Anda di halaman 1dari 6

B.

I
ASPEK KEUANGAN
Pertanyaan : Sebutkan dan jelaskan arti pentingnya manajemen keuangan internasional dan
keuangan internasional dan resiko keuangan dalam bisnis internasional?????

JAWAB :

Arti Pentingnya Manajemen Keuangan Internasional


Pengetahuan manajemen keuangan internasional membantu dalam dua hal penting, yaitu:
1. Manajemen keuangan internasional membantu manajer keuangan memutuskan
bagaimana pengaruh berbagai kejadian-kejadian internasional terhadap perusahaan dan
langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk memanfaatkan perkembangan positif dan
menghindarkan perusahaan dari dampak negatif.
2. Manajemen keuangan internasional membantu manajer mengantisipasi kejadian dan
membuatnya mampu mengambil keputusan yang menguntungkan, sebelum kejadian-
kejadian tersebut terjadi. Kejadian-kejadian yang harus diantisipasi tersebut dapat berupa
perubahan kurs valuta asing, tingkat bunga, laju inflasi, pendapatan nasional dan
kemungkinan adanya perubahan aspek politik.

Manajemen Resiko Keuangan Bisnis Internasional


Pada umumnya perusahaan yang melakukan bisnis internasional akan menghadapi resiko
fluktuasi kurs valas atau FX Rate Fluctuation yang disebut Forex Exposure dalam bentuk :
1. Transaction Exposure
Yaitu resiko pengaruh fluktuasi kurs valas atau Fx Rate Fluctuation terhadap
Future Cash Transaction atau nilai penerimaan (A/R) dan nilai pembayaran (A/P) yang
akan diterima diwaktu yang akan datang.
2. Economy/Operating Exposure
Yaitu resiko pengaruh fluktuasi kurs valas atau Fx Rate Fluctuation terhadap
Present Value (PV) dari Future Cash Flow suatu Perusahaan. Economy/Operating
Exposure karena Fluctuasi Rupiah.
3. Translation/Accounting Exposure
Yaitu resiko pengaruh fluktuasi kurs valas atau Fx Rate Fluctuation terhadap
Consolidated Financial Statement dari perusahaan yang beroperasi di beberapa Negara.
bagaimana Translation/Accounting Exposure yang dialami oleh MNC USA yang
memiliki subsidary di United Kingdom.

Untuk menghindari resiko kerugian dalam transaksi Bisnis Internasional, perusahaan


dapat menjalankan kebijakan manajemen resiko keuangan bisnis internasional, sebagai berikut :
1. Insurance
Pada umumnya perusahaan yang melakukan transaksi bisnis internasional akan selalu membuat
kontrak dengan pihak asuransi untuk melindungi resiko kerugian
yang mungkin timbul.
2. Asset Liabilities Management
Cara lain untuk melindungi transaksi bisnis internasional dapat juga dilakukan dengan kebijakan
pengendalian Asset Liabilities Management. Misalnya dengan mengatur padanan masing-
masing antara utang dengan piutang jangka pendek dan utang dengan piutang jangka panjang.
3. Hedging (Lindung Nilai) dengan teknik sebagai berikut :
a.Natural Hedging yaitu melindungi nilai transaksi bisnis internasional secara alamiah
dengan cara sebagai berikut :
Mengusahakan kontrak jual & beli dalam valas yang sama
Mengusahakan kontak penjualan (A/R) dalam Hard Currency
Mengusahakan kontrak pembelian (A/P) dalam Soft Currency
Menentukan nilai Hedging dengan cara mencari netto A/R A/P
Mempercepat (Leading) pelunasan utang dalam Hard Currency
Mempercepat (Leading) penagihan piutang dalam Soft Currency
Menunda (Lagging) penerimaan utang dalam Hard Currency
Menunda (Lagging) pembayaran piutang dalam Soft Currency
b.Money Market Hedging yaitu Hedging (Lindung Nilai) melalui transaksi keuangan
internasional dengan memperhitungkan nilai present value dari utang atau piutang dan
memperhatikan perkembangan trend perubahan FR & SR atau apresiasi atau depresiasi
valas yang digunakan dalam transaksi bisnis internasional (A/P & A/R) sesuai dengan
Matrik Prinsip Hedging dibawah ini dan langkah yang diuraikan pada contoh soal
dibawah ini.
c.Forward Market Hedging yaitu Hedging (Lindung Nilai) melalui transaksi
derivative dalam bursa valas dengan melakukan Forward Contract baik untuk melindungi
utang atau A/P bila FR>SR maupun piutang atau A/R bila FR<SR sesuai Matrik Prinsip
Hedging dibawah ini.
d.Future Market Hedging yaitu Hedging (Lindung Nilai) melalui transaksi derivative
dalam bursa valas atau International Monetary Market (IMM) pada Chicago Mercantile
Exchange (CME) dengan melakukan Currency Future Contract yang dilakukan dengan
standar volume (lot) dan jangka waktu tertentu. Transaksi ini yang biasanya dilakukan
oleh para pengusaha atau arbitrageurs (pedagang valas) untuk melindungi posisi forexnya
terhadap kemungkinan fluktuasi forward rate.
e.Option Market Hedging yaitu Hedging (Lindung Nilai) melalui transaksi derivative
dalam bursa valas dengan melakukan kontrak beli (Call Option) atau kontrak jual (Put
Option) sesuai dengan standar volume (lot) dan jangka waktu tertentu dan berdasarkan
harga kontrak yang disebut Strike atau Exercise Price dan membayar sejumlah fee atau
premium. Transaksi ini bersifat tidak wajib karena dapat direalisir bila menguntungkan
atau tidak direalisir bila merugikan dengan resiko kehilangan pembayaran fee atau
premium.
f. Swap Hedging yaitu Hedging (Lindung Nilai) melalui transaksi keuangan
internasional dalam bentuk Currency Swap atau Interest Rate Swap berdasarkan prinsip
teori comparative advantage yang bertujuan untuk mengurangi Interest Cost dari
pinjaman atau bond yang diterbitkan oleh perusahaan.
g.Range Agreement adalah salah satu cara untuk menghindari terjadi kegagalan atau
pembatalan bisnis internasional sebagai akibat fluktuasi kur valas yang sangat tinggi.
ASPEK PEMASARAN

Pertanyaan : Seringkali di dalam implementasi rencana terdapat kendala dan


rintangan yang tidak dapat kita duga. Menurut anda , bagaimana cara untuk
mengatasinya ? Untuk mengatasi berbagai permasalahan pemasaran,
apakah wajib hukumnya untuk membuat sebuah rencana alternatif ???

JAWAB :

Seringkali di dalam implementasi rencana terdapat kendala dan rintangan


yang tidak dapat kita duga. Menurut kelompok kami, dalam mengatasi
berbagai permasalahan (kendala dan rintangan) dalam proses pemasaran,
tentunya diperlukan tingkat ketekunan dan kemampuan adaptasi yang tinggi
karena kondisi pasar yang seringkali berbeda dengan perencanaan
pemasaran yang telah disusun. Rencana pemasaran itu sendiri berperan
sebagai ROADMAP yang dibutuhkan dalam pencapaian strategi dan tujuan
perusahaan yang bersangkutan. Dibutuhkan strategi multisegmen yang
harus dikembangkan dengan memisahkan strategi segmentasi untuk pasar
yang berbeda. Selain itu juga diperlukan adanya dukungan dan komitmen
untuk menunjang kesuksesan strategi pemasaran yang dijalankan. Untuk
dapat bertahan, rencana pemasaran yang dibuat oleh suatu perusahaan
harus bersifat adaptif. Terdapat empat faktor yang berperan terhadap tingkat
adaptif dari sebuah rencana pemasaran, yaitu perbaikan secara terus-
menerus (continous improvements), pengukuran umpan balik (feedback
measurement), daya tahan (persistence), dan adaptasi rencana pemasaran
(adaptive roll-out).

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab bahwa untuk


mengatasi berbagai permasalahan pemasaran, wajibhukumnya untuk
membuat sebuah rencana alternatif, dikarenakan TRIAL and ERROR adalah
wajar dan selalu terjadi dalam dunia bisnis.
ASPEK OPERASIONAL

Pertanyaan : Sebutkan alasan mengapa sebuah operasi bisnis domestik memutuskan untuk
berkembang menjadi internasional????

JAWAB :

1. Mengurangi biaya
2. Memperbaiki rantai pasokan
3. Menyediakan barang dan jasa yang lebih baik
4. Menarik pangsa pasar baru
5. Belajar untuk memperbaiki operasi
6. Mendapatkan dan mempertahankan bakat global
ASPEK SDM

Pertanyaan : Menurut beberapa survey, Negara ternyata kekurangan tenaga kerja yang
berkualitas (SDM yang potensial) didalam menyongsong BI. Menurut anda bagaimana solusi
terhadap masalah tersebut???

JAWAB :

Di dalam menghadapi masalah sdm ini, tidak hanya tertuju ataupun bertumpu pada pemerintah
saja, namun peran serta swasta ataupun perusahaan sangat diperlukan dimana perusahaan harus
melakukan pengelolan program pengembangan untuk para pegawai, seperti yang dilaksanakan
oleh Astra International maupun Pertamina yang selalu berinteraksi dengan tenaga kerja melalui
media sosial.