Anda di halaman 1dari 18

BAB IV

METODE DIAGNOSTIK KOMUNITAS

1.1 RANCANGAN DIAGNOSTIK KOMUNITAS


Jenis evaluasi program ini adalah desain evaluasi program dengan
pendekatan kualitatif.

1.2 METODE DIAGNOSTIK

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei yang dilakukan
pada bulan Februari - Maret 2017 di Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II.
1.2.1 Jenis Data

Jenis data pada evaluasi program ini adalah menggunakan data kualitatif
dan data kuantitatif.
1. Data Kualitatif
Data hasil wawancara dengan pasien suspek TB yang tinggal di RW
01, 02, 03 Kelurahan Pejaten Barat II selama tahun 2016 yang berjumlah 37
orang dan hasil wawancara dengan pemegang program TB yang berjumlah
1 orang.

2. Data Kuantitatif
Data pelaporan Buku Register TBC Unit Pelayanan Kesehatan di
Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II selama tahun 2016, yaitu pasien
suspek TB yang berjumlah 37 orang, dan pasien dengan pengobatan TB
yang berjumlah 12 orang .

1.2.2 Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data
primer dan data sekunder, yaitu:
a. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pasien suspek TB yang
tinggal di RW 01, 02, 03 Kelurahan Pejaten Barat II selama tahun 2016 (33
orang) dan hasil wawancara dengan pemegang program TB (1 orang).
b. Data sekunder diperoleh dari pelaporan Buku Register TBC Unit Pelayanan
Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II selama tahun 2016.

1.3 LOKASI DAN WAKTU


1.3.1 Waktu

Evaluasi program akan dilaksanakan dari bulan Februari - Maret 2017.


1.3.2 Tempat

Evaluasi program akan dilaksanakan di lingkungan RW 01, 02, 03


Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II, Jakarta Selatan.

1.4 SAMPEL DIAGNOSTIK KOMUNITAS


1.4.1 Populasi
Populasi dalam evaluasi program ini adalah seluruh warga yang tinggal
di RW 01, 02, 03 wilayah Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II pada tahun
2016.

1.4.2 Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi dalam evaluasi program ini adalah seluruh warga suspek
TB yang tinggal di RW 01, 02, 03 wilayah Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat
II pada tahun 2016.

1.4.3 Perkiraan besar sampel


Perhitungan jumlah sampel pada evaluasi program ini
menggunakan cara infinit dan finit.
Rumus Populasi Infinit :

N0=Z2xpxq/d2

N0 = besar sampel optimal yang dibutuhkan


z = pada tingkat kemaknaan 95% besarnya 1,96
p = prevalensi pasien TB koinfeksi helminthes (prevalensi tahun 2017 di
Ethiopia = 24,4%)
q = prevalensi yang tidak menderita penyakit/ peristiwa yang diteliti = 1-p
d = akurasi dari ketepatan pengukuran

N0 = (1,96)2 x 0,244 x 0.756


0,052
= 3,8416x 0,1844
0,0025
= 0.4625
0,0025
= 283,45 ~ 283
Setelah diketahui nilai N0 yaitu besar sampel optimal yang dibutuhkan
selanjutnya angka tersebut dimasukan kedalam rumus populasi finit.
Rumus Populasi Finit :

n=n0/(1+n0/N)

n= besar sampel yang dibutuhkan untuk populasi yang finit


n0 = besar sampel dari populasi yang infinit
N = besar sampel populasi finit
DiketahuijumlahpasiensuspekTByangterdatadiPuskesmasKelurahan
PejatenBaratIIsebanyak37orangpadatahun2016.Maka,besarsampelminimal
adalah:

n = n0/ ( 1+n0/N)
= 283/ (1+ 283/ 37)
= 283 / (8,65)
= 32,7 ~ 33
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu
pengambilan sampel berdasarkan suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh
peneliti bersama pemegang program TB Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II,
sesuai ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui setempat.
Selanjutnya dilakukan wawancara mendalam (indepth interview) terhadap
sampel yang memenuhi kriteria inklusi diatas sampai data yang didapatkan
bersifat jenuh.

1.5 ANALISIS KOMUNITAS

Data hasil kegiatan yang diperoleh dari Puskesmas Kelurahan Pejaten


Barat II, kemudian dianalisis berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Masalah pada evaluasi program ini merupakan hasil kegiatan dengan pencapaian
yang kurang dari 100% berdasarkan SPM. Dari beberapa masalah tersebut
dilakukan upaya pemecahan dengan menerapkan metode algoritma problem
solving cycle, yaitu setelah dilakukan identifikasi masalah maka selanjutnya
ditentukan prioritas masalah dengan menggunakan metode Hanlon . Dari
beberapa masalah tersebut, kemudian diambil salah satu program bermasalah
dengan prioritas utama yang akan dipecahkan.

Langkah selanjutnya dilakukan survey secara kualitatif dengan


pendekatan sistem yang diawali dari input yang meliputi 5M, yaitu man, money,
method, material, machine, kemudian dilanjutkan dengan proses yang meliputi
fungsi manajeman (P1, P2, P3) dan manajemen mutu yang semua terangkum
dalam Fish Bone Analysis, sehingga didapatkan output. Input dan proses
dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Data kemudian diolah untuk
mengidentifikasi dan mencari penyebab masalah, lalu ditentukan alternatif
pemecahan masalah. Metode kriteria matriks (MIV/C) digunakan untuk
membantu menentukan prioritas pemecahan masalah. Setelah pemecahan
masalah terpilih, dibuat rencana kegiatan dalam bentuk POA (Plan Of Action)
dan diaplikasikan pada subjek.
BAB V
ANALISIS MASALAH

5.1 Alur Pemecahan Masalah

Gambar 4. Alur Pemecahan Masalah

Pada penelitian ini ditemukan adanya masalah yang terjadi pada


program-program Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II. Dasar untuk
memutuskan adanya masalah, yaitu:
1. Adanya kesenjangan antara target dan pencapaian dari program.
2. Adanya rasa tanggung jawab untuk menanggulangi masalah tersebut,
dikarenakan pentingnya program peningkatan angka kesembuhan TB
untuk perbaikan terhadap berbagai masalah kesehatan dan tercapainya
peningkatan pembangunan kesehatan wilayah.
Urutan dalam siklus pemecahan masalah yang pertama dilakukan adalah
mengidentifikasi masalah. Identifikasi masalah dilakukan dengan cara
menghitung selisih dari cakupan program, cakupan yang melebihi atau kurang
dari target yang merupakan masalah. Cakupan program yang bermasalah
terdapat 25 indikator yang didapat dari data Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat
II pada tahun 2016.
Prioritas masalah dihitung menggunakan metode Hanlon kuantitatif,
Setelah didapatkan alternatif pemecahan masalah maka ditentukan prioritas
pemecahanmasalahdenganmenggunakanmetodekriteriamatriks.Berdasarkan
hasilperhitungankriteriamatriksmakadidapatkanprioritaspemecahanmasalah
berupa penyuluhan mengenai pentingnya pengobatan TB dan mengenai hidup
sehat , pembuatan media promosi yang menarik seperti brosur, leaflet tentang
TB, melakukan kunjungan rumah untuk wawancara mengenai masalah-masalah
yang dialami pasien selama menjalani pengobatan. Setelah didapatkan
pemecahan masalah terpilih lalu dibuat rencana kegiatan dalam bentuk POA
(PlanOfAction)yangakandilaksanakandiwilayahkerjaPuskesmasPejaten
Barat II setelah itu dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap rencana
pemecahanmasalahtersebut.
5.3 Identifikasi Cakupan Program Yang Bermasalah
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis data Standar
Pelayanan Minimal Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II Tahun 2016,
terdapat beberapa program yang komponennya belum mencapai hasil yang
ditargetkan. Komponen - komponen program tersebut yaitu:

Tabel 33. Masalah program Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat II Tahun


2016

No. Indikator Target Sasaran Cakupan


(%) 1 Tahun Kegiatan Persen Pencapaian
(%) (%)
1. Kunjungan Bumil 100 193 192 99,4 99,4
K1

2. Kunjungan Bumil 98 193 188 97,4 99,3


K4

3. Kunjungan Ibu Nifas 98 256 256 100 102

4. Ibu Hamil Dengan 98 220 220 100 102


Resti

5. Ibu Hamil 99 150 150 100 101


DenganKomplikasi
Yang Ditangani

6. Kunjungan Bayi 97 1023 883 86,3 88,9

7. Kunjungan Balita 99 1023 637 62,3 63


Sakit

8. Peserta KB Aktif 76,9 2020 1149 56,9 74

9. Balita Yang 85 1643 1643 100 117,6


Ditimbang

10 Pemberian Vitamin A 85 1643 1643 100 117,6


Pada Ibu Nifas

11 Bumil Yang diberi 90 85 193 193 100 117,6


Tablet Fe

12 Bayi Usia 0-6 Bulan 42 235 152 64,6 153,8


Mendapat Air Susu
Ibu (ASI) Eksklusif
13 Angka Bebas Jentik 95 1010 835 82,6 86,9

14 HB0 80 284 262 92,2 115,2

15 BCG 95 284 284 100 105,2

16 Polio (1) 95 284 302 106,3 111,8

17 Polio (2) 95 284 302 106,3 111,8

18 Polio (3) 95 284 302 106,3 111,8

19 Polio (4) 95 284 302 106,3 111,8

20 DPT/HB-Hib (1) 95 284 270 95,1 100,1

21 DPT/HB-Hib (2) 95 284 270 95,1 100,1

22 DPT/HB-Hib (3) 95 284 270 95,1 100,1

23 Cakupan Skrining Ca 10 422 52 12,3 123


Serviks

24 Penemuan kasus TB 90 70 12 17,1 19


BTA (+) (Case
Detection Rate)

25 Angka Kesembuhan 95 12 3 25 26,3


TB

5.4 Penentuan Prioritas Masalah (Berdasarkan Hanlon Kuantitatif)


Untuk penentuan prioritas masalah digunakan metode Hanlon
Kuantitatif. Kriteria dalam Hanlon Kuantitatif adalah sebagai berikut :
(A + B) x C x D

1 Kriteria A: Besarnya masalah


2 Kriteria B: Kegawatan masalah
3 Kriteria C: Kemudahan dalam penanggulangan
4 Kriteria D: Faktor PEARL
Kriteria A: Besarnya masalah
Besarnya masalah dapat ditentukan melalui langkah-langkah berikut:
Langkah 1:
Menentukan besar masalah dengan cara menghitung selisih persentase
pencapaian hasil kegiatan dengan pencapaian 100%.
Tabel 34. Program yang belum mencapai target di Puskesmas Pejaten Barat II
Tahun 2016

No. Program Pencapaian (%) Besarnya


Masalah (%)
1. Kunjungan Bumil K1 99,4 0,6

2. Kunjungan Bumil K4 99,3 0,7

3. Kunjungan Ibu Nifas 102 2

4. Ibu Hamil Dengan Resti 102 2

5. Ibu Hamil DenganKomplikasi Yang 101 1


Ditangani

6. Kunjungan Bayi 88,9 11,1

7. Kunjungan Balita Sakit 63 37

8. Peserta KB Aktif 74 26

9. Balita Yang Ditimbang 117,6 17,6

10 Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas 117,6 17,6

11 Bumil Yang diberi 90 Tablet Fe 117,6 17,6

12 Bayi Usia 0-6 Bulan Mendapat Air 153,8 53,8


Susu Ibu (ASI) Eksklusif

13 Angka Bebas Jentik 86,9 13,1

14 HB0 115,2 15,6

15 BCG 105,2 5,2

16 Polio (1) 111,8 11,8

17 Polio (2) 111,8 11,8

18 Polio (3) 111,8 11,8

19 Polio (4) 111,8 11,8

20 DPT/HB-Hib (1) 100,1 0,1

21 DPT/HB-Hib (2) 100,1 0,1

22 DPT/HB-Hib (3) 100,1 0,1

23 Cakupan Skrining Ca Serviks 123 23

24 Penemuan kasus TB BTA (+) (Case 19 81


Detection Rate)

25 Angka Kesembuhan TB 26,3 73,7

Langkah 2:
Menentukan kolom/kelas interval dengan Rumus Sturgess :
k = 1 + 3,3 Log n
Keterangan:
k = jumlah kolom/kelas
n = jumlah masalah

Masukkan ke rumus : k = 1 + 3,3 log n


= 1 + 3,3 log 25
= 1+ 3,3 (1,39)
= 5,58 dibulatkan menjadi 6

Langkah 3 :
Menentukan interval kelas dengan menghitung selisih besarnya masalah
terbesar dengan terkecil kemudian di bagi kelas/kolom.
Nilai besar masalah : terbesar 81 %
terkecil 0,1 %
Interval : Nilai terbesar Nilai terkecil
k
: 81 0,1
6
: 13,48 ~ 13
Langkah 4.
Menentukan skala interval dan nilai tiap interval sesuai jumlah
kolom/kelas:
Tabel 35. Pembagian Interval Kelas
Kolom/Kelas Skala Interval Nilai
Skala 1 0,1 13,1 1
Skala 2 13,2 26,2 2
Skala 3 26,3 39,3 3
Skala 4 39,4 52,4 4
Skala 5 52,5 65,5 5
Skala 6 65,6 78,6 6
Skala 7 78,791,7 7

Langkah 5 : Menentukan nilai tiap masalah sesuai dengan kelasnya


Tabel 36. Penentuan Nilai Tiap Masalah Berdasarkan Kelas
No Masalah Besarnya masalah terhadap presentasi pencapaian Nilai
0,1 13,2 26,3 39,4 52,5 65,6 78,791,7
13,1 26,2 39,3 52,4 65,5 78,6 (7)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Kunjungan Bumil X 1
K1
2. Kunjungan Bumil X 1
K4
3. Kunjungan Ibu X 1
Nifas
4. Ibu Hamil Dengan X 1
Resti
5. Ibu Hamil Dengan X 1
Komplikasi Yang
Ditangani
6. Kunjungan Bayi X 1

7. Kunjungan Balita X 3
Sakit
8. Peserta KB Aktif X 2

9. Balita Yang X 2
Ditimbang
10 Pemberian Vitamin X 2
A Pada Ibu Nifas
11 Bumil Yang diberi X 2
90 Tablet Fe
12 Bayi Usia 0-6 X 5
Bulan Mendapat
Air Susu Ibu (ASI)
Eksklusif
13 Angka Bebas X 1
Jentik
14 HB0 X 2
15 BCG X 1

16 Polio (1) X 1

17 Polio (2) X 1

18 Polio (3) X 1

19 Polio (4) X 1

20 DPT/HB-Hib (1) X 1

21 DPT/HB-Hib (2) X 1

22 DPT/HB-Hib (3) X 1

23 Cakupan Skrining X 2
Ca Serviks
24 Penemuan kasus X 7
TB BTA (+) (Case
Detection Rate)
25 Angka X 6
Kesembuhan TB

Kriteria B: Kegawatan Masalah


Kriteria ini dilakukan dengan cara menentukan tingkat urgensi (U),
besarnya masalah (S), tingkat penyebaran/meluasnya (G), dan sumber
daya (P) yang dimiliki untuk mengatasi tiap masalah dengan sistem
scoring dengan skor 1-5.
1. Tingkat urgensi dinilai sebagai berikut :
a. Sangat mendesak :5
b. Mendesak :4
c. Cukup mendesak :3
d. Kurang mendesak :2
e. Tidak mendesak :1
2. Tingkat besar kecilnya masalah (seriousness) dinilai sebagai berikut :
a. Sangat gawat :5
b. Gawat :4
c. Cukup gawat :3
d. Kurang gawat :2
e. Tidak gawat :1
3. Tingkat penyebaran/meluasnya masalah (growth) dinilai sebagai
berikut:
a. Sangat mudah menyebar/meluas :5
b. Mudah menyebar/meluas :4
c. Cukup menyebar/meluas :3
d. Sulit menyebar/meluas :2
e. Tidak menyebar/meluas :1
4. Sumber daya yang dimiliki untuk mengatasi permasalahan (potency)
dinilai sebagai berikut :
a. Sangat banyak :5
b. Banyak :4
c. Cukup banyak :3
d. Kurang banyak :2
e. Tidak banyak :1

Tabel 37. Penilaian Masalah Berdasarkan Kegawatan


No
Masalah U S G P JUMLAH
.
1. Kunjungan Bumil K1 1 1 2 2 4
2. Kunjungan Bumil K4 1 3 3 2 9
3. Kunjungan Ibu Nifas 1 1 1 2 5
4. Ibu Hamil Dengan Resti 3 4 3 2 12
5. Ibu Hamil Dengan Komplikasi Yang 3 4 3 2 12
Ditangani
6. Kunjungan Bayi 1 1 1 2 5
7. Kunjungan Balita Sakit 3 3 2 2 10
8. Peserta KB Aktif 2 1 2 2 7
9. Balita Yang Ditimbang 1 2 2 2 7
10 Pemberian Vitamin A Pada Ibu 1 2 1 2 6
Nifas
11 Bumil Yang diberi 90 Tablet Fe 1 2 2 2 7
12 Bayi Usia 0-6 Bulan Mendapat Air 1 2 2 2 7
Susu Ibu (ASI) Eksklusif
13 Angka Bebas Jentik 2 3 4 3 12
14 HB0 1 2 3 2 8
15 BCG 1 2 4 2 9
16 Polio (1) 1 2 3 2 8
17 Polio (2) 1 2 3 2 8
18 Polio (3) 1 2 3 2 8
19 Polio (4) 1 2 3 2 8
20 DPT/HB-Hib (1) 1 2 3 2 8
21 DPT/HB-Hib (2) 1 2 3 2 8
22 DPT/HB-Hib (3) 1 2 3 2 8
23 Cakupan Skrining Ca Serviks 3 3 2 2 10
24 Penemuan kasus TB BTA (+) (Case 3 4 4 4 15
Detection Rate)
25 Angka Kesembuhan TB 3 4 4 4 15

Kriteria C: Kemudahan dalam penanggulangan


Kemudahan penganggulangan masalah diukur dengan scoring dengan
nilai 1 5 dimana:
1. Sangat mudah :5
2. Mudah :4
3. Cukup mudah :3
4. Sulit :2
5. Sangat sulit :1
Tabel 38. Penilaian Masalah Berdasarkan Kemudahan Dalam
Penanggulangan

No. MASALAH Nilai


1. Kunjungan Bumil K1 2
2. Kunjungan Bumil K4 2
3. Kunjungan Ibu Nifas 2
4. Ibu Hamil Dengan Resti 3
5. Ibu Hamil Dengan Komplikasi Yang Ditangani 3
6. Kunjungan Bayi 2
7. Kunjungan Balita Sakit 3
8. Peserta KB Aktif 2
9. Balita Yang Ditimbang 2
10 Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas 2
11 Bumil Yang diberi 90 Tablet Fe 3
12 Bayi Usia 0-6 Bulan Mendapat Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif 2
13 Angka Bebas Jentik 2
14 HB0 3
15 BCG 3
16 Polio (1) 2
17 Polio (2) 2
18 Polio (3) 2
19 Polio (4) 2
20 DPT/HB-Hib (1) 2
21 DPT/HB-Hib (2) 2
22 DPT/HB-Hib (3) 2
23 Cakupan Skrining Ca Serviks 2
24 Penemuan kasus TB BTA (+) (Case Detection Rate) 3
25 Angka Kesembuhan TB 3

Kriteria D. PEARL faktor


Kelompok kriteria D terdiri dari beberapa faktor yang saling menentukan
dapat atau tidak nya suatu program dilaksanakan, faktor-faktor tersebut
adalah:
1. Kesesuaian (Propriety)
2. Secara Ekonomis murah (Economic)
3. Dapat diterima (Acceptability)
4. Tersedianya sumber (Resources availability)
5. Legalitas terjamin (Legality)

Tabel 39. Kriteria D (PEARL FAKTOR)


No P E A R L
Masalah
.
1. Kunjungan Bumil K1 1 1 1 1 1
2. Kunjungan Bumil K4 1 1 1 1 1
3. Kunjungan Ibu Nifas 1 1 1 1 1
4. Ibu Hamil Dengan Resti 1 1 1 1 1
5. Ibu Hamil Dengan Komplikasi Yang Ditangani 1 1 1 1 1
6. Kunjungan Bayi 1 1 1 1 1
7. Kunjungan Balita Sakit 1 1 1 1 1
8. Peserta KB Aktif 1 1 1 1 1
9. Balita Yang Ditimbang 1 1 1 1 1
10 Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas 1 1 1 1 1
11 Bumil Yang diberi 90 Tablet Fe 1 1 1 1 1
12 Bayi Usia 0-6 Bulan Mendapat Air Susu Ibu (ASI) 1 1 1 1 1
Eksklusif
13 Angka Bebas Jentik 1 1 1 1 1
14 HB0 1 1 1 1 1
15 BCG 1 1 1 1 1
16 Polio (1) 1 1 1 1 1
17 Polio (2) 1 1 1 1 1
18 Polio (3) 1 1 1 1 1
19 Polio (4) 1 1 1 1 1
20 DPT/HB-Hib (1) 1 1 1 1 1
21 DPT/HB-Hib (2) 1 1 1 1 1
22 DPT/HB-Hib (3) 1 1 1 1 1
23 Cakupan Skrining Ca Serviks 1 1 1 1 1
24 Penemuan kasus TB BTA (+) (Case Detection Rate) 1 1 1 1 1
25 Angka Kesembuhan TB 1 1 1 1 1

5.5 Penilaian prioritas masalah


Setelah nilai dari kriteria A, B, C, dan D didapat, hasil tersebut
dimasukan dalam formula nilai prioritas dasar (NPD), serta nilai prioritas
total (NPT) untuk menentukan prioritas masalah yang dihadapi:
NPD = (A+B) x C NPT = (A+B) x C x D

Tabel 40. Urutan prioritas berdasarkan perhitungan Hanlon Kuantitatif


N Masalah A B C D NPD NPT Urutan
o Prioritas
1. Kunjungan Bumil K1 1 4 2 1 10 10 XXV
2. Kunjungan Bumil K4 1 9 2 1 20 20 XII
3. Kunjungan Ibu Nifas 1 5 2 1 12 12 XXIV
4. Ibu Hamil Dengan Resti 1 12 3 1 39 39 V
5. Ibu Hamil Dengan Komplikasi 1 12 3 1 39 39 IV
Yang Ditangani
6. Kunjungan Bayi 1 5 2 1 12 12 XXIII
7. Kunjungan Balita Sakit 3 10 3 1 39 39 III
8. Peserta KB Aktif 2 7 2 1 18 18 XIII
9. Balita Yang Ditimbang 2 7 2 1 18 18 XIV
10 Pemberian Vitamin A Pada Ibu 2 6 2 1 16 16 XXII
Nifas
11 Bumil Yang diberi 90 Tablet Fe 2 7 3 1 27 27 VIII
12 Bayi Usia 0-6 Bulan Mendapat 5 7 2 1 24 24 X
Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif
13 Angka Bebas Jentik 1 12 2 1 26 26 IX
14 HB0 2 8 3 1 30 30 VI
15 BCG 1 9 3 1 30 30 VII
16 Polio (1) 1 8 2 1 18 18 XV
17 Polio (2) 1 8 2 1 18 18 XVI
18 Polio (3) 1 8 2 1 18 18 XVII
19 Polio (4) 1 8 2 1 18 18 XVIII
20 DPT/HB-Hib (1) 1 8 2 1 18 18 XIX
21 DPT/HB-Hib (2) 1 8 2 1 18 18 XX
22 DPT/HB-Hib (3) 1 8 2 1 18 18 XXI
23 Cakupan Skrining Ca Serviks 2 10 2 1 24 24 XI
24 Penemuan kasus TB BTA (+) 7 15 3 1 66 66 I
(Case Detection Rate)
25 Angka Kesembuhan TB 6 15 3 1 63 63 II

5.6 Urutan Prioritas Masalah


Setelah dilakukan penentuan prioritas masalah dengan teknik Hanlon
Kuantitiatif, didapatkan urutan prioritas masalah yang terdapat di
Puskesmas Kelurahan Pela Mampang adalah :
1. Penemuan kasus TB BTA (+)
2. Angka Kesembuhan TB
3. Kunjungan Balita Sakit
4. Ibu Hamil Dengan Komplikasi Yang Ditangani
5. Ibu Hamil Dengan Resti
6. HB0
7. BCG
8. Bumil Yang diberi 90 Tablet Fe
9. Angka Bebas Jentik
10. Bayi Usia 0-6 Bulan Mendapat Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif
11. Cakupan Skrining Ca Serviks
12. Kunjungan Bumil K4
13. Peserta KB Aktif
14. Balita Yang Ditimbang
15. Polio (1)
16. Polio (2)
17. Polio (3)
18. Polio (4)
19. DPT/HB-Hib (1)
20. DPT/HB-Hib (2)
21. DPT/HB-Hib (3)
22. Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas
23. Kunjungan Bayi
24. Kunjungan Ibu Nifas
25. Kunjungan Bumil K1