Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

BAB II
PERALATAN PENUNJANG DALAM PRAKTIKUM

II.1. SELANG PLASTIK (WATER PASS MANUAL)

Selang Plastik terbuat dari bahan plastik yang elastis, selang yang dipakai pada
praktikum jalon berwarna bening dangan diameter 0,5 cm,dengan panjang sekitar 20 m.
Fungsi selang dalam praktikum jalon untuk menampung air yang diisi kedalam selang. Beda
tinggi air antara kedua ujung selang tersebut, akan di gunakan untuk mengetahui beda
ketinggian tanah.Cara pengunaannya adalah mengisi air di dalam selang dengan
mengusahakan agar tidak ada gelembung udara, lalu ukur beda tinggi antara kedua titik.
Selang plastik hanya digunakan untuk jarak pendek, misalnya bangunan-
bangunan gedung. Alat ini termasuk alat sederhana dan mudah diperoleh. Untuk
penggunaan selang plastik ada beberapa syarat yang harus diperhatikan antara lain:
a. Selang plastik tidak boleh mengandung gelembung-gelembung udara. Jadi kita harus
sering memeriksa apakah slang plastik masih dapat berfungsi dengan baik dengan
melihat gelembung-gelembung udara dalam slang, jika ada gelembung harus segera
dikeluarkan. Untuk mencegah gelembung-gelembung masuk dalam slang waktu
pengisian, letak air harus berada pada tempat yang lebih tinggi dan dibiarkan
mengalir ke ujung yang lebih rendah. Jika masih ada gelembung, biarkan air
mengalir sampai gelembungnya tidak ada.
b. Selang plastik tidak boleh kotor, karena menyulitkan pembacaan letak datarnya, dan
sulit dilihat apakah ada gelembung atau tidak.
c. Pada saat digunakan, slang plastik tidak boleh terlipat atau tertekuk, lipatan pada
slang menyebabkan tersumbatnya aliran air sehingga tidak datar lagi. Untuk
melewati tanah yang lebih tinggi sekali, alat ini tidak bisa dipakai.
d. Pada saat digunakan, slang plastik salah satu ujungnya tidak boleh tertutup karena
akan mengakibatkan air di dalam slang tidak bisa bergerak karena udara yang masuk
tidak bisa menembus air di dalam slang.
e. Posisi jalon atau mistar yang digunakan untuk mengukur kedataran tidak boleh
miring, baik ke depan, ke belakang, atau ke samping. Posisi mistar yang tidak tegak
lurus akan menyebabkan elevasi semakin berkurang sehingga memungkinkan
masuknya gelembung ke dalam selang.

KELOMPOK XIII 2014


PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

Prinsip kerja selang plastik berdasarkan prinsip bejana berhubungan yaitu bila
air sudah tenang berarti kedua permukaan datar. Saat digunakan, selang plastik
dilengkungkan membentuk huruf U.
Kesimpulannya dengan menggunakan selang plastik dapat dengan mudah
ditentukan beda tinggi antara dua titik yang berdekatan.

Gambar 2.1. : Selang plastik (Waterpass Manual)

II.2. JALON

Jalon adalah Alat penunjang dalam praktikum Ilmu Ukur Tanah ( IUT ) berbentuk
tongkat besi dangan salah satu ujungnya runcing dan panjangnya 2m. Fungsinya, untuk
memperjelas titik awal dan titik selanjutnya, agar membentuk 1 garis lurus dilapangan. Cara
penggunaanya yaitu dengan menancapkan ujung jalon yang runcing ke tanah, kemudian
pengamat berdiri sejauh 30 cm dari jalon yang ditancap, untuk mengamati jalon berikut yang
akan ditancap agar berbentuk satu garis lurus.

Gambar 2.2 : Jalon

KELOMPOK XIII 2014


PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

II.3. METER TANGAN DAN ROL METER

Meter tangan adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur ketinggian alat yang
di pasang dilapangan, rol meter adalah alat yang di gunakan untuk mengukur jarak antara
titik, luas bangunan, dan lain lain. Jenis meter tangan dan rol meter ada yang terbuat dari
baja, kain, dan plastik, yang digunakan dalam praktikum adalah meter tangan dan rol meter
dari baja. Petunjuk penggunaanya yaitu: Tarik rol meter dari suatu titik ke titik lainya,
pastikan posisi pita ukur pada angka nol di titik awal, meter tangan berfungsi untuk
mengukur tinggi alat yang dipasang di lapangan.

Gambar 2.3.a :Meter tangan Gambar 2.3.b : Rol Meter

II.4. TRIPOD

Tripod adalah alat penyangga yang terdiri dari 3 kaki yang bisa disesuaikan dengan
tinggi pengamat. Jenis yang dipakai dilapangan adalah sokkia. Merupakan tempat diletakkan
alat Theodolit dan Water Pass. Letakkan tripod, kemudian buka dan tancapkan kaki kaki
tripod di tanah, tinggi tripod dapat diatur sesuai tinggi pengamatdan keadaan di lapangan.

Jenis dan Tipe Tripot

Tripot adalah suatu alat yang berfungsi sebagai tempat penyangga alat. Ada
berbagai macam jenis tripot, jika ditinjau dari bahannya, tripot dibagi atas dua jenis :
Tripot kayu
Tripot aluminium

KELOMPOK XIII 2014


PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

Gambar2.4 : Tripod

II.5. UNTING UNTING

Unting unting adalah alat ini terbuat dari bahan logam atau baja yang berbentuk
kerucuk yang digantung terbalik seperti bandul yang terletak di bagian bawah tengah tripod.
Fungsinya untuk menunjukkan titik pusat. Gantungkan unting unting di seutas tali dalam
keadaan kerucut terbalik, letakkan di bagian bawah tengah tripod.

Gambar 2.5 : Unting - unting

KELOMPOK XIII 2014


PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

II.6. RAMBU UKUR / MISTAR UKUR


Alat ini merupakan salah satu alat penting untuk melaksanakan pengukuran di
lapangan.
Alat ini berbentuk mistar ukur yang besar berbahan dasar alumunium, mistar ini
mempunyai panjang 3.4 bahkan ada yang 5 meter. Skala rambu ini dibuat dalam cm, tiap
tiap blok merah, putih atau hitam menyatakan 1 cm, setiap lima blok tersebut berbentuk huruf
E yang menyatakan 5 cm, tiap 2 buah E menyatakan 1 dm. Tiap tiap meter diberi warana
yang berlainan, merah-putih, hitam-putih, dan lain-lain.
Kesemuanya ini dimaksudkan agar memudahkan dalam pembacaan rambu

Gambar 2.6 :rambu ukur/mistar ukur

KELOMPOK XIII 2014


PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

II.7 KOMPAS

Kompas adalah alat untuk menunjukkan arah dengan 8 arah mata angin yang di beri
simbol U,S,T,B,BT,BD,TL,TG dan jarum kompas selalu menunjukkan utara. Fungsinya
adalah untuk mengetahui arah patokan yang dikehendaki sebelum pembacaan sudut. Kompas
digunakan bersama sama dengan alat ukur.Letakkan kompas diatas alat dan arahkan alat
sesuai dengan jarum kompas yang mengarah ke utara.

Gambar 2.7 : Kompas

II.8. PATOK

Patok adalah suatu titik atau tanda yang terlihat jelas, agar pengamat dapat
menjadikannya sebagai acuan ke arah atau titik berikutnya danmenunjukkan titik pusat
tempat berdirinya alat. Contoh patok yaitu berupa paku, batang kayu, beton, dan sebagainya.
Jenis yang digunakan dalam praktikum adalah patok paku. Cara penggunaannya adalah
dengan menancapkan patok paku ke tanah dengan bantuan palu.

Gambar 2.8 : Patok (Paku) dan Palu

KELOMPOK XIII 2014


PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH

II.9. PAYUNG
Payung adalah alat yang terdiri dari pegangan payung, gagang payung dan nylon yang
dapat di rentangkan dan dapat di buka tutup. Melindungi water pass dan theodolit saat di
gunakan dilapangan dari sinar matahari dan hujan, payung yang digunakan di lapangan ada 2
macam yaitu payung besar dan yang sedang.

Gambar 2.9 : Payung

KELOMPOK XIII 2014