Anda di halaman 1dari 2

ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder)

Pengertian
Atteintion Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan
gangguan pemusatan perhatian dan gangguan konsentrasi, impulsivitas yaitu bicara semaunya
tanpa memikirkan akibat, dan melakukan gerakan yang tidak mempunyai tujuan yang jelas dan
disertai dengan hyperaktif.
Jika didefinisikan secara umum, Atteintion Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) menjelaskan
kondisi anak-anak yang memperlihatkan ciri-ciri atau gejala kurang konsentrasi, hiperaktif dan
impulsive yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan sebagian besar aktivitas hidup
mereka.faktor penyebabnya gen, deficit neurotransmitter, perkembangan otak yang abnormal,
lingkungan.
2) Epidemiologi

Studi di dunia menunjukan prevalensi dari penyakit ADHD berkisar 5.29%(dengan tingkat
kepercayaan 95%) pada anak dan remaja. Lebih tinggi mengenai laki laki dari pada
perempuan,dan pada anak di bawah 12 tahun dibandingkan dengan remaja.
C. Anamnesis
1) Ada riwayat keluarga yang mengalami ADHD

2) Anak lahir dengan premature atau mengalami hambatan saat kelahiran


3) Anak pernah mengalami serangan penyakit seperti virus saat kecil
4) Anak sulit berfokus pada satu hal
5) Anak hiperaktif dan tidak bisa diam
6) Anak beersikap implusif
7) Anak tidak sabar, sering memaksakan kehendak (misalnya dalam percakapan atau permainan)

D. Pemeriksaan objektif dan Penunjang


1) Pemeriksaan Objektif
a) Tes kognitif : pasien belum mampu berkomunikasi
b) Tes interpersonal : pasien tidak ingin
c) Tes intrapersonal : pasien tidak mampu bekerjasama
2) Tes kemampuan fungsional dan lingkungan aktivitas
a) Kemampuan fungsional : tergantun individu pasien
b) lingkungan aktivitas :
Di dalam rumah : keluarga mendukung / tidak kesembuhan pasien.
Di luar rumah : pasien dapat berinteraksi / tidak dengan orang-orang di lingkungan luar rumah
c) Tes reflex primitive
3) Pemeriksan penunjang
a) PET (Positron Emision Tomography) : Terdapat penurunan aliran darah sereberal dan kecepatan
metaboisme di daerah lobus frontalis anak-anak ADHD.
b) EEG : memperlihatkan jumlah gelombang-gelombang lambat yang bertambah banyak
c) Kriteria diagnostik DSM-IV TR : (+)

E. Penegakan diagnosa
Kesulitan konsentrasi dan bersikap implusif serta hiperaktif, akibat kesalahan pada otak (deficit
neurotransmitter/perkembangan otak yang abnormal), sehingga menghmbat interaksinya dengan
lingkungan.
F. Rencana Penatalaksanaan
1) Tujuan
a) Meningkatkan tingkat konsentrasi
b) Meningkatkan kemandirian pasien
c) Meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar dengan
baik
2) Prinsip terapi
a) Sensori integrasi
b) Senso motor
c) Di buat seperti bermain namun tetap memperhatikan kebutuhan anak
d) Melihat keluhan lain pada anak
3) Konseling-Edukasi
Memberikan edukasi (Edufeedback). Berdasarkan penelitian terbaru tentang otak, bahwa otak
manusia akan selalu dapat beradaptasi dan berkembang terhadap rangsangan yang diberikan
sepanjang hidupnya (teori plastisitas).
Di rumah anak harus tetap di latih perhatianya / konsentrasi agar selalu terpusat dan terkontrol
sehingga anak dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik.
Konseling diberikan kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk
menemukan cara yang lebih baik untuk menangani perilaku yang menggangu dan
untuk mendorong perubahan perilaku. Anak ADHD membutuhkan bimbingan dan
pemahaman dari orang tua dan guru, sehingga mereka dapat mencapai potensi dan
keberhasilan baik di rumah maupun di sekolah.

Anda mungkin juga menyukai