Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA FARMASI

IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

OLEH :

DAYATRIANA MUTHALIB
O1A1 15 014

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2017
PERCOBAAN I
IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

A. Tujuan
Tujuan dari percobaan identifikasi karbohidrat adalah untuk dapat
melakukan uji keberadaan karbohidrat secara kualitatif dan mengetahui jenis
karbohidrat yang terdapat di alam.

B. Landasan teori
Tomat atau Solanum lycopersicum merupakan salah satu jenis
tanaman hortikultura yang banyak dikenal masyarakat, digunakan sebagai
bahan makanan baik dalam masakan sayuran, sambal, jus buah dan sebagai
produk olahan tomat. Tomat mengandung berbagai senyawa yang berguna
bagi tubuh seperti alkaloid solanin, saponin, bioflavonoid termasuk likopen,
protein, lemak, vitamin, mineral dan histamin (Human dan Rika, 2015).
Tanaman melon (Cucumis melo L) adalah tanaman hortikultura dari jenis
buah-buahan yang memiliki prospek yang baik untuk dibudidayakan karena
berdaya jual tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat (Surtinah,
2004). Pada buah melon segar memiliki kadar vitamin C sebesar 35 mg atau
0,035% (Iqlima dan Idrus, 2013).
Karbohidrat merupakan bahan makanan sumber energi kimiawi
utama untuk manusia yang menyediakan 50 sampai 70 total kalori yang
dibutuhkan. Senyawa organik yang struktur kimianya mengandung unsur-
unsur karbon, hidrogen dan oksigen ini terdapat dalam sel hidup dan penting
dalam persediaan energi siap pakai (Sumardjo, 2008).
Karbohidrat terdiri dari susunan untuk karbon, hidrogen dan oksigen
dengan kombinasi yang khas. Berdasarkan jumlah molekul gulanya,
karbohidrat terbagi atas monosakarida, disakarida, trisakarida dan
polisakarida. Monosakarida merupakan gula sederhana yang tersusun atas
satu molekul gula dengan 5 6 rantai karbon. Monosakarida terdiri atas
arabinosa, xylosa dan ribose (gula dengan lima rantai karbon) serta glukosa,
fruktosa dan galaktosa (gula dengan enam rantai karbon). Disakarida
merupakan gabungan dua molekul gula sederhana. Beberapa senyawa
disakarida diantaranya sukrosa (gabungan molekul glukosa dan fruktosa),
maltosa (gabungan dua molekul glukosa) dan laktosa (gabungan molekul
glukosa dan galaktosa). Sukrosa biasanya terdapat pada gula tebu atau gula
bit. Sementara itu, maltosa biasanya terdapat pada biji yang sedang tumbuh
dan laktosa terdapat pada susu. Trisakarida merupakan gabungan tiga molekul
gula sederhana seperti glukosa, fruktosa dan galaktosa. Contoh trisakarida
yang ditemui yaitu raffinosa. Raffinosa biasanya terdapat pada berbagai jenis
eucalyptus, biji kapas dan gula bit. Polisakarida merupakan gabungan
kompleks dari gula-gula sederhana. Golongan utama polisakarida adalah pati
dan selulosa (Parnata, 2010).
Banyaknya karbohidrat baik monosakarida, disakarida serta
polisakarida yang terkandung dalam bahan makanan yang dinyatakan dalam
gram perseratus bahan makanan dilakukan dengan kuantitatif dan kualitatif.
Cara kualitatif meliputi molisch, benedict, barfoed, fehling, reaksi yodium,
seliwanoff dan orazone (Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2009).
Uji kualitatif karbohidrat dibedakan atas uji umum dan uji khusus.
Uji umum berlaku untuk semua karbohidrat, sedangkan uji khusus hanya
berlaku untuk karbohidrat tertentu. Uji molisch merupakan uji umum untuk
karbohidrat. Larutan karbohidrat dicampur dengan pereaksi molisch, yaitu
larutan 5 % -naftol dalam alkohol, kemudian ditambah asam sulfat pekat
dengan hati-hati. Warna violet yang terbentuk menunjukkan adanya
karbohidrat. Modifikasi pereaksi fehling adalah pereaksi benedict yang
merupakan campuran 17,3 gram kupri sulfat, 173 gram natrium sitrat dan 100
gram natrium karbonat dalam 100 gram air. Pemanasan karbohidrat pereduksi
dengan pereaksi benedict akan terjadi perubahan warna dari biru hijau
kuning kemerah-merahan dan akhirnya terbentuk endapan merah bata
kupro oksida apabila konsentrasi karbohidrat pereduksi cukup tinggi
(Sumardjo, 2008).
C. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan identifikasi karbohidrat
adalah :
1) Batang pengaduk
2) Corong
3) Gelas kimia 250 mL
4) Elektromantel
5) Kertas saring
6) Lumpang - alu
7) Penjepit tabung
8) Pipet tetes
9) Pisau
10) Rak tabung
11) Tabung reaksi

2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan identifikasi
karbohidrat adalah :
1) Buah apel
2) Buah melon
3) Buah semangka
4) Buah tomat
5) Larutan H2SO4 pekat
6) Reagen barfoed
7) Reagen benedict
8) Reagen iodin
9) Reagen molisch
D. Prosedur Kerja
1. Uji Molisch

Larutan Uji
- Dimasukkan 2 mL ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan 2 tetes reagen molisch
- Dihomogenkan
- Dimiringkan tabung reaksi dan ditambahkan H 2SO4
pekat dengan hati-hati melalui dinding tabung
sampai terbentuk dua lapis larutan.
Apel : Terbentuk cincin ungu
Melon : Terbentuk cincin ungu
Semangka : Terbentuk cincin ungu
Tomat : Terbentuk cincin ungu

2. Uji Iodin

Larutan Uji
- Dimasukkan 1 mL ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan 2 tetes larutan iodin
- Diamati perubahan warna yang terjadi
Apel : Coklat
Melon : Coklat
Semangka : Coklat
Tomat : Biru

3. Uji Benedict

Reagen Benedict
- Dimasukkan 3 mL ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan 8 tetes larutan yang diperiksa
- Dipanaskan selam 2 menit
- Didinginkan
Apel : Menjadi kuning
Melon : Menjadi kuning
Semangka : Menjadi kuning
Tomat : Menjadi kuning

4. Uji Barfoed

Reagen Barfoed
- Dimasukkan 2 mL reagen barfoed ke dalam 2 mL
larutan yang diperiksa
- Dipanaskan 3 menit di dalam air mendidih
- Didinginkan di bawah air yang mengalir
- Diamati endapan yang terbentuk di dasar tabung
Apel : Terbentuk endapan merah bata
Melon : Terbentuk endapan merah bata
Semangka : Terbentuk endapan merah bata
Tomat : Terbentuk endapan merah bata
E. Hasil Pengamatan
1. Uji Molisch
No Hasil
Sampel Perlakuan
. Sebelum Sesudah

2 mL sampel + 2
tetes reagen
1. Apel
molisch + H2SO4
pekat

2 mL sampel + 2
tetes reagen
2. Melon
molisch + H2SO4
pekat

2 mL sampel + 2
tetes reagen
3. Semangka
molisch + H2SO4
pekat

2 mL sampel + 2
tetes reagen
4. Tomat
molisch + H2SO4
pekat

2. Uji Iodin
No Hasil
Sampel Perlakuan
. Sebelum Sesudah
1. Apel

1 mL sampel + 2
tetes larutan
iodin

1 mL sampel + 2
2. Melon tetes larutan
iodin

1 mL sampel + 2

3. Semangka tetes larutan


iodin

1 mL sampel + 2
4. Tomat tetes larutan
iodin

3. Uji Benedict
No Hasil
Sampel Perlakuan
. Sebelum Sesudah
1. Apel

8 tetes sampel + 2
mL reagen benedict
8 tetes sampel + 2
2. Melon
mL reagen benedict

8 tetes sampel + 2

3. Semangka mL reagen benedict

8 tetes sampel + 2

4. Tomat mL reagen benedict

4. Uji Barfoed
No Hasil
Sampel Perlakuan
. Sebelum Sesudah
1. Apel
2 mL reagen
barfoed + 2 mL
sampel
2 mL reagen
barfoed + 2 mL
2. Melon
sampel

2 mL reagen
barfoed + 2 mL
3. Semangka sampel

2 mL reagen
barfoed + 2 mL
4. Tomat sampel
F. Pembahasan
Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida dan keton polihidroksil
atau turunannya yang merupakan sumber energi utama tubuh. Karbohidrat
terdiri dari susunan unsur karbon, hidrogen dan oksigen dengan rumus
empiris Cn(H2O)n. Karbohidrat berdasarkan jumlah atau struktur molekulnya
terbagi atas monosakarida, oligosakarida (disakarida, trisakarida) dan
polisakarida.
Percobaan identifikasi karbohidrat yang dilakukan menggunakan 4
sampel yaitu buah melon, tomat, semangka dan apel. Buah-buah yang
digunakan sebagai sampel mengandung sejumlah karbohidrat. Pada buah
melon mengandung karbohidrat jenis monosakarida (glukosa). Tomat
memiliki kandungan glukosa dan fruktosa, semangka juga mengandung
karbohidrat dalam bentuk fruktosa dan gula (glukosa) serta apel yang juga
memiliki karbohidrat jenis glukosa dan fruktosa.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa
pada uji molisch semua sampel yang diuji membentuk cincin ungu diantara
dua larutan ketika ditambahkan H2SO4 pekat. Pada uji iodin sampel tomat
berubah warna menjadi biru dan sampel melon, apel, semangka berubah
warna menjadi coklat. Perubahan warna yang terjadi pada larutan sampel
menunjukkan bahwa sampel tomat mengandung pati, sedangkan sampel
melon, apel dan semangka mengandung glikogen. Pada uji benedict semua
larutan sampel berubah warna menjadi kuning yang mengindikasikan semua
sampel kemungkinan mengandung glukosa, fruktosa, galaktosa, maltosa dan
laktosa. Pada uji barfoed, semua sampel membentuk endapan merah bata di
dasar tabung dengan indikasi bahwa semua sampel yang diuji mengandung
monosakarida. Hasil percobaan menunjukkan dari empat uji yang dilakukan
yaitu uji barfoed, uji molisch, uji iodin dan uji benedict semuanya
memberikan hasil yang positif. Hal ini didasarkan pada semua reaksi yang
ditunjukkan larutan sampel setelah penambahan reagen dimana pada uji
molisch terbentuknya cincin ungu, pada uji iodin terjadi perubahan warna
begitupun pada uji benedict dan pada uji barfoed terbentuk endapan merah
bata pada dasar tabung.
Perubahan yang terjadi pada larutan sampel setelah penambahan
reagen mengindikasikan adanya reaksi antara sampel dengan reagen. Pada uji
molisch terjadi reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat membentuk
cincin furfural yang berwarna ungu. Pada uji iodin terjadi kondensasi iodin
dengan karbohidrat sehingga menghasilkan warna yang khas dimana amilum
dengan iodin dapat membentuk kompleks biru sedangkan iodin dengan
glikogen akan membentuk warna coklat. Pada uji benedict, pereaksi akan
bereaksi dengan gugus aldehida dan alpha hidroksi keton sehingga
menghasilkan perubahan warna. Pada uji barfoed endapan merah bata yang
terbentuk karena karena terbentuknya Cu2O (kupro oksida) hasil reduksi ion
Cu2+ pereaksi barfoed dengan gula reduksi monosakarida.
G. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan identifikasi
karbohidrat yaitu secara kualitatif karbohidrat dapat diuji keberadaannya
dengan menggunakan diantaranya uji molisch, uji iodin, uji benedict dan uji
barfoed. Beberapa jenis karbohidrat yang terdapat di alam yaitu golongan
monosakarida (glukosa, fruktosa, mannose dan galaktosa), maltose, laktosa,
pati dan glikogen.
Daftar Pustaka

Human, H. dan Rika L., 2015, Pengaruh Tomat (Solanum lycopersicum) Terhadap
Stroke, Majority, Vol. 4 (9).

Iqlima, Z.R.N. dan Idrus J., 2013, Perbedaan daya Terima dan Komposisi Zat Gizi
pada Sirup Buah Melodi yang dibandingkan Sirup Buah Melon, Nutrire
Diaita, Vol. 5 (2).

Parnata, A.S., 2010, Meningkatkan Hasil Panen dengan Pupuk Organik,


AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2009, Kamus Gizi, Kompas Media Nusantara,
Jakarta.
Sumardjo, D., 2008, Pengantar Kimia, EGC, Jakarta.
Surtinah, 2004, Pengaruh Lama Cekaman Air dan Frekuensi Pemberian Gandasil
B terhadap Kualitas Melon, Jurnal Dinamika Pertanian, Vol. 19 (3).