Anda di halaman 1dari 2

INTI KEBAIKAN

Oleh: Monica Br Ginting (E24150055)

Bagi saya kesuksesan terbesar itu relatif, karena setiap orang mempunyai pandangan
yang berbeda tentang arti sukses itu sendiri. Sukses itu bukan hanya kaya, namun sukses itu
ketik kita bisa mencapai apa yang dicita-citakan. Bagi saya sendiri, memperoleh beasiswa
KSE juga merupakan salah satu kesuksesesan terbesar dalam hidup saya. Nama saya Monica
Br Ginting, seorang mahasiswa Fahutan IPB. Saya merupakan beaswan regular KSE. Saya
sudah menerima beasiswa Karya Salemba Empat selama lebih kurang 6 bulan.

Banyak hal yang diberikan KSE selama lebih kurang 6 bulan belakangan ini, seminar,
acara penyambutan, kumpul bersama, diskusi, dan mungkin acara lain yang tidak kalah
pentingnya. Tak jarang saya mengikuti OR panitia jika KSE melakukan kegiatan, walaupun
hanya diterima sekali dari 3 kali pendaftaran sebagai panitia/pengurus, saya cukup senang,
setidaknya saya bisa berkontribusi menyukseskan suatu acara di KSE. Saat ini, dalam rangka
membantu panitia OR Beaswan KSE ,saya mencoba untuk ikut menyosialisasikan acara OR
Beasiswa Karya Salemba Empat itu sendiri, seperti misalnya sharing ke teman-teman saya
se-fakultas atau ke adik tingkat saya. Saya sebagai penerima beasiswa KSE memiliki mimpi
yang sangat besar , yaitu menjadi salah satu donatur bagi calon-calon beaswan KSE dimasa
yang akan datang. Selama ini saya sudah banyak dibantu, baik dalam hal finansial atau dalam
hal lain.

Bagi saya, mendapatkan sebuah beasiswa itu bukan hanya tentang seberapa banyak
uang yang dapat kita terima dari beasiswa tersebut, tapi tentang seberapa banyak kita bisa
mencoba membalas kebaikan para donatur beasiswa dengan ikut berkontribusi dalam
kegiatan-kegiatan beasiswa itu sendiri. Saya terkadang heran, tentang apa untungnya para
donatur mengadakan kegiatan-kegiatan seperti Welcoming Scholarship, AKSI Menginspirasi,
Camp dll kepada para beaswan, lalu saya bertanya kepada teman saya, kebanyakan dari
mereka berkata bahwa itulah inti dari kebaikan, memberi dan berbagi. Mereka tidak
mendapatkan keuntungan apapun, mereka hanya ingin membangun generasi yang lebih baik,
yang bisa lebih sukses dari mereka, dan bisa melakukan hal yang sama atau bahkan lebih dari
mereka yaitu dalam menolong sesame. Saya selalu ingat tentang sebuah iklan yang
menyatakan bahwa kebaikan itu akan terus mengalir, dan saya ingin melanjutkan kebaikan
yang sudah diberikan kepada saya agar kebaikan tersebut tidak hanya berhenti di saya sendiri.

Beasiswa yang saya terima adalah beasiswa regular sebesar Rp.600.000/bulan.


Beasiswa ini rutin saya terima setiap bulan, hampir tidak pernah telat sama sekali. Uang
beasiswa yang diberikan kepada saya ditambah dengan uang saku yang dikirim dari rumah
setiap bulannya, saya pergunakan untuk membeli kebutuhan hidup saya di kampus.
Terkadang saya gunakan uang itu untuk membeli tas atau sepatu jika saya memang sedang
membutuhkan hal tersebut, kadang saya gunakan untuk menambah biaya makan saya, tak
jarang juga saya gunakan uang tersebut untuk membeli baju seragam di organisasi yang saya
ikuti, atau membiayai kegiatan-kegiatan luar kampus yang saya ikuti seperti fieldtrip, makrab
dan lain-lain. Beasiswa ini sangat membantu saya dalam mencukupi kebutuhan saya. Pada
bulan Desember 2016 lalu misalnya, beasiswa saya dipending karena saya tidak mengikuti
kegiatan AKSI Menginspirasi pada bulan November 2016 dikarenakan saya harus mengikuti
ujian pada saat yang sama. Pada bulan Januari saya kembali menerima uang beasiswa saya
sebanyak 2 bulan sekaligus. Saya sedikit beruntung pada saat itu karena beasiswa saya di
pending, sehingga saya memiliki uang tabungan yang lebih banyak pada waktu yang benar-
benar tepat. Uang beasiswa saya tersebut, saya gunakan untuk membeli tiket pulang ke
Medan dan membelikan keluarga saya oleh oleh pada liburan semester kemarin, walaupun
tidak seberapa, tapi saya bangga, saya bisa pulang tanpa harus dikirimi uang tiket pesawat
oleh keluarga saya.