Anda di halaman 1dari 11

NAMA: FAJAR DWI

JUNIANTO
NIM : 1407111310
KELOMPOK B4
PRAKTIKUM RUGI-RUGI
ALIRAN

A. Alat dan Bahan


Alat: 1. Alat uji rugi-rugi aliran di Lab. Konversi Energi
2. Diffrential Manometer
3. Flow meter
Bahan: 1. Air

B. Prosedur kerja
1. Tutup ball valve 7 dan buka penuh ball balve 6.
2. Hidupkan pompa.
3. Buka ball valve 1 dan tutup ball valve 2, ball valve 3, ball valve 4 dan gate valve.
4. Buka ball valve 7 dan tutup ball valve 6 hingga mencapai debit yang diinginkan
(lihat tabel data untuk aliran 1).
5. Lakukan pencatatan pada tabel data untuk aliran 1.
6. Buka ball valve 2 dan tutup ball valve 1, ball valve 3, ball valve 4 dan gate valve.
7. Buka ball valve 7 dan tutup ball valve 6 hingga mencapai debit yang diinginkan
(lihat tabel data untuk aliran 2).
8. Lakukan pencatatan pada tabel data untuk aliran 2.
9. Buka ball valve 3 dan tutup ball valve 1, ball valve 2, ball valve 4 dan gate valve.
10. Buka ball valve 7 dan tutup ball valve 6 hingga mencapai debit yang diinginkan
(lihat tabel data untuk aliran 3).
11. Lakukan pencatatan pada tabel data untuk aliran 3.
12. Buka ball valve 4 dan tutup ball valve 1, ball valve 2, ball valve 3 dan gate valve.
13. Buka ball valve 7 dan tutup ball valve 6 hingga mencapai debit yang diinginkan
(lihat tabel data untuk aliran 4).
14. Lakukan pencatatan pada tabel data untuk aliran 4.
15. Buka gate valve dan tutup ball valve 1, ball valve 2, ball valve 3 dan ball valve 4.
16. Buka ball valve 7 dan tutup ball valve 6 hingga mencapai debit yang diinginkan
(lihat tabel data untuk aliran 5).
17. Lakukan pencatatan pada tabel data untuk aliran 5.

Data yang didapatkan saat praktikum


1. Hasil pengujian alat uji koefisien minor losses pada perpipaan aliran 1.
2. Hasil pengujian alat uji koefisien minor losses pada perpipaan aliran 2.

3. Hasil pengujian alat uji koefisien minor losses pada perpipaan aliran 3.
4. Hasil pengujian alat uji koefisien minor losses pada perpipaan aliran 4.

5. Hasil pengujian alat uji koefisien minor losses pada perpipaan aliran 5.
C. Pembahasan
Air =998 kg/ m3
Mercuri = 13600 kg/ m3
kecepatan gravitasi = 9,81 kg/m2
Diameter suddenly contraction, expantion = 0,0127 m
Diameter elbow 90, Y junction, ball valve, elbow 45, gate valve, T junction =
0,0254 m
Pada praktikm yang dilakukan untuk mengetahui nilai koefisien minor losses. Minor
losses adalah kerugian yang disebabkan oleh adanya belokan, sambungan, dan luas
penampang. Pada praktikum yang dilakukan minor losses yang dilakukan yaitu pada elbow
90, elbow 45, T junction, Y junction, suddenly contraction, expansion, ball valve, dan
gate valve. Nilai koefisien dari elbow 90, elbow 45, T junction, Y junction, suddenly
contraction, expansion, ball valve, dan gate valve memiliki nilai-nilai yang berbeda karena
dipengaruhi oleh luas penampang, debit air, delta H, percepatan gravitasi, dan head losses
minor. Pada saat praktikum luas penampang didapatkan dari berapa diameter pada elbow
90, elbow 45, T junction, Y junction, suddenly contraction, expansion, ball valve, dan
gate valve. Debit air yang digunakan pada saat praktikum berdasarkan pada buku panduan
praktikum, delta H didapatkan dari perbedaan tinggi antara h1 dan h2, percepatan gravitasi
sesuai standar, sedangkan head losses didapatkan dari rumus.

Rumus-rumus yang digunakan antara lain


H mercury air v 2 rata rat
hm
air 2g

hm .2 g
k
v rata rata
2

hm
Dimana rumus untuk mencari nilai didapatkan dari turunan rumus persamaan bernouli
p1 v12 p2 v2 2
z1 z2
2g 2g

Sedangakan untuk mecari nilai k didapatkan dari rumus head losses minor.
Berikut grafik dari data percobaan yang didapatkan

Grafik Suddenly Contraction 1"-1/2"


1.2
1
0.8
0.6 Grafik Suddenly
nilai k
Contraction 1
0.4
0.2
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada suddenly contraction
diameter 1/2 didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 1 dengan kecepatan 2,49267 m/s2
dan koefisien terendah ada 2 bernilai 0,55275 tetapi kecepatan berbeda yaitu 1,10785 m/s
dan 4,43142 m/s.
Expantion 1/2"-1"
1

0.8

0.6
nilai k 0.4 Expantion 1/2

0.2

0
0 1 2 3 4 5 6 7 8
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada expantion diameter
1/2 didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 0,94409 dengan kecepatan 4,43142 m/s dan
koefisien terendah bernilai 0,00185 dengan kecepatan 1,73102 m/s.

Elbow 90
20

15

10
nilai k Elbow 90

0
0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada elbow 90 diameter 1
didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 18,6792 dengan kecepatan 0,27696 m/s dan
koefisien terendah bernilai 5,86984 dengan kecepatan 0,10819 m/s.
Y junction (lurus)
20

15

10
nilai k Y junction (lurus)

0
0 0.07 0.14 0.21 0.28 0.35 0.42 0.49
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada Y junction (lurus)
diameter 1 didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 14,9024 dengan kecepatan 0,15579
m/s dan koefisien terendah bernilai 1,28995 dengan kecepatan 0,10819 m/s.

Suddenly Contraction 1"-3/4"


2

1.5

1
nilai k Suddenly Contraction 1

0.5

0
0 0.30.60.91.21.51.82.12.42.7
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada suddenly contraction
diameter 3/4 didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 1,89821 dengan kecepatan
0,34193 m/s dan koefisien terendah bernilai 0,00632 dengan kecepatan 0,49238 m/s.
Expantion 3/4"-1"
8

4
nilai k Expantion 3/4

0
0 0.3 0.6 0.9 1.2 1.5 1.8 2.1 2.4 2.7
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada Expantion diameter
3/4 didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 6,97008 dengan kecepatan 0,34193 m/s dan
koefisien terendah bernilai 1,35801 dengan kecepatan 2,31145 m/s.

Ball Valve
12
10
8
6
nilai k Ball Valve
4
2
0
0 0.09 0.18 0.27 0.36 0.45 0.54 0.63 0.72 0.81
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada ball valve diameter 1
didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 9,73412 dengan kecepatan 0,06924 m/s dan
koefisien terendah bernilai 0,10549 dengan kecepatan 0,27696 m/s.
Elbow 45
7
6
5
4
nilai k 3 Elbow 45
2
1
0
0 0.080.160.240.32 0.4 0.480.560.640.72 0.8
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada elbow 45 diameter 1
didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 5,86984 dengan kecepatan 0,10819 m/s dan
koefisien terendah bernilai 0,05374 dengan kecepatan 0,52363 m/s.

Y junction (cabang)
20

15

10
nilai k Y junction (cabang)

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada Y junction (cabang)
diameter 1 didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 15,0296 dengan kecepatan 0,10819
m/s dan koefisien terendah bernilai 0,19268 dengan kecepatan 0,62317 m/s.
Gate valve
3
2.5
2
1.5
nilai k Gate valve
1
0.5
0
0 0.090.180.27 0.360.450.540.630.720.81
v (m2/s2)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada gate valve diameter
1 didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 2,57804 dengan kecepatan 0,06924 m/s dan
koefisien terendah bernilai 0,16834 dengan kecepatan 0,21205 m/s.

T junction
10

6
nilai k 4 T junction

0
0 0.09 0.18 0.27 0.36 0.45 0.54 0.63 0.72 0.81
v (m/s)

Dari data dapat dilihat bahwa nilai koefisien terhadap kecepatan pada T junction diameter
1 didapatkan nilai koefisien tertinggi bernilai 8,34671 dengan kecepatan 0,21205 m/s dan
koefisien terendah bernilai 1,37124 dengan kecepatan 0,73136 m/s.

Dari data grafik yang didapatkan dari elbow 90, elbow 45, T junction, Y junction,
suddenly contraction, expansion, ball valve, dan gate valve, nilai keoefisien yang
didapatkan tiap debit berbeda-beda dan kecepatan yang didapat juga berbeda. Hal tersebut
terjadi akibat dari pengaruh beberapa faktor diantaranya pada saat pengaturan debit air
dibagian flow meter disini saat mengatur debit supaya konstan jarang didapatkan karena
katup pengatur debit sudah longgar, saat pembukaan kran bagian sambungan antara selang
diferensial manometer disini kran yang dilakukan saat praktikum alatnya sudah longgar,
selanjutnya pada saat posisi peletakan papan diferensial manometer tidak sejajar.

D. Kesimpulan dan saran


Kesimpulan
Dari praktikum didapatkan hasil bahwa:
1. Nilai koefisien minor losses dari elbow 90, elbow 45, T junction, Y junction,
suddenly contraction, expansion, ball valve, dan gate valve memiliki nilai yang
berbeda-beda karena dipengaruhi oleh luas penampang .
2. Pengaruh variasi kecepatan terhadap koefisien minor losses sangat berpengaruh
karena disebabkan oleh debit air yang diberikan berbeda-beda.
Saran
1. Alat pada praktikum harus diperbaiki karna alat saat praktikum tidak berjalan
dengan baik.