Anda di halaman 1dari 2

Kelebihan saham biasa adalah sebagai berikut :

1. Tidak ada kewajiban tetap untuk membayar dividen kepada pemegang saham biasa.
2. Saham biasa tidak memiliki jatuh tempo.
3. Saham biasa kurang beresiko bagi perusahaan apabila dibandingkan sumber pembiayaan
lainnya baik saham preferen maupun hutang jangka panjang. Dari segi investor saham biasa
memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi karena sangat tergantung pada besarnya keuntungan
sehingga investor akan meminta tingkat keuntungan yang lebih besar daripada tingkat
keuntungan obligasi maupun saham preferen yang relatif kecil.
4. Memungkinkan untuk diversifikasi usaha, meningkatkan likuiditas, mendapat tambahan kas
dan lebih mudah dalam mengukur nilai perusahaan.
5. Perusahaan semakin transparan dan semakin banyak pihak yang ikut mengamati kegiatan
perusahaan karena dengan menjual sahamnya ke publik berarti perusahaan tersebut menjadi
milik publik.

Sedangkan kelemahan saham biasa adalah sebagai berikut :


1. Dengan menjual saham biasa akan mengancam kendali yang dipegang pemegang saham
mayoritas.
2. Menurunnya laba per lembar saham sebagai akibat bertambahnya jumlah lembar saham yang
beredar.
3. Timbulnya Agency Problem yang meningkatkan Agency Costs karena adanya konflik antar
kelompok seperti pemilik perusahaan, manajer atau pengelola usaha, dan karyawan. (Suci
Bungaran)
1. Untuk memperkecil pajak

Para investor akan membayar pajak yang lebih kecil dengan menerima kas dalam pembelian
kembali daripada saat para pemegang saham menerima dividen tunai.

2. Untuk meningkatkan laba per saham dan pengembalian atas ekuitas

3. Mengurangi jumlah pemegang saham

Dengan mengurangi jumlah pemegang saham maka klaim kepemilikan atas perusahaan akan
berkurang dan mengurangi pengaruh dari pihak-pihak luar perusahaan.

4.Membentuk pasar bagi saham

Pembelian kembali saham dapat menstabilkan harga saham dibursa efek dan juga dapat pula
menaikkan harga saham karena ketika jumlah saham yang beredar berkurang maka permintaan
akan naik.