Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS

OD Pseudofakia, OS Katarak Senilis Hipermatur dengan


Subluksasi Lensa

Oleh :
dr. Intan Samira

Pembimbing :
dr. Suwido Magnadi, Sp.M (K)
dr. Wisnu Sadasih, Sp.M

Program Pendidikan Dokter Spesialis


Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Bagian Ilmu Kesehatan Mata
Semarang

2016
Laporan Kasus

OD Pseudofakia, OS Katarak Senilis Hipermatur dengan Subluksasi Lensa

Dibacakan oleh : dr. Intan Samira


Pembimbing : dr. Suwido Magnadi, Sp.M (K), dr. Wisnu Sadasih, Sp.M
Dibacakan tanggal : 4 Agustus 2016

I. PENDAHULUAN
Katarak adalah penyebab dari kebutaan dan penurunan visual di seluruh dunia,
menurut World Health Organization (WHO), dan hal ini menunjukkan penurunan visual
dan katarak yang berhubungan dengan usia mungkin menjadi faktor resiko untuk
meningkatnya mortalitas pada orang usia tua. Prevalensi keseluruhan kehilangan visual
yang disebabkan oleh kekeruhan lenticular meningkat setiap tahunnya. Pada 2002, WHO
memperkirakan bahwa katarak yang menyebabkan kebutaan reversibel lebih dari 17 juta
(47.8%) dari 37 juta individu yang mengalami kebutaan di seluruh dunia, dan angka ini
diperkirakan meningkat menjadi 40 juta pada tahun 2020. Di Amerika, katarak
mempengaruhi hampir
20,5 juta orang yang berusia diatas 40 tahun dan lebih tua, atau sekitar 1 dari 6 orang di
1
rentang usia ini.
Laporan kasus ini menyajikan kasus katarak senilis hipermatur dengan subluksasi
lensa. Perjalanan klinis penderita, hasil pemeriksaan oftalmologis serta penunjang
menjadi bahan diskusi dalam penegakkan diagnosis serta penatalaksanaan yang tepat.

II. IDENTITAS PENDERITA


Nama : Ny. N
Umur : 63 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Jepara
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
No CM : C592911
Tanggal periksa : 11 Juli 2016

1
III. ANAMNESIS
Autoanamnesis (11 Juli 2016)
Keluhan Utama: Pandangan mata kiri kabur
Riwayat Penyakit Sekarang:
1 tahun yang lalu, pandangan mata kiri kabur, perlahan-lahan, seperti tertutup kabut,
semakin lama semakin memberat, pandangan kabur saat melihat dekat dan jauh, silau (+),
pandangan dobel (-), mata merah (-), nyeri (-), berair (-), nyeri cekot-cekot (-)
3 bulan yang lalu, keluhan pandangan kabur pada mata kiri semakin berat, lalu pasien
berobat ke RS setempat dan kemudian dirujuk ke RSDK.
Riwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat diabetes mellitus (-).
Riwayat hipertensi (+), diketahui sejak 3 bulan yang lalu.
Riwayat pemakaian kacamata sebelumnya (-).
Riwayat pemakaian obat-obatan jangka panjang (-).
Riwayat operasi mata sebelumnya (+), operasi katarak pada mata kanan di RS setempat 3
bulan yang lalu.
Riwayat trauma mata sebelumnya disangkal.
Riwayat alergi obat disangkal.
Riwayat Sosial Ekonomi:
Penderita seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan ditanggung BPJS. Kesan sosial
ekonomi kurang.

IV. PEMERIKSAAN
Status Praesen (11 Juli 2016)
Keadaan umum : Baik, kompos mentis
Tanda vital : Tekanan darah: 160/90 mmHg
Nadi: 88 x/menit
Respirasi: 20 x/menit
Suhu: afebris
Status Oftalmologi (11 Juli 2016)
OD OS
Visus 6/30 0.5/60
Koreksi 0.5/60 NC
6/30 S +0.25D C -4.75D x
0
152 6/12 NBC
0
Bulbus okuli Hirschberg test 0
Gerak bola mata Bebas ke segala arah Bebas ke segala arah
Palpebra Edema (-), spasme (-) Edema (-), spasme (-)
Konjungtiva Hiperemis (+) Hiperemis (+)
Kornea Jernih, tampak jahitan rapat Jernih
(3 jahitan), loose suture (+) 1
jahitan
Bilik Mata Depan VH grade III, CV (+), clot (+) Kedalaman tidak sama
Iris Atrofi (+) Atrofi (+), iris tremulans (+)
Pupil Updrawn, ireguler, diameter 3 Bulat, sentral, reguler,
mm, refleks (+) menurun diameter 3 mm, refleks (+)
menurun
Lensa IOL (+) di tempat Tampak kapsul anterior
fibrotik (+), nukleus di
inferior, subluksasi lensa ke
inferior, keruh merata,
fakodenesis (+)
CV Tampak CV di bilik mata Sulit dinilai
depan
Fundus Refleks (+) kurang cemerlang Suram
Tekanan intraokuler Tdig N Tdig N
OD:

3
OS:

Funduskopi:
OD: Papil N.II : bulat, batas tegas, warna kuning kemerahan, CDR 0,3
Vasa : AVR 2/3, spasme (-), perjalanan vasa dalam batas normal
Retina : edema (-), perdarahan (-), eksudat (-)
Makula : reflek fovea (+) cemerlang
OS: Sulit dinilai karena kekeruhan media refrakta
Retinometri:
OD: 0.5
OS: 0.5
PEMERIKSAAN PENUNJANG :
Laboratorium (11 Juli 2016)
HEMATOLOGI
Hemoglobin 11.6 gr/dL 12.00 15.00
Hematokrit 36.3 % 35 47
Eritrosit 3.97 juta/uL 4.4 5.9

4
Leukosit 11.3 ribu/uL 3.6 - 11
Trombosit 304 ribu/uL 150 400
PPT 9.2 detik 9.4 11.3
PPTK 26.6 detik 27.7 40.2
KIMIA KLINIK
Glukosa Sewaktu 76 mg/dl 80 160
Ureum 47 mg/dl 15 39
Kreatinin 1.5 mg/dl 0.6 1.3
ELEKTROLIT
Natrium 144 mmol/L 1 36 145
Kalium 4.72 mmol/L 3 .5 5.1
Klorida 105 mmol/L 9 8 107
Sekret Konjungtiva Mata Kiri (12 Juli 2016)
Pewarnaan Gram: Tidak ditemukan kuman
Pewarnaan jamur: Yeast cell (-)
Pemeriksaan Ultrasonografi (12 Juli 2016)

USG B Scan Potongan Axial Vertikal O DS


Lensa : Echospike (+)
Corpus Vitreum :
Tidak tampa k gambaran point-like lesion.
Tidak tampa k gambaran membran-like lesion.

V. RESUME
ANAMNESIS (Autoanamnesis 11 Juli 2016)
1 tahun yang lalu, pandangan mata kiri kabur, perlahan-lahan, seperti tertutup kabut,
semakin lama semakin memberat, pandangan kabur saat melihat dekat dan jauh, silau (+),
pandangan dobel (-), mata merah (-), nyeri (-), berair (-).
3 bulan yang lalu, keluhan pandangan kabur semakin berat, lalu pasien berobat ke RS
setempat dan kemudian dirujuk ke RSDK.
Riwayat hipertensi (+), diketahui sejak 3 bulan yang lalu. Riwayat operasi mata
sebelumnya (+), operasi katarak di RS setempat 3 bulan yang lalu.
Status Praesen (11 Juli 2016)
Status Generalisata : TD: 160/90 mmHg
Status Oftalmologi (11 Juli 2016)
OD OS
Visus 6/30 0.5/60
Koreksi 6/30 S +0.25D C -4.75D x 0.5/60 NC
0
152 6/12 NBC
0
Bulbus okuli Hirschberg test 0
Gerak bola mata Bebas ke segala arah Bebas ke segala arah
Palpebra Edema (-), spasme (-) Edema (-), spasme (-)
Konjungtiva Hiperemis (+) Hiperemis (+)
Kornea Jernih, tampak jahitan rapat Jernih
(3 jahitan), loose suture (+) 1
jahitan
Bilik Mata Depan VH grade III, CV (+), clot (+) Kedalaman tidak sama
Iris Atrofi (+) Atrofi (+), iris tremulans (+)
Pupil Updrawn, ireguler, diameter Bulat, sentral, reguler,
3 mm, refleks (+) menurun diameter 3 mm, refleks (+)
menurun
Lensa IOL (+) di tempat Tampak kapsul anterior
fibrotik (+), nukleus di
inferior, subluksasi lensa ke
inferior, keruh merata,
fakodenesis (+)
CV Tampak CV di bilik mata Sulit dinilai
depan

Fundus Refleks (+) kurang cemerlang Tdig N


Tekanan intraokuler
Suram Tdig N

Pemeriksaan Funduskopi:
OD: dalam batas normal
OS: sulit dinilai karena kekeruhan media refrakta
Pemeriksaan Ultrasonografi B Scan mata kanan dan kiri (12 Juli 2016)
Kesimpulan : dalam batas normal
Pemeriksaan Retinometri
OD: 0.5
OS: 0.5

PEMERIKSAAN PENUNJANG:
Laboratorium (17 Maret 2016)
HEMATOLOGI
Kesan:
Dalam batas normal
Studi koagulasi dalam batas normal
KIMIA KLINIK
Kesan : peningkatan ureum dan kreatinin
ELEKTROLIT
Kesan : dalam batas normal

DIAGNOSIS KERJA
OD Pseudofakia, OS Katararak senilis hipermatur dengan subluksasi lensa

PENATALAKSANAAN
Pro OD lepas jahitan kornea, OS Ekstraksi Katarak Intra Kapsular (EKIK)
Konsul interna: Amlodipin 5 mg/24 jam po
Valsartan 80 mg/24 jam po

PROGNOSIS
OD OS
Quo ad Visam dubia ad bonam dubia ad bonam
Quo ad Sanam dubia ad bonam dubia ad bonam
Quo ad Vitam ad bonam
Quo ad Cosmeticam ad bonam

EDUKASI
1. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang penyakit pasien bahwa pada
mata kanan terdapat jahitan bekas operasi yang lepas dan terdapat astigmatisma yang
tinggi, mata kiri terdapat katarak yang sudah matang dan posisi lensa sudah tidak pada
tempat yang seharusnya.
2. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang rencana tindakan, tujuan
dilakukannya tindakan, perkiraan hasil dan komplikasi yang mungkin terjadi, bahwa
pada mata kanan direncanakan untuk dilepas jahitan bekas operasi agar astigmatisma
berkurang dan pada mata kiri direncanakan untuk mengangkat katarak tanpa langsung
dipasangkan lensa.
3. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien bahwa setelah operasi mata kiri tidak
langsung mendapatkan penglihatan yang jelas karena belum dipasang lensa
intraokular, dan rencana tindakan selanjutnya yaitu pengukuran lensa intraokular
untuk menentukan kekuatan lensa sebelum dilakukan tindakan implantasi lensa.
4. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien jadwal kontrol setelah operasi dan
cara perawatan mata setelah operasi

FOLLOW UP
Tanggal Status Oftalmologis StatusOftalmologis Terapi/tindakan
OD OS
12-7-2016 Stq Stq Pro OD lepas jahitan kornea,
OS Ekstraksi Katarak Intra
Kapsular (EKIK)
Amlodipin 5 mg/24 jam po
Valsartan 80 mg/24 jam po
13-7-2016 Stq Stq Pro OD lepas jahitan kornea,
OS Ekstraksi Katarak Intra
Kapsular (EKIK)
Amlodipin 5 mg/24 jam po
Valsartan 80 mg/24 jam po

14-7-2016 Stq Stq Pro OD lepas jahitan kornea,


OS Ekstraksi Katarak Intra
Kapsular (EKIK)
Amlodipin 5 mg/24 jam po
Valsartan 80 mg/24 jam po
15-7-2016 Stq Stq Telah dilakukan:
OD lepas jahitan kornea, OS
EKIK/GA
dr. Wisnu Sadasih, Sp.M/ICA,
IV, NIA
Jumat, 15-7-2016/OK 8
Terapi post operatif:
Vigamox ED/3 jam OS, /8 jam
OD
P-pred ED/3 jam OS
Levofloxacin 500 mg/24 jam
po
Amlodipin 5 mg/24 jam po
Valsartan 80 mg/24 jam po
16-7-2016 VOD: 6/10 S -0.5D S- VOS: 3/60 S +10.0D Vigamox ED/3 jam OS, /8 jam
0
1.5D x 150 6/7.5 6/12 OD
Palpebra: edema (-), Palpebra: edema (-), P-pred ED/3 jam OS
spasme (-) spasme (-) Levofloxacin 500 mg/24 jam
Konjungtiva: hiperemis Konjungtiva: hiperemis po
(-) (+), konjungtivalisasi (+) Amlodipin 5 mg/24 jam po
Kornea: jernih Kornea: edema minimal, Valsartan 80 mg/24 jam po
COA: VH grade III, CV jahitan rapat (+) Boleh pulang, kontrol 1
(+), clot (+) COA: VH grade III, CV minggu
Iris: atrofi (+) (+)
Pupil: Updrawn, Iris: atrofi (+)
ireguler, diameter 3

9
mm, refleks (+) Pupil: bulat, sentral,
menurun reguler, diameter 3 mm,
Lensa: IOL (+) di refleks (+) menurun
tempat Lensa: afakia

Durante op: (15 Juli 2016)


OS:

Post op: (16 Juli 2016)


OD: OS:

DISKUSI
Katarak adalah keadaan dimana transparasi dari lensa menurun sampai menyebabkan
gangguan penglihatan pada pasien. Terdapat 3 tipe katarak yang terkait usia: nuklear, kortikal
1,2
dan subkapsularis posterior.
Pada derajat tertentu dari sklerosis nuklear dan menguningnya nukleus dianggap normal
pada pasien dengan usia di atas 50 tahun. Pada umumnya, kondisi seperti ini hanya sedikit
mengganggu fungsi penglihatan. Cahaya berpendar yang berlebihan dan kekuningan disebut

10
katarak nuklear, yang menyebabkan kekeruhan di sentral. Progresifitas dari katarak nuklear
cenderung lambat, bilateral dan dapat asimetris. Katarak nuklear lebih sering menyebabkan
gangguan penglihatan jauh daripada penglihatan dekat. Pada stadium lebih lanjut, nukleus
1
lensa menjadi lebih opaque dan coklat dan disebut katarak nuklear brunescent.
Katarak kortikal berhubungan dengan gangguan struktur dari sel serat lensa matur. Katarak
kortikal biasanya bilateral asimetris. Gangguan fungsi penglihatan pada katarak kortikal
1
tergantung dari letak kekeruhan terhadap axis visual.
Tanda awal dari katarak kortikal tampak seperti vakuol-vakuol di korteks anterior atau
posterior pada slit lamp biomikroskop. Kekeruhan berbentuk baji (sering juga disebut cortical
spokes atau cuneiform opacities) terbentuk dari perifer lensa dan mengarah ke sentral lensa.
Kekeruhan berbentuk baji dapat menyebar ke fiber cells sekitarnya, menyebabkan derajat
kekeruhan meningkat dan meluas sampai ke axis visual. Ketika seluruh korteks dari kapsul
sampai nukleus menjadi putih dan opaque, katarak disebut matur. Pada kekeruhan matur,
lensa
1
menarik air, sehingga lensa membengkak dan menjadi katarak kortikal intumescent.
Ketika materi korteks yang berdegenerasi keluar dari kapsul lensa, maka akan
1
menyebabkan kapsul mengkerut dan keriput, katarak ini disebut hipermatur. Jika katarak
matur berlanjut sampai pada korteks mencair seluruhnya, nukleus coklat yang keras akan
turun di dalam kapsul. Batas superior akan terlihat pada pupil sebagai siluet coklat tua pada
sekitar korteks putih keabuan. Tekanan pada kapsul lensa menurun. Isi dari kapsul yang lemah
dan keriput tertarik gravitasi di dalam kapsul. Kondisi ini, disebut katarak Morgagni, adalah
tahap akhir pada katarak yang biasanya terbentuk lebih dari dua dekade. Ketika kapsul lensa
menjadi permeabel terhadap substansi lensa yang mencair, maka akan terjadi kehilangan
volume karena leakage. Kapsul akan menjadi keriput. Protein lensa yang keluar akan
menyebabkan iritasi intraokular dan menarik makrofag yang kemudian menyebabkan
kongesti dari jaringan
2
trabekular.
Katarak subkapsularis posterior sering terjadi pada pasien yang lebih muda. Katarak ini
1S
terletak pada lapisan kortikal posterior dan biasanya axial.
Subluksasi lensa dapat kongenital atau didapat. Subluksasi kongenital dapat terjadi
sebagai anomali tertutup atau disertai dengan kelainan yang diturunkan. Subluksasi lensa yang
didapat dapat disebabkan oleh katarak hipermatur, trauma, peregangan, tarikan dan degenerasi
3
dari zonula.
Tanda-tanda dari kerusakan zonula dapat terlihat pada setiap pasien terutama jika ada
3
riwayat trauma pada mata atau pseudoexfoliasi.
Kelainan sistemik berhubungan dengan kelemahan zonular (Marfan sindrom, Weil
Marchesani, hemosisteinuri) tidak selalu tampak. Lima tanda dari kerusakan zonula yang
3
harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Tampak ekuator lensa saat gerakan eksentrik
2. Desentrasi nukleus pada posisi primer
3. Jarak iridolentikular
4. Perubahan kontur dari lensa perifer
5. Fokal iridodenesis
Tanda lain yang jelas dari subluksasi adalah fakodenesis, vitreus prolaps, iridodenesis dan
3
subluksasi lensa.
Walaupun tanpa disertai katarak, subluksasi dari lensa yang jernih dapat menyebabkan
gejala visual seperti kelainan refraksi yang besar, anisometrop, atau ambliopia pada anak yang
penglihatannya masih dalam perkembangan. Untuk terapi bedah pada subluksasi lensa harus
disertai dengan edukasi karena dapat terjadi komplikasi dan keluaran penglihatan yang kurang
3
baik.
4
Indikasi bedah:
1. Pada anak, jika terdapat dislokasi yang signifikan atau progresif atau jika
ambliopia tidak dapat diterapi dengan terapi konvensional seperti kacamata, lensa
kontak atau patching
2. Untuk anak yang lebih tua atau remaja, jika tajam penglihatan buruk disertai
dengan subluksasi lensa dan tidak dapat dikoreksi dengan kacamata, atau jika lensa
terancam dislokasi anterior atau posterior
3. Lensa menginduksi uveitis
4. Katarak yang signifikan
Dasar diagnosa pada pasien ini didapatkan dari anamnesis yaitu pandangan mata kiri
kabur, perlahan-lahan, seperti tertutup kabut, semakin lama semakin memberat, pandangan
kabur saat melihat dekat dan jauh, silau (+), riwayat operasi mata sebelumnya (+), operasi
katarak di RS setempat 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan visus didapatkan visus mata
kanan 6/30 dan mata kiri 0.5/60 sedangkan pada pemeriksaan fisik didapatkan pada mata
kanan konjungtiva hiperemis, kornea terdapat loose suture (1 jahitan), COA terdapat CV dan
clot, pupil updrawn dan reflex pupil menurun, dan IOL di tempat, sedangkan pada mata kanan
didapatkan konjungtiva hiperemis, COA kedalaman yang tidak sama, iris tremulans, refleks
pupil menurun, lensa tampak kapsul anterior di superior, fibrotik (+), nukleus di inferior,
keruh merata, fakodenesis.
Pada pasien ini dilakukan EKIK pada mata kiri tanpa disertai pemasangan IOL karena
pemeriksaan biometri pada keadaan mata pasien dikhawatirkan tidak menghasilkan ukuran
yang tepat. Setelah dilakukan EKIK direncanakan untuk dilakukan pengukuran biometri
dalam keadaan afakia untuk selanjutnya direncanakan pemasangan lensa.
Pada mata kanan dilakukan pelepasan jahitan kornea dikarenakan adanya jahitan yang
sudah lepas dan terdapatnya astigmat yang tinggi. Diharapkan setelah dilakukan tindakan
pelepasan jahitan kornea, tarikan pada kubah kornea berkurang dan menghasilkan astigmat
yang rendah.
DAFTAR PUSTAKA

1. Cantor LB, Rapuano CJ, Coffi GA. Lens and Cataract. In Basic and Clinical
Science Course Section 11. San Francisco: The Foundation of the American
Academy of Ophthalmology; 2014-2015: 65.
2. Lang GK. Lens. In Ophthalmology. New York: Thieme; 2006: 181-3.
3. John SR, Chakrabarti M, Chakrabarti A. Management of Subluxated Lens.
Available at http://ksos.in/ksosjournal/journalsub/Journal_Article_16_246.pdf.
4. Goel R, Malik KPS. Management of Subluxated Cataract. Available at
http://www.ejournalofophthalmology.com/ejo/ejo18.html.