Anda di halaman 1dari 16

Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling

utama") adalah senyawa organikkompleks berbobot molekul tinggi yang


merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung
karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein
berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

Kebanyakan protein merupakan enzimatau subunit enzim. Jenis protein


lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang
membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan
(imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen
penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu
sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang
tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa,


selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun
utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang
paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jns Jakob
Berzeliuspada tahun 1838.

Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode


genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai
cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih
"mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme
pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

Fungsi Protein

Protein yang membangun tubuh disebut Protein Struktural sedangkan protein


yang berfungsi sebagai enzim,antibodi atau hormon dikenal sebagai Protein
Fungsional.
Protein struktural pada umumnya bersenyawa dengan zat lain di dalam tubuh
makhluk hidup. Contoh protein struktural antara lain nukleoprotein yang terdapat
di dalam inti sel dan lipoprotein yang terdapat di dalam membran sel. Ada juga
protein yang tidak bersenyawa dengan komponen struktur tubuh,tetapi terdapat
sebagai cadangan zat di dalam sel-sel makhluk hidup. Contoh protein seperti ini
adalah protein pada sel telur ayam,burung,kura-kura dan penyu.

Semua jenis protein yang kita makan akan dicerna di dalam saluran pencernaan
menjadi zat yang siap diserap di usus halus, yaitu berupa asam amino. Asam
amino yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan berperan sangat penting
di dalam tubuh,untuk:

Bahan dalam sintesis subtansi penting seperti hormon,zat antibodi,dan


organel sel lainnya

Perbaikan,pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel,jaringan dan organ


tubuh

Sebagai sumber energi,setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kalori.

Mengatur dan melaksakan metabolisme tubuh,misalnya sebagai


enzim(protein mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia
kehidupan)

Menjaga keseimbangan asam basa dan keseimbangan cairan


tubuh.Sebagai senyawa penahan/bufer,protein berperan besar dalam
menjaga stabilitas pH cairan tubuh.Sebagai zat larut dalam cairan
tubuh,protein membantu dalam pemeliharaan tekanan osmotik di dalam
sekat-sekat rongga tubuh.

Membantu tubuh dalam menghancurkan atau menetralkan zat-zat asing


yang masuk ke dalam tubuh.
(Penggolongan Protein dan Strukturnya) Protein adalah molekul yang sangat
vital untuk organisme dan terdapat di semua sel. Protein merupakan polimer yang
disusun oleh 20 macam asam amino standar.

Rantai asam amino dihubungkan dengan ikatan kovalen yang spesifik. Struktur
& fungsi ditentukan oleh kombinasi, jumlah dan urutan asam amino sedangkan
sifat fisik dan kimiawi dipengaruhi oleh asam amino penyusunnya.

Penggolongan protein dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:


1. Berdasarkan struktur molekulnya
Struktur protein terdiri dari empat macam:
a. Struktur primer (struktur utama)
Struktur ini terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara
kovalen melalui ikatan peptida.

b. Struktur sekunder
Protein sudah mengalami interaksi intermolekul, melalui rantai samping asam
amino. Ikatan yang membentuk struktur ini, didominasi oleh ikatan hidrogen antar
rantai samping yang membentuk pola tertentu bergantung pada orientasi ikatan
hidrogennya. Ada dua jenis struktur sekunder, yaitu: ?-heliks dan ?-sheet.

c. Struktur Tersier
Terbentuk karena adanya pelipatan membentuk struktur yang kompleks. Pelipatan
distabilkan oleh ikatan hidrogen, ikatan disulfida, interaksi ionik, ikatan
hidrofobik, ikatan hidrofilik.

d. Struktur Kuartener
Terbentuk dari beberapa bentuk tersier, dengan kata lain multi sub unit. Interaksi
intermolekul antar sub unit protein ini membentuk struktur keempat/kuartener

2. Berdasarkan Bentuk dan Sifat Fisik


a. Protein globular
Terdiri dari polipeptida yang bergabung satu sama lain (berlipat rapat) membentuk
bulat padat. Misalnya enzim, albumin, globulin, protamin. Protein ini larut dalam
air, asam, basa, dan etanol.
b. Protein serabut (fibrous protein)
Terdiri dari peptida berantai panjang dan berupa serat-serat yang tersusun
memanjang, dan memberikan peran struktural atau pelindung. Misalnya fibroin
pada sutera dan keratin pada rambut dan bulu domba. Protein ini tidak larut dalam
air, asam, basa, maupun etanol.

3. Berdasarkan Fungsi Biologi


Pembagian protein didasarkan pada fungsinya di dalam tubuh, antara lain:

Enzim (ribonukease, tripsin)

Protein transport (hemoglobin, mioglobin, serum, albumin)

Protein nutrien dan penyimpan (gliadin/gandum, ovalbumin/telur,


kasein/susu, feritin/jaringan hewan)

Protein kontraktil (aktin dan tubulin)

Protein Struktural (kolagen, keratin, fibrion)

Protein Pertahanan (antibodi, fibrinogen dan trombin, bisa ular)

Protein Pengatur (hormon insulin dan hormon paratiroid)

4. Berdasarkan Daya Larutnya

Albumin. Larut air, mengendap dengan garam konsentrasi tinggi.


Misalnya albumin telur dan albumin serum

Globulin Glutelin. Tidak larut dalam larutan netral, larut asam dan basa
encer. Glutenin (gandum), orizenin (padi).

Gliadin (prolamin). Larut etanol 70-80%, tidak larut air dan etanol 100%.
Gliadin/gandum, zein/jagung

Histon. Bersifat basa, cenderung berikatan dengan asam nukleat di dalam


sel. Globin bereaksi dengan heme (senyawa asam menjadi hemoglobin).
Tidak larut air, garam encer dan pekat (jenuh 30-50%). Misalnya globulin
serum dan globulin telur.

Protamin. Larut dalam air dan bersifat basa, dapat berikatan dengan asam
nukleat menjadi nukleoprotamin (sperma ikan). Contohnya salmin

5. Protein Majemuk

Adalah protein yang mengandung senyawa bukan hanya protein

Fosfoprotein. Protein yang mengandung fosfor, misalnya kasein pada susu,


vitelin pada kuning telur

Kromoprotein. Protein berpigmen, misalnya asam askorbat oksidase


mengandung Cu

Fosfoprotein. Protein yang mengandung fosfor, misalnya kasein pada susu,


vitelin pada kuning telur

Kromoprotein. Protein berpigmen, misalnya asam askorbat oksidase


mengandung Cu

Protein Koenzim. Misalnya NAD+, FMN, FAD dan NADP+

Protein Koenzim. Misalnya NAD+, FMN, FAD dan NADP+

Lipoprotein. Mengandung asam lemak, lesitin

Metaloprotein. Mengandung unsur-unsur anorganik (Fe, Co, Mn, Zn, Cu,


Mg dsb)

Glikoprotein. Gugus prostetik karbohidrat, misalnya musin (pada air liur),


oskomukoid (pada tulang)

Nukleoprotein. Protein dan asam nukleat berhubungan (berikatan valensi


sekunder) misalnya pada jasad renik
Sumber: http://www.g-excess.com/penggolongan-protein-dan-strukturnya.html

BAHAN MAKAN SUMBER

1. Daging (20-36 gr protein/100gr)

Beberapa jenis daging banyak yang mengandung protein, berikut tabel kandungan
nutrisi dalam beberapa jenis daging.

Kandungan gizi setiap 100 gram daging

Jenis Daging Kalori Protein lemak

Ikan 110 140 20 35 15

Dada Ayam 160 28 7

Daging domba muda 250 30 14

Daging Sapi 210 450 25 36 7 35

2. Ikan Tuna (29 g protein / 100 gr)

Ikan Tuna merupakan jenis ikan laut yang memiliki daging berwarna merah dan
putih. Ikan ini merupakan sumber penghasil yang baik untuk asam lemak omega
3. Selain itu ikan tuna juga mengandung banyak protein. Dari 100 gram ikan tuna
bisa menghasilkan 29 g protein.

Selain omega 3 dan protein dalam diri ikan tuna juga mengandung vitamin A dan
D, kolin, kalsium, fosfos, zat besi, magnesium, serta zinc.

3. Telur (12.6 gr / 100 gr) Terutama Putih Telurnya

Telur merupakan salah satu sumber protein terbaik di bumi ini. Kandungan
protein dalam telur sangat mudah dicerna. Selain itu, hampir tidak ada lemak tak
jenuh di dalamnya, sehingga kita bisa mendapatkan seluruh protein darinya. Dan
juga kandungan kalori dalam telur juga sangat rendah.
Kandungan protein disetiap 100 gram telur adalah 12,6 gram. Selain protein kita
juga bisa mendapatkan nutrisi lainnya dari telur, diantaranya vitamin dan mineral,
termasuk retinol [31] (vitamin A), riboflavin (vitamin B2), asam folat (vitamin
B9) , vitamin B6, vitamin B12, kolin, zat besi, kalsium, fosfor dan kalium

4. Keju (21 gr/100gr)

Keju adalah makanan yang berasal dari susu yang diolah dengan berbagai macam
rasa dan bentuk. Nilai gizi dari keju itu sendiri berbeda beda. Kandungan protein
yang terdapat dalam 100 gram keju adalah sebesar 21 gram dan kalsium sebanyak
200 mg.

Beberapa hasil study menyatakan bahwa keju dapat membantu mencegah


kerusakan pada gigi. Protein, kalsium serta fosfor yang terkandung dalam keju
dapat membantu melindungi email gigi.

5. Gandum (16.g / 100 gr)

Gandum adalah sereal yang banyak mengandung protein kacang-kacangan.


Protein dalam gandum hampir setara dengan kualitas protein kedelai. Kadar
protein dari gandum berkisar 12 sampai 24 % tertinggi di antara sereal yang lain.
Protein yang terkandung dalam 100 g gandum adalah 16,9 g.

Selain protein, gandum juga banyak mengandung karbohidrat, vitamin B1, B2,
B3, B5, B9, kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, zinc.

6. Beras (7.13/100 g)

Beras merupakan makanan pokok lebih dari setengah populasi di dunia. Ini
adalah sumber energi makanan utama untuk 17 negara di Asia dan Pasifik, 9
negara di Amerika Utara dan Selatan dan 8 negara di Afrika. Beras menyediakan
20% dari pasokan energi makanan di dunia, sementara gandum memasok 19%
dan jagung (corn) 5%.populasi dunia.

Sebuah analisis menyatakan bahwa nilai gizi yang terkandung dalam beras
berbeda-beda tergantung jenisnya.
Sumber protein yang bisa didapat dari 100 g beras adalah sekitar 7,13 g.
Sementara kandungan gizi tertinggi yang dimiliki beras adalah karbohidrat
sebanyak 80 g.

Selain kedua nutrisi tersebut, beras juga banyak mengandung vitamin B1, B2, B3,
B5,B6, Magnesium, Kalsium, Fosfor, Potasium, dan Zinc. Namun harus ingat yah,
nasi adalah makanan yang mengandung kalori tinggi.

7.Bayam (2.9 g/ 100 gr)

Bayam banyak mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh, dalam 100 gram bayam
kita bisa mendapatkan diantara karbohidrat sebesar 3,6 g protein sebesar 2,9 g zat
besi 2,71 mg. Dan masih banyak lagi kandungan gizi dalam bayam, seperti
Vitamin A, Vitamin B1, B2, B3, B6, B9, vitamin C, vitamin E, vitamin K,
kalsium, fosfor, magnesium, lemak, potasium, dan zinc.

8. Kacang kedelai (36.49 g / 100gr)

Kedelai dianggap sebagai sumber protein yang lengkap. Protein kedelai setara
dengan protein yang dihasilkan daging dan telur.

Para ahli mengatakan bahwa produk kedelai sangat bagus digunakan untuk
menggantikan produk hewani lainnya karena kedelai memiliki protein yang
lengkap, sedang produk hewani biasanya cenderung mengandung lebih banyak
lemak, terutama lemak jenuh.

Protein yang dihasilkan kedelai adalah 36,49 g / 100 g kedelai. Adapun bentuk
olahan dari kedelai itu sendiri adalah seperti tempe, tahu, tofu, serta susu kedelai.

9. Kacang hijau(3.04 g / 100 gr)

Kandungan protein yang lainnya bis kita dapatkan dari kacang hijau. Dimana
setiap 100 g nya bisa menghasilkan protein sebesar 3,04 g.

http://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/35-makanan-yang-mengandung-
protein-super-tinggi
Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Protein

Terkadang ada beberapa orang yang ingin mendapatkan bentuk tubuh menarik dan
hanya mengkonsumsi protein. Tapi ternyata konsumsi protein yang terlalu tinggi
juga bisa menyebabkan resiko tubuh tubuh. Berikut ini adalah beberapa masalah
kesehatan karena terlalu konsumsi protein :

1. Berat Badan Meningkat

Jumlah protein yang baik akan membantu tubuh tetap sehat, tapi jika terlalu
banyak mengkonsumsi protein maka bisa menyebabkan berat badan meningkat.
Dalam 1 gram protein mengandung sekitar 4 kalori yang berarti bahwa jumlah
kalori akan meningkat ketika konsumsi protein juga menjadi lebih tinggi. Karena
itu perlu membatasi jumlah protein harian agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

peningkatan berat badan ini juga bisa terjadi karena :

konsumsi makanan yang bikin gemuk

konsumsi makanan penambah berat badan

konsumsi makanan pembentuk otot

2. Merusak Hati dan Otak

Akibat kelebihan protein juga bisa membuat kerusakan berbahaya pada organ
otak, hati dan sistem syaraf. Hal ini terjadi ketika kita mengkonsumsi protein
maka tubuh akan menghasilkan racun yang akan diproses oleh hati. Tapi jika
konsumsi terlalu berlebihan maka bisa menyebabkan penumpukan racun dalam
hati. Bahkan racun yang terlalu banyak juga akan merusak aliran darah dalam
tubuh. Jika kerusakan terjadi secara terus menerus maka fungsi hati dan otak
menjadi tidak seimbang.

Kerusakan hati dan otak ini juga bisa terjadi karena :

zat aditif pada makanan

bahaya makan kerupuk putih


bahaya minuman energi

3. Meningkatkan Kolesterol

Protein yang didapatkan dari hewan juga bisa menjadi makanan yang
mengandung kolesterol bagi tubuh. Kolesterol dapat menyebabkan pengerasan
arteri sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung. Karena itu bagi orang yang
melakukan diet dan khusus mengkonsumsi makanan dari sumber protein hewani
juga harus waspada dengan beberapa resiko ini.

Kolesterol tinggi ini juga bisa mengakibatkan :

bahaya asam urat

gula darah tinggi

penyebab darah tinggi

4. Kerusakan Ginjal

Ginjal dalam tubuh berfungsi untuk menyaring semua jenis zat atau limbah yang
dihasilkan oleh organ lain. Jika mengkonsumsi terlalu banyak protein maka ginjal
akan bekerja lebih berat. Ada banyak jenis zat buangan protein seperti racun yang
harus disaring oleh ginjal. Kondisi ini sering ditemukan pada orang yang sering
mengkonsumsi protein hewani dalam jumlah yang tinggi.

Gangguan ginjal ini juga bisa diakibatkan karena :

bahaya makan mie instan

efek samping allopurinol

efek samping cuci darah

5. Menyebabkan Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan bisa menjadi salah satu masalah kesehatan yang
berat untuk orang yang terlalu banyak mengkonsumsi protein. Bahaya kelebihan
protein akan membuat tubuh melakukan kerja yang lebih berat terutama untuk
pembangunan jaringan tubuh. Hal inilah yang menyebabkan konsumsi protein
akan membuat tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Konsumsi
protein tinggi tanpa disertai jumlah air mineral yang tepat akan menyebabkan
dehidrasi.

Kondisi lainnya yang bisa menyebabkan dehidrasi ini yakni :

akibat kurang minum air putih

bahaya minum teh

bahaya kopi

6. Jumlah Kalsium Rendah

Protein yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan produksi asam yang
terlalu tinggi. Produksi asam yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kemampuan
tulang menyerap kalsium menjadi lebih rendah. Akhirnya tubuh akan
mengalamibahaya kekurangan kalsium yang bisa meningkatkan resiko penyakit
tulang dan berbagai masalah lain yang berhubungan dengan kebutuhan kalsium
untuk tubuh. Tanda-tanda dari kekurangan kalsium karena konsumsi protein yang
berlebihan adalah rasa sakit pada pergelangan tangan.

Untuk mengatasi masalah kurangnya konsumsi kalsium ini bisa dengan :

mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium

mengkonsumsi buah yang mengandung kalsium

7. Resiko Kanker

Konsumsi berbagai jenis sumber protein dari hewan bisa meningkatkan resiko
penyakit kanker yang lebih tinggi. Penumpukan lemak dari sumber protein
memicu munculnya radikal bebas yang menyebabkan pertumbuhan sel normal
menjadi kanker.

Resiko kanker bisa juga disebabkan oleh :


bahaya obesitas

bahaya asap rokok

bahaya daging asap

8. Mengurangi Ketosis

Banyak orang yang mengurangi konsumsi karbohidrat dan lemak karena


mengkonsumsi tinggi protein. Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus maka
bisa mengurangi jumlah ketosis yang dihasilkan oleh tubuh. Hal ini akan
menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh yang sering ditandai dengan tubuh
menjadi lebih lemah, otot berkembang tapi tidak berfungsi dengan baik dan
berbagai masalah kekebalan tubuh.

9. Tinggi Asam Urat

Konsumsi protein yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan peningkatan asam
urat. Konsumsi protein dari sumber hewan memiliki resiko lebih tinggi
terkena gejala asam urat tinggi. Hal ini terjadi karena protein dari hewan bisa
menjadi sumber lemak dan meningkatkan jumlah kolesterol. Asam urat
terpengaruh oleh jumlah kolesterol yang tinggi sehingga terlihat seperti penyakit
komplikasi.

10. Masalah Keseimbangan Makronutrien untuk Tubuh

Berbagai jenis makanan yang mengandung protein tinggi bisa membuat tubuh
menjadi lebih kuat. Namun jika kebiasaan ini dilakukan secara terus menerus
maka keseimbangan nutrisi mikro dan makro akan menjadi tidak seimbang.
Keseimbangan zat makro dan mikro untuk tubuh memang sangat penting karena
mengendalikan sistem dalam tubuh termasuk untuk fungsi organ, otot dan
jaringan tubuh.

Tips Mengendalikan Konsumsi Protein


Protein yang penting untuk memelihara dan mengembangkan jaringan tubuh
seharusnya didapatkan seimbang dari sayuran dan sumber hewani. Jadi anda bisa
mengikuti beberapa cara dibawah ini untuk mengendalikan jumlah protein bagi
tubuh.

Pilih jenis daging seperti daging yang tidak mengandung lemak. Pilih jenis
daging organik yang tidak mengandung protein buatan untuk ternak.

Mendapatkan protein dari bubuk protein khusus juga bisa anda lakukan.
Namun konsumsi bubuk protein hendaknya juga dilakukan sesuai dengan
asupan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Konsumsi berbagai jenis sumber protein dari sayuran seperti kecambah,


biji-bijian dan madu.

Konsumsi protein yang seimbang untuk tubuh menjadi pola konsumsi nutrisi yang
seimbang. Anda bisa membuat jadwal khusus untuk mengukur jumlah protein
yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk menjaga keseimbangan protein sebaiknya kita
mengkonsumsi protein dari hewan maupun tumbuhan.

http://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/akibat-kelebihan-protein

AKIBAT KEKURANGAN PROTEIN

1. Proses penyembuhan yang lambat.

Protein adalah nutrisi penting bagi tubuh kita, terutama untuk pembentukan otot.
Kekurangan protein bisa berakibat tubuh sulit membangun jaringan otot.
Kekurangan protein juga bisa berakibat tubuh tidak akan lekas pulih dari cidera
dan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Protein diperlukan untuk
membangun jaringan baru, sehingga jika tidak tersedia, maka tubuh tidak dapat
memperbaiki kerusakan yang terjadi.
2. Rambut rontok.

Untuk menjaga kekuatan rambut, anda membutuhkan makanan yang mengandung


tinggi protein seperti daging sapi. Sebaliknya jika anda tidak mendapatkan asupan
protein yang cukup dari makanan, maka beberapa bagian tubuh seperti rambut
akan mudah rontok, karena otot-otot rambut tidak mendapatkan nutrisi yang
cukup. Selain rambut, bagian tubuh lain yang kehilangan kekuatannya akibat
kekurangan protein adalah kuku.

3. Menjadi lemah.

Sudah tidak asing lagi bagi kita jika protein adalah nutrisi utama bagi otot. Jadi,
sudah bisa dipastikan jika kekurangan protein akan membuat anda lebih lemah.
Akibatnya anda tidak akan sanggup mengangkat beban yang mungkin sebenarnya
ringan. Tentunya anda tidak ingin hal ini terjadi pada diri anda, terutama bagi laki-
laki.

4. Mengurangi kinerja otak.

Protein ternyata bukan hanya dibutuhkan oleh otot saja melainkan juga otak.
Protein pada makanan membantu melepaskan karbohidrat sebagai energi. Energi
ini dibutuhkan bukan hanya pada tubuh, tetapi juga oleh otak untuk bekerja
dengan baik. Cobalah mengkonsumsi makanan tinggi protein seperti daging,
seafood, kedelai dan susu sebagai sumber tenaga untuk otak.

5. Mudah lelah.

Dari uraian di atas kita bisa melihat bahwa protein dibutuhkan oleh tubuh untuk
melepaskan karbohidrat sebagai energi, sehingga kekuragan protein bisa berakibat
tubuh mudah lelah kerena karbohidrat tidak bisa dikonfersi dengan baik menajdi
energi. Selain itu, saat kekurangn karbohidrat tubuh menggunakan protein sebagai
cadangan energi agar membuatnya masih bisa beraktivitas.

6 Anemia.
Bersama dengan zat besi protein dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat sel darah
merah. Jadi, sangat penting bagi anda untuk mendapatkan asupan protein yang
cukup agar terhindar dari anemia (kurang darah). Orang yang menderita anemia
biasanya juga terkait erat dengan rendahnya asupan protein dalam diet mereka.

7. Susah tidur.

Kesulitan tidur bisa disebabkan oleh kekurangan serotonin (hormon yang


bertanggung jawab mengendalikan suasana hati), sedangkan kekurangan serotonin
bisa dipicu rendahnya asupan asam amino tertentu. Asam amino ini diproduksi
ketika proses pemecahan protein, itu artinya kekurangan protein dapat
menyebabkan kesulitan tidur. Untuk membantu mengatasi masalah insomnia anda
bisa minum segelas susu sebelum tidur.

8. Kulit kering.

Kulit kering dan ruam bisa menjadi petanda jika anda sedang mengalami
kekurangan protein. Gejalai ini biasanya juga disertai dengan kulit mudah
mengelupas dan pecah-pecah. Cara mengatasinya adalah dengan mencukupi
kebutuhan protein harian anda dari makanan, plus perbanyak minum air putih.

9 Berat badan turun.

Penyebab berat badan turun yang paling utama adalah kurangnya nutrisi bagi
tubuh termasuk protein. Protein sangat diperlukan oleh tubuh untuk membuat
jaringan otot, sehingga anda bisa beraktivitas dengan baik. Penurunan berat badan
kadang diinginkan oleh sebagian orang, terutama bagi pelaku diet, tetapi jika
turunnya berat badan ini diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi, tentunya anda
tidak menginginkannya bukan.

10 Edema.

Edema adalah penyakit yang menyebabkan beberapa bagian tubuh seperti tangan,
kelopak mata dan pergelangan kaki membengkak akibat dari penumpukan cairan.
Beberapa penyebab edema adalah perubahan hormonal selama kehamilan atau
menstruasi, akibat efek samping pengobatan, makan makanan asin dan
kekurangan protein

http://www.manfaatcaramengatasi.com/2015/09/10-akibat-kekurangan-
protein.html