Anda di halaman 1dari 9

1.

Struktur Organisasi
BATAN merupakan lembaga pemerintah non kemeterian yang
bertanggung jawab langsung terhadapa Presiden. Tugas dari BATAN sendiri
ialah melakasanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian,
pengembangan, dan pemanfaatan tenaga nuklir sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melakasanakan
tugas penggunaan nuklir, BATAN diatur dalam empat pertauran yakni :
- Panitia Negara (Keppres RI No. 230 tahun 1954)
- Lembaga Tenaga Atom (PP No. 65 tahun 1958)
- BATAN (UU No. 31 tahun 1964)
- BATAN (UU No. 10 tahun 1997)
Kemudian pada tugas dalam melaksanakan pengawasan tenaga nuklir
diatur oleh BAPETEN dalam UU No. 10 tahun 1997.
Secara umum, kawasan BATAN terbagi atas beberapa wilayah yakni :
- Kantor Pusat, Jakarta
- Kawasan Nuklir Pasar Jumat
- Kawasan Eksplorasi Uranium Kalan
- Kawasan Nuklir Serpong
- Kawasan Nuklir Bandung
- Kawasan Nuklir Yogyakarta
- Calon Tapak PLTN, Jepara

Gambar 1
Struktur Organisasi BATAN
BATAN yang di Bandung sendiri, dalam struktur organisasi di atas masuk
ke dalam Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir dalam bidang
Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan. Adapun struktur organisasi dari
BATAN Bandung sendiri sebagai berikut :

Gambar 2
Struktru Organisasi PSTNT

Dari struktut organisasi di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :


a. Bidang Reaktor
Reaktor yang terdapat di PSTNT Bandung yakni Reaktor TRIGA 2000.
Reaktor ini memiliki daya sebesar 2000 kW. Reaktor ini mendapat izin
operasi pada tahun 2001 oleh BAPETEN.
Gambar 3
Bidang Reaktor

Gambar 4
Bidang Reaktor 2

b. Bidang Teknofisika
Pada bidang ini melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang
pemanfaatan teknofisika. Dalam bidang ini terdapat bagian Fisika
Bahan, Fisika Termohidrolik, Fisika Instrumentasi. Dalam kelompok
fisika bahan, alat-alat yanh biasa digunakan dalam bidang ini ialah
Neraca Analitik, Surface Area, Thermal Conductivity, Ultrasonic,
Potensial Zeta, pH meter, dan Viskometer. Aplikasi penelitian yang
biasa dilakukan ialah pendingin perlatan elektronik, bahan pendingin
rekator nuklir, pendingin dalam fabrikasi logam, dan pendingin
otomotif.
Pada bidang fisika termohidrofilik biasanya dilakukan perancangan,
pembuatan, serta pengujian. Pada bidang fisika Instrumentasi,
instrumentasi yang biasa digunakan ialah Flux Controller, Single
Channel Analysis, dan, Digital Input Scanner.

c. Bidang Senyawa Bertanda


Pada bidang ini melakukan penelitian dan pengembangan di bidang
senyawa bertanda dan teknik analisis radiometri. Terdapat empat
bagian dalam bidang ini yakni kelompok teknologi proses radioisotop,
kelompok senyawa bertanda, kelompok teknik analisis radiometri,
kelompok radiologi lingkungan.
Pertama, yakni kelompok teknologi proses radio isotop. Proses yang
dilakukan dalan kelompok ini ini pertama melalui Fasilitas Hot Cell
kemudian dilakukan proses radioisotop. Selanjutnya dilakukan
pengukuran radioaktivitas. Kemudian dilakukan uji kemurnian
radionuklida dan dilakukan analisis kemurnian radiokimia.
Kedua, yakni kelompok senyawa bertanda. Proses yang dilakukan yakni
pertama melalui fasilitas Cellule kemudian dilakukan pembuatan
senyawa bertanda. Lalu dilakukan uji kemurnian radiokimia. Kemudian
dilakukan pembuatan kit diagnostik dan uji biologis senyawa bertanda
(in vivo).
Ketiga, Kelompok Teknik Analisis Radioaktif. Dalam kelompok ini
terdapat Gent Sampler Stacked Filter Unit. Terdapat alat EEL Smoke
Stain Reflectometer untuk pengukuran black carbon. Kemudian terdapa
X-Ray Fluorescene serta terdapat analisis aktivasi neutron.
Kelompok yang terakhir yakni kelompok radiologi lingkungan yang
banyak membahas terkait radioisotop dalam lingkungan.
d. Bidang Keselamatan Kerja dan Keteknikan
Pada bidang K3 ini bertugas melaksanakan pemantauan keselamatan
kerja, proteksi radiasi, dan operasi, pemeliharaan dan pengembangan
elektromekanik dan instrumentasi fasilitas penelitian dan
pengembangan teknologi nuklir terapan. Kelompok yang terdapat pada
bidang ini yakni Keselamatan Kerja dan Proteksi Radiasi serta
Keteknikan.
e. Bidang Tata Usaha
Pada bidang ini bertugas untuk melaksanakan urusan perencanaan,
persuratan, dan kearsipan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan
rumah tangga, dokumentasi ilmiah dan publikasi serta pelaporan.
Bagian-bagian yang terdapat pada bidang ini ialah Sub Bagian
Persuratan, Kepegawaian, dan Dokumentasi Ilmiah, Sub Bagian
Keuangan, dan Sub Bagian Perlengkapan.
f. Unit Jaminan Mutu
Bidang ini bertugas melakukan pengembangan, pemantauan,
pelaksanaan, dan audit internal sistem menajemen mutu
pengembangan teknologi dan keselamatan reaktor nukir.
g. Unit Pengamanan Nuklir
Bidang ini bertugas melakukan pengamanan instalasi nuklir,
lingkungan, dan personel dalam bentuk pemantauan, pencegahan, dan
penanggulangan di lingkungan Pusat Sains dan Teknologi Nuklir
Terapan
2. Laboratorium PSTNT
Laboratorium PSTNT merupakan bagian dari kelompok Teknik Analisis
Radiometri (TAR). Kelompok ini merupakan kelompok yang memiliki tugas
merencanakan dan melaksanakan penelitian, pengembangan, dan aplikasi
di bidang teknik analisis radiometri. Kelompok ini memiliki laboartorium
dengan beberapa fasiliras sebagai berikut :
a. Ruang bersih
Ruangan ini dilengkapi dengan humidifier, air conditioner, dan blower
pengatur udara agar ruangan selalu berada pada kondisi yang
dipersyaratkan. Ruang ini berfungsi untuk penyimpanan sampel
sekaligus preparasi sampey yang memerlukan kondisi khusus seperti
sampel filter partikulkat udara.

b. Laboratorium Cacah
Pada laboratorium ini dilakukan proses Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
yang merupakan salah satu teknik analisis nuklir yang sangat ideal
dalam analisis berbagai unsur kelumit. Teknik ini memiliki limit deteksi
hingga orde nanogram, multielemental, selektif, sensitif, dan non
destruktif. Laboratorium ini dilengkapi dengan humidifier, AC, dan
berbagai peralatan cacah seperti MCA dengan tiga buah detektor HPGe
yang memiliki efisiensi tinggi, masing-masing 35%, 25%, dan 15%
serta SCA dengan detektor NaI(TI).

c. Laboratorium Pneumatik
Laboratorium ini merupakan laboratorium yang aktif terhubung dengan
fasilitas iradiasi reaktor TRIGA 2000 Bandung. Sampel diradiasi
memggunakan Pneumatik Transfer Tube. Laboratorium ini juga
digunakan untuk preparasi sampel pra-iradiasi. Laboratorium ini
dilengkapi dengan microwave digestion, pembuatan air tipe ultrapure
serta ruang pengeringan sampel maupun standar.

d. Alat Sampling Cuplikan Partikulat Udara


Alat ini merupakan alat pencuplik partikulat udara yang bersifat
dichotomous. Stacked filter unit ini berisi dua filter masing-masing
untuk partikulat halus dan kasar.

e. Atomic Absorption Spectrometer (AAS)


AAS yang dimilliki di laboratorium ini memiliki tiga metode yakni flame,
hydride generation, dan graphite furnace. Untuk meningkatkan
sensitivitas dan limit deteksi hingga sub ppb, pengukuran flame dan
hydride dilengkapi dengan atom trap dan mercury concentrate (MC-
3000). Graphite furnace dengan otomatisasi sampler chenger,
membuat pengukuran menjadi lebih cepat dan akurat. AAS menjadi
salah satu pelengkap teknik analisis yang ada du PTNBR, sehingga
kemampuan analisis di PTNBR lebih maksimal.

f. X-Ray Fluorescence (XRF)


Terdapat dua alat XRF yakni Minipal 4 dan Epsilon 5 yang digunakan
untuk analisis unsur pada berbagai matriks sampel padatan dan filter
partikulat udara. Pengukuran dengan XRF memiliki kelebihan dalam hal
preparasi sampel yang lebih sederhana dan waktu pengukuran yang
lebih singkat. Data yang diperoleh dapat digunakan dalam finger
printing atau identifikasi sumber pencemar, dan kompilasi
menggunakan data meteorologi dapat digunakan untuk emngestimasi
lokasi sumber pencemar.

3. Staff Laboratorium Profesional


a. Prof. Dr. Muhayatun Santoso

Gambar 5
Prof. Dr. Muhayatun Santoso
Beliau merupakan seorang reseacher yang berfokus pada Radiokimia,
Teknik Analisis Nuklir. Beliau memiliki keahlian di bidang kualitas air,
khususnya dalam penggunaan teknik analisis nuklir seperti analisis
aktivasi neutron, analisis sinar ion, dan fluorosensi X-ray.

b. Isti Daruwati, M.Si, Apt


Beliau merupakan seorang peneliti muda di bidang radiofarmasi. Beliau
memiliki kompetensi di bidang senyawa bertanda, farmakokinetika,
biodistribusi, Drug-Radiopharmaceuticals Interactions.

c. Drs. Duyeh Setiawan, MT


Beliau merupakan seorang penelliti yang berfokus pada bidang
pengembangan radioisotop untuk didiagnosis dan terapi berbagai
penyakit telah banyak dilakukan.

d. Dra. Azmairit Aziz


Beliau merupakan peneliti di bidang kepakaran radiokimia.

e. Eva Maria Widyasari, M.Si


Beliau merupakan seorang penelliti muda di bidang kimia nuklir.

f. Rizky Juwita Sugiharti, M. Pharm., Apt


Beliau merupakan peneliti yang bergerak di bidang radiofarmasi.

g. Maula Eka Sriyani, M.Si


Beliau merupakan peneliti muda yang bergerak di bidang kiimia nuklir,

h. Iim Halimah, M.Si


Beliau merupakan seorang peneliti pertama di bidang biologi di bidang
senyawa bertanda dan radiometri.

i. Rasito Tursinah, S.Si


Beliau merupakan seorang peneliti muda dalam bidang fisika nuklir.
Lingkup risetnta pada masalah deteksi dan oengukuran radiasi,
proteksi radiasi dan dosimetri, spektroskopi gamma dan neutron, serta
radiologi lingkungan dan kosmik.

j. Teguh Hafiz Ambar Wibawa, S.Si


Beliau merupakan seorang staf bidang senyawa bertanda dan
radiometri yang berfokus pada radioisotop dan senyawa bertanda.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Laboratorium merupakan tempat berlangsungnya beragam riset
ilmiah, eksperimen,
pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium
biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-
kegiatan tersebut secara terkendali. Seperti halnya laboratorium di
PSTNT BATAN digunakan untuk melakukan berbagai riset,
eksperimen mengenai teknologi atom dan nuklir yang dihasilkan.

PSTNT BATAN yang terletak di Jalan Taman Sari, Coblong, Lb.


Siliwangi, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat merupakan salah
satu cabang dari BATAN yang bergerak di bidang sains dan
teknologi nuklir terapan. Dari BATAN, terdapat beberapa reactor dan
laboratorium yang dapat di jadikan contoh bagaimana menejemen
laboratorium yang baik dan benar.

Kunjungan Laboratorium ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk


lebih membuka wawasan terhadap berbagai macam laboratorium.
Setelah kunjungan ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadikan
pembelajaran bagaiman pengelolaan laboratorium yang baik dan
dapat mengaplikasikannya di dunia kerja nantinya.

B. Tujuan Kunjungan Industri

1. Mengetahui bagaimana manajemen laboraturium di PSTNT


BATAN
2. Mengetahui bagaimana pengelolaan laboratorurium di PSTNT
BATAN
3. Memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai
laboratorium

E. Waktu dan Tempat

Kunjungan industri ini dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2017 ke


PSTNT BATAN, Jalan Taman Sari, Coblong, Lb. Siliwangi, Bandung,
Kota Bandung, Jawa Barat.

F. Pengumpulan Data

Data yang diperoleh dikumpulkan dengan metode berikut ini:

Metode Interview / wawancara


Metode Observasi
Metode Dokumentasi / documenter

a. K3L
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah kondisi dan faktor
yang
mempengaruhi, atau dapat mempengaruhi kesehatan dan
keselamatan pegawai atau pekerja lain (termasuk pekerja
sementara), pengunjung atau orang lain di daerah kerja.
CATATAN Organisasi bertanggung jawab atas kesehatan dan
keselamatan orang
yang berada di sekitar daerah kerja, atau yang terpapar akibat
kegiatan di daerah
kerjanya.