Anda di halaman 1dari 7

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SIDOARJO

Fakultas Ekonomi
Program Studi Akuntansi
http://www.unusida.ac.id

Pendidikan Pancasila
2. PENGANTAR PENDIDIKAN PANCASILA

Oleh:Kelompok 2 Senin, 06 Januari 2017

Nama 1 Yulinda tri w (C24150031) tyulinda101007@gmail.com


Nama 2 Anin Sari P (C24150002) aninpratiwi50@gmail.com
Nama 3 Linda Puspita R(C24150015) putrioktaviadd20@:gmail.com 1
Nama 4 Dina Dwi O.P (C24150008) lindapuspita0202@gmail.com
1.Bagaimana dasar negara Indonesia dibandingkan 9 negara ASEAN lainnya?

Kelebihan utama Pancasila yakni selain menjadi dasar negara,Pancasila juga selalu
mengutamakan musyawarah untuk mufakat yang berlandaskan kekeluargaan. Alasannya
adalah karena nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila mencerminkan ciri khas dari
kemajemukan atau pesatuan bangsa Indonesia.

Sedangkan jika dibandingkan dengan negara lain ,beberapa negara yang berasaskan
liberal sehingga mereka dapat melakukan apa saja tanpa ada Kontrol yang jelas karena
campur tangan dari pemerintah tidak begitu banyak,hanya kepada hal-hal yang penting-
penting saja.
Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan Pancasila dibandingkan 9 negara ASEAN
lainnya,antara lain:

1.Pancasila selalu melindungi dan menghargai hak-hak asasi manusia.

2.Pancasila selalu menjunjung tinggi hukum.

3.Selalu mengambil keputusan secara musyawarah.

4. Pancasila bersifat bebas,terbuka,dan jujur untuk mencapai tujuan bersama.

5.Pancasila berisi seperangkat norma-norma yang dijadikan pedoman dalam


menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
Apa yang paling menarik dari dasar negara Indonesia?
Burung Garuda banyak terdapat dilukisan candi dieng
Lambang pancasila adalah burung garuda berdekatan dengan burung elang Rajawali. Burung
ini terdapat dalam lukisan di candi-candi Dieng yang dilukiskan sebagai manusia berparuh dan
bersayap, lalu di candi Prambanan, dan Panataran berbentuk menyerupai raksasa, berparuh,
bercakar dan berambut panjang.Burung Garuda ditetapkan sebagai lambang Negara RI sejak
diresmikan penggunaannya pada 11 Februari 1950, dan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah
no 66 tahun 1951. Penggagasnya adalah Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II atau dikenal
dengan Sultan Hamid II, yang saat itu sebagai Mentri Negara Republik Indonesia Serikat (RIS).
Mengalami 3 perubahan lambang
Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah
koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis
Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir,
dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan.
3.Bagaimana perkembangan Pancasila di sidoarjo?
Perkembangan Pancasila di sidoarjo semakin lama semakin menurun. Alasannya karena pada era
globalisasi ini banyak nilai-nilai Pancasila yang begitu penting telah tergeser oleh nilai-nilai dan pola
pikir kebaratan yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang ketimuran. Hal berakibat adanya
krisis moral yang terjadi pada bangsa Indonesia di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari para elite-
elite politik hingga individu-individu. Selain itu hal ini merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia
untuk menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak tenggelam dengan selalu mengimplementasikan
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai hal antara lain:
1.Sila ke 1 tidak sesuai dengan dasar negara karena masyarakat kini lebih banyak memilih menonton
drama korea daripada harus beribadah. Hal itu dapt menjadikan masyarakat seakan-seakan idola
mereka ini adalah tuhan.
4. Bagaimana peran ulama atau NU dalam sejarah lahirnya Pancasila?

NU dalam pembentukan NKRI sangat berperan aktif dalam pergerakannya. NU bukan


hanya organisasi yang berbicara masalah keagamaan yang menjunjung nilai-nilai tradisionalis.
Namun, NU juga berbicara mengenai motif Nasionalisme atau kemerdekaan atas Negara yang
pada waktu itu dijajah oleh colonial Belanda.
NU dalam lintasan sejarah secara tidak langsung mempersiapkan kekuatan untuk
pengusiran penjajah di Nusantara, salah satunya Nahdhatul Wathan yang didirikan pada tahun
1916 oleh kiai Wahab Hasbullah, sebagai pondasi awal semangat nasionalisme. Pembentukan
Nahdhatul Wathan ditujukan untuk menggarap para murid-muridnya untuk menanamkan rasa
nasionalisme, jalur ini memang lebih cendrung berorientasi pendidikan.
Nahdhatul Ulama, secara implicit bertujuan melawan Belanda. Empat tahun
setelah berdirinya NU, yakni sekitar tahun 1930-an, dalam pesantren-pesantren dan
madrasah-madrasah yang didirikan oleh para kiai NU, diwajibkannya menyanyikan
lagu kebangsaan setiap hari kamis setelah mata pelajaran selesai. Bukan hanya itu,
tapi buku-buku yang dilarang dipelajari di sekolah-sekolah oleh penjajah, beredar di
pesantren-pesantren serta madrasah-madrasah. Hal ini jelas bahwa Nahdhatul
Ulama serius dalam pengusiran penjajah dengan menanamkan rasa nasionalisme
.
Dalam bidang hukum khususnya pada urusan keagamaan umati islam,
Nahdhathul Ulama secara tegas untuk menolak interfensi dari pemerintahan
Belanda. Pada tahun 1931, masalah warisa ditarik dari wewenang Pengadilan Agama,
artinya bahwa hokum adat yang kembali diberlakukan di Pulau jawa, Madura dan
Klaimantan selatan. Hal ini bukan semata-mata diberlakukannya hokum adat akan
tetapi penggrogotan wewenang Pengadilan Agama yang merupakan lambing
wewenang kaum muslimin yang menimbulkan rasa tidak senang tersebut.