Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan salah satu negara Agraris yang melimpah akan
sumber daya alamnya salah satunya adalah bahan makanan. Kebutuhan
manusia akan hidup itu bergantung dengan apa yang dimakan untuk
keberlangsungan hidupnya. Di Indonesia, bahan makanan pokok yang biasa
dimakan adalah beras, jagung, sagu, dan kadang-kadang juga singkong atau
ubi. Bahan makanan tersebut berasal dari tumbuhan atau senyawa yang
terkandung di dalamnya sebagian besar adalah karbohidrat.
Karbohidrat merupakan segolongan besar senyawa organik yang paling
melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh
makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan
makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan
materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan
jamur).
Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengubah karbondioksida
menjadi karbohidrat. Hasil dari metabolism primer turunan dari karbohidrat
berupa senyawa-senyawa polisakarida yaitu amilum. Amilum merupakan
sumber energi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia.
Disamping bahan pangan kaya akan amilum juga mengandung protein,
vitamin, serat dan beberapa zat gizi penting lainnya.
Fisiologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses,
fungsi, dan aktifitas suatu organisme dalam menjaga dan mengatur
kehidupannya. Seperti halnya cabang ilmu biologi lain, fisiologi tumbuhan
juga mempelajari proses kehidupan yang sering mirip atau identik pada
banyak organisme. Fisiologi tumbuhan sebenarnya merupakan terapan dari
fisika dan kimia modern untuk memahami tumbuhan.karena itu kemajuan
fisiologi tumbuhan hampir seluruhnya bergantung pada kemajuan bidang
fisika dan kimia. Kini teknologi ilmu fisika terapan menyumbangkan peratan
untuk membantu penelitian bidang fisiologi tumbuhan serta pengetahuan
dasar yang dipakai untuk menafsirkan berbagai hasilnya (Campbell, 2000).

1
2

Dalam mempelajari fisiologi tumbuhan,yang paling mendasar perlu di


pelajari adalah ilmu tentang sel. Tumbuhan termasuk organisme miltiseluler
yang terdiri dari berbagai jenis sel terspesialisasi yang bekerja sama
melakukan fungsinya. Sel tumbuhan meliputi berbagai organel seperti
dinding sel, sitoplasma,membrane plasma, reticulum endoplasma, badan
golgi, vakula, badan mikro, sferosom, rangka sel dan nucleus. Masing-masing
organel memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. dan dalam tumbuhan itu
terdapat sel hidup dan sel mati sel hidup adalah sel yang masih menunjukkan
aktifitas kehidupan yang di tunjukkan dengan adanya bagian-bagian protoplas
dalam sel atau dengan adanya hasil metabolisme yang berupa bahan ergastik,
sedangkan sel mati hanya berupa ruang kosong yang dibatasi oleh dinding sel
. Berdasarkan pemaparan diatas itulah yang melatar belakangi dilakukannya
praktikum Melihat dan Mengamati sel hidup dan sel mati. (Yustia.A, 2007).
Anatomi mengenai struktur tumbuhan melibatkan satuan fungsi organic
terkecil dalam tumbuhan itu sendiri yaitu sel. Sel tumbuhan dibatasi oleh
dinding sel yang didalamnya terdapat tempat berlangsungnya reaksi kimia
yang diperlukan untuk kehidupan sel. Pengamatan tentang sel hanya dapat
terlihat menggunakan mikroskop. Dalam hal ini, mempelajari ukuran dan
bentuk sel merupakan hal penting, namun tanpa memahami isi dari sel (unit
sel) serta hubungannya dengan sel-sel lain yang melapisinya tidak akan
didapat pengetahuan yang mendalam tentang sel itu sendiri (Hidayat, 1995).
I.2 Maksud dan Tujuan
I.2.1 Maksud
Adapun maksud dari pengamatan benda ergastik tumbuhan pada
praktikum kali ini, yaitu dapat mengamati benda atau komponen dalam sel
yang nonprotoplasmik yang bersifat padat pada tanaman Ubi Jalar (Manihot
utilissima), Jarak Pagar (Jatropha curcas), Jahe (Zingiber officinale), dan
Pepaya (Carica papaya).

I.2.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian benda-benda dalam sel yang
nonprotoplasmik.
3

2. Untuk mengetahui sifat benda non-protoplasmik.


3. Untuk mengetahui benda atau komponen dalam sel yang non-
protoplasmik (benda ergastik) yang bersifat padat.