Anda di halaman 1dari 7

1.

WELL LOGGING

Well Logging merupakan metode untuk mendapatkan data di


bawah permukaan bumi berupa mengetahui sifat-sifat fisik dari batuan
dengan menggunakan impuls dan sensor. Metode ini menggunakan suatu
alat yang dimasukkan ke dalam sumur dan dilengkapi dengan berbagai
macam sensor sehingga bisa mengidentifikasi berbagai sifat fisik batuan.
Dengan alat tersebut, informasi lithologi, pengukuran porositas,
pengukuran resistivitas, dan kejenuhan hidrokarbon suatu batuan dapat
diketahui. Sehingga dari data tersebut dapat ditentukan zona maupun
kualitas minyak dan gas bumi dalam suatu reservoir. Dengan kata lain,
metode well logging merupakan suatu metode yang dapat memberikan
data yang diperlukan untuk mengevaluasi secara kualitatif dan kuantitatif
adanya komposisi hidrokarbon.
Terdapat berbagai macam parameter atau jenis pengukuran pada
well logging, yaitu meliputi :

- Spontaneous Potential (SP) Log.


Yaitu log yang merekam perbedaan potensial arus listrik antara
pergerakan elektroda di lubang bor dengan pergerakan elektroda referensi
di permukaan.
- Gamma Ray (GR) Log.
Yaitu log yang mengukur radioaktif alami dari formasi, yaitu Thorium,
Potasium dan Uranium. Hasilnya digunakan untuk identifikasi litologi dan
korelasi antar zona
- Resistivity Log.
Yaitu log yang mengukur resistivitas di setiap kedalaman, mulai dari zona
terinvasi (invaded zone) hingga zona tidak terinvasi (uninvaded zone). Log
ini digunakan untuk menentukan zona hidrokarbon, water bearing zone,
dan zona permeable.
- Sonic (Acoustic) Log.
Yaitu log yang mengukur interval transit time gelombang suara yang
melewati formasi. Signal dikirim oleh transmitter dan diterima oleh
receiver. Log ini sangat efektif untuk menentukan porositas, litologi dan
rekahan.
- Neutron Log
Yaitu log yang mengukur konsentrasi ion hidrogen dalam formasi. Log ini
dapat digunakan untuk menentukan porositas dan mendeteksi zona gas.
- Density Log.
Yaitu log yang mengukur elektron densitas dari formasi dengan
memancarkan energi gamma ray. Log ini juga dapat digunakan untuk
menentukan porositas, mendeteksi zona gas, menentukan densitas
hidrokarbon, evaluasi shale dan mendeteksi mineral.
Masing-masing jenis pengukuran tersebut memiliki tujuan
pengukurannya masing masing. Data yang didapat kemudian disajikan
dalam satu tabel hasil pengukuran, sehingga memudahkan dalam
menganalisa karakteristik dan hubungan antarkarakteristik saat
penginterpretasian. Perlu dilakukan penggabungan berbagai parameter
agar dapat menginterpretasi dengan tepat bagaimana keadaan masing
masing lapisan batuan karena tiap sifat memiliki keterkaitan satu sama
lain.

2. ANALISIS SESAR NAIK DAN INTRUSI MAGMA ANDESIT DENGAN METODE


GRAVITASI DAN GPS DI DUSUN KRAJAN DESA KASIHAN KECAMATAN
TEGALOMBO KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR

Metode Gravitasi merupakan metode yang dapat mengukur atau


mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi dengan densitas maupun
kedalaman. Batuan yang memiliki densitas paling tinggi ke rendah secara
berturut-turut yaitu batuan metamorf, batuan beku, dan batuan sedimen.
Menurut informasi geologinya, Dusun Krajan, Desa Kasihan, Pacitan,
Jawa Timur
Memiliki berbagai macam struktur geologi seperti sesar, kelurusan dan
kekar. Hasil analisis citra satelit dan anomali gaya berat di zona
Pegunungan Selatan menunjukkan adanya pola sesar dengan arah
Baratlaut - Tenggara dan Timurlaut - Baratdaya yang saling berpotongan
dan membentuk huruf V serta diduga merupakan sesar-sesar dalam yang
sampai ke permukaan. Adanya sesar pada daerah tersebut dapat
dibuktikan dengan nilai densitasnya dengan menggunakan metode
gravitasi.
Awalnya, pengambilan data gravitasi dan GPS dilakukan
menggunakan gravimeter Lacoste Romberg Model G-118 MVR Feedback
sistem untuk mendapatkan nilai G teoritis di titik yang sama. Data yang
didapatkan dari pengukuran lapangan kemudian diolah untuk diperoleh
data G observer dan G teoritis yang selanjutnya didapatkan anomali
gravitasi. Lalu dilakukan pemodelan geologi dari informasi geologi
sehingga didapatkan anomali gravitasi yang dicocokkan dengan anomali
gravitasi yang didapatkan melalui pengukuran langsung di lapangan. Dari
hasil yang didapat yaitu diinterpretasikan bahwa terdapat tiga jenis
batuan yang ada di daerah penelitian yaitu: batupasir dengan densitas 2.3
g/cm3; andesit dengan densitas 2.61 g/cm3; dan batugamping dengan
densitas 2.55 g/cm3. Sehingga, dapat diidentifikasi bahwa terdapat tiga
jenis batuan yaitu batupasir, batugamping, dan intrusi andesit, dengan
struktur geologi berupa sesar naik karena adanya persebaran anomali dan
kontras densitasnya.

3. IDENTIFIKASI SIFAT KONDUKTIVITAS PADA ZONA MINERALISASI MANGAN DI


JURANGANDUL, TEGALOMBO, PACITAN, JAWA TIMUR DENGAN
MENGGUNAKAN METODE VERY LOW FREQUENCY

Metode VLF (Very Low Frequency) merupakan metode geofisika


yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh
transmitter dengan rentang frekuensi 15-25 kHz. Gelombang
elektromagnetik yang dipancarkan berperan sebagai Medan Primer,
sedangkan benda yang ditembus oleh gelombang elektromagnetik
merupakan Medan Sekundernya. Resultan dari Medan Primer dan Medan
Sekunder ini yang nantinya akan dibaca oleh alat T-VLF dengan hasil
berupa Tilt dan Elipsitas. Dengan Metode VLF, maka sifat konduktivitas
dari suatu benda dapat diketahui dengan melihat karakteristik Tilt dan
Elipsitasnya.
Menurut data tersebut, terlihat bahwa adanya perpotongan antara
grafik tilt dan grafik eliptisitasnya, sehingga menunjukkan adanya
konduktivitas. Sifat konduktivitas ini membuktikan bahwa daerah tersebut
terdapat persebaran mineral mangan dimana mangan memiliki sifat
konduktivitas. Tak hanya itu, sifat konduktivitas juga dibuktikan dengan
grafik Filter Fraser yang tinggi pula. Filter Fraser digunakan untuk
memperoleh nilai filter guna mendapatkan jarak dari anomali. Nilai fraser
yang tinggi menunjukkan adanya bahan konduktif pada jarak tertentu.

4. ANALISIS NILAI RESISTIVITAS DAN CHARGEABILITAS UNTUK MINERAL


MANGAN DI DAERAH JURANG GANDUL DAN KEMPES, PACITAN, JAWA TIMUR

Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang


menggunakan elektroda berupa pentential (P) dan current (C). Menurut
konfigurasinya, metode ini dibagi menjadi metode VES dengan konfigurasi
Schlumberger, metode Induce Polarization (IP) dengan konfigurasi dipol-
dipol dan sebaginya. Metode VES dengan memanfaatkan konfigurasi
Schlumberger dapat digunakan untuk mempelajari dimana orientasinya di
bawah permukaan bumi. Sedangkan dalam hal pemetaan, seperti
eksplorasi pertambangan, biasanya menggunakan metode Induce
Polarization (IP).

Metode IP merupakan metode yang mengukur adanya polarisasi di


dalam medium karena pengaruh arus listrik yang melewatinya, padahal
polarisasi banyak terjadi pada medium yang mengandung mineral logam.
Berdasarkan respon bahan terhadap arus listrk dan pengimbasannya yang
sangat ditentukan oleh frekuensi dan waktu, maka metode ini memiliki
dua domain yaitu berupa domain waktu dan domain frekuensi. Dalam
pengukuran domain waktu, dilakukan dengan mengamati perubahan
potensial sekunder terhadap waktu. Sedangkan dengan domain frekuensi,
dilakukan dengan mengalirkan arus AC sehingga terjadi perubahan nilai
resistivitas. Metode IP sering digunakan dikarenakan parameter fisis
berupa chargeabilitas dan resistivitas material yang ingin ditentukan
sesuai dengan karakterstik dari mineral berharga seperti tembaga
maupun emas.

Chargeabilitas merupakan kemampuan suatu benda untuk


menyimpan arus pada waktu tertentu setelah arus diputus dari sumber.
Sedangkan Resistivitas merupakan daya tahan batuan terhadap arus
listrik (-meter).

Menurut informasi geologi, mineral penyusun intrusi batuan beku


pada penelitian yang dilakukan di daerah Jurang Gandul dan Kempes,
Pacitan, Jawa Timur ini diperkirakan merupakan Fe dan Mn. Sesuai dengan
tujuan awalnya, yaitu menganalisis dan membuktikan adanya persebaran
mineral mangan, maka dilakukan survey dengan metode Induced
Polarization di area skarn tanpa melewati kontak litologi.
Dari gambar di atas terlihat bahwa dari warna biru sampai merah
menunjukkan chargebilitas dan resistivitas dari rendah ke tinggi. Terlihat
bahwa nilai chargebilitas dan resistivitasnya tinggi, sehingga terbukti
bahwa ada persebaran mineral mangan karena sesuai dengan sifat
mangan yang memiliki chargebilitas dan resistivitas yagn tinggi.
DAFTAR PUSTAKA

Maria. 2013. Interpretasi Data Logging Geofisika Di Daerah


Tambang Batubara.
https://shantamaria.wordpress.com/2013/05/29/interpretasi-data-logging-
geofisika-di-daerah-tambang-batubara/ diakses pada 9 November 2016

Rahma. 2012. Instrumentasi Perekaman Lubang Bor.


http://adungrahma.blogspot.co.id/2012/05/instrumentasi-perekaman-
lubang-bor.html diakses pada 9 November 2016