Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

Saat ini di Indonesia banyak sekali menggunakan plastik. Terdapat banyak jenis plastik yang
diantaranya adalah polietilen. Polietilen digunakan untuk kehidupan masyarakat Indonesia
sehari hari. Dari sekian banyak jenis klassifikasi polietilen terdapat jenis polietilen HDPE
dan LDPE.

Plastik HDPE umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur
ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di
bawah segitiga.
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum,
kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk
digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastic
berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu
tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian,
karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

Sedangkan LDPE Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya,


LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari
minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol
yang lembek. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya,
fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten
terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang
baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk
barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang
baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik
untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang
dikemas dengan bahan ini.
I.2 Rumusan Masalah

1. Pengertian HDPE

2. penggunaan HDPE dalam kehidupan sehari hari

3. pengertian LDPE

4. penggunaan LDPE dalam kehidupan sehari hari

I.3 Tujuan

1. Menjelaskan sifat dari HDPE

2. Menjelaskan sifat dari LDPE

3. Menjelaskan kegunaan HDPE dan LDPE


BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Polietilen

Sejarah
Polietilena pertama kali disintesis oleh ahli kimia Jerman bernama Hans von
Pechmann yang melakukannya secara tidak sengaja pada tahun 1989 ketika sedang
memanaskan diazometana. Ketika koleganya, Eugen Bamberger dan Friedrich
Tschirner mencari tahu tentang substansi putih, berlilin, mereka mengetahui bahwa
yang ia buat mengandung rantai panjang -CH2- dan menamakannya polimetilena.

Kegiatan sintesis polietilena secara industri pertama kali dilakukan, lagi-lagi, secara
tidak sengaja, oleh Eric Fawcett dan Reginald Gibson pada tahun 1933 di fasilitas ICI
di Northwich, Inggris. Ketika memperlakukan campuran etilena dan benzaldehida
pada tekanan yang sangat tinggi, mereka mendapatkan substansi yang sama seperti
yang didapatkan oleh Pechmann. Reaksi diawali oleh keberadaan oksigen dalam
reaksi sehingga sulit mereproduksinya pada saat itu. Namun, Michael Perrin, ahli
kimia ICI lainnya, berhasil mensintesisnya sesuai harapan pada tahun 1935, dan pada
tahun 1939 industri LDPE pertama dimulai.

2. Klasifikasi PE

Polietilena terdiri dari berbagai jenis berdasarkan kepadatan dan percabangan


molekul. Sifat mekanis dari polietilena bergantung pada tipe percabangan, struktur
kristal, dan berat molekulnya.

* Polietilena bermassa molekul sangat tinggi (Ultra high molecular weight


polyethylene) (UHMWPE)
* Polietilena bermassa molekul sangat rendah (Ultra low molecular weight
polyethylene) (ULMWPE atau PE-WAX)
* Polietilena bermassa molekul tinggi (High molecular weight polyethylene)
(HMWPE)
* Polietilena berdensitas tinggi (High density polyethylene) (HDPE)
* Polietilena cross-linked berdensitas tinggi (High density cross-linked
polyethylene) (HDXLPE)
* Polietilena cross-linked (Cross-linked polyethylene) (PEX atau XLPE)
* Polietilena berdensitas menengah (Medium density polyethylene) (MDPE)
* Polietilena berdensitas rendah (Low density polyethylene) (LDPE)
* Polietilena linier berdensitas rendah (Linear low density polyethylene) (LLDPE)
* Polietilena berdensitas sangat rendah (Very low density polyethylene) (VLDPE)

3. HDPE
a. Pengertian HDPE

HDPE adalah plastik PE yang molekulnya lebih padat. HDPE lebih keras, kuat dan
sedikit lebih berat dibandingkan LDPE (low density polyethylene), tapi kurang
lentur. Kepadatan massa-density polyethylene tinggi dapat berkisar 0,93-0,97
g/cm3 . Meskipun kepadatan HDPE adalah hanya sedikit lebih tinggi dari low
density polyethylene, HDPE memiliki sedikit percabangan, memberikan kekuatan
tarik antar molekul yang jauh lebih kuat dari LDPE. Perbedaan dalam kekuatan
melebihi perbedaan dalam kepadatan, memberikan kekuatan yang lebih tinggi
HDPE tertentu. Hal ini juga lebih sulit dan lebih buram dan dapat menahan suhu
agak lebih tinggi (120 C / 248 F untuk jangka pendek, 110 C / 230 F terus
menerus). HDPE mengandung unsur-unsur kimia karbon dan hidrogen.

HDPE biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon
air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang
aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara
kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap
suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali
pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring
waktu.

b. Pembuatan HDPE

Yang pertama dari adalah pemilihan bahan dengan standar HD dimana bahan dipilih
sesuai standar. Yang kedua adalah proses pencampuran dimana proses ini mencampurkan
bahan dasar yang telah dipilah dengan pewarna plastik yang akan digunakan dalam
pembuatan plastik HDPE.

Selnjutnya adalah blowing. Setelah bahan tercampur dengan baik, maka langkah
selanjutnya adalah melumerkan bahan dan meniup bahan menjadi kantong plastik
menggunakan mesin blower. Suhu ideal untuk pelumeran adalah 200 derajat celcius, namun
juga tergantung kualitas bahan yang diaduk. Ukuran plastik bisa diatur ukurannya mulai dari
tebal, lebar, dsb. Contohnya lebar 15 cm, 24 cm, 30 cm. Kemudian plastik akan digulung
secara otomatis dan menjadi roll plastik.
Roll Plastik yang sudah jadi siap dipotong menggunakan mesin potong
plastik. Panjangnya bisa diatur, mulai dari 32 cm, 40 cm, 44 cm, dsb. Ada mesin
potong lebih canggih, yaitu setiap kelipatan jumlah tertentu akan langsung dilipat
dan siap dimasukkan ke dalam bungkus.

Hasil plastik yang telah dipotong akan membentuk persegi panjang. Supaya
plastik memiliki pegangan yang bisa dibawa, dibutuhkan proses pemotongan plastik
menggunakan mesin plong. Mesin ini ada yang bertipe manual dan juga otomatis.
Bentuk dan ukuran bisa diatur sesuai ukuran plastik. Variasi bisa ditambahkan,
misalnya ada lubang kecil untuk gantungan di tembok.

Tentunya dalam proses produksi plastik akan menghasilkan aval / sisa


produk. Setiap mesin akan menghasilkan aval, mulai dari mesin blowing, mesin
potong mesin plong.

Aval plastik ukurannya ada yang besar, tebal, dan tidak beraturan.
Dibutuhkan mesin pencacah plastik untuk membantu proses penghancuran plastik
supaya menjadi lebih halus dan ukurannya lebih kecil.

Aval plastik yang telah dihancurkan menggunakan mesin pencacah plastik


siap diolah menggunakan mesin pelet. Hasilnya adalah biji plastik kualitas rendah,
menengah, dan tinggi. Penggunaan bahan aval akan mempengaruhi proses produksi
selanjutnya, seperti komposisi bahan dan setting mesin.

4. LDPE
a. Pengertian LDPE
LDPE pada dunia industri diberi loga daur ulang dengan nomor 4 ditengahnya .
LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat
dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol-
botol yang lembek, pakaian, mebel, dll. Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat,
tembus pandang, Fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat
sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong
baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan
fleksibelitas tapi kuat. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap
baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan
makanan yang dikemas dengan bahan ini. LDPE, dapat didaur ulang dengan
banyak cara, misalnya dilarutkan ke dalam kaleng, keranjang kompos dan
landscaping tiles.

b. Pembuatan LDPE
i. Biodegradable plastik LDPE dari limbah LDPE
LDPE merupakan salah satu jenis plastik yang tak mudah untuk teruraikan
oleh mkroorganisme. Sehingga jalan yang pasti dilakukan pada sampah
atau limbah plastik LDPE adalah dengan dibakar maupun ditimbun dalam
tanah. Hal ini menyebabkan plastik yang tertimbun dalam tanah
mengakibatkan kesuburan dari tanah berkurang. Sedangkan pembakaran
plastik akan mengakibatkan terciptanya gas CO2 dan menyebabkan
terjadinya pemanasan global.
Sehingga munculah alternatif untuk mencoba memanfaatkan Limbah dari
LDPE untuk diolah lagi melalui proses biodigradable. Dengan adanya
proses biodigradable tersebut maka sampah atau limbah plastik LDPE
akan terbentuk lebih dinamis sehingga nantinya dapat diuraikan oleh
mikroorganisme. Agar tercapai keseimbangan lingkungan.
Prosesnya yang pertama dengan menambahkan pati pada limbah LDPE
yang telah dihaluskan. Pencampuran LDPE dengan pati dan gliserol
sebagai plastizer menghasilkan poliblen non kompatibel yang bersifat
mekanik tidak sempurna.
Daftar Pustaka

Anonim, http://al-atsariyyah.com/arti-simbol-pada-kemasan-plastik.html
Arwan, http://www.arwanaplastik.com/cara-membuat-plastik-hd-dan-proses-pembuatan-
plastik-kresek/
Susilawati, BIODEGRADABLE PL LASTICS FROM A MIXTURE OF LOW DENSITY
POLYETHYLENE (LDPE) AND CASSAVA STARCH WITH THE ADDITION OF
ACRYLIC ACID
Wahyu, https://wahyusetioko.wordpress.com/tag/ldpe/