Anda di halaman 1dari 21

ACARA I

PENCANDRAAN TANAMAN

A. Hasil Pengamatan
Tanaman Padi (Oryza sativa)
a. (Palembang) b. (IR 64) c. (Ciherang)
1. Batang

2. Daun
3. Bunga

4. Buah
Tanaman Cabai (Capsicum sp.)
a. (Keriting) b. (Rawit)
1. Batang

2. Daun
3. Bunga

Sumber:satriamadangkara.com Sumber:satriamadangkara.com
4. Buah

Sumber:satriamadangkara.com Sumber:satriamadangkara.com

Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum)


a. (CLN) b. (A 175) c. (B 52)
1. Batang
2. Daun
3. Bunga

Sumber:indonesian.cri.cn
Sumber:
commons.wikimedia.or
g

4. Buah

Sumber:www.lintangsore.com

B. Pembahasan
Pencandraan atau pertelaan adalah teknik penggambaran sifat-sifat tumbuhan dalam
tulisan verbal yang dapat dilengkapi dengan gambar, data penyebaran, habitat, asal-usul,
manfaat dari golongan tumbuhan yang dimaksud. Pertelaan golongan (takson) tumbuh dapat
pada tingkat suku (familia), marga (genus), jenis (spesies), dan dibawah tingkat jenis yaitu
anak jenis (sub jenis), varitas (varietas), dan forma (Issirep,2005).
Pencandraan merupakan proses awal klasifikasi. Yang dilakukan dalam proses ini
adalah identifikasi makhluk hidup satu dengan makhluk yang lainnya. Pencandraan
digunakan untuk mengamati tingkah laku, bentuk morfologi, anatomi dan fisiologi pada
makhluk hidup (Dzul,2005)
Pencandraan tanaman memiliki keterkaitan dengan tiga gatra pemuliaan tanaman yaitu
variabilitas,seleksi dan hibridisasi. Variabilitas tanaman terbentuk karena adanya variasi sifat
yang dimiliki oleh tanaman yang besar kecilnya tergantung pada jenis tanaman.
Variasi sifat tanaman ada 2 yaitu :
1. Variasi kontinyu
Variasi yang timbul karena adanya perbedaan keadaan luar dimana tanaman tumbuh.
Variasi ini bukan sifat yang diwariskan, tetapi variasi disebabkan faktor lingkungan
sehingga menyebabkan faktor ekologi yang berbeda-beda untuk masing-masing
lingkungan (inheritable variation).
2. Variasi diskontinyu
Variasi ini timbul karena adanya faktor keturunan yang tidak sama dan faktor ini
diwariskan kepada generasi berikutnya (heritable variation).
Dengan banyaknya variabilitas maka kemungkinan semakin banyaknya varietas-
varietas unggul dan tidak unggul. Sehingga diperlukan seleksi dalam pemuliaan tanaman
untuk mendapatkan varietas unggul guna meningkatkan kualitas dan kuantitas suatu jenis
tanaman serta untuk membedakan keragaman yang ada pada tingkat spesies.
Langkah-langkah dalam pencandraan tanaman yaitu pertama memilih jenis tanaman
yang ingin di candra. Selanjutnya mengamati morfologi tanaman yang sudah ditentukan.
Langkah selanjutnya mengambil data-data tanaman yang diamati seperti jenis
daun,bunga,batang dan buah. Berdasarkan data yang didapat maka di buat candra tanaman.
Pencandraan tanaman dapat membantu dalam menguji kemurnian suatu benih.
Kemurnian suatu benih dinilai berdasarkan sifat-sifat morfologi yang tampak, ini langkah
awal di dalam penyediaan benih bermutu yang bertujuan mendapatkan varietas unggul tahan
terhadap hama dan penyakit dan adaptif terhadap lingkungan tumbuh.
Kegiatan pencandraan/pendiskripsian mengenai sifat tanaman penting karena semakin
beragamnya jenis atau varietas dari suatu tanaman. Selain itu, adanya pencandraan tanaman
akan memudahkan para pemulia tanaman dalam merakit varietas-varietas yang baru karena
data tentang sifat yang diperlukan telah tersedia. Pencandraan mengenai suatu varietas dari
suatu jenis tanaman sangat penting diketahui sebelum melakukan tindakan selanjutnya pada
bidang pemuliaan tanaman (Budi,2008).

PADI
Padi (Oryza sativa L.)merupakan salah satu serealia yang paling penting di dunia.Padi
termasuk dalam famili rumput-rumputan atau Poaceae. Padi merupakan tanaman semusim
semi akuatik dan dapat pula dibudidayakan sebagai tanaman tahunan dengan cararatooning.
Sifat-sifat yang menjadi karakter tanaman padi secara umum antara lain umur tanaman, tinggi
tanaman, bentuk tanaman, kerebahan, potensi hasil, serta ketahanan terhadap cekaman faktor
biotik maupun abiotik. Selain itu, dibedakan pula padi berdasarkan lahan yang digunakan,
yaitu padi sawah, padi gogo, padi rawa, dan padi lahan pasang surut. Adapun klasifikasi
botani tanaman padi adalah sebagai berikut (Chang dan Bardenas, 1976) :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monotyledonae
Keluarga : Gramineae (Poaceae)
Genus : Oryza
Spesies : Oryza spp.
Morfologi tanaman padi secara ringkas adalah sebagai berikut :
Biji
Biji padi tersusun atas karopsis dan sekam yang menutupnya. Kariopsis terutama terdiri
dari embrio dan endosperm. Sekam biji padi berupa lemma dan palea. Beberapa varietas
padi memiliki bulu di ujung lemma, disebut varietas bulu, sedangkan varietas dengan
lemma yang tak berbulu disebut varietas cere. Panjag biji berkisar antara 5 mm hingga di
atas 7,5 mm. Tipe endosperm, butir mengapur, panjang beras pecah kulit, bobot 100 butir,
aroma, warna kulit ari beras, kadar amilosa, kebeningan, perbandingan elongasi, panjang
biji, lebar biji, dan ketebalan biji merupakan karakter yang menunjukkan kualitas biji.

Akar
Akar tanaman padi berupa serat, bercabang, dan memiliki bulu-bulu akar. Akar seminal
padi akan hilang seiring bertumbuhnya akar serabut padi. Akar padi terletak pada
kedalaman 20-30 cm.
Batang
Batang padi disebut culm, tesusun oleh ruas-ruas yang terpisah oleh buku. Batang padi
biasanya terdapat di dalam tanah. Dari buku-buku padi, tumbuh anakan padi. Beberapa
sifat yang dapat dibedakan pada batang padi di antaranya adalah sudut batang, diameter
ruas batang bawah, warna ruas batang, serta ketegaran batang.
Daun
Daun padi berbentuk helaian yang memanjang seperti pita dengan pelepahnya
menyelubungi batang. Sifat-sifat yang dapat dibedakan pada daun padi di antaranya adalah
panjang daun, lebar daun, permukaan daun, sudut daun, sudut daun bendera, warna leher
daun, warna telinga daun, warna buku daun, warna helaian daun, warna pelepah daun,
panjang lidah daun, warna lidah daun, bentuk lidah, jumlah anakan, dan sebagainya.
Malai
Malai padi merupakan kumpulan dari bunga-bunga padi (spikelet) yang muncul dari buku
paling atas batang padi. Sifat-sifat yang dapat dibedakan dari malai padi adalah
kemampuan keluarnya malai, panjang malai, tipe malai, cabang malai sekunder, poros
malai, dan sebagainya.
Bunga padi
Bunga padi merupakan suatu karangan, bunganya satu-satu dan malainya bertangkai
panjang. Bunga keluar seluruhnya dari daun bendera dalam waktu 24 jam. Munculnya
malai dari boting berlangsung 5 hingga 15 hari. Bunga padi berkelamin dua, pada tiap
bunga terdapat daun kelopak kecil dan dua mahkota yang disebut lemma dan palea.
Terdapat enam benang sari dan dua putik di dalam satu kelopak bunga. Warnanya berkisar
antara putih hingga lembayung. Beberapa karakteristik yang menjadi pembeda pada bunga
padi di antaranya adalah warna kepala putik, warna lema dan palea,warna lemma steril,
panjang lemma sterl, warna ujung gabah, panjang bulu, dan warna kepala putik.
Praktikum Pencandraan tanaman digunakan tiga varietas padi, yaitu padi ciherang,
padi IR 64, dan padi Palembang. Morfologi padi IR 64 adalah sebagai berikut, tinggi
tanaman 130 cm dengan pemunculan malai malai keluar dan leher sedang, warna antosianin
pada buku ada dan ruas tidak ada. Panjang helai daun sedang 41-60 cm, lebar helai daun 1-
1,5 cm, permukaan daun sedang, sudut daun bendera tegak, telinga daun (ligule) ada, warna
telinga daun tidak berwarna, warna buku daun hijau, warna helaian daun hijau, lidah daun
(auricle) ada, bentuk lidah daun runcing, warna lidah tidak berwarna, warna putik kuning,
tipe malai sedang, malai semi tegak, warna lemma dan palea kuning jerami, bulu ujung gabah
ada, warna bulu ujung gabah putih,distribusi bulu ujung sepanjang malai, panjang biji sangat
panjang (>7,5 mm), dan lebar biji 3 mm.
Morfologi padi Palembang sebagai berikut, tinggi tanaman 86 cm dengan pemunculan
malai malai keluar, leher keluar, warna antosianin pada buku dan pada ruas tidak ada.
Panjang helai daun pendek 21-40 cm, permukaan daun berambut, sudut daun bendera tegak,
telinga daun (ligule) tidak ada, warna telinga daun tidak berwarna, warna buku daun hijau,
warna helaian daun hijau tua, lidah daun (auricle) ada, bentuk lidah daun runcing, lidah daun
tidak berwarna, warna putik putih, tipe malai sedang, malai semi tegak, warna lemma dan
palea kuning jerami, bulu ujung gabah ada, warna bulu ujung gabah putih,distribusi bulu
ujung hanya bagian atas, panjang biji sangat panjang (>7,5 mm), dan lebar biji 3 mm.
Morfologi padi ciherang yang dicandra pada praktikum ini adalah sebagai berikut,
tinggi tanaman 89,5 cm dengan pemunculan malai, yaitu malai dan leher keluar, pada buku
batang terdapat warna antosianin dan pada ruas batang tidak terdapat warna antosianin.
Panjang helai daun pendek 21-40 cm, lebar helai daun 1 cm, pada permukaan daun tidak
berambut / sedang, sudut daun bendera tegak, telinga daun (ligule) tidak ada, warna buku
daun hijau. Warna helaian daun hijau tua, lidah daun (auricle) ada, bentuk lidah daun
runcing, lidah daun tidak berwarna, warna putik putih, tipe malai sedang, malai semi
merunduk, bulu ujung gabah ada, warna bulu ujung gabah putih, panjang biji sangat panjang
(>7,5 mm), dan lebar biji 3 mm.
Berdasarkan data pecandraan di atas didapatkan bahwa morfolologi tanaman padi
ciherang memiliki postur yang lebih besar daripada padi situbagendit dan IR64. Pada padi
ciherang dengan postur yang paling tinggi mampu menghasilkan hasil panen yang paling
tinggi dibanding padi situbagendit dan IR64. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian(2009,)padi ciherang dapat memproduksi hingga 5-7ton, padi IR64 5ton dan padi
situbagendit hanya mampu memproduksi padi 3-5ton. Berdasar hasil produksi masing-
masing varietas padi tersebut maka pada padi yang memiliki postur yang lebih besar maka
hasil panennya juga lebih banyak.

CABAI
Cabai (Capsicum sp.) berhabitat asli di Amerika Tengah yaitu Panama dan menyebar ke
daerah/negara lainnya. Tanaman cabai dapat tumbuh pada semua tekstur tanah dan dipupuk.
Tanahnya lembab, dengan drainase yang baik. Toleran dengan pH tanah 4,3-9,7.Buahnya
bagus dan tumbuh baik di bawah sinar matahari yang penuh, naungan dapat menyebabkan
pertumbuhan terganggu dan justru akan berkompetisi dengan gulma. Tanaman cabai dapat
tumbuh di daerah dengan curah hujan tahunan 30-430 cm dengan elevasi dekat pantai sampai
2000 m dpl. Tanaman ini tidak tumbuh dengan suhu di bawah 7 C. Tanaman cabai dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Subkelas : Metachlamidae
Ordo : Tubiflora
Famili : Solanaceae
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annum L.
Capsicum frutescens L.
Cabai merupakan tanaman semusim yang menyelesaikan siklus hidupnya dalam satu
musim tanam. Akar tanaman cabai terdiri atas akar tunggang (akar primer), akarlateral, dan
serabut-serabut akar yang panjangnya bervariasi tergantung keadaan tanah dan varietas.
Batang dan cabang tanaman yang sudah dewasa umumnya berkayu sedangkan yang masih
muda tidak. Daunnya berbentuk oval sampai bulat telur lanset dan ukurannya bervariasi.
Bunganya berwarna putih kehijauan sampai putih kekuningan dengan anther berwarna biru,
ungu, atau kuning. Buahnya berwarna merah atau merah-oranye dengan ujung buah pointed
atau bulat memanjang. Bijinya berwarna kuning kecoklatan.Tanaman cabai berbunga dan
berbuah sekitar umur 3 bulan dan akan terus berbunga dan berbuah sampai tanamannnya
mati. Penyerbukannya secara terbuka (Open polinated) dibantu oleh angin dan serangga.
Ciri-ciri morfologis tanaman cabai keriting(Capsicum annuum) dan cabai rawit
(Capsicum frustecen) adalah sebagai berikut:

a. Cabai keriting(Capsicum annuum)


Akar
Perakaran tanaman cabai cukup kuat, terdiri atas akar tunggang, akar cabang, dan akar
serabut.Jika tanaman tumbuh menahun, panjang akar dapat mencapai satu meter ke
dalam tanah.
Batang
Batang tanaman cabai besar licin, berkayu pada bagian pangkal, tegak, dapat
mencapai ketinggian 50 cm- 150 cm, dan membentuk banyak percabangan di atas
permukaan tanah sehingga habitus tanaman relatif rimbun pada saat daun-daun
tanaman masih muda. Warna batang hijau hingga keunguan, tergantung varietasnya.
Daun
Tanaman cabai besar berdaun tunggal sederhana.Daun terletak berselang dan tidak
memiliki daun penumpu.Bentuk daun bulat telur dengan ujung meruncing, berlengkuk
dangkal hingga dalam, dan kadang-kadang ada yang berlekuk majemuk. Panjang daun
berkisar antara 5 cm-12 cm, lebar 1.5 cm-4 cm, dan panjang tangkai daun berkisar
antara 1 cm-1.25 cm. Daun berwarna hijau hingga keunguan, tergantung varietasnya.
Bunga
Tanaman cabai besar memiliki bunga sempurna.Bunga muncul dari ketiak tangkai
daun, berkedudukan menggantung atau berdiri, dan merupakan bunga tunggal. Bunga
memiliki lima kelopak bunga yang saling berlekatan. Mahkota bunga berbentuk
seperti bintang, corong, atau terompet; bersudut 5-6; berwarna putih; dan berdiameter
8 mm-15 mm. Jumlah benang sari 5-6 buah, dengan kepala benang sari berwarna
kebiruan dan berbentuk memanjang. Kepala putik berwarna kehijauan.Bakal buah
beruang dua atau lebih.
Buah
Buah cabai besar adalah buah buni, memiliki tiga ruang, berukuran panjang atau
pendek dengan variasi ukuran antara 1 cm-30 cm, dan berbentuk bulat atau kerucut.
Pada saat masih muda buah berwarna hijau dan setelah tua berwarna merah, kuning,
atau oranye; tergantung varietasnya.
Biji
Biji cabai besar berukuran kecil (antara 3 mm-5 mm), berwarna kuning, serta
berbentuk bulat, pipih, dan ada bagian yang sedikit runcing.

b. Cabai rawit (Capsicum frustecen)


Akar
Akar tanaman Capsicum frutescens mirip dengan akar tanaman Capsicum
annum.Tanaman cabai kecil mampu hidup menahun sehingga perakarannya pun dapat
berkembang dan tumbuh kuat untuk menopang berdirinya tanaman.
Batang
tanaman cabai kecil berkayu dan dapat mencapai ketinggian 150 cm. Batang juga
membentuk banyak percabangan. Pada saat masih muda, batang berwarna hijau dan
setelah tua berwarna agak keputihan.
Daun
Daun tanaman cabai kecil berbentuk bulat telur, bagian dasar lebih lebar, dan bagian
ujung meruncing.Ukuran daun biasanya lebih kecil daripada daun tanaman cabai
besar. Panjang daun berkisar antara 1 cm-10 cm dan lebar antara 0.5 cm-5 cm.
Panjang tangkai daun berkisar antara 0.5 cm-3.5 cm. Daun berwarna hijau muda dan
permukaan daun bagian bawah berbulu.
Bunga
bunga tanaman cabai kecil terdapat pada ujung ranting, merupakan bunga tunggal,
namun kadang-kadang juga lebih. Tangkai bunga tegak, berukuran panjang antara 1.5
cm-2.5 cm, dan berwarna hijau muda. Kelopak bunga berukuran kecil, berbentuk
bintang, bersudut lima, dan berwarna hijau kekuningan. Mahkota bunga berbentuk
bintang, berwarna hijau kekuningan. Mahkota bunga berbentuk bintang, berwarna
kuning kehijauan, dan memiliki garis tengah antara 0.5 cm-1 cm. Benang sari
berjumlah lima buah, tegak, dengan kepala benang sari berwarna ungu.
Buah
Buah cabai kecil berukuran kecil, panjang antara 1 cm-3 cm dan garis tengah antara
0.5 cm-1 cm. Buah berbentuk kerucut, bagian ujung meruncing, berdiri tegak, dan
bertangkai agak panjang. Buah muda berwarna hijau atau kekuningan dan setelah tua
berwarna kuning kemerahan, oranye, atau putih kekuningan, serta mengkilap.

Biji
Biji cabai kecil berukuran kecil, berwarna kuning kecokelatan, dan berasa
pedas.Setiap buah cabai kecil biasanya berisi lebih dari 10 biji (Saraswati dkk, 2012).

Praktikum pecandraan ini menggunakan dua varietas tanaman cabai, yaitu cabai rawit
dan cabai keriting.Cabai rawit (Capsicum frutescens) memiliki morfologi sebagai berikut,
tinggi tanaman 25 cm dengan habitus tegak. Warna batang hijau dengan diameter batang 10
mm. Warna daun hijau, bentuk daun agak bulat telur, panjang daun 5 cm, dan lebar daun 3,5
cm. Umur mulai berbunga 35-60 hari setelah tanam, orientasi bunga menggantung, warna
mahkota bunga putih dan ungu , warna kotak sari biru keunguan, warna tangkai sari hijau,
posisi stigma terhadap anter diatas, umur mulai berbuah 65 HST, warna buah muda hijau, dan
warna buah masak hijau dan oranye-merah.
Cabai keriting (Capsicum annum) memiliki morfologi sebagai berikut, tinggi tanaman
30 cm dengan habitus tegak. Warna batang hijau dengan diameter batang 15 mm. Warna daun
hijau, bentuk daun lanset (bulat telur, runcing), panjang daun 8,5 cm, dan lebar daun 3 cm.
Umur mulai berbunga 70-80 hari setelah ditanam, orientasi bunga menggantung, warna
mahkota bunga putih, warna kotak sari violet, warna tangkai sari hijau, dan posisi stigma
terhadap anter di atas, umur mulai berbuah 105-110 HST, warna buah muda hijau tua, dan
warna buah masak merah tua.
Berdasarkan data yang diperoleh dari pecandraan tersebut dapat diketahui bahwa pada
tanaman cabai keriting secara morfologi ukurannya lebih tinggi dan besar, hal tersebut dapat
dikarenakan faktor pertumbuhan yang mendukung dan varietas cabai keriting memang lebih
besar postur tanamannya. Selain itu, antara buah cabai rawit dan cabai keriting juga lebih
besar cabai keriting meskipun tingkat kepedasan cabai tersebut justru lebih tinggi pada cabai
rawit dibanding cabai keriting meskipun ukurannya lebih kecil. Jadi, pada cabai kualitas buah
belum tentu ditentukan pada ukuran besar-kecilnya.

TOMAT
Tanaman tomat berasal dari Amerika tropis, ditanam sebagai tanaman buah di ladang
dan ditemukan sebagai tanaman liar pada ketinggian 1000-1600mdpl. Tanaman tomat
merupakan tanaman yang tidak tahan hujam, sinar matahri terik dan menghendaki tanah yang
gembur dan subur. Adapun klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotylodenae
Ordo : Tubiflorae
Famili : Solanaceae
Genus : Lycopersicum
Spesies :Lycopersicum esculentum Mill./ Syn; Licopersicon
licopersicum Mill.
Tanaman tomat terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan biji. Tinggi tanaman tomat
mencapai 2-3 meter.Daunnya yang berwarna hijau dan berbulu mempunyai panjang sekitar
20-30 cm dan lebar 15-20 cm. Daun tomat ini tumbuh di dekat ujung dahan atau cabang.
Sementara itu, tangkai daunnya berbentuk bulat memanjang sekitar 7-10 cm dan ketebalan
0.3-0.5 cm. Batang muda berbentuk bulat dan teksturnya lunak, tetapi setelah tua batangnya
berubah menjadi bersudut dan bertekstur keras berkayu. Ciri khas batang tomat adalah
tumbuhnya bulu-bulu halus di seluruh permukaanya.Akar tanaman tomat berbentuk serabut
yang menyebar ke segala arah.Kemampuannya menembus lapisan tanahnya terbatas, yakni
pada kedalaman 30-70 cm.Bunga tanaman tomat berwarna kuning dan tersusun dalam
dompolan dengan jumlah 5-10 bunga per dompolan atau tergantung dari varietasnya. Kuntum
bunganya terdiri dari lima helai daun kelopak dan lima helai mahkota. Pada serbuk sari bunga
terdapat kantong yang letaknya menjadi satu dan membentuk bumbung yang mengelilingi
tangkai kepala putik.Bunga tomat dapat melakukan penyerbukan sendiri karena tipe
bunganya berumah satu.Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan terjadi
penyerbukan silang.Buah tomat berbentuk bulat, bulat lonjong, bulat pipih, atau oval.Buah
yang masih muda berwarna hijau muda sampai hijau tua.Sementara itu, buah yang sudah tua
berwarna cerah atau gelap, merah kekuning-kuningan, atau merah kehitaman.Selain warna-
warna di atas ada juga buah tomat yang berwarna kuning.Biji tomat berbentuk pipih, berbulu,
dan diselimuti daging buah.Warna bijinya ada yang putih, putih kekuningan, ada juga yang
kecokelatan.Biji inilah yang umumnya dipergunakan untuk perbanyakan tanaman.
Praktikum Pecandraan pada tanaman tomat digunakan tiga galur tomat, yaitu galur
B52, galur A175, dan galur CLN. Morfologi tanaman tomat galur CLN adalah sebagai
berikut, tinggi tanaman 61 cm, dan tipe tumbuh determinate. Pewarnaan anthocyanin pada
ruas tiga teratas pada batang tidak ada, jumlah buku pada batang (khusus determinate) 10,
diameter batang 12 cm. Tipe daun menyirip, warna daun hijau, panjang daun 4 cm, lebar
daun 2,4 cm, intensitas warna hijau daun sedang. Ukuran buah kecil, bentuk buah lonjong,
bentuk ujung buah rata, warna buah muda hijau, warna buah masak kuning. Tomat galur
CLN yang dicandra belum berbunga.
Morfologi tomat galur A175 adalah sebagai berikut, tinggi tanaman 22,5 cm dan tipe
tumbuh determinate. Pewarnaan anthocyanin pada ruas tiga teratas pada batang tidak ada,
jumlah buku pada batang (khusus determinate) 8, diameter batang 14 mm. Tipe daun
menyirip, warna daun hijau, panjang daun 8,75 cm, lebar daun 5 cm, intensitas warna hijau
daun hijau tua. Tomat galur A175 yang dicandra belum berbunga dan berbuah.
Morfologi tanaman tomat galur B52 memiliki tinggi tanaman 72 cm, tipe tumbuh
Determinate. Pewarnaan anthocyanin pada ruas tiga teratas pada batang tidak ada / lemah,
jumlah buku pada batang (khusus determinate) 17, diameter batang 13 mm. Tipe daun
menyirip oval memanjang , panjang daun 7 cm, lebar daun 3 cm, intensitas warna hijau daun
sedang. Ukuran buah panjang 5,5 cm dan lenar 5 cm, bentuk buah oval, bentuk ujung buah
rata, warna buah muda hijau. Tomat galur B52 yang dicandra belum berbunga.
Berdasarkan data pecandraan di atas didapat bahwa tanaman tomat varietas B52
memiliki postur yang lebih tinggi dibandingkan tomat varietas CLN dan A175. Berdasar
morfologi ukuran tanaman yang tomat memiliki nilai oroduksi yang lebih besar daripada
tomat yang memiliki postur lebih kecil sehingga tanaman tomat varietas B52 akan memiliki
nilai hasil produksi yang paling tinggi. Hal tersebut dipengaruhi kekuatan tanaman dalam
menopang buah, apabila tanaman tomat semakin besar maka daya topang tanaman terhadap
buah tomat pun semakin besar, sehingga nilai produksi buah tomat akan lebih banyak pada
varietas B5 karena posturnya yang paling besar.

C.
1. PADI
KARAKTERISTIK/
VARIETAS VARIETAS 1 VARIETAS 2 VARIETAS 3
Nama varietas IR 64 Palembang Ciherang
Batang
1. Tinggi tanaman (cm) 130 86 89,5
Malai keluar, malai Malai dan
2. Pemunculan malai
sedang Malai dan leher keluar leherkeluar
3. Warna antosianin pada
buku Tidak ada Tidakada Tidakada
4. Warna antosianin pada
ruas Tidak ada tidakada Tidakada
Daun
5. Panjang helai daun Sedang (41-60cm) pendek(21-40cm) pendek(21-40cm)
6. Lebar helai daun (cm) 1-1,5 1
7. Permukaan daun Sedang berambut Tidak berambut
8. Sudut daun bendera Tegak tegak Tegak
9. Telinga daun (ligule) Ada Tidak ada Tidak ada
10. Warna telinga daun Tidak berwarna Tidak berwarna
11. Warna buku daun Hijau Hijau Hijau
12. Warna helaian daun Hijau Hijau daun Hijau tua
13. Lidah daun (autoricle) Ada Ada Ada
14. Bentuk lidah daun Runcing Runcing Runcing
15. Warna lidah daun Tidak berwarna Tidak berwarna Tidak berwarna
Bunga
16. Warna putik Kuning Putih Putih
17. Tipe malai Sedang Sedang Sedang
18.malai Semi tegak Semi-tegak merunduk
Buah
19. Warna lemma dan palea Kuning jerami Kuning jerami
20. Bulu ujung gabah Ada Ada Ada
21. Warna bulu ujung gabah Putih Putih Putih
22. Distribusi bulu ujung
Sepanjang malai Hanya bagian atas
gabah
sangatpanjang Sangat panjang Sangat panjang
23. Panjang biji
(>7,5mm) (>7,5mm) (>7,5mm)
24. Lebar biji (mm) 3 3 3

2. TOMAT

KARAKTERISTIK/ GALUR GALUR 1 GALUR 2 GALUR 3


Nama galur B52 CLN A175
Karaktertanaman
1. Tinggi tanaman (cm) 72 61 22,5
2. Tipe tumbuh Determinate Determinate Determinate
Batang
3. Pewarnaan anthocyanin pada tiga ruas
Tidak ada Tidak ada Tidak ada
teratas
4. Jumlah buku pada batang( khusus
determinate) 17 10 8
5. Diameter batang (mm) 13 12 14
Daun
Menyirip oval
6. Tipe daun Menyirip Menyirip
memanjang
7. Warna daun Hijau muda Hijau Hijau
8. Panjang daun 7 cm 4 cm 8,75 cm
9. Lebar daun 3 cm 2,4 cm 5 cm
10. Intensitas warna hijau sedang Sedang Hijau tua
Bunga
11. Umur berbunga
12. Orientasi bunga
13. Warna bunga
14. Bulu pada putik
Buah
p= 5,5cm
15. Ukuran buah
l=5 cm Kecil
16. Bentuk buah Oval lonjong
17. Bentuk ujung buah Meruncing Rata
18. Warna buah muda Hijau Hijau
19. Warna buah masak Kuning

3. CABAI
VARIETAS 2
KARAKTERISTIK/ VARIETAS VARIETAS 1
Nama varietas Keriting Rawit
KarakterTanaman
1. Tinggitanaman (cm) 30 cm 25 cm
2. Habitus Tegak Tegak
Batang
3. Warnabatang Hijau Hijau
4. Diameter batang (mm) 15 mm 10 mm
Daun
5. Warnadaun Hijau Hijau
6. Bentukdaun Lanset (bulat telur, runcing) Agak bulat telur
7. Panjangdaun (cm) 8,5 5
8. Lebardaun (cm) 3 3,5
Bunga
70-80 HST 35-60 HST
9. umurmulaiberbunga (Redaksi Agro Media, 2008) (Darmawan dkk., 2014)
Menggantung Menggantung
10. orientasibunga (Redaksi Agro Media, 2008) (Latif dkk., 2014)

Putih Putih, Ungu


11. warnamahkotabunga (Redaksi Agro Media, 2008) (Latif dkk., 2014)
Violet Biru keunguan
12. warnakotak sari (Redaksi Agro Media, 2008) (Redaksi Agro Media, 2008)
13. Warnatangkai sari
Diatas Diatas
14. Posisi Stigma terhadapanter (Redaksi Agro Media, 2008) (Redaksi Agro Media, 2008)
105-110 HST 65 HST
15. Umurmulaiberbuah (hst) (Redaksi Agro Media, 2008) (Redaksi Agro Media, 2008)
Buah
Hijau tua Hijau
16. Warn buah muda (Redaksi Agro Media, 2008) (Redaksi Agro Media, 2008)
Merah tua Hijau, Oranye-merah
17.Warna buah masak (Redaksi Agro Media, 2008) (Redaksi Agro Media, 2008)
D.
Kesimpulan

Pecandraan dilakukan dengan mengamati komoditas-komoditas dengan varietas


yang berbeda meliputi aspek botani tanaman yaitu keragaman tanaman, batang, daun,
buah dan bunga. Pembeda karakter antar varietas terletak pada ukuran tanaman seperti
pada padi dan tomat, sedangkan pada cabai terletak pada perbedaan daun dan umur mulai
berbunga.
Daftar Pustaka

Budi. 2008. Deskripsi varietas Baru. IPB : Bogor


Chang, T.T and E. A. Bardenas. 1976. The morphology and Varietal Characteristics of
the Rice Plant. Technical Bulletin 4. The International Rice Research Institute.
Los Banos, Philipines
Dzul, A. 2001. Prosedur Deskripsi Varietas Baru. Universitas Brawijaya : Malang
Issirep, S. 2005, Struktur dan Perkembangan Tumbuhan, Departemen Pendidikan
Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Jakarta.
Lampiran