Anda di halaman 1dari 11

BAB II

DASAR TEORI
II.1 Dasar Teori
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari mahluk
hidup.Ilmu yang mempelajari tentang sel adalah sitologi. Susunan sel yang
teratur karena dihasilkan oleh adanya pembelahan sel yang teratur. namun
sebagian besar tidak menunjukkan keteraturan melalui kelompok sel yang
kompak dan yanng tidak kompak (renggang) sehingga terbentuk ruang antar
sel akibat pemisahan dinding sel (sizogen) dan mungkin akibat dari beberapa
sel yang larut (lisigen). Bentuk sel yang bebas, atau sel yang baru dibentuk
dan terisolasi cenderung berbentuk bulatan, lalu karena adanya tekanan dari
sel-sel yang lain maka bentuk sel mulai terdiferensiasi. Sel tumbuhan terdiri
dari bagian yang hidup dan bagian yang mati. Bagian yang hidup adalah inti
dan organel pada sitoplasma dan bagian yang mati adalah dinding sel dan
benda-benda ergastik (Kusnadi, 2007).
Didalam sel terdapat bagian-bagian yang tidak hidup atau biasa
disebut dengan istilah benda ergastik. Benda ergastik dibagi menjadi dua
jenis, yaitu benda ergastik padat dan benda ergastik cair. Yang termasuk
kedalam benda ergastik padat, yaitu amilum, aleuron, kristal Ca-Oksalat.
Sedangkan yang termasuk kedalam benda ergastik cair, yaitu asam organik,
karbohidrat, lemak, protein, zat penyamak, antosianin, alkaloid, minyak atsiri,
dan terpentin. Amilum mempunyai rumus empiris (C6H10O5)n, berupa
karbohidrat atau polisakarida yang berbentuk tepung disebut amiloplas, dapat
dibedakan menjadi leukoamiloplas yang berwarna putih dan menghasilkan
tepung cadangan makanan dan kloroamiloplas berwarna hijau dan
menghasilkan tepung asimilasi. Aleuron ditemukan pada endosperm yang
mengering. Prosesnya : keringnya biji, yang berarti mengeringnya endosperm
menjadi semakin sedikit sehingga konsentrasi konsentrasi zat-zat yang
terlarut seperti putih telur, garam dan lemak akan smakin besar, kemudian
vakuola pecah hal ini akan terus berlangsung hingga vakuola pecah menjadi
kecil-kecil yang mengandung zat-zat yang mengkristal yang disebut aleuron.
Kristal yang terdapat pada tumbuahn merupakan hasil akhir dari

4
5

metabolisme, umumnya terbentuk dari kristal Ca-oksalat yang diendapkan.


Kristal tersebut tidak larut dalam asam cuka namun larut dalam asam kuat
(Kimball, 1983).
Benda ergastik adalah bahan nonprotoplasma, baik organik maupun
anorganik, sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk pertahanan,
pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan cadangan makanan,
terletak di baigan sitoplasama, dinding sel, maupun di vakuola. Dalam sel
benda ergastik dapat berupa karbohidrat (amilum), protein (aleuron dan
gluten), lipid (lilin, kutin, dan suberin), dan Kristal (Kristal ca-oksalat dan
silika). Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa benda ergastik memiliki banyak
fungsi untuk sel, misalnya penyimpanan cadangan makanan, contohnya
amilum, pemeliharaan struktur (lilin) dan perlindungan, misalnya adanya
kristal Ca oksalat dalam suatu jaringan tumbuhan dapat menyebabkan reaksi
alergi bagi hewan yang memakannya (Sumardi, 1993).
Semua sel dibatasi oleh suatu membran yang disebut membran plasma
dan daerah di dalam sel disebut sitoplasma. Setiap sel, pada tahap tertentu
dalam hidupnya, mengandung DNA sebagai materi yang dapat diwariskan
dan mengarahkan aktivitas sel tersebut. Selain itu, semua sel memiliki
struktur disebut ribosom yang berfungsi dalam pembuatan protein yang akan
digunakan sebagai katalisbanyak reaksi kimia dalam sel tersebut (Danarti,
1998).
Benda ergastik adalah bahan non protoplasma, baik organik maupun
anorganik, sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk pertahanan,
pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan cadangan makanan,
terletak di baigan sitoplasama, dinding sel, maupun di vakuola. Dalam sel
benda ergastik dapat berupa karbohidrat (amilum), protein (aleuron dan
gluten), lipid (lilin, kutin, dan suberin), dan Kristal (Kristal ca-oksalat dan
silika). Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa benda ergastik memiliki banyak
fungsi untuk sel, misalnya penyimpanan cadangan makanan, contohnya
amilum; pemeliharaan struktur (lilin) dan perlindungan, misalnya adanya
Kristal Ca oksalat dalam suatu jaringan tumbuhan dapat menyebabkan reaksi
6

alergi bagi hewan yang memakannya, sehingga hewan tersebut tidak akan
bernafsu menyentuhnya untuk yang kedua kali (Priyandoko, 2004)
Kebalikan dari protoplasma, komponen non protoplasma merupakan
benda-benda tidak hidup yang berada dalam sel. Benda-benda tersebut dapat
berada dalam dalam vakuola, dalam plasma sel dan plastida. Komponen non
protoplasmik ini bisa berupa zat cair maupun padat (Kartasapoetra, 1991).
1. Karbohidrat
Selulose dan zat tepung merupakan bahan ergastik yang pada
prinsipnya terdapat didalam protoplas. Selulose ini sangat penting untuk
menyusun dinding sel, sedangkan tepung untuk cadangan makanan. Zat
tepung dijumpai dalam sitoplasma, terdapat sebagai butir-butir baik didalam
leukoplas maupun kloroplas Butir tepung memiliki lapisan-lapisan, dan
lapisan-lapian itu berhenti pada suatu titik yang dinamakan hilum. Letaknya
bisa ditengah (kosentrik) misalnya pada ubi jalar atau dibagian tepi butir
tepung (eksentrik). Butir tepung dapat tunggal, majemuk dan setengah
majemuk. Butir tepung terdapat pada biji, sel-sel parenkim jaringan sekunder
pada akar maupun batang, dan tempat penyimpanan cadangan makanan
seperti akar, tuber, rizoma, dan kormus (Sumardi,1993).
2. Protein
Protein merupakan bahan utama yang menyusun protoplasma yang
hidup. Protein diketahui sebagai bahan cadangan dalam bentuk amorf atau
kristal. Pada beberapa macam biji, protein terdapat sebagai aleuron dan
tersebar didalam sel. Adapula aleuron yang terdapat didalam sel, dan sel
tersebut menyusun suatu lapisan yang disebut lapisan aleuron
(Sumardi,1993).
3. Minyak dan substansinya
Bahan ergastik ini tersebar pada seluruh tubuh tumbuhan akan tetapi
jumlahnya hanya sedikit. Lilin, suberin dan kutin merupakan minyak yang
digunakan sebagai zat pelindung pada dinding sel (Sumardi,1993).

4. Tanin
7

Tanin merupakan sekelompok derivat fenol yang heterogen yang


dapat dijumpai terutama pada daun, xilem, floem, periderm akar dan batang,
dan pada buah yang belum masak. Letaknya didalam vakuola sel atau dalam
bentuk tetes-tetes kecil pada sitoplasma yang melebur (Sumardi,1993).
5. Kristal
Kristal ini terdapat dalam sel sebagai tumbuhan. Biasanya terdapat
dalam sel korteks, akanh tetapi terkadang juga dapat ditemukan pada sel-sel
parakerim floem dan parakerin xylem (Kartesapoetro, 1991)
Menurut (Kartasapoetra, 1991). Kristal-kristal terdapat dalam vakuola
sel atau plasma selnya. Kristal-kristal itu memiliki berbagai bentuk, antara
lain :
1. Kristal dengan bentuk prisma teratur, biasanya terdapat dalam sel-sel
dibawah epidermis dari daun jeruk.
2. Kristal dengan bentuk jarum, kristal ini banyak ditemukan pada sel-sel
daun bunga pukul empat.
3. Kristal dengan bentuk butiran kecil, kristal ini biasanya disebut kristal
pasir, banyak ditemukan dalam sel-sel daun serta tangkai daun ri bayam.
4. Kristal dengan bentuk rafida, merupakan kristal berbentuk jarum yang
letaknya sejajar, biasanya terdapat pada sel-sel parenkim dari jaringan
lunak, selnya mengandung lendir dan berdinding tipis. Misalnya pada
endocarp buah aren.
5. Kristal dengan bentuk kelenjar, kristal ini disebut juga kristal drus yang
hanya terdapat pada sel-sel tertentu dengan bentuk yang tidak teratur
(dapat berbentuk bintang atau lainnya). Kristal ini biasanya ditemukan
pada tangkai daun pepaya dan bangsa kaktus
Pada sel mati tidak dijumpai adanya organel-organel, di dalam sel
hanya berupa ruangan kosong saja. Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup.
Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya faktor
genetik maupun faktor lingkungan. Sedangkan yang akan dibahas dalam
praktikum ini adalah sel mati karena faktor genetik, maksudnya sel
tersebut mati karena telah mencapai umur yang memang telah ditentukan
secara genetik. Sel-sel tersebut memang dalam perkembangannya
terspesialisasi untuk menjadi suatu sel mati, yang memiliki fungsi tertentu
8

dalam bagi tumbuhan. Misalnya sel-sel xilem-xilem yang akan bersifat


mati secara khusus berguna untuk pengangkutan unsur mineral dari dalam
tanah ke daun (Wilkins, 1992).

II.2 Uraian Bahan


II.2.1 Aquades (Farmakope Edisi 3, 1979)
Nama Resmi : Aquadestillata
Sinonim : Air suling, Aquadest
Rumus kimia : H2O
Rumus struktur :
H-O-H
Berat molekul : 18,02
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, Tidak berbau, tidak
mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup.
Kegunaan : Pelarut
II.2.1 Alkohol (Farmakope Edisi 3, 1979)
Nama Resmi : Aethanolum
Sinonim : Etanol, Alkohol
Rumus Molekul : C2H5O7
Rumus Struktur :

Berat Molekul : 46,07


Pemerian : Cairan tak berwarna, jernih, mudah menguap dan
mudah bergerak; bau khas; rasa panas. Mudah
terbakar dengan memberikan nyala biru yang
tidak berasap.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, dalam kloroform P dan
dalam eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari
cahaya; ditempat sejuk; jauh dari nyala api.
Kegunaan : amtiseptik

II.2.3 Ubi Jalar (Ipomoea batatas L)


9

Klasifikasi tumbuhan Tumbuhan ubi jalar dapat diklasifikasikan


sebagai berikut (Rukmana, 1997):
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea batatas L Gambar II.2.1

Ubi jalar (Ipomoea batatas) atau ketela rambat atau sweet potato
diduga berasal dari Benua Amerika. Para ahli botani dan pertanian
memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru, Polinesia,
dan Amerika Bagian Tengah. Ubi jalar menyebar ke seluruh dunia terutama
negara-negara beriklim tropika, diperkirakan pada abad ke-16. Orang-orang
Spanyol dianggap berjasa menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia terutama
Filipina, Jepang dan Indonesia. Ubi jalar merupakan tanaman ubi ubian dan
tergolong tanaman semusim (berumur pendek) dengan susunan utama terdiri
dari batang, ubi, daun, buah dan biji. Tanaman ubi jalar tumbuh menjalar pada
permukaan tanah dengan panjang tanaman dapat mencapai 3 m, tergantung
pada kultivarnya. Batang tanaman berbentuk bulat, tidak berkayu, tidak
berbuku-buku dan tipe pertumbuhannya tegak atau merambat. Daun
berbentuk bulat sampai lonjong dengan tepi rata atau berlekuk dangkal
sampai berlekuk dalam, sedangkan bagian ujungnya meruncing. Tanaman ubi
jalar yang sudah berumur kurang lebih 3 minggu setelah tanam biasanya
sudah membentuk ubi. Bentuk dan ukuran ubi merupakan salah satu kriteria
untuk menentukan harga jual di pasaran. Bentuk ubi yang ideal 7 dan bermutu
baik adalah bulat lonjong agak panjang dan tidak banyak lekukan dengan
bobot antara 200 g 250 g per ubi. Ubi jalar adalah tanaman yang tumbuh
baik di daerah beriklim panas dan lembab, dengan suhu optimum 27C
berkelembaban udara 50% 60% dan lama penyinaran 11-12 jam per hari
dengan curah hujan 750 mm 1500 mm per tahun. Produksi dan
10

pertumbuhan yang optimal untuk usaha petani ubi jalar yang cocok adalah
pada saat musim kemarau (kering). Tanaman ini dapat tumbuh sampai
ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Ubi jalar masih dapat tumbuh
dengan baik di dataran tinggi (pegunungan) tetapi umur panen menjadi
panjang dan hasil yang didapat rendah (Rukmana, 1997).
Daun ubi jalar digunakan sebagai obat diabetes melitus, obat luka
akibat terluka benda tajam, untuk obat rambut rontok dan kebotakan, obat
kanker, antioksidan dan sebagai obat mata (Islam.I). Daun ubi jalar digunakan
sebagai obat diabetes yaitu dengan cara merebus 100 gram daun dengan 1
liter air sampai Universitas Sumatera Utara airnya tinggal 500 ml, kemudian
air rebusan diminum . Selain dari itu daun ubi jalar bisa digunakan untuk
sayur sedangkan umbinya bisa digunakan untuk berbagai macam makanan
(Setiawan, 2009).
II.2.2 Pepaya (Carica papaya L)
Menurut Rukmana,R (1995) dalam taksonomi tumbuhan, pepaya
diklasifikasikan sebagai berikut :
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Violales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica Gambar II.2.2
Spesies : Carica papaya L
Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari
Amerika Tengah. Pepaya dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim
tropis. Tanaman pepaya oleh para pedagang Spanyol 10 disebarluaskan ke
berbagai penjuru dunia. Negara penghasil pepaya antara lain Costa Rica,
Republik Dominika, Puerto Riko, dan lain-lain. Brazil, India, dan Indonesia
merupakan penghasil pepaya yang cukup besar (Warisno, 2003).
Haryoto (1998) mengatakan bahwa tanaman papaya (Carica papaya
L.) baru dikenal secara umum sekitar tahun 1930 di Indonesia, khususnya
11

dikawasan Pulau Jawa. Tanaman pepaya ini sangat mudah tumbuh di


berbagai cuaca. Menurut Warisno (2003), tanaman pepaya merupakan herba
menahun, dan termasuk semak yang berbentuk pohon. Batang, daun, bahkan
buah pepaya bergetah, tumbuh tegak, dan tingginya dapat mencapai2,5-10
m. Batang pepaya tak berkayu, bulat, berongga, dan tangkai di bagian atas
terkadang dapat bercabang. Pepaya dapat hidup pada ketinggian tempat 1
m-1.000 m dari permukaan laut dan pada kisaran suhu 22C-26C.
Dalimartha dan Hembing (1994) mengatakan bahwa pada tanaman
pepaya daunnya berkumpul di ujung batang dan ujung percabangan,
tangkainya bulat silindris, juga berongga, panjang 25-100 cm. Helaian daun
bulat telur dengan diameter 25-75 cm, daun berbagi menjari, ujung daun
runcing, pangkal berbentuk jantung, warna permukaan atas hijau tua,
permukaan bawah warnanya hijau muda, tulang daun menonjol di
permukaan bawah daun. Bunga jantan berkumpul dalam tandan, mahkota
berbentuk terompet, warna bunganya putih kekuningan. Pepaya memiliki
bermacam-macam bentuk, warna, dan rasa. Pepaya muda memiliki biji yang
berwarna putih sedangkan yang sudah matang berwarna hitam. Tanaman ini
dapat berbuah sepanjang tahun dimulai pada umur 6-7 bulan dan mulai
berkurang setelah berumur 4 tahun.
Seluruh bagian tanaman pepaya dapat digunakan sebagai obat. Daging
buah, bunga, tangkai, maupun akar pepaya. Daging pepaya matang banyak
mengandung vitamin A, C, dan B kompleks, asam amino, kalsium, besi,
enzim dan lain-lain. Protein yang terkandung di dalam pepaya sangat mudah
dicerna. Pepaya sangat bermanfaat bagi seseorang yang mengalami
gangguan pencernaan, menjalankan pola makan yang tidak sehat dan
banyak mengonsumsi protein yang sulit tercerna. Pepaya tidak hanya
banyak mengandung protein yang mudah diserap, tetapi juga membantu
penyerapan berbagai protein lain di dalam tubuh. Kandungan nutrisi buah
mentah lebih tinggi ketimbang buah matang, Buah mentah hanya
mengandung 1/3 kalori buah matang, tetapi memiliki kandungan proteinnya
lebih tinggi. Buah mentah hanya mengandung 2/3 karbohidrat. Daging buah
12

mentah kurang mengandung beta karoten. Namun kandungan beta karoten


dalam kulit buah mentah lebih tinggi (Karyani, 2001).
II.2.3 Jahe (Zingiber officinale)
Sistematika tanaman jahe menurut Tjitrosupomo (1991) adalah
sebagai berikut:
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiberis
Spesies : Zingiber officinale Rosc. Gambar II.2.3

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan rempah-rempah Indonesia


yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang
kesehatan. Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun
berbatang semu dan termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae).
Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina ( Paimin,
2008).
Tanaman jahe termasuk keluarga Zingiberaceae yaitu suatu tanaman
rumput - rumputan tegak dengan ketinggian 30 -75 cm, berdaun sempit
memanjang menyerupai pita, dengan panjang 15 23 cm, lebar lebih kurang
dua koma lima sentimeter, tersusun teratur dua baris berseling, berwarna
hijau bunganya kuning kehijauan dengan bibir bunga ungu gelap berbintik-
bintik putih kekuningan dan kepala sarinya berwarna ungu. Akarnya yang
bercabang-cabang dan berbau harum, berwarna kuning atau jingga dan
berserat (Paimin, 2008).
II.2.4 Jarak Pagar (Jatropha curcas)
Sistematika tanaman jarak menurut Tjitrosupomo (1991) adalah
sebagai berikut:
13

Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Jatropha
Spesies : Jatropha curcas L. Gambar II.2.4
Tanaman jarak pagar berupa perdu dengan
tinggi 1 7 m, daun tanaman jarak adalah daun tunggal berlekuk dan
bersudut 3 atau 5. Daunnya lebar dan berbentuk jantung atau bulat telur
melebar panjang 5 15 cm., tulang daun menjari dengan jumlah 5 7
tulang daun utama, daunnya dihubungkan oleh tangkai daun yang
berukuran 4 15 cm. Tanaman jarak pagar adalah bunga majemuk
berbentuk malai, berwarna kuning kehijauan; berkelamin tunggal; dan
berumah satu (putik dan benang sari dalam satu tanaman); bunga terdiri
atas 5 kelopak berbentuk bulat telur dengan panjang lebih kurang 4 mm;
benang sari mengumpul pada pangkal dan berwarna kuning; tangkai putik
pendek berwarna hijau dan kepala putik melengkung keluar berwarna
kuning; bunga juga mempunyai 5 mahkota berwarna keunguan; tiap
tandan terdapat lebih dari 15 bunga. Bunga betina 4 5 kali lebih banyak
dari bunga jantan. Bunga jantan maupun bunga betina tersusun dalam
rangkaian berbentuk cawan yang tumbuh di ujung batang atau ketiak daun.
Jarak pagar termasuk tanaman monoecious dan bunganya uniseksual.
Kadangkala muncul bunga hermaprodit yang berbentuk cawan berwarna
hijau kekuningan. Buah tanaman jarak pagar berbentuk bulat telur dengan
diameter 2 4 cm. Panjang buah 2 cm, dengan lebar sekitar 1 cm. Buah
berwarna hijau ketika muda serta abu-abu kecokelatan atau kehitaman
ketika masak. Buah jarak terbagi menjadi 3 ruang, masing-masing ruang
berisi 1 biji sehingga dalam setiap buah terdapat 3 biji (Hambali, dkk.,
2006).
Semua bagian tanaman jarak pagar telah digunakan sejak lama dalam
pengobatan tradisional. Tanaman jarak pagar dapat digunakan untuk
14

mengobati penyakit kulit, dan untuk mengobati rematik sari pati cairan
daunnya digunakan sebagai obat batuk dan antiseptik pasca melahirkan.
Bahan yang berfungsi meredakan luka dan peradangan juga telah di isolasi
dari bagian tanaman jarak (Riset dan Teknologi, 2007).