Anda di halaman 1dari 9

Modul Organ Hematology dan Oncology

SEORANG ANAK LAKI-LAKI 3 TAHUN DENGAN DEMAM


SEJAK 1 BULAN DAN TIDAK MAU BERJALAN
Kelompok X

030.06.149 M.Ardiyansyah Rakun


030.07.149 Malinda Priskasari P
030.08.029 Anggia Dian Permata Sari
030.08.079 Diajeng Putri Iracily
030.08.089 Edward Wijaya Lismangoen
030.08.109 Gerard M A Da Cunha
030.08.119 Henny wijaya
030.08.149 Muhammad Zulvikar
030.08.139 Krisna Mauli Rachman
030.08.169 Mutiara Sazkia
030.08.199 Raisya Purnama Putri
030.08.239 Thresia
030.08.269 Anas Bin Yahy

Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

19 APRIL 2011
PENDAHULUAN

Leukemia merupakan keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang, ditandai
oleh proliferasi sel-sel darah putih, dengan manifestasi penambahan sel-sel abnormal dalam
darah tepi. Penyakit ini perlu mendapat perhatian karena leukemia merupakan keganasan yang
terbanyak pada anak, diseluruh dunia mencapai 30-40% dari seluruh keganasan anak.

Penyebab leukemia tidak diketahui secara pasti, namun beberapa faktor dihubungkan
dengan timbulnya leukemia. Faktor-faktor tersebut adalah radiasi pengion, zat kimia, obat,
keluarga (genetik), infeksi virus, imunodefisiensi.

Kejadian leukemia berbeda dari satu negara dengan negara lainnya, hal ini berkaitan
dengan cara diagnosis dan pelaporannya. Kejadian leukemia setiap tahun sekitar 3,5 kasus dari
100.000 anak dibawah 15 tahun.

Leukemia akut pada anak mencapai 97% dari semua leukemia pada anak, dan terdiri
dari 2 tipe yaitu : Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) 82 % dan Leukemia Mieloblastik (LMA)
18 %. Hal ini berbeda dengan leukemia pada orang dewasa, yaitu LLA 15 % dan LMA 85%.
Leukemia kronik mencapai 3% dari seluruh leukemia pada anak.

Puncak kejadian LLA pada usia 2-5 tahun dan meningkat lagi setelah usia 65 tahun,
sedang LMA mengenai semua kelompok usia, tetapi kejadiannya meningkat dengan
bertambahnya usia. Perbandingan penderita laki-laki dan perempuan adalah 1,3 : 15.

Setiap ditegakkan diagnosis leukemia baru pada seorang penderita, akan membawa
banyak dampak permasalahan, diantaranya kesiapan mental/psikologi, dana, perawatan yang
lama, kekhawatiran tidak bisa sembuh, dan komplikasi penyakit atau pengobatan. Dampak
tersebut bukan hanya harus dihadapi orang tua/ keluarga penderita, tetapi juga oleh pihak petugas
medis/ para medis, rumah sakit serta pihak-pihak lain yang terkait, sehingga perlu dilakukan
berbagai usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut.
KASUS

Kasus Sesi 1

Lembar 1

Seorang anak laki-laki 3 tahun dibawa ke poliklinik dengan demam sejak 1


bulan yang lalu disertai keluhan tidak mau berjalan.
Identitas Pasien

Nama : An. A

Umur : 3 tahun

Jenis kelamin : laki-laki

Alamat : Jalan Tawakal

Anamnesis

Keluhan utama : demam sejak 1 bulan yang lalu

Keluhan tambahan : disertai tidak mau berjalan

Anamnesis tambahan :

Demam
- Sejak kapan terjadinya demam ?
- Bagaimana pola demam ?
- Apakah sebelum demam pernah berpergian ?
- Apakah disertai dengan mengigil ?
- Apakah disertai dengan kejang ?
- Apakah terdapat gangguan kesadaran ?

Tidak mau berjalan


- Apakah anak merasakan nyeri sehingga menyebabkan anak tidak
dapat berjalan?
- Sejak kapan anak tidak mau berjalan ?
- Apakah ada trauma sebelum anak tidak mau berjalan ?
- Apakah ada bengkak ?

Apakah terdapat petekie ?

Riwayat pengobatan
- Obat apa saja yang telah diberikan ?

Riwayat kehamilan dan kelahiran


- Apakah anak prematur?
- Apakah si ibu selama masa kehamilan pernah tepajan radiasi ?
- Bagaimana berat badan bayi saat dilahirkan ? apakah ada BBLR?

Riwayat tumbuh kembang


- Bagaimana dengan napsu makan anak? Berkurang atau
bertambah ?
- Apakah anak sudah dapat berbicara dengan baik ?
- Apakah anak sudah dapat berjalan pada jari kaki?
- Apakah anak dapat berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga ?

Riwayat penyakit dahulu


- Apakah sebelumnya pernah mengalami penyakit seprtin ini
sebelumnya?
Riwayat keluarga
- Apakah ada saudara yang menderita penyakit seperti ini?
Lingkungan
- Bagaimana keadaan kebersihan di sekitar rumah ?

Status gizi
- Apakah anak mendapatkan gizi yang cukup?
- Apakah terjadi penurunan berat badan pada anak ?
Riwayat berpergian dan kontak
- Apakah sebelum demam anak pernah berpergian ke daerah yang
endemis terhadap penyakit malaria, DBD ?
- Apakah di lingkungan sekitar anak terdapat orang dengan riwayat
batuk yang kronis?( misalnya TBC )

Hipotesis Peyebab

Neoplasma
Neoplasma yang di duga terjadi pada anak ini adalah keganasan darah
leukemia. Leukemia menekan fungsi sumsum tulang , meyebabkan
kombinasi dari anemia, leucopenia, trombositopenia. Leucopenia pada
pada anak ini menyebabkan anak ini mudah terkena infeksi.
Selain itu keluhan tidak mau berjalan pada anak disebabkan oleh
karena aktivitas dari leukosit yang mendesak sehingga mengakibatkan
pernipisan kortex dan menimbulkan nyeri apabila terkena periosteum.
Anemia aplastik
Merupakan gangguan hematopoisis yang ditandai oleh penurunan
produksi eritroid, myeloid dan megakariosit dalam sumsum tulang
dengan akibat adanya pansitopenia pada darah tepi. Gejala yang
didapatkan biasanya anak tampak pucat dengan berbagai gejala
anemia lain. Tapi pada pemeriksaan fisik umumnya tidak dijumpai
pembesaran limpa, hepar dan kelenjar getah bening.
Infeksi
Demam pada anak ini mungkin juga diakibatkan karena terjadinya
infeksi. seperti adanya TBC yang salah satu cirinya adalah demam yang
kronik.

Sessi 1

Lembar 2

Demam

Demam naik turun sejak 1 bulan yang lalu, demam tidak terlalu tinggi ,
dapat turun sampai normal bila di beri obat penurun panas.

Riwayat pengobatan

Sudah 3 kali ke dokter , tetapi demam muncul lagi apabila obat habis
dan kadang-kadang disertai batuk pilek.
Nafsu makan tidak menurun
Anak semakin pucat sejak 1 minggu terakhir
Muncul ptekie di tangan dan kaki.
Sejak 2minggu terakhir anak tidak mau jalan dan menangis.
Tidak ditemukan bengkak dan trauma
Riwayat tumbuh kembang

Sebelum sakit riwayat perkembangan normal , nafsu makan baik, sudah


bisa bicara .

Riwayat keluarga

Anak dari 2 bersaudara , kakaknya sehat.

Pamannya meninggal 2 tahun yang lalu karena kanker paru

Tidak ada riwayat tertular penyakit

-malaria - TBC

- DBD

Status Umum

Keadaan umum : lemah, pucat > anemia


Kesadaran : kompos mentis
Tanda vital

Nadi : 114x/menit teratur, isi cukup (160-


140x/menit ) N

Pernapasan : 32x/menit (20-30x/menit)


N

Suhu : 38,1 0C

Tekanan darah : 100/60 (102/55mmHg)


N
Status Gizi

Bb : 12 kg

Tb : 95 cm

Skor Z 14,6-12/ 14,6-13,0= 2,6/1,6 = 1,6 (gizi baik)

Pemeriksaan Masalah
konjungtiva dan mukosa mulut Anemia
pucat
Kelenjar servikal dan inguinal Limfadenopati
teraba multiple 1-1,5 cm
Tidak nyeri tekann dan mudah di
gerakan
Hepar teraba 4 cm dibawah arcus Hepatomegali
costae
Dan 3 cm di bawah proc.
Xiphoideus
Lien di schuffner 3 * Spenomegali

Ptekie di dada dan di keempat Trombositopenia


ekstremitas
* Garis Schuffner : garis yang menghubungkan titik pada arcus kosta kiri dengan umbilicus dan
garis diteruskan sampai SIAS kanan yang merupakan titik VIII , garis ini digunakan untuk
menyatakan pembesaran limpa.

Status lokalis

Tidak ada pembengkakan sendi

Akral hangat

perfusi baik
Laboratorium

Pemeriksaan lab yang di anjurkan :

- Lab darah lengkap


- SADT
- Fungsi hati (SGPT/SGOT)
- Fungsi ginjal
- APPT dan PTT
- Sediaan sumsum tulang

Diagnosis sementara : leukemia akut

Diagnosis banding : demam berdarah

: anemia aplastik

: gangguan mieloproliferatif

Patofisiologi demam
Demam mengacu pada peningkatan suhu tubuh sebagai akibat dari infeksi
atau peradangan. Sebagai respon terhadap invasi mikroba, sel-sel darah
putih tertentu mengeluarkan suatu zat kimia yang dikenal dengan pirogen
endogen , yang memiliki banyak efek untuk melawan infeksi dan juga
bekerja pada pusat termoregulasi hipotalamus untuk meningkatkan
thermostat. Hipotalamus sekarang mempertahankan suhu di titik patokan
baru dan bukan disuhu normal. Contohnya pirogen endogen menaikan
patokan 38,90C , hipotalamus merasa bahwa suhu normal prademam
0
sebesar 37 C terlalu dingin, maka akan timbul menggigil untuk
meningkatkan produksi panas. Selain itu terdapat juga vasokonstriksi
pembuluh darah untuk mengurangi pengeluaran panas. Kedua mekanisme
tersebut mendorong suhu naik

Mengeluark