Anda di halaman 1dari 4

Kontribusi Soal PPh Potput DTSDPajak I Th 2015

Kontributor: Arief Sultony

I. Pilihan Ganda
1. Pada prinsip Pay as Your Earn, saat yang tepat untuk melakukan pelunasan pajak
adalah:
a. Saat penghasilan diterima.
b. Saat penghasilan diperoleh.
c. Saat akhir tahun pajak.
d. Semua salah
2. Di bawah ini adalah kewajiban-kewajiban pihak-pihak yang ditunjuk undang-undang
sebagai pemotong dan/atau pemungut pajak, kecuali:
a. Melakukan pemotongan dan/atau pemungutan atas pajak yang terutang.
b. Membuat bukti potong.
c. Mendaftarkan pihak yang dipotong untuk memperoleh NPWP.
d. Menyetor pajak yang dipotong.
3. Yang bukan Wajib Pajak pemotong PPh pasal 21 adlah:
a. PT Astra Internasional Tbk
b. Unicef perwakilan Indonesia
c. Bendaharawan kantor Pelayanan pajak.
d. Bendaharawan kelurahan.
4. Yang bukan penerima penghasilan yang dipotong PPh Ps. 21 adalah:
a. Penceramah agama
b. Agen iklan
c. Pedagang perantara
d. Olahragawan Nasional
5. Yang merupakan objek pemotongan PPh Ps. 21 adalah
a. Sewa rumah yang diterima oleh orang pribadi
b. Gaji yang diterima oleh pegawai kedutaan besar asing
c. Fee yang diterima oleh agen iklan
d. Honor yang diterima oleh peneliti dari Perserikatan Bangsa Bangsa perwakilan
Jakarta.
6. Dasar pengenaan PPh ps. 21 untuk pegawai tidak tetap yang menerima upah harian
adalah:
a. Jumlah penghasilan bruto
b. Jumlah yang melebihi Rp 200.000 sehari
c. 50% dari jumlah penghasilan bruto
d. Semua salah
7. Pada tanggal 28 Februari 2014, PT Slipi Jaya membayar Cucun Cundoro pengajar pajak
untuk mendidik karyawan bagian akuntansinya sebesar Rp 5.000.000 untuk waktu
seminggu. Cucun sudah menikah punya satu anak.
Berapa PPh Ps. 21 yang harus dipotong oleh PT Glodok Jaya ?
a. Rp 125.000
b. Rp 250.000
c. Rp 300.000
d. Rp 500.000

8. Pada tahun 2013, Budinata terkena PHK, Budinata memperoleh uang pesangon sebesar
Rp 200.000.000. Berapa PPh ps. 21 yang dipotong atas pesangon yang diterima
Budinata?
a. 20.000.000
b. 35.000.000
c. 17.500.000
d. Atas pesangon tidak dipotong PPh Ps. 21
9. Dibawah ini adalh pemungut PPh pasal 22 berdasakan Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 175/PMK.011/2013, kecuali:
a. Bank Umum
b. Bank Devisa
c. Kuasa Pengguna Anggaran.
d. Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM)
10. PT Puspa menjual onderdil kendaraan kepada Pertamina sebesar Rp 25.500.000. Jenis
PPh Potput yang dipotong dan jumlah yang dipotong oleh Pertamina adalah:
a. PPh Ps. 23, PPh yang dipotong sebesar Rp 3.750.000,-
b. PPh Ps. 22, PPh yang dipotong sebesar Rp 625.000,-
c. PPh Ps. 23, PPh yang dipotong sebesar Rp 1.250.000
d. PPh Ps. 22, PPh yang dipotong sebesar Rp 375.000
11. Bendaharawan pemerintah, wajib melaporkan pemungutan PPh Ps. 22 dengan SPT
Masa ke Kantor Pelayanan Pajak dalam jangka waktu....
a. Paling lama 20 hari setelah masa pajak berakhir.
b. Paling lama 14 hari setelah berakhirnya bulan pemungutan PPh ps. 22
c. Akhir bulan pemungutan PPh ps. 22
d. Akhir bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.
12. Yang bukan Wajib Pajak Pemotong PPh Ps.23 adalah:
a. Badan Pemerintah
b. Bentuk Usaha Tetap
c. Perwakilan Negara Asing
d. Penyelenggara kegiatan
13. Tanggal 1 Mei 2009 PT Sakti Raya membayar biaya perbaikan mesin kepada CV Teknik,
tagihan tersebut terdiri dari harga sparepart Rp 30.000.000 dan ongkos perbaikan Rp
18.000.000. CV Teknik merupakan wajib pajak yang memiliki NPWP.
Berapa PPh Ps. 23 yang harus dipotong oleh PT Sakti Raya?
a. Rp 2.700.000
b. Rp 960.000
c. Rp 360.000
d. Tidak dipotong PPh ps. 23
14. Untuk perusahaan yang bukan go publik yang akan membagikan dividen, manakah
kejadian yang bukan saat terutang terutang PPh pasal 23:
a. Saat diumumkannya pembagian dividen
b. Saat ditentukannya kepemilikan pemegang saham yang berhak atas dividen.
c. Saat dividen terutang
d. Saat dividen dibayar.
15. Penghasilan yang diterima Wajib Pajak luar negeri yang bukan merupakan objek
pemotongan PPh Ps. 26 adalah:
a. Keuntungan karena pembebasan hutang
b. Hadiah dan penghargaan
c. Penjualan barang dagangan
d. Dividen
16. Pada tanggal 14 April 2013 PT Renbang membayar premi asuransi untuk pabrik kepada
Sing Insurance yang berkedudukan di Singapura sebesar U$ 3.000, Tarif Tax treaty untuk
premi asuransi dengan Singapura 0,1%. Sing Insurance tidak pernah memberikan Surat
Keterangan domisilinya. Kurs KMK 9.500. Berapa PPh Psal 26 yang harus dipotong PT
Renbang atas pembayaran premi asuransi tersebut.
a. Rp 28.500.000
b. Rp 1.425.000
c. Rp 57.000.000
d. Rp 2.850.000
17. Pelaporan SPT Masa PPh Pasal 26 oleh pemotong PPh Ps. 26 dilakukan pada waktu....
a. Paling lama 20 hari setelah masa pajak berakhir.
b. Paling lama 14 hari setelah berakhirnya bulan pemungutan PPh ps. 26
c. Akhir bulan pemungutan PPh ps. 26
d. Akhir bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.
18. Pada tanggal 22 Januari 2014, PT Evalap membayar jasa perencanaan konstruksi
kepada PT Bangun Jaya sebesar Rp 200.000.000. PT Bangun Jaya memiliki kualifikasi
usaha. PPh Ps. 4 ayat (2) yang harus dipotong PT Evalap sebesar .
a. Rp 4.000.000
b. Rp 6.000.000
c. Rp 8.000.000
d. Rp 12.000.000
19. PT Widya sebuah industry pakaiaan jadi menjual tanahnya seharga Rp 3.000.000.000
kepada PT Iswara. NJOP atas tanah tersebut menurut SPPT PBB terakhir Rp
2.500.000.000
Berapa PPh Ps. 4 (2) terhutang dan siapa pemungut PPh Ps. 4 (20 tersebut:
a. Rp 3.000.000.000 dipungut oleh Notaris
b. Rp 2.500.000.000 dipungut oleh PT Widya
c. Rp 3.000.000.000 dipungut oleh PT Iswara
d. Rp 2.500.000.000 dipungut oleh Notaris
20. Untuk mengangkut hasil produksinya ke Malaysia, PT Puspa Jaya menyewa Pacific lines,
sebuah perusahaan pelayaran pilipina sebesar US$ 80.000. Kurs tengah BI = 9600, Kurs
Metrei Keunagan = 9.500.
Berapa PPh Ps. 15 yang harus dipotong oleh PT Puspa Jaya:
a. Rp 38.000.000
b. Rp 20.064.000
c. Rp 20.275.200
d. Rp 38.400.000

II. Esai
1. Saskia, yang sebelumnya seorang ibu rumah tangga, karena suaminya terkena PHK
tahun lalu, pada bulan Juli 2013 mulai bekerja sebagi pegawai tetap di PT Bakir
Bersaudara.
Penghasilan yang diterima tiap bulan
Gaji pokok Rp 5.000.000
Uang makan Rp 500.000
Tunjangan transport Rp 800.000
Jumlah Rp 6.300.000
PT Bakir Bersaudara mengikut sertakan Saskia pada program Jamsostek.
Premi Jaminan Kecelakaan kerja 0,5% dari gaji pokok
Premi jaminan kematian 0,3% dari gaji pokok
Iuran Hari Tua (IHT) 3,5% dari gaji pokok

Premi JKK dan JK ditanggung oleh PT Bakir Bersaudara, IHT ditanggung PT Bakir
Bersaudara sebesar 2%. Pada bulan November 2013 Saskia meperoleh bonus Rp
10.000.000.

Saskia mempunya dua orang anak sebagai berikut :


Andri tgl lahir 14 Maret 2010
Indah tgl lahir 4 Januari 2013
Saskia telah memperoleh Surat Keterangan bahwa suaminya tidak bekerja dari
kecamatan tempat tinggalnya.

Pertanyaan :
1. Hitung PPh Ps. 21 yang dipotong PT Bakir Bersaudara per bulan atas penghasilan
Saskia di tahun 2013.
2. Hitung PPh Ps. 21 atas bonus tahun 2013 yang diterima Saskia
3. Hitung PPh Ps. 21 untuk Saskia pada bulan Desember 2013.

2. Beny adalah seorang buruh lepas yang terkenal temperamental yang bekerja pada PT
Palaloe shoes. Hari senin tanggal 8 September 2014 Beny mulai bekerja membuat
sandal. Upah pembuatan sepasang sandal Rp 10.000 dan dibayar harian. Setiap hari
Beny mampu membuat 21 pasang sandal dan dia hanya mengambil libur pada hari
minggu. Pada saat menerima upah Beny naik pitam, marah bukan kepalang, dipukulnya
si kasir pembayar upah sampai babak belur. Usut punya usut ternyata Beny merasa di
zholimi oleh sang Kasir karena upah hari itu berkurang dari biasanya, dia menuduh kasir
telah menyunat upahnya
Pertanyaan :
a. Pada tanggal berapa wajah si Kasir babak belur ?
b. Berapa upah yang diterima si Beny pada hari itu sehingga dia mengira Kasir
menyunat upahnya?

3. Sepanjang tahun 2013, PT. Bakti Jaya melakukan transaksi antara lain sebagai berikut
(semua transaksi tidak termasuk PPN) :
a. Membayar uang jasa catering sebesar Rp 75.000.000 kepada PT. Gembul
b. Membayar jasa konsultasi manajemen kepada PT Takonae sebesar Rp
35.450.000
c. Menerima dividen dari PT. Rejeki Datang sebesar Rp 75.500.000
d. Membayar sewa kendaraan direksi Rp 100.000.000

Pertanyaan :
Hitung berapa PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh PT Bakti Jaya sepanjang tahun
2013.

4. Pada bulan oktober 2013, PT Rumah Kita menjual empat kavling siap bangun yang
masing-masing luasnya 250 m2. Harga yang disepakati dalam akte jual beli adalah Rp
2.500.000 per m2. NJOP menurut SPPT tahun 2013 untuk per meter persegi tanah
tersebut Rp 1.900.000. Keempat pembeli menggunakan fasilitas KPR. Bank menilai
harga pasar tanah didaerah tersebut Rp 2.750.000 per m2.
Selain menjual empat kavling tersebut PT Rumah Kita menyerahkan kavling siap bangun
dalam lingkungan yang sama kepada Yayasan Masjid Baitul Maal seluas 400 m2untuk
dijadikan masjid.
Pertanyaan:
Berapa PPh Ps. 4 ayat (2) yang harus disetor oleh PT Rumah Kita atas pengalihan tanah
kavling siap bangun di atas?