Anda di halaman 1dari 4

a. Rumus daun kembang sepatu adalah 2/5 3600 = 1440.

b. Diagram tanaman kembang sepatu :


1. Duduk daun pada batang atau cabang adalah tersebar.
2. Rumus daunnya adalah 2/5.Sudut divergensi 2/5 3600 = 1440.
3. Termasuk daun tidak lengkap.
4. Jumlah daun pada tiap buku adalah satu daun.
c. Bagan tata letak daun kembang sepatu dengan rumus 2/5 360 o sudut

divergensi 144o.

d. Diagram daun kembang sepatu dengan rumus 2/5

2. Ranting Alamanda (Allamanda cathatica L.)


a. Termasuk daun tidak lengkap.
b. Jumlah daun pada tiap buku 5.
c. Jumlah daun keseluruhan 15.
d. Tata letaknya berkarang tidak memiliki rumus daun.
Gambar

Foto pengamatan

V. ANALISIS DATA
1. Ranting kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Species : Hibiscus rosa-sinensis L.
(Sumber: Cronquist. 1981)
Berdasarkan pengamatan daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L.)
adalah termasuk daun tidak lengkap karena mempunyai tangkai daun, helaian daun
dan tidak mempunyai pelepah daun. Tanaman kembang sepatu mempunyai tata letak
daun yang tersebar, setiap buku-buku batang hanya terdapat satu daun. Tanaman ini
mempunyai rumus daun 2/5, yaitu pada perhitungan jumlah putaran untuk mencapai
daun yang tegak lurus dengan daun permulaan menghasilkan 2 putaran, dan jumlah
daun yang dilewati ada 5 daun.
Di habitat alam, tanaman sepatu tumbuh sebagai tanaman perdu tahanan
(perennial). Susunan tubuh terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.
Tanaman sepatu ini memumpunyai akar tunggang coklat muda. Batangnya bulat,
berkayu, keras ,berdiameter kurang lebih 9 cm. Daunya tunggal, tepi beringgit,
ujungnya runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm dan lebarnya 5-11 cm
berwarna hijau muda dan hijau. Bunganya berbentuk terompet, diketiak daun
bewarna hijau kekuning-kuningan, mahkota terdiri dari 15-20 daun mahkota,
berwarna merah muda. Buahnya kecil lonjong berdiameter kurang lebih 4 meter
masih muda berwarna putih setelah tua berwarna coklat. Bijinya pipih dan
putih(Sebastian,2008). Daun, bunga dan akar kembang sepatu (Hibicus rosasinensis)
mengandung flavoinida, disamping itu daunnya mengandung sponin dan polifenal.
Daun ini berkhasiat sebagai obat demam pada anak, obat batuk dan obat sariawan
(Muzayyinah, 2008).
Daun kembang sepatu merupakan daun tunggal dan pada tiap-tiap buku-buku
batang kembang sepatu terlihat hanya terdapat satu daun saja, sehingga tata letak daun sepatu
adalah tunggal tersebar (folia sparsa). Untuk mengetahui rumus daun kembang sepatu
diambillah satu daun sebagai titik tolak, bergerak mengikuti garis yang menuju ke titik duduk
daun pada buku-buku batang di atasnya dengan mengambil jarak terpendek, demikian
seterusnya, hingga sampai pada daun yang letaknya tepat pada garis vertikal (sejajar) di atas
daun pertama yang dipakai sebagai titik tolak. Ada 5 daun yang dilewati dari titik tolak
sampai daun yang sejajar itu, tanpa menghitung daun titik tolak dan menghitung daun yang
sejajar. Juga telah dua kali mengelilingi batang kembang sepatu hingga mencapai daun yang
sejajar tadi.
Jadi untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan garis spiral tadi
mengelilingi batang 2 kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah 5 kali, maka
perbandingan kedua bilangan tadi akan merupakan pecahan 2/5, itulah rumus daun
divergensinya. Dari rumus tersebut dapat kita cari sudut divergensinya, yaitu jarak sudut
antara dua daun berturut-turut.
Sudut divergensi:

2. Ranting alamanda (Allamanda cathartica L.)


Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Family : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Species : Allamanda cathartica L.
Sumber: Anonim. 2014. Deskripsi
Allamandacathartica.http://luqmanmaniabgt.blogspot.com (online). Diakses
14 Maret 2014.
Dari pengamatan pada ranting alamanda (Allamanda cathartica L.), diketahui
bahwa pada tiap-tiap buku batang terdapat lebih dari dua daun, hal ini disebut tata
letak daun berkarang. Tata letak daun yang berkarang tidak dapat ditentukan rumus
daunn.
Daun alamanda (Allamanda cathartica L) adalah termasuk daun berkarang
(folio verticillata), struktur batang merupakan pohon berkayu keras penampangya
bulat, bercabang dan beranting banyak. Sehingga bila tanaman. Ini dibiarkan tumbuh
alami dapat mencapai ketinggian 15 meter. Pada bagian batang cabang ataupun
ranting terdapat duri-duri (spina) yang bentuknya kait sebagai alat pemanjat.
Daun-daun tumbuh rimbun serta tunggal. Bentuknya mirip jantung hati yang
dasarnya agak bulat (bundar) dengan warna hijau tua namun, ada pula yang belang-
belang (variegata) antara hijau dan putih bercampur kekuning-kuningan. Hal ini yang
menarik dari tanaman alamanda adalah karakteristik bunganya yaitu bunga asli dan
palsu (bractea) (Rukmana, 1995).
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan
(1985:11), tata letak daun yang demikian ini dinamakan: berkarang (folia
verticillata), dapat a.l. ditemukan pada pohon pulai (Alstonia scholaris R. Br.),
alamanda (Allamanda cathartica L.). oleander (Nerium oleander L.).
VI. KESIMPULAN
1. Tata letak daun pada tumbuhan tingkat tinggi terbagi menjadi tiga, yaitu:
berhadapan-berselang, tersebar, dan berkarang.
2. Rumus daun (a/b) ditentukan dengan cara menghitung jumlah putaran pada
batang hingga mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan, didapat
nilai a. Dan jumlah daun yang dilewatinya (nilai b).
3
5. Ranting kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), tumbuhan bayam (Amaranthus
spinosus L.), dan tumbuhan pepaya (Carica papaya L.) memiliki tata letak daun
yang tersebar. Rumus daun untuk ranting kembang sepatu dan tumbuhan bayam
adalah 2/5, sedangkan rumus daun untuk tanaman pepaya adalah 3/8.
6. Ranting alamanda (Allamanda cathartica L.) memiliki tata letak daun berkarang,
dan tumbuhan pandan (Pandanus sp) memiliki tata letak daun spirostik. Sehingga
keduanya tidak dapat ditentukan rumus daunnya.

oset ada 2 macam : a. roset akar, yaitu jika batang amat pendek, sehingga
semua daun berjejal-jejal diatas tanah, contoh. pada lobak (Raphanus
sativus L.)