Anda di halaman 1dari 15

USTEK

BA URAIAN PENDEKATAN,
B METODOLOGI DAN
E PROGRAM KERJA

METODOLOGI PENDEKATAN

Pemahaman Konsultan terhadap apa yang tercantum dalam KAK ini sangatlah
penting. Hal ini berpengaruh untuk Konsultan dalam menyusun strategi atau
metode kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Beberapa hal
dalam KAK yang sifatnya wajib untuk dipahami oleh Konsultan yang dimaksud
adalah :
Dalam hal ini adalah apresiasi Konsultan berkaitan dengan kondisi wilayah studi
secara umum dan pemahaman konsultan akan bidang pekerjaan yang akan
dilakukan.
Metode berasal dari bahasa Yunani, methodos yang berarti jalan penelitian,

sehingga metode dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang penyusunan

gagasan atau tindakan atau tata kerja secara beraturan atau terarah. Sedangkan

penelitian menurut David H. Penny (1975) (dalam Suhardjo,2006) adalah pemikiran

yang sistimatik mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan

pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.

Dari pengertian tersebut, metodole penelitian dapat diartikan sebagai konsep teoritik

(pengetahuan) yang mengemukakan secara teknis tentang metoda-metoda yang

digunakan dalam penelitian (Muhadjir, 1990). Dalam penelitian, terdapat berbagai

metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian

Survei, yaitu penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan

menggunakan kuesioner (alat bantu lain, dalam survei ini digunakan formulir survei)

sebagai alat pengumpulan data pokok.

Teknik Pengumpulan Data

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
Dalam bidang transportasi, kegiatan pengumpulan data dan informasi merupakan

kegiatan yang langsung dilaksanakan di lapangan karena kegiatan transportasi itu

sendiri melekat dan menyatu dengan aktivitas harian masyarakat. Oleh karena itu,

penulis menggunakan metode Survei Perhitungan Arus Lalu Lintas (Traffic

Counting) dalam pengumpulan data kali ini.

Metode survei perhitungan lalu lintas dilakukan dengan cara menghitung jumlah

lalu lintas kendaraan yang lewat di depan pos survei pada suatu ruas jalan yang

sudah ditetapkan, dengan asal lalu lintas dan arah tujuan diabaikan (Miro,2002).

Peralatan Penelitian

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian untuk mendapatkan data di lapangan

antara lain sebagai berikut ini.

1. Formulir survei, untuk pencatatan kendaraan (contoh formulir terdapat pada

Lampiran 1 dan 2).

2. Walking Measure, untuk mengukur geometrik ruas jalan.

3. Jam, untuk mengetahui awal dan akhir interval waktu yang digunakan.

4. Hand Counter, untuk menghitung jumlah kendaraan yang lewat.

5. Stop Watch, untuk mengetahui periode sinyal dan waktu tempuh.

6. Software CONTRAM (Continous Traffic Assigment Model )

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
Jenis Data Yang Diperlukan

Data yang akan dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam data

pokok, seperti diuraikan di bawah ini.

Data Primer

Data primer merupakan data-data yang diperoleh langsung dari survei

lapangan. Data-data tersebut dicari dan dikumpulkan oleh peneliti ke

objek pengamatannya dengan cara melakukan wawancara secara

langsung, atau menggunakan alat bantu sejenis daftar pertanyaan

(kuesioner) yang sudah dipersiapkan, angket, daftar isian lain atau

dengan formulir survei.

Data Sekunder

Data sekunder merupakan data atau informasi yang diperoleh dalam

format yang sudah tersusun atau terstruktur, berupa publikasi-publikasi

atau brosur-brosur melalui pihak lain (lembaga atau instansi). Untuk

mendapatkannya, peneliti mendatangi langsung instansi yang terkait

dengan penelitian. Data tersebut biasanya digunakan untuk mengetahui

keadaan masa lalu dan pertumbuhan wilayah yang akan disurvei,

sehingga tinjauan dan analisis data akan diproyeksi dengan melihat

keadaan sebelumnya.

Pengambilan Data

Pengambilan data dilakukan langsung di lapangan dimana lokasi

penelitian dilakukan, meliputi :

Pengukuran Geometrik Jalan

Pengukuran geometrik jalan dilakukan pada malam hari, karena pada

malam hari arus lalu lintas tidak sepadat arus lalu lintas siang hari, dan

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
agar tidak mengganggu arus lalu lintas yang melintas. Pengukuran ini

meliputi pengukuran panjang ruas jalan dan lebar jalan

Pencatatan Volume Lalu Lintas

Pencatatan volume lalu lintas dilaksanakan pada saat volume jam sibuk

atau volume lalu lintas terpadat yang terjadi, dan meliputi semua jenis

kendaraan yang melintas sepanjang Kawasan Studi Analisa Dampak

Lalu Lintas. Cara pengisian formulir penelitian dibagi dalam interfal

waktu 15 menit dan setiap surveyor hanya mencatat satu jenis

kendaraan untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Pencatatan yang

dilakukan sampai batas waktu yang telah ditentukan (per 15 menit,

selama 12 jam), kemudian hasilnya dimasukkan dalam formulir isian.

Pengukuran Kecepatan Kendaraan

Pengukuran kecepatan kendaraan dilakukan untuk mengetahui

kecepatan rata-rata kendaraan yang melewati sepanjang Jembatan

Lama. Pengukuran dilakukan dengan cara peneliti berada pada

kendaraan yang bergerak mengikuti kendaraan lain yang sedang

bergerak juga (car following). Pengukuran kecepatan ini sesuai dengan

perhitungan MKJI 1997, yaitu kecepatan ruang rata-rata (space mean

speed). Kecepatan ini termasuk kendaraan berhenti dan adanya

perlambatan. Kecepatan yang diambil adalah kecepatan kendaraan

ringan karena kendaraan ringan memiliki nilai SMP = 1.

Kecepatan kendaraan dapat dihitung melalu persamaan sebagai

berikut.

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
Keterangan : V = Kecepatan perjalanan (m/detik)

L = Jarak perjalanan (m)

T = Waktu tempuh (detik)

Pengukuran Hambatan Samping

Pengukuran hambatan samping dilaksanakan bersamaan dengan

pencatatan volume lalu lintas. Cara pengisian formulir penelitian adalah

dengan memasukkan hasil pengamatan mengenai frekwensi kejadian

hambatan samping per jam per 200 m pada kedua sisi segmen yang

diamati, meliputi jumlah pejalan kaki berjalan atau menyeberang, jumlah

kendaraan berhenti/parkir, jumlah kendaraan bermotor yang masuk dan

keluar ke/dari lahan samping dan sisi jalan, dan arus kendaraan lambat.

Selanjutnya frekwensi kejadian dikalikan dengan faktor berbobot

kejadian per jam per 200 m, untuk kemudian dapat ditentukan kelas

hambatan samping berdasarkan jumlah kejadian berbobot, termasuk

semua tipe kejadian.

Analisis Data

Setelah data yang diperlukan cukup, maka akan dilakukan analisis dengan

menggunakan data yang diperoleh di lapangan dan menggunakan formula

yang ada pada landasan teori.

Analisis Kinerja Pada Tahun Penelitian

Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode yang didasarkan

pada MKJI 1997, untuk jalan perkotaan. Analisis dilakukan terhadap

kinerja jalan (kapasitas, derajat kejenuhan, dan kecepatan).

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
Analisis Volume Arus Lalu Lintas Tahun 2012-2017

Analisis arus lalu lintas tahun 2012 - 2017 dilakukan untuk mendapatkan

prediksi arus lalu lintas jam puncak dari tahun 2012 sampai tahun 2017.

Prediksi arus lalu lintas 5 tahun yang akan datang, dipergunakan

sebagai salah satu dasar variabel perhitungan kapasitas dan tingkat

kinerja Jembatan Lama. Data tingkat pertumbuhan lalu lintas pertahun

diasumsikan pada pertumbuhan penduduk pada tahun 2012 yang

merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik

(BPS) Kota Kediri, dan pertumbuhan tingkat kepemilikan kendaraan

pada tahun 2011 yang juga merupakan data sekunder yang diperoleh

dari Kantor Bersama Pelayanan Satu Atap (Kantor Samsat) Kota Kediri

Flow Chart Metode Penelitian

Flow chart metode penelitian digambarkan seperti langkah-langkah pada, yaitu

: mulai dari pelaksanaan survei, pengolahan data, analisis data, derajat

kejenuhan, tingkat pelayanan, pembahasan, kesimpulan, saran, selesai.

Sedangkan bagan alir yang bersumber pada MKJI 1997, yang memuat

langkah-langkah analisis data untuk jalan perkotaan.

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK

M U LAI

Survei - Pagi :06.00-08.00


- Siang 11.00-13.00
- Sore 16.00-18.00

PENGOLAHAN DATA

USULAN PERUBAHAN
ANALISA DATA Tidak memenuhi
syarat

Analisis Kinerja
Ruas Jalan
Syarat = DS 0,75
memenuhi syarat

PEMBAHASAN

KESIMPULAN

SARAN

SELESAI

Gambar Flow Chart Metode Penelitian

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK

MULAI ANALISA

AKHIR ANALISA

LANGKAH A : DATA MASUKAN


A-1 : Data Umum
A-2 : Kondisi Geometrik
A-3 : Kondisi Lalu Lintas
AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri
A-4 : Hambatan Samping

LANGKAH B : KECEPATAN ARUS BEBAS


B-2 : Penyesuaian untuk Lebar Jalur Lalu Lintas
B-3 : Faktor Penyesuaian untuk
YA Kondisi Hambatan Samping
B-4 : Faktor Penyesuaian untuk Ukuran Kota
B-5 : Kecepatan Arus Bebas untuk Kondisi Lapangan

USTEK
LANGKAH C : KAPASITAS
GambarC-1
Langkah
: KapasitasDasar
Langkah Penelitian Data
PERUBAHAN C-2 : Faktor Penyesuaian untuk Lebar Jalur Lalu Lintas
C-3 : Faktor Penyesuaian untuk Pemisahan Arah
C-4 : Faktor Penyesuaian untuk Kondisi Hambatan Samping
C-5 : Faktor Penyesuaian untuk Ukuran Kota

D : PERILAKU LALU LINTAS


D-1 : Derajat Kejenuhan
D-2 : Kecepatan dan Waktu Tempuh
D-3 : Penilaian Perilaku Lalu Lintas

E : PERTUMBUHAN TAHUN ke-N


E-1 : Persentase Kenaikan Jumlah Penduduk
E-2 : Persentase Kenaikan Jumlah Kendaraan

Perlu Penyesuaian Anggapan Mengenai Perencanaan dsb.

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
Analisis Pertumbuhan Penduduk

Analisis pertumbuhan penduduk ini dilakukan untuk mengetahui tingkat

pertumbuhan sebagai asumsi pertumbuhan pejalan kaki sebagai hambatan

samping, serta sebagai variabel dalam prediksi jumlah penduduk untuk 5 tahun

mendatang. Selanjutnya dihitung pertumbuhan penduduk rata-rata (i)

menggunakan persamaan

Selanjutnya prediksi jumlah penduduk Kota Kediri dalam 5 tahun mendatang

dengan menggunkan persamaan

dengan Pn = Jumlah penduduk tahun ke n

Po = Jumlah penduduk tahun dasar perhitungan

I = Tingkat pertumbuhan penduduk

n = Tahun ke n

Data kepemilikan kendaraan bermotor ini digunakan untuk menghitung

pertumbuhan lalu lintas pertahun yang akan digunakan untuk memprediksi

Tahun 2015 dan untuk menghitung jumlah arus lalu lintas yang melalui ruas

jalan Hasanudin 5 tahun mendatang.

Selanjutnya dihitung pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor rata-

rata (i) menggunakan persamaan 2.7.

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
Selanjutnya prediksi jumlah kendaraan bermotor Kota Kediri dalam 10 tahun

mendatang dengan menggunkan persamaan

1 Analisis Hambatan Samping pada Jam Puncak

Dalam menentukan hambatan samping perlu diketahui frekuensi berbobot

kejadian. Untuk mendapatkan nilai frekuensi berbobot kejadian maka tiap

tipe kejadian hambatan samping harus dikalikan dengan faktor bobotnya.

Faktor bobot untuk hambatan samping adalah sebagai berikut ini.

a. Pejalan kaki (PED) = 0,5.

b. Kendaraan berhenti (PSV) = 1,0.

c. Kendaraan masuk dan keluar (EEV) = 0,7.

d. Kendaraan lambat = 0,4.

Frekuensi berbobot kejadian yang telah diketahui, digunakan untuk mencari

kelas hambatan samping

2. Kecepatan Arus Bebas (Fv)

Kecepatan arus bebas kendaraan menurut MKJI 1997 dapat dihitung dengan

mengacu pada persamaan di atas

FV = (FV0 + FVW) FFVSF FFVCS

Keterangan :

FV = Kecepatan arus bebas kendaraan ringan (km/jam).

FV0 = Kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan (km/jam).

FVW = Penyesuaian lebar lajur lalu lintas efektif (km/jam).

FFVSF = Faktor penyesuaian kondisi hambatan samping.

FFVCS = Faktor penyesuaian ukuran kota.

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
Kecepatan arus bebas kendaraan lain dapat ditentukan sebagai berikut :

1. Dihitung penyesuaian kecepatan arus bebas kendaraan ringan, yaitu :

FFV = FVo FV

Keterangan :

FFV = Penyesuaian kecepatan arus bebas kendaraan ringan (km/jam).

FVo = Kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan (km/jam).

FV = Kecepatan arus bebas kendaraan ringan (km/jam).

2. Dihitung arus bebas kecepatan kendaraan berat (HV) sebagai berikut :

FVHV = FVHVo FFV FVHVo / FVo

Keterangan :

FVHVo = Kecepatan arus bebas dasar HV (km/jam).

FVo = Kecepatan arus bebas dasar LV (km/jam).

FFV = Penyesuaian kecepatan arus bebas dasar LV (km/jam).

3. Kapasitas (C)

Kapasitas ruas jalan dapat dihitung dengan mengacu pada persamaan 2.6.

C = Co FCw FCsp FCsf FCcs

Keterangan :

C = Kapasitas (smp/jam).

Co = Kapasitas dasar (smp/jam).

FCw = Faktor penyesuaian lebar lajur.

FCsp = Faktor penyesuaian pemisah arah.

FCsf = Faktor penyesuaian hambatan samping.

FCcs = Faktor penyesuaian ukuran kota.

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
4. Derajat Kejenuhan (DS)

Derajat kejenuhan dapat dihitung dengan mengacu pada persamaan

DS = Q/C

Keterangan :

DS = Derajat kejenuhan.

Q = Arus total (smp/jam).

C = Kapasitas (smp/jam).

5. Kecepatan

Kecepatan pada analisis dilakukan berdasarkan 2 tinjauan, yaitu kecepatan

arus bebas sesungguhnya dan kecepatan sesungguhnya. Kecepatan arus

bebas sesungguhnya (FV) yaitu kecepatan pada tingkat arus nol yaitu

kecepatan yang dipilih pengemudi ketika mengendarai kendaran bermotor

tanpa adanya pengaruh dari kendaraan lain.

Sedangkan kecepatan sesungguhnya merupakan perbandingan dimana

kecepatan dipakai pengemudi pada kondisi jalan yang sesungguhnya ketika

pada jalan tersebut terjadi arus sebesar Q dan laju kendaraan dipengaruhi

kendaraan lain. Kecepatan sesungguhnya didapat dengan menggunakan

grafik hubungan antara derajat kejenuhan (DS) dan kecepatan arus bebas

6. Waktu Tempuh

Hubungan antara kecepatan (V) dan waktu tempuh (TT), dinyatakan dalam

persamaan yang mengacu pada persamaan 2.4.

V = L/TT

Keterangan :

V = Kecepatan sesungguhnya.

L = Panjang segmen (km).

TT = Waktu tempuh rata-rata LV panjang segmen jalan (jam).

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri


USTEK
Analisis Kapasitas dan Kinerja Ruas Jalan Untuk

Masa 5 Tahun Mendatang Dengan Metode KAJI 1997

Analisis kinerja ruas jalan tiap tahun yang dimulai tahun 2012 sampai tahun 2017

dengan menggunakan formulir penyelesaian dari MKJII 1997 pada lampiran, didapat

beberapa data sebagai berikut

1. Arus Total (Q)

Nilai arus lalu lintas (Q) menunjukkan komposisi lalu lintas, dengan menyatakan

arus dalam satuan mobil penumpang (smp). Semua nilai arus lalu lintas per arah

dan total, dikonversikan menjadi satuan mobil penumpang dengan dikalikan

ekivalensi mobil penumpang (emp) untuk tiap kendaraan

2. Analisis Hambatan Samping pada Jam Puncak Tahun 2012-2017

Analisis prediksi tingkat pertumbuhan hambatan samping pada jam puncak

pertahun dilakukan berdasarkan perhitungan prediksi tingkat pertumbuhan

penduduk dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari jumlah kepemilikan

kendaraan baik bermotor maupun non motor.

Perhitungan prediksi pertumbuhan hambatan samping pada jam puncak tahun

2012 sampai dengan 2017 dilakukan sama dengan perhitungan prediksi arus lalu

lintas tahun 2012-2017.

AMDAL LALIN Jembatan Ngronggo Kota Kediri