Anda di halaman 1dari 4

Naskah Role Play Etika Keperawatan

Kasus yang Melanggar Prinsip Moral Beneficence dan No-maleficence

Pembagian Peran
Perawat Rani :
Perawat lain :
Pasien :
Keluarga Pasien :
Kepala Perawat :
Dokter :
Komite Etik :

Kasus :

Role Play
Perawat Rani adalah seorang perawat yang bekerja di RS. X yang kebetulan mendapatkan shift
malam bersama dengan satu orang perawat lain. Pada jam 21.00 malam Perawat Rani akan
melakukan pemberian obat pada pasien yang bernama Ibu Maryati. Saat ia membaca catatan
instruksi dari dokter, ia kesulitan membaca tulisan tangan sang dokter.

(Di ruang perawat)

Perawat lain : Ran, sekarang sudah waktunya melakukan pemberian obat pada pasien
yang bernama Ibu Maryati.
Perawat Rani : Oh, iya. Hampir saja lupa. Baiklah, saya akan baca terlebih dahulu
instruksi dari dokter mengenai obat yang akan diberikan pada Ibu
Maryati.

Rani mengecek catatan dari dokter dan terlihat kebingungan


Perawat lain : Kenapa Ran? Kok kelihatannya bingung?
Perawat Rani : Eh, iya nih. Saya bingung, ini tulisan dosisnya berapa ya? 100 atau 700
mg? kok, tulisannya ngga jelas ya? Menurut kamu berapa?
Perawat lain : Iya ya, kok ngga jelas gitu? Eh, daripada salah, lebih baik Tanya
dokternya aja deh. Telepon atau sms aja dokternya.
Perawat Rani :Ah, kalau gitu repot. Lagian udah malem takut ngeganggu. Nanti malah
dibilang ngga sopan lagi. Kayanya ini tulisannya 700 mg deh.
Perawat lain :Kamu yakin Rud? Jangan sampai salah, bahaya lho.
Perawat Rani :Iya, yakin. Udah deh, tenang saja.

Rani pun mengambil keputusan sepihak dalam menentukan dosis obat yang akan diberikan pada
pasien.

(Di ruang pasien)


Perawat. Rani: :Ibu Maryati, sekarang saatnya ibu minum obat ya. Ini obatnya silahkan
diminum.
Pasien :Iya sus.

Ibu Maryati pun meminum obat yang diberikan oleh perawat.

(Keesokan paginya)
Keluarga Ibu Maryti mengadu pada perawat kepala ruangan karena setelah meminum obat yang
diberikannya, Ibu Maryati mengalami alergi, mual-mual, dan muntah.

Keluarga :Sus, bagaimana ini? Kenapa ibu saya jadi seperti ini setelah meminum
obat yang diresepkan dokter?
Kepala Perawat :Memang apa yang terjadi?
Keluarga :Ibu saya mengalami mual dan muntah. Badannya juga jadi gatal-gatal.
Kepala Perawat :Kenapa bisa terjadi seperti itu? Kalau boleh tahu, siapa perawat yang
memberikan obat saat itu?
Keluarikaga :Kalau tidak salah yang memberikan obat itu adalah perawat Rani.
Kepala Perawat :Oh, baiklah. Saya akan meminta dokter untuk memeriksa keadaan Ibu
Maryati.

Dokter selesai memeriksa keadaan pasien

Keluarga :Bagaimana keadaan pasien tersebut dok?


Dokter :Sepertinya pasien mengalami kesalahan pemberian obat. Seharusnya
pasien meminum obat dengan dosis 100 mg, tapi obat yang diminum
ternyata dosisnya 700 mg. untungnya gejala yang dialami pasien segera
ditangani. Kalau tidak, mungkin keadaannya akan semakin memburuk.

Keluarga pasien tersebut kemudian mengadukan masalah ini pada komite etik rumah sakit. Lalu
dilakukanlah penyelidikan. Perawat yang bersangkutan dapanggil untuk dimintai keterangan.

Komite Etik :Suster Rani, apakah benar saat itu anda yang bertugas memberikan obat
pada pasien yang bernama Ibu Maryati?
Perawat Rani :Iya bu, betul. Ada apa?
Komite Etik :Ibu Maryati mengalami alergi, mual dan muntah setelah meminum obat
yang anda berikan. Apakah anda melakukan pemberian obat sesuai
dengan prosedur?
Perawat Rani :Iya, bu. Saya melakukannya sesuai dengan instruksi yang ditulis oleh
dokter.
Komite Etik :Apakah catatan tersebut masih ada?
Perawat Rani :Iya bu, masih.
Komite Etik :Kalau begitu panggil dokter yang memberikan resep / instruksi
tersebut.

Dokter yang bersangkutan memberikan keterangannya. Perawat yang saat itu bertugas bersama
perawat Rani pun dimintai keterangan.
Komite Etik :Perawat Rani, berdasarkan identifikasi yang telah komite etik lakukan,
tejadi kesalahan saat penginterpretasian catatan yang ditulis oleh dokter.
Kami menduga bahwa anda telah mengesampingkan aspek 5 benar saat
memberikan obat pada pasien. Untuk itu, Kami sepakat untuk
memberikan sanksi pada anda berupa pemotongan gaji selama 1 bulan
dan melakukan rotasi ulang dalam jadwal anda bertugas.
Perawat Rani :Baik bu, saya akan menerima konsekuensi tersebut. Saya juga mohon
maaf kerena telah melakukan kelalaian dalam menjalankan tugas. Saya
berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.