Anda di halaman 1dari 34

Matriks

MA 2071 Matematika Sains

Adhe Kania
Matriks
a11 a12 a1n

a21 a22 a2 n
Bentuk : A


am1 am 2 amn

Nama matriks menggunakan huruf besar. Matriks di atas merupakan matrik A.


Elemen matriks menggunakan notasi huruf kecil dengan subscript ij yang
menyatakan posisi baris ke-i kolom ke-j, yaitu aij .
Matrik A berukuran m n , m menyatakan banyaknya baris dan n menyatakan
banyaknya kolom.
Jika m n , matrik A berukuran n n dinamakan matriks bujur sangkar.
Elemen a11 , a22 , , ann disebut diagonal utama dari matriks bujur sangkar A.
Vektor
Vektor adalah matriks yang hanya memiliki satu baris atau satu kolom.
Vektor ditulis dalam huruf kecil dan di-bold ( a ) atau dengan anak panah di atas
( a ).

Vektor baris a a1 a2 an

b1

Vektor kolom b2
b


bn
Operasi Matriks

a11 a12 a1n b11 b12 b1n



a21 a22 a2 n b21 b22 b2 n
A B


am1 am 2 amn bm1 bm 2 bmn

Kesamaan dua matriks


Dua matriks A dan B dikatakan sama, ditulis A=B, jika dan hanya jika
keduanya memiliki ukuran yang sama dan entri-entri yang bersesuaian
memiliki nilai yang sama ( aij bij , 1 i m , 1 j n )
Operasi Matriks
Penjumlahan matriks
Penjumlahan dua matriks A dan B yang memiliki ukuran yang sama,
ditulis A+B, merupakan penjumlahan entri-entri yang bersesuaian
( aij bij , 1 i m , 1 j n ).
Matriks dengan ukuran yang berbeda tidak dapat dijumlahkan.

Contoh 1 2 3 2 5 4 3 7 7

4 5 6
7 1 3
11 6 9
3 2 1 9 6 5 12 8 6

Operasi Matriks
Perkalian dengan skalar
Perkalian matriks A berukuran m n dengan scalar c, ditulis cA, merupakan
matriks berukuran m n di mana entri-entrinya adalah perkalian c dengan
entri-entri A yang bersesuaian ( caij , 1 i m , 1 j n ).

Contoh
1 2 3 2 4 6 1 2 3

A 4 5 6 , 2 A 8 10 12 , A 4 5 6
3 2 1 6 4 2 3 2 1

Operasi Matriks
Hukum Perkalian Matriks
Hukum Penjumlahan Matriks dengan skalar

A B B A c( A B ) cA cB
( A B) C A ( B C ) (c k ) A cA kA
A0 A c(kA) (ck ) A
A ( A) 0 1A A

A, B, C : matriks berukuran m n
c, k : bilangan skalar
0 : matriks berukuran m n dengan semua entri bernilai 0
Perkalian Matriks
Perkalian C=AB dengan syarat A berukuran m r dan B berukuran r n
menghasilkan matrik C berukuran m n .
Elemen matrik C merupakan perkalian titik antara vektor baris dari A dan
vektor kolom dari B.
n
cij aik bkj ai1b1 j +ai 2b2 j + +ainbnj , 1 i m , 1 j n
k 1

Contoh
4 2 3 2 4.3 2.5 4.2 2.1 22 10

1 8 5 1 1.3 8.5 1.2 8.1 43 10
Perkalian Matriks
Hukum Perkalian Matriks

(kA) B k ( AB) A(kB)

!
Sifat komutatif tidak berlaku
( AB)C A( BC ) untuk perkalian matriks
secara umum ( AB BA )
(A B )C AC BC
C ( A B ) CA CB

Catatan : ukuran dari matriks A,B,C harus sesuai agar operasi perkalian
dapat dijalankan
Transpose Matriks
Transpose dari matriks A (berukuran m n ) ditulis AT (berukuran n m ),
dibaca A transpose, merupakan pertukaran baris dan kolom dari matriks A

a11 a12 a1n a11 a21 am1



a21 a22 a2 n a12 a22 am 2
A , A
T


am1 am 2 amn a1n a2 n amn

1 4
Contoh 1 2 3
A , AT
2 5
4 5 6 3 6

Transpose Matriks
Hukum Transpose Matriks

( AT )T A
( A B )T AT BT
(c A)T cAT
( AB)T BT AT

Jika AT A maka matriks A disebut matriks simetri


Matriks Identitas
Yaitu matriks bujur sangkar dengan diagonal utamanya bernilai 1 dan entri
lainnya bernilai 0.
1 0 0 0 0

0 1 0 0 0
1 0
I1 1 , I 2 , I5 0 0 1 0 0
0 1
0 0 0 1 0
0 0 0 0 1

Teorema
Jika A matriks berukuran m n , maka
AI n A dan I m A A
Matriks Nonsingular / Invertible
Jika A dan B matriks bujur sangkar yang memiliki ukuran yang sama,
A dan B dikatakan saling invers jika memenuhi AB BA I
dengan A disebut matriks nonsingular / invertible / memiliki invers, dan B
disebut matriks invers dari A.
Jika tidak ada matriks B yang memenuhi, A disebut matriks singular.

Teorema
Jika B dan C keduanya matriks invers dari A maka B C
Pangkat dari Matriks
Jika A matriks bujur sangkar, maka
A0 I dan An AA A (sebanyak n kali)
Jika A memiliki invers, maka
A n ( A1 ) n A1 A1 A1 (sebanyak n kali)
Dalam hal ini, hukum pangkat bilangan real juga berlaku
Ar As Ar s dan (Ar ) s Ars
Teorema
Jika A dan B matriks nonsingular dengan ukuran yang sama, maka AB juga
matriks nonsingular dengan
( AB) 1 B 1 A1

Jika matriks A memiliki invers dan n adalah bilangan bulat tak negatif, maka
(a ) A1 juga memiliki invers dan ( A1 ) 1 A
(b) An juga memiliki invers dan ( An ) 1 A n ( A1 ) n
(c) kA juga memiliki invers untuk semua skalar tak nol k ,
dan (kA) 1 k 1 A1
(d) AT juga memiliki invers dan ( AT ) 1 ( A1 )T
Menentukan Invers Matriks

1. Dengan matriks elementer (tidak dibahas)


2. Dengan Operasi Baris Elementer (OBE)
3. Dengan kofaktor
Invers Matriks dengan OBE
1. Tinjau matriks berukuran 3x3 A dan inversnya B
a11 a12 a13 b11 b12 b13

A a21 a22 a23 , B b21 b22 b23
a a33 b b
31 a32 31 32 b33
2. Hubungan AB I dapat dijabarkan menjadi 3 SPL
b11 1 b12 0 b13 0

A b21 0 , A b22 1 , A b23 0
b 0 b 0 b 1
31 32 33

Masing-masing dapat diselesaikan menggunakan OBE. Untuk lebih memperingkas,


kita bisa lakukan OBE sekaligus menggunakan matrik perluasan
3. Bentuk matrik perluasan, A dan I, lakukan OBE untuk mengubah A menjadi I, yang
merupakan matrik eselon tereduksi, maka bagian sebelah kanan merupakan
matriks invers dari A yaitu B.
Contoh

Tentukan invers dari matriks :


1 2 3

A 2 5 3
1 0 8

Maka
40 16 9

A1 13 5 3
5 2 1

Contoh
1 6 4
Tunjukkan apakah matriks berikut memiliki invers :
A 2 4 1
1 2 5

Karena kita mempunyai baris 0 di sisi kiri maka A tidak memiliki invers
Determinan
Determinan matriks 2x2
a b
Jika A matriks 2x2, A , maka determinan dari A adalah
c d
a b
det( A) ad bc
c d

Minor dan Kofaktor


Jika A matriks bujur sangkar, maka minor dari entri aij , ditulis M ij ,
didefinisikan sebagai determinan dari submatriks yang didapat dengan
menghilangkan baris ke-i kolom ke-j dari matriks A.
i j
a
Kofaktor dari entri ij , ditulis Cij adalah ( 1) M ij
Contoh
3 1 4

A 2 5 6
1 4 8

Minor dan kofaktor dari entri a11 : Minor dan kofaktor dari entri a32 :
Determinan Matriks n n
Jika A matriks berukuran n n , maka , determinan A merupakan jumlah
dari perkalian entri suatu baris atau kolom dengan kofaktor yang
bersesuaian. Cara ini dinamakan ekspansi kofaktor dari A.
Ekspansi Kofaktor sepanjang kolom ke-j
det( A) a1 j C1 j a2 j C2 j anj Cnj
Ekspansi Kofaktor sepanjang baris ke-i

det( A) ai1Ci1 ai 2Ci 2 ainCin

Catatan : Pemilihan ekspansi kofaktor dari baris atau kolom yang mana pun akan
menghasilkan nilai yang sama yaitu det(A)
Contoh
3 1 0
Tentukan determinan dari matriks A 2 4 3

5 4 2

Dengan ekspansi kofaktor sepanjang baris pertama, diperoleh :

Dengan ekspansi kofaktor sepanjang kolom pertama, diperoleh :


Menentukan Determinan dengan Reduksi Baris

Jika A matriks berukuran n n


a. Jika B merupakan matriks hasil dari perkalian satu baris atau satu kolom
dari matriks A dengan skalar k, maka det( B) k det( A)
b. Jika B merupakan matriks hasil pertukaran dua baris atau kolom matriks
A, maka det( B) det( A)
c. Jika B merupakan hasil dari perkalian dari suatu baris A dengan scalar k
ditambah dengan baris yang lain maka det( B) det( A)
Menentukan Determinan dengan Reduksi Baris
Contoh

Tentukan determinan dari

0 1 5

A 3 6 9
2 6 1

Teorema

Misalkan A matriks bujur sangkar. Jika A mempunyai sebuah baris nol atau
kolom nol maka det( A) 0

Jika A matriks bujur sangkar, maka det( A) det( AT )

Jika A matriks segitiga atas, segitiga bawah, atau matriks diagonal, maka
det(A) merupakan hasil kali dari entri-entri diagonal utamanya.
det( A) a11a22 ann
Determinan dari Operasi matriks
Perkalian dengan skalar
Jika A dan B matriks berukuran n n maka untuk sembarang scalar k
berlaku det(kA) k n det( A)

Penjumlahan matriks
Secara umum det( A B) det( A) det( B)

Perkalian matriks
Jika A dan B matriks berukuran n n maka det( AB) det( A)det( B)

Invers matriks
Jika A memiliki invers maka det( A1 ) 1
det( A)
Teorema : Equivalent Statement

Jika A matriks berukuran n n maka pernyataan-pernyataan berikut


ekuivalen (semuanya benar atau semuanya salah).
(a ) A memiliki invers
(b) det( A) 0
(c) Ax 0 hanya memiliki solusi trivial
(d ) Bentuk eselon baris tereduksi dari A adalah I n
(e) Ax b memiliki tepat satu solusi untuk setiap b matriks n 1
Menentukan Invers Matriks dengan Kofaktor
Jika A matriks berukuran n n dan Cij kofaktor dari aij , maka matriks
C11 C12 C1n

C21 C22 C2 n


Cm1 Cm 2 Cmn

dinamakan matriks kofaktor dari A.


Transpose dari matriks tersebut dinamakan adjoint dari A, ditulis adj(A).

Jika A matriks yang memiliki invers, maka


1 1
A adj ( A)
det( A)
Contoh

Tentukan invers dari

3 2 1

A 1 6 3
2 4 0

Solusi SPL dengan Invers Matriks
Jika A matriks berukuran n n yang memiliki invers, maka untuk setiap matriks b
berukuran n 1 , sistem persamaan linier Ax b mempunyai tepat satu solusi
yaitu x A1b

Contoh : SPL dapat ditulis dalam bentuk Ax b

dengan

Pada contoh sebelumnya telah diperoleh bahwa


Maka solusi SPL tersebut adalah
Solusi SPL dengan Aturan Cramer
Aturan Cramer
Jika Ax b adalah suatu sistem n persamaan linier dengan n peubah dengan
det( A) 0 , maka sistem tersebut memiliki tepat satu solusi. Solusi tersebut
adalah det( A1 ) det( A2 ) det( An )
x1 , x2 , , xn
det( A) det( A) det( A)
Dimana A j merupaka matriks yang didapat dengan mengganti kolom ke-j dari
matriks A dengan entri matriks b1

b2
b


bn
Contoh