Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum ke-2 Hari,tanggal : Kamis, 2 Maret 2017

Teknik Dasar Nekropsi Hewan Dosen : Drh. Heryudianto Vibowo


Drh. Vetnizah Juniantito. Ph.D

SISTEM SIRKULASI AYAM


(Gallus gallus)

Kelompok 3 / Praktikum 1

Hesti Puspa Rina J3P115001


Dwiky Ramadhan J3P115009
Wilda Febrianti J3P115023
Shelda Iswara ArfiantiJ3P115016
Frisca Larasati J3P115032
Alfiandi Basyari J3P115035
Indah Elsa Khairunnisa J3P115046
Sinta Br Ginting J3P115056
Anggi Agustyan J3P215061
Syifa Fauziah J3P215073

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINER


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2017
PENDAHULUAN

Setiap organisme melakukan metabolisme, baik organisme uniseluler


maupun multiseluler. Metabolisme berlangsung di dalam setiap sel makhluk hidup
dan untuk itu diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya metabolisme dengan
lancar. Sel-sel mendapat suplai makanan atau bahan-bahan dari luar tubuh dan
dihantarkan ke setiap sel melalui sistem sirkulasi atau peredaran darah. Sistem
peredaran darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke
dan dari sel. System ini juga menolong stabilitas suhu dan pH tubuh
(homeostatis).
Ada tiga jenis sistem peredaran yaitu tanpa sistem peredaran darah, sistem
peredaran darah terbuka dan sistem peredarah darah tertutup. Ayam termasuk ke
dalam kelas aves yang memiliki sistem peredaran darah yang mirip dengan
peredaran darah manusia. Alat peredaran darah pada ayam adalah jantung dan
pembuluh darah. Sistem peredaran darahnya merupakan peredaran darah tertutup
dan rangkap.
Jantung ayam memiliki empat ruang dengan sekat yang sempurna, yaitu
serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan dan bilik kiri sehingga tidak terjadi
pencampuran antara darah yang banyak mengandung oksigen dan darah yang
banyak mengandung karbondioksida. Sedangkan, pembuluh darah dibedakan
menjadi dua macam yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh darah balik
(vena).
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah. Karateristik fisiologi otot
jantung dicirikan oleh beberapa sifat fungsional jantung yaitu ekstabilitas dimana
jantung akan berkontraksi bila mendapat rangsangan dengan intensitas yang
cukup besar, daya hantar yaitu kemampuan jantung untuk merambatkan impuls.
Setelah dipompa arteri bekerja menyebarkan darah keseluruh tubuh, sedangkan
vena membawa darah menuju jantung.

Tujuan

Mahasiswa mengenal dan mengetahui fungsi dari system sirkulasi atau


peredaran darah pada ayam. Agar mahasiswa mampu mengidentifikasi kelainan
pada organ sistem peredaran darah pada ayam.

METODE

Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah metode


kepustakaan, yaitu mengambil informasi berdasarkan literatur berupa dokumen
seperti jurnal dan buku yang berkaitan dengan situs viscerum ayam.
PEMBAHASAN

Sistem Sirkulasi Ayam

Gambar 1. Susunan Alat Tubuh Ayam

Fungsi utama sistem peredaran darah adalah mengalirkan darah dari


jantung ke seluruh sel tubuh dan kembali lagi ke jantung. Sistem peredaran darah
ini terdiri dari darah, pembulu darah, dan jantung. Sistem peredaran darah pada
ayam didukung oleh kerja jantung beserta salurannya baik pembuluh darah vena
(Gambar 1) dan pembuluh darah arteri (Gambar 2), pembuluh darah kapiler dan
pembuluh darah nadi (Akoso 1993).

Gambar 2. Skema peredaran darah vena pada unggas (Radiopoetro 1991)


Gambar 3. Skema peredaran darah arteri pada unggas (Radiopoetro 1991)

Jantung

Gambar 4. Jantung (Yusuf 2014)

Jantung unggas merupakan pusat sistem peredaran darah, karena jantung


terdiri dari otot yang mampu memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh.
Hal ini sesuai dengan pendapat Akoso (2000), yang menyatakan bahwa jantung
terdiri atas sekumpulan otot berfungsi memompa darah ke semua bagian tubuh
dan merupakan pusat sistem peredaran darah. Jantung ayam berbentuk kerucut
berukuran 4 cm, berwarna merah, berselaput jantung yang disebut dengan
perikardium berwarna putih dan tipis, bertekstur kenyal dan tidak mudah hancur.
Hal ini menandakan bahwa jantung pada unggas tersebut dalam keadaan
sehat, karena tidak ada kelainan yang nampak. Kelainan pada jantung biasanya
dapat dilihat dari warna, bentuk, serta ukuran. Hal ini sesuai dengan pendapat
Hermana (2005), yang menyatakan bahwa jantung merupakan organ vital yang
berperan dalam sirkulasi darah, dan jantung yang terinfeksi penyakit maupun
racun bisanya akan mengalami perubahan pada ukuran jantung.
Ayam mempunyai jantung yang berbeda dengan lainnya yaitu mempunyai
empat ruang pada jantung. Ruangan jantung tersebut terdiri dari atrium kanan,
vertikel kanan, atrium kiri, dan vertikel kiri. Pembagian ruang tersebut untuk
mengefektifitaskan kerja jantung sehingga akan terjadi sirkulasi O2 dan CO2 dari
kantung udara dengan tingkat metabolisme yang tinggi (Nesheim 1979).
Darah yang miskin oksigen (deoxygenated blood) akan masuk melalui
atrium kanan, kemudian melalui vertikel kanan. Dengan adanya gerakan
memompa oleh otot jantung, darah dari vertikel kanan akan keluar menuju paru.
Di paru-paru, darah akan mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida.
Darah segar yang mengandung oksigen akan mengalir dari paru-paru
menuju ke atrium kiri dan melalui vertikel kiri. Adanya gerakan kontraksi vertikel
kiri mendorong darah keluar menuju ke sistem arterial dan dibawa menuju sel-sel
tubuh. Selanjutnya, dari sel-sel tubuh, darah membawa produk buangan menuju
kembali ke jantung melalui sistem venous (pembuluh darah vena). Proses ini
berlangsung berulang-ulang secara teratur.
Ayam tipe ringan dewasa, misal ayam petelur white leghorn mempunyai
denyut jantung 350 kali per menit, ayam breed seperti rhode island red
mempunyai denyut jantung 2550 kali per menit (Akoso 1993) dan DOC
mempunyai kisaran 300 sampai 560 kali per menit. Ayam mempunyai tekanan
darah sistol 75 sampai 175 mmHg dan diastol 140 sampai 160 mmHg.

Darah

Fungsi darah unggas untuk mengedarkan O2 dan mengeluarkan CO2 dari


sel tubuh, absorbsi nutrisi dari saluran pencernaan dan mengedarkan ke seluruh
tubuh, mengeluarkan sisa metabolisme tubuh, mengedarkan hormon, mangatur
cairan tubuh dan melawan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh (Nesheimet
1979).
Darah ayam berisi sekitar 2.5 sampai 3.5 juta sel darah merah per
milimeter kubik dan tergantung pada umur dan jenis kelamin. Darah ayam jantan
dewasa memiliki 500.000 sel darah merah lebih banyak dibanding betina (Akoso
1993). Ayam mempunyai kisaran jumlah sel darah putih 15 sampai 35 ribu per
milimeter kubik. Sel darah merah ayam mengandung nukleus dan hemoglobin.
Hemoglobin ini berfungsi untuk membawa oksigen pada darah. Hemoglobin
terdapat sekitar 30% dari total darah pada ayam muda dan ayam petelur dan pada
jantan sekitar 40% (Nesheim 1979).
Limpa

Gambar 5. Limpa
Limpa merupakan organ yang penting pada sistem sirkulasi darah. Organ ini
terletak pada rongga perut berdekatan dengan empedal. Di dalam limpa sel darah
merah dan sel darah putih dibentuk dan limpa bertindak sebagai penyimpan sel
darah merah (Nesheim 1979). Limpa berbentuk lonjong, berwarna merah coklat
dan kenyal. Organ ini penting bagi tubuh karena peranannya dalam membentuk
sel yang bertanggung jawab terhadap produksi antibodi atau terhadap reaksi
immunoglobi yang lain (Akoso 1993).

Kelainan Sistem Sirkulasi Ayam

Gambar 6. Pericarditis (Roni 2011)

Penyakit yang menyerang sistem peredaran darah ayam mengakibatkan


beberapa organ pada sistem tersebut yang sering terserang penyakit yaitu jantung,
darah, dan pembuluh darah. Organisme yang menginfeksi sistem peredaran darah
bisa berdiri sendiri (primary infection) atau bisa juga menjadi penyakit ikutan
(secondary infection) (Roni 2011).
Salah satu penyakit yang menyerang sistem peredaran darah ayam yaitu
Avian Colibacillosis yang dapat menyebabkan pembekakan organ hati, kongesti
jantung, limpa dan paru-paru. Hasil nekropsi terhadap ayam sakit dan mati
menunjukan adanya beberapa lesi, yaitu peritonitis, perihepatitis, perikarditis
(penebalan dan kekeruhan perikardium) dan airsakulitis dengan derajat keparahan
bervariasi.
Penyakit Avian Colibacillosis disebabkan oleh bakteri Escherichia coli
yang menginfeksi ayam bukan sebagai penyakit utama tetapi sebagai infeksi
ikutan dan berkembang dengan cepat dalam tubuh ayam jika kondisi ayam cukup
lemah (Roni 2011). Jika penyakit ini mucul bersamaan akan menyebabkan radang
pada otot jantung (myocarditis), terjadi perubahan di kantong selaput jantung,
serta selaput pembungkus jantung (epicarditis) menjadi bengkak (edematous).
Gejala yang tampak jelas adanya peradangan selaput jantung (pericarditis),
selaput jantung menebal, dan berwarna keruh. Semakin parah infeksi E.coli
terjadi, selaput jantung akan tampak berwarna putih dan tebal seperti keju (Roni
2011).

SIMPULAN

Laporan ini dapat disimpulkan bahwa fungsi dari sistem sirkulasi atau
peredaran darah pada ayam adalah mengalirkan darah dari jantung ke seluruh sel
tubuh dan kembali lagi ke jantung. Kelainan pada organ sistem peredaran darah
ayam salah satunya adalah Avian Colibacillosis yang dapat menyebabkan
pembekakan organ hati, kongesti jantung, limpa dan paru-paru.
DAFTAR PUSTAKA

Akoso BT. 1993. Manual Kesehatan Unggas : Panduan Bagi Petugas Teknis,
Penyuluh dan Peternak. Yogyakarta(ID) : Kanisius.
Akoso BT. 2000. Kesehatan Sapi. Yogyakarta(ID) : Kanisius.
Fadilah R, Polana A. 2011. Mengatasi 71 Penyakit Pada Ayam. Jakarta(ID) :
Agro Media Pustaka.
Hermana W, Puspitasari KG, Wiryawan, Suharti S. 2005. Pemberian Tepung
Daun Salam (Syzgium polyanthum) dalam Ransum sebagai Bahan
Antibakteri Eschericia coli terhadap Organ Dalam Ayam Broiler. Media
Peternakan 31(1): 63-70.
Jawetz, Melnick, Adelberg S. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta(ID) :
Salemba Medika hal 196 -198.
Nesheim MC, Austich RE, Card LE. 1979. Poultry Production. Lea and Febiger,
Philadelphia.
Radiopoetro. 1991. Zoology. Jakarta(ID) : Erlangga.
Radji M, Oktavia H, Suryadi H. 2008. Pemeriksaan Bakteriologis Air Minum Isi
Ulang Di Beberapa Depo Air Minum Isi Ulang Di Daerah Lenteng Agung
dan Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Majalah Ilmu Kefarmasian Vol 5
No.2 101-109.
Santoso YE, Astuti YP, BasirohL, Trizana D, Greta R, Fahim M. 2014. Laporan
Praktikum Ilmu Ternak. Semarang(ID) : Fakultas Peternakan dan
Pertanian Universitas Diponegoro.
Sauvani J. 2008. Managemen Peternakan Ayam Vaksinasi dan Penyakit.
Jakarta(ID) : Glary Farm.