Anda di halaman 1dari 32

Handout Komunikasi Dasar 1

Mata Kuliah : Komunikasi Dasar


Topik : Komunikasi Dan Konseling Dalam Praktek Kebidanan
Sub Topik :
Definisi Komunikasi
UnsurUnsur Komunikasi
Komponen Komunikasi
Proses Komunikasi
FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
Bentuk Komunikasi
Waktu : 60 menit
Dosen :
1. Nazriwati, Amd.Keb
2. Richa Hayati Purba, Amd.Keb
3. Rosana Seni Elyati, Amd.Keb
4. Netty Deswita, Amd.Keb
5. Hanny Hernadha Putri, Amd.Keb

OBJEKTIF PERILAKU SISWA

Setelah mengikuti pokok bahasan ini Mahasiswa mampu Menjelaskan tentang


komunikasi dalam praktek kebidanan

SUMBER PUSTAKA

1. Purwoastuti, walyani. 2015. Komunikasi Dan Konseling Kebidanan


2. Tyastuti, dkk. 2008. Komunikasi & Konseling Dalam Praktik Kebidanan,
Yogyakarta : Fitramaya.
3. Uripni, Charistina Lia, dkk. 200. Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC.
4. William I, Gorden. 2005. Komunikasi Kesehatan. Jakarta

PENDAHULUAN

Dalam praktek kebidanan, pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas sangat


dibutuhkan. Kualitas kebidanan di tentukan dengan cara bidan membina hubungan,
Handout Komunikasi Dasar 1

baik sesama rekan sejawat ataupun dengan orang yang diberi asuhan.Upaya
meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga di tentukan oleh keterampilan bidan
untuk berkomunikasi secara efektif dan melakukan konseling yang baik kepada klien.
Komunikasi dan konseling dalam praktek kebidanan merupakan mata kuliah di
kebidanan yang memberikan kemampuan untuk melakukan komunikasi
interpersonal/konseling kepada individu, keluarga dan masyarakat dengan pokok
bahasan : definisi komunikasi, unsur-unsur komunikasi, komponen komunikasi, proses
komunikasi, faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi dan bentuk komunikasi
yang akan di bahas satu persatu.

URAIAN MATERI

KONSEP DAN BENTUK KOMUNIKASI


A. DEFINISI KOMUNIKASI

Komunikasi berasal dari kata latin communicare atau communis yang


berarti sama atau menjadikan milik bersama.
a. Definisi Hovland, Janis Dan Kelley
Hovland, Janis dan Kelley seperti yang di kemukan oleh forsdale
(1981) adalah sosiologi Amerika, mengatakan bahwa , communication is the
process by which an individual transmit srimuli( usually verbal) to modify
the behavior of other individuals. Dengan kata lain komunikasi adalah
proses individu mengirim stimulus ysng biasanya dalam bentuk verbal untuk
mengubah tingkah laku orang lian.
b. Definisi Forsdale
Menurut louis Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan,
communication is the process by which a system is estabilished, maintained
and Altered by means of shared signals that operate according to rules.
Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu,
sehingga dengan cara ini suatu system dapat didirikan, di pelihara dan
diubah.
c. Definisi Brent D. Rubben
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana individu dalam
hubugannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masayarakat,
Handout Komunikasi Dasar 1

menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk


mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.
d. Definisi Wiiliam J. Seller
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana individu dalam
hubugannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat,
menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk
mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.
e. Definisi yang di pakai dalam buku ini
Komunikasi adalah proses dengan mana symbol verbal dan non
verbal dikirimkan, diterima, dan diberi arti.
Berdasarkan prinsip umum dari definisi di atas dan berdasarkan bahwa
pengertian komunikasi ini akan digunakan untuk memahami komunikasi
organisasi, komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara
pengirim dengan penerima pesan untuk mengubah tingkah laku.

B. UNSURUNSUR KOMUNIKASI
1. Pihak yang mengawali komunikasi /sumber/komunikator
Pihak yang mengawali komunikasi untuk mengirim pesan disebut sender dan
yang menjadi sumber pesan disebut source.
2. Pesan yang di komunikasikan/ massage content/ information.
Pesan yang dimaksud adalah sesuatu yang di sampaikan pengirim kepada
penerima.
3. Media atau saluran yang digunakan untuk komunikasi dan gangguan-
gangguan yang terjadi pada waktu komunikasi di lakukan. Media merupakan
alat yangt di gunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada
penerima pesan. Media dapat berupa lisan (oral), tertulis atau elektronik
sebagai berikut :
Media Lisan
Dapat di lakukan dengan menyampaikan sendiri pesan secara lisan
(oral), baik memalui telepon atau saluran lainnya kepada perorangan,
kelompok kecil, kelompok besar, atau masa.
Media Tertulis
Pesan di sampaikan secara tertulis melalui surat, memo, hand out,
gambar dll.
Media Elektronik
Disampaikan melalui faksimili, email, radio, dan televise.
Lingkungan/situasi ketika komunikasi di lakukan
Handout Komunikasi Dasar 1

Lingkungan atau situasi (tempat, waktu, cuaca, iklim keadaan alam dan
psikologis) ialah faktorfaktor yang dapat mempengaruhi proses
komunikasi.
4. Pihak yang menerima pesan
Penerima pesan adalah pihak yang menerima pesan atau menjadi sasaran
pesan yang di kirim oleh sumber .
5. Umpan balik (feedback)
Umpan balik merupakan tanggapan penerima terhadap pesan yang diterima
dari pengirim. Umpan balik ini dapat berupa umpan balik positif atau
negative. Umpan balik positif adalah bila tanggapan penerima menunjukkan
kesediaan menerima atau mengerti pesan dengan baik, serta memberi
tanggapan sesuai yang di inginkan penerima. Umpan balik negatif adalah
umpan balik yang menunjukkan penerima pesan tidak dapat menerima
dengan baik pesan yang diterimanya.
6. Pihak yang menerima pesan
Penerima pesan adalah pihak yang menerima pesan atau menjadi sasaran
pesan yang di kirim oleh sumber .
7. Umpan balik (feedback)
Umpan balik merupakan tanggapan penerima terhadap pesan yang diterima
dari pengirim. Umpan balik ini dapat berupa umpan balik positif atau
negative. Umpan balik positif adalah bila tanggapan penerima menunjukkan
kesediaan menerima atau mengerti pesan dengan baik, serta memberi
tanggapan sesuai yang di inginkan penerima. Umpan balik negatif adalah
umpan balik yang menunjukkan penerima pesan tidak dapat menerima
dengan baik pesan yang diterimanya.

C. KOMPONEN KOMUNIKASI
1. Pesan
Pesan adalah informasi yang di kirim oleh pengirim pesan dan diterima oleh
penerima pesan.
2. Pengirim pesan
Pengirim pesan adalah encoder, yaitu seseorang yang mempunyai inisiatif
untuk menyampaikan pesan kepada orang lain di mana pesan tersebut
disampaikan secara verbal maupun non Verbal .
3. Variabel Pesan
Variabel pesan meliputi :
Handout Komunikasi Dasar 1

a. Komunikasi verbal.
Yaitu penyampaian pesan menggunakan kata-kata
b. Komunikasi non verbal
Yaitu penyampaian pesan tanpa menggunkan kata-kata.
c. Suara atau bunyi.
Bunyi mengacu pada system komunikasi untuk menghindari
penyampaian pesan yang tidak akurat.
d. Keterampilan komunikasi
Meliputi kemampuan pengirim dan penerima pesan untuk
mengobservasi, mendengar, mengklarifikasi dan memvalidasi arti pesan.
e. Penempatan
Mengacu pada tempat atau lokasi di mana komunikasi.
f. Media
Merupakan channels sensory yang membawa pesan. Channels sensory
meliputi pendengaran, Penglihatan, peraba, perasa, dan penciuman.
g. Umpan balik
Merupakan proses lanjutan dari pesan yang diterima. Penerima pesan
akan memberikan tanggapan atau pesan kembali kepada pengirim pesan.
4. Penerima Pesan
Penerima pesan adalah decorder, yaitu seseorang yang menerima pesan.
D. PROSES KOMUNIKASI
1. Perspektif Psikologis
Ketika komunikator berniat akan menyampaikan pesan, dalam dirinya akan
terjadi proses encoding (proses membungkus dan membuka pikiran dengan
Bahasa yang di lakukan komunikator), hasil encoding berupa pesan itu
kemudian di transmisikan kepada komunikan. Kemudian komunikan terlibat
dalam proses komunikasi intrapersonal. Proses dalam diri komunikan ini di
sebut decoding (seolah-olah membuka kemasan atau bungkus pesan yang
diterima dari komunikator).
2. Perspektif mekanis
Ini berlangsung saat komunikator mentransfer dengan bibir atau tangan,
pesan samapi terttangkap komunikan.

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI.


1. Perkembangan
Agar dapat berkomunikasi efektif dengan seseorang bidan harus mengerti
pengaruh perkembangan usia, baik dari sisi Bahasa maupun proses berpikir
orang tersebut.
2. Persepsi
Handout Komunikasi Dasar 1

Persepsi adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu kejadian atau


peristiwa. Perbedaan persepsi dapat mengakibatkan terhambatnya
komunikasi.
3. Nilai
Nilai adalah standar yang mempengaruhi perilaku sehingga penting bagi
bidan untuk menyadari nilai seseorang.
4. Latar belakang sosial Budaya
Bahasa dan gaya komunikasi akan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor
budaya. Budaya juga akan membatasi cara bertindak dan berkomunikasi.
5. Emosi
Emosi merupakan perasaan subjektif terhadap suatu kejadian
6. Jenis Kelamin
Setiap jenis kelamin mempunyai gaya komunikasi yang berbeda.
7. Pengetahuan Tingkat pengetahuan mempengaruhi komunikasi
8. Peran dan hubungan
9. Lingkunagan
Lingkungan interaksi akan mempengaruhi komunikasi yang efektif.
10. Jarak
Jarak dapat mempengaruhi komunikasi.
11. Citra diri
12. Manusia mempunyai gambaran tertentu mengenai dirinya, status sosial,
kelebihan dan kekurangannya.
13. Kondisi fisik
Kondisi fisik mempunyai pengaruh terhadap komunikasi.

F. BENTUK KOMUNIKASI
1. Komunikasi Massa
Definisi paling sederhana dari komunikasi massa diungkapkan oleh Bittner
dalam Rahmat (2005). Komunikasi massa adalah pesan yang di
komunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.
2. Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang
atau lebih secara tatap muka (R.Wayne Pace,1979)
3. Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok atau group communication adalah komunikasi yang
berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang
jumlahnya lebih dari dua orang.

RANGKUMAN

KONSEP DA N BENTUK KOMUNIKASI


Handout Komunikasi Dasar 1

A. Defenisi Komunikasi
Komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun non verbal antara si pengirim dengan si penerima
pesan untuk mengubah tingkah laku (secara umum)
B. UnsurUnsur Komunikasi
Pihak yang mengawali komunikasi/sumber/komunikator
Pesan yang dikomunikasikan/massage content/information
Media atau saluran yang digunakan untuk komunikasi
C. Komponen Komunikasi :
1. Pesan
2. Pengirim Pesan
3. Variabel pesan
4. Penerima pesan
D. Proses komunikasi
1. Perspektif psikologis
2. Perspektif mekanis
E. Faktorfaktor yang mempengaruhi komunikasi
1. Perkembangan
2. Persepsi
3. Nilai
4. Latar belakang sosial budaya.
5. Emosi
6. Jenis kelamin
7. Pengetahuan
8. Peran dan hubungan
9. Lingkungan
10. Jarak
11. Citra diri
12. Kondisi fisik
F. Bentuk Komunikasi
1. Komunikasi massa
2. Komunikasi Interpersonal
3. Komunikasi kelompok

1. Sebutkan definisi komunikasi secara umum ?


2. Sebutkan unsur-unsur komunikasi ?
3. Sebutkan komponen komunikasi ?
4. Sebutkan faktor faktor yang mempengaruhi komunikasi 6 faktor saja ?
5. Sebutkan bentuk-bentuk komunikasi ?

EVALUASI
Handout Komunikasi Dasar 1

Mata Kuliah : Komunikasi Dasar


Topik : Komunikasi Dan Konseling Dalam Praktek Kebidanan
Sub Topik :
Pengertian Konseling
Tujuan Konseling
Langkah-Langkah Konseling Dalam Praktek Kebidanan
Hambatan-hambatan Konseling Kebidanan
Bentuk Layanan Konseling Dalam Praktek Kebidanan
Pendekatan-pendekatan Konseling
Waktu : 60 menit
Dosen :
1. Nazriwati, Amd.Keb
2. Richa Hayati Purba, Amd.Keb
3. Rosana Seni Elyati, Amd.Keb
4. Netty Deswita, Amd.Keb
5. Hanny Hernadha Putri, Amd.Keb

OBJEKTIF PERILAKU SISWA

Setelah mengikuti pokok bahasan ini Mahasiswa mampu Menjelaskan tentang


konseling dalam praktek kebidanan.

SUMBER PUSTAKA

1. Purwoastuti, walyani. 2015. Komunikasi dan konseling kebidanan


2. Tyastuti, dkk. 2008. Komunikasi & Konseling Dalam Praktik Kebidanan,
Yogyakarta : Fitramaya.
3. Uripni, Charistina Lia, dkk. 2003. Komunikasi Kebidanan. Jakarta : EGC.
4. William I, Gorden. 2005. Komunikasi Kesehatan. Jakarta

PENDAHULUAN

Dalam praktek kebidanan, pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas sangat


dibutuhkan. Kualitas kebidanan di tentukan dengan cara bidan membina hubungan,
baik sesama rekan sejawat ataupun dengan orang yang diberi asuhan. Upaya
meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga di tentukan oleh keterampilan bidan
untuk berkomunikasi secara efektif dan melakukan konseling yang baik kepada klien.
Handout Komunikasi Dasar 1

Komunikasi dan konseling dalam praktek kebidanan merupakan mata kuliah di


kebidanan yang memberikan kemampuan untuk melakukan komunikasi interpersonal/
konseling kepada individu, keluarga dan masyarakat dengan pokok bahasan:
Pengertian konseling, tujuan konseling, langkah-langkah konseling dalam praktek
kebidanan, hambatan-hambatan konseling kebidanan, bentuk layanan konseling dalam
praktek kebidanan dan pendekatan-pendekatan konseling yang akan di bahas satu
persatu.
URAIAN MATERI

KONSELING
A. Pengertian Konseling
Secara etimologi konseling berasal dari Bahasa latin consilium artinya
dengan atau bersama yang di rangkai dengan menerima atau memahami.
Sedangkan dalam Bahasa Anglo saxon istilah konseling berasal dari sellan yang
berarti menyerahkan atau menyampaikan.
Berikut ini adalah pendapat dari para ahli tentang konseling :
1. C, Patterson (1959) mengemukakan bahwa konseling adalah proses yang
melibatkan Hubungan antar pribadi antara seorang terapis dengan satu atau
lebih konseling dimana terapi menggunakan metode-metode psikologis atas
dasar pengetahuan sistematik tentang kepribadian manusia dalam upaya
meningkatkan kesehatan mental konseling.
Bila defenisi ini di kaji lebih jauh, maka beberapa ciri-cirinya yang
menonjol akan terlihat :
Merupakan suatu proses
Bisa di lakukan dengan satu atau lebih konseli
Konselor harus dipersiapkan secara professional,dan
Hubungan antar pribadi yang andalannya adalah upaya bersama
2. Edwin C, lewis (1970) mengemukan bahwa konseling adalah suatu proses
dimana Orang bermasalah (konseling) dibantu secara pribadi untuk merasa
dan berperilaku yang lebih memuaskan melalui interaksi dengan seorang
yang tidak terlibat (konselor) yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi
yang merangsang konseling untuk mengembangkan perilaku-perilaku yang
memungkinkan berhubungan secara efektif dengan dirinya dan
lingkungannya.
Handout Komunikasi Dasar 1

3. Konseling berarti, interaksi yang (a) terjadi antara dua orang individu,
masing-masing disebut konselor dan klien; (b) terjadi dalam suasana yang
professional, (c) dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudahkan
perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien. (Popinsky dan pepinsky,
dalam shertzer dan stone, 1974).
4. Konseling merupakan suatu proses dimana konselor membantu konseling
membuat interprestasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan,
rencana atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat (Smith, dalam
Shertzer & Stone,1974)
5. Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi
hambatan-hambatan perkembangan dirinya dan untuk mencapai
perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses
tersebut dapat terjadi setiap waktu. (Division Of conseling Psychologi).
6. Suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian
bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif
dengan dirinya sendiri dan lingkungan (Mc. Daniel, 1956).
7. Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk
mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan , motivasi dan potensi-potensi yang
unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk
mengapresiasikan ketiga hal tersebut (Berdnard & Fullmer, 1969).
8. Rogers dalam Hendrarno (2003:24), menyatakan bahwa konseling
merupakan rangkaian-rangkaian kontak atau hubungan secara langsung
dengan individu yang tujuannya memberikan bantuan dalam merubah sikap
dan tingkah lakunya.
9. Gibson (1985) menyatakan bahwa konseling adalah hubungan bantuan antara
konselor dengan klien yang di fokuskan pada pertumbuhan pribadi dan
penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
10. Pietrofesa mengemukakan seorang professional berusaha membantu orang
lain dalam mencapai pemahaman dirinya (self-under standing), membuat
keputusan dan pemecahan masalah.
11. Menurut Carl Rogers konseling merupakan hubungan terapis dengan klien
yang bertujuan untuk melakukan perubahan diri (self pada pihak klien)
12. Jones, 1951, mengartikan konseling adalah kegiatan dimana semua fakta di
kumpulkan dan semua pengalaman siswa di fokuskan pada masalah tertentu
untuk di atasi sendiri oleh yang bersangkutan, dimana ia dapat bantuan
pribadi dan langsung dalam pemecahan masalah itu.
Handout Komunikasi Dasar 1

13. Winkell, (2005:34) mengemukakan bahwa konseling merupakan serangkaian


kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam dalam usaha membantu konseling
/ klien secara tatap muka langsung dengan tujuan agar klien dapat mengambil
tanggung jawab sendirit terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus
maka masalah yang di hadapi oleh klien dapat teratasi semuanya.
Dari pendapat para ahli dapat di simpulkan bahwa konseling itu
merupakann suatu bantuan yang diberikan oleh seorang konselor yang terlatih
pada individu (bisa 1 orang atau lebih yang mengalami masalah (klien) secara
tatap muka, yang brtujuan agar individu tersebut dapat mengambil keputusan
secara mandiri atas permasalahan yang di hadapinya baik masalah psikologis ,
social, dll dengan harapan dapat memecahkan masalahnya, memahami dirinya,
mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga
mencapai penyesuaian diri dengan lingkungannya.

B. Tujuan Konseling
Tujuan konseling menurut Krumboltz yaitu :
1. Mengubah perilaku yang salah penyesuaian
Para ahli konseling dan psikoterapi berpandangan bahwa tujuan konseling
adalah mengubah tingkah laku klien yang salah penyesuaian menjadi
perilaku yang tepat penyesuaiannya. Seorang yang salah penyesuaiannya
perlu mendapatkan konseling, jika tidak di bantu dapat berpengaruh pada
perkembangan kepribadiannya.
2. Belajar membuat keputusan
Dalam proses konseling juga harus belajar dalam membuat
keputusan.Memang tidak gampang dalam mengambil keputusan,tetapi klien
harus belajar dan berani dalam hal itu.Karena yang lebih tahu dan paham
tentang masalah tersebut adalah klien itu sendiri
3. Mencegah munculnya masalah
Mencegah munculnya masalah mengandung tiga pengertian, yaitu mencegah
jangan sampai mengalami masalah di kemudian hari, mencegah jangan
sampai masalah yang di alami bertambah berat atau berkepanjangan,
mencegah jangan sampai masalah yang dihadapi berakibat gangguan yang
menetap (Notosoedirdjo dan Latipun, 1999).
Tujuan konseling menurut John McLeod, 2006 dalam buku Tohirin yang
berjudul Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis itegritas),
adalah :
a. Pemahaman
Handout Komunikasi Dasar 1

Adanya pemahaman terhadap akar dan perkembangan kesulitan emosional,


mengarah pada peningkatan kapasitas untuk lebih memilih control rasional
ketimbang perasaan dan tindakan.
b. Berhubungan dengan orang lain
Menjadi lebih mampu membentuk dan mempertahankan hubungan yang
bermakna dan memuaskan dengan orang lain: misalnya dalam keluargaatau
di tempat kerja
c. Kesadaran diri
Menjadi lebih peka terhadap pemikiran dan perasaan yang selama ini di tahan
atau di tolak , atau mengembangkan perasaan yang lebih akurat berkenaan
dengan bagaimana penerimaan orang lain terhadap kita.
d. Penerimaan diri
perkembangan sikap positif terhadap diri, yang di tandai oleh kemampuan
menjelaskan pengalaman yang selalu menjadi subjek kritik diri dan
penolakan.
e. Aktualiasai diri atau individuasi.
Pergerakan kearah pemenuhan potensi atau penerimaan integrasibagian diri
yang sebelumnya saling bertentangan.
f. Pencerahan
Membantu klien mencapai kondisi kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
g. Pemecahan masalah
menemukan pemecahan problem tertentu yang tak bisa di pecahkan oleh
klien seorang diri
h. Pendidikan psikologi
Membuat klien mampu menang kap ide dan teknik untuk memahami dan
mengontrol tingkah laku.
i. Memiliki ketrampilan social
Mempelajari dan menguasai keterampilan social dan interpersonal seperti
mempertahankan kontak mata , tidak menyela pembicaan, Asertif atau
pengendalian kemarahan,
j. Perubahan kognitf
Modifikasi atau mengganti kepercayaan yang tak rasional atau pola
pemikiran yang tidak dapat di adaftasi, yang di asosiasikan, tingkah laku
penghancuran diri.
k. Perubahan tingkah laku
Modifikasi atau mengganti pola tingkah lakuyang adaftif atau merusak.
l. Perubahan system
Memperkenalkan perubahan dengan cara beroperasinyasistem social (contoh:
keluarga)
m. Penguatan
Handout Komunikasi Dasar 1

Berkenaan dengan keterampilan, kesadaran, dan pengetahuan yang akan


membuat klien mampu mengontrol kehidupannya.
n. Restitusi.
Membantu klien membuat perubahan kecil terhadap perilaku yang merusak
rproduksi (generativity) dan aksi social. Menginspirasikan dalam diri
sesorang khasyat dan kapasitas untuk peduli terhadap lain, membagi
pengetahuan, dan mengkontribusikan kebaikan bersama (collective good)
melalui kesepakatan politik kerja komunitas
C. Langkah-Langkah Konseling Dalam Praktek Kebidanan
1. Langkah Awal
Pada langkah awal tugas bidan sebagai konselor adalah sebagai berikut :
a. Mengeksplorasi perasaan, fantasi, dan ketakutan sendiri
b. Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri
c. Menentukan alasan klien minta pertolongan
d. Membuat kontrak bersama
e. rasi pikiran perasaan dan perbuatan klien.
f. Mengidentifikasi masalah klien.
g. Merumuskan tujuan bersama klien
2. Langkah Inti
Tugas bidan pada langkah inti sebagai berikut :
a. Mengeksplorasi stressor yang tepat
b. Mendukung perkembangan kesadaran diri klien dan pemakaian koping
mekanisme yang kontrukstip.
c. Mengatasi penolkkan perilaku maladaptive
d. Memberikan beberapa alternative pemilihan pemecahan masalah
e. Melaksanakan alternatife yang dipilih klien
f. Merencanakan tindak lanjut dari alternatife pilihan.
3. Langkah Akhir
Tugas bidan pada langkah akhir adalah :
a. Menciptakan realitas perpisahan
b. Membicarakan proses teraphy dan pencapaian tujuan
c. Saling mengeksplorasi perasaan kehilangan, sedih, marah, dan perilaku
lainnya.
d. Mengevaluasi kegiatan tujuan konseling
e. Apabila masih di perlukan, melakukan rencana tindak lanjut dengan
membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.

D. Hambatan-Hambatan Konseling Kebidanan


1. Hambatan Internal
Merupakan hambatan pribadi yang berasal dari diri bidan sebagai konselor.
Hambatan pribadi yang sering muncul adalah bidan kurang percaya diri,
kurang pengetahuan, dan keterampilan tentang konseling, serta
ketidakmampuan membentuk jejaring.
Handout Komunikasi Dasar 1

2. Hambatan Eksternal
Ini sering muncul pada organisasi yaitu dari mitra kerja bidan. Persaingan-
persaingan dalam pekerjaan, fasilitas (keuangan, alat peraga, dan sebagainya),
dan budaya sering kali menjadi faktor pemicu hambatan eksternal dalam
proses pemberian konseling

E. Bentuk Layanan Konseling Dalam Praktek Kebidanan


1. Konseling Remaja Dalam Reproduksi Remaja
Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut
system fungsi, dan proses reproduksi remaja, biasanya di pengaruhi oleh
masalah menikah dan melakukan hubungan seksual pada usia dini, akses
pendidikan dan pekerjaan, ketidak setaraan gender, kekerasan seksual, dan
pengaruh media massa. Topik konseling remaja meliputi :
a. Remaja dan kesehatan reproduksinya
b. Seksualitas
c. Infeksi menular seksual
d. Isu gender
e. Narkoba dan zat adiktif
2. Konseling Ibu Hamil
Tingginya angka kematian ibu merupakan permasalahan, karena
kematian ibu akan berdampak pada seluruh keluarga. Ini di karenakan adanya
komplikasi kehamilan. Salah satu upaya yang dilakukaan bidan adalah
konseling. Konseling kunjungan pertama : Pentingnya 7T, Perlunya
pendamping, Kebutuhan gizi ibu, Beban kerja ibu, Program KB, Senggama
pada saat kelahiran, dan Kunjungan ulang
Kunjungan kehamilan 36 minggu : Kesehatan ibu dan janin, Tanda-
tanda persalinan dini, Rencana persalinan, Persiapan bayi, Pentingnya
colostrums dan Keuntungan ASI. Kunjungan kehamilan > 36 minggu : Tanda-
tanda persalinan, Biaya tempat persalinan, dan pentingnya persalinan di
fasilitas kesehatan.

3. Konseling Pada Ibu bersalin


Merupakan proses alamiah, tetapi meskipun proses alamiah resiko
komplikasi yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi. Lancarnya
persalinan di tentukan oleh faktor psikologis.
Konseling tahap 1: Masalah dalam persalinan, Tindakan selama
persalinan, Menganjurkan ibu tidak menahan BAK, Menganjurkan ibu untuk
istirahat, dan Menganjurkan keluarga untuk mendampingi ibu. Konseling
Handout Komunikasi Dasar 1

tahap II : Mengajar cara meneran yang baik, Menganjurkan ibu untuk meneran
pada saat his, dan Memberikan semangat dan dukungan. Konseling tahap III :
Mengajarkan ibuuntuk masase uterus dan Memberikan informasi ibu tentang
perdarahan. Konseling tahap IV : Memberikan informasi tentang alat kelamin,
Menganjurkan ibu sering mengganti pembalut, Memberikan informasi dan
motivasi ibu untuk melakukan mobilisasi, dan Memberikan informasi tentang
kebutuhan nutrisi
4. Konseling Ibu Nifas
Konseling pada ibu :
a. Proses masa nifas
b. Keluhan umum 1 sampai 72 jam masa nifas
c. Tanda-tanda kegawatan masa nifas pada ibu
d. Tanda komplikasi masa nifas
e. Kebersihan ibu
f. Colostrum dan pemberian ASI
g. Tekhnik menyusui
h. Kebutuhan nutrisi ibu pada masa nifas
Konseling pada bayi :
a. Tanda-tanda kegawatan masa nifas pada bayi
b. Kebersihan bayi
c. Perawatan tali pusat pada bayi
d. Imunisasi
e. Status kesehatan bayi
f. Penilaian pertumbuhan dan perkembangan bayi
Konseling KB :
a. Memperlakukan klien dengan baik
b. Interaksi dengan klien
c. Menghindari informasi yang berlebian
d. Menyediakan metode yang di inginkan klien
e. Membantu klien mengerti dan minat

F. Pendekatan-Pendekatan Konseling
Konseling sangat bermanfaat untuk membantu klien dalam menghadapi
permasalahan-permasalahan, mulai dari permasalahan yang sepele hingga yang
sangat komplik. Bidan perlu memperlukan memperhatikan apa yang muncul dana
pa yang ada dalam klien. Untuk melihat kondisi tersebut, konseling dapat
berorintasi pada pendekatan-pendekatan sikologi konseling. Pendekatan-
pendekatan konseling tersebuat adalah sbb :
1. Pendekatan Kogniktif
Handout Komunikasi Dasar 1

Pada pendekatan kognitif bidan berusaha menekankan pada proses berfikir


rasional tentang apa yang dihadapi klien. Pendekatan ini memberikan
keyakinan bahwa klien dalam berfikir akan mempengaruhi perasaan dan
tindakannya.sebagai konselor yang berorintasi kognitif, bidan harus berperan
aktif untuk mengajak klien untuk berfikir rasional dan meninggalkan pandangan
yang tidak rasional. Pendekatan kogniktif meliputi :
a. Rasional Emotif
Pendekatan ini lebih Menekankan kepada kebersamaan interaksi antara
berfikir dan akal sehat perasaan (emosi), dan perilaku atau tindakan
(attack).
b. Analisis Transeksional
Pendekatan analisi transeksional terletak pada pola interaksi baik verbal
maupun non verbal antara individu yang satu dengan yang lainnya. Analisis
transeksional berpandangan bahwa masing-masing individu mempunyai
tiga perilaku atau unsur ego states yaitu :
1. Unsur Anak Anak
Ditandai dengan tindakan yang di dasarkan pada reaksi emosional yang
spontan, rektif,humor, penuh kreatifitas dan inisiatif.

2. Unsur Dewasa
Ditandai dengan pemikiran rasional dan objektif serta kempuan
mengolah data.
3. Unsur Orang Tua.
Unsur orang tua dapat diidentifikasi dari perilaku bijaksana, adil, kritis,
murah hati, sopan dan pandai.
c. Trait And Faktor
Menekankan pada kemampuan manusia untuk berfikir rasional dalam
memandang masalah-masalah yang harus dipecahkan dengan menggunakan
kemampuan dirinya sendiri (problem solving approadach).
Bidan dapat melihat masalah yang dihadapi klien dengan menggunakan
suatu proses dengan cara sebagai berikut :
1. Menganalisis atau mengumpulkan data yang relevan
2. Menyintesis data yang telah terorganisasi untuk memperoleh gambaran
selengkapnya untuk klien
3. Mendiagnosa atau menyimpulkan unsur penting dalam masalah klien
4. Memprediksi atau membuat prognosis
5. Memberikan asuhan
6. Menindaklanjuti dengan memberikan bantuan kepada klien.
2. Pendekatan Efektif
Handout Komunikasi Dasar 1

Pendekatan efektif memusatkan perhatian pada perubahan perasaan klien


selama proses konseling. Pendekatan efektif lebih menekankan pada kualitas
hubungan konseling yang harmonis. Pendekatan ini mencakup konseling gestal,
eksistensial, dan individu (alderia).
a. Konseling Gestal
Merupakan bentuk konseling yang menekankan pada pengkhayatan diri
sendiri dalam situasi kehidupan yang sekarang sehingga di sebut jagu
dengan ahistoris (tidak memperhatikan masa lampau).
b. Konseling Eksistensial
Menekankan pada kemampuan kesadaran diri, kebebasan untuk memilih,
bertanggung jawab atas diri, dan menentukan nasib sendiri pada situasi
kehidupan alam.

c. Konseling Individual
Pendekatan ini memandang manusia mempunyai rasa rendah diri
(inferiority feeling) dan dengan perasaan rendah diri tersebut individu
berusaha menanggapi keunggulan (striving for superiority) dengan
menggunakan gaya hidup individual (a persons lifestyle)
3. Pendekatan Behavioral
Pendekatan behavioral menekankan pada perilaku spesifik, yaitu perilaku yang
memang berbenturan dengan lingkungan dan diri klien. Pendekatan behavioral
menekankan pada behapioristic, yaitu perilaku dapat di ubah melalui proses
belajar, reality menekankan pada realitas atau kenyataan yang dihadapi individu
; multimodel, menekankan beberapa pendekatan yang sudah ada dan terpusat
pada 7 komponen pola kehidupan dimana klien diarahkan untuk fokus salah
satu komponen saja. 7 komponen menurut A. lazikus ( BASIC-IB-G)
B: Behavior ( perilaku nyata )
A: Affect ( alam perasaan)
S: Sensation ( proses persepsi melalui alat indara)
I: Imagery ( Konsep diri dari berbagai aspek )
C: Cognition ( keyakinan dan nilai-nilai dasar dalam berfikir dan bersikap)
I: Interpersonal relationship ( hubungan antar pribdai dengan orang terdekat)
B / D: Biological functioning drug ( kesehatan jasmani dan kesehatan fisik atau
penggunaan obat-obatan)

RANGKUMAN

A. Pengertian Konseling
Dari pendapat para ahli dapat di simpulkan bahwa konseling itu merupakann suatu bantuan yang diberikan
oleh seorang konselor yang terlatih pada individu (bisa 1 orang atau lebih yang mengalami masalah (klien)
Handout Komunikasi Dasar 1

secara tatap muka, yang bertujuan agar individu tersebut dapat mengambil keputusan secara mandiri atas
permasalahan yang di hadapinya baik masalah psikologis, social, dll dengan harapan dapat memecahkan
masalahnya, memahami dirinya, mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga
mencapai penyesuaian diri dengan lingkungannya.
B. Tujuan Konseling
1. Mengubah perilaku yang salah penyesuaian
2. Belajar membuat keputusan
3. Mencegah munculnya masalah
C. Langkah-langkah konseling dalam praktek kebidanan
1. Langkah awal
2. Langkah inti
3. Langkah akhir
D. Hambatan-hambatan konseling kebidanan
1. Hambatan internal
2. Hambatan eksternal
E. Bentuk layanan konseling dalam praktek kebidanan
1. Konseling remaja dan kesehatan reproduksi remaja
2. Konseling ibu hamil
3. Konseling pada ibu bersalin
4. Konseling ibu nifas
F. Pendekatan-pendekatan konseling
1. Pendekatan kognitif
2. Pendekatan efektif
3. Pendekatan Behavioral

EVALUASI

1. Sebutkan pengertian konseling menurut carl rogers ?


2. Sebutkan tujuan konseling ?
3. Ada berapakah langkah-langkah konseling dalam praktek kebidanan dan
sebutkan ?
4. Sebutkan hambatan-hambatan dalam konseling kebidanan ?
5. Sebutkan bentuk layanan konseling dalam praktek kebidanan?
Handout Komunikasi Dasar 1

Mata Kuliah : Komunikasi Dasar


Topik : Prinsip-Prinsip Hubungan Antar Manusia
Sub Topik :
Pengertian Hubungan Antar Manusia
Tujuan Hubungan Antar Manusia
Menumbuhkan Hubungan Manusia
Teknik-Teknik Hubungan Antar Manusia
Teori Johary Windows
Faktor-Faktor Dalam Hubungan Antar Manusia

Waktu : 60 menit
Dosen :
1. Nazriwati, Amd.Keb
2. Richa Hayati Purba, Amd.Keb
3. Rosana Seni Elyati, Amd.Keb
4. Netty Deswita, Amd.Keb
5. Hanny Hernadha Putri, Amd.Keb

OBJEKTIF PERILAKU SISWA

Setelah mengikuti pokok bahasan ini Mahasiswa mampu Menjelaskan tentang Prinsip-
Prinsip Hubungan Antar Manusia

SUMBER PUSTAKA

1. Purwoastuti, walyani. 2015. Komunikasi dan konseling kebidanan


2. Tyastuti, dkk. 2008. Komunikasi & Konseling Kebidanan. Yogyakarta : Fitramaya
3. Uripni, Charistina Lia, dkk. 2003. Komunikasi Kebidanan. Jakarta : EGC.
4. William I, Gorden. 2005. Komunikasi Kesehatan. Jakarta

PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk sosial,artinya manusia hanya akan menjadi apa dan
siapa bergantung dengan siapa. Pengetahuan tentang hubungan antar manusia
Handout Komunikasi Dasar 1

mendasari adanya interaksi dan komunikasi antar bidan dan klien dalam pelayanan
kebidanan untuk mempermudah alih pengetahuan dan modifikasi perilaku klien.
Dengan pokok bahasan : pengertian hubungan antar manusia, tujuan hubungan antar
manusia, menumbuhkan hubungan antar manusia, teknik-teknik hubungan antar
manusia, teori Johary windows dan faktor-faktor dalam hubungan antar manusia yang
akan di bahas satu persatu

URAIAN MATERI

HUBUNGAN ANTAR MANUSIA


A. Pengertian Hubungan Antar Manusia
Komunikasi persuasive yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara
tatap muka dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga
menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hati pada kedua belah pihak.

B. Tujuan Hubungan Antar Manusia


Tujuan penggunaan hubungan antara manusia adalah memanfaatkan pengetahuan
tentang faktor sosial dan psikologis dalam penyesuaian diri manusia Proses
penyesuaian diri terjadi bukan pada satu pihak saja, melainkan lebih dari satu
pihak atau pihak yang terlibat dalam komunikasi.
Tujuan dari HAM adalah :
1. Memanfaatkan pengetahuan tentang faktor sosial dan psikologis sehingga
terjadi keselarasan dan keserasian dengan konflik seminimal mungkin.
2. Memenuhi kebutuhan antara individu yang satu dengan yang lain
3. Memperoleh pengetahuan dan informasi baru
4. Menumbuhkan sikap kerja sama
5. Menghilangkan sikap egois/ paling benar
6. Menghindari dari sikap stagnan

C. Menumbuhkan Hubungan Interpersonal


Terdapat 3 hal yang dapat menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik, yakni
meliputi :
1. Trust (Kepercayaan)
Percaya adalah sikap yang mengandalkan perilaku orang lain untuk mencapai
tujuan yang dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi
yang penuh dengan resiko. Ada 3 faktor yang dapat menumbuhkan sikap
percaya pada diri seseorang yaitu :
Menerima
Handout Komunikasi Dasar 1

Menerima adalah sikap melihat orang lain sebagai manusia, sebagai


individu yang patut dihargai
Empati
Sikap memahami orang lain yang tidak mempunyai arti emosional bagi
kita
Kejujuran
Memberikan kepercayaan pada orang yang terbuka atau tidak
mempunyai potensi yang dibuat-buat.
2. Sikap Suportif
Sikap yang mengurangi sikap defensive dalam komunikasi. Dengan adanya
sikap devensif komunikasi interpersonal akan gagal karena orang devensif
akan lebih banyak melindungi diri dari ancaman yang dihadapi dalam situasi
komunikasi ketimbang memahami pesan yang di sampaikan orang lain.
3. Open Mindness ( Sikap Terbuka)
Berikut ini merupakan perbedaan sikap terbuka dan tertutup :

SIKAP TERBUKA SIKAP TERTUTUP


Menilai pesan secara obyektif, dengan
Menilai pesan berdasarkan motif pribadi
menggunkan data-data dan logika
Membedakan dengan mudah, melihat Berfikir simplisis, artinya berfikir simplisis
suasana tanpa nuansa
Bersandar lebih banyak pada sumber pesan
Berorientasi pada isi pesan
dari pada isi pesan
Mencari informasi tentang kepercayaan
Mencari informasi pada beberapa
orang lain dan sumbernya sendiri, bukan dari
sumber
sumber kepercayaan orang lain
Lebih bersifat professionl dan bersedia Kaku, mempertahankan dan memengang
mengubah kepercayaan teguh sistem keprcayaannya
Menolak,mengabaikan,mendistorsi dan
Mencari pengertian pesan yang tidak
menolak pesan yang tidak konsisten dengan
sesuai dengan rangkaian kepercayaan
sistem kepercayaan

D. Teknik-Teknik Hubungan Antar manusia


Teknik-teknik hubungan antar manusia terbagi dalam :
1. Tindakan sosial
2. Kontak sosial
3. Komunikasi sosail
4. Teori hubungan antar manusia

E. Teori Johary Windons


Mengenal diri sendiri dengan Teori Johary Windons
Mengenal diri sendiri merupakan hal penting sebab kita dapat mengetahui
kelemahan dan kelebihan yang ada pada diri kita. Untuk memahami diri sendiri
Handout Komunikasi Dasar 1

Joseph Luft dan Harrington Ingham memperkenalkan konsep yang dikenal


dengan Johari Windows. Joseph dari kata Joseph Luft dan Harrington Ingham
sedang Windows berarti jendela. Dalam individu diumpamakan seperti jendela
yang terbagi dalam 4 kuadran yakni wilayah terbuka (open area), wilayah buta
(blind area), wilayah tersembunyi (hidden area) dan wilayah tak dikenal
(unknown area).
1. Open Area 2. Blind Area
3. Hidden Area 4. Unknown Area

1. Wilayah Terbuka
Wilayah ini menunjukkan kegiatan yang dilakukan komunikator disadari
sepenuhnya oleh yang bersangkutan juga oleh orang lain, ini berarti adanya
keterbukaan atau tidak ada disembunyikan pada orang lain. Menurut konsep
ini kepribadian, kelemahan dan kekurangan kita selain diketahui diri kita
sendiri juga diketahui orang lain. Dengan demikian jika kita ingin sukses
dalam komunikasi maka kita harus bisa mempertemukan keinginan kita
dengan orang lain. Oleh karena itu semakin lebar atau luas area terbuka maka
komunikasi akan semakin bagus. Sebaliknya semakin sempit area terbuka
maka komunikasi cenderung semakin tertutup akan menyulitkan tercapainya
komunikasi.
2. Wilayah Buta
Pada wilayah buta ini menggambarkan bahwa perbuatan komunikator
diketahui oleh orang lain tetapi diri sendiri tidak menyadari apa yang dia
lakukan. Oleh karena itu semakin lebar wilayah buta maka akan terjadi
kesulitan dalam komunikasi. Menurut Joseph Luft dan Harrington Ingham
wilayah buta ini ada pada setiap manusia dan sulit dihapuskan sama sekali
kecuali menguranginya. Cara yang bisa digunakan untuk menguranginya
adalah dengan bercermin pada nilai, norma, hukum yang diikuti orang lain.
3. Wilayah Tersembunyi
Wilayah tersembunyi adalah kebalikan dari Blind Area yakni apa yang
dilakukan komunikator disadari sepenuhnya oleh dirinya sendiri, tetapi orang
lain tidak dapat mengetahuinya. Ini berarti komunikator bersikap tertutup, dia
merasa bahwa apa yang dilakukannya tidak perlu diketahui orang lain. Ada dua
konsep yang mengenai wilayah ini yaitu over disclose dan under
disclose. Over disclose ialah sikap terlalu banyak mengungkapkan sesuatu
Handout Komunikasi Dasar 1

sehingga hal-hal yang seharusnya disembunyikan juga diutarakan. MIsalnya


kebiasaan-kebiassaan buruk yang dimiliki diceritakan kepada orang lain, dll.
Under disclose adalah sikap terlalu menyembunyikan sesuatu yang
seharusnya dikemukakan. Contohnya adalah riwayat penyakit yang akan
bermanfaat untuk pengobatan dirinya tetapi disembunyikan akan ditutupi.
Memiliki wilayah ini ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungannya kalau
dilakukan secara wajar.
4. Wilayah Tak Dikenal
Merupakan wilayah yang paling kritis dalam komunikasi, sebab selain diri kita
yang tidak mengenal diri sendiri orang lain juga mengetehui sikap kita. Dalam
kehidupan sehari- hari kesalahpahaman atau kesalahan perlakuan biasa terjadi
karena kita tidak saling mengenal kelabihan, kekurangan tentang diri kita
maupun orang lain.
Keempat area diatas merupakan satu kesatuan yang terdapat pada diri seseorang.
Dan kadarnya akan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Dengan
memperlebar wilayah terbuka maka orang dapat mencapai kesuksesan.
Prinsip Berfungsinya 4 Kuadran Adalah :
1. Perubahan pada satu kuadran akan mempegaruhi / menyebabkan perubahan
pada kuadran lain.
2. Semakin kecil / sempit daerah 1 ( daerah terbuka ) semakin buruk komunikasi
yang terjadi.
3. Meningkatkan komunikasi interpersonal berarti melakukan perubahan diri
sehingga kuadran 1 > besar dan kuadran lain > kecil.
4.
1 2
3 4

Keempat kuadran diatas menunjukkan bahwa individu yang terbuka terhadap


dunia sekelilingnya, potensi diri disadari perasaan dan pikirannya terbuka
untuk pengalaman- pengalaman hidup yang menyedihkan, menyenagkan
pekerjaan dsb. Ia lebih spontan dan apa adanya.

F. Faktor-Faktor Dalam Hubungan Antar Manusia


1. Faktor Imitasi
Imitasi atau tiruan adalah keadaan seseorang yang mengikuti sesuatu di luar
dirinya.
2. Faktor Sugesti
Handout Komunikasi Dasar 1

Sugesti adalah proses seorang individu menerima cara pndang atau pedoman
atau tingkah laku orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.
3. Faktor Identifikasi
Proses identifikasi berlangsung secara sedar (dengan sendiri) irrasional,
berdasarkan perasaan dan berkembang bahwa identifikasi berguna untuk
melengkapi system norma dan citra-citra.
4. Faktor Simpati
Simpati adalah perasaan tertarik seseorang terhadap orang lain yang timbul
atas dasar penilaian perasaan dorongan utama yang memunculkan simpati
adalah rasa ingin mengerti dan bekerja sama dengan orang lain.

RANGKUMAN

1. Pengertian Hubungan Antar Manusia


Komunikasi persuasive yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala
situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahgian dan kepuasan hati pada
kedua belah pihak.
2. Tujuan Hubungan Antar Manusia :
a. Memanfaat pengetahuan tentang faktor sosail dan psikologis sehingga terjadi keselarasan dan
keserasian dengan konflik seminimal mungkin.
b. Memenuhi kebutuhan antara individu yang satu dengan yang lain
c. Memperoleh pengetahuan dan informasi baru
d. Menumbuhkan sikap kerja sama
e. Menghilangkan sikap egois/ paling benar
f. Menghindari dari sikap stagnan
3. Menumbuhkan Hubungan Antar Manusia
a. Trust (kepercayaan)
b. Sikap sportif
c. Open mindness (sikap terbuka)
4. Teknik-Teknik Hubungan Antar Manusia :
a. Tindakan social
b. Kontak social
c. Komunikasi sosial
5. Teori hubungan antar manusia
Teori Johary Windows
Windows berarti jendela. Dalam individu diumpamakan seperti jendela yang terbagi dalam 4 kuadran
yakni wilayah terbuka (open area), wilayah buta (blind area), wilayah tersembunyi (hidden area) dan
wilayah tak dikenal (unknown area).
6. Faktor-Faktor Dalam Hubungan Antar Manusia :
a. Faktor imitasi
b. Faktor sugesti
c. Faktor identifikasi
d. Faktor simpati
Handout Komunikasi Dasar 1

EVALUASI

1. Sebutkan pengertian dari hubungan antar manusia !


2. Hubungan antar manusia mempunyai tujuan sebutkan 3 diantaranya !
3. Sebutkan teknik-teknik hubungan antar manusia !
4. Sebutkan faktor-faktor apa saja dalam hubungan antar manusia !
5. Sebutkan 3 cara menumbuhkan hubungan antar manusia !
Handout Komunikasi Dasar 1

Mata Kuliah : Komunikasi Dasar


Topik : Komunikasi Interpersonal / Konseling
Sub Topik :
Pengertian Hubungan Antar Manusia
Tujuan Hubungan Antar Manusia
Menumbuhkan Hubungan Manusia
Teknik-Teknik Hubungan Antar Manusia
Teori Johary Windows
Faktor-Faktor Dalam Hubungan Antar Manusia

Waktu : 60 menit
Dosen :
6. Nazriwati, Amd.Keb
7. Richa Hayati Purba, Amd.Keb
8. Rosana Seni Elyati, Amd.Keb
9. Netty Deswita, Amd.Keb
10. Hanny Hernadha Putri, Amd.Keb

OBJEKTIF PERILAKU SISWA

Setelah mengikuti pokok bahasan ini Mahasiswa mampu Menjelaskan tentang Prinsip-
Prinsip Hubungan Antar Manusia

SUMBER PUSTAKA

5. Purwoastuti, walyani. 2015. Komunikasi dan konseling kebidanan


6. Tyastuti, dkk. 2008. Komunikasi & Konseling Kebidanan. Yogyakarta : Fitramaya
7. Uripni, Charistina Lia, dkk. 2003. Komunikasi Kebidanan. Jakarta : EGC.
8. William I, Gorden. 2005. Komunikasi Kesehatan. Jakarta

PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk sosial,artinya manusia hanya akan menjadi apa dan
siapa bergantung dengan siapa. Pengetahuan tentang hubungan antar manusia
mendasari adanya interaksi dan komunikasi antar bidan dan klien dalam pelayanan
Handout Komunikasi Dasar 1

kebidanan untuk mempermudah alih pengetahuan dan modifikasi perilaku klien.


Dengan pokok bahasan : pengertian hubungan antar manusia, tujuan hubungan antar
manusia, menumbuhkan hubungan antar manusia, teknik-teknik hubungan antar
manusia, teori Johary windows dan faktor-faktor dalam hubungan antar manusia yang
akan di bahas satu persatu

URAIAN MATERI

HUBUNGAN ANTAR MANUSIA


G. Pengertian Hubungan Antar Manusia
Komunikasi persuasive yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara
tatap muka dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga
menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hati pada kedua belah pihak.
H. Tujuan Hubungan Antar Manusia
Tujuan penggunaan hubungan antara manusia adalah memanfaatkan pengetahuan
tentang faktor sosial dan psikologis dalam penyesuaian diri manusia Proses
penyesuaian diri terjadi bukan pada satu pihak saja, melainkan lebih dari satu
pihak atau pihak yang terlibat dalam komunikasi.
Tujuan dari HAM adalah :
7. Memanfaatkan pengetahuan tentang faktor sosial dan psikologis sehingga
terjadi keselarasan dan keserasian dengan konflik seminimal mungkin.
8. Memenuhi kebutuhan antara individu yang satu dengan yang lain
9. Memperoleh pengetahuan dan informasi baru
10. Menumbuhkan sikap kerja sama
11. Menghilangkan sikap egois/ paling benar
12. Menghindari dari sikap stagnan
I. Menumbuhkan Hubungan Interpersonal
Terdapat 3 hal yang dapat menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik, yakni
meliputi :
4. Trust (Kepercayaan)
Percaya adalah sikap yang mengandalkan perilaku orang lain untuk mencapai
tujuan yang dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi
yang penuh dengan resiko. Ada 3 faktor yang dapat menumbuhkan sikap
percaya pada diri seseorang yaitu :
Menerima
Menerima adalah sikap melihat orang lain sebagai manusia, sebagai
individu yang patut dihargai
Empati
Handout Komunikasi Dasar 1

Sikap memahami orang lain yang tidak mempunyai arti emosional bagi
kita
Kejujuran
Memberikan kepercayaan pada orang yang terbuka atau tidak
mempunyai potensi yang dibuat-buat.
5. Sikap Suportif
Sikap yang mengurangi sikap defensive dalam komunikasi. Dengan adanya
sikap devensif komunikasi interpersonal akan gagal karena orang devensif
akan lebih banyak melindungi diri dari ancaman yang dihadapi dalam situasi
komunikasi ketimbang memahami pesan yang di sampaikan orang lain.
6. Open Mindness ( Sikap Terbuka)
Berikut ini merupakan perbedaan sikap terbuka dan tertutup :

SIKAP TERBUKA SIKAP TERTUTUP


Menilai pesan secara obyektif, dengan
Menilai pesan berdasarkan motif pribadi
menggunkan data-data dan logika
Membedakan dengan mudah, melihat Berfikir simplisis, artinya berfikir simplisis
suasana tanpa nuansa
Bersandar lebih banyak pada sumber pesan
Berorientasi pada isi pesan
dari pada isi pesan
Mencari informasi tentang kepercayaan
Mencari informasi pada beberapa
orang lain dan sumbernya sendiri, bukan dari
sumber
sumber kepercayaan orang lain
Lebih bersifat professionl dan bersedia Kaku, mempertahankan dan memengang
mengubah kepercayaan teguh sistem keprcayaannya
Menolak,mengabaikan,mendistorsi dan
Mencari pengertian pesan yang tidak
menolak pesan yang tidak konsisten dengan
sesuai dengan rangkaian kepercayaan
sistem kepercayaan
J. Teknik-Teknik Hubungan Antar manusia
Teknik-teknik hubungan antar manusia terbagi dalam :
5. Tindakan sosial
6. Kontak sosial
7. Kominikasi sosail
8. Teori hubungan atar manusia
K. Teori Johary Windons
Mengenal diri sendiri dengan Teori Johary Windons
Mengenal diri sendiri merupakan hal penting sebab kita dapat mengetahui
kelemahan dan kelebihan yang ada pada diri kita. Untuk memahami diri sendiri
Joseph Luft dan Harrington Ingham memperkenalkan konsep yang dikenal
dengan Johari Windows. Joseph dari kata Joseph Luft dan Harrington Ingham
sedang Windows berarti jendela. Dalam individu diumpamakan seperti jendela
yang terbagi dalam 4 kuadran yakni wilayah terbuka (open area), wilayah buta
Handout Komunikasi Dasar 1

(blind area), wilayah tersembunyi (hidden area) dan wilayah tak dikenal
(unknown area).
1. Open Area 2. Blind Area
3. Hidden Area 4. Unknown Area

5. Wilayah Terbuka
Wilayah ini menunjukkan kegiatan yang dilakukan komunikator disadari
sepenuhnya oleh yang bersangkutan juga oleh orang lain, ini berarti adanya
keterbukaan atau tidak ada disembunyikan pada orang lain. Menurut konsep
ini kepribadian, kelemahan dan kekurangan kita selain diketahui diri kita
sendiri juga diketahui orang lain. Dengan demikian jika kita ingin sukses
dalam komunikasi maka kita harus bisa mempertemukan keinginan kita
dengan orang lain. Oleh karena itu semakin lebar atau luas area terbuka maka
komunikasi akan semakin bagus. Sebaliknya semakin sempit area terbuka
maka komunikasi cenderung semakin tertutup akan menyulitkan tercapainya
komunikasi.
6. Wilayah Buta
Pada wilayah buta ini menggambarkan bahwa perbuatan komunikator
diketahui oleh orang lain tetapi diri sendiri tidak menyadari apa yang dia
lakukan. Oleh karena itu semakin lebar wilayah buta maka akan terjadi
kesulitan dalam komunikasi. Menurut Joseph Luft dan Harrington Ingham
wilayah buta ini ada pada setiap manusia dan sulit dihapuskan sama sekali
kecuali menguranginya. Cara yang bisa digunakan untuk menguranginya
adalah dengan bercermin pada nilai, norma, hukum yang diikuti orang lain.
7. Wilayah Tersembunyi
Wilayah tersembunyi adalah kebalikan dari Blind Area yakni apa yang
dilakukan komunikator disadari sepenuhnya oleh dirinya sendiri, tetapi orang
lain tidak dapat mengetahuinya. Ini berarti komunikator bersikap tertutup, dia
merasa bahwa apa yang dilakukannya tidak perlu diketahui orang lain. Ada dua
konsep yang mengenai wilayah ini yaitu over disclose dan under
disclose. Over disclose ialah sikap terlalu banyak mengungkapkan sesuatu
sehingga hal-hal yang seharusnya disembunyikan juga diutarakan. MIsalnya
kebiasaan-kebiassaan buruk yang dimiliki diceritakan kepada orang lain, dll.
Under disclose adalah sikap terlalu menyembunyikan sesuatu yang
seharusnya dikemukakan. Contohnya adalah riwayat penyakit yang akan
Handout Komunikasi Dasar 1

bermanfaat untuk pengobatan dirinya tetapi disembunyikan akan ditutupi.


Memiliki wilayah ini ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungannya kalau
dilakukan secara wajar.
8. Wilayah Tak Dikenal
Merupakan wilayah yang paling kritis dalam komunikasi, sebab selain diri kita
yang tidak mengenal diri sendiri orang lain juga mengetehui sikap kita. Dalam
kehidupan sehari- hari kesalahpahaman atau kesalahan perlakuan biasa terjadi
karena kita tidak saling mengenal kelabihan, kekurangan tentang diri kita
maupun orang lain.
Keempat area diatas merupakan satu kesatuan yang terdapat pada diri seseorang.
Dan kadarnya akan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Dengan
memperlebar wilayah terbuka maka orang dapat mencapai kesuksesan.
Prinsip Berfungsinya 4 Kuadran Adalah :
5. Perubahan pada satu kuadran akan mempegaruhi / menyebabkan perubahan
pada kuadran lain.
6. Semakin kecil / sempit daerah 1 ( daerah terbuka ) semakin buruk komunikasi
yang terjadi.
7. Meningkatkan komunikasi interpersonal berarti melakukan perubahan diri
sehingga kuadran 1 > besar dan kuadran lain > kecil.
8.
1 2
3 4

Keempat kuadran diatas menunjukkan bahwa individu yang terbuka terhadap


dunia sekelilingnya, potensi diri disadari perasaan dan pikirannya terbuka
untuk pengalaman- pengalaman hidup yang menyedihkan, menyenagkan
pekerjaan dsb. Ia lebih spontan dan apa adanya.

L. Faktor-Faktor Dalam Hubungan Antar Manusia


5. Faktor Imitasi
Imitasi atau tiruan adalah keadaan seseorang yang mengikuti sesuatu di luar
dirinya.
6. Faktor Sugesti
Sugesti adalah proses seorang individu menerima cara pndang atau pedoman
atau tingkah laku orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.
7. Faktor Identifikasi
Proses identifikasi berlangsung secara sedar (dengan sendiri) irrasional,
berdasarkan perasaan dan berkembang bahwa identifikasi berguna untuk
melengkapi system norma dan citra-citra.
Handout Komunikasi Dasar 1

8. Faktor Simpati
Simpati adalah perasaan tertarik seseorang terhadap orang lain yang timbul
atas dasar penilaian perasaan dorongan utama yang memunculkan simpati
adalah rasa ingin mengerti dan bekerja sama dengan orang lain.

RANGKUMAN

7. Pengertian Hubungan Antar Manusia


Komunikasi persuasive yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala
situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahgian dan kepuasan hati pada
kedua belah pihak.
8. Tujuan Hubungan Antar Manusia :
g. Memanfaat pengetahuan tentang faktor sosail dan psikologis sehingga terjadi keselarasan dan
keserasian dengan konflik seminimal mungkin.
h. Memenuhi kebutuhan antara individu yang satu dengan yang lain
i. Memperoleh pengetahuan dan informasi baru
j. Menumbuhkan sikap kerja sama
k. Menghilangkan sikap egois/ paling benar
l. Menghindari dari sikap stagnan
9. Menumbuhkan Hubungan Antar Manusia
d. Trust (kepercayaan)
e. Sikap sportif
f. Open mindness (sikap terbuka)
10. Teknik-Teknik Hubungan Antar Manusia :
d. Tindakan social
e. Kontak social
f. Komunikasi sosial
11. Teori hubungan antar manusia
Teori Johary Windows
Windows berarti jendela. Dalam individu diumpamakan seperti jendela yang terbagi dalam 4 kuadran
yakni wilayah terbuka (open area), wilayah buta (blind area), wilayah tersembunyi (hidden area) dan
wilayah tak dikenal (unknown area).
12. Faktor-Faktor Dalam Hubungan Antar Manusia :
e. Faktor imitasi
f. Faktor sugesti
g. Faktor identifikasi
h. Faktor simpati

EVALUASI

6. Sebutkan pengertian dari hubungan antar manusia !


7. Hubungan antar manusia mempunyai tujuan sebutkan 3 diantaranya !
8. Sebutkan teknik-teknik hubungan antar manusia !
9. Sebutkan faktor-faktor apa saja dalam hubungan antar manusia !
10. Sebutkan 3 cara menumbuhkan hubungan antar manusia !
Handout Komunikasi Dasar 1