Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN RANGE OF MOTION (ROM)

1. PRIORITAS MASALAH
Kurangnya pengetahuan tentang tata cara melatih rentang gerak sendi secara aktif dan
pasif (ROM pasif dan aktif).

2. TUJUAN MASALAH
Setelah dilakukan promosi kesehatan tentang latihan rentang gerak sendi
secara aktif dan pasif (ROM aktif dan pasif), diharapkan keluarga dan klien dapat
mengerti dan memahami tentang tata cara melakukan dan menerapkan ROM aktif dan
pasif dengan benar serta mampu memahami tujuan/fungsi dari latihan tersebut.

3. TUJUAN KHUSUS
Setelah mendapatkan promosi kesehatan tentang latihan rentang gerak sendi
secara aktif dan pasif (ROM aktif dan pasif), keluarga dan klien diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian ROM aktif dan pasif.
2. Menyebutkan tujuan/fungsi dari ROM aktif dan pasif.
3. Menjelaskan tata cara melakukan latihan ROM aktif dan pasif.

4. MATERI ATAU POKOK BAHASAN


1. Pengertian ROM aktif dan pasif.
2. Tujuan/fungsi ROM aktid dan pasif.
3. Tata cara melakukan latihan ROM aktif dan pasif.

5. METODE
Menggunakan metode belajar face to face dengan teknik :
Cara Pencapaian : Ceramah dan diskusi
Waktu : 30 menit
Sarana : Leaflet
Hari/Tanggal : Kamis, 2 Maret 2017, pukul 10.00 WIB
Tempat : RSU. Dr. Saiful Anwar Malang, Ruang 26 S
6. STRATEGI PENYULUHAN/PELAKSANAN
Waktu yang dibutuhkan 30 menit
MATERI WAKTU KEGIATAN
Pembukaan 5 menit Memberi salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan
Meminta kesediaan
klien untuk memulai
melaksanakan
promosi kesehatan

Penyampaian isi 15 menit Pengertian


penyuluhan imobilisasi
Jenis-jenis
imobilisasi.
Faktor-faktor yang
memengaruhi
imobilisasi.
Perubahan system
tubuh akibat
imobilisasi.
Penutup 10 menit Evaluasi

7. Sumber
Tarwoto, Wartonah. 2003. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi
Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
8. LEMBAR MATERI

1. Pengertian ROM Aktif dan Pasif


ROM (Range Of Motion) merupakan latihan fisik menggerakkan anggota
badan dan anggota gerak secara teratur bai dibantu maupun secara mandiri yang
berguna untuk melatih otot-otot yang mengalami kekakuan.
Rom pasif adalah suatu tindakan menggunakan bagian tubuh yang lemah pada
klien dengan dilakukan atau dibantu orang lain.
ROM aktif adalah suatu tindakan menggerakan bagian tububh yang lemah
yang dilakukan oleh klien sendiri.

2. Tujuan dan Fungsi ROM


a. Merangsang fungsi syaraf pada bagian organ tubuh yang
lemah.
b. Mengembalikan fungsi syaraf total pada bagian tubuh yang
lemah.
c. Mencegah terjadinya kelemahan pada bagian tubuh tertentu
berlanjut ke tahap yang lebih lahap.

2. Tata Cara Melakukan Latihan ROM


a. Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Tangan
Cara:
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dan siku menekuk dengan
lengan.
Pegang tangan pasien dengan satu tangan dan tangan yang lain memegang
pergelangan tangan pasien.
Tekuk tangan pasien kedepan sejauh mungkin.
Catat perubahan yang terjadi.
b. Fleksi dan Ekstensi Siku
Cara:
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dengan telapak mengarah
ke tubuhnya.
Letakkan tangan diatas siku pasien dan pegang tangannya dengan tangan
lainnya.
Tekuk siku pasien sehingga tangannya mendekat bahu.
Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya.
Catat perubahan yang terjadi.

c. Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku menekuk.

Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan pegang tangan
pasien dengan tangan lainnya.

Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya menjauhinya.

Kembalikan ke posisi semula.

Putar lengan bawah pasien sehingga telapak tangannya menghadap ke arahnya.

Kembalikan ke posisi semula.

Catat perubahan yan terjadi.


d. Pronasi Fleksi Bahu

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Atur posisi tangan pasien di sisi tubuhnya.

Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan pegang tangan pasien
dengan tangan lainnya.

Angkat lengan pasien pada posisi semula.

Catat perubahan yang terjadi.

e. Abduksi dan Adduksi

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Atur posisi lengan pasien di samping badannya.

Letakkan satu tangan perawat diatas siku pasien dan pegang tangan pasien
dengan tangan lainnya.

Kembalikan ke posisi semula.

Catat adanya perubahan.

f. Rotasi Bahu

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.


Atur posisi lengan pasien menjauhi tubuh dengan siku menekuk.

Letakkan satu tangan perawat di lengan atas pasien dekatsiku dan pegang tangan
pasien dengan tangan yang lain.

Gerakkan lengan bawah ke bawah sampai menyentuh tempat tidur, telapak


tangan menghadap ke bawah.

Kembalikan lengan ke posisi semula.

Gerakkan lengan bawah ke belakang sampai menyentuh tempat tidur, telapak


tangan menghadap ke atas.

Kembalikan lengan ke posisi semula.

Catat perubahan yang terjadi.

g. Fleksi dan Ekstensi Jari

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan sementara tangan lain
memegang kaki.

Bengkokan (tekuk) jari-jari kaki ke bawah.

Luruskan jari-jari kemudian dorong ke belakang.

Catat adanya perubahan.

h. Infersi dan Efersi Kaki

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakuakan.


Pegang separuh bagian atas kaki pasien dengan satu jari dan pegang pergelangan
kaki dengan tangan satunya.

Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap ke kaki lainnya.

Kembalikan ke posisi semula.

Putar kaki keluar sehingga bagian telapak kaki menjauhi kaki yang lain.

Kembalikan ke posisi semula.

Catat perubahan yang terjadi.

i. Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Kaki

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaki pasien dan satu tangan yang
lain di atas pergelangan kaki. Jaga kaki lurus dan rileks.

Tekuk pergelangan kaki, arahkan jari-jari kaki ke arah dada pasien.

Kembalikan ke posisi semula.

Tekuk pergelangan kaki menjauhi dada pasien.

Catat perubahan yang terjadi.

j. Fleksi dan Ekstensi Lutut

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Letakkan satu tangan di bawah lutut pasien dan pegang tumitpasien dengan
tangan yang lain.

Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal paha.

Lanjutkan menekuk lutut kea rah dada sejauh mungkin.

Ke bawahkan kaki dan luruskan lutut dengan mengangkat kaki ke atas.

Kembali ke posisi semula.

Catat perubahan yang terjadi.


k. Rotasi Pangkal Paha

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Letakkan satu tangan perwat pada pergelangan kaki dan satu tangan yang lain di
atas lutut.

Putar kaki menjauhi perawat.

Putar kaki kea rah perawat.

Kembalikan ke posisi semula.

Catat perubahan yang terjadi.

l. Abduksi dan Adduksi Pangkal Paha

Cara:

Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Letakkan satu tangan perawat di bawah lutut pasien dan satu tangan pada tumit.

Jaga posisi kaki pasien lurus, angakat kaki kurang lebih 8 cm dari tempat tidur,
gerakkan kaki menjauhi badan pasien.

Catat perubahan yang terjadi.