Anda di halaman 1dari 2

Penatalaksanaan

Pengobatan terhadap penderita abses hepar terdiri dari:


1. Kemoterapi
Abses hepar amoeba tanpa komplikasi lain dapat menunjukan penyembuhan yang besar
bila diterapi hanya dengan antiamoeba. Pengobatan yang dianjurkan adalah:
a.. Metronidazole
Metronidazole merupakan derivat nitroimidazole. Dosis yang dianjurkan untuk kasus
abses hati ameba adalah 3 x 750 mg per hari selama 7 10 hari. Derivat nitroimidazole
lainnya yang dapat digunakan adalah tinidazole dengan dosis 3 x 800 mg perhari selama 5
hari.
b. Dehydroemetine (DHE)
Merupakan derivat diloxanine furoate. Dosis yang direkomendasikan untuk mengatasi
abses hepar sebesar 3 x 500 mg perhari selama 10 hari.
c. Chloroquin
Dosis yang dianjurkan adalah 1 g/hari selama 2 hari dan diikuti 500 mg/hari selama 20
hari.

2. Aspirasi
Apabila pengobatan medikamentosa dengan berbagai cara tersebut di atas tidak berhasil (72
jam) atau bila terapi dengan metronidazol merupakan kontraindikasi seperti pada kehamilan,
perlu dilakukan aspirasi.
Tindakan aspirasi terapeutik Indikasi :
1. Abses yang dikhawatirkan akan pecah
2. Respon terhadap medikamentosa setelah 5 hari tidak ada.
3. Abses di lobus kiri karena abses disini mudah pecah ke rongga perikerdium atau peritoneum
Aspirasi sebaiknya dengan guiding USG.
3. Drainase Perkutan
Drainase perkutan berguna pada penanganan komplikasi paru, peritoneum, dan perikardial.
4. Pembedahan dilakukan bila :
1. Abses disertai komplikasi infeksi sekunder.
2. Abses yang jelas menonjol ke dinding abdomen atau ruang interkostal.
3. Bila terapi medikamentosa dan aspirasi tidak berhasil.
4. Ruptur abses ke dalam rongga intra peritoneal/pleural/pericardial.
Tindakan bisa berupa drainase baik tertutup maupun terbuka, atau tindakan reseksi misalnya
lobektomi

Komplikasi
Komplikasi yang paling sering adalah berupa rupture abses sebesar 5 15,6%, perforasi abses
keberbagai organ tubuh seperti ke pleura, paru, pericardium, usus, intraperitoneal atau kulit.
Kadang-kadang dapat terjadi superinfeksi, terutama setelah aspirasi atau drainase.
Parasitemia, amoebiasis serebral E. histolytica bisa masuk aliran darah sistemik dan
menyangkut di organ lain misalnya otak yang akan memberikan gambaran klinik dari lesi fokal
intrakranial.

Dapat juga komplikasi seperti:


1. Infeksi sekunder komplikasi paling sering, terjadi pada 10-20% kasus.
2. Ruptur atau penjalaran langsung
Rongga atau organ yang terkena tergantung pada letak abses. Perforasi paling sering ke
pleuropulmonal, kemudian kerongga intraperitoneum, selanjutnya pericardium dan organ-
organ lain.
3. Komplikasi vaskuler Ruptur kedalam v. porta, saluran empedu atau traktus gastrointestinal
jarang terjadi.

Pencegahan
Menjaga higiene air minum dan makanan
Tidak memakan sayuran mentah, buah dikupas terlebih dahulu