Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang
mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham,
memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk
'menjual' kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai. Ini
adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham
dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).
Pasar yang di dalamnya berjalan usaha jual-beli saham disebut Bursa, dimana didalamnya
juga melibatkan para broker yang menjadi perantara antara penjual dengan pembeli. Disebut
sebagai bursa karena dinisbatkan kepada sebuah hotel di Belgia dimana kalangan konglomerat
dan para broker berkumpul untuk melakukan operasi kerja mereka. Atau dinisbatkan kepada
sorang lelaki Belgia bernama Deer Bursiah, yang memiliki sebuah istana tempat berkumpulnya
kaum konglomerat dan para broker untuk tujuan yang sama.
Target bursa adalah menciptakan pasar simultan dan kontinu dimana penawaran dan
permintaan serta orang-orang yang hendak melakukan perjanjian jual-beli dipertemukan.
Tentunya semua itu dapat menggiring kepada berbagai keuntungan.
Saham diperjualbelikan di pasar modal. Salah satu pasar modal yang cukup dikenal oleh
masyarakat adalah bursa saham. Selain saham, bursa saham juga menyediakan sarana untuk
perdagangan sekuritas dan instrumen finansial lainnya, seperti obligasi, reksa dana, mata uang,
ORI, dll. Untuk dapat memperjualbelikan sahamnya dalam suatu bursa saham, perusahaan yang
bersangkutan harus mendaftarkan sahamnya terlebih dahulu di bursa saham.
Untuk berinvestasi di saham, disarankan untuk melakukan teknik evaluasi terlebih dahulu
dan uang yang hendak diinvestasikan disebar di dalam beberapa saham, agar resiko bisa dibagi.
Selain itu, banyak ahli menyarankan agar berinvestasi di dalam saham dilakukan dalam jangka
panjang. Mereka menyarankan rentang waktu antara 10-20 tahun untuk bisa mendapatkan hasil
yang signifikan dalam berinvestasi di dalam saham.
BAB II
PEMBAHASAN

Saham adalah bentuk penyertaan modal dalam sebuah perusahaan. Ketika seorang
memiliki saham sebuah perusahaan, bisa dikatakan kita memiliki perusahaan tersebut sebesar
persentase tertentu sesuai dengan jumlah lembar saham yang kita miliki.

2.1 Konsep Saham


Pada umumnya, perusahaan-perusahaan yang menjual sahamnya kepada masyarakat luas
adalah perusahaan yang telah berdiri selama rentang waktu tertentu dan mendapatkan
keuntungan dari waktu ke waktu. Dengan demikian diharapkan pada masa yang akan datang
keuntungan tersebut bisa tetap dipertahankan atau ditingkatkan sehingga pemilik perusahaan bisa
mendapatkan keuntungan. Dengan kata lain, ketika seorang membeli saham sebuah perusahaan,
sebenarnya bukanlah membeli perusahaan pada masa kini, akan tetapi yang dibeli adalah masa
depan perusahaan.
Dengan kata lain, seorang itu membeli prospek perusahaan. Jika prospek perusahaan
membaik harga saham tersebut akan meningkat. Memiliki saham berarti memiliki perusahaan.
penghasilan yang dinikmati oleh pembeli saham adalah pembagian dividen ditambah dengan
kenaikan harga saham tersebut (capital gains). Dengan demikian, dipandang dari segi kepastian,
maka penghasilan pemilik saham menjadi lebih tidak pasti. Hal ini disebabkan karena
pembayaran dividen sendiri akan dipengaruhi oleh prospek perusahaan yang tidak pasti.
Suatu perusahan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham (stock). Jika
perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini disebut dengan saham biasa
(commen stock). Untuk menarik investor potensial lainnya, suatu perusahaan mungkin juga
mengeluarkan kelas lain dari saham, yaitu yang disebut dengan dengan saham preferen
(preferred stock). Saham preferren mempunyai hak-hak prioritas lebih dari saham biasa. Hak-hak
prioritas dari saham preferren yaitu hak atas deviden yang tetap dan hak terhdap aktiva jika
terjadi likuiditas. Akan tetapi, saham preferen umumnya tidak mempunyai hak veto seperti
seperti yang dimiliki oleh saham biasa.
2.2 Macam Macam Saham

A. Saham preferen (prefered stock)

Saham preferen merupakan saham yang mempunyai hak khusus melebihi pemegang saham
biasa. Saham preferen disebut juga dengan saham istimewa sebab mempunyai banyak
keistimewaan. Biasanya keistimewaan ini dihubungkan dalam hal pembagian deviden atau
pembagian aktiva pada saat likuiditas.
Saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi
(bond) dan saham biasa, seperti bond yang membayarkan harga atas pinjaman, saham preferen
juga memberikan hasil yang tetap berupa deviden preferen seperti saham biasa dalam hal
likuidasi klaim pemegang saham preferen dibawah klaim pemegang obligasi (bond)
dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen mempunyai beberapa hak, yaitu hak atas
deviden tetap dan hak pembayaran terlebih dahulu jika terjadi likuidasi (Jogianto, 2000:59).
Kelebihan dalam hal pembagian deviden adalah bahwa deviden yang dibagi pertama kali
harus dibagikan untuk saham preferen, kalau ada kelebihan baru dibagikan kepada pemegang
saham biasa. Deviden saham preferen tidak terutang atas dasar waktu, tetapi baru terutang
jikasudah diumumkan oleh perusahaan. Dalam hal pimpinan perusahaan tidak mengumumkan
pembagian deviden dalam suatu periode maka deviden tidak hilang.

A.1 Karakteristik Saham Preferen


Sebuah perseroan dapat menyertakan prefernsi atau batasan pada setiap kombinasi yang
diinginkan untuk penerbitan saham prefern, sepanjang tidak bertentangan secara spesifik dengan
hokum Negara bagian, dan perseroan itu dapat menerbitkan lebih dari satu kelompok saham
preferwn. Karakteristik paling umum yang melekat pada saham preferen adalah :

1. Saham Preferen Kumulatif


Saham preferen kumulatif (cumulative preffered stock) dinyatakan bahwa jika perseroan
gagal membayar dividen dalam suatu tahun, maka harus dibayarkan dalam tahun berikutnya
sebelum laba dapat dibagikan kepada pemegang saham biasa. Jika direktur tidak mengumumkan
dividen pada tanggal pembagian dividen yang biasa, maka dividen itu disebut sebagai passed
(terlewat). Setiap dividen yang terlewat atas saham preferen kumulatif merupakan dividen
tertunggak. Karena tidak ada kewajiban yang terjadi sampai dewan direksi mengumumkan
dividen, maka dividen tertunggak tidak dicatat sebagai kewajiban tetapi diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan. Saham preferen nonkumulatif jarang diterbitkan karena dividen
yang terlewat akan hilang selamanya bagi pemegang saham preferen dan akibatnya penerbitan
saham ini tidak dapat dipasarkan.

2. Saham Preferen Partisipasi


Pemegang saham preferen partisipasi (convertible preffered stock) membagi rata dengan
pemegang saham biasa setiap pembagian laba di luar tingkat yang ditentukan. Jadi, saham
preferen 5%, jika berpartisipasi penuh, akan menerima tidak hanya pengembalian 5%, tetapi juga
dividen pada tingkat yang sama seperti yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa jika
jumlah yang melebihi 5% dari nilai pari atau nilai ditetapkan dibayarkan kepada pemegang
saham biasa. Saham preferen partisipasi tidak selalu berpartisipasi penuh, tapi berpartisipasi
sebagian (parsial).

3. Saham Preferen Konvertibel


Saham preferen konvertibel (convertible preffered stock) mengizinkan pemegang saham
menukar saham preferen menjadi sahambiasa pada rasio yang telah ditentukan sebelumnya.
Pemegang saham preferen konvertibel tidak hanya menikmati klaim preferen atas dividen tetapi
juga memiliki opsi konversi ke pemegang saham biasa dengan partisipasi yang tidak terbatas atas
laba.

4. Saham Preferen yang Dapat Ditarik


Saham preferen yang dapat ditarik (callable preffered stock) mengizinkan perusahaan
penerbit saham untuk menarik atau menebus, pada opsinya, saham preferen yang beredar pada
tanggal tertentu di masa depan dan pada harga yang ditentukan. Banyak penerbitan saham
preferen bersifat dapat ditarik. Harga penarikan atau penebusan biasanya ditetapkan sedikit di
atas harga penerbitan awal dan biasanya ditentukan pada satuan yang berkaitan nilai pari.
Karakteristik dapat ditarik memungkinkan perusahaan menggunakan modal yang diperoleh
melalui penerbitan saham semacam itu, sampai kebutuhan telah terpenuhi atausaham tidak
menguntungkan lagi. Keberadaan harga penarikan ini cenderung menetapkan plafon nilai pasar
saham preferen kecuali jika hal itu bersifat konvertibel untuk saham biasa. Jika saham preferen
ditarik untuk ditebus, maka setiap dividen yang tertunggak harus dibayar.

5. Saham Preferen yang Dapat Ditebus


Saham preferen yang dapat ditebus (redeemable preffered stock) mempunyai periode
penebusan wajib atau karakter penebusan yang tidak dapat dikontrol oleh perusahaan penerbit
saham. Baru-baru ini di FASB melaporkan sebuah standar yang mempengaruhi perlakuan
akuntansi untuk instrumen hibrida tertentu dan mengharuskan sekuritas yang bersifat seperti
hutang, seperti saham preferen yang dapat ditebus agar dikelompokkan sebagai kewajiban dan
diukur dan diperlakukan seperti kewajiban.

A.2 Macam Macam Saham Preferen

1. Saham preferen kumulatif. Saham preferen kumulatif adalah saham preferen yang
devidennya setiap tahun harus dibayarkan kepada pemegang saham dengan kata lain
saham ini merupakan saham yang dijamin akan memperoleh deviden setiap tahunnya.
Apabila dalam satutahun deviden tidak dapat dibayarkan maka pada tahun-tahun
berikutnya deviden yang belum dibayar tersebut harus dilunasi dulu sehingga dapat
mengadakan pembagian deviden untuk saham biasa.

2. Saham preferen tidak kumulatif. Saham ini merupakan kebalikan dari saham preferen
kumulatif. Dalam saham preferen tidak kumulatif pemegang saham tidak akan
memperoleh pembagian keuntungan secara penuh manakala dalam suatu periode ada
deviden yang belum dibayar. Dalam saham jenis ini, pemegang saham preferen akan
mendapat proritas akan tetapi hanya sampai pada jumlah tertentu sehingga tidak seluruh
deviden yang tidak dibayar akan dipenuhi seluruhnya, kadangkala tidak menutup
kemungkinan bahwa deviden yang tidak dibayar pada tahun sebelumnya tidak akan
dibayar ditahun kemudian.

3. Saham preferen partisipasi. Saham ini merupakan saham preferen dalam hak
devidennya tidak terbatas dalam jumlah tertentu. Ini berarti saham ini disamping
memperoleh deviden tetap juga akan memperoleh bonus (tambahan) deviden manakala
perusahaan mencapai sasaran yang telah digariskan.

4. Saham preferen konvertibel (Convertible prefered stocks). Adalah saham preferen


yang dapat diujur dengan surat berharga lain yang dikeluarkan oleh perusahaan lain yang
menerbitkan saham ini umumnya hak konversi ditujukan untuk dapat ditukarnya saham
preferen dengan saham biasa. Meskipun saham preferen umumnya mempunyai hak yang
didahulukan dalam pembagian deviden akan tetapi dalam hubungannya dengan
kekuasaan terhadap keberadaan perusahaan sangat jauh lebih kecil dibandingkan dengan
saham biasa.

Biasanya saham preferen mempunyai nilai nominal dan devidennya dinyatakan dalam
persentase dari nilai nominal. Apabila saham prioritas tidak mempunyai nilai nominal maka
devidennya dinyatakan dalam bentuk rupiah dan bukan dalam bentuk persentase.
Suatu perusahaan dapat mengeluarkan lebih dari satu macam saham preferen disebut saham
preferen ke satu, saham preferen kedua dan seterusnya, dimana saham preferen kesatu
mempunyai klaim yang pertama terhadap laba dan saham preferen kedua mempunyai klaim
kedua dan seterusnya.

B. Saham Biasa

B. PENGERTIAN SAHAM BIASA

Saham biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti
pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan. Pemilik
saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap / deviden dari
perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita perusahaan. Saham biasa
Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Salah
satu dari jenis saham yang ada selain saham preferen. Umumnya saham
biasa tidak berbeda jauh dengan saham preferen, karena saham preferen
bisa juga disebut dengan saham campuran. Meskipun kelihatan sama antara
saham biasa dengan saham preferen tetapi karakteristik antara keduanya
masih berbeda. Saham bisa juga menjadikan sebagai modal dari suatu
perusahaan, modal yang dibutuhkan untuk perusahaan biasanya adalah
modal untuk jangka panjang. Modal yang didapat dari penjualan saham
adalah uang tunai. Tentunya hal ini bisa didapatkan dengan menerbitkan
saham biasa selain dengan menerbitkan obligasi.
Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini
biasanya dalam bentuk saham biasa (cammon stock). Orang yang memiliki saham
suatu perusahaan memiliki hak untuk ambil bagian dalam mengelola perusahaan sesuai dengan
hak suara yang dimilikinya berdasarkan besar kecil saham yang dipunyai. Semakin banyak
prosentase saham yang dimiliki maka semakin besar hak suara yang dimiliki untuk mengontrol
operasional perusahaan.

1. Hak pemegan saham biasa

Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham bisa melakukan berbagai


hak. Beberapa hak yang dimiliki oleh pemegang sahan biasa adalah sebagai
berikut:
a) Hak kontrol.
Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi. Ini
berarti bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mmengontrol siapa
yang akan memimpin perusahaannya.
b) Hak menerima pembagia keuntungan.
Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa berhak mendapatkan
bagian dari keuntungan perusahaan. Tidak semua saham dibagikan,
sebagian laba akan ditanamkan kembali kedalam perusahaan. Laba yang
ditahan ini (retained earnings) merupakan sumber dana internal perusahaan.
c) Hak preempetif
Hak preempetif (preempetif right) merupakan hak untuk mendapatkan
persentasi pemilik yang sama jikaperusahaan mengeluarkan tambahan
lembar saham, maka jumlah saham yang beredar akan lebih banyak dan
akibatnya presentase kepemilikan pemegang saham yang lama akan turun.
Hak ini memberika prioritas kepada pemegang saham lam untu membeli
tambahan saham yang baru, sehingga presentase pemiliknya tidak berubah.

2. Pembagian Jenis Pasar Saham Biasa

Dengan peningkatan modal bisnis dari hasil penjualan saham, maka


perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dari modal yang
didapat tersebut. Saham biasa memiliki tempat penjualan yang sama seperti
saham preferen yaitu di:
a) Primary market (pasar primer).
b) Secondary market (pasar sekunder)

3. Karakteristik Saham Biasa

Saham biasa adalah saham yang tidak terlalu banyak memiliki


kelebihan dibandingkan saham preferen atau saham campuran. Berikut
adalah karakteristik dari saham biasa.
a) Pemegang saham mendapat prioritas dalam pemilihan ketua komisaris.
b) Hak penerbit saham akan diutamakan bila mereka menerbitkan saham
baru.
c) Tanggung jawab yang terbatas bisa diberikan terhadap saham yang ada.
Saham biasa (common stock) adalah surat berharga dalam bentuk
piagam atau sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak
dan kewajiban menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan.
Saham biasa mempunyai sifat kebalikan dari saham preferen (prefered
stock) dalam hal pengambilan suara, pembagian dividen dan hak-hak yang
lain. Saham biasa disebut juga sekuritas tidak berpenghasilan tetap.
Pemegang saham biasa dapat memengaruhi kebijakan korporasi
melalui proses pengambilan suara (voting) dalam pembuatan tujuan dan
kebijakan, stock split dan memilih dewan direksi perusahaan. Pemegang
saham biasa mempunyai keuntungan dalam bentuk dividen dan capital gain.
Pemegang saham (shareholder atau stockholder), adalah seseorang
atau badan hukum yang secara sah memiliki satu atau lebih saham pada
perusahaan. Para pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan
tersebut. Perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek berusaha untuk
meningkatkan harga sahamnya. Konsep pemegang saham adalah sebuah
teori bahwa perusahaan hanya memiliki tanggung jawab kepada para
pemegang sahamnya dan pemiliknya, dan seharusnya bekerja demi
keuntungan mereka. Pemegang saham diberikan hak khusus tergantung dari
jenis saham, termasuk hak untuk memberikan suara (biasanya satu suara
per saham yang dimiliki) dalam hal seperti pemilihan papan direktur, hak
untuk pembagian dari pendapatan perusahaan, hak untuk membeli saham
baru yang dikeluarkan oleh perusahaan, dan hak terhadap aset perusahaan
pada saat likuidasi perusahaan.
Namun, hak pemegang saham terhadap aset perusahaan berada di
bawah hak kreditor perusahaan. Ini berarti bahwa pemegang saham
biasanya tidak menerima apa pun bila suatu perusahaan yang dilikuidasi
setelah kebangkrutan (bila perusahaan tersebut memiliki lebih untuk
membayar kreditornya, maka perusahaan tersebut tidak akan bangkrut),
meskipun sebuah saham dapat memiliki harga setelah kebangkrutan bila
ada kemungkinan bahwa hutang perusahaan akan direstrukturisasi.
Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di
Indonesia, pembelian saham harus dilakukan atas kelipatan 500 lembar atau
disebut juga dengan 1 lot. Saham pecahan (tidak bulat 500 lembar) bisa
diperjualbelikan secara over the counter. Salah satu tujuan masyarakat
untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara
sebagai berikut.
a) Meningkatkan nilai kapital capital gain.
b) Mendapatkan dividen.

Saham Biasa Memiliki karakteristik Utama sebagai berikut:

Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris

Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru

Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja

C. Saham Treasury

Saham treasury adalah saham yang dibeli oleh perusahaan penerbitnya sendiri, jadi ketika
perusahaan menerbitkan saham lalu suatu ketika perusahaan membeli saham tersebut, maka
saham yang dibeli itulah saham treasury. Seperti yang kita tahu bahwa investor yang membeli
saham atau memiliki saham berhak memberikan suara dalam RUPS, menerima dividen, dst, lain
jika yang membeli sahamnya sendiri, jika perusahaan membeli sahamnya sendiri, perusahaan
tidak berhak memberikan suara, menerima dividen, dan hal-hal lain layaknya para investor pada
umumnya.

C.1 Keputusan pembelian saham kembali (Treasury Stock)

Pembelian saham kembali atau sering di sebut sebagai treasury stock sering dilakukan oleh
banyak sekali perusahaan disaat-saat tertentu. Berikut adalah alasan-alasan pembelian kembali
saham yang beredar: (kieso weygyan warfield,2011)
a. Untuk menaikan harga pasar saham
b. Akan dijual kembali pada karyawan perusahaan.
c. Akan dibagikan sebagai dividen.
d. Untuk menukar surat-surat berharga perusahaan lain dll.
e. Untuk memperkecil pajak.
f. Untuk meningkatkan laba per saham dan pengembalian atas ekuitas.
g. Mengurangi jumlah pemegang saham.
h.Membentuk pasar bagi saham.

Dengan demikian setiap lembar saham yang diperdagangkan di bursa itu mewakili perseroan
yang harganya bisa naik turun sedangkan dalam kondisi riil penurunan harga saham tersebut bisa
tidak sebanding dengan dengan nilai rill perusahaan dan jika tidak dilakukan tindakan
penyelamatan maka berpeluang perusahaan tersebut mengalami ketidakmampuan berproduksi
yang mengakibatkan perusahaan tersebut bangkrut.

C.2 Proses dan Dampak Transaksi Treasury Stock


Dalam Peraturan Bapepam-LK No. XI.B.2 tentang pembelian kembali saham yang telah
dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik ayat 19 dan 20 bahwa Saham hasil pembelian
kembali yang dijual di luar Bursa Efek wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Saham wajib dijual pada nilai pasar wajar dan tidak lebih rendah dari harga pembelian kembali
saham tersebut;
b. Perusahaan wajib mengumumkan keterbukaan informasi kepada masyarakat dan menyampaikan
bukti pengumuman dan dokumen pendukungnya kepada Bapepam dan LK paling lambat 14
(empat belas) hari sebelum dilaksanakannya penjualan saham.
c. Pengumuman sebagaimana dimaksud pada huruf b paling kurang meliputi:
1) identitas Pihak yang akan membeli saham;
2) harga penjualan saham;
3) waktu pelaksanaan penjualan saham; dan
4) kegiatan usaha Pihak yang akan yang akan membeli saham, apabila Pihak dimaksud merupakan
badan usaha.
d. Dalam hal transaksi penjualan saham merupakan Transaksi Material dan/atau transaksi yang
mengandung Benturan Kepentingan, maka Perusahaan wajib juga memenuhi ketentuan
sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor IX.E.2 dan/atau Peraturan Nomor IX.E.1.

Saham hasil pembelian kembali yang dijual di Bursa Efek wajib memenuhi ketentuan
sebagai berikut:
a. Transaksi jual wajib dilaksanakan melalui satu Anggota Bursa;
b. Saham wajib dijual pada nilai pasar wajar dan tidak lebih rendah dari harga pembelian kembali
saham tersebut;
c. Transaksi jual hanya dapat dilaksanakan setelah 30 (tiga puluh) hari sejak pembelian kembali
saham Perusahaan dilaksanakan seluruhnya;
d. Transaksi jual hanya dapat dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) menit sesudah pembukaan
sampai dengan 30 (tiga puluh) menit sebelum penutupan perdagangan;
e. Harga penawaran jual harus sama atau lebih tinggi dari harga transaksi yang terjadi sebelumnya;
f. Jumlah penjualan kembali saham pada setiap hari adalah paling banyak sebesar 25% (dua puluh
lima perseratus) dari volume perdagangan harian saham Perusahaan, dengan ketentuan apabila
mengakibatkan pecahan satuan perdagangan, maka penjualan tersebut dibulatkan menjadi satu
satuan perdagangan; dan
g. Perusahaan wajib mengumumkan keterbukaan informasi kepada masyarakat dan menyampaikan
bukti pengumuman dan dokumen pendukungnya kepada Bapepam dan LK paling lambat 14
(empat belas) hari sebelum dilaksanakannya penjualan saham di Bursa Efek.
h. Pengumuman sebagaimana dimaksud pada huruf g paling kurang meliputi:
1) Nama Anggota Bursa yang ditunjuk untuk melakukan penjualan saham;
2) Waktu pelaksanaan penjualan saham; dan
3) Jumlah seluruh saham yang akan dijual.
i. Dalam hal transaksi penjualan saham merupakan Transaksi Material, maka Perusahaan wajib
juga memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor IX.E.2
Perusahaan di antaranya bisa menjual kembali saham lewat transaksi di bursa efek atau di
luar bursa, ditarik kembali dengan cara pengurangan modal, pelaksanaan konversi efek bersifat
ekuitas, atau untuk keperluan pendanaan perseroan. Dalam melakukan keputusan treasury stock,
perusahaan tidak hanya melakukan hal tersebut dengan pertimbangan agar harga saham bisa naik
kembali, akan tetapi melakukan pertimbangan akan dampak dan efek dalam jangka pendek
ataupun jangka panjang akibat dari pembelian saham kembali tersebut.
Dampak jangka panjang yang sering ditimbulkan dari pembelian treasury stock adalah
perusahaan akan mengalami penurunan aktiva dan ekuitas dan juga terkadang akan
mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.oleh karena itu setiap perusahaan akan melakukan
treasury stock atau pembelian saham kembali, perusahaan akan melakukan rapat dengan para
dewan direksi.
Dalam proses pembelian kembali (treasury stock), walaupun perusahaan sudah
mengumumkan mengumumkan program pembelian kembali, akan tetapi terkadang ada
pemegang saham yang tidak mengetahui hal tersebut. Dikarenakan seringnya perusahaan hanya
mengumumkan treasury stock tidak secara langsung. Dari keempat alasan pembelian treasury
stock yang telah disebutkan diatas, alasan yang sering dilakukan oleh perusahaan dalam membeli
treasury stock adalah untuk menaikkan harga pasar saham.
BAB III

Penutup

A. KESIMPULAN

Saham biasa pada dasarnya tidak terlalu berbeda dengan saham istimewa.
Pemilik saham biasa memiliki hak untuk memberikan suara sedangkan pemilik
saham istimewa tidak demikian kecuali dalam keadaan tertentu. Namun, pemilik
saham istimewa akan diprioritaskan apabila perusahaan bangkrut.Saham biasa
dapat dinilai pada kondisi yang berbeda, yaitu pada saat pertumbuhan dividen tidak
ada, pertumbuhan dividen tetap, dan pertumbuhan dividen tidak tetap.

Saham biasa merupakan surat bukti kepemilikan atau surat bukti penyertaan
atas suatu perusahaan yang mengeluarkannya. Perusahaan yang mengeluarkannya
berbentuk perseroan terbatas. Sebagaimana saham istimewa, saham biasa juga
memberikan dividen kepada pemilik saham.

Saham preferen mempunyai hak-hak prioritas dari saham preferen yaitu hak
atas deviden yang tetap dan hak terhadap aktiva jika terjadi likuiditas.

Dividen dibayarkan kepada pemilik saham biasa pada akhir tahun dari profit
yang diperoleh perusahaan. Dari penjelasan singkat ini, penyusun akan
mendeskripsikan gambaran mengenai saham biasa dan cara untuk menilainya.
DAFTAR PUSTAKA
Hartono, Jogiyono. Teori Portofolio dan Analisis Invstasi, edisi 7.,BPFE Yogyakarta.
2013.