Anda di halaman 1dari 7

PT PLN (PERSERO)

UNIT INDUK PEMBANGUNAN IV

No. Dokumen :
INSTRUKSI KERJA ERECTION TOWER TRANSMISI Revisi :
Tanggal :

1. TUJUAN
Mengatur tata cara dan alur instruksi kerja erection tower transmisi, sehingga ada kesamaan
persepsi mengenai penyelenggaraan bagi pihak-pihak terkait dan juga mendapatkan hasil
pekerjaan yang aman sesuai dengan mutu yang direncanakan dan standard yang berlaku.

2. RUANG LINGKUP
Petunjuk pelaksanaan ini berlaku sebagai prosedur instruksi kerja erection tower transmisi.

3. REFERENSI
3.1 UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
3.2 Permenakertrans No Per 01/Men/1980 tentang K3 pada Konstruksi bangunan
3.3 Pedoman SMK3 PT PLN (Persero)UIP IV

4. DEFINISI DAN ISTILAH


4.1 Schedule adalah jadwal yang sudah disetujui oleh pihak terkait
4.2 Member List adalah daftar material tower beserta kelengkapannya (ring, mur, baut) dari
pabrikan
4.3 Erection Drawing adalah gambar untuk pelaksanaan erection tower yang sudah approval
4.4 Jenis/Tipe Tower

TEGANGAN TINGGI TEGANGAN EXTRA TINGGI


No. DOUBLE
SINGLE CIRCUIT CIRCUIT SINGLE CIRCUIT DOUBLE CIRCUIT
1. A AA A AA
2. B BB B BB
3. C CC C CC
4. D DD D DD
5. E EE E EE
6. DR DDR F FF

4.5 Bahan/ bagian material tersebut adalah sebagai berikut :


PT PLN (PERSERO)
UNIT INDUK PEMBANGUNAN IV

No. Dokumen :
INSTRUKSI KERJA ERECTION TOWER TRANSMISI Revisi :
Tanggal :

a. Baja siku (dalam berbagai ukuran)


b. Baja siku utama (main member)
c. Baja siku sekunder (secondary member)
d. Plat (dalam berbagai bentuk dan ukuran)
e. Plat datar (Flat plate)
f. Plat bersudut (Bending plate)
g. Plat pengisi (Fill plate)
h. Mur, baut dan ring besi
4.6 Bagian bagian tower adalah seperti dibawah ini :
a. Kaki tower/leg
b. Body extension tower
c Body extension +/- 0 M
d. Body extension +/- 3 M
e. Body extension +/- 6 M
g Body extension +/- 9 M
h. Body part I/Common part I
i. Body part II/Common part II
j. Body part III/Common part III
k. Body part IV/Common part IV
l. Lower Cross arm
m. Midle Cross arm
n. Upper Cross arm
o. Peak Cross arm

5. INFORMASI UMUM
Prosedur ini menguraikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan proses
pekerjaan erection tower transmisi, mulai dari pekerjaan persiapan sampai pekerjaan selesai.

6. URAIAN PROSEDUR
6.1. PERSIAPAN
1. Peralatan utama, antara lain :
a. Winch and Bond
PT PLN (PERSERO)
UNIT INDUK PEMBANGUNAN IV

No. Dokumen :
INSTRUKSI KERJA ERECTION TOWER TRANSMISI Revisi :
Tanggal :

b. Bamboo derrick (3 buah, panjang 14 m dengan diikat menyatu setiap interval 0,75
m), dengan cara ikatan : salah satu ujung terdiri dari ujung besar 2 buah dan ujung
kecil satu buah.
c. Spanners
d. Derrick guys
e. Stakes
f. Snatck blocks
g. Nylon rope
h. Pullifts
2. Peralatan Bantu, antara lain :
a. Kunci tangent
b. Kunci pas
c. Hammer karet
3. Peralatan K3, antara lain :
a. Helm pelindung
b. Sarung tangan
c. Full body harness
4. Periksa pemakaian perlengkapan keamanan yang disediakan.
5. Periksa bahwa kawat earthing tower telah disambung.
6. Periksa peralatan setiap hari dan segera mengganti bagian yang rusak.
7. Berhenti bekerja bila hujan turun.
8. Tidak pernah menaikkan tower jika pondasi belum ditimbun kembali.
9. Tidak bekerja di malam hari kecuali ada sesuatu yang khusus harus dikerjakan.
10. Semua hook pengangkat harus dilengkapi dengan lidah pengaman (safety catch).
11. Seluruh jenis steel wire rope dan tali nylon harus ditest beban sebelum digunakan.
12. Setiap 3 kali pemakaian tower, derrick bamboo harus dicheck terhadap keretakan
bamboo dan kekencangan tali.
13. Pasak harus menggunakan anchor drill atau bahan sejenisnya yang kuat.
14. Bila belum yakin dengan satu pasak (misal : daerah berbatu), harap dipasang pasak
cadangan (2 buah) di belakangnya.
15. Kapasitas angkat maximum untuk bamboo derrick adalah 400 kg.
16. Kapasitas angkat maximum untuk aluminium derrick 110 ft adalah 150 kg.
PT PLN (PERSERO)
UNIT INDUK PEMBANGUNAN IV

No. Dokumen :
INSTRUKSI KERJA ERECTION TOWER TRANSMISI Revisi :
Tanggal :

17. Kapasitas angkat maximum untuk derrick aluminium 25 m model nomer FAL 320 yang
sudah dimodifikasi adalah 1000 kg.
18. Kapasitas angkat maximum untuk derrick lattice steel 21 m adalah 1000 kg.
19. Pastikan umur beton pondasi tersebut telah mencukupi (min 2 minggu) sehingga
struktur pondasi tersebut cukup kuat untuk menerima beban dari material tower.
20. Pastikan urugan tanah (back fill) pondasi tersebut rata sehingga ada pembebanan dari
tanah urug tersebut terhadap pondasi.
21. Pastikan posisi stub pondasi tersebut sehingga jarak antar stub (back to back),
diagonal stub, elevasi maupun kemiringan stub sesuai dengan toleransi yang diijinkan.
22. Pastikan grounding (earthing angel) sudah terpasang.
23. Periksa dan pastikan material tower telah sesuai member list tower.
24. Pastikan peralatan kerja, tenaga kerja, akses, dan jenis transportasi material tower ke
titik tower tersebut tidak ada kendala.
25. Jenis peralatan kerja antara lain : bough (besi/bambu petung), kunci baut, kunci torsi
(torque wrench), tambang nilon/manila, snatch block single, handwinch BV, seiling
anyaman, pen baja, dll.
26. Pastikan kelengkapan alat K3.

6.2. Pekerjaan erection tower


1. Pekerjaan persiapan, antara lain:
a. Siapkan gambar referensi yang diperlukan.
Pengawas dapat mengontrol kelengkapan dan kebenaran gambar yang dipakai
sebagai referensi.
b. Periksa/cek kondisi pekerjaan bagian bawah (ground work)
Pastikan pondasi tower harus ditimbun ulang sebelum pekerjaan pendirian
tower dimulai.
Pastikan Kabel earthing tower harus dipasang sesuai dengan Gambar
Yakinkan bahwa tower earthing sudah dipasang sebelum erection.
Tower earthing dapat diukur sesudah erection dengan menggunakan format
pengukuran
c. Pengangkutan bahan/material
PT PLN (PERSERO)
UNIT INDUK PEMBANGUNAN IV

No. Dokumen :
INSTRUKSI KERJA ERECTION TOWER TRANSMISI Revisi :
Tanggal :

Angkut material tower dari gudang lapangan ke lokasi tower dengan truk atau
kendaraan sejenis.
Gunakan tenaga manusia atau hewan jika tidak terdapat lintasan jalan masuk,
bahan baja diangkut dari lokasi terdekat ke lokasi tower.
Bongkar bahan dilokasi tower,bahan harus diletakkan diatas kayu yang keras,
untuk memudahkan pengangkatan dan menjaga bahan tetap bersih(bahan
yang kotor harus dibersihkan atau disikat).
Lapisi semua bahan dengan galvanis dan harus dijaga dari kerusakan, cacat
atau tergores.
Segera laporkan kerusakan yang terjadi pada galvanis.
Gelar bahan baja pada lahan sesuai dengan persyaratan pendirian tower.
Jika terjadi kerusakan bahan harus ditangani secara khusus.
Perbaiki cacat dengan Cold Galvanis paint sesuai persetujuan Koordinator
Engineering. Bahan dengan kerusakan yang berat harus diganti.
Keluarkan semua bahan dari gudang ke lokasi pendirian.
Prosedur dari penyimpanan, pengelompokan dan pengeluaran ke lokasi
dijelaskan pada Instruksi Kerja untuk Gudang Dokumen
Periksa semua bahan harus untuk dicocokkan dengan spesifikasi sebelum
keluar dari gudang.
d. Mobilisasi peralatan dan personil (group rerction)
Supaya efektif tempatkan Group/crew erection dan peralatan di dekat lokasi
tower untuk memudahkan dan kelancaran pekerjaan sekaligus pengamanan
material dan peralatan.
Dirikan tenda apabila tidak tersedia rumah, hal ini sering dilakukan, mengingat
lokasi tower banyak terdapat di daerah yang terpencil (pelosok)
2. Perangkaian tower
a. Perakitan/perangkaian besi tower dilakukan per bagian tower seperti leg, body,
common portion, cross arm dan sterusnya.
b. Masing masing bagian tower yang dirangkai terlebih dahulu adalah main
member (besi siku utama) baru kemudian disusul dengan pemasangan secondary
member.
PT PLN (PERSERO)
UNIT INDUK PEMBANGUNAN IV

No. Dokumen :
INSTRUKSI KERJA ERECTION TOWER TRANSMISI Revisi :
Tanggal :

c. Bertahap dilakukan per bagian tower keatas dengan mengangkat member dengan
bantuan derek (gane pole, roller crane, dan pulllift).
d. pada saat pemasangan besi per bagian tower pada awalnya disarankan untuk
tidak dikencangkan, setelah rangkaian bagian tower lengkap baru baut
dikencangkan.
e. Untuk pemasangan cross arm, dipasang terlebih dahulu cross arm paling atas
(peak cross arm/earth wire cross arm), selanjutnya dipasang top cross arm, middle
cross arm dan selanjutnya lower cross arm.
f. Masing masing cross arm terlebih dahulu dirangkai dibawah, baru kemudian
diangkat keatas dengan derek untuk disatukan dengan common part diposisinya.
g. Pada tahap awal derek (gane pole, roller crane, dan pulllift). dijalankan dengan
manusia pada posisi diatas chimney salah satu leg. Labrang dan tali kerekan
dikencangkan bersama seperti terlihat pada gambar dibawah.
h. Ujung labrang harus dikaitkan ke pasak seperti molex anchor (pasak ulir) atau
concrete block (balok semen) dengan jarak yang aman dari Derek. Foreman harus
menentukan lokasi yang sesuai dan memeriksa apakah labrang serta pasak
tersebut telah terpasang dengan aman. Tidak diperkenankan menggunakan pohon
sebagai pasak.
i. Kerekan harus dipatok ketanah menggunakan patok atau pasak ulir (molex
anchor) yang kuat.
j. Alat pengangkat (derek & gane pole) diangkat keatas sesuai dengan tahapan
pemasangan bagian tower. Titik tumpu gane pole adalah menggunakan kawat
sling yang dikaikan ke main member/besi utama dan dipasang pula dengan gay
wire (sling) juga dikaitkan ke main member.
k. Kemiringan Derek tidak boleh melebihi batas miring 15 kearah tegak. Sepertiga
bagian Derek masih didalam tower yang sudah didirikan. Hook (kail) pengangkat
harus dilengkapi dengan lidah pengaman (safety catch).
l. Disarankan untuk dipasang guy wire pada keempat posisi sudut main member
(besi utama) dari tower yang sudah dipasang.
m. Pada saat winch bond tersangkut di bagian tower, pengangkatan harus dihentikan
dan tegangan harus dikurangi sebelum membebaskan bagian bond (sling) yang
tersangkut tersebut.
PT PLN (PERSERO)
UNIT INDUK PEMBANGUNAN IV

No. Dokumen :
INSTRUKSI KERJA ERECTION TOWER TRANSMISI Revisi :
Tanggal :

n. Foreman bertanggungjawab untuk menerapkan prosedur erction dengan aman.


Selain itu, Banksman harus ditunjuk untuk memperhatikan dan mengarahkan
proses pengangkatan berkaitan dengan winch.
o. PROSEDUR UNTUK MENDIRIKAN TOWER SUDUT ( BB, CC, DD, EE, FF) Peralatan
utama dan perlengkapan yang dibutuhkan yaitu :
2.5T Winch (Automower or Thompson) and Bond.
Type derrick :
110 aluminium derrick or
Modified 25m tesmec aluminium derrick model number FAL 320 or
BBS 21 m lattice steel derrick
3.5 Tirfors
2.5 pull-lifts
Head Guys
Wallace Toggles
3m and 4m * 12mm Wire rope slings
1.5m * 16mm wire rope slings
IT & 2.5T SWL D Shackles
Anchor Drill
Snatch Blocks
Nylon Rope
3. Periksa kelengkapan bagian bagian tower dan kencangkan mur/baut
a. Setelah pendirian tower selesai semua baut harus diperiksa kekencangannya.
Pekerjaan ini harus dilakukan dari bawah ke atas untuk memastikan bahwa semua
baut telah diperiksa.
b. Supervisor harus melengkapi dan menandatangani Formulir Post Erection
Inspection.

7. KEADAAN KHUSUS

8. DOKUMENTASI
Instruksi kerja ini didokumentasikan kalam bentuk soft copy dan hard copy, serta
pengendaliannya diatur dalam prosedur Pengendalian Dokumen.