Anda di halaman 1dari 9

RENCANA PENELITIAN

JUDUL PENELITIAN : FORMULASI DAN EVALUASI FLOATING


GEL IN SITU EKSTRAK JAHE (Zingiber
officinale) DENGAN VARIASI
KONSENTRASI METIL SELULOSA
SEBAGAI POLIMER
NAMA MAHASISWA : CYNTHIA FRANS
NOMOR MAHASISWA : N11112262
PEMBIMBING UTAMA : Dr.Hj.LATIFAH RAHMAN , DESS.,Apt.
PEMBIMBING PERTAMA : SUBEHAN,S.si.,M.Pharm.Sc.,Ph.D.,Apt

BAB I

PENDAHULUAN

Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan sistem floating gel

in situ menerima banyak perhatian, terutama karena keuntungan yang

ditunjukkan oleh sistem ini seperti kemudahan administrasi bersama

dengan kemampuan mengendalikan pelepasan dan aksi yang

diperpanjang dibandingkan dengan sistem penghantaran obat

konvensional (1).

Bentuk sediaan gel in situ adalah cairan sebelum pemberian tetapi

berubah menjadi gel yang mengapung dilambung ketika berkontak

dengan dengan cairan lambung. Konversi gel yang terjadi karena adanya

satu atau lebih mekanisme seperti rangsangan fisiologis perubahan fisik

dari biomaterial dan reaksi kimia (1).

Sistem penghantaran obat in situ gel memiliki keuntungan seperti

proses pembuatan yang sederhana, kemudahan administrasi, mengurangi


frekuensi pemberian, meningkatkan kenyamanan dan kepatuhan pasien.

Di tempat penyerapan, obat in situ gel membengkak dan membentuk gel

yang kuat yang mampu memperpanjang waktu tinggal dari zat aktif.

Beberapa jenis obat yang dapat diadministrasikan dengan sistem

gastroretentive ini antara lain obat yang bekerja lokal dilambung, terutama

diabsorpsi dilambung, yang kelarutannya buruk pada pH basa, dan obat

yang diserap cepat disaluran pencernaan (2).

Zingiber officinale (jahe) merupakan keluarga Zingiberaceae yang

merupakan tanaman tahunan dengan ketinggian mencapai 2 kaki dan

memiliki bunga kuning kehijauan menyerupai anggrek. Rimpang jahe

memiliki aroma yang pedas. Negara asalnya belum pasti, tetapi dianggap

awalnya berasal dari Asia Tenggara sebelum menyebar ke Afrika.

Sekarang ini tumbuh subur di Utara Nigeria. Jahe memiliki sejarah obat

yang ekstensif. Jahe digunakan sebagai pengobatan gangguan

gastrointestinal termasuk ulcerogenesis lambung. Jahe dapat

menghilangkan bakteri Helicobacter pylori yang dapat menimbulkan

gastritis. Tanaman ini juga mampu menetralisir asam lambung berlebih

dalam lambung yang dapat menyebabkan bentuk lain dari ulkus.

Patofisiologi dari ulkus antara lain karena ketidakseimbangan asam,

pepsin, Helicobacter pylori , kerusakan mukosa , obat AINS (Anti Inflamasi

Non Steroid) dan sebagiannya (3,4).

Flavonoid memiliki aktivitas anti inflamasi dan melindungi mukosa

lambung terhadap agen ulserogenik. Tanaman yang mengandung


flavonoid ditemukan efektif dalam menghambat jenis lesi karena aktivitas

antioksidan. Aktivitas antioksidan dari flavonoid telah menarik perhatian

karena proses oksidasi melibatkan mekanisme dari beberapa gangguan

lambung temasuk ulserogenesis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan

oleh Chioma A.A (2009) Zingiber officinale mengandung alkaloid, steroid

terpen, flavonoid, minyak dan lemak, resin, karbohidrat dengan

kandungan flavonoid yang melimpah. Penelitian yang dilakukan oleh

Eman Mohamed (2014) juga menunjukkan bahwa jahe mengandung

substansi biologi yang aktif dengan sifat potensial sebagai antiulser. Efek

gastroprotektif mungkin dikarenakan tingginya kandungan flavonoid

didalam jahe (4).

Berdasarkan uraian diatas , penelitian ini bertujuan untuk

merancang formula floating gel insitu dari ekstrak jahe (Zingiber officinale)

dengan variasi konsentrasi metil selulosa serta evaluasi formula sehingga

dapat berperan sebagai gastroprotektif.

Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi ilmiah

mengenai desain formula floating gel in situ ekstrak jahe (Zingiber

officinale) dengan variasi konsentrasi metil selulosa dan evaluasi formula

sehingga dapat berperan sebagai gastroprotektif.

BAB II

PELAKSANAAN PENELITIAN
II.1 Penyiapan Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini, batang pengaduk,

beaker glass, Brookfield viskometer (NDJ-5S Viscometer), cawan

porselin,gelas ukur (Pyrex), magnetic stirer, pengaduk magnet, pipet

tetes, rotavapor, sendok tanduk, spektofotometri UV-VIS, timbangan

analitik (Sartorius).

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini, Aquadest,

ekstrak Jahe (Zingiber officinale), etanol 96%, na-alginat, NaHCO 3, CaCO3,

asam klorida (HCl), Metil Selulosa.

II.2. Metode Kerja

II.2.1 Penyiapan Sampel Penelitian

II.2.1.1 Penyiapan Sampel

Sampel berupa Jahe yang diambil dari Pasar Terong , Makassar

Sulawesi Selatan

II.2.1.2 Pengolahan Sampel

Sampel Jahe yang diperoleh disortasi basah untuk memisahkan

Jahe dengan pengotor seperti tanah kemudian dipotong-potong dan

dikeringkan didalam oven simplisia dengan suhu 50 oC setelah itu

dilanjutkandengan proses ekstraksi.

II.2.2 Ekstraksi Sampel


Ekstraksi sampel menggunakan metode maserasi. Sampel yang

telah kering dimasukkan kedalam bejana maserasi dan ditambahkan

dengan pelarut organik etanol 96%. Disimpan pada suhu ruang selama

beberapa hari sambil sesekali diaduk dan kemudian disaring. Amapas

yang diperoleh kemudian diekstraksi kembali dengan pelarut etabol 96%.

Ekstrak etanol jahe yang diperoleh kemudian digabung dan dipekatkan

dengan menggunakan rotavapor..

II.2.3 Penentuan Kadar Flavonoid Total

Penetapan kadar flavonoid total dengan menggunakan metode

spektrofotometri UV-Visibel. Metode ini dapat digunakan untuk penentuan

kadar flavonoid total yang dihitung sebagai kuersetin.

II.2.4 Formulasi Floating Gel In Situ

Tabel 1. Formula Floating Gel In Situ Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) dengan

Variasi Konsentrasi Metil Selulosa sebagai Polimer

Bahan Formula Floating Gel Insitu

F1 F2 F3 F4
Ekstrak Jahe 1g 1g 1g 1g
Na-alginat 2g 2g 2g 2g
CaCO3 1g 1g 1g 1g
NaHCO3 1g 1g 1g 1g
Metil Selulosa - 0,5 g 1g 1,5 g
Aquades Ad 100 ml Ad 100 ml Ad 100 ml Ad 100 ml
Ditimbang semua bahan, dilarutkan Na-Alginat dengan aquades

didalam beaker sampai semua larut, pada suhu 60 0C menggunakan

pemanas magnetik stirrer, kemudian setelah suhu turun menjadi 40 0C

ditambahkan CaCO3, NaHCO3 dan HPMC sambil diaduk di magnetic stirer,

kemudian didispersikan ekstrak jahe dan dicukupkan aquades hingga 100

ml.

II.2.5 Evaluasi

II.2.5.1 Penentuan Kemampuan Membentuk Gel

Untuk mengevaluasi kapasitas pembentukan gel, dilakukan dengan

mengambil 10 ml formula, kemudian ditambahkan 100 mL 0,1 N asam

klorida (HCl, pH 1,2) pada 37 0C dalam gelas agitasi ringan untuk

menghindari penghambatan pembentukan gel. Kemampuan membentuk

gel secara In vitro dinilai berdasarkan tiga kategori yaitu kekakuan gel

terbentuk, waktu gelasi dan jangka waktu yang gel terbentuk tetap seperti

itu.

(+) Gel setelah beberapa menit, tersebar dengan cepat

(++) Gelasi tetap untuk beberapa jam

(+++) Gelasi tetap langsung untuk jangka waktu yang lama.

II.2.5.2.Penentuan Viskositas Gel In Situ


Viskositas dispersi ditentukan dengan menggunakan digital

Brookfield viskometer (NDJ-5S Viscometer). Sampel (200 ml) yang diukur

pada tingkat kecepatan 100 rpm / menit menggunakan spindle nomor 2

pada suhu kamar. Pengukuran viskositas untuk setiap sampel dilakukan

dalam rangkap tiga, setiap pengukuran kira-kira selama 30 detik.

II.2.5.3 Penentuan Waktu Mengapung

Studi mengapung secara in-vitro dilakukan dengan diambil formula

10 mL kemudian dimasukkan ke dalam gelas beaker yang berisi 100 ml

0,1 N HCl, (pH 1,2) pada suhu 370C tanpa gangguan. Dihitung waktu

formulasi mulai muncul di permukaan media (floating time lag) dan waktu

formulasi terus mengapung di permukaan medium disolusi (durasi

floating).

II.2.5.4 Pengujian Disolusi In Vitro

Pengujian disolusi dilakukan dalam 3 replikasi dengan

menggunakan alat disolusi tipe II (paddle metode). Medium disolusi yang

digunakan adalah 900 ml 0,1 N HCl (pH 1,2), dipertahankan pada 37C.

Tingkat pengadukan disesuaikan sampai dengan 50 rpm. Kecepatan ini

diyakini mensimulasikan in vivo yang memiliki agitasi ringan dan cukup

lambat untuk menghindari pecahnya formulasi gel. Pada interval waktu

yang telah ditentukan, 10 mL yang digunakan diganti dengan medium

disolusi segar sampai 3 replikasi tadi, disaring melalui kertas saring


Whatman, diencerkan dan diuji serapan maksimum pada spektrofotometri

uv-vis (Biotecheng UV-9200., UK) pada panjang gelombang 278 nm.

DAFTAR PUSTAKA
1. Thomas,Lena. Formulation and Evaluation of Floating Oral In Situ

Gel of Metronidazole.University of Baghdad, Iraq. 2014. hal 265-

269
2. Shinde, S.R., Sable P.,Lodhi B., dkk. A Novel Approach of

Gastroretentive Drug Delivery : In Situ Gel. Department Quality

Assurance, Aurangabad. 2014. hal 39-40


3. Anosike,C.A., Obidoa, O.,dkk. Anti-inflamatory and Anti-ulcerogenic

Activity of The Ethanol Extract of Ginger (Zingiber officinale).

University of Nigeria, Nigeria. 2009 hal 379-383


4. Mohammad ElMetwally, Eman. Evaluation of Antiulcer Activity of

ginger, Clove and Castors oils Against Aspirin Induced gastric

Ulcers in Rats.2014 . hal 815-821