Anda di halaman 1dari 20

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena


atas berkah dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan
Makalah yang bertemakan tentang Global Warming dengan
lancar.

Makalah ini disusun dari hasil pencarian dan penyusunan


data-data yang berkaitan dengan pemanasan global. Saya
menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu diharapkan
kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar saya
dapat memperbaiki dan selanjutnya dapat menyusun makalh
lain dengan baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita semua dalam hal menambah wawasan mengenai
pemanasan Global ataupun untuk bantuan Guru pembimbing
Pendidikan Lingkungan hidup dalam penyampaian materi di
kelas.

Sidoarjo, 20 April 2013

Penyusun

1
Daftar Isi
Kata
pengantar
..1

Daftar
isi
.2

Bab 1. Pendahuluan :

1.1. Latar
belakang
.3
1.2. Tujuan
3

Bab 2. Pembahasan :

2.1. Global
Warming
..4

2.2. Hubungan antara Pemanasan global dengan Efek rumah


kaca.4

2.3. Penyebab pemanasan


global.5

2.4. Dampak Pemanasan


Gobal.7

2.5. Langkah penanggulangan global


warming
10

2.6. Fakta adanya Global


Warming14

2
2.7. Upaya pemerintah dunia dalam hal Global
Warming.15

Bab 3. Penutup :

3.1.
Kesimpulan
.17

Daftar
Pustaka
18

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Makalah tentang Global warming ini disusun untuk


memenuhi syarat pencapaian nilai mata pelajaran
Pendidikan Lingkungan Hidup. Disini penulis mencoba
membuat saran untuk mengurangi dampak global
warming yang sampai sekarang belum menemukan solusi
untuk penanggulangan global warming dan melalui
makalah ini mungkinbisa sedikit membantu pembaca
dapat mengetahui tentang topic Global Warming.
Semenjak manusia pada zaman purbakala sampai dengan
zaman sekarang, manusia telah mengalami
perkembangan dalam setiap periode waktu yang
dilewatinya. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami
perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan

3
lingkungannya. Perubahan yang terjadi menghasilkan
dampak positif maupun negative salah satu sector
industry yang masih berlanjutpada masa sekarang hal ini
akhirnya akan berdampak buruk pada kondisi bumi dan
mengakibatkan salah satunya Global Warming.

1.2. Tujuan

Tujuan disusunnya makalah ini untuk menyelesaikan


tugas yang telah diberikan dan juga sebagai syarat
pencapaian nilai dari mata pelajaran Pendidikan
Lingkungan Hidup. Selain itu penyusunan ini juga untuk
pengetahuan tentang Global Warming yang saat ini
sedang marak dibicarakan di media massa. Harapan agar
makalah ini bermanfaat bagi mereka yang sedang
membutuhkan referensi atau bacaan semata tentang
Global Warming.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Global Warming

4
Global Warming adalah kenaikan temperatur rata-rata
atmosfer, laut dan daratan bumi yang disebabkan oleh
beberapa hal. Namun, yang paling mendominasi adalah efek
rumah kaca, efek umpan balik dan variasi matahari.Global
warming memberikan efek negatif yang bisa kita rasakan
sekarang ini adalah perubahan cuaca dan perubahan iklim
yang ekstrim. pemicu utamanya adalah emisi karbon, akibat
penggunaan energi yang tidak dapat diperbaharui. Contohnya
bahan bakar minyak dan batubara.
2.2. Hubungan antara Pemanasan global dengan
Efek rumah kaca
Dilansir dari Intergovernmental Panel on Climate Change
(IPCC) menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan
suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20
kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya
konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia
melalui efek rumah kaca. Suhu rata-rata global pada
permukaan Bumi telah meningkat 0.74 0.18 C (1.33
0.32 F) selama seratus tahun terakhir. Efek rumah kaca
sendiri adalah efek yang dihasilkan gas-gas rumah kaca yang
menahan sinar matahari agar tetap di dalam bumi dan tidak
mengalami radiasi ke luar angkasa. Karena ada gas rumah
kaca di atmosfer sehingga bumi tetap dalam kondisi hangat
pada suhu yaitu (60F/16C) bagi hewan,tanaman dan
manusia untuk bisa bertahan hidup. Tanpa adanya gas rumah
kaca, suhu rata-rata dunia bisa menjadi (-18C).

2.3. Penyebab pemanasan global

Efek rumah kaca


Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan
memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini
berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa
luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer
bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain
uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang

5
menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini
menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang
dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan
tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus
menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan
bumi terus meningkat.

Pemahaman proses kerja dari efek rumah kaca yang selama ini
didaulat sebagai penyebab pasti global warming :

- Bumi diselimuti oleh lapisan udara yang disebut


atmosfer. Atmosfer sendiri terdiri dari berbagai gas dengan
fungsi yang berbeda-beda. Diantaranya terdapat gas yang
berfungsi untuk menjaga suhu permukaan bumi tetap hangat
disebut gas rumah kaca. Sebagian dari panas itu berwujud
radiasi infra merah,

- Ketika radiasi matahari mencapai atmosfer bumi,


sebagian panas akan dipantulkan lagi ke angkasa oleh
atmosfer dalam bentuk sinar inframerah. Dan sebagian lagi
akan diteruskan hingga permukaan bumi. Hal ini menjadikan
permukaan bumi tetap hangat.

- Sesampainya radiasi di permukaan bumi, sebagian


akan diserap dan sebagian lagi akan dipantulkan ke atmosfer
kembali. Karena konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer
semakin besar, maka lapisan ini menahan radiasi yang akan
kembali ke angkasa. Akibatnya, radiasi ini akan tertahan di
permukaan bumi. Semakin banyak radiasi yang tertahan di
permukaan bumi, maka semakin besar suhu bumi.

Efek rumah kaca seperti pisau bermata dua. Disisi lain


bermanfaat karena melindungi bumi agar hangat di tengah-
tengah ruang angkasa yang dingin. Karena suhu yang hangat
inilah, kita bisa hidup di planet bumi ini. Tanpa gas-gas rumah
kaca, bumi akan terlalu dingin untuk ditinggali saat malam hari
karena tidak ada yang menahan panas matahari tetap di
permukaan bumi.

Tapi disisi lain, jika panas yang terperangkap oleh


atmosfer bumi terlalu banyak, maka pada ambang batas
tertentu, akan merusak keseimbangan alam yang berujung
pada fenomena-fenomena alam yang ekstrim.

6
KONSTRIBUTOR GAS RUMAH KACA

Disebut gas rumah kaca karena cara gas-gas tersebut di


atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang
berfungsi untuk menahan suhu di dalam rumah kaca tetap
hangat. Kesetimbangan suhu itu diperlukan agar tanaman-
tanaman yang berada di dalam rumah kaca itu mendapat
pasokan panas matahari yang cukup sehingga bisa tumbuh
dengan baik.

Gas-gas yang menjadi kontributor terbesar dari efek


rumah kaca diantaranya adalah :

- Gas karbondioksida (CO2) yang kebanyakan


dihasilkan oleh sisa pembakaran bahan bakar minyak
kendaraan bermotor dan industri. Selain itu juga gas CO 2 juga
dilepaskan oleh jaringan-jaringan pohon yang mati.

- Gas Metana (CH4) yang dihasilkan oleh agrikultur dan


peternakan, terutama dari sistem pencernaan hewan ternak.
Gas ini menghasilkan panas 23 kali panas yang dihasilkan oleh
gas CO2,

- Gas Nitrogen Oksida (NO) yang dihasilkan dari


pupuk. Molekul NO mampu menghasilkan efek pemanasan 300
kali dari panas yang dihasilkan oleh CO2,

- Gas Chlorofluorocarbons (CFC) menghasilkan ribuan


kali lebih kuat dari CO2. Untungnya penggunaan gas
chlorofluorocarbons sudah lama dilarang digunakan karena
dituding penyebab utama kerusakan lapisan ozon.

Efek umpan balik


Analisis penyebab pemanasan global juga dipengaruhi
oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai
contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan
akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2,
pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya
air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri
merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut
dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya
suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca
yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat
gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan

7
kandungan air absolut di udara, kelembapan relatif udara
hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara
menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak
secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang
di atmosfer.

2.4. Dampak Pemanasan Gobal

Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan

Dengan menggunakan citra satelit pada 28 Februari 2008,


David Vaughan, seoranh ilmuwan Survei Antartika Inggris (BAS)
memastikan sebuah bongkahan es seluas tujuh kali kota
Manhattan, AS lepas ke laut lepas. Pecahan es ini akan meleles di
perairan yang lebih hangat.Para ilmuwan menjelaskan kejadian
tersebut sebagai efek dari
pemanasan global. Terlepasnya
bongkahan es besar ini akan
memicu retakan lebih besar lagi
dan menyumbang terhadap
kenaikan permukaan air
laut.Penelitian lain menyimpulkan
bahwa lapisan es di Greenland
telah mencair hampir mencapai
19 juta ton. Dan volume es di
Artik pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari yang
ada di tahun 2004.NASA juga mencatat bahwa sejak tahun 1960
hingga 2005 saja, jumlah gletser-gletser di berbagai belahan
dunia yang hilang tidak kurang dari 8.000 meter kubik.

Perubahan iklim/ cuaca yang semakin ekstrim

Perubahan cuaca yang terjadi berupa pola curah hujan yang


berubah-ubah. Badain dan topan yang
bermunculan memiliki kecenderungan
semakin lama semakin kuat.Sejak
Januari 2011 lalu, sejumlah provinsi di
Cina mengalami kekeringan akibat pola
hujan yang jarang. Para pejabat di
propinsi Shandong melaporkan bahwa
propinsi ini mengalami kekeringan
terburuk selama 50 tahun. Sekitar 240
ribu orang mengalami kekurangan air
minum dengan 338 tandon kecil mengering dan 1,84 juta hektar
lahan pertanian terpengaruh.

8
Studi kasus baru-baru ini yang dilakukan oleh para peneliti
yang mewakili Bank Dunia, PBB, Uni Eropa, dan Yayasan Visi
Dunia, telah mengidentifikasikan beberapa kota di asia yang
beresiko terkena banjir besar dimasa depan. Diantaranya adalah
Guangdong, Shanghai, Dhaka, Bangladesh, Kolkata, Mumbai,
Rangoon, Myanmar, Hanoi, Hai Pong, Au Lac dan Bangkok.

Meningkatnya level permukaan laut

Tinggi permukaan laut di seluruh dunia telah meningkat 10


25 cm (4 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC
memprediksi peningkatan lebih
lanjut 9 88 cm (4 35 inchi)
pada abad ke-21. Jika saja
permukaan laut naik setinggi
100 cm atau 1 m, maka
dimungkinkan 6% daerah
Belanda dan 17,5% daerah
Bangladesh akan tenggelam.

Dr. Igor Belkin, seorang


ahli Kelautan, Universitas Pulau Rhode, AS, menyimpulkan bahwa
sebagai akibat dari pencairan Greenland, permukaan air laut naik.
Pencairan Greenland dianggap penyebab tertinggi kedua dari
kenaikan permukaan laut setelah Antartika, dengan potensi
gabungan kenaikan permukaan laut global hingga tujuh meter
jika semuanya mencair ke lautan. Cukup untuk menenggelamkan
seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah di seluruh dunia.

Gelombang panas menjadi semakin ganas

Tahun 2003, Eropa Selatan pernah mengalami serangan


gelombang panas hebat dan memakan korban jiwa setidaknya 35
ribu orang. Perancis adalah negara dengan korban terbanyak
yakni 14.802 jiwa. Korban lainnya tersebar di Inggris, Italia,
Portugal, Spayol dll.Tahun 2007 adalah rekor untuk suhu tertinggi
yang mencapai di daerah Death
Valley di California yang sempat
tercatat 53C. Tercatat juga suhu
48C di St. Georgia, Utah.
Disusul kemudian Las Vegas dan
Nevada mencapai 47C.
Serangan gelombang panas ini
memakan banyak korban jiwa

9
meninggal, mematikan ratusan ikan tawar, merusak hasil
pertanian, memicu kebakaran hutan hebat, dan membunuh
hewan-hewan ternak.

Peningkatan kasus Epidemi Penyakit

Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma yang


melanda di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola
hidup dan polusi dianggap
pemicunya. Studi para ilmuwan
memperlihatkan bahwa tingginya
level CO2 dan temperatur
belakangan inilah pemicunya.
Kondisi tersebut juga membuat
tanaman mekar lebih awal dan
memproduksi lebih banyak serbuk
sari.

Deman berdarah, malaria, demam chikungunya, demam


kuning adalah beberapa penyakit yang muncul karena perantara
nyamuk. Nyamuk mudah berkembang biak pada suhu yang
panas. Pulusi udara juga bisa mengakibatkan berkembangnya
penyakit seperti asma dan alergi, jantung, paru-paru kronis,
coccidiodamycosis, dll. Kolera, Hepatitis A, Leptospirosis,
keracunan ikan dan kerang adalah beberapa penyakit yang
diakibatkan bakteri vibrio dan salmonella.

Hewan dan tumbuhan tertentu terancam mengalami


kepunahan

Beberapa jenis hewan


dipercaya akan mengalami
kepunahan akibat pemanasan
global ini. Akibat es kutub yang
mencair, maka habitat beruang
kutub, penguin, dan beberapa
hewan kutub lain terancam
punah.Para peneliti di Indonesia
mencatat setidaknya hilangnya
berbagai jenis flaura dan fauna khususnya di Indonesia yang
memiliki aneka ragam jenis seperti pemutihan karang seluas 30%
atau sebanyak 90-95% karang mati di Kepulauan Seribu akibat
naiknya suhu air laut.

10
Habitat makhluk hidup pindah ke dataran lebih tinggi

Indonesia memperkirakan pada tahun 2070, sekitar 800 ribu


rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak
2.000 dari 18.000 pulau di Indonesia akan tenggelam akibat
naiknya air laut.

Pada suatu pertemuan yang diorganisir oleh Pusat Riset


Perubahan Iklim Tyndall Inggris, para peneliti memperkirakan
pemanasan global akan menjadikan satu miliar orang kehilangan
tempat tinggal pada tahun 2100, dan tiga miliar kekurangan
akses air bersih.

2.5. Langkah penanggulangan global warming

Bidang Makanan dan Minuman

1. Kurangi konsumsi daging, bervegetarian adalah yang


terbaik. Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg
daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg
gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan
bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian.
Peternakan juga penyumbang 18% "jejak karbon" dunia, yang
mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor,
pesawat, dll).

2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar.


Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan
menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan
11
transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih
sehat bagi tubuh kita.

3. Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan


juga sangat menghemat energi, terutama jika kita
menghitung energi dan biaya transportasinya. Makanan
organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya.
Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang
dihasilkan akan lebih besar daripada manfaatnya.

4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih


baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang.
Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan
energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.

5. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga


menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak,
ajaklah teman atau saudara Anda untuk berbagi saat
membelinya.

6. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya.


Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan
hilang.

7. Hindari fast food. Fast food merupakan penghasil sampah


terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk
untuk kesehatan Anda.

8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Bawalah sendiri tas


belanja Anda, dengan demikian Anda mengurangi jumlah tas
plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat
perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi
pelanggannya untuk menggunakan sistem seperti ini.

12
9. Gunakan gelas yang bisa dicuci. Beralihlah ke cara lama
kita. Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik
food grade yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.

10. Berbelanjalah di lingkungan sekitar Anda. Akan


sangat menghemat biaya transportasi dan BBM Anda.

11. Tanam pohon setiap ada kesempatan. Bisa dengan


menyumbang bibit, dana, dan lain-lain atau langsung turun ke
objek penanaman pohon. Tergantung kesempatan dan
kemampuan Anda masing-masing.

Di Rumah

1. Turunkan suhu AC Anda. Gunakan AC pada tingkatan


sampai kita merasa cukup nyaman saja dan cegah
kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada
celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda
karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras
untuk mendinginkan ruangan Anda.

2. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan


AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda.
Misalnya jam kantor Anda adalah pukul 8.00 sampai 17.00.
Set timer AC Anda sesuai dengan jam kantor tersebut.
Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC
hingga keesokan harinya.

3. Gunakan pemanas air tenaga surya. Meskipun lebih


mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat
tagihan listrik Anda. (Bahkan saat ini sudah ada penerang
jalan dengan tenaga surya).

13
4. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan
air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini
akan menghemat banyak tagihan Anda.

5. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal,


rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80
% dari lampu pijar biasa.

6. Maksimalkan pencahayaan dari alam. Gunakan warna


terang di tembok, gunakan genteng kaca di plafon,
maksimalkan pencahayaan melalui jendela.

7. Hindari posisi stand by pada elektronik Anda. Gunakan


colokan lampu yang ada tombol on-off-nya. Atau cabut kabel
dari sumber listriknya.

8. Jika pengisian ulang baterai Anda sudah penuh,


segera cabut! Telepon genggam, pencukur elektrik, sikat
gigi elektrik, kamera, dan lain-lain. Jika sudah penuh segera
cabut.

9. Kurangi waktu dalam membuka lemari es Anda. Untuk


setiap menit Anda membuka pintu lemari es. Akan
diperlukan 3 menit full energi untuk mengembalikan suhu
kulkas ke suhu yang diinginkan.

10. Jangan membeli bunga potong. Jika daerah Anda


bukan penghasil bunga hias, maka bisa dipastikan bunga itu
dikirim dari tempat lain. Hal ini akan menghasilkan "jejak
karbon" yang besar.

14
11. Potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil.
Ukuran potongan yang lebih kecil akan menggunakan energi
lebih sedikit untuk memasaknya.

12. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah


dalam jumlah banyak. Jika Anda memiliki keluarga kecil,
tidaklah perlu setiap hari mencuci. Kumpulkanlah sampai
kapasitas mesin cuci Anda terpenuhi, hal ini akan
menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga
mengurangi pencemaran akibat deterjen Anda.

13. Gunakan deterjen dan pembersih ramah


lingkungan. Saat ini mungkin harganya memang lebih
mahal. Tetapi bila Anda mampu, lakukanlah demi masa
depan anak cucu kita.

14. Gunakan ulang perabotan rumah Anda. Jika Anda


sudah bosan dengan perabotan Anda, Anda bisa melakukan
obral di garasi rumah, berikan kepada orang lain. Atau bawa
ke pengerajin untuk dimodifikasi sesuai keinginan Anda.

15. Donasikan mainan yang sudah tidak pantas untuk


umur anak Anda. Hal ini akan mengurangi produksi
mainan-mainan yang hanya akan terus menghabiskan
sumber daya bumi kita.Jika menggunakan deodorant
atau produk-produk semprot lainnya, jangan
menggunakan aerosol. Pilihan spray dengan kemasan
botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar

dalam pencemaran udara.

15
2.6. Fakta adanya Global Warming

- Es di Kutub Mencair
Es seukuran kota Manhattan telah mencair ke samudera
Arktik pada tahun 2006. Permukaan Bumi yang diselimuti es di
Kanada kini hanya tinggal 90% dari jumlahnya 100 tahun yang
lalu. (Reuters, 2006)
- Gelombang Panas (Badai Matahari) Lebih Mematikan
Di tahun 2003, gelombang panas luar biasa mengakibatkan
lebih dari 35.000 kematian di Eropa, dengan 15.000 angka
kematian terjadi di Perancis. (NewScientist.com, 2003)
- Cuaca Semakin Ekstrim
Bencana alam yang terbesar dalam sejarah Amerika; Badai
Katrina membunuh lebih 1.700 orang dan meluluhlantakkan
lebih 200.000 rumah. (Wikipedia, 2006)
- Tinggi Permukaan Laut Semakin Meningkat
Peningkatan tinggi permukaan laut telah merendam pulau-
pulau tak berpenghuni (dan sebagian berpenghuni) di
sebagian permukaan Bumi. Sebagai contohnya, Lohachara
telah memakan korban 10.000 jiwa. (The Independent, 2006)
- Rusia - Untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8
derajat Celcius. Panas membuat kebakaran hutan dan
mengeringkan lahan gambut, sehingga menyelimuti Rusia
dengan kabut asap beracun. Kematian meningkat menjadi 700
jiwa per hari.Tahun 2007, laporan IPCC memprediksi bencana
kekeringan di Rusia meningkat dua kali dan melihat
kemungkinan kebakaran selama bertahun-tahun. Rusia juga
disebut akan kehilangan hasil pertanian.
- Pakistan - Hujan lebat terus-menerus selama 36 jam
membuat sungai Indus di Pakistan meluap. Diperkirakan 14
juta rakyat Pakistan kena dampak banjir. Pemerintah Pakistan
menyebutnya bencana terburuk dalam sejarah bangsa
itu.Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan lebih lebat
selama 40 tahun di utara Pakistan dan memprediksi banjir
dahsyat akan melanda bagian selatan Asia ini.
- China - Negara berpopulasi terbesar di dunia ini mengalami
banjir terburuk sedekade, terutama di provinsi di barat laut,
Gansu. Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan
membuat 600 orang hilang.Tahun 2007, laporan IPPC
16
menyatakan hujan meningkat di barat laut China 33 persen
dibanding 1961. Banjir di seluruh negeri meningkat tujuh kali
dibanding 1950. Dan banjir akan sering terjadi di abad ini.
- Arktik - Sebuah bongkahan es seluas 260 kilometer persegi
telah mengapung di barat laut Greenland. Bongkahan es ini
adalah yang terbesar tercatat dalam sejarah memisahkan diri
dari Arktik.

Es yang mencair ini menyebabkan kenaikan permukaan lau di


seluruh dunia, sebagai akibat dari ekspansi cuaca panas ke
kawasan kutub. Kenaikan muka laut adalah 3,4 milimeter per
dekade, dua kali lipat angka di abad 20. (Associated Press |
umi)

2.7. Upaya pemerintah dunia dalam hal Global Warming


SELAMATKAN BUMI

Masyarakat dunia mulai peduli. Para pemimpin dunia bersatu


dan melakukan usaha bersama melalui pertemuan dan
kesepakatan bersama yang mengikat dengan tujuan
menanggulangi permasalahan pemanasan global ini.

1. Pertemuan diawali di Rio de Jeneiro, Brazil, pada tahun 1992


yang melibatkan 150 negara. Hasil pertemuan adalah sebuah
kesepakatan yang mengikat untuk bersama-sama menghadapi
masalah gas rumah kaca.

2. Protokol Kyoto

Protokol ini adalah kesepatan yang dihasilkan dari pertemuan


lanjutan di Kyoto, Jepang pada tahun 1997 dan diikuti oleh 160
negara.

Protokol ini mengamandemen seluruh negara di dunia untuk


mencegah dan menanggulangi pemanasan global dengan
mengurangi emisi atau pengeluaran CO2.Perjanjian ini
menyerukan kepada 38 negara industri yang memiliki prosentase
paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk
memotongnya hingga lima persen di bawah emisi tahun 1990.
Pengurangan ini harus dicapai paling lambat tahun
2012.Kesepakatan ini ternyata berjalan lambat karena Amerika
Serikat menganggap perjanjian pengurangan CO2 tersebut
ternyata menelan biaya yang sangat banyak. Di sisi lain, Presiden
Vladimir Putin berhasil memenuhi perjanjian tersebut bahkan
ketika tahun 2004.Kesepakatan tersebut kembali dikuatkan
melalui berbagai konferensi perubahan iklim tingkat dunia yang

17
diselenggarakan di beberapa negara, seperti konferensi PBB
tentang Perubahan Iklim bertajuk United Nations Framework
Convention on Climate Change (UNFCCC) yang diikuti 189
negara di Bali, Indonesia pada Desember 2007.

Konferensi Perubahan Iklim 2009 (UN Climate Change


Conference 2009)

Konferensi ini juga disebut COP 15 yang merupakan KTT


internasional mengenai perubahan iklim yang diadakan di
Kopenhagen, Denmark pada 7 18 Desember 2009
lalu.Konferensi yang dihadiri oleh sekitar 15 ribu orang dari
utusan 192 negara menjadi forum akbar komunitas lingkungan
global dalam upaya menyelamatkan masa depan planet bumi.
Langkah tersebut juga menjadi penting karena akan menentukan
kesepakatan final pengganti Protokol Kyoto.

Pembahasan utama yang terjadi pada konferensi kali ini adalah


tuntutan pengurangan emisi karbon dunia. Hampir sebagian
besar komunitas internasional mendesak agar dunia
menghentikan segera pertumbuhan emisi rumah kaca, baik yang
ditimbulkan oleh negara-negara industri maju (AS, Uni Eropa, dan
Jepang) maupun negara-negara ekonomi baru (China dan India).

Konferensi tersebut mendesak agar pengurangan emisi gas


karbon negara-negara industri tersebut harus berada di bawah
ambang batas yang ditargetkan selama ini. Nilainya sekitar 25%
hingga 40%. Bagi banyak aktivis lingkungan, angka pengurangan
itu malah secara radikal harus ditingkatkan menjadi 80% hingga
95% pada 2050. Ironisnya, dalam hal ini masih terus terjadi tarik
menarik kepentingan antar negara utamanya antara negara
industri maju dan negara-negara ekonomi baru.

Ada tiga hal yang disepakati oleh pemerintah seluruh dunia


dalam konferensi tersebut, yakni :

Penerapan secara cepat dan efektif tindakan serta-merta


dalam mengatasi perubahan iklim;

Komitmen ambisius untuk


mengurangi dan membatasi
emisi gas karbon, termasuk

18
memulai komitmen pendanaan dan pendanaan jangka
panjang; dan Visi bersama jangka panjang tentang masa
depan dengan emisi karbon tingkat rendah bagi semua.

BAB IV

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dampak negatif dari pemanasan global memang sangat


banyak. Baik itu secara langsung atau tidak langsung pada
manusia. Secara tidak langsung yaitu dengan merusak
lingkungan yang akan mengganggu pemenuhan kebutuhan
manusia. Secara langsung yaitu dengan suhu yang terasa
semakin panas yang mengganggu kesehatan manusia.
Pemanasan global memang tidak bisa dicegah, Tapi hal
tersebut masih bisa diperlamban. Mulai dengan
pengembangan teknologi yang berwawasan lingkungan dan
menjalankan prinsip daur ulang, menggunakan kembali barang
yang masih bisa dipakai, dan mengurangi penggunaan SDA
yang tidak perlu.

Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang


menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan

19
lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan
dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi
pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena
hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global
memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.

3.2. Saran

Kehidupan ini berawal dari kehidupan bumi jauh sebelum


makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan
melestarikan bumi harus ada beberapa decade yang harus kita
capai agar bumi tetap dalam kondisi baik dan selalu
menyediakan alam untuk kita. Marilahkita bergotong royong
untuk menyelamatkan bumi yang sudah memberikan kita
kehidupan. Stop Global Warming!

Daftar Pustaka :

http://www.environmentalgraffiti.com/ecology/

global-warming-is-
racist/335#gXx2eqEoR3AphAts.99
http://ismorosyiadi.blogspot.com
www.wikipedia.com/global-warming
http://oday-junior.blogspot.com

20