Anda di halaman 1dari 4

Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP KUALITAS


SPERMATOZOA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIBERI
PAPARAN SUHU

1
Franco Luhulima
2
Lydia Tendean
2
Edwin de Queljoe

1
Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
2
Bagian Biologi Universitas Sam Ratulangi Manado
Email: francoluhulima@yahoo.com

Abstract: Vitamin E is an antioxidant for two classes of molecule, namely Tocopherol and
Tocotrienol that have role in body nutrient. Purpose of this study was to determine the effect
and mechanism of vitamin E on the quality of spermatozoa of mice. This study used a
descriptive observational method. The subject of the study consist of 27 mice were divided into
3 groups: group P 0 not given temperature exposure and vitamin E, P 1 groups given exposure to
temperatures of 40C, P 2 groups given exposure to temperatures of 40C and vitamin E.
Treatment carried out for 32 days. The results of research on the P 2 group showed improvement
in the quality of spermatozoa with a mean concentration of spermatozoa (68.7 x105mL), the
mean percentage of normal spermatozoa morphology (61%), the mean percentage of abnormal
spermatozoa morphology (39%), the mean percentage spermatozoa motility Ma (38.1%).
Conclusion: sperm quality can be improved with vitamin E after exposure to hot temperatures.
Keywords: quality of spermatozoa, vitamin E, temperature exposure.

Abstrak: Vitamin E adalah antioksidan untuk dua kelas molekul zat yaitu tokoferol dan
tokotrienol yang mempunyai aktivitas dalam nutrisi tubuh. Vitamin E melawan radikal bebas
dengan menghambat perioksidasi lipid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh dan mekanisme vitamin E terhadap kualitas spermatozoa mencit. Penelitian ini
menggunakan metode observasional deksriptif. Subyek penelitian sebanyak 27 ekor mencit
yang terbagi menjadi 3 kelompok: kelompok P 0 tidak diberikan paparan suhu dan vitamin E,
kelompok P 1 diberikan paparan suhu sebesar 40C, kelompok P 2 diberikan paparan suhu
sebesar 40C dan vitamin E. perlakuan dilakukan selama 32 hari. Hasil penelitian pada
kelompok P 2 menunjukkan perbaikan kualitas spermatozoa dengan rerata konsentrasi
spermatozoa (68,7x105mL), persentase rerata morfologi normal (61%), persentase rerata
morfologi abnormal spermatozoa (39%), persentase rerata motilitas Ma ( 38,1%). Simpulan:
kualitas spermatozoa dapat diperbaiki dengan pemberian vitamin E setelah pemaparan suhu
panas
Kata kunci: kualitas spermatozoa, vitamin E, paparan suhu.

Kualitas spermatozoa terdiri dari konsen- terdiri dari tiga tahapan yaitu spermato-
trasi, morfologi, dan motilitas spermatozoa.1 sitogenesis, meiosis, dan spermiogenesis.2
Sel spermatozoa yang normal mempunyai Salah satu cara agar kualitas spermatozoa
bagian kepala, leher, ekor dan harus menjadi baik dapat diperoleh dengan
memiliki kondisi yang sehat, lincah dan mengkonsumsi antioksidan. Vitamin E
bergerak cepat agar dapat menembus sebagai antioksidan berguna untuk menjaga
dinding sel telur.1 Proses spermatogenesis kesehatan spermatozoa.3 Vitamin E mampu

541
542 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014, hlm. 541-544

melawan radikal bebas dengan cara Hasil penelitian yang diperoleh selama
menetralisir radikal bebas dan menghambat 32 hari dan penilaian terhadap konsentrasi
perioksidasi lipid. Sehingga hormon-hormon spermatozoa mencit pada masing-masing
pembentukan spermamatozoa bisa dijaga kelompok dapat dilihat pada tabel di bawah
untuk mengoptimalkan pembentukkan sel ini.
sperma.4 Berdasarkan penelitian, paparan
suhu yang panas dapat mempengaruhi sel-
sel testis dan struktur kromatin spermatozoa. Tabel 1. Distribusi rerata konsentrasi
Suhu yang bermakna pada penelitian ini spermatozoa mencit setelah paparan suhu 40C
disertai pemberian Vitamin E.
adalah sekitar 40-42C.5
Rata-rata kosentrasi
Kelompok
METODE PENELITIAN spermatozoa
sampel
(x105/ml)
Bentuk penelitian ini adalah obser-
Kontrol (P 0 ) 59,4
vasional deskriptif, penelitian dilakukan di
laboratorium Biologi Universitas Sam Perlakuan I (P 1 ) 50,1
Ratulangi Manado dengan rentang waktu Perlakuan II
November 2013 - Januari 2014. Sampel 68, 7
(P 2 )
yang digunakan adalah mencit jantan usia Keterangan: kelompok P 0 : kontrol (tidak diberi
12-16 minggu, berat badan 20-25 gram, perlakuan); P 1 : paparan suhu panas (40C); P 2 : paparan
suhu (40C) dan vitamin E.
sehat dan tingkah laku mencit normal.
Sampel berjumlah 27 ekor mencit dan
dibagi dalam 3 kelompok. Masing-masing Pada kelompok P 0 sebagai kontrol atau
kelompok terdapat 9 ekor mencit. Kelompok kelompok yang tidak diberi perlakuan
P 0 atau kelompok kontrol tidak diberikan didapatkan rerata konsentrasi spermatozoa
perlakuan, kelompok P 1 diberi perlakuan yaitu 59,4x105 spermatozoa mL/suspensi.
suhu 40C tanpa diberi vitamin E, kelompok Kelompok P 1 atau kelompok perlakuan
P 2 diberi perlakuan suhu 40C dan diberi yang diberi paparan suhu 40C menunjuk-
vitamin E 0,65 IU. Hewan percobaan di- kan rerata konsentrasi spermatozoa sebesar
berikan paparan suhu 3 kali dalam 1 hari 50,1x105 mL/suspensi. Kelompok P 2 atau
selama 10 menit dengan interval 1 jam kelompok perlakuan yang diberi paparan
selama 32 hari. suhu sebesar 40C dan vitamin E
menunjukan rerata konsentrasi spermatozoa
HASIL PENELITIAN sebesar 68,4x105 mL/suspensi.
Penelitian yang berlangsung selama 32
Morfologi normal spermatozoa
hari dimulai pada bulan November hingga
Desember memperoleh hasil penelitian yang Hasil rerata morfologi normal sperma-
berasal dari 27 ekor mencit yang terbagi tozoa dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
dalam 9 ekor mencit sebagai kelompok
kontrol, 9 ekor mencit sebagai kelompok
perlakuan I, dan 9 ekor mencit sebagai Tabel 2. Distribusi rerata morfologi normal
kelompok perlakuan II. Pada kelompok spermatozoa mencit setelah paparan suhu 40C
kontrol tidak diberikan perlakuan apapun. disertai pemberian Vitamin E.
Pada kelompok perlakuan I, diberikan Rata-rata persentase
paparan suhu sebesar 40C. Pada perlakuan Kelompok sampel morfologi normal
II, diberikan paparan suhu sebesar 40C dan spermatozoa (%)
diberi vitamin E 0,65 IU. Kontrol (P 0 ) 50,1

Konsentrasi spermatozoa Perlakuan I (P 1 ) 46,4


Luhulima, Tendean, Queljoe; Pengaruh Pemberian Vitamin E terhadap Kualitas... 543

Perlakuan II (P 2 ) 62,2 DISKUSI


Keterangan: kelompok P 0 : kontrol (tidak diberi Berdasarkan hasil penelitian yang
perlakuan); P 1 : paparan suhu panas (40C); P 2 : paparan berasal dari 27 ekor mencit, 9 ekor mencit
suhu (40C) dan vitamin E. pada kelompok kontrol, 9 ekor mencit pada
Pada kelompok P 0 sebagai kontrol atau kelompok perlakuan I, dan 9 ekor mencit
kelompok yang tidak diberi perlakuan pada perlakuan II. Pada penelitian ini
didapatkan persentase rerata morfologi didapatkan rata-rata kualitas spermatozoa
normal spermatozoa yaitu 50,1%. Kelompok pada kelompok kontrol dan pada kelompok
P 1 atau kelompok perlakuan yang diberi perlakuan I dan II memiliki perbedaan yang
paparan suhu 40C menunjukkan persentase signifikan baik dari segi konsentrasi,
rerata morfologi normal spermatozoa morfologi maupun motilitas spermatozoa.
sebesar 46,4 %. Kelompok P 2 atau Hal ini ditunjukkan pada tabel IV.1,tabel
kelompok perlakuan yang diberi paparan IV.2, dan tabel IV.3 dan terlihat bahwa
suhu sebesar 40C dan vitamin E menun- kelompok perlakuan yang diberikan paparan
jukan persentase rerata morfologi normal suhu 40C dan disertai pemberian vitamin E
spermatozoa sebesar 62,2 %. mengalami peningkatan kualitas
spermatozoa.
Motilitas spermatozoa
Hasil rerata motilitas (Ma) spermatozoa Konsentrasi spermatozoa
dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Pada penelitian ini didapatkan bahwa
rata-rata kosentrasi kelompok kontrol (P 0 )
sebesar 59,4x105mL. konsentrasi
Tabel 3. Distribusi persentase rerata motilitas spermatozoa P 1 sebesar 50,1x105 mL, dan
(Ma) spermatozoa mencit setelah pemberian
konsentrasi spermatozoa sebesar P 2 sbesar
vitamin E dan disertai paparan suhu.
68,4x105 mL. berdasarkan data tersebut,
Rata-rata persentase terlihat perbedaan yang signifikan dari
Kelompok sampel motilitas (Ma) masing-masing kelompok.
spermatozoa (%)
37,3 Morfologi normal spermatozoa
kontrol (P 0 )
16 Persentase rerata Morfologi
Perlakuan I (P 1 ) spermatozoa normal pada kelompok kontrol
Perlakuan II (P 2 ) 38,1 sebesar 50,1%, pada kelompok P 1
persentase rerata morfologi spermatozoa
Keterangan: kelompok P 0 : kontrol (tidak diberi
perlakuan); P 1 : paparan suhu panas0C);P 2 : paparan suhu sebesar 46,4%, dan pada kelompok P 2
(40C) dan vitamin E. Ma: Motilitas spermatozoa bergerak persentase rerata morfologi spermatozoa
maju dan lurus. sebesar 62,2 %. Persentase rerata Morfologi
normal spermatozoa tertinggi ialah
kelompok P 2 , kemudian kelompok kontrol
Pada kelompok P 0 sebagai kontrol atau dan yang terendah adalah kelompok P 1 .
kelompok yang tidak diberi perlakuan
didapatkan persentase rerata motilitas Motilitas (Ma) spermatozoa
spermatozoa yaitu 37,3%. Kelompok P 1
atau kelompok perlakuan yang diberi Persentase rerata motilitas spermatozoa
paparan suhu 40C menunjukkan kelas a pada kelompok kontrol sebesar 37,3
peresentase rerata motilitas spermatozoa %, kelompok P 1 sebesar 16%, dan
sebesar 16%. Kelompok P 2 atau kelompok kelompok P 2 sebesar 38,1%. Hal ini
perlakuan yang diberi paparan suhu sebesar menunjukkan perbedaan yang tidak terlalu
40C dan vitamin E menunjukan persentase besar antara kelompok kontrol dan
rerata motilitas spermatozoa sebesar 38,1 %. kelompok P 2 , namun sangat berbeda dengan
kelompok P 1 yang mana memiliki motilitas
spermatozoa kelas a yang terendah.
544 Jurnal e-Biomedik (eBM), Volume 2, Nomor 2, Juli 2014, hlm. 541-544

Penurunan kualitas spermatozoa kontrol. Pemberian vitamin E dapat


disebabkan oleh paparan suhu panas (40C) memperbaiki kualitas spermatozoa setelah
sehingga mengaktifkan respon sentral dan paparan suhu 40C.
perifer pada sistem endokrin syaraf otonom
sebagai bentuk reaksi adaptasi. Aktivasi
DAFTAR PUSTAKA
sistem endokrin yaitu sumbu Hipotalamus-
Hipofise-Adrenal (HHA) melibatkan penge- 1. Who laboratory manual for the examination
luaran neurohormon CRH (Corticotropin of human semen and sperm-cervical mucus
Releasing hormone). Akibat peningkatan interaction (Fourth Edition), Cambridge:
Cambridge University Press, 2003.
CRH, sebagai umpan balik terjadi
2. E Sloane. anatomi dan fisiologi untuk
penurunan kadar GnRH berbanding lurus pemula. Jakarta : EGC, 2003. Hal 347-50
dengan penurunan FSH dan LH, dengan 3. Long, J.A., and Kramer, M., 2003. Effect of
demikian terganggu pula sumbu HHT Vitamin E on Lipid Peroxidation and
(hipofisis, hipotalamus, dan testis) berupa Fertility After Artificial Insemination with
penurunan LH,FSH, dan testosterone yang Liquid-Stored Turkey Semen. Journal
berakibat terganggunya kualitas spermatozoa.6 Poultry Science 82: 1802-1807.
Vitamin E sebagai antioksidan pemutus 4. Sulistyowati, Y. 2006. Pengaruh pemberian
rantai yang menangkap radikal bebas di likopen terhadap status antioksidan (Vitamin
membrane sel dan lipoprotein plasma C, Vitamin E, Gluthation Peroksidase) tikus
bereaksi dengan radikal peroksida lipid. (Rattus norvegicus galur Sprague Dawley)
hiperkolesterolemik. Tesis. Program Studi
Vitamin ini mampu mengendalikan
Magister Ilmu Biomedik. Semarang.
peroksida lemak dengan menyumbangkan Universitas Diponogoro. hal. 30.
hidrogen ke dalam reaksi yang mampu 5. Sailer, BL, Sarkar, LJ, Bjordahl, J. A., Jost,
mengubah radikal peroksil (hasil peroksidasi L. K., and Evenson, D. P. 1997. Effect of
lipid) menjadi radikal tokoferol yang kurang heat Stress on Mouse Testicular Cell and
reaktif, sehingga tidak mampu merusak Sperm Chromatin Strukture. Journal of
rantai asam lemak dan selanjutnya melin- Andrology. Vol. 18. Issu 3 : 294-301.
dungi sel dari kerusakan dan memperbaiki 6. Shills ME, shike M, Ross AC, Caballero B,
kualitas spermatozoa.7 Cousins RJ. Modern Nutrition in health and
Disease. Edisi 10.Baltimore; Philadelphia :
Lippincott Williams & Wilkins, 2006 hal
SIMPULAN 405-8.
7. Nieschlag E, Behre HM. Andrology. Male
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
Reproductive Health and Dysfunction.
terdapat perbedaan kualitas spermatozoa second edition. Berlin; Heidelberg; New
yaitu konsentrasi, morfologi, dan motilitas York; Barcelona; Hong kong; London;
spermatozoa pada kelompok dengan Milan; Paris; Singapore; Tokyo: Springer;
paparan suhu 40C dan disertai pemberian 2000.
vitamin E dengan kelompok yang hanya
diberi paparan suhu 40C dan kelompok