Anda di halaman 1dari 3

Bahan tambahan crackers

a. Tepung Terigu
Tepung terigu adalah bubuk halus yang diperoleh dari pengolahan biji
gandum dan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue, mie dan roti. Tepung
terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut
dalam air. Tepung terigu juga mengandung gluten yang berperan dalam
menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu. Jenis tepung
terigu yaitu tepung berprotein tinggi (bread flour) dimana tepung terigu ini
mengandung kadar protein tinggi, antara 11-13% dan digunakan sebagai bahan
pembuat roti, mie, pasta, dan donat, tepung berprotein sedang/serbaguna (all
purpose flour) dimana tepung terigu ini mengandung kadar protein sedang sekitar
8-10% dan digunakan sebagai bahan pembuat kue cake dan tepung berprotein
rendah (pastry flour) dimana tepung terigu ini mengandung protein sekitar 6-8%,
umumnya digunakan untuk membuat kue yang renyah, seperti biskuit atau kulit
gorengan (Salim, 2011).

b. Gula
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan
komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk
kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis pada
makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari
sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan
digunakan oleh sel.

c. Mentega
Mentega umumnya dibuat dari lemak hewani. Jenis bahan pangan ini
merupakan emulsi fase air yang berada dalam fase minyak (water in oil). Air dan
minyak merupakan cairan yang tidak saling berbaur karena memiliki berat jenis
yang berbeda.Untuk menjaga agar butiran minyak tetap tersuspensi di dalam air
pada mentega diperlukan suatu zat pengemulsi atau emulsifier Mentega terbuat
dari lemak susu (terutama lemak susu sapi) yang manis atau asam. Lemak susu
dapat dibiarkan menjadi asam secara spontan atau melalui penambahan inokulum
murni bakteri asam laktat (proses fermentasi). Dalam bidang gizi, mentega
merupakan sumber biokalori yang cukup tinggi nilai kilokalorinya yaitu sekitar 9
kilokalori setiap gramnya. Juga merupakan sumber asam-asam lemak tak jenuh
yang esensial yaitu oleat dan linoleat. Disamping itu mentega juga merupakan
sumber alamiah vitamin-vitamin yang terlarut dalam minyak yaitu vitamin A, D,
E, dan K (Made, 2008)

d. Garam

Garam merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-


hari. Garam adalah benda padat berwarna putih berbentuk kristal yang merupakan
kumpulan senyawa dengan bagian terbesar Natrium Chlorida (>80%) serta
senyawa lainnya, seperti Magnesium Chlorida, Magnesium Sulfat, dan Calsium
Chlorida. Sumber garam yang didapat di alam berasal dari air laut, air danau asin,
deposit dalam tanah, tambang garam, sumber air dalam tanah (Burhanuddin
2001).
e. Minyak Goreng
Minyak adalah zat atau bahan yang tidak larut dalam air yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan maupun hewan dan merupakan campuran dari gliserida-
gliserida dengan susunan asam-asam lemak yang tidak sama. Komponen-
komponen lain yang mungkin terdapat pada minyak meliputi fosfolipid, sterol,
vitamin dan zat warna, yang larut dalam lemak seperti klorofil dan karatenoid.
Minyak adalah suatu kelompok dari lipida sederhana terbesar yang merupakan
ester dari tiga molekul asam lemak dengan satu molekul gliserol dan membentuk
satu molekul trigliserida yang dalam kondisi ruang (>27 oC) akan berbentuk cair
(Genisa, 2013).
Minyak goreng adalah lemak yang digunakan untuk medium penggoreng.
Secara umum, di pasaran ditawarkan dua macam minyak goreng: minyak goreng
nabati yang berasal dari tanaman dan hewani berasal dari hewan. Saat ini yang
paling umum digunakan di Indonesia, adalah minyak yang berasal dari nabati
(Hariskal, 2009).
f. Telur Ayam
Telur merupakan salah satu bahan pangan yang paling lengkap gizinya.
Selain itu, bahan pangan ini juga bersifat serba guna karena dapat dimanfaatkan
untuk berbagai keperluan. Komposisinya terdiri dari 11% kulit telur, 58% putih
telur, dan 31% kuning telur. Kandungan gizi terdiri dari protein 6,3 gram,
karbohidrat 0,6 gram, lemak 5 gram, vitamin dan mineral di dalam 50 gram telur
(Sudaryani, 2003).