Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH DASAR KESEHATAN MASYARAKAT

TUGAS IX

Kelompok I

Anggota:
1. Faisal Ali Ramdhani (1606953884)
2. Friskha Margareth (1606953921)
3. Regi Widuri Nuryan Putri (1606954325)
4. Anisa Rotana (1606953663)
5. Nabila Novania Hermansyah (1606954142)
6. Syanti Puspitasari (1606954520)

S1 EKSTENSI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Sedangkan istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk
menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati
pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara
normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya
dalam kondisi sehat. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya
merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan
pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya
mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Namun
demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian. Pengertian
sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah
keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan
sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan

Upaya Kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan


meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau
masyarakat. Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri
dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan
melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu
memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Sarana
Kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya
kesehatan. Dan Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna bagi kita
semua, karena kesehatan adalah modal dasar bagi setiap orang untuk
melakukan segala aktivitas dengan baik dan maksimal.

Tenaga kesehatan adalah semua orang yang bekerja secara aktif dan
profesional di bidang kesehatan, baik yang memiliki pendidikan formal
kesehatan maupun tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan
dalam melakukan upaya kesehatan. Dalam Sistem Kesehatan Nasional
(SKN), tenaga kesehatan merupakan pokok dari subsistem SDM kesehatan,
yaitu tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan, pendidikan
dan pelatihan, serta pendayagunaan kesehatan secara terpadu dan saling
mendukung, guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya. Unsur utama dari subsistem ini adalah perencanaan,
pendidikan dan pelatihan, dan pendayagunaa tenaga kesehatan

Pendekatan yang digunakan pada abad ke-21, sehat dipandang dengan


perspektif yang lebih luas. Luasnya aspek itu meliputi rasa memiliki
kekuasaan, hubungan kasih sayang, semangat hidup, jaringan dukungan
sosial yang kuat, rasa berarti dalam hidup, atau tingkat kemandirian tertentu
(Haber, 1994). Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas
dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia
yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah :


1. Jelaskan yang dimaksud dengan profesi kesehatan dan tenaga
kesehatan?
2. Dengan mengacu pada peraturan di Indonesia, bagaimana
pengelompokan tenaga kesehatan?
3. Bagaimana peran pendidikan dan kredensial dalam pengembangan
profesi kesehatan?
4. Jelaskan hubungan antara profesi klinis dan tenaga kesehatan
masyarakat
5. Jelaskan peran tenaga kesehatan dalam pelayanan primer, sekunder
dan tersier?
6. Jelaskan bagaimana model kompensasi bagi tenaga kesehatan?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut
mengetahui dan memahami :
1 Profesi kesehatan dan tenaga kesehatan
2 Dengan mengacu pada peraturan di Indonesia, tentang pengelompokan
tenaga kesehatan
3 Peran pendidikan dan kredensial dalam pengembangan profesi
kesehatan
4 Hubungan antara profesi klinis dan tenaga kesehatan masyarakat
5 Peran tenaga kesehatan dalam pelayanan primer, sekunder dan tersier
6 Model kompensasi bagi tenaga kesehatan
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Profesi Kesehatan dan Tenaga Kesehatan


Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan
melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu
memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Asisten Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri
dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan
melalui pendidikan bidang kesehatan di bawah jenjang Diploma Tiga.
Profesi kesehatan adalah tenaga kesehatan yang dalam menjalankan
praktik harus dilakukan sesuai dengan kewenangan yang didasarkan pada
Kompetensi yang dimilikinya.

Berdasarkan UU Republik Indonesia nomor 36 tahun 2014


tentang tenaga kesehatan, yang dimaksud dengan tenaga
kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau
keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk
jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya
kesehatan. Asisten Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki
pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan bidang
kesehatan di bawah jenjang Diploma Tiga.
Pengetahuan, keterampilan dan perilaku/sikap profesional
peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan
pendidikan tinggi bidang Kesehatan diukur dengan uji kompetensi.
Setelah lulus uji kompetensi, mereka mendapatkan surat tanda
pengakuan berupa Sertifikat Kompetensi. Surat Tanda Registrasi
(STR) adalah bukti tertulis yang diberikan oleh konsil masing-
masing tenaga kesehatan kepada tenaga kesehatan yang telah
diregistrasi (pencatatan resmi yang telah memiliki Sertifikat
Kompetensi atau Sertifikat Profesi dan telah mempunyai kualifikasi
tertentu lainnya), maka dengan itu tenaga kesehatan mempunyai
pengakuan hukum sehingga dapat menjalankan praktik di seluruh
Indonesia.
Profesi kesehatan adalah tenaga kesehatan dengan bidang
kajian tertentu. Tenaga Kesehatan Masyarakat memiliki
kewenangan pada bidang kajian epidemiologi kesehatan,
entomologi kesehatan, promosi kesehatan dan ilmu perilaku,
administrasi kesehatan, biostatistika dan kependudukan, kesehatan
reproduksi dan keluarga, dan sebagainya. Sertifikat Profesi adalah
surat tanda pengakuan untuk melakukan praktik profesi yang
diperoleh lulusan pendidikan profesi.

Setiap Tenaga Kesehatan yang akan menjalankan praktik dan/atau


pekerjaan keprofesiannya wajib memiliki izin dari Pemerintah. Untuk
memperoleh izin dari Pemerintah diperlukan Surat Tanda Registrasi (STR).
STR dikeluarkan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) dan
berlaku secara nasional. Untuk memperoleh STR, Tenaga Kesehatan harus
memiliki Sertifikat Kompetensi yang diberikan kepada peserta didik setelah
dinyatakan lulus Uji Kompetensi oleh perguruan tinggi bidang kesehatan yang
memiliki izin penyelenggaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan. Uji Kompetensi diselenggarakan oleh perguruan tinggi bekerja
sama dengan MTKI. STR berlaku sejak tanggal dikeluarkan dan berakhir pada
tanggal lahir Tenaga Kesehatan yang bersangkutan di tahun kelima. STR dapat
diperpanjang setiap 5 (lima) tahun setelah memenuhi persyaratan:
a. pengabdian diri sebagai tenaga profesi atau vokasi di bidang kesehatan;
dan
b. pemenuhan kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, pelatihan,
dan/atau kegiatan ilmiah lainnya. Jumlah satuan kredit profesi untuk setiap
kegiatan ditetapkan oleh MTKI atas usulan dari organisasi profesi.
Pengabdian diri sebagai tenaga profesi di bidang kesehatan dibuktikan
dengan:
1. keterangan kinerja dari institusi tempat bekerja, atau keterangan praktik
dari kepala dinas kesehatan kabupaten/kota;
2. Surat izin Praktik atau Surat Izin Kerja; dan
3. rekomendasi dari organisasi profesi.

2. Pengelompokan Tenaga Kesehatan mengacu pada Peraturan di Indonesia


Tenaga Kesehatan dikelompokkan ke dalam:
1. Tenaga Medis;
dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis
2. Tenaga Psikologi Klinis;
psikologi klinis
3. Tenaga Keperawatan;
perawat
4. Tenaga Kebidanan;
bidan
5. Tenaga Kefarmasian;
apoteker dan tenaga teknis kefarmasian
6. Tenaga Kesehatan Masyarakat;
epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku,
pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan,
tenaga biostatistik dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi
dan keluarga.
7. Tenaga Kesehatan Lingkungan;
tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, dan mikrobiolog
kesehatan
8. Tenaga Gizi;
nutrisionis dan dietisien
9. Tenaga Keterapian Fisik;
fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupunktur
10. Tenaga Keteknisian Medis;
perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, teknisi
pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata
anestesi, terapis gigi dan mulut, dan audiologis.
11. Tenaga Teknik Biomedika;
radiografer, elektromedis, ahli teknologi laboratorium medik, fisikawan
medik, radioterapis, dan ortotik prostetik
12. Tenaga Kesehatan Tradisional;
tenaga kesehatan tradisional ramuan dan tenaga kesehatan tradisional
keterampilan.
13. Tenaga Kesehatan Lain.

3. Peran Pendidikan dan Kredensial dalam Pengembangan Profesi


Kesehatan
Dengan semakin majunya pendidikan dan berkembangnya ilmu
pengetahuan di dunia, saat ini individu dituntut untuk memiliki pendidikan
setinggi-tingginya untuk dapat bersaing di dunia kerja. Selain itu pendidikan
juga berguna sebagai bentuk pengembangan suatu profesi. Namun bukan
hanya pendidikan saja yang berperan dalam menciptakan, pemeliharaan, dan
pengembangan profesi, hal ini dapat dicapai dengan 2 pendekatan dasar ;
Akreditasi dan Kredensial. Salah satu profesi yang menggunakan pendekatan
tersebut adalah profesi kesehatan.

1. Akreditasi
Akreditasi merupakan proses pengaturan standar untuk lembaga
pendidikan dan pelatihan dan menegakkan standar-standar ini
menggunakan secara rutin terjadwal belajar-kelembagaan dan review luar.
Akreditasi digunakan oleh sebagian besar profesi kesehatan untuk
menentukan dan menegakkan harapan pendidikan. Dalam profesi
kesehatan lainnya, mata pelajaran pendidikan daerah dapat diuraikan dan
untuk menilai bagaimana menerapkan kurikulum terbaik
Sistem Akreditasi merupakan sistem dimana program studi dinilai
apakah pengelolaannya telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,
Sistem akreditasi yang dibangun harus dipercaya oleh semua pemangku
kepentingan; institusi pendidikan, organisasi profesi , pemerintah ,
mahasiswa , masyarakat pengguna dan masyarakat internasional. Harus
membangun internal quality culture (budaya mutu).
Dalam proses akreditasi terdapat beberapa tahapan yang meliputi:
a. Evaluasi diri
b. Visitasi (proses penilaian lapangan untuk melakukan validasi
antara data yang terdapat dalam borang dengan kondisi obyektif
yang ada dilapangan )
c. Laporan hasil visitasi ke kantor secretariat untuk didistribusikan ke
anggota board akreditasi
d. Pengambilan keputusan oleh anggota board:
- Akreditasi penuh
- Akreditasi dengan persyaratan
- Tidak terakreditasi
2. Kredensial
Kredensial menyiratkan bahwa individu, bukan institusi, dievaluasi.
Kredensial adalah istilah umum yang menunjukkan proses verifikasi
bahwa seseorang memiliki kualifikasi yang diinginkan atau diperlukan
untuk berlatih profesi. Kredensial sering mengambil bentuk sertifikasi.
Sertifikasi umumnya merupakan proses profesi yang dipimpin di mana
aplikasi yang telah menyelesaikan proses pendidikan yang diperlukan
mengambil ujian. Menjalankan atau pemeriksaan resmi mengarah ke
pengakuan dalam bentuk sertifikasi.
Sertifikasi juga datang untuk mendefinisikan spesialisasi dan bahkan
sub-spesialisasi dalam profesi. Berhasil menyelesaikan khusus atau
subspesialisasi pemeriksaan dapat memberikan hak seorang profesional
kesehatan untuk menyebut diri "-papan bersertifikat" sering prasyarat
untuk lisensi, yang merupakan negara fungsi pemerintah yang biasanya
membutuhkan lebih dari sertifikasi. Ini mungkin termasuk persyaratan
residensi, dll Lisensi, ketika berlaku, biasanya diperlukan untuk praktek
profesi kesehatan.
a. Tujuan Umum Kredensial
Untuk melindungi keselamatan pasien dengan memastikan bahwa staf
medis yang akan melakukan pelayanan medis dirumah sakit kredibel.
b. Tujuan Khusus
1) Mendapatkan dan memastikan staf medis yang profesional dan
akuntabel bagi pelayanan di rumah sakit;
2) Tersusunnya jenis-jenis kewenangan klinis (clinical privilege)
bagi setiap staf medis yang melakukan pelayanan medis di rumah
sakit sesuai dengan cabang ilmu kesehatan.
3) Dasar bagi kepala/direktur rumah sakit untuk menerbitkan
penugasan klinis (clinical appointment) bagi setiap staf medis
untuk melakukan pelayanan medis di rumah sakit
4) Terjaganya reputasi dan kredibilitas para staf medis dan institusi
rumah sakit di hadapan pasien, penyandang dana, dan pemangku
kepentingan (stakeholders) rumah sakit lainnya

Pengkajian Kredensial:
Kompentensi:
a. Berbagai area kompetensi sesuai standar kompetensi yang
disahkan oleh lembaga pemerintah yang berwenang untuk itu;
b. Kognitif
c. Afektif
d. Psikomotor.
e. Kompetensi fisik;
f. Kompetensi mental/perilaku; perilaku etis ( ethical standing )

4. Hubungan antara Profesi Klinis dan Tenaga Kesehatan Masyarakat


Tujuan awal dari sekolah kesehatan masyarakat adalah untuk melatih dokter,
perawat, dan profesional lainnya yang berusaha berkontribusi dalam departemen
kesehatan setempat dan negara. Selama bertahun-tahun, pendidikan kesehatan
masyarakat sering dikombinasikan dengan profesi lain. Kita hanya menyentuh
pada tiga dasar jenis profesional kesehatan: dokter, perawat, dan ahli kesehatan
masyarakat. Ada beberapa ratus jenis profesi lainnya di bidang kesehatan. Ketika
kita berpikir tentang karir di bidang kesehatan, kita harus melihat pada berbagai
profesi kesehatan, menggunakan konsep pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi
yang telah kita bahas. Untuk memahami hubungan antara besar jumlah profesi
kesehatan yang beragam, kita perlu melihat bagaimana klinis perawatan disusun
dalam perawatan primer, sekunder, dan tersier.
Kesehatan masyarakat sering dibedakan dari profesi kesehatan klinis dengan
fokus pada populasi bukan individu; pelayanan publik dari pada layanan
individual; dan pencegahan penyakit dan promosi kesehatan bukan penyakit
diagnosis dan pengobatan; serta perspektif yang luas terhadap penentu penyakit.
Namun di tingkat profesional, individu biasanya telah dikombinasikan dengan dua
pendekatan yang berpindah dari satu ke yang lain. Dokter selalu memainkan peran
kunci dalam kesehatan masyarakat. Pada tahun-tahun awal pelatihan kesehatan
masyarakat yang formal hampir abad yang lalu, sampai tahun 1960-an dan 1970-
an, gelar master of public Health (MPH) itu ditujukan terutama untuk dokter dan
perawat yang diharapkan dapat mengambil peran kepemimpinan dalam
departemen kesehatan. Sekarang ini, profesional kesehatan masyarakat datang
dari latar belakang yang jauh lebih beragam. Peran dokter dalam kesehatan
masyarakat juga jauh lebih bervariasi. Contohnya, apoteker-sekarang ini dididik
sebagai dokter farmasi atau PharmDs- memainkan peran yang semakin penting di
kesehatan masyarakat dalam memberikan pendidikan tentang obat-obatan untuk
pasien serta praktisi dan mengendalikan penyalahgunaan resep obat. Pencegahan
penyakit gigi dan gusi serta awal deteksi kanker mulut telah meningkat secara
signifikan karena perhatian dari dokter gigi dan asisten gigi.
Spesialis perawatan primer yang berfungsi sebagai garis depan pencegahan
termasuk allopathic dan osteopathic dokter, praktisi perawat, dan asisten dokter.
Keterlibatan mereka dalam screening, konseling perilaku, imunisasi, dan
penggunaan obat pencegah adalah kunci keberhasilan dari upaya ini. Dokter
perawatan primer serta dokter perawatan khusus, juga memiliki peran penting
dalam kewaspadaan terhadap penyakit baru atau perubahan penyakit terkenal;
melaporkan efek samping dari obat, vaksin, dan alat kesehatan; dan koordinasi
casefinding upaya dengan lembaga kesehatan masyarakat.
Pada pengobatan, bidang kedokteran preventif memiliki sejarah panjang.
Spesialisasi resmi ada di kesehatan masyarakat dan pengobatan pencegahan
umum, kedokteran kerja, serta sebagai obat luar angkasa. Akhirnya, semua dokter
memiliki hak dan sering bertanggung jawab untuk mengadvokasi perbaikan dalam
perawatan pasien dan dari sistem kesehatan secara keseluruhan. Sebuah spesialis
klinik khusus, seperti pediatri, advokasi merupakan tanggung jawab inti profesi.
Pekerjaan mereka telah memiliki dampak besar pada kebijakan kesehatan anak,
mulai dari pengggunaan car sea tmobil anak, advokasi untuk pediatrik perawatan
HIV / AIDS, untuk universal coverage vaksinasi masa kanak-kanak, serta
penyediaan cakupan asuransi yang komprehensif untuk anak-anak. Peran dokter
dalam kesehatan masyarakat cenderung menjadi lebih bervariasi dalam beberapa
tahun mendatang sebagai kesehatan masyarakat dan sistem kesehatan dan
lembaga menjadi lebih terkoordinasi.

5. Peran Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Primer, Sekunder dan Tersier


Pelayanan primer, sekunder dan tersier merupakan cara tradisional untuk
mengkategorikan pelayanan yang diberikan dalam sistem kesehatan.
Pelayanan primer mengacu pada penyedia kontak pertama pelayanan yang
disiapkan untuk menangani sebagian besar masalah umum pasien dalam
mencari perawatan. Pelayanan sekunder sering merujuk pada perawatan
khusus yang diberikan oleh dokter yang fokus pada satu atau sejumlah kecil
sistem organ atau jenis layanan tertentu, seperti kebidanan dan kandungan atau
anestesiologi. Pelayanan tersier atau perawatan subspesialisasi, biasanya
didefinisikan dalam hal jenis institusi dimana perawatan diberikan, seperti
Puskesmas atau lainnya. Perawatan tersier dapat juga didefinisikan dalam hal
jenis masalah yang ditujukan, seperti pusat trauma, pusat luka bakar, atau unit
perawatan intensif neonatal.
Pelayanan primer merupakan dasar dari sistem kesehatan dan sistem
perawatan primer yang kuat dipandang sebagai prasyarat untuk
memaksimalkan potensi manfaat kesehatan. Perawatan primer dianggap
sebagai domain dari dokter. Saat ini, berbagai profesional kesehatan yang
terlibat dalam pelayanan primer, serta sekunder dan tersier. Pada
kenyataannya, istilah "rumah medis" ini mulai banyak digunakan,
menunjukkan bahwa pelayanan primer semakin dipandang sebagai upaya tim.
Sekarang, hanya sekitar sepertiga dari dokter di AS memberikan pelayanan
primer. Peningkatan pelayanan primer yang diberikan oleh asisten dokter
(physician assistants) dan praktisi perawat (nurse practitioners), sebagian
besar memiliki kewenangan untuk mendiagnosa penyakit dan resep obat baik
di bawah pengawasan seorang dokter (dalam kasus asisten dokter) atau di
bawah praktik keperawatan (seperti dalam kasus praktisi perawat).
Pendekatan tim untuk pelayanan primer menjadi praktek standar.
Penting untuk memahami pelayanan primer yang ideal. Pelayanan primer
adalah kunci untuk sistem kesehatan karena merupakan pelayanan paling
utama yang diberikan dan merupakan titik masuk untuk perawatan khusus
selanjutnya. Di samping itu, pelayanan primer sangat penting untuk pemberian
layanan pencegahan klinis dan hubungan antara kesehatan dan kesehatan
masyarakat. Pelayanan primer yang ideal digambarkan menggunakan 6 Cs:
Contact (kontak), comprehensive (komprehensif), coordinated (koordinasi),
continuity (kontinuitas), caring (peduli) dan community (masyarakat).
a. Contact (kontak) menyiratkan kontak pertama dengan pasien karena
mereka mencegah untuk perawatan kesehatan.
b. Comprehensive (komprehensif) mengacu pada kemampuan praktisi
pelayanan primer atau tim pelayanan primer untuk sepenuhnya atau paling
tidak pada awalnya mengatasi masalah kesehatan.
c. Coordinated (koordinasi), berhubungan dengan konsep bahwa tim
perawatan primer harus memiliki tanggungjawab untuk menentukan
bagian dari sistem kesehatan bekerjasama untuk kebaikan pasien.
d. Continuity (kontinuitas) adalah peran tim pelayanan primer melihat
mereka untuk terus bersama dalam komponen dari sistem.
e. Caring (peduli) menyiratkan bahwa bentuk hubungan pribadi pada setiap
pasien.
f. Community (komunitas) menyiratkan bahwa pelayanan primer
menyediakan link dengan masyarakat yang lebih luas, termasuk dengan
lembaga dan layanan kesehatan masyarakat
Meskipun fakta bahwa banyak praktisi pelayanan primer terus melihat
model ini dari perawatan primer sebagai cara yang sangat diinginkan untuk
memberikan perawatan klinis, realitas sistem kesehatan saat ini menyimpang
secara substansial dari model tersebut. Tabel berikut menguraikan 6 Cs dan
menunjukkan cara bahwa sistem kesehatan saat ini berbeda dari pelayanan
primer yang ideal. Sehingga ada perbedaan besar antara perawatan primer
yang ideal dan eksekusi mereka dalam praktek. Bagian dari alasan untuk ini
dan realitas lain dari perawatan kesehatan dapat lebih dipahami dengan
melihat bagaimana para profesional kesehatan dihargai dan dikompensasi.

Tabel Ideal dan Realitas Pelayanan primes 6Cs


Pelayanan Primer yang Realitas
Ideal
Contact Titik kontak pertama Pasien memasuki sistem
dengan sistem pelayanan kesehatan melalui
pelayanan kesehatan banyak titik terputus
sebagai titik masuk termasuk: ER, spesialis, pusat
perawatan darurat, praktisi
nontradisional, dll

Comprehensive Pelayanan primer Peningkatan pesat dalam


bermaksud untuk dapat perawatan yang
mendiagnosa dan memungkinkan dan praktek
mengobati sebagian volume tinggi meningkatkan
besar masalah. proporsi masalah pasien yang
dirujuk ke spesialis.
Coordinated Pelayanan primer Dokter perawatan primer
bermaksud untuk semakin digantikan oleh
menjadi titik fokus hospitalists, yang penuh
untuk diagnosis dan waktu di rumah sakit dan
pengobatan dengan memberikan perawatan bagi
koordinasi melalui pasien dan akses pasien
rujukan ke spesialis langsung ke spesialis.
untuk konsultasi dan
umpan balik.
Continuity Pasien diikuti selama Pasien semakin diperlukan
bertahun-tahun . atau didorong untuk
Penyediaan perawatan mengubah dokter / penyedia
berkelanjutan. untuk tujuan asuransi.
Caring Perawatan individual Perawatan primer semakin
berdasarkan pada menjadi entitas administratif
hubungan individu. tanpa hubungan jangka
panjang individu.

Community Pelayanan primer Profesional kesehatan dan


dirancang untuk kesehatan masyarakat
menghubungkan pasien memiliki sejarah panjang
individu dengan yang jauh dan pada saat
sumber daya hubungan kontroversial
masyarakat dan
persyaratan masyarakat
(pemeriksaan
diperlukan, penyakit
dilaporkan, vaksinasi,
SIM, dll.

6. Model Kompensasi Bagi Tenaga Kesehatan


Meningkatnya dokter dan tenaga kesehatan lainnya membuat profesional
kesehatan dikompensasi melalui berbagai mekanisme. Tingkat kompensasi
tergantung pada di mana perawatan disampaikan, sifat asuransi pasien, dan
jenis institusi, di mana professional bekerja atau dipekerjakan. Rumit masalah
koordinasi pelayanan dan kontinuitas perawatan adalah kenyataan bahwa
pasien dapat dan sering didorong untuk mengubah asuransi secara tahunan.
Selain, mekanisme pembayaran jasa, faktor kunci lain yang mempengaruhi
profesional kesehatan adalah jumlah orang dalam profesi. Dokter dan
profesional kesehatan lainnya diberi kompensasi melalui berbagai mekanisme.
Tingkat kompensasi tergantung pada tempat di mana perawatan diberikan,
sifat asuransi pasien, dan jenis institusi pekerja profesional atau dipekerjakan.
Masalah koordinasi layanan dan kontinuitas perawatan yang rumit
merupakan kenyataan bahwa pasien dapat dan sering didorong untuk
mengubah asuransi secara tahunan.
Kompensasi finansial adalah mekanisme pasar yang fundamental untuk
mengatur pasokan yang paling profesional. Mekanisme ini umumnya belum
bekerja dengan baik dalam profesi-profesi kesehatan. Tagihan untuk posisi di
sekolah kedokteran, misalnya, jauh melebihi pasokan. Dengan demikian,
banyak kontrol atas jumlah profesional yang terlatih telah dibuat oleh profesi
itu sendiri melalui kebijakan yang mengontrol jumlah dan ukuran lembaga
pemberian gelar-terakreditasi. Control ini telah memiliki keberhasilan yang
terbatas. Misalnya, pada 1980-an, dokter gigi ditentukan bahwa ada kelebihan
pasokan dokter gigi. Sejumlah sekolah gigi ditutup dan sekolah gigi baru
terbatas. Hari ini, ada kekurangan supply dokter gigi. Menyeimbangkan
penawaran dan permintaan untuk profesional kesehatan merupakan usaha
yang kompleks, seperti yang digambarkan oleh kekurangan perawat.
Kami telah melihat dunia yang kompleks dari pelayanan kesehatan dan profesi
kesehatan masyarakat, termasuk penciptaan profesi kesehatan melalui
pendidikan, pelatihan, dan surat pengesahan. Kami juga telah melihat masalah
kompensasi dan bagaimana kita bisa mencoba untuk memastikan angka yang
tepat dari profesional kesehatan. Dengan demikian, sekarang dokter tinggal di
suatu hal yang kompleks, berubah, dan sering membingungkan di mana isu-
isu kompensasi bisa didapatkan melalui perawatan yang berkualitas.
Meskipun niat banyak dokter menemukan diri mereka, harus mengatasi
kompensasi. Tabel dibawah menguraikan beberapa metode kompensasi
keuangan kepada penyedia layanan kesehatan dan mengkaji beberapa
kelebihan dan kekurangan.

Metode Kompensasi Finansial Untuk Pelayanan Kesehatan


Metode Arti Contoh Keuntungan Kerugian
Kompensasi

Biaya untuk Dokter Dokter sering Hadiah terkait Dapat


layanan dibayar untuk dibayar untuk langsung dengan mendorong
setiap layanan kunjungan pekerjaan yang pemberian
eksklusif medis dan dilakukan yang tidak
prosedur, perlu, serta
tetapi layanan yang
mungkin tidak Mendorong diperlukan
dibayar untuk efisiensi
konseling pelayanan
untuk
pencegahan

Pajak Dokter Perawatan Tidak Mungkin


perseorangan dibayar primer dokter menginginkan mencegah
jumlah yang dalam rencana perawatan yang perawatan
ditetapkan per kesehatan tidak perlu, yang
periode dapat dapat diperlukan,
waktu untuk membayar mendorong dapat
setiap pasien, jumlah yang perawatan mendorong
terlepas dari ditetapkan per pencegahan, rujukan ke
tingkat pasien per memungkinkan spesialis
penggunaan bulan dan untuk kecuali
jasa diharapkan memprediksi perawatan
untuk penganggaran khusus yang
menyediakan tidak
semua layanan disarankan
perawatan berdasarkan
primer finansial

Peristiwa Lembaga atau Medicare Mendorong Dapat


perawatan dokter membayar pengiriman mendorong
dibayar untuk cepat dan efisien debit sebelum
dengan perawatan di perawatan kemampuan
jumlah yang rumah sakit untuk
ditetapkan berdasarkan menyediakan
untuk diagnosis perawatan diri
menyediakan terkait
layanan yang kelompok
komprehensif (DRGs), yang
, seperti kemungkinan
Metode Arti Contoh Keuntungan Kerugian
Kompensasi

perawatan ditetapkan
rumah sakit berdasarkan
berdasarkan hari per
diagnosis kondisi
pasien

Gaji Menetapkan Fasilitas Memungkinkan Dapat


jumlah per pemerintah fokus pada mencegah
periode umumnya kualitas efisiensi
waktu membayar
dokter pada
gaji berbasis
senioritas

Membayar Kompensasi Kompensasi Hubungan Sulit untuk


untuk kinerja disesuaikan tambahan penghasilan mengukur
"P4P" berdasarkan untuk dengan kualitas, kualitas, hasil
ukuran kepatuhan memberikan mungkin
kualitas terhadap insentif yang berhubungan
perawatan pedoman kuat untuk dengan faktor
disampaikan berdasarkan kualitas di luar kendali
bukti klinisi

P4P baru yang


dilembagakan
sebagai bagian
dari
penggantian
Medicare
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Tenaga kesehatan adalah semua orang yang bekerja secara aktif dan
profesional di bidang kesehatan, baik yang memiliki pendidikan formal
kesehatan maupun tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan
dalam melakukan upaya kesehatan. Profesi kesehatan adalah tenaga
kesehatan yang dalam menjalankan praktik harus dilakukan sesuai dengan
kewenangan yang didasarkan pada Kompetensi yang dimilikinya.
Kredensial sering dalam bentuk sertifikasi. Sertifikasi umumnya
merupakan proses profesi yang dipimpin di mana pemohon yang telah
menyelesaikan proses pendidikan yang diperlukan untuk mengambil
pemeriksaan. Hubungan kesehatan masyarakat lebih fokus pada populasi
daripada individu; pelayanan publik daripada pelayanan individual;
pencegahan penyakit dan promosi kesehatan bukan diagnosis penyakit dan
pengobatan; dan perspektif yang luas pada faktor-faktor penyakit.
Pelayanan primer, sekunder dan tersier merupakan cara tradisional untuk
mengkategorikan pelayanan yang diberikan dalam sistem kesehatan.
Pelayanan primer mengacu pada penyedia kontak pertama pelayanan yang
disiapkan untuk menangani sebagian besar masalah umum pasien dalam
mencari perawatan..
Dokter dan profesional kesehatan lainnya diberi kompensasi melalui
berbagai mekanisme. Tingkat kompensasi tergantung pada tempat di mana
perawatan diberikan, sifat asuransi pasien, dan jenis institusi pekerja
profesional atau dipekerjakan

DAFTAR PUSTAKA

Riegelman R. 2009. Public Health 101 : healthy people - healthy populations.


APHA press :US.
http://www.aipni-ainec.com/uploaded/Ringkasan%20RTA.pdf diakses pada
tanggal 13 November 2015
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 tahun 2013 tentang
Registrasi Tenaga Kesehatan
Riegelman, Richard, MD, MPH, PhD.2009. Public Health 101. Jones & Barlett
Learning International
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan