan
yang serius dan konsisten di bidang pendidikan dan kesehatan, serta
peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat agar kualitas sumber daya
manusia Kabupaten Polewali Mandar dapat sejajar dan bahkan melebihi
kabupaten lainnya di Sulawesi Barat, bahkan daerah lainnya di Indonesia.
2. Penanggulangan Kemiskinan
Kabupaten Polewali Mandar sampai saat ini masih menghadapi
masalah kemiskinan yang ditunjukkan oleh tingginya jumlah dan
persentase penduduk miskin di Kabupaten Polewali Mandar. Hingga tahun
2012 sebaran penduduk miskin di Sulawesi Barat, dominan berada di
Kabupaten Polewali Mandar. Kondisi ini memaksa kebijakan pembangunan
daerah Kabupaten Polewali Mandar lima tahun ke depan harus secara
terintegrasi dan terpadu antar sektor serta terkoordinasi secara vertikal
untuk secara sinergis mengimplementasikan program-program
penanggulangan kemiskinan secara nyata.
3. Pembangunan Infrastruktur Belum Memadai
Ketersediaan infrastruktur dasar seperti prasarana jalan,
jaringan irigasi, listrik dan air bersih di Kabupaten Polewali Mandar masih
belum memadai, sehingga perlu ditingkatkan secara optimal baik sisi
kuantitas maupun kualitasnya. Masalah infrastruktur menjadi masalah
yang akan sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten
Polewali Mandar, selain terkait dengan akses masyarakat terhadap
sumber-sumber ekonomi, hal tersebut juga akan sangat terkait dengan
kelancaran investasi di daerah. Oleh karena itu isu pemerataan
pembangunan infrastruktur masih perlu mendapatkan perhatian pada
kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Pembangunan infrastruktur
(khususnya jalan dan jembatan) di daerah-daerah terisolir/terpencil perlu
dilaksanakan guna membuka akses transportasi dan arus ekonomi antar

152 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


desa.
4. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan
Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah di Kabupaten
Polewali Mandar belum bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat
secara memadai. Karena itu pengembangan potensi perekonomian rakyat
baik pada sektor pertanian sebagai sektor basis maupun sektor-sektor
lainnya seperti perdagangan, perindustrian, koperasi, ketenagakerjaan dan
penanaman modal perlu terus ditingkatkan. Selain itu peran UMKM,
industri kecil/rumah tangga, dan koperasi perlu didorong guna
memberikan kontribusi yang nyata bagi penyerapan tenaga kerja,
peningkatan pendapatan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Orientasi perbesaran skala ekonomi dan peningkatan produktivitas harus
menjadi isu pokok agar masyarakat dapat keluar dari lingkaran
kemiskinannya.
5. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Secara
Berkelanjutan
Isu tentang lingkungan hidup di Kabupaten Polewali Mandar
telah menjadi permasalahan regional dan nasional. Pembangunan
Kabupaten Polewali Mandar yang sangat strategis harus berwawasan
lingkungan, sehingga diperlukan upaya-upaya untuk mewujudkan fungsi
sumber daya alam dan lingkungan hidup yang serasi dalam mendukung
fungsi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat secara berkesinambungan
serta mengoptimalkan produktivitas pemanfaatan dan pengendalian tata
ruang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian juga
upaya pelestarian sumber daya hutan dan pengembangan kawasan-
kawasan terbuka hijau perlu mendapatkan perhatian guna menjaga
keseimbangan ekosistem. Antisipasi dini pada sejumlah daerah rawan
bencana juga harus menjadi perhatian dalam lima tahun ke depan.
6. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola
Seiring dengan perkembangan permasalahan sosial, ekonomi,
budaya, dan politik yang semakin dinamis, terbuka dan kritis di Kabupaten
Polewali Mandar, maka dibutuhkan sebuah birokrasi yang kuat, terpercaya,
dan akuntabel. Dalam perkembangan penataan birokrasi pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar, masih menghadapi beberapa permasalahan
pada aspek kelembagaan, ketatalaksanaan, manajemen SDM aparatur,
pengawasan, akuntabilitas kinerja, pelayanan publik, dan penataan
peraturan perundang-undangan, sehingga diperlukan penanganan secara
mendasar, terencana dan sistematis. Selain penataan kelembagaan
pemerintah daerah, peningkatan kualitas aparat juga menjadi sebuah
keharusan untuk menjamin peningkatan kapasitas dan profesionalisme
pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan publik yang juga
semakin kompleks.

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 153


154 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019
BAB V
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN
Visi dan Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019 merupakan penjabaran dari Visi dan
Misi Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Polewali Mandar, sebagaimana
tertuang di dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2005-2025, yaitu: Polewali Mandar yang
Maju, Mandiri, dan Sejahtera.

5.1 V I S I
Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan,
tantangan dan peluang yang ada di Kabupaten Polewali Mandar serta
mempertimbangkan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam
masyarakat, maka Visi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang hendak
dicapai pada tahun 2019 adalah :

Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju


Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera

Visi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:


n Pembangunan yang Merata didefinisikan sebagai keinginan yang kuat dari
pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk memenuhi hak-hak dasar
masyarakat dan menyediakan pelayanan publik secara merata kepada
seluruh masyarakat, serta keinginan untuk mencapai tingkat kemajuan
ekonomi dan sosial yang serasi dan seimbang di seluruh wilayah Kabupaten
Polewali Mandar.
n Pembangunan yang Berkeadilan diartikan sebagai bentuk komitmen dari
pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk mewujudkan keadilan
sosial bagi seluruh masyarakat dan pelaku pembangunan, berdasarkan
jenis kelamin, suku, ras, golongan, status sosial, wilayah dan kemampuan
yang berbeda, baik dari aspek akses, partisipasi, pengawasan maupun
manfaat.
n Polewali Mandar yang Sejahtera dimaknakan sebagai suatu kondisi
kehidupan masyarakat yang sejahtera secara fisik-material dan mental-
spiritual. Sejahtera secara fisik-material ditandai dengan terpenuhinya
kebutuhan sandang, pangan dan papan, sedangkan sejahtera secara
mental-spritual ditandai dengan keselarasan hubungan antara manusia
dengan Tuhannya, antara sesama manusia (yang harus dilandaskan pada
nilai-nilai budaya SIPAMANDAR yaitu saling menguatkan, bersinergi,
sipakala'bi, sipakaraya, dan siasayangi), dan antara manusia dengan
lingkungan alamnya.

156 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


5.2 M I S I

Untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Polewali


Mandar di atas, maka ditetapkan misi pembangunan Kabupaten Polewali
Mandar Tahun 2014-2019, sebagai berikut:
1. Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan berlandaskan
pada nilai-nilai agama dan budaya.
2. Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis pengelolaan sumber daya
alam secara berkelanjutan.
3. Meningkatkan infrastruktur guna mendorong daya saing daerah.
4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta
menyediakan pelayanan publik yang berkualitas.

5.3 TUJUAN DAN SASARAN


Dengan mengacu pada visi dan misi di atas, dirumuskan tujuan dan sasaran
sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Membaiknya indeks pendidikan yang ditandai dengan meningkatnya
angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah;
b. Membaiknya indeks kesehatan yang ditandai dengan bertambahnya
angka harapan hidup.
2. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama, bermasyarakat dan
berbangsa
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Meningkatnya implementasi nilai-nilai keagamaan, budaya dan
kebangsaan yang ditandai dengan persentase organisasi antar dan
intra umat beragama yang dibina, persentase organisasi kesenian dan
budaya yang berperan aktif dalam pengembangan seni dan budaya,
jumlah kegiatan pembinaan pendidikan wawasan kebangsaan;
b. Meningkatnya keamanan dan ketertiban masyarakat yang ditandai
dengan jumlah konflik sosial.
3. Mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Membaiknya indeks pembangunan dan pemberdayaan gender yang
ditandai dengan meningkatnya indeks pembangunan gender dan
indeks pemberdayaan gender.
4. Meningkatkan usaha ekonomi kerakyatan berbasis pemberdayaan
potensi usaha ekonomi lokal

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 157


Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Membaiknya kinerja perekonomian daerah yang ditandai dengan
meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi;
b. Berkembangnya usaha industri mikro, kecil, dan menengah yang
ditandai dengan bertambahnya nilai produksi UMKM, membesarnya
kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB (ADHK);
c. Berkembangnya pariwisata daerah yang ditandai dengan
meningkatnya jumlah kunjungan wisata per tahun;
d. Meningkatnya aktifitas perdagangan, restoran, dan hotel yang ditandai
dengan membesarnya kontribusi sektor perdagangan, restoran, dan
hotel terhadap PDRB.
5. Meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Membaiknya taraf hidup masyarakat yang ditandai dengan
menurunnya persentase penduduk miskin;
b. Meningkatnya pendapatan masyarakat yang ditandai dengan
meningkatnya pendapatan (PDRB) perkapita dan pengeluaran
perkapita;
c. Meningkatnya pemenuhan pangan bagi penduduk secara merata dan
terjangkau yang ditandai dengan menurunnya persentase penduduk
yang rawan pangan.
6. Meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Meningkatnya keinginan masyarakat untuk bekerja dan berusaha yang
ditandai dengan membaiknya tingkat partisapisi angkatan kerja;
b. Tersedianya lapangan kerja bagi pencari kerja baru yang ditandai
dengan menurunnya tingkat pengangguran terbuka.
7. Meningkatkan produktivitas dan pengelolaan potensi sumber daya alam
yang berkelanjutan
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Meningkatnya produksi dan mutu produk komoditi pertanian,
perkebunan, peternakan dan perikanan unggulan daerah
membesarnya kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB,
meningkatnya jumlah produksi perikanan darat dan laut;
b. Terkendalinya luasan lahan pangan berkelanjutan guna mendukung
Polewali Mandar sebagai lumbung pangan Sulawesi Barat yang
ditandai dengan meningkatnya proporsi luas lahan persawahan
terhadap luas wilayah, membesarnya kontribusi produksi padi Polewali
Mandar terhadap Sulawesi Barat;
c. Meningkatnya konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis, serta

158 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


pemeliharaan keanekaragaman hayati yang ditandai dengan
meningkatnya proporsi luas hutan lindung terhadap luas kawasan
hutan, meningkatnya proporsi luas kawasan hutan mangrove;
d. Meningkatnya pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan yang
ditandai dengan meningkatnya persentase penambang yang memilik
izin yang memenuhi good mining practice;
e. Meningkatnya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang
ditandai dengan meningkatnya proporsi luas RTH terhadap luas
kawasan perkotaan, meningkatnya persentase kasus pengaduan
lingkungan yang terselesaikan, meningkatnya cakupan
penghijauan/penanaman vegetasi untuk produksi biomassa di wilayah
rawan kerusakan tanah, meningkatnya cakupan layanan informasi
status kualitas air dan udara;
f. Terwujudnya pengembangan wilayah yang terencana dan terkendali
yang ditandai dengan meningkatnya persentase kawasan strategis
yang ditetapkan melalui Perda, meningkatnya cakupan penanganan
kawasan rawan bencana.
8. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur pekerjaan umum,
perhubungan, komunikasi dan informatika
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Meningkatnya kuantitas dan kualitas jaringan jalan dan jembatan
kabupaten yang ditandai dengan meningkatnya panjang jalan
kabupaten dalam kondisi baik, meningkatnya panjang jalan kabupaten
dalam kondisi sedang, meningkatnya persentase jalan desa dalam
kondisi baik, meningkatnya jumlah jembatan dalam kondisi baik;
b. Meningkatnya ketersediaan infrastruktur irigasi dan sumber daya air
lainnya yang ditandai dengan meningkatnya rasio jaringan irigasi
dengan luas lahan sawah;
c. Meningkatnya sarana dan prasarana transportasi yang ditandai dengan
meningkatnya persentase ketersediaan sarana dan prasarana
transportasi, meningkatnya persentase ketersediaan sarana dan
prasarana keselamatan transportasi darat;
d. Meningkatnya pelayanan akses informasi yang ditandai dengan
meningkatnya cakupan layanan akses informasi.
9. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur perumahan dan permukiman
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman yang ditandai dengan
berkurangnya luas kawasan kumuh;
b. Meningkatnya kualitas rumah tidak layak huni yang ditandai dengan
meningkatnya jumlah rumah tidak layak huni yang tertangani;
c. Meningkatnya cakupan layanan air minum yang ditandai dengan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 159


meningkatnya cakupan layanan air minum perpipaan;
d. Meningkatnya cakupan layanan persampahan yang ditandai dengan
meningkatnya persentase layanan sampah terangkut ke TPA;
e. Meningkatnya akses penduduk terhadap ketenagalistrikan yang
ditandai dengan meningkatnya rasio elektrifikasi.
10. Memperkuat kelembagaan pemerintahan daerah
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Meningkatnya kualitas manajemen pemerintahan daerah yang
ditandai dengan membaiknya predikat LAKIP, peringkat LPPD dan opini
pengelolaan keuangan daerah;
b. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah dan
pengelolaan data yang ditandai dengan meningkatnya persentase
usulan masyarakat melalui musrenbang yang diakomodir dalam
dokumen perencanaan pembangunan, dan meningkatnya persentase
data SKPD yang terintegrasi ;
c. Meningkatnya kualitas dan profesionalisme SDM aparatur yang
ditandai dengan meningkatnya proporsi pemenuhan kompetensi SDM
aparatur yang memenuhi standar kompetensi;
d. Terwujudnya tertib administrasi kependudukan yang ditandai dengan
meningkatnya proporsi penduduk yang telah memiliki dokumen
kependudukan dan pencatatan sipil.
11. Meningkatkan kualitas pelayanan publik
Sasaran-sasaran yang ingin dicapai adalah :
a. Meningkatnya kualitas layanan perizinan yang ditandai dengan
menurunnya lama waktu rata-rata penyelesaian perizinan;
b. Terwujudnya layanan pemerintahan yang efisien, efektif, dan
transparan yang ditandai dengan membaiknya indeks kepuasan
masyarakat, meningkatnya persentase sarana dan prasarana
pemerintahan dalam kondisi baik.

160 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 5.1
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Indikator dan Target Kinerja Pembangunan Daerah Kabupaten Polewali Mandar
VISI : Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
TARGET AKHIR RPJMD
MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR
(TAHUN 2018)
Misi 1 : 1. Meningkatkan kualitas 1. Membaiknya indeks pendidikan
Angka Melek Huruf (AMH) 92 persen
Mewujudkan sumber pendidikan dan kesehatan
Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 8,13 tahun
daya manusia yang 2. Membaiknya indeks kesehatan
Angka Harapan Hidup (AHH) 67,21 tahun
berkualitas dengan
berlandaskan pada nilai- 2. Meningkatkan kualitas 1. Meningkatnya implementasi nilai-
Persentase organisasi antar dan intra umat 100 persen
nilai agama dan budaya kehidupan beragama, nilai keagamaan, budaya dan beragama yang dibina
bermasyarakat, dan kebangsaan
Persentase organisasi kesenian dan budaya yang 100 persen
berbangsa berperan aktif dalam pengembangan seni dan
budaya

Jumlah kegiatan pembinaan pendidikan 40 kegiatan
wawasan kebangsaan
2. Meningkatnya keamanan dan
Jumlah konflik sosial 0 kasus
ketertiban masyarakat
3. Mewujudkan kesetaraan Membaiknya indeks pembangunan
Indeks Pembangunan Gender (IPG) 71,75
dan keadilan gender dan pemberdayaan gender
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) 78,26
Misi 2 : 1. Meningkatkan usaha 1. Membaiknya kinerja Pertumbuhan ekonomi 11,12 persen
Mengembangkan ekonomi kerakyatan perekonomian daerah
ekonomi kerakyatan berbasis pemberdayaan 2. Berkembangnya usaha industri
Nilai produksi UMKM 227.290 (juta Rp)

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


berbasis pengelolaan potensi usaha ekonomi mikro, kecil dan menengah
Kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB 5,56 persen
sumber daya alam lokal (ADHK)
secara berkelanjutan 3. Berkembangnya pariwisata
Jumlah kunjungan wisata per tahun 1.730.000 wisatawan
daerah
4. Meningkatnya aktifitas
Kontribusi sektor perdagangan, restoran dan 30,12 persen
perdagangan, restoran, dan hotel hotel terhadap PDRB
2. Meningkatkan kualitas 1. Membaiknya taraf hidup
Persentase penduduk miskin 10,92 persen
kesejahteraan masyarakat masyarakat
2. Meningkatnya pendapatan
Pendapatan (PDRB) perkapita Rp. 24.014.647
masyarakat
Pengeluaran perkapita riil Rp. 675.000
3. Meningkatnya pemenuhan
Persentase penduduk yang rawan pangan 10,92 persen
pangan bagi penduduk secara
merata dan terjangkau

161
162
VISI : Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
TARGET AKHIR RPJMD
MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR
(TAHUN 2018)
3. Meningkatkan kesempatan 1. Meningkatnya keinginan
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 73 persen
kerja dan berusaha masyarakat untuk bekerja dan
berusaha
2. Tersedianya lapangan kerja bagi
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2,01 persen
pencari kerja baru
4. Meningkatkan 1. Meningkatnya produksi dan mutu
Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB 56,95 persen
produktivitas dan produk komoditi pertanian, (ADHK)
pengelolaan potensi perkebunan, peternakan dan
Jumlah produksi perikanan darat 57.408,45 ton
sumberdaya alam yang perikanan unggulan daerah
Jumlah produksi perikanan laut 130.616,62 ton
berkelanjutan 2. Terkendalinya luasan lahan
Proporsi luas lahan persawahan terhadap luas 8 persen
pangan berkelanjutan guna wilayah
mendukung Polewali Mandar
Kontribusi produksi padi Polewali Mandar 53 persen
sebagai lumbung pangan Sulawesi terhadap Sulawesi Barat
Barat
3. Meningkatnya konservasi dan
Proporsi luas hutan lindung terhadap luas 64 persen
rehabilitasi hutan dan lahan kritis kawasan hutan
serta pemeliharaan
Proporsi luas kawasan hutan mangrove 77 persen
keanekaragaman hayati
4. Meningkatnya pembinaan dan
Persentase penambang yang memiliki izin yang 100 persen
pengawasan usaha pertambangan memenuhi good mining practices
5. Meningkatnya perlindungan dan
Proporsi luas RTH terhadap luas kawasan 30 persen
pengelolaan lingkungan hidup perkotaan

Persentase kasus pengaduan lingkungan yang 100 persen

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


terselesaikan

Cakupan penghijauan/ penanaman vegetasi 50 persen
untuk produksi biomassa di wilayah rawan
kerusakan tanah

Cakupan layanan informasi status kualitas air 80 persen
dan udara
VISI : Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
TARGET AKHIR RPJMD
MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR
(TAHUN 2018)
6. Terwujudnya pengembangan
Persentase kawasan strategis yang ditetapkan 100 persen
wilayah yang terencana dan melalui Perda
terkendali berbasis mitigasi
Cakupan penanganan kawasan rawan bencana 100 persen
bencana
Misi 3 : 1. Meningkatkan 1. Meningkatnya kuantitas dan
Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik 137,20 kilometer
Meningkatkan ketersediaan infrastruktur kualitas jaringan jalan dan
Panjang jalan kabupaten dalam kondisi sedang
Infrastruktur guna pekerjaan umum, jembatan kabupaten
Persentase jalan desa dalam kondisi baik 250 kilometer
mendorong daya saing perhubungan, komunikasi
Jumlah jembatan dalam kondisi baik
daerah dan informatika 50 persen

71 unit
2. Meningkatnya ketersediaan
Rasio jaringan irigasi dengan luas lahan sawah 75,42 persen
infrastruktur irigasi dan
sumberdaya air lainnya
3. Meningkatnya sarana dan
Persentase ketersediaan sarana dan prasarana 100 persen
prasarana transportasi transportasi

Persentase ketersediaan sarana dan prasarana 90 persen
keselamatan transportasi darat
4. Meningkatnya pelayanan akses
Cakupan layanan akses informasi 100 persen

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


informasi
2. Meningkatkan 1. Meningkatnya kualitas lingkungan
Luas kawasan kumuh 20 Ha
ketersediaan infrastruktur permukiman
perumahan dan 2. Meningkatnya kualitas rumah
Jumlah rumah tidak layak huni yang tertangani 7.400 unit
permukiman
tidak layak huni
3. Meningkatnya cakupan layanan
Cakupan layanan air minum perpipaan 75 persen
air minum
4. Meningkatnya cakupan layanan
Persentase layanan sampah terangkut ke TPA 55 persen
persampahan
5. Meningkatnya akses penduduk
Rasio elektrifikasi 100 persen
terhadap ketenagalistrikan

163
164
VISI : Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
TARGET AKHIR RPJMD
MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR
(TAHUN 2018)
Misi 4 : 1. Memperkuat kelembagaan 1. Meningkatnya kualitas
Predikat LAKIP B
Mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah manajemen pemerintahan daerah
Peringkat LPPD Peringkat 70
pemerintahan yang baik
Opini Pengelolaan Keuangan daerah WTP
dan bersih serta
menyediakan pelayanan 2. Meningkatnya Kualitas
Persentase usulan masyarakat melalui 40 persen
publik yang berkualitas perencanaan pembangunan musrenbang yang diakomodir dalam dokumen
daerah dan pengelolaan data perencanaan pembangunan

Persentase data SKPD yang terintegrasi 100 Persen

3. Meningkatnya kualitas dan


Proporsi pemenuhan kompetensi SDM aparatur 70 persen
profesionalisme SDM aparatur yang memenuhi standar kompetensi
4. Terwujudnya tertib administrasi
Proporsi penduduk yang telah memiliki 97,33 persen
kependudukan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil
2. Meningkatkan kualitas 1. Meningkatnya kualitas layanan
Lama waktu rata-rata penyelesaian perizinan 1 hari kerja
pelayanan publik perizinan
2. Terwujudnya layanan
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 70 persen
pemerintahan yang efisien,
Persentase sarana dan prasarana pemerintahan 73 persen
efektif, dan transparan dalam kondisi baik

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


BAB VI
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan


komprehensif mengenai bagaimana pemerintah daerah mencapai tujuan dan
sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien. Selain melakukan perencanaan
komprehensif, perencanaan strategik juga dapat digunakan untuk melakukan
transformasi, reformasi dan perbaikan kinerja birokrasi serta meningkatkan
kapasitas kelembagaan pemerintahan daerah.
Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber
daya manusia akan menjadi fokus utama dari strategi dan arah kebijakan
pembangunan daerah Kabupaten Polewali Mandar dalam lima tahun ke depan. Ini
mudah dipahami karena fakta empiris menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan
masyarakat masih relatif rendah (ditandai dengan tingginya angka kemiskinan) dan
kualitas sumber daya manusia juga masih relatif rendah (ditandai dengan
rendahnya Indeks Pembangunan Manusia). Kedua dimensi pembangunan ini telah
menjadi penyebab utama mengapa Kabupaten Polewali Mandar masih
dikategorikan sebagai kabupaten tertinggal. Kedua dimensi pembangunan ini juga
menjadi substansi penting Visi, Misi, dan Program Bupati/Wakil Bupati Terpilih dan
telah menjadi sorotan berbagai stakeholder pembangunan di Kabupaten Polewali
Mandar dalam beberapa tahun terakhir.
Strategi merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program
indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Menjadi salah satu rujukan penting dalam
perencanaan pembangunan daerah dan merupakan pernyataan yang menjelaskan
bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai yang selanjutnya diperjelas dengan
serangkaian arah kebijakan.
Berdasarkan rumusan strategi, selanjutnya dirumuskan arah kebijakan
pembangunan daerah yang berfungsi mengarahkan rumusan strategi yang dipilih
agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran dari waktu ke waktu selama 5
(lima) tahun ke depan. Rumusan arah kebijakan merasionalkan pilihan strategi agar
lebih fokus dan sesuai dengan pengaturan pelaksanaannya.
Visi dan misi pembangunan daerah yang telah dirumuskan, selanjutnya
menderivasi tujuan dan sasaran sebagaimana yang telah dirumuskan dalam Bab V,
menjadi dasar dalam merumuskan strategi dan arah kebijakan pembangunan

166 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 6.1
Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019
Visi:
Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
Misi 1:
Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Berlandaskan Pada Nilai-Nilai Agama dan Budaya
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Meningkatkan kualitas Membaiknya indeks Meningkatkan ketersediaan sarana dan Pemerataan sarana dan prasarana pendidikan yang
pendidikan dan kesehatan pendidikan prasarana pendidikan dua belas tahun yang berkualitas di seluruh wilayah kecamatan, khususnya pada
berkualitas di seluruh wilayah kecamatan wilayah dengan tingkat aksesibilitas yang rendah
Memperluas pelayanan pendidikan formal dan Penyebarluasan sarana dan prasarana layanan pendidikan
informal serta program kejar paket A, B, dan C non-formal dan informal, serta pengintensifan program
kejar paket A,B dan C
Menfasilitasi dan mendorong anak usia sekolah Penurunan angka putus sekolah dan peningkatan angka
untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang melanjutkan pendididkan ke jenjang pendidikan yang lebih
lebih tinggi tinggi
Membaiknya indeks kesehatan Meningkatkan ketersediaan sarana dan Peningkatan mutu sarana dan prasarana kesehatan dasar
prasarana kesehatan yang berkualitas di seluruh di seluruh wilayah kecamatan, khususnya pada wilayah
wilayah kecamatan dengan tingkat aksesibilitas yang rendah
Peningkatan kualitas layanan RSUD
Meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi ibu Penyediaan layanan kesehatan bagi ibu melahirkan, ibu

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


hamil, ibu melahirkan, ibu pasca persalinan, bayi pasca persalinan, bayi dan balita, penyakit beresiko,
dan balita, penyakit beresiko, pen yakit menular penyakit menular dan tidak menular, lansia dan sakit jiwa
dan tidak menular, lansia dan sakit jiwa
Memperluas layanan kesehatan masyarakat dan Penyebarluasan dan pemerataan sarana dan prasarana
meningkatkan kesadaran masyarakat akan layanan dasar dan kesehatan, serta fasilitasi dan sosialisasi
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Meningkatkan kualitas Meningkatnya implementasi Meningkatkan kegiatan-kegiatan keagamaan, Mengintensifkan kegiatan-kegiatan keagamaan,
kehidupan beragama, nilai-nilai keagamaan, budaya kebudayaan dan kebangsaan terutama bagi kebudayaan dan kebangsaan terutama bagi generasi muda
bermasyarakat dan dan kebangsaan generasi muda
berbangsa Meningkatnya keamanan dan Mengintensifkan sistem keamanan swakarsa Peningkatan keterlibatan warga dalam menjaga keamanan
ketertiban masyarakat dan ketertiban lingkungannya

167
168
Visi:
Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
Misi 1:
Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Berlandaskan Pada Nilai-Nilai Agama dan Budaya
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Mewujudkan kesetaraan Membaiknya indeks Pengarus Utamaan Gender (PUG) Pembangunan yang responsif gender (kebijakan yang
dan keadilan gender pembangunan dan diarahkan pada upaya-upaya pembangunan yang
pemberdayaan gender memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan pengalaman
perempuan dan laki-laki yang diintegrasikan ke dalam
perencanaan dan penganggaran yang responsif gender)
Misi 2:
Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pengelolaan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Meningkatkan Usaha Membaiknya kinerja Pemberdayaan badan usaha ekonomi desa Mengembangkan dan memberdayakan kelembagaan
ekonomi kerakyatan perekonomian daerah melalui pengembangan ekonomi lokal usaha ekonomi masyarakat
berbasis pemberdayaan Mengembangkan kerjasama antar pihak swasta Mengembangkan kemitraan antara pelaku usaha sektor
potensi usaha ekonomi lokal dengan sektor UMKM dari hulu hingga hilir UMKM dengan swasta
Berkembangnya usaha industri Meningkatkan dan memperluas pembinaan dan Peningkatan kegiatan pembinaan dan pendampingan
mikro, kecil dan menengah pendampingan kepada UMKM berbasis UMKM dalam bentuk bantuan permodalan, manajemen
keaksaraan fungsional (Vokasional) usaha, peralatan dan keterampilan
Berkembangnya pariwisata Memperluas dan menata obyek-obyek wisata Peningkatan kerjasama dengan para pelaku usaha yang
daerah bergerak di sektor pariwisata
Peningkatan intensitas promosi dan publikasi obyek -obyek
wisata

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Meningkatnya aktifitas Meningkatkan dan memperluas usaha dan Pemberian kemudahan bagi para pelaku usaha
perdagangan, restoran, dan kegiatan perdagangan, restoran dan hotel perdagangan, restoran dan hotel
hotel
Meningkatnya kualitas Membaiknya taraf hidup Memperluas akses penduduk terhadap kegiatan Perluasan dan pemerataan kegiatan ekonomi hingga ke
kesejahteraan masyarakat masyarakat ekonomi perdesaan
Mensinergikan kegiatan penanggulangan kemiskinan
secara terpadu dan tepat sasaran
Visi:
Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
Misi 2:
Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pengelolaan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Meningkatnya pendapatan Memperluas sumber-sumber pendapatan Penganekaragaman produk olahan berbasis komoditi
masyarakat masyarakat dengan memperluas kesempatan unggulan daerah
kerja dan kesempatan berusaha
Meningkatnya pemenuhan Meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan Penyediaan pangan bagi penduduk khususnya daerah
pangan bagi penduduk secara pangan bagi masyarakat berbasis sumber daya terpencil melalui pola pemberdayaan masyarakat
merata dan terjangkau local
Meningkatkan kesempatan Meningkatnya keinginan Meningkatkan minat masyarakat, terutama Penyediaan dan penyebarluasan informasi mengenai
kerja dan berusaha masyarakat untuk bekerja dan penduduk usia kerja untuk bekerja dan berusaha potensi dan peluang kerja
berusaha
Tersedianya lapangan kerja Meningkatkan dan memperluas usaha-usaha Menciptakan lapangan kerja baru melalui pemberdayaan
bagi pencari kerja baru ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal masyarakat dan ekonomi lo kal
Menciptakan iklim usaha dan investasi yang Mengidentifikasi kebutuhan dan penyempurnaan regulasi
kondusif yang mendukung iklim usaha dan investasi
Menfasilitasi para investor dalam melakukan kegiatan
penanaman modal
Meningkatkan produktivitas Meningkatnya produksi dan Meningkatkan produktivitas dan mutu Intensifikasi dan ekstensifikasi pengelolaan lahan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


dan pengelolaan potensi mutu produk komoditi pertanian, peternakan dan perikanan unggulan pertanian melalui peningkatan ketersediaan dan
sumber daya alam yang pertanian, perkebunan, daerah keterjangkauan sarana dan prasarana produktivitas hingga
berkelanjutan peternakan dan perikanan ke daerah terpencil dengan pola pemberdayaan
unggulan daerah masyarakat
Peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan sarana dan
prasarana produktivitas sektor perkebunan hingga ke
daerah terpencil dengan pola pemberdayaan masyarakat
Intensifikasi dan ekstensifikasi komoditi peternakan
berbasis pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan
sarana dan prasarana produktivitas hingga ke daerah
terpencil

169
170
Visi:
Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
Misi 2:
Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pengelolaan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Intensifikasi dan ekstensifikasi pengelolaan sumber daya
perikanan laut melalui penyediaan sarana dan prasarana
produktivitas
Pengembangan lahan budidaya perikanan darat hingga ke
daerah terpencil
Meningkatkan kualitas, kuantitas, sarana dan Peningkatan kinerja tenaga penyuluh pertanian,
prasarana tenaga penyuluh peternakan dan perikanan terhadap kelompok tani yang
dibina
Terkendalinya luasan lahan Menjaga dan mempertahankan luasan lahan Pengendalian alih fungsi lahan terutama bagi lahan
pangan berkelanjutan guna sawah potensial persawahan
mendukung Polewali Mandar Pencetakan lahan persawahan baru
sebagai lumbung pangan Intensifikasi dan ekstensifikasi lahan persawahan dataran
Sulawesi Barat tinggi
Meningkatnya konservasi dan Meningkatkan peranserta masyarakat dalam Peningkatan keterlibatan masyarakat dalam konservasi
rehabilitasi hutan dan lahan upaya konversi dan rehabilitasi hutan, dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis
kritis serta pemeliharaan mangrove dan lahan kritis Peningkatan keterlibatan masyarakat dalam upaya
keanekaragaman hayati konservasi dan rehabilitasi mangrove
Meningkatnya pembinaan dan Melaksanakan pembinaan dan pengawasan Meningkatkan pengelolaan usaha pertambangan
pengawasan usaha usaha pertambangan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


pertambangan
Meningkatnya perlindungan Meningkatkan perlindungan dan pengelolaan Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap
dan pengelolaan lingkungan lingkungan hidup pengelolaan lingkungan
hidup
Terwujudnya pengembangan Melaksanakan dan mengendalikan Penyusunan rencana rinci tata ruang kawasan strategis
wilayah yang terencana dan pengembangan kawasan sesuai dengan rencana kabupaten
terkendali berbasis mitigasi tata ruang
bencana Meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana Peningkatan penanganan kawasan rawan bencana
Visi:
Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
Misi 3:
Meningkatkan Infrastruktur Guna Mendorong Daya Saing Daerah
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Meningkatkan ketersediaan Meningkatnya kuantitas dan Meningkatkan kondisi jaringan jalan dan Pengembangan jaringan jalan dan jembatan
infrastruktur pekerjaan kualitas jaringan jalan dan jembatan
umum, perhubungan, jembatan kabupaten
komunikasi dan informatika Meningkatnya ketersediaan Meningkatkan infrastruktur irigasi dan sumber Mewujudkan pengembangan dan pengelolaan sistem
infrastruktur irigasi dan daya air lainnya irigasi partisipatif
sumber daya air lainnya
Meningkatnya sarana dan Meningkatkan sarana dan prasarana Pengembangan sarana dan prasarana transportasi darat,
prasarana transportasi transportasi laut dan penyeberangan
Meningkatnya pelayanan akses Meningkatkan layanan akses informasi Peningkatan kapasitas media layanan akses informasi
informasi
Meningkatkan ketersediaan Meningkatnya kualitas Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman Peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh
infrastruktur perumahan lingkungan permukiman kumuh
dan permukiman Meningkatnya kualitas rumah Meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni Peningkatan kualitas rumah tidak layak huni
tidak layak huni
Meningkatnya cakupan Meningkatkan cakupan layanan air minum Peningkatan cakupan layanan air minum perpipaan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


layanan air minum perpipaan
Meningkatnya cakupan Meningkatkan cakupan layanan persampahan Peningkatan cakupan layanan persampahan
layanan persampahan
Meningkatnya akses penduduk Membangun dan mengembangkan infrastruktur Penyediaan tenaga listrik di wilayah-wilayah terpencil
terhadap ketenagalistrikan ketenagalistrikan

171
172
Visi:
Terwujudnya Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan Menuju Masyarakat Polewali Mandar yang Sejahtera
Misi 4 :
Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih Serta Menyediakan Pelayanan Publik yang Berkualitas
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Memperkuat kelembagaan Meningkatnya kualitas Meningkatkan kinerja dan akuntabilitas Peningkatan kualitas dan ketepatan waktu penyusunan
pemerintahan daerah manajemen pemerintahan penyelenggaraan pemerintahan daerah laporan kinerja dan akuntabilitas penyelenggaraan
daerah pemerintahan daerah
Peningkatan pengawasan kinerja penyelenggaraan
pemerintahan daerah
Meningkatnya kualitas Mewujudkan perencanaan yang berkualitas dan Peningkatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan
perencanaan pembangunan akuntabel pembangunan daerah yang berkualitas
daerah dan pengelolaan data Peningkatan pengendalian dan evaluasi pembangunan
sebagai umpan balik bagi perencanaan
Mewujudkan integrasi data melalui pengelolaan Mewujudkan pengelolaan data yang akurat, relevan dan
satu data pembangunan terkini dengan membangun koneksi data SKPD untuk
mendukung proses perencanaan pembangunan daerah
Meningkatnya kualitas dan Meningkatkan kompetensi sumber daya Pengembangan pendidikan formal dan pelatihan
profesionalisme SDM manusia dalam berbagai bidang sesuai dengan keterampilan
aparatur tugas pokok dan fungsinya
Terwujudnya tertib Mengembangkan dan menata sistem Pengembangan perangkat keras dan lunak administrasi
administrasi kependudukan administrasi kependudukan kependudukan
Meningkatkan kualitas Meningkatnya kualitas Meningkatkan kualitas administrasi pelayanan Pengembangan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu
pelayanan publik layanan perizinan pemerintah melalui penataan proses layanan (PTSP)
Terwujudnya layanan Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana Pengembangan standar pelayanan publik dan pelayanan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


pemerintahan yang efisien, pemerintahan administrasi terpadu kecamatan
efektif, dan transparan Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan
BAB VII
KEBIJAKAN UMUM DAN
PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
Perumusan kebijakan umum dan program pembangunan daerah
bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan antara bidang urusan pemerintahan
daerah dengan rumusan indikator kinerja sasaran yang menjadi acuan penyusunan
program pembangunan jangka menengah daerah berdasarkan strategi dan arah
kebijakan yang ditetapkan.
Melalui rumusan kebijakan umum, diperoleh sarana untuk menghasilkan
atau diperolehnya berbagai program yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
Sedangkan dari perumusan program pembangunan daerah menghasilkan rencana
pembangunan yang konkrit dalam bentuk program prioritas yang secara khusus
berhubungan dengan capaian sasaran pembangunan daerah, dan merupakan
pernyataan program kepala daerah Kabupaten Polewali Mandar selama periode
tahun 2014-2019.
Dalam mewujudkan capaian keberhasilan pembangunan, pemerintah
daerah Kabupaten Polewali Mandar menetapkan rangkaian program sesuai dengan
Urusan Wajib dan Urusan Pilihan yang dilaksanakan oleh SKPD di lingkungan
pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar. Penetapan program
pembangunan dan penanganan urusan pembangunan yang disesuaikan dengan
misi pembangunan daerah adalah sebagai berikut :

1. Misi : Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan


berlandaskan pada nilai-nilai agama dan budaya
Program untuk mendukung misi ini adalah :
Urusan Pendidikan
? Program pendidikan anak usia dini
? Program wajib belajar dasar sembilan tahun
? Program pendidikan menengah
? Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan
? Program pendidikan non-formal
? Program manajemen pelayanan pendidikan
Urusan Perpustakaan
? Program pengembangan budaya dan pembinaan kepustakaan
? Urusan Kesehatan
? Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana
puskesmas/ pustu dan jaringannya
? Program pengadaan obat dan perbekalan kesehatan
? Program standarisasi pelayanan kesehatan
? Program pelayanan kesehatan badan layanan umum daerah

174 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/
?
rumah sakit jiwa/ rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata
? Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/ rumah sakit
jiwa / rumah sakit paru-paru/ rumah sakit mata
? Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak
? Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita
? Program perbaikan gizi masyarakat
? Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular
? Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia
? Program upaya kesehatan masyarakat
? Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
? Program pengembangan lingkungan sehat
? Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
? Program pembinaan dan pengembangan organisasi antar dan intra umat
beragama
Urusan Kebudayaan
? Program pengembangan nilai budaya
? Program pengelolaan keragaman budaya
? Program pengelolaan kekayaan budaya
Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri
? Program pengembangan wawasan kebangsaan
? Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan
? Program pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal
? Program pemberantasan penyakit masyarakat
Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam
?
pembangunan
Program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak
?
Program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan hidup perempuan
?
Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Program pembinaan keluarga berencana
?
Program pelayanan kontrasepsi
?

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 175


2. Misi : Mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis pengelolaan sumber
daya alam secara berkelanjutan
Program untuk mendukung misi ini adalah :
Urusan Koperasi, Usaha Kecil Menengah
? Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi
? Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM
? Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM
? Program penciptaan iklim UKM yang kondusif
Urusan Industri
? Program peningkatan kemampuan teknologi industri
? Program pengembangan industri kecil menengah
? Program pengembangan sentra-sentra industri potensial
Urusan Perdagangan
? Program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan
? Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan
? Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri
Urusan Pertanian
? Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan
? Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan
? Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan
? Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan
? Program peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur
pertanian/perkebunan
? Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak
? Program peningkatan produksi hasil peternakan
? Program peningkatan penerapan teknologi peternakan
Urusan Kehutanan
? Program perlindungan dan konservasi sumber daya hutan
? Program rehabilitasi hutan dan lahan
Urusan Ketahanan Pangan
Program peningkatan kesejahteraan petani
?
Program peningkatan ketahanan pangan pertanian/perkebunan
?
Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan
?
Urusan Kelautan dan Perikanan
? Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
? Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau, dan air tawar
? Program pengembangan perikanan tangkap
? Program pengembangan budidaya perikanan
? Program pengembangan sistem penyuluh perikanan
? Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan

176 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


pengendalian sumber daya kelautan
Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa
? Program peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan
? Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan
Urusan Pariwisata
? Program pengembangan destinasi pariwisata
? Program pengembangan kemitraan
? Program pengembangan pemasaran pariwisata
Urusan Sosial
? Program pemberdayaan fakir miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya
? Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial
Urusan Ketenagakerjaan
? Program peningkatan kesempatan kerja
? Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja
Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan
Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
? Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam
? Program penanganan darurat bencana
? Program tanggap darurat bencana
Urusan Penataan Ruang
? Program perencanaan tata ruang
? Program pengendalian pemanfaatan ruang
Urusan Lingkungan Hidup
? Program pengelolaan ruang terbuka hijau
? Program pengendalian pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup
? Program rehabilitasi dan pemulihan cadangan SDA
? Program perlindungan dan konservasi SDA
? Program peningkatan pengendalian polusi
Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral
? Program pembinaan dan pengembangan geologi dan sumber daya
mineral
? Program pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan
Urusan Penanaman Modal
? Program peningkatan dan promosi kerjasama investasi
Urusan Perencanaan Pembangunan
? Program perencanaan pembangunan ekonomi
Urusan Perumahan
? Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 177


Urusan Pekerjaan Umum
? Program pembangunan turap/talud/bronjong
3. Misi : Meningkatkan infrastruktur guna mendorong daya saing daerah
Program untuk mendukung misi ini adalah :
Urusan
? Pekerjaan Umum
? Program pembangunan jalan dan jembatan
? Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan
? Program inspeksi kondisi jalan dan jembatan
? Program pengembanngan wilayah strategis dan cepat tumbuh
? Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi dan infrastruktur
sumber daya air lainnya
? Program pembangunan saluran drainase/gorong-gorong
? Program pengembangan infrastruktur perdesaan
Urusan Perumahan
? Program pengembangan perumahan
Urusan Lingkungan Hidup
? Program pengembangan pengelolaan persampahan
Urusan Perhubungan
? Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan
? Program pembanguan sarana dan prasarana perhubungan
? Program rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas LLAJ
? Program peningkatan pelayanan angkutan
Urusan Komunikasi dan Informatika
? Program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa
? Program kerja sama informasi dengan mass media
Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral
? Program pembinaan dan pengembangan ketenagalistrikan dan energi
4. Misi : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta
menyediakan pelayanan publik yang berkualitas
Program untuk mendukung misi ini adalah :
Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan
Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
? Program penguatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
? Program penguatan reformasi birokrasi
? Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah
? Program peningkatan tertib pengelolaan keuangan dan asset daerah
? Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian
pelaksanaan kebijakan KDH

178 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Program
? penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur
pengawasan
? Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
? Program pembinaan dan pengembangan aparatur
? Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah
? Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala
daerah
? Program peningkatan kualitas pelayanan publik
Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil
? Program penataan administrasi kependudukan
Urusan Perencanaan Pembangunan
? Program perencanaan pembangunan daerah
? Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan
daerah
? Program perencanaan pembangunan ekonomi
? Program perencanaan pembangunan sosial budaya
? Program perencanaan prasarana wilayah dan SDA
? Program pengembangan data/informasi
Urusan Statistik
? Program pengembangan data/informasi/statistik daerah
Urusan Pekerjaan Umum
? Program peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan
Urusan Penanaman Modal
? Program peningkatan dan promosi kerjasama investasi

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019 179


180
Tabel 7.1
Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019
Misi 1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dengan Berlandaskan Pada Nilai-Nilai Agama dan Budaya
Arah Kebijakan/ Capaian Kinerja Program Pembangunan SKPD Penanggung
No Sasaran Strategi Indikator Bidang Urusan
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Membaiknya Meningkatkan ketersediaan Pemerataan sarana dan - Angka Melek 88% 92% - Program pendidikan anak Pendidikan Dinas Pendidkan,
Indeks sarana dan prasarana prasarana pendidikan yang Huruf (AMH) usia dini Pemuda & Olahraga
pendidikan pendidikan dua belas tahun berkualitas di seluruh
yang berkualitas di seluruh wilayah kecamatan , - Rata -rata 7,25 8,13 - Program wajib belajar Pendidikan Dinas Pendidkan,
wilayah kecamatan khususnya pada wilayah Lama Tahun Tahun dasar sembilan tahun Pemuda & Olahraga
dengan tingkat aksesibilitas Sekolah
yang rendah (RLS) - Program pendidikan Pendidikan Dinas Pendidkan,
Memperluas pelayanan Penyebarluasan sarana dan menengah Pemuda & Olahraga
pendidikan formal dan prasarana layanan
informal serta program pendidikan non -formal dan - Program Peningkatan Pendidikan Dinas Pendidkan,
kejar paket A, B, dan C informal, serta mutu pendidik dan tenaga Pemuda & Olahraga
pengintensifan program kependidikan
kejar paket A,B dan C
Menfasilitasi dan Penurunan angka putus - Program pendidikan non - Pendidikan Dinas Pendidkan,
mendorong anak usia sekolah dan peningkatan formal Pemuda & Olahraga
sekolah untuk melanjutkan angka melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang pendididkan ke jenjang - Program manajemen Pendidikan Dinas Pendidkan,
lebih tinggi pendidikan yang lebih tinggi pelayanan pendidikan Pemuda & Olahraga

- Program pengembangan Perpustakaan Kantor Perpustakaan


budaya dan pembinaan & Arsip Daerah

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


kepustakaan
2 Membaiknya Meningkatkan ketersediaan Peningkatan mutu sarana Angka 66,08 67,21 - Program pengadaan , Kesehatan Dinas Kesehatan
Indeks sarana dan prasarana dan prasarana kesehatan Harapan Tahun Tahun peningkatan dan
Kesehatan kesehatan yang berkualitas dasar di seluruh wilayah Hidup (AHH) perbaikan sarana dan
di seluruh wilayah kecamatan, khususnya prasarana PKM, pustu ,
kecamatan pada wilayah dengan dan jaringannya
tingkat aksesibilitas yang
rendah - Program pengadaan obat Kesehatan Dinas Kesehatan
Peningkatan kualitas dan perbekalan
layanan R umah Sakit kesehatan
Umum Daerah
Arah Kebijakan/ Capaian Kinerja Program Pembangunan SKPD Penanggung
No Sasaran Strategi Indikator Bidang Urusan
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Meningkatkan mutu Penyediaan layanan - Program standarisasi Kesehatan Dinas Kesehatan
layanan kesehatan bagi ibu kesehatan bagi ibu pelayanan kesehatan
hamil, ibu melahirkan, ibu melahirkan, ibu pasca
pasca persalinan, bayi dan persalinan, bayi dan balita, - Program pelayanan Kesehatan RSUD
balita, penyakit beresiko, penyakit beresiko, penyakit kesehatan badan layanan
penyakit menular dan tidak menular dan tidak menular, umum daerah
menular, lansia dan sakit lansia dan sakit jiwa
- Program pengadaan, Kesehatan RSUD
jiwa
peningkatan sarana dan
Memperluas layanan Penyebarluasan dan
prasarana rumah sakit/
kesehatan masyarakat dan pemerataan sarana dan
rumah sakit jiwa/ rumah
meningkatkan kesadaran prasarana layanan dasar
sakit paru-paru/ rumah
masyarakat akan Prilaku dan kesehatan, serta
sakit mata
Hidup Bersih dan Sehat fasilitasi dan sosialisasi
(PHBS) tentang Prilaku Hidup - Program pemeliharaan Kesehatan RSUD
Bersih dan Sehat (PHBS) sarana dan prasarana
rumah sakit/ rumah sakit
jiwa/ rumah sakit paru-
paru/ rumah sakit mata

- Program peningkatan Kesehatan Dinas Kesehatan


keselamatan ibu

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


melahirkan dan anak
- Program peningkatan Kesehatan Dinas Kesehatan
pelayanan kesehatan
anak balita

- Program Perbaikan Gizi Kesehatan Dinas Kesehatan


Masyarakat

181
182
Arah Kebijakan/ Capaian Kinerja Program Pembangunan SKPD Penanggung
No Sasaran Strategi Indikator Bidang Urusan
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
- Program pencegahan dan Kesehatan Dinas Kesehatan
penanggulangan penyakit
menular
- Program peningkatan Kesehatan Dinas Kesehatan
pelayanan kesehatan
lansia

- Program upaya kesehatan Kesehatan Dinas Kesehatan


masyarakat

- Program kemitraan Kesehatan Dinas Kesehatan


peningkatan pelayanan
kesehatan

- Program pengembangan Kesehatan Dinas Kesehatan


lingkungan sehat

- Program promosi Kesehatan Dinas Kesehatan


kesehatan dan
pemberdayaan
masyarakat
3 Meningkatnya Meningkatkan kegiatan- Mengintensifkan kegiatan- - Persentase 10% 100% - Program pembinaan dan Otoda, Pem. Sekretariat Daerah
implementasi kegiatan keagamaan, kegiatan keagamaan, organisasi pengembangan Umum, Adm.
nilai-nilai kebudayaan dan kebudayaan dan antar dan organisasi antar dan Keu. Daerah,
keagamaan, kebangsaan terutama bagi kebangsaan terutama bagi intra umat intra umat beragama Perangkat

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


budaya dan generasi muda generasi muda beragama 100% 100% Daerah,
kebangsaan yang dibina Kepeg. &
Persandian
Arah Kebijakan/ Capaian Kinerja Program Pembangunan SKPD Penanggung
No Sasaran Strategi Indikator Bidang Urusan
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
- Persentase - Program pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan &
organisasi nilai budaya Pariwisata
kesenian
dan budaya 4 40 - Program pengelolaan Kebudayaan Dinas Kebudayaan &
yang Kegiatan K egiatan keragaman budaya Pariwisata
berperan
aktif dalam
pengemban
gan seni
dan budaya

- Jumlah - Program pengelolaan Kebudayaan Dinas Kebudayaan &


kegiatan kekayaan budaya Pariwisata
pembinaan
- Program pengembangan Kesatuan Kantor Kesatuan
pendidikan
wawasan kebangsaan Bangsa dan Bangsa & Linmas
wawasan
Politik Dalam
kebangsaan Negeri
4 Meningkatnya Mengintensifkan sistem Peningkatan keterlibatan Jumlah konflik 2 0 Kasus - Program peningkatan Kesatuan Kantor Kesatuan
keamanan dan keamanan swakarsa warga dalam menjaga sosial Kasus keamanan dan Bangsa dan Bangsa & Linmas
ketertiban keamanan dan ketertiban kenyamanan lingkungan Politik Dalam

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


masyarakat lingkungannya Negeri

- Program pemeliharaan Kesatuan Satuan Polisi


kantrantibmas dan Bangsa dan Pamong Praja
pencegahan tindak Politik Dalam
kriminal Negeri

- Program Kesatuan Kantor Kesatuan


pemberantasan Bangsa dan Bangsa & Linmas
penyakit masyarakat Politik Dalam
Negeri

183
184
Arah Kebijakan/ Capaian Kinerja Program Pembangunan SKPD Penanggung
No Sasaran Strategi Indikator Bidang Urusan
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
5 Membaiknya Pengarus Utamaan Gender Pembangunan yang - Indeks 65,95 71,75 - Program peningkatan Pemberdayaan Badan Koordinasi
indeks (PUG) responsif gender (kebijakan Pembanguna peran serta dan Perempuan & KB &
pembangunan yang diarahkan pada n Gender kesetaraan gender Perlindungan Pemberdayaan
dan upaya-upaya pembangunan (IPG) 70,46 78,26 dalam pembangunan Anak Perempuan
pemberdayaan yang memperhatikan
gender aspirasi, kebutuhan dan - Indeks - Program penguatan Pemberdayaan Badan Koordinasi
pengalaman perempuan Pemberday kelembagaan pengarus Perempuan & KB &
dan laki-laki yang aan Gender utamaan gender dan Perlindungan Pemberdayaan
diintegrasikan ke dalam (IDG) anak Anak Perempuan
perencanaan dan
penganggaran yang - Program peningkatan Pemberdayaan Badan Koordinasi
responsif gender) kualitas hidup dan Perempuan & KB &
perlindungan hidup Perlindungan Pemberdayaan
perempuan Anak Perempuan

- Program pembinaan Keluarga Badan Koordinasi


keluarga berencana Berencana & KB &
Keluarga Pemberdayaan
Sejahtera Perempuan

- Program Pelayanan Keluarga Badan Koordinasi


Kontrasepsi Berencana & KB &
Keluarga Pemberdayaan
Sejahtera Perempuan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Misi 2. Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pengelolaan Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Membaiknya Pemberdayaan Mengembangkan Pertumbuhan 10,05% 11,12% - Program peningkatan Koperasi dan Dinas Koperasi,
kinerja badan usaha dan ekonomi kualitas kelembagaan UKM UMKM
perekonomian ekonomi desa
memberdayakan koperasi
daerah melalui
kelembagaan usaha
pengembangan
ekonomi lokal ekonomi - Program peningkatan Pemberdayaan Badan
masyarakat pengembangan lembaga Masyarakat Pemberdayaan
Mengembangkan Mengembangkan ekonomi pedesaan D esa Masyarakat &
kerjasama antar kemitraan antara Pemdes
pihak swasta
pelaku usaha sektor
dengan sektor
UMKM dengan - Program pengembangan Koperasi dan Dinas Koperasi,
UMKM dari hulu
hingga hilir swasta kewirausahaan dan UKM UMKM
keunggulan kompetitif UKM

- Program pengembangan Koperasi dan Dinas Koperasi,


sistem pendukung usaha UKM UMKM
bagi UMKM

2 Berkembangnya Meningkatkan Peningkatan - Nilai produksi Rp . ( juta ) Rp . ( juta ) - Program peningkatan Industri Dinas

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


usaha industri dan kegiatan UMKM 182.550 227.290 kemampuan teknologi Perindustrian &
mikro , kecil memperluas pembinaan dan industri Perdagangan
dan menengah pembinaan dan pendampingan - Kontribusi 3,95% 5,56%
pendampingan UMKM dalam industri - Program pembinaan Perdagangan Dinas
kepada UMKM bentuk bantuan pengolahan pedagang kaki lima dan Perindustrian &
berbasis permodalan , asongan Perdagangan
keaksaraan manajemen usaha ,
fungsional peralatan dan
(Vokasional ) keterampilan

185
186
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
-
3 Berkembangnya Memperluas Peningkatan Jumlah 300.000 1.730.000 Program pengembangan Dinas
Pariwisata
pariwisata dan menata kerjasama dengan kunjungan W isatawan W isatawan destinasi pariwisata Kebudayaan &
daerah obyek -obyek Pariwisata
para pelaku usaha wisata per
wisata
yang bergerak di tahun
- Program pengembangan Pariwisata Dinas
sektor pariwisata Kebudayaan &
kemitraan
Peningkatan Pariwisata
intensitas promosi
dan publikasi - Program pengembangan Pariwisata Dinas
obyek - obyek wisata pemasaran pariwisata Kebudayaan &
Pariwisata
4 Meningkatnya Meningkatkan Pemberian Kontribusi 28,76% 30,12% - Program perlindungan Perdagangan Dinas
aktifitas dan kemudahan bagi sektor konsumen dan pengamanan Perindustrian &
perdagangan , memperluas para pelaku usaha perdagangan, perdagangan Perdagangan
restoran , dan usaha dan perdagangan , restoran dan
hotel kegiatan restoran , dan hotel hotel - Program peningkatan
perdagangan, efisiensi perdagangan dalam Perdagangan Dinas
restoran, dan negeri Perindustrian &
hotel Perdagangan
5 Membaiknya Memperluas Perluasan dan Persentase 16,55% 10,92% - Program peningkatan Ketahanan BP 4KKP
taraf hidup akses penduduk pemerataan penduduk kesejahteraan petani Pangan
masyarakat terhadap
kegiatan ekonomi miskin
kegiatan Dinas
hingga ke - Program pengembangan Industri
ekonomi Perindustrian &

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


perdesaan industri kecil menengah Perdaganga n
Mensinergikan
kegiatan - Program pemberdayaan Sosial Dinas Sosial ,
penanggulangan fakir miskin , komunitas adat Tenaga
kemiskinan secara terpencil (KAT) dan Kerja &
terpadu dan tepat penyandang masalah Transmigrasi
sasaran kesejahteraan sosial
(PMKS) lainnya
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
- Program perencanaan Perencanaan Bappeda
pembangunan ekonomi Pembangunan

- Program pelayanan dan Sosial Dinas Sosial ,


rehabilitasi kesejahteraan Tenaga
Kerja &
so sial Transmigrasi
6 Meningkatnya Memperluas Penganekaragaman - Pendapatan Rp. Rp. - Program peningkatan Pertanian Dinas Pertanian
pendapatan sumber -sumber produk olahan (PDRB) 14.218.599 24.014.647 pemasaran hasil produksi & Peternakan
masyarakat pendapatan
berbasis komoditi perkapita pertanian / perkebunan
masyarakat
unggulan daerah
dengan
memperluas Rp Rp. - Program peningkatan Pertanian Dinas Pertanian
kesempatan - Pengeluaran 649.000 675.000 pemasaran hasil produksi & Peternakan
kerja dan perkapita riil peternakan
kesempatan
berusaha
7 Meningkatnya Meningkatkan Penyediaan pangan Persentase 16,55% 10,92% - Program peningkatan Ketahanan BP4KKP
pemenuhan ketersediaan bagi penduduk pendududk yang ketahanan pangan Pangan
pangan bagi dan
khususnya daerah rawan pangan (pertanian/ perkebunan)
penduduk keterjangkauan
terpencil melalui

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


secara merata pangan bagi
dan terjangkau masyarakat pola pemberdayaan
berbasis sumber masyarakat
daya lo kal
8 Meningkatnya Meningkatkan Penyediaan dan Tingkat 69 ,6% 73,0 % - Program peningkatan Ketenagakerjaan Dinas Sosial
keinginan minat penyebarluasan Partisipasi kesempatan kerja Tenaga Kerja &
masyarakat masyarakat,
informasi mengenai Angkatan Kerja Transmigrasi
untuk bekerja terutama
potensi dan peluang (TPAK)
dan berusaha penduduk usia
kerja untuk kerja
bekerja dan
berusaha

187
188
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
9 Tersedianya Meningkatkan Menciptakan Tingkat 2,14% 2,01% - Program peningkatan Ketenagakerjaan Dinas Sosial
lapangan kerja dan lapangan kerja baru Pengangguran kualitas dan produktivitas Tenaga Kerja &
bagi pencari memperluas melalui Terbuka (TPT) tenaga kerja Transmigrasi
kerja baru usaha-usaha
pemberdayaan
ekonomi
masyarakat dan - Program peningkatan Pemberdayaan Badan
berbasis potensi
sumber daya ekonomi lokal keberdayaan masyarakat Masyarakat Pemberdayaan
lokal perdesaan dan Desa Masyarakat &
Menciptakan Mengidentifikasi Pemdes
iklim usaha dan kebutuhan dan
investasi yang penyempurnaan - Program pengembangan Dinas
kondusif
regulasi yang sentra-sentra industri Industri Perindustrian &
mendukung iklim potensial Perdagangan
usaha dan investasi
Menfasilitasi para - Program pemberdayaan Kelautan dan Dinas Kelautan
investor dalam ekonomi masyarakat pesisir Perikanan & Perikanan/
melakukan kegiatan BP4KKP
penanaman modal - Program penciptaan iklim Koperasi dan Dinas Koperasi,
usaha kecil menengah yang UMKM UMKM
kondusif

- Program peningkatan Penanaman Bappeda/ Dinas


promosi dan kerjasama Modal Pendapatan &

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


investasi Perizinan
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
10 Meningkatnya Meningkatkan Intensifikasi dan - Kontribusi 55,45% 56,95% - Program peningkatan Pertanian Dinas Pertanian
produksi dan produktivitas ekstensifikasi sektor produksi pertanian / & Peternakan /
mutu produk dan mutu
pengelolaan lahan pertanian perkebunan Dinas Kehutanan
komoditi pertanian,
pertanian melalui terhadap PDRB & Perkebunan
pertanian, peternakan dan
perkebunan, perikanan peningkatan (ADHK) 11.212,63 57.408,45
peternakan unggulan ketersediaan dan Ton Ton - Program peningkatan Pertanian Dinas Pertanian
dan perikanan daerah keterjangkauan - Jumlah penerapan teknologi & Peternakan /
unggulan sarana dan prasarana produksi 25.996,15 130.616,62 pertanian / perkebunan Dinas Kehutanan
daerah produktivitas perikanan Ton Ton & Perkebunan
hingga ke daerah darat
terpencil dengan - Program pen ingkatan Pertanian Dinas Pertanian
pola pemberdayaan - Jumlah sarana dan prasarana & Peternakan /
masyarakat produksi infrastruktur pertanian / Dinas Kehutanan
Peningkatan perikanan laut perkebunan & Perkebunan
ketersediaan dan
keterjangkauan
- Program pencegahan dan Pertanian Dinas Pertanian
sarana dan prasarana
penanggulangan penyakit & Peternakan
produktivitas sektor
ternak
perkebunan hingga

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


ke daerah terpencil - Program peningkatan Pertanian Dinas Pertanian
dengan pola
produksi hasil peternakan & Peternakan
pemberdayaan
masyarakat - Program peningkatan Pertanian Dinas Pertanian
Intensifikasi dan penerapan teknologi & Peternakan
ekstensifikasi komoditi peternakan
peternakan berbasis - Program pengembangan Kelautan dan Dinas Kelautan &
pemberdayaan kawasan budidaya laut , air Perikanan Perikanan
masyarakat melalui payau , dan air tawar
penyediaan sarana
dan prasarana - Program pengembangan Kelautan dan Dinas Kelautan &
produktivitas hingga perikanan tangkap Perikanan Perikanan
ke daerah terpencil

189
190
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Intensifikasi dan - Program pengembangan Kelautan dan Dinas Kelautan &


ekstensifikasi budidaya perikanan Perikanan Perikanan /
BP4KKP
pengelolaan
sumber daya - Program pemberdayaan Ketahanan BP4KKP
perikanan laut penyuluh pertanian / Pangan
melalui penyediaan perkebunan lapangan
sarana dan
prasarana - Program pengembangan Kelautan dan Dinas Kelautan &
produktivitas sistem penyuluh perikanan Perikanan Perikanan /
Pengembangan BP4KKP
lahan budidaya
perikanan darat
hingga ke daerah
terpencil
Meningkatkan Peningkatan kinerja
kualitas, tenaga penyuluh
kuantitas,
pertanian ,
sarana dan
peternakan dan
prasarana
tenaga penyuluh perikanan terhadap
kelompok tani yang

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


dibina
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
11 Terkendalinya Menjaga dan 1. Pengendalian - Proporsi luas 8% 8% - Program Peningkatan Ketahanan BP4KKP
luasan lahan mempertahankan alih fungsi lahan lahan ketahanan pangan Pangan
pangan luasan lahan terutama bagi persawahan pertanian/ perkebunan
berkelanjutan sawah potensial
lahan terhadap luas
guna
mendukung persawahan wilayah 52,4% 53,0% - Program peningkatan
Polewali 2. Pencetakan sarana dan prasarana Pertanian Dinas Pertanian
Mandar lahan - Kontribusi infrastruktur pertanian & Peternakan
sebagai persawahan produksi padi
lumbung baru Polewali - Program peningkatan
pangan
3. Intensifikasi dan Mandar produksi pertanian/ Pertanian Dinas Pertanian
Sulawesi Barat
ekstensifikasi terhadap perkebunan & Peternakan
lahan Sulawesi Barat
persawahan - Program peningkatan
dataran tinggi penerapan teknologi Pertanian Dinas Pertanian
pertanian/perkebunan & Peternakan

12 Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan - Proporsi luas 64% 64% - Program perlindungan dan Kehutanan Dinas Kehutanan
konservasi dan peran serta keterlibatan hutan lindung konsevasi sumber daya & Perkebunan/
rehabilitasi masyarakat masyarakat dalam terhadap luas hutan BP4KKP
hutan dan dalam upaya
konservasi dan kawasan hutan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


lahan kritis konversi dan
serta rehabilitasi rehabilitasi hutan 76,86% 77,00% - Program rehabilitasi hutan Kehutanan Dinas Kehutanan
pemeliharaan hutan, dan lahan kritis - Proporsi luas dan lahan & Perkebunan/
keanekaragam mangrove dan Peningkatan kawasan hutan BP4KKP
an hayati lahan kritis keterlibatan mangrove
masyarakat dalam - Program pemberdayaan Kelautan dan Dinas Kelautan &
upaya konservasi masyarakat dalam Perikanan Perikanan
dan rehabilitasi pengawasan dan
mangrove pengendalian sumber
daya kelautan

191
192
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
13 Meningkatnya Melaksanakan 1. Meningkatkan Persentase 40% 100% - Program pembinaan dan Energi dan Dinas
pembinaan pembinaan dan pengelolaan Penambang pengembangan geologi Sumber Daya Pertambangan,
dan pengawasan Energi &
usaha yang memiliki dan sumber daya mineral Mineral Mineral
pengawasan usaha
pertambangan izin yang
usaha pertambangan
pertambangan memenuhi good - Program pembinaan dan Energi dan Dinas
Mining Practice pengawasan bidang Sumber daya Pertambangan,
Energi &
pertambangan Mineral Mineral
14 Meningkatnya Meningkatkan Melaksanakan - Proporsi luas 21% 30% - Program pengelolaan Lingkungan Badan
perlindungan perlindungan pembinaan dan RTH terhadap ruang terbuka hijau Hidup Lingkungan
dan dan pengelolaan pengawasan luas kawasan Hidup/ Dinas
pengelolaan lingkungan
terhadap perkotaan Tata Ruang &
lingkungan hidup
hidup pengelolaan 100% 100% Permukiman
lingkungan - Persentase
kasus - Program pengendalian Penataan Dinas Tata Ruang
pengaduan pemanfaatan ruang Ruang & Permukiman
lingkungan 30% 50%
yang
terselesaikan - Program pengendalian Lingkungan Badan
pencemaran dan hidup Lingkungan
- Cakupan pengrusakan lingkungan Hidup
penghijauan/ hidup
penanaman
vegetasi untuk 18,89% 80%
produksi bio - Program rehabilitasi dan Lingkungan Badan
massa di pemulihan cadangan SDA Hidup Lingkungan

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


wilayah rawan Hidup
kerusakan
tanah - Program perlindungan dan Lingkungan Badan
konservasi SDA Hidup Lingkungan
- Cakupan Hidup
layanan
informasi - Program peningkatan Lingkungan Badan
status kualitas pengendalian polusi Hidup Lingkungan
air dan udara Hidup
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program Pembangunan
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
15 Terwujudnya Melaksanakan 1. Penyusunan Persentase 16,67% 80% - Program perencanaan tata Penataan Dinas Tata Ruang
pengembangan dan rencana rinci kawasan ruang Ruang & Permukiman
wilayah yang mengendalikan tata ruang strategis yang
terencana dan pengembangan
kawasan ditetapkan
terkendali kawasan sesuai
berbasis dengan rencana strategis melalui Perda
mitigasi tata ruang kabupaten
bencana Meningkatkan 1. Peningkatan Cakupan 100% 100% - Program pencegahan dini Otoda, Pem. Badan
kesiapsiagaan penanganan penanganan dan penanggulangan Umum, Adm. Penaggulangan
terhadap Keu. Daerah,
kawasan rawan kawasan rawan korban bencana alam Bencana Daerah
bencana Perangkat
bencana bencana Daerah,
Kepeg. &
Persandian
- Program peningkatan Perumahan Dinas Tata Ruang
kesiapsiagaan dan & Permukiman
pencegahan bahaya
kebakaran

- Program penanganan Otoda, Pem. Badan


darurat bencana Umum, Adm. Penaggulangan
Keu . Daerah,
Bencana Daerah

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Perangkat
Daerah,
Kepeg. &
Persandian
- Program tanggap darurat Otoda, Pem. Badan
bencana Umum, Adm. Penaggulangan
Keu. Daerah, Bencana Daerah
Perangkat
Daerah,
Kepeg. &
Persandian
- Program pembangunan Pekerjaan Dinas Pekerjaan
turap/ talud/ bronjong Umum Umum

193
194
Misi 3. Meningkatkan Infrastruktur Guna Mendorong Daya Saing Daerah
Arah Kebijakan Capaian Kinerja
Program Pembangunan Bidang SKPD Penanggung
No Sasaran Strategi / Kebijakan Indiakator Kinerja
2014 2018 Daerah Urusan Jawab
Umum
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Meningkatnya Meningkatkan Pengembangan - Panjang jalan 51 Km 137,20 Km - Program pembangunan Pekerjaan Dinas Pekerjaan
kuantitas dan kondisi jaringan jaringan jalan kabupaten jalan dan jembatan Umum Umum
kualitas jaringan jalan dan dan jembatan dalam kondisi
jalan dan jembatan jembatan
baik - Program rehabilitasi/
kabupaten
50 Km 250 Km pemeliharaan jalan dan Pekerjaan Dinas Pekerjaan
- Panjang jalan jembatan Umum Umum
kabupaten
dalam kondisi - Program inspeksi Pekerjaan Dinas Pekerjaan
sedang 20% 50% kondisi jalan dan Umum Umum
jembatan
- Persentase jalan
desa dalam 53 Unit 71 Unit
kondisi baik - Program Pekerjaan Dinas Pekerjaan
pengembangan wilayah Umum Umum
- Jumlah strategis dan cepat
jembatan dalam tumbuh
kondisi baik
2 Meningkatnya Meningkatkan Mewujudkan Rasio jaringan 74,14% 75,42% - Program Pekerjaan Dinas Pekerjaan
ketersediaan infrastruktur pengembangan irigasi dengan luas pengembangan dan Umum Umum
infrastruktur irigasi irigasi dan dan lahan sawah pengelolaan jaringan
sumberdaya air pengelolaan
dan sumber daya air irigasi dan infrastruktur

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


lainnya sistem irigasi
lainnya partisipatif sumber daya air lainnya

3 Meningkatnya Meningkatkan Pengembangan - Persentase 25% 100% - Program pembangunan Perhubungan Dinas
sarana dan sarana dan sarana dan ketersediaan prasarana dan fasilitas Perhubungan,
prasarana prasarana prasarana sarana dan perhubungan Kominfo
transportasi transportasi transportasi
prasarana
darat, laut dan
penyeberangan transportasi - Program pembangunan Perhubungan Dinas
sarana dan prasarana Perhubungan,
perhubungan Kominfo
Arah Kebijakan Capaian Kinerja
Program Pembangunan Bidang SKPD Penanggung
No Sasaran Strategi / Kebijakan Indiakator Kinerja
2014 2018 Daerah Urusan Jawab
Umum
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

- Persentase 60% 90% - Program rehabilitasi


ketersediaan dan pemeliharaan Dinas
sarana dan prasarana dan fasilitas Perhubungan Perhubungan,
prasarana LLAJ Kominfo
keselamatan
trasnportasi - Program peningkatan Perhubungan Dinas
darat pelayanan angkutan Perhubungan,
Kominfo

4 Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan Cakupan layanan 19% 100% - Program Komunikasi Dinas
pelayanan akses layanan akses kapasitas media akses informasi pengembangan dan Perhubungan,
informasi informasi layanan akses komunikasi, informasi Informatika Kominfo
informasi
dan media massa

- Program kerja sama Komunikasi Sekretariat


informasi dengan mass dan Daerah/
media Informatika Dinas
Perhubungan,

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Kominfo

5 Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan Luas kawasan 40 Ha 20 Ha Program pembangunan Pekerjaan Dinas Pekerjaan
kualitas lingkungan kualitas kualitas kumuh saluran drainase/ Umum Umum
permukiman lingkungan lingkungan gorong-gorong
permukiman permukiman
kumuh kumuh
6 Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan Jumlah rumah 400 Unit 7.400 Unit Program pengembangan Perumahan Dinas Tata Ruang &
kualitas rumah tidak kualitas rumah kualitas rumah tidak layak huni perumahan Permukiman
layak huni tidak layak huni tidak layak huni yang tertangani

195
196
Arah Kebijakan Capaian Kinerja
Program Pembangunan Bidang SKPD Penanggung
No Sasaran Strategi / Kebijakan Indiakator Kinerja
2014 2018 Daerah Urusan Jawab
Umum
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
7 Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan Cakupan layanan 55% 75% Program pengembangan Pekerjaan Dinas Pekerjaan
cakupan layanan air cakupan layanan cakupan air minum infrastruktur perdesaan Umum Umum
minum air minum layanan air perpipaan
perpipaan minum
perpipaan
8 Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan Persentase 35% 55% Program pengembangan Lingkungan Dinas Tata Ruang &
cakupan layanan cakupan layanan cakupan layanan sampah kinerja pengelolaan Hidup Permukiman/
persampahan persampahan layanan terangkut ke TPA persampahan Badan Lingkungan
persampahan
Hidup
9 Meningkatnya akses Membangun dan Penyediaan Rasio elektrifiksi 82% 100% Program pembinaan dan Energi dan Dinas
penduduk terhadap mengembangkan tenaga listrik pengembangan Sumber daya Pertambangan,
ketenagalistrikan infrastruktur dan energi di ketenagalistrikan dan mineral Energi & Mineral
ketenagalistrikan wilayah-wilayah
energi
terpencil

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Misi 4. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih Serta Menyediakan Pelayanan Publik yang Berkualitas
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Pembangunan Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Meningkatnya Meningkatkan Peningkatan kualitas - Predikat LAKIP CC B - Program penguatan Otoda, Pem. Umum, Adm. Sekretariat
kualitas kinerja dan dan ketepatan akuntabilitas kinerja Keu. Daerah, Perangkat Daerah
manajemen akuntabilitas waktu penyusunan - Peringkat LPPD 100 70 instansi pemerintah Daerah, Kepeg. &
pemerintahan penyelenggaraan Persandian
laporan kinerja dan
daerah pemerintahan
akuntabilitas - Opini pengelolaan WDP WTP Otoda, Pem. Umum, Adm. Sekretariat
daerah - Program penguatan
penyelenggaraan keuangan daerah Keu. Daerah, Perangkat Daerah
reformasi birokrasi
pemerintahan Daerah, Kepeg. &
daerah Persandian
Peningkatan - Program peningkatan Otoda, Pem. Umum, Adm. Sekretariat
pengawasan kinerja dan pengembangan Keu. Daerah, Perangkat Daerah/
penyelenggaraan pengelolaan Daerah, Kepeg. & Dinas
pemerintahan keuangan daerah Persandian
Pendapatan
daerah & Perizinan

- Program peningkatan Otoda, Pem. Umum, Adm. Sekretariat


tertib pengelolaan Keu. Daerah, Perangkat Daerah
keuangan dan aset Daerah, Kepeg. &
daerah Persandian

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


- Program peningkatan Otoda, Pem. Umum, Adm. Sekretariat
sistem pengawasan Keu. Daerah, Perangkat Daerah/
internal dan Daerah, Kepeg. & Inspektorat
pengendalian Persandian
pelaksanaan
kebijakan KDH

- Program penataan Otoda, Pem. Umum, Adm. Sekretariat


dan penyempurnaan Keu. Daerah, Perangkat
Daerah/
kebijakan sistem dan Daerah, Kepeg. &
Inspektorat
prosedur pengawasan Persandian

197
198
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Pembangunan Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
2 Meningkatnya Mewujudkan Peningkatan - Persentase usulan 20% 40% - Program Perencanaan Bappeda
kualitas perencanaan partisipasi masyarakat melalui perencanaan Pembangunan
perencanaan yang berkualitas masyarakat dalam musrenbang yang pembangunan daerah
pembangunan dan akuntabel diakomodir dalam
perencanaan
daerah dan dokumen - Program peningkatan Perencanaan
pembangunan Bappeda
pengelolaan data perencanaan kapasitas pembangunan
daerah yang pembangunan kelembagaan
berkualitas
perencanaan
Peningkatan - Persentase data
pengendalian dan SKPD yang pembangunan daerah
50% 100%
evaluasi terintegrasi.
pembangunan - Program Perencanaan Bappeda
sebagai umpan balik perencanaan pembangunan
bagi perencanaan pembangunan
Mewujudkan Mewujudkan ekonomi
integrasi data pengelolaan data
melalui yang akurat, relevan - Program Perencanaan
pengelolaan satu Bappeda
dan terkini dengan perencanaan sosial pembangunan
data
membangun koneksi budaya
pembangunan
data SKPD untuk
- Program
mendukung proses Perencanaan Bappeda
perencanaan
perencanan prasarana wilayah pembangunan
pembangunan dan sumber daya
daerah alam

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


- Program
pengembangan data/ Perencanaan Bappeda
pembangunan
informasi
- Program Statistk Bappeda
pengembangan data/
informasi/ statistik
daerah
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Pembangunan Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
3 Meningkatnya Meningkatkan Pengembangan Proporsi pemenuhan 30% 70% - Program peningkatan Otoda Pemerin. Umum, BKDD/
kualitas dan kompetensi SDM pendidikan formal kompetensi SDM kapasitas sumber Adm. Keu. Daerah, Seluruh
profesionalisme dalam berbagai dan pelatihan aparatur yang Perangkat Daerah, Kepeg.
daya aparatur SKPD
bidang sesuai & Persandian
SDM aparatur keterampilan memenuhi standar
dengan tugas
pokok dan kompetensi
- Program Pembinaan Otoda Pemerin. Umum,
fungsinya BKDD
dan Pengembangan Adm. Keu. Daerah,
Aparatur Perangkat Daerah, Kepeg.
& Persandian

- Program peningkatan Otoda Pemerin. Umum, Sekretariat


kapasitas lembaga Adm. Keu. Daerah, DPRD
perwakilan rakyat Perangkat Daerah, Kepeg.
daerah & Persandian

- Program peningkatan Otoda Pemerin. Umum, Sekretariat


pelayanan kedinasan Adm. Keu. Daerah, Daerah
Perangkat Daerah, Kepeg.
kepala daerah/ wakil
& Persandian
kepala daerah
4 Terwujudnya tertib Mengembangkan Pengembangan Proporsi penduduk 90,83% Program penataan Kependudukan dan Catatan Dinas

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


administrasi dan menata perangkat keras dan yang telah memiliki administrasi Sipi Kependudukan
kependudukan sistem lunak administrasi dokumen kependudukan &
administrasi
kependudukan kependudukan dan Catatan Sipil
kependudukan
pencatatan sipil
5 Meningkatnya Meningkatkan Pengembangan Lama waktu 3 Hari 1 Hari Program peningkatan Penanaman Modal Dinas
kualitas layanan kualitas sistem Pelayanan penyelesaian Kerja Kerja dan promosi kerjasama Pendapatan
perizinan administrasi Terpadu Satu Pintu perizinan investasi & Perizinan
pelayanan (PTSP)
pemerintah
melalui penataan
proses layanan

199
200
Capaian Kinerja SKPD
Arah Kebijakan / Program
No Sasaran Strategi Indikator Bidang urusan Penanggung
Kebijakan Umum 2014 2018 Pembangunan Daerah
Jawab
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
6 Terwujudnya Meningkatkan Pengembangan Indeks Kepuasan 50% 70% Program peningkatan Otoda Pemerin. Umum, Sekretariat
layanan kualitas sarana standar pelayanan Masyarakat (IKM) kualitas pelayanan Adm. Keu. Daerah, Daerah
pemerintahan yang dan prasarana publik dan publik Perangkat Daerah, Kepeg.
efisien, efektif, dan pemerintahan pelayanan & Persandian
transparan administrasi
terpadu kecamatan
Peningkatan sarana Persentase sarana 54% 73% Program peningkatan Pekerjaan Umum Dinas
dan prasarana dan prasarana sarana dan prasarana Pekerjaan
pemerintahan pemerintahan dalam pemerintahan Umum
kondisi baik

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


BAB VIII
INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS
YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN
lndikasi rencana program prioritas di dalam RPJMD Kabupaten Polewali
Mandar tahun 2014-2019 berisi program-program baik untuk mencapai visi dan
misi pembangunan jangka menengah maupun untuk pemenuhan layanan SKPD
dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah. Adapun pagu indikatif
sebagai wujud kebutuhan pendanaan adalah jumlah dana yang tersedia untuk
penyusunan program dan kegiatan tahunan. Program-program prioritas yang telah
disertai kebutuhan pendanaan atau pagu indikatif selanjutnya dijadikan sebagai
acuan bagi SKPD dalam penyusunan Rencana Strategis SKPD, termasuk dalam
menjabarkannya ke dalam kegiatan prioritas beserta kebutuhan pendanaannya.
Pencapaian target kinerja program (outcomes) di masing-masing urusan
sesungguhnya tidak hanya didukung oleh pendanaan yang bersumber dari APBD
Kabupaten Polewali Mandar namun juga dari sumber pendanaan lainnya (APBN,
APBD Provinsi, dan sumber-sumber pendanaan lainnya). Namun demikian,
pencantuman pendanaan di dalam Gambar 8.1 hanya yang bersumber dari APBD
Kabupaten Polewali Mandar.
Gambar 8.1
Indikasi Rencana Program Prioritas RPJMD
Program-program untuk
mencapai visi-misi
BAB VII pembangunan jangka
menengah

INDIKASI RENCANA Target Kinerja


BAB VIII Program
PROGRAM PRIORITAS
(Outcomes)

Program-program untuk
pemenuhan layanan SKPD
dalam menyelenggarakan
APBN urusan pemerintahan daerah
APBD Kab.
Polewali Mandar
APBD PROVINSI
Kinerja Program
(Outcomes)

Sumber Lainnya

Perumusan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan


pendanaan dilakukan berdasarkan kompilasi hasil verifikasi terhadap rencana
program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif
dari setiap rancangan Renstra SKPD.
Seluruh rencana program tersebut diklasifikasikan berdasarkan urusan
pemerintahan dan dan disertai dengan kerangka pendanaan yang dirinci per tahun
selama rentang waktu lima tahun ke depan. Program-program dimaksud
selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

202 RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Tabel 8.1
Indikasi Rencana Program Prioritas yang Disertai dengan Kebutuhan Pendanaan
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Bidang Urusan Pemerintahan
dan Program Prioritas Indikator Kinerja Kondisi Awal SKPD
No. RPJMD Tahun 2018 Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD
Pembangunan Program Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Penanggung Jawab
(Tahun 2013)
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)

BELANJA TIDAK LANGSUNG 546,864,443,150 617,631,101,383 673,530,218,857 734,096,561,738 792,971,702,382 3,365,094,027,510 Semua SKPD

BELANJA LANGSUNG 306,977,132,120 332,000,000,000 364,183,681,650 400,602,049,815 435,267,452,295 1,839,030,315,880

306,977,132,120 332,000,000,000 364,183,681,650 400,602,049,815 435,267,452,295

1 URUSAN WAJIB 275,423,225,520 299,017,129,981 329,048,106,742 361,952,917,416 393,332,171,857 1,658,773,551,515

1 01 PENDIDIKAN 43,154,468,000 45,436,831,125 47,681,694,246 52,449,863,670 57,121,682,303 245,844,539,343

Cakupan pelayanan administrasi Dinas Pendidikan Pemuda


1 01 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 100% 100% 824,371,000 100% 844,980,275 100% 866,104,782 100% 952,715,260 100% 1,000,351,023 100% 4,488,522,340
perkantoran secara tepat waktu & Olahraga
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Cakupan pelayanan sarana dan Dinas Pendidikan Pemuda
1 01 02 100% 100% 156,010,000 100% 159,910,250 100% 163,908,006 100% 180,298,807 100% 189,313,747 100% 849,440,810
Aparatur prasarana aparatur & Olahraga

Persentase sumber daya


Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Dinas Pendidikan Pemuda
1 01 03 aparatur yang memiliki 100% 100% 39,327,000 100% 40,310,175 100% 41,317,929 100% 45,449,722 100% 47,722,208 100% 214,127,035
Aparatur & Olahraga
kompetensi sesuai bidangnya

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Tingkat ketepatan menyerahkan Dinas Pendidikan Pemuda
1 01 04 100% 100% 33,109,000 100% 33,936,725 100% 34,785,143 100% 38,263,657 100% 40,176,840 100% 180,271,366
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan laporan kinerja dan keuangan & Olahraga

!PS anak usia dini menjadi ? 67 Dinas Pendidikan Pemuda


1 01 05 Program Pendidikan Anak Usia Dini 46,20% 50,32% 8,202,796,300 57,45% 8,612,936,115 63,45% 9,043,582,921 69,70% 9,947,941,213 75,45% 10,843,255,922 75,45% 46,650,512,471
% & Olahraga

APM SD/MI 93,4 % 92,05% 92,50% 92,60% 92,70% 93,1% 93,40% 93,40%

Angka Putus Sekolah SD/MI 0,87% 0,87% 0,85% 0,80% 0,75% 0,70% 0,70%
Dinas Pendidikan Pemuda
1 01 06 Program Wajib Belajar Dasar Sembilan Tahun APM SMP/MTS 61,90% 61,95% 13,625,978,500 62% 14,307,277,425 62,5% 15,022,641,296 63,50% 16,524,905,426 64,5% 18,012,146,914 64,5% 77,492,949,561
& Olahraga
Angka Putus Sekolah SMP/MTs 0,65% 0,65% 0,60% 0,55% 0,50% 0,45% 0,45%

Angka kelulusan SMP/MTs 94,44% 94,05% 94,06% 94,07% 95% 96% 96%

Angka butu huruf 14% 12% 10% 8% 6% 5% 5%


Dinas Pendidikan Pemuda
1 01 07 Program Pendidikan Non-Formal Persentase kelulusan paket A,B 1,795,599,500 2,036,339,625 2,138,156,606 2,351,972,267 2,563,649,771 10,885,717,769
80% 85% 85% 90% 90% 90% 90% & Olahraga
dan C
Persentase guru yang berijazah
62% 62,5% 62,6% 62,7% 62,8% 62,9% 62,9%
Program Peningkatan Mutu Pendidik dan S1 Dinas Pendidikan Pemuda
1 01 08 256,446,500 269,268,825 282,732,266 311,005,493 338,995,987 1,458,449,071
Tenaga Kependidikan Jumlah tenaga pendidik 2.781 12.905 & Olahraga
1953 orang 2381 orang 2.481 orang 2.581 orang 2.681 orang
profesionalisme (sertifikasi) orang orang

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Angka Partisipasi Murni Sekolah
79,81% 79,83% 79,85% 79,90% 79,95% 80% 80%
Menengah
Dinas Pendidikan Pemuda
1 01 09 Program Pendidikan Menengah Persentase Anak Putus Sekolah 17,884,180,200 18,778,389,210 19,717,308,671 21,689,039,538 23,641,053,096 101,709,970,714
0,20% 0.19% 0,18% 0,17% 0,16% 0,15% 0,15% & Olahraga
SMA/SMK
Angka kelulusan SMP/MTs 95% 95% 96% 97% 98% 99% 99%
Persentase Standar Pelayanan
80% 80% 85% 90% 100% 100% 100%
Minimal (SPM)
Dinas Pendidikan Pemuda
1 01 10 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan SD 61% SD 61% 336,650,000 SD 62% 353,482,500 SD 63% 371,156,625 SD 65% 408,272,288 SD 65% 445,016,793 SD 65% 1,914,578,206
Persentase sekolah yang & Olahraga
terakreditasi B SMP 23% SMP 25% SMP 26% SMP 27% SMP 30% SMP 30% SMP 30%
SMA 36% SMA 37% SMA 38% SMA 39% SMA 40% SMA 40% SMA 40%

1 02 KESEHATAN 34,909,562,087 42,604,353,099 53,995,940,250 64,521,860,031 72,160,494,313 268,192,209,780

100% 100% 676,195,000 100% 693,099,875 100% 710,427,372 100% 781,470,109 100% 820,543,615 100% 3,681,735,970 Dinas Kesehatan
Cakupan pelayanan administrasi
1 02 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
perkantoran secara tepat waktu Rumah Sakit Umum
100% 100% 1,657,471,900 100% 1,698,908,698 100% 1,741,381,415 100% 1,915,519,556 100% 2,011,295,534 100% 9,024,577,103
Daerah

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Cakupan pelayanan sarana dan 100% 100% 688,500,000 100% 705,712,500 100% 723,355,313 100% 795,690,844 100% 835,475,386 100% 3,748,734,042 Dinas Kesehatan
1 02 02
Aparatur prasarana aparatur Rumah Sakit Umum
100% 100% 2,617,798,000 100% 1,262,960,000 100% 1,294,534,000 100% 1,423,987,400 100% 1,495,186,770 100% 8,094,466,170
Daerah

Tingkat disiplin aparatur yang 100% 100% 30,000,000 100% 30,750,000 100% 31,518,750 100% 34,670,625 100% 36,404,156 100% 163,343,531 Dinas Kesehatan
1 02 03 Program Peningkatan Disipiln Aparatur menggunakan pakaian dinas dan
Rumah Sakit Umum
pakaian hari tertentu 100% 100% 72,600,000 100% 74,415,000 100% 76,275,375 100% 83,902,913 100% 88,098,058 100% 395,291,346
Daerah

100% 100% 346,656,000 100% 355,322,400 100% 364,205,460 100% 400,626,006 100% 420,657,306 100% 1,887,467,172 Dinas Kesehatan
Persentase sumberdaya aparatur
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
1 02 04 yang memiliki kompetensi sesuai
Aparatur Rumah Sakit Umum
bidangnya 100% 100% 500,000,000 100% 512,500,000 100% 525,312,500 100% 577,843,750 100% 606,735,938 100% 2,722,392,188
Daerah

203
204
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Kondisi Awal
Bidang Urusan Pemerintahan dan Program
No. Indikator Kinerja Program RPJMD SKPD Penanggung Jawab
Prioritas Pembangunan Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD
(Tahun 2013) Tahun 2018

Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

100% 100% 94,954,500 100% 97,328,363 100% 99,761,572 100% 109,737,729 100% 115,224,615 100% 517,006,778 Dinas Kesehatan
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Tingkat ketepatan menyerahkan
1 02 05
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan laporan kinerja dan keuangan Rumah Sakit Umum
100% 100% 39,823,500 100% 40,819,088 100% 41,839,565 100% 46,023,521 100% 48,324,697 100% 216,830,371
Daerah

Persentase layanan obat dan


1 02 06 Program Pengawasan Obat dan Makanan 95% 95% 31,567,000 95% 33,145,350 95% 50,000,000 95% 55,000,000 100% 59,950,000 100% 229,662,350 Dinas Kesehatan
makanan yang memenuhi syarat

Persentase pelayanan kesehatan


yang distandarisasi terhadap 25% 30% 18,702,000 30% 19,637,100 35% 35,000,000 40% 38,500,000 45% 41,965,000 50% 153,804,100 Dinas Kesehatan
1 02 07 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan seluruh pelayanan kesehatan

Persentase dokumen standar Rumah Sakit Umum


- 100% 166,668,000 100% 175,001,400 100% 183,751,470 100% 202,126,617 100% 220,318,013 100% 947,865,500
kesehatan yang disusun Daerah

Program Pengadaan Obat dan Perbekalan Persentase ketersediaan obat


1 02 08 95% 95% 2,454,359,500 100% 2,572,077,474 100% 2,700,681,348 100% 2,970,749,482 100% 3,238,116,936 100% 13,935,984,740 Dinas Kesehatan
Kesehatan terhadap kebutuhan obat
Mengendalikan angka kesakitan
sampai di bawah 15% dari 15% 20% 3,048,226,240 16% 3,195,045,190 15% 3,354,797,450 15% 3,690,277,194 15% 4,022,402,142 15% 17,310,748,216 Dinas Kesehatan
1 02 09 Program Upaya Kesehatan Masyarakat jumlah penduduk
Persentase tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum
100% 100% 5,780,675,000 - - - - - - - - 100% 5,780,675,000
yang mendapat jasa pelayanan Daerah
Program Promosi Kesehatan dan
1 02 10 Persentase PHBS rumah tangga 45% 45% 460,905,000 50% 483,950,250 55% 508,147,763 60% 558,962,539 65% 609,269,167 65% 2,621,234,718 Dinas Kesehatan
Pemberdayaan Masyarakat
Persentase kenaikan berat
1 02 11 Program Perbaikan Gizi Masyarakat badan anak balita sampai 43% 45% 1,208,289,500 50% 1,262,703,975 60% 1,325,839,174 65% 1,458,423,091 80% 1,589,681,169 80% 6,844,936,909 Dinas Kesehatan
dengan di atas 80%
Persentase ODF sampai diatas
1 02 12 Program Pengembangan Lingkungan Sehat 65% 65% 113,429,000 70% 119,100,450 75% 125,055,473 80% 137,561,020 85% 149,941,512 85% 645,087,454 Dinas Kesehatan
60%
Cakupan penjaringan kasus
Program Pencegahan dan Penanggulangan
1 02 13 penyakit menular sampai diatas 25% 25% 810,570,700 45% 851,099,235 65% 893,654,197 75% 983,019,616 85% 1,071,491,382 85% 4,609,835,130 Dinas Kesehatan
Penyakit Menular
80%
Program Pengadaan, Peningkatan Perbaikan
Rasio poskesdes/ pustu
1 02 14 Sarana dan Prasarana PKM, Pustu dan 1 : 2695 1 : 2000 4,436,007,247 1 : 2000 4,642,807,609 1 : 2000 4,874,947,990 1 : 1800 5,362,442,789 1 :1 500 5,845,062,640 1 :1 500 25,161,268,275 Dinas Kesehatan
Jaringannya terhadap jumlah penduduk

Program Peningkatan Keselamatan Ibu Penurunan kematian ibu per


1 02 15 132 120 138,160,000 120 145,068,000 108 300,000,000 108 330,000,000 84 359,700,000 84 1,272,928,000 Dinas Kesehatan
Melahirkan dan Anak 100.000

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Penurunan angka kematian bayi


1 02 16 11.37 10.17 108,505,000 8.98 113,930,250 8.38 119,626,763 7.78 131,589,439 7.78 143,432,488 7.78 617,083,939 Dinas Kesehatan
Anak Balita per 1000 kelahiran hidup

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Penurunan angka kesakitan usia


1 02 17 45% 45% 22,925,000 50% 24,071,250 65% 50,000,000 75% 55,000,000 85% 59,950,000 85% 211,946,250 Dinas Kesehatan
Lansia lanjut (< 20%)

Jumlah fasilitasi kesehatan


Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan
1 02 18 (Puskesmas) dengan pelayanan 87% 90% 121,704,000 90% 127,789,200 95% 134,178,660 95% 147,596,526 96% 160,880,213 96% 692,148,599 Dinas Kesehatan
Kesehatan
JKN standar

Persentase sanitasi TTU,TPM


Program Pengawasan dan Pengendalian
1 02 19 yang direkomendasikan 75% - - 75% 25,000,000 77% 40,000,000 77% 44,000,000 80% 47,960,000 80% 156,960,000 Dinas Kesehatan
Kesehatan Makanan
memenuhi syarat

Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan


Tingkat pemenuhan sarana dan Rumah Sakit Umum
1 02 20 Prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ 100% 100% 9,099,870,000 100% 3,342,110,443 100% 4,509,215,969 100% 4,960,137,566 100% 5,406,549,947 100% 27,317,883,925
prasarana RSUD Daerah
Rumah Sakit Paru-Paru/ Runah Sakit Mata

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
Cakupan pemeliharaan sarana Rumah Sakit Umum
1 02 21 Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit 100% 100% 165,000,000 - - - - - - - - 100% 165,000,000
dan prasarana RSUD Daerah
Paru-Paru/ Rumah Sakit Mata
Program Pelayanan Kesehatan Badan Layanan Persentase layanan jaminan Rumah Sakit Umum
1 02 22 - - - 100% 20,000,000,000 100% 29,182,432,675 100% 37,227,001,699 100% 42,655,877,629 100% 129,065,312,003
Umum Daerah kesehatan Daerah

1 03 PEKERJAAN UMUM 86,607,507,000 90,937,882,350 97,421,798,656 102,413,978,521 110,291,765,066 487,672,931,593

Cakupan pelayanan administrasi


1 03 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 100% 100% 610,402,000 100% 625,662,050 100% 641,303,601 100% 705,433,961 100% 740,705,659 100% 3,323,507,272 Dinas Pekerjaan Umum
perkantoran secara tepat waktu

Cakupan pelayanan sarana dan


100% 100% 100% 666,810,000 100% 683,480,250 100% 751,828,275 100% 789,419,689 100%
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana prasarana aparatur
1 03 02 12,358,825,000 15,250,363,214 Dinas Pekerjaan Umum
Aparatur Persentase sarana dan prasarana
pemerintahan dalam Kondisi 45% 5% - - - - - - - - 5%
baik

Tingkat disiplin aparatur yang


1 03 03 Program Peningkatan Disipiln Aparatur menggunakan pakaian dinas dan 100% 100% 42,000,000 100% 43,050,000 100% 44,126,250 100% 48,538,875 100% 50,965,819 100% 228,680,944 Dinas Pekerjaan Umum
pakaian hari tertentu
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Bidang Urusan Pemerintahan
dan Program Prioritas Indikator Kinerja Kondisi Awal SKPD
No. RPJMD Tahun 2018 Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD
Pembangunan Program Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Penanggung Jawab
(Tahun 2013)
Target
Target Rp
Rp Target
Target Rp
Rp Target
Target Rp
Rp Target
Target Rp
Rp Target
Target Rp
Rp Target
Target Rp
Rp
(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)

Persentase sumber daya


Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
1 03 04 aparatur yang memiliki 100% 100% 47,360,000 100% 48,544,000 100% 49,757,600 100% 54,733,360 100% 57,470,028 100% 257,864,988 Dinas Pekerjaan Umum
Aparatur
kompetensi sesuai bidangnya

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Tingkat ketepatan menyerahkan


1 03 05 100% 100% 44,349,000 100% 45,457,725 100% 46,594,168 100% 51,253,585 100% 53,816,264 100% 241,470,742 Dinas Pekerjaan Umum
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan laporan kinerja dan keuangan

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Persentase pemenuhan sarana


1 03 06 100% 100% 376,462,000 100% 330,000,000 100% 346,500,000 100% 381,150,000 100% 415,453,500 100% 1,849,565,500 Dinas Pekerjaan Umum
Kebinamargaan dan prasarana kebinamargaan

828850 21 000 22.000 23.000 12.700 66.012.70


1 03 07 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Panjang jalan kabupaten - - 1,320,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 1,000,000,000 7,320,000,000 Dinas Pekerjaan Umum
Meter Meter Meter Meter Meter 0 Meter
Persentase drainase dalam
Program Pembangunan Saluran Drainase/
1 03 08 kondisi baik, data base kondisi 41% 0,27% 1,844,700,000 0,27% 2,000,000,000 0,27% 2,200,000,000 0,27% 2,420,000,000 0,27% 2,637,800,000 1.35% 11,102,500,000 Dinas Pekerjaan Umum
Gorong-Gorong
drainase
Persentase pemasangan turap/
Program Pembangunan Turap/ Talud /
1 03 09 talud/ bronjong pada bantaran 9,89% 11% 1,979,020,000 13% 3,450,000,000 15% 3,622,500,000 17% 3,984,750,000 19% 4,343,377,500 75% 17,379,647,500 Dinas Pekerjaan Umum
Bronjong
sungai
Panjang jalan dan jembatan
Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan 427000 5.100 30.000 30.000 30.000 30.000 125100
1 03 10 yang ditingkatkan kondisinya 17,047,681,000 42,624,000,000 45,000,000,000 45,000,000,000 49,500,000,000 199,171,681,000 Dinas Pekerjaan Umum
dan Jembatan Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter
(rusak menjadi baik)

Persentase ketersediaan data


base kondisi jalan dan jembatan 100% 100% 100% 210,000,000 100% 220,500,000 100% 242,550,000 100% 264,379,500 100% 1,500,129,500
1 03 11 Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan kabupaten yang akurat 562,700,000 Dinas Pekerjaan Umum
Cakupan pelaksanaan inspeksi
100% 100% - - - - - - - - - -
kondisi jalan dan jembatan

Program Pengembangan dan Pengelolaan Persentase pengelolaan jaringan


1 03 12 Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan irigasi, dan infrastruktur sumber 64% 6% 8,419,738,000 7% 6,855,000,000 7% 7,197,750,000 8% 7,917,525,000 8% 8,630,102,250 36% 39,020,115,250 Dinas Pekerjaan Umum
Lainnya daya air lainnya

Program Pembangunan Infrastruktur Persentase wilayah yang


1 03 13 36% 1.20% 30,848,174,000 4% 11,638,711,225 3% 12,220,646,786 3% 13,442,711,465 4% 14,652,555,497 15.20% 82,802,798,973 Dinas Pekerjaan Umum
Pedesaan terlayani air minum perpipaan
Panjang jalan dan jembatan
Program Pengembangan Wilayah Strategis 17500 11050 14450 12500 63.000
1 03 14 kawasan strategis dan cepat 12,335,016,000 13,236,800,000 12500 Meter 13,898,640,000 12500 Meter 15,288,504,000 16,664,469,360 71,423,429,360 Dinas Pekerjaan Umum
dan Cepat Tumbuh Meter Meter Meter Meter Meter
tumbuh
Persentase sarana dan prasarana
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
1 03 15 pemerintahan dalam Kondisi 45% - - 7% 7,718,847,350 8% 8,500,000,000 8% 9,350,000,000 7% 10,191,500,000 30% 35,760,347,350 Dinas Pekerjaan Umum
Pemerintahan
baik
Program Pengembangan, Pengelolaan dan Persentase pengelolaan dan
1 03 16 Konversi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air konservasi sungai, danau dan 45% 5% 91,080,000 7% 125,000,000 8% 250,000,000 8% 275,000,000 7% 299,750,000 35% 1,040,830,000 Dinas Pekerjaan Umum
Lainnya sumber daya air lainnya

1 04 PERUMAHAN 8,792,895,000 9,030,775,700 9,482,314,485 10,430,545,934 11,369,295,068 49,105,826,186


Cakupan wilayah lingkungan dan 4 8 13
12 8 Dinas Tata Ruang &
1 04 01 Program Pengembangan Perumahan kawasan permukiman yang Kecamata 7,614,505,000 7,793,466,200 8 Kecamatan 8,183,139,510 8 Kecamatan 9,001,453,461 Kecamata 9,811,584,272 Kecamata 42,404,148,443
Kecamatan Kecamatan Permukiman

RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 - 2019


sehat dan layak huni n n n
13 13 13
Program Peningkatan Kesiagaan dan Cakupan wilayah kesiagaan dan 13 13 13 13 Dinas Tata Ruang &
1 04 02 Kecamata 1,166,165,000 1,224,473,250 1,285,696,913 1,414,266,604 Kecamata 1,541,550,598 Kecamata 6,632,152,364
Pencegahan Bahaya Kebakaran pencegahan bahaya kebakaran Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Permukiman
n n n
Cakupan lahan pemakaman
Dinas Tata Ruang &
1 04 03 Program Pengelolaaan Areal Pemakaman umum milik pemerintah yang 1 Lokasi 1 Lokasi 12,225,000 3 Lokasi 12,836,250 5 Lokasi 13,478,063 5 Lokasi 14,825,869 5 Lokasi 16,160,197 7 Lokasi 69,525,378
Permukiman
dikelola

1 05 PENATAAN RUANG 653,360,000 887,792,050 1,210,525,865 1,331,578,452 1,430,393,471 5,513,649,838

Cakupan pelayanan administrasi Dinas Tata Ruang &


1 05 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 100% 100% 279,622,000 100% 286,612,550 100% 293,777,864 100% 323,155,650 100% 339,313,433 100% 1,522,481,496.51
perkantoran secara tepat waktu Permukiman

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Cakupan pelayanan sarana dan Dinas Tata Ruang &
1 05 02 100% 100% 103,776,000 100% 106,370,400 100% 109,029,660 100% 119,932,626 100% 125,929,257 100% 565,037,943
Aparatur prasarana aparatur Permukiman

Tingkat disiplin aparatur yang


Dinas Tata Ruang &
1 05 03 Program Peningkatan Disipiln Aparatur menggunakan pakaian dinas dan 100% 100% 18,300,000 100% 18,757,500 100% 19,226,438 100% 21,149,081 100% 22,206,535 100% 99,639,554
Permukiman
pakaian hari tertentu

Persentase sumber daya


Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Dinas Tata Ruang &
1 05 04 aparatur yang memiliki 100% 100% 31,000,000 100% 31,775,000 100% 32,569,375 100% 35,826,313 100% 37,617,628 100% 168,788,316
Aparatur Permukiman
kompetensi sesuai bidangnya

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Tingkat ketepatan menyerahkan Dinas Tata Ruang &
1 05 05 100% 100% 22,162,000 100% 22,716,050 100% 23,283,951 100% 25,612,346 100% 26,892,964 100% 120,667,311
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan laporan kinerja dan keuangan Permukiman

205
206
Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
No. Bidang Urusan Pemerintahan Indikator Kinerja Kondisi Awal SKPD
dan Program Prioritas RPJMD Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD Penanggung Jawab
Pembangunan
Program
(Tahun 2013)
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp

(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)

Persentase ketersediaan Dinas Tata Ruang &


1 05 06 Program Perencanaan Tata Ruang 100% 100% 35,109,000 100% 200,000,000 100% 500,000,000 100% 550,000,000 100% 599,500,000 100% 1,884,609,000
dokumen rencana tata ruang Permukiman

16 16
Cakupan wilayah pemanfaatan 16 16 16 Dinas Tata Ruang &
1 05 07 Program Pemanfaatan Ruang - - - 50,000,000 52,500,000 57,750,000 Kecamata 62,947,500 Kecamata 223,197,500
ruang Kecamatan Kecamatan Kecamatan Permukiman
n n
16 16 16
Cakupan wilayah pengendalian 16 16 16 16 Dinas Tata Ruang &
1 05 08 Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 163,391,000 171,560,550 180,138,578 198,152,435 Kecamata 215,986,154 Kecamata 929,228,717
pemanfaatan ruang Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Permukiman
n n

1 06 PERENCANAAN PEMBANGUNAN 3,797,453,550 3,883,671,998 4,062,203,255 4,468,423,580 5,073,095,925 21,284,848,307

Cakupan pelayanan administrasi Badan Perencanaan


1 06 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 100% 100% 380,741,500 100% 415,260,038 100% 425,641,538 100% 468,205,692 100% 491,615,977 100% 2,181,464,745
perkantoran secara tepat waktu Pembangunan Daerah
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Cakupan pelayanan sarana dan Badan Perencanaan
1 06 02 100% 100% 136,620,000 100% 140,035,500 100% 143,536,388 100% 157,890,026 100% 165,784,528 100% 743,866,441
Aparatur prasarana aparatur Pembangunan Daerah
Tingkat disiplin aparatur yang
Badan Perencanaan
1 06 03 Program Peningkatan Disipiln Aparatur menggunakan pakaian dinas dan 100% 100% 12,900,000 100% 13,222,500 100% 13,553,063 100% 14,908,369 100% 15,653,787 100% 70,237,718
Pembangunan Da