Anda di halaman 1dari 44

PERCOBAAN 1

PENGUKURAN RESISTANSI BELITAN


GENERATOR DC

1.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa
a. Dapat mengukur resistansi belitan jangkar dan belitan kutup bantu
b. Dapat mengukur resistansi belitan kumparan medan

1.2. Dasar teori


Genenerator DC shunt pada umumnya mempunyai 3 macam belitan yaitu :
a. Kumparan jangkar (armature winding)
b. Kumparan bantu (auxiliary pole winding )
c. Kumparan medan (excititation winding )
Besarnya resistansi kumparan tersebut perlu diketahui untuk keperluan perhitungan
efisiensi konvensional dan tegangan jatuh pada kumparan. Kumparan jangkar dan
kumparan kutup bantu tersambung secara seri, sedangkan kumparan medan tersambung
pararel dengan kumparan jangkar. Dalam keadaan berbeban arus beban mengalir melalui
kumparan jangkar sehingga menyebabkan drop tegangan pada rangkaian tersebut. Agar
drop tegangan pada kumparan ini kecil, maka resistansinya dibuat kecil. Sedangkan nilai
resistansi kumparan medan cukup besar, sehingga bisa dihubungkan pararel dengan output
dari generator. Dalam pengukuran resistansi ini harus dilakukan dalam keadaan dingin
artinga temperaturnya sama dengan temperatur ruangan.
Untuk maksud ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Pengukuran langsung dengan ohm meter
b. Metoda Volt-ampere
Dalam percobaan ini aka dilakukan pengukuran menggunakan metoda Volt-ampere
dengan sumber arus searah. Jika suatu resistor dialiri arus, maka pada kedua ujung dari
terminalnya akan terdapat beda tegangan. Dengan mengukur besarnya arus dan
tegangannya, maka besarnya resistansi dapat dihitung dengan mudah.

1
Teknik Energi - Polban Percobaan 1 - 2

1.3. Prosedur percobaan


A. Pengukuran resistansi kumparan jangkar dan resistansi kumparan bantu
a. Buat rangkaian seperti pada gambar 1-1.
b. Set kontrol pengatur tegangan pada posisi nol dan reostat pada posisi maksimum.
c. Atur sumber tegangan sesuai petunjuk instruktur
d. Baca dan catat meter-meternya
e. Ulangi pengukuran sampai 5 kali dengan sumber yang berbeda dan catat penunjukan
meter-meternya.

0-225V DC
1.5 A V
V

Gambar 1-1.Rangkaian pengukuran resistansi belitan jangkar

0-225V DC
1.5 A V

Gambar 1-2.Rangkaian pengukuran resistansi belitan medan

B. Pengukuran resistansi kumparan medan


a. Buat rangkaian seperti pada gambar 1-2.
b. Ulangi langkah-langkah seperti poin A.
c. Ulangi pengukuran sampai 5 kali dan catat setiap kali perubahan
d. Matikan sumber
Teknik Energi - Polban Percobaan 1 - 3

Tabel 1-1. Pengukuran resistansi belitan jangkar dan belitan kutup bantu
No A (amper) V (volt) V (volt)

Tabel 1-2. Pengukuran resistansi belitan medan


No A (amper) V (volt)

1.4. Alat yang digunakan


a. Amperemeter
b. Volt meter
c. Reostat

1.5. Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan
a. Buat grafik hubungan antara tegangan dan arus dari data anda
b. Hitung besarnya resistansi masing-masing belitan
c. Apa kesimpulan anda

B. Tugas dikumpul sebelum praktikum


a. Sebutkan : macam, fungsi dan ciri masing-masing belitan yang saudara ketahui
b. Jelaskan kenapa pengukuran resistansi harus dilakukan pada kondisi dingin
PERCOBAAN 2
KARAKTERISTIK PEMAGNETAN
GENERATOR DC

2.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa :
a. Dapat membuat karakteristik pemagnetan
b. Dapat menentukan besarnya resistansi kritikal
c. Dapat menjalakan generator DC pada kondisi beban kosong

2.2. Dasar teori


Karakterisrik pemagnetan merupakan grafik yang menunjukan hubungan anatar fluksi
yang dihasilkan pada kutup utama yang merupakan fungsi dari arus penguat. Dalam
parktek pengukuran fluksi sulit dilakukan sehingga dalam hal ini yang dilakukan adalah
membuat grafik :
E0 = f (Iex)
Pada pecobaan ini pengukuran dilakukan putaran konstan, sehingga yang mempengaruhi
tegangan keluaran hanya arus penguat saja.
E0 :Tegangan yang diinduksikan oleh generator dalam keadaan tanpa beban
Iex : Arus eksitasi yang diberikan ke kumparan medan.
Karakteristik ini diperlukan untuk menentukan titik kerja dari suatu mesin.

E0(V)
naik
turun

Rata-rata

4
Teknik Energi - Polban Percobaan 2 - 5

Dari kedua grafik tersebut dapat dicari nilai rata-ratanya dengan membuat garis
ditengahnya.
Grafik tersebut diperoleh pada kecepatan ratednya, dan apabila hal ini tidak
memungkinkan dapat dihitung dengan transformasi yang sederhana yaitu :

E1/N1 = E2/N2 dimana V0 = E = C N


Sehingga :
V1/N1 = V2/N2 atau V2 = V1 x N2/N1
Dengan demikian V2 berbanding langsung dengan perbandingan putarannya.
Dari karakteristik pemagnetan tersebut dapat dianalisa beberapa tegangan
maksimum yang dapat dihasilkan oleh generator shunt apabila resistansi belitan
shunnya diketahui besarnya. Demikian pula nilai dari resitansi kriticalnya seperti
terlihat pada grafik dibawah ini :

E0 (V)

Rcritis
Rexitasi
E0 = f (IF)

iex
Teknik Energi - Polban Percobaan 2 - 6

2.3. Alat yang digunakan


a. Volt meter
b. Ampere meter
c. Reostat

2.4. Prosedur percobaan


a. Buat rangkaian seperti pada gambar 2-1.
b. Set kontrol sbb :
Voltage regulator pada posisi nol
Reostat pada posisi maksimum
c. Jalankan motor pada kecepatan ratednya
d. On-kan power supply eksitasi
e. Naikan sedikit demi sedikit arus eksitasi sampai tegangan keluaran generator
nominal dan catat meter-meterannya.
f. Stelah tegangan keluaran generator nominal turunkan arus penguatan dan catat
untuk setiap kali perubahan.

400 V DC V
50 A M G

A A

400 V DC
10 A 0 : 225 V DC
1,5 A

Gambar 2-1. Rangkaian percobaan 2


Teknik Energi - Polban Percobaan 2 - 7

Tabel 2-1 Data karakteristik pemagnetan


No Eo (Volt) Iex (A)
Naik turun

2.5. Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan
a. Buat grafik hubungan antara Iex dan E
b. Dari percobaan tersebut apa yang dapat anda simpulkan
c. Hitung besarnya E untuk Iex nominal
d. Tentukan besarnya resistansi kritikal

B. Tugas dikumpulkan sebelum praktikum


a. Apa yang dimaksud dengan resistansi kritical
b. Jelaskan prinsip kerja dari generator DC shunt
c. Kenapa pada saat arus eksitasi diturunkan ke posisi nol (Kurva descending )
terletak diatas kurva ascending? Jelaskan
d. Apa yang dimaksud dengan komutasi? jelaskan
PERCOBAAN 3
PENGUKURAN RUGI BESI DAN RUGI MEKANIK
GENERATOR DC

3.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
a. Dapat menghitung besarnya rugi besi generator DC
b. Dapat menghitung besarnya rugi mekanik generator DC

3.2. Dasar teori


Rugi-rugi yang ada pada generator DC antara lain :
a. Rugi tembaga
b. Rugi besi
c. Rugi mekanik
d. dll
Rugi-rugi ini sangat penting untuk diketahui dan diperlukan untuk menghitung
besarnya effisiensi dari generator. Untuk menentukan besarnya rugi mekanik dan
rugi besi dapat dilakukan dengan cara pengujian motor penggerak dan pengujian
pada generatornya sendiri.

Rugi mekanik
Rugi ini disebabkan oleh bagian-bagian yang berputar dari mesin. Besarnya rugi
mekanik ini dianggap tetap dalam kondisi beban penuh maupun beban nol. Hanya
mesin dengan kapasitas besar yang ada perubahan apabila beban berubah.

Rugi besi
Rugi ini disebabkan adanya fluksi bolak-balik pada inti besi yang mengakibatkan
rugi histerisis dan arus eddy. Besarnya rugi ini sangat tergantung dari kualitas

8
TeknikEnergi - Polban Percobaan 3 - 9

bahan magnet yang digunakan. Pada operasi kondisi jenuh besarnya rugi besi ini
konstan. Untuk mengetahui besarnya rugi-rugi tersebut dilakukan dengan cara:

a. Pengujian motor penggerak


Pengujian ini dilakukan hanya untuk motor penggeraknya saja (tanpa dikopel
dengan generator). Dalam pengujian ini daya input motor merupakan rugi-rugi
total motor. Pengujian dilakukan pada putaran nominal dan diperoleh:
Pm = V x I

Setelah motor dikopel dengan generator (tanpa eksitasi ) dengan catatan


beroperasi pada kondisi yang sama diperoleh :

Pm = V x I
Sehingga :
Pm - Pm = rugi mekanik generator

b. Pengujian generator beban nol


Pada pengujian ini (dengan kondisi yang sama ) diperoleh :

Pm = V x I
Sehingga :
Pm - Pm = rugi besi pada generator

3.3. Alat yang digunakan


a. Ampere meter
b. Volt meter
c. Tachometer
d. Reostart
Teknik Energi - Polban Percobaan 3 - 10

3.4. Prosedur percobaan


a. Buat rangkaian seperti gambar 3-1.
b. Set kontrol sbb :
Voltage regulator posisi nol
Reostart jangkar maksimal dan medan pada posisi minimal
Reostat eksitasi generator maksimum
Lepaskan kopling motor dan generator
c. Jalankan motor pada kecepatan nominal dan catat meter-meternya
d. Matikan motor dan pasang kembali kopling serta jalankan dengan kondisi
yang sama dengan c (generator tanpa eksitasi ) dan catat meter-meternya
e. Masukan eksitasi pada generator dan atur sampai tegangan keluaran nominal
dan catat meter-meternya
f. Matikan generator motor set.
I
A

400 V A
DC M G

A A

400 V 0:250 V DC
DC
Gambar 3-1. rangkaian percobaan 3
Teknik Energi - Polban Percobaan 3 - 11

3.5. Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan :
a. Hitung besarnya rugi mekanik dan rugi besi
b. Apa kesimpulan yang anda peroleh

B. Tugas dikumpulkan sebelum praktikum


a. Sebutkan rugi-rugi lain yang terjadi pada generator
b. Apa yang mempengaruhi besarnya rugi-rugi tersebut, jelaskan !
c. Kenapa dalam percobaan tersebut dibuat pada kondisi yang sama , jelaskan !
PERCOBAAN 4
KARAKTERISTIK LUAR
GENERATOR DC SHUNT

4.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
a. Dapat mengoperasikan generator DC dengan benar
b. Dapat menggambarkan karakteristik luar generator DC Shunt.
c. Dapat menjelaskan pengaruh beban terhadap karakteristik generator DC shunt

4.2. Dasar teori


Karakteristik luar merupakan grafik yang menunjukan hubungan antara tegangan
terminal dengan arus beban. Secara matematik dapat dituliskan :
V = f (I) n, iex = c
Hubungan ini dapat diperoleh dalam kondisi putaran dan arus eksitasi yang tetap.
Seperti yang kita ketahui bahwa kumparan jangkar mempunyai resistansi,
sehingga apabila arus yang mengalir pada kumparan bertambah, maka drop
teganganya juga akan bertambah pula. Hal ini menyebabkan tegangan terminal
generator akan semakin turun dengan bertambahnya beban. Penurunan ini antara
lain disebabkan oleh:
Resistansi kumparan jangkar
Pengaruh reaksi jangkar
Secara grafis dapat digambarkan sbb:

Grafik 4-1. grafik karakteristik luar

12
Teknik Energi - Polban Percobaan 4 - 13

Dari grafik tersebut terlihat bahwa dengan bertambahnya arus beban tegangan
terminal generator semakin turun.

4.3. Alat yang digunakan


a. Volt meter
b. Ampere meter
c. Reostat
d. Beban resistif

4.4. Prosedur percobaan


a. Buat rangkaian seperti pada gambar 4-1
b. Jalankan motor pada kecepatan nominal
c. Atur arus eksitasi generator sehingga tegangan keluaran generator nominal
dan catat meter-meternya.
d. Atur beban sesuai petunjuk dan catat meter-meternya pada setiap kali I
perubahan beban
A
e. Matikan sumber
A
A

V
400 V
DC M G

400 V
DC
Gambar 4-1. Rangkaian percobaan 4
TeknikEnergi - Polban Percobaan 4 - 14

Tabel 4-1. Data Karakteristk luar generator DC shunt


Putaran (n) = rpm, arus eksitasi = A
No I (Amper) V (Volt)

4.5. Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan
a. Buat grafik hubungan antara tegangan dan arus beban untuk generator
penguatan bebas dan shunt dalam satu koordinat
b. Apa kesimpulan dari percobaan yang anda lakukan

B. Tugas dikumpulkan sebelum praktikum


a. Jelaskan apa yang menyebabkan tegangan semakin turun dengan
bertambahnya beban
b. Terangkan mengapa dalam percobaan ini harus dilakukan pada putaran dan
arus eksitasi yang konstan
PERCOBAAN 5
KARAKTERISTIK LUAR
GENERATOR DC PENGUATAN BEBAS

5.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
a. Dapat mengoperasikan generator DC dengan benar
b. Dapat menggambarkan karakteristik luar generator penguatan bebas.
c. Dapat menjelaskan pengaruh beban terhadap karakteristik generator DC
penguatan bebas.

5.2. Dasar teori


Karakteristik luar merupakan grafik yang menunjukan hubungan antara tegangan
terminal dengan arus beban. Secara matematik dapat dituliskan :
V = f (I) n, iex = c
Hubungan ini dapat diperoleh dalam kondisi putaran dan arus eksitasi yang tetap.
Seperti yang kita ketahui bahwa kumparan jangkar mempunyai resistansi,
sehingga apabila arus yang mengalir pada kumparan bertambah, maka drop
teganganya juga akan bertambah pula. Hal ini menyebabkan tegangan terminal
generator akan semakin turun dengan bertambahnya beban. Penurunan ini antara
lain disebabkan oleh:
Resistansi kumparan jangkar
Pengaruh reaksi jangkar
Secara grafis dapat digambarkan sbb:

Grafik 5-1. grafik karakteristik luar

15
Teknik Energi - Polban Percobaan 5 - 16

Dari grafik tersebut terlihat bahwa dengan bertambahnya arus beban tegangan
terminal generator semakin turun.

5.3. Alat yang digunakan


a. Volt meter
b. Ampere meter
c. Reostat
d. Beban resistif

5.4. Prosedur percobaan


a. Buat rangkaian seperti pada gambar 5-1
b. Jalankan motor pada kecepatan nominal
c. Atur arus eksitasi generator sehingga tegangan keluaran generator nominal
dan catat meter-meternya.
d. Atur beban sesuai petunjuk dan catat meter-meternya pada setiap kali I
perubahan beban
A
e. Matikan sumber

400 V V
DC M G

400 V
0 : 225 V DC
DC
1,5 A
Gambar 5-1. Rangkaian percobaan 5
Teknik Energi - Polban Percobaan 5 - 17

Tabel 5-1 Karatkteristk luar generator DC penguatan bebas


Putaran (n) = rpm, arus eksitasi = A
No I (Amper) V (Volt)

5.5. Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan
a. Buat grafik hubungan antara tegangan dan arus beban untuk generator
penguatan bebas dan shunt dalam satu koordinat
b. Apa kesimpulan dari percobaan yang anda lakukan

B. Tugas dikumpulkan sebelum praktikum


a. Jelaskan apa yang menyebabkan tegangan semakin turun dengan
bertambahnya beban
b. Terangkan mengapa dalam percobaan ini harus dilakukan pada putaran dan
arus eksitasi yang konstan
PERCOBAAN 6
KARAKTERISTIK PENGATURAN
GENERATOR DC SHUNT

6.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
a. Dapat mengoperasikan generator DC dengan benar
b. Dapat menggambarkan karakteristik pengaturan generator DC shunt.
c. Dapat menjelaskan pengaruh beban terhadap karakteristik pengaturan
generator DC penguatan shunt.

6.2. Dasar teori


Karakteristik pengaturan merupakan grafik yang menunjukan hubungan antara
arus beban dan arus eksitasi pada kondisi tegangan terminal dan putaran yang
konstan.
Secara matematis dapat dituliskan sbb:
I = f (Iex) v, n = c
Dalam keadaaan berbeban tegangan terminal generator semakin turun dengan
bertambahnya beban. Untuk menghindari hal tersebut ada 2 hal yang dapat
dilakukan yaitu :
menambah putaran
menambah arus penguat
Namun dalam hal ini putaran dibuat konstan, sehingga hanya arus penguat sebagai
variabelnya. Seperti terlihat dalam grafik di bawah ini :

18
Teknik Energi - Polban Percobaan 6 - 19

V1 = konstan
iex
V2 = konstan

V3 = konstan

In
Grafik 6-1. karakteristik pengaturan

6.3. Alat yang digunakan


a. Ampere meter
b. Volt meter
c. Reostat

6.4. Prosedur percobaan


a. Buat rangkaian seperti pada gambar 4-1.(sama dengan rangkaian karakteristik
luar generator DC shunt)
b. Putar generator pada kecepatan nominalnya
c. Atur arus penguat generator sehingga tegangan terminal generator pada
ratednya
d. On-kan beban dan catat meter-meterannya
e. Atur beban, demikian pula arus penguat sehingga tegangan terminalnya
konstan. Perlu diingat bahwa pada setiap kali perubahan beban tegangan
keluaran dijaga konstan, dan catat penunjukan meter-meternya
f. Ulangi langkah-langkah tersebut sesuai petunjuk instruktur
g. Matikan generator shunt
Teknik Energi - Polban Percobaan 6 - 20

Tabel 6-1 Data karaketistik pengaturan generator DC shunt


Putaran (n) = rpm, V = Volt
No Iex (Amper) I (Amper)

6.5. Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan
a. Buat grafik karakteristik pengaturan untuk generator DC shunt dan penguatan
bebas dalam satu koordinat
b. Apa kesimpulan yang anda peroleh dari percobaan tersebut

B. Tugas dikumpulkan sebelum praktikum


a. Mengapa tegangan terminal dibuat konstan
b. Apa yang dimaksud dengan pengaturan tegangan ini
PERCOBAAN 7
KARAKTERISTIK PENGATURAN
GENERATOR DC PENGUATAN BEBAS

7.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
a. Dapat mengoperasikan generator DC dengan benar
b. Dapat menggambarkan karakteristik pengaturan generator DC penguatan
bebas.
c. Dapat menjelaskan pengaruh beban terhadap karakteristik pengaturan
generator DC penguatan bebas.

7.2. Dasar teori


Karakteristik pengaturan merupakan grafik yang menunjukan hubungan antara
arus beban dan arus eksitasi pada kondisi tegangan terminal dan putaran yang
konstan.
Secara matematis dapat dituliskan sbb:
I = f (Iex) v, n = c
Dalam keadaaan berbeban tegangan terminal generator semakin turun dengan
bertambahnya beban. Untuk menghindari hal tersebut ada 2 hal yang dapat
dilakukan yaitu :
menambah putaran
menambah arus penguat
Namun dalam hal ini putaran dibuat konstan, sehingga hanya arus penguat sebagai
variabelnya. Seperti terlihat dalam grafik di bawah ini :

21
Teknik Energi - Polban Percobaan 7 - 22

V1 = konstan
iex
V2 = konstan

V3 = konstan

In
Grafik 7-1. karakteristik pengaturan

7.3. Alat yang digunakan


a. Ampere meter
b. Volt meter
c. Reostat

7.4. Prosedur percobaan


a. Buat rangkaian seperti pada gambar 5-1.(sama dengan rangkaian karakteristik
luar generator DC penguatan bebas)
b. Putar generator pada kecepatan nominalnya
c. Atur arus penguat generator sehingga tegangan terminal generator pada
ratednya
d. On-kan beban dan catat meter-meterannya
e. Atur beban, demikian pula arus penguat sehingga tegangan terminalnya
konstan. Perlu diingat bahwa pada setiap kali perubahan beban tegangan
keluaran dijaga konstan, dan catat penunjukan meter-meternya
f. Ulangi langkah-langkah tersebut sesuai petunjuk instruktur
g. Matikan generator shunt
Teknik Energi - Polban Percobaan 7 - 23

Tabel 7-1. Data karakteristik pengaturan generator DC penguatan bebas


Putaran (n) = rpm, V = Volt
No Iex (Amper) I (Amper)

7.5. Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan
a. Buat grafik karakteristik pengaturan untuk generator DC shunt dan penguatan
bebas dalamsatu koordinat
b. Apa kesimpulan yang anda peroleh dari percobaan tersebut

B. Tugas dikumpulkan sebelum praktikum


a. Mengapa tegangan terminal dibuat konstan
b. Apa yang dimaksud dengan pengaturan tegangan ini
PERCOBAAN 8
PENGUKURAN RESISTANSI BELITAN
MOTOR DC SHUNT

8.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa
a. Dapat mengukur resistansi belitan jangkar dan belitan kutup bantu
b. Dapat mengukur resistansi belitan kumparan medan

8.2. Dasar teori


Pada motor DC shunt pada umumnya terdapat 3 macam belitan yaitu :
d. Kumparan jangkar (armature winding)
e. Kumparan bantu (auxiliary pole winding )
f. Kumparan medan (excititation winding )
Besarnya resistansi kumparan tersebut diperlukan dalam perhitungan efisiensi
konvensional dan tegangan jatuh pada kumparan. Kumparan jangkar dan
kumparan kutup bantu tersusun secara seri, sedangkan kumparan medan tersusun
pararel dengan kumparan jangkar. Dalam keadaan berbeban arus beban mengalir
melalui jangkar jangkar sehingga terdapat drop tegangan pada rangkaian tersebut.
Agar drop tegangan pada kumparan ini kecil, maka resistansinya dibuat kecil.
Sedangkan nilai resistansi kumparan medannya besar, sehingga bisa
dihubgungkan pararel dengan output dari generator. Dalam pengukuran resistansi
ini harus dilakukan dalam keadaan dingin artinga temperaturnya sama dengan
temperatur ruangan. Untuk maksud ini dapat dilakukan dengan cara :
a. Pengukuran langsung dengan ohm meter
b. Metoda Volt-ampere
Namun dalam pengukuran ini menggunakan metoda Volt-ampere dengan sumber
arus searah. Jika suatu resistor dialiri arus, maka pada kedua ujung dari

24
Teknik Energi -Polban Percobaan 8 - 25

terminalnya akan terdapat beda tegangan. Dengan mengukur besarnya arus dan
tegangannya, maka besarnya resistansi dapat dihitung dengan mudah.

8.3. Alat-alat yang digunakan


a. Amperemeter
b. Volt meter
c. Reostat

8.4. Prosedur percobaan


A. Pengukuran resistansi kumparan jangkar dan resistansi kumparan bantu
a. Buat rangkaian seperti pada gambar 8-1.
b. Set kontrol pengatur tegangan pada posisi nol dan reostat pada posisi
maksimum.
c. Atur sumber tegangan sesuai petunjuk instruktur
d. Baca dan catat meter-meternya
e. Ulangi pengukuran sampai 5 kali dengan sumber yang berbeda dan catat
penunjukan meteran-meterannya.

V
V

Gambar 8-1.Rangkaian pengukuran resistansi belitan jangkar


Teknik Energi -Polban Percobaan 8 - 26

Gambar 8-2.Rangkaian pengukuran resistansi belitan medan

B. Pengukuran resistansi medan


a. Buat rangkaian seperti pada gambar 8-2.
b. Ulangi langkah-langkah seperti poin A.
c. Ulangi pengukuran sampai 5 kali dan catat setiap kali perubahan
d. Matikan sumber

Tabel 9-1. Data pengukuran resistansi belitan jangkar dan belitan kutup bantu
No A (amper) V (volt) V (volt)

Tabel 9-2. Data pengukuran resistansi belitan medan


No A (amper) V (volt)
Teknik Energi -Polban Percobaan 8 - 27

8.5. Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan
a. Buat grafik hubungan antara tegangan dan arus dari data anda
b. Hitung besarnya resistansi masing-masing belitan
c. Apa kesimpulan anda

B. Tugas dikumpul sebelum percobaan


a. Apa yang disebut dengan resistansi critical
b. Sebutkan : macam, fungsi dan ciri masing-masin
c. g belitan yang saudara ketahui
d. Jelaskan kenapa pengukuran resistansi harus dilakukan pada kondisi dingin
PERCOBAAN 9
PENGUKURAN RUGI BESI DAN MEKANIK
MOTOR DC SHUNT

9.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
Dapat mengukur rugi besi
Dapat mengukur rugi mekanik

9.2.Dasar Teori
Rugi-rugi yang terjadi pada motor DC antara lain:
a. Kerugian Mekanik
Kerugian terjadi pada saat mesin berputar, berupa kerugian gesekan pada bearing
dan ventilasi

b. Kerugian Besi
Terjadi pada bagian rotor, berupa kerugian histerisis dan kerugian eddy curent
(arus eddy)

c. Kjerugian tembaga
Pada beban kosong arus yang mengalir pada kumparan jangkar sangat kecil jika
dibanding dengan kondisi berbeban, sehingga kerugian ini dapat diabaikan.
Gambar kurva karakteristik kerugian pada beban kosong

28
Teknik Energi - Polban Percobaan 10 - 29

Pabs
P = f (V02)
P = f (V0)

B
A V
Grafik 9-1. rugi besi dan mekanik

AB = kerugian mekanik
BC = Kerugian besi
N = nn = putaran nominal

9.3. Alat yang digunakan


a. Volt meter
b. Ammeter
c. R mula jangkar
d. R mula eksitasi
e. Tachometer
f. Autotrafo
g. Modul dioda penyearah

9.4.Prosedur percobaan
a. Hubungkan rangkaian seperti pada gambar 9-1.
b. Onkan saklar power supply eksitasi
c. Onkan supply jangkar dan atur melalui autotrafo sampai tegangan nominal
Teknik Energi - Polban Percobaan 10 - 30

d. Turunkan tegangan suppy motor melalui autotrafo dan atur eksitasi sehingga
putaran nominal
e. Catat penunjukan alat ukurnya
f. Ulangi langkah-langkah diatas sampai tegangan supply jangkar setengah dari
nominal.
g. Bereskan peralatan

V M

400 V
DC

Gambar 9-1. Rangkaian percobaan 9


Teknik Energi - Polban Percobaan 10 - 31

9.5.Tugas dan pertanyaan


A. Pertanyaan
a. Buat grafik P = f (V) dari data percobaan dan analisa
b. Mengapa kerugian besi dan kerugian mekanik dianggap tetap walaupun terjadi
perubahan beban, berikan alasan saudara
c. Mengapa pada percobaan ini tegangan sumber tidak boleh lebih kecil dari
50% tegangan nominal
d. Hitung besarnya rugi mekanik dan rugi besi pada saat tegangan supply
nominal

B. Tugas dikumpul sebelum percobaan


a. Apa yang dimaksud dengan kerugian mekanik, terangkan dengan jelas
b. Apa yang dimaksud dengan kerugian besi, terangkan dengan jelas
c. Bagaimana memisahkan kerugian mekanik dan kerugian besi
PERCOBAAN 10
KARAKTERISTK MOTOR DC SHUNT

10.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
a. Dapat mengoperasikan motor DC shunt dengan benar
b. Dapat menggambarkan karakteristik motor DC shunt
c. Dapat membandingkan karaktreristik motor DC seri,shunt dan penguatan
bebas

10.2. Dasar teori


Motor listrik merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Aksi ini didasarkan
pada prinsip bahwa apabila sebuah kumparan yang dialiri arus dan diletakkan
didalam medan magnet maka pada kumparan tersebut akan mendapat gaya
F =BxIxL
Dengan arah sesuai dengan aturan Flemming.
Mesin DC konstruksi nya secara dasar tidak ada perbedaan dengan generator DC,
karena mesin DC dapat dioperasikan baik sebagai motor maupun generator.
Ditinjau dari penguatannya motor DC dibedakan atas
a. Penguatan terpisah
b. Penguatan sendiri
Penguat shunt
Penguat seri
Penguat compound, dll IL

if Ia

V
Rf
M Ra

32
Teknik Enegi - Polban Percobaan 10 - 33

Gambar 10-1. Motor DCshunt

Macam-macam karakteristik penting dari pergerakan motor adalah :


karakteristik momen : T = f (Ia) ; T = f (n)
karakteristik putaran : n = f ( Ia)
karakteristik efesiensi : = f (POUT)

Grafik 10-1.memperlihatkan karakteristik motor DC seri,shunt dan penguatan


bebas

n T seri

bebas shunt

shunt

seri

Ia Ia

grafik 10-1. karakteristik motor DC

10.3. Alat yang digunakan


a. Amper meter
b. Voltmeter
c. Tachometer
d. Torka meter

10.4. Prosedur percobaan


a. Buat rangkaian seperti gambar 10-2.
b. Tahanan asut jangkar pada posisi maksimum
c. On-kan saklar sumber ke motor dan segera atur tahanan asut jangkar pada
posisi minimum
d. Atur putaran sampai 3000 rpm
Teknik Enegi - Polban Percobaan 10 - 34

e. Atur arus eksitasi generator sehingga diperoleh tegangan keluaran nominal


f. Atur beban sesuai petunjuk instruktur dan catat meter meter pada motor
penggerak untuk setiap kali perubahan beban
g. Matikan motor dan bereskan. A

400 V V
DC G
M

0 : 225 V DC A
1,5 A

Gambar 10-2. rangkaian percobaan 10

Tabel 10-1 Data kartakteristik motor DC penguat shunt

NO N(rpm) Ia (A) T (N)


1
2
3
4
5
Teknik Enegi - Polban Percobaan 10 - 35

10.5. Tugas dan pertanyaan.


A. Pertanyaan
a. Hitung efisiensi ()
b. Gambar grafik = f (POUT)
c. Gambar grafik T = f (Ia) ; T = f (n) ; n = f (Ia)
d. Analisa hasil percobaan saudara

B. Tugas dikumpul sebelum percobaan


a. Terangkan cara menjalankan motor dc shunt dan pengaturan putaran
b. Terangkan dengan jelas rugi-rugi yang terjadi pada motor dc
c. Apa fungsi dari tahanan asut jangkar dan medan,jelaskan
d. Jelaskan prinsipkerja motor DC shunt
e. Jelaskan prinsip kerja dan cara menjalankan motor DC penguat bebas
PERCOBAAN 11
KARAKTERISTIK MOTOR DC PENGUATAN BEBAS

11.1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
a. Dapat mengoperasikan motor DC penguatan bebas dengan benar
b. Dapat menggambarkan karakteristik motor DC penguatan bebas
c. Dapat membandingkan karaktreristik motor DC seri,shunt dan penguatan
bebas

11.2. Dasar teori


Motor listrik merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Aksi ini didasarkan
pada prinsip bahwa apabila sebuah kumparan yang dialiri arus dan diletakkan
didalam medan magnet maka pada kumparan tersebut akan mendapat gaya
F =BxIxL
Dengan arah sesuai dengan aturan Flemming.
Mesin DC konstruksi nya secara dasar tidak ada perbedaan dengan generator DC,
karena mesin DC dapat dioperasikan baik sebagai motor maupun generator.
Ditinjau dari penguatannya motor DC dibedakan atas
a. Penguatan terpisah
b. Penguatan sendiri
Penguat shunt
Penguat seri
Penguat compound, dll

36
Teknik Energi - Polban Percobaan 11 - 37

IL

Ia if

V M Rf
Ra

Gambar 11-1. Motor DC penguatan bebas

Macam-macam karakteristik penting dari pergerakan motor adalah :


karakteristik momen : T = f (Ia) ; T = f (n)
karakteristik putaran : n = f ( Ia)
karakteristik efesiensi : = f (POUT)

Grafik 11-1.memperlihatkan karakteristik motor DC seri,shunt dan penguatan


bebas

n T seri

bebas shunt

shunt

seri

Ia Ia

grafik 11-1. karakteristik motor DC


Teknik Energi - Polban Percobaan 11 - 38

11.3.Alat yang digunakan


a. Ampere meter
b. oltmeter
c. Tachometer
d. Torka meter

11.4. Prosedur percobaan


a. Buat rangkaian seperti gambar 11.2
b. Onkan saklar untuk penguatan medan motor, perhatikan ampermeter harus
menunjuk 0,56 A
c. Onkan saklar jangkar motor dan segera minimumkan rheostat
d. Atur putaran motor sampai 3000 rpm
e. Atur arus eksitasi generator sehingga tegangan keluaran nominal
f. Atur beban sesuai petunjuk instruktur dan catat meter pada setiap kali
perubahan beban
g. Matikan motor dan bereskan.

400 V DC V
50 A M G

A
A 0 : 225 V DC
400 V DC 1,5 A
10 A
Gambar 11-2. rangkaian percobaan 11
Teknik Energi - Polban Percobaan 11 - 39

Tabel 11-1 Data karakteristik motor DC penguat bebas

NO N(rpm) Ia (A) T (N)


1
2
3
4
5

11.4.Tugas dan pertanyaan.


A. Pertanyaan
a. Hitung efisiensi ()
b. Gambar grafik = f (POUT)
c. Gambar grafik T = f (Ia) ; T = f (n) ; n = f (Ia)
d. Analisa hasil percobaan saudara

B. Tugas dikumpul sebelum percobaan


a. Terangkan cara melakukan pengaturan putaran motor DC penguat bebas
b. Terangkan dengan jelas rugi-rugi yang terjadi pada motor dc
c. Mengapa arus pada belitan medan harus ada terlebih dulu
d. Apa yang terjadi jika pada saat operasi triba-tiba arus medan terputus
Teknik Enegi - Polban Percobaan 10 - 40
PERCOBAAN 12
KARAKTERISTK MOTOR DC PENGUATAN SERI

12.1.Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa:
a. Dapat mengoperasikan motor DC seri dengan benar
b. Dapat menggambarkan karakteristik motor DC seri
c. Dapat membandingkan karaktreristik motor DC seri,shunt dan penguatan
bebas

12.2.Dasar teori
Motor listrik merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Aksi ini didasarkan
pada prinsip bahwa apabila sebuah kumparan yang dialiri arus dan diletakkan
didalam medan magnet maka pada kumparan tersebut akan mendapat gaya
F =BxIxL
Dengan arah sesuai dengan aturan Flemming.
Mesin DC konstruksi nya secara dasar tidak ada perbedaan dengan generator DC,
karena mesin DC dapat dioperasikan baik sebagai motor maupun generator.
Ditinjau dari penguatannya motor DC dibedakan atas
a. Penguatan terpisah
b. Penguatan sendiri
Penguat shunt
Penguat seri
Penguat compound, dll

41
Teknik Energi Polban Percobaan 12 - 42

rf

VS
Ra M

Gambar 12-1. Motor DCseri

Macam-macam karakteristik penting dari pergerakan motor adalah :


karakteristik momen : T = f (Ia) ; T = f (n)
karakteristik putaran : n = f ( Ia)
karakteristik efesiensi : = f (POUT)

Grafik 12-1.memperlihatkan karakteristik motor DC seri,shunt dan penguatan


bebas

n T seri

bebas shunt

shunt

seri

Ia Ia

grafik 12-1. karakteristik motor DC


Teknik Energi Polban Percobaan 12 - 43

12.3.Alat yang digunakan


a. Amper meter
b. Voltmeter
c. Tachometer
d. Torka meter

12.4.Prosedur percobaan
a. Buat rangkaian seperti gambar 12-2.
b. Masukkan eksitasi generator dan atur swith beban pada posisi 3
c. Tahanan asut jangkar pada posisi maksimum
d. On-kan saklar sumber ke motor DC seri dan segera atur tahanan asut jangkar
pada posisi minimum
e. Atur beban sesuai petunjuk instruktur dan catat meter pada setiap kali
perubahan beban
f. Matikan motor dan bereskan.

400 V V
DC M G

0 : 225 V DC A
1,5 A

Gambar 12-2. rangkaian percobaan 12


Teknik Energi Polban Percobaan 12 - 44

Tabel 12-1 Data karakteristikmotor DC seri

NO N(rpm) Ia (A) T (N)


1
2
3
4
5

12.5.Tugas dan pertanyaan.


A. Pertanyaan
a. Hitung efisiensi ()
b. Gambar grafik = f (POUT)
c. Gambar grafik T = f (Ia) ; T = f (n) ; n = f (Ia)
d. Buat karakteristik motor DC shunt, seri dan penguatan bebas dalam satu
koordinat
e. Analisa hasil percobaan dan apa kesimpulan anda.

B. Tugas dikumpul sebelum percobaan


a. Terangkan cara menjalankan motor dc seri dan pengaturan putaran
b. Terangkan dengan jelas rugi-rugi yang terjadi pada motor dc
c. Mengapa motor seri tidak boleh dikopel dengan beban menggunakan V belt
d. Apa gunanya Diverter pada motor serie dan bagaimana cara pengaturannya,
terangkan dengan jelas!!
e. Mengapa motor serie ditak boleh di start tanpa beban

PERHATIAN:
MOTOR DC SERI TIDAK BOLEH DIOPERASIKAN TANPA
BEBAN