Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka peningkatan mutu pelaksanaan kegiatan pada setiap
Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD), tuntutan penjaminan mutu
(quality assurance) merupakan keharusan karena penyelenggaraan
pemerintahan yang bermutu dan menanamkan budaya bermutu
merupakan bagian dari akuntabilitas. Sebagaimana diamanatkan dalam
Permendagri Nomor 47 Tahun 2011 bahwa pembinaan, pengendalian, dan
pengawasan diarahkan untuk mendorong ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan, mendorong efisiensi dan efektivitas pelaksanaan
tugas pokok dan fungsi, mendorong terwujudnya akuntabilitas yang tinggi
terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi, mengawal reformasi birokrasi,
dan mengawasi disfunctional behavior aparat dalam penyelenggaraan
pemerintah daerah melalui surveillance dan investigation.

Guna mencapai akuntabilitas terhadap penyelenggaraan


pemerintah daerah, diperlukan kegiatan monitoring dan evaluasi
(monev) sebagai wahana kontrol dan pengendalian program mulai dari
proses perencanaan, implementasi, output dan outcome yang
diharapkan. Oleh karena itu untuk mewujudkan akuntabilitas tersebut
dibutuhkan adanya program monitoring dan evaluasi dengan
menggunakan suatu aturan, ukuran dan kriteria sebagai indikator
keberhasilan suatu pekerjaaan atau perencanaan.
Monev penyelenggaraan pemerintahan di daerah dilaksanakan
secara terpadu dari setiap SKPD dengan melibatkan pemangku
kepentingan lainnya sebagai salah satu bentuk pembinaan, pengendalian
mutu dan penertiban atas pelaksanaan program SKPD.
Oleh karena itu dengan melihat besarnya kepentingan monev bagi
penjaminan kualitas dan akuntabilitas publik terhadap penyelenggaraan
pemerintah daerah melalui kegiatan SKPD, maka dipandang perlu adanya
satu pedoman yang menjadi panduan atau acuan bagi para petugas

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


i
dalam melaksanakan monev. Dengan adanya pedoman ini diharapkan
tujuan dan hasil yang akan dicapai pada pelaksanaan kegiatan monev
dapat berhasil dengan baik.

B. DASAR
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 Tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 Tentang Tata Cara
Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah
5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman
Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008
Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
7. Intruksi Presidem Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2011 Tentang
Aksi Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2012
8. Peratutan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang
Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah,
sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 8 Tahun 2009
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 Tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan daerah
10. Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2008 Tentang
Pejabat Pengawas Pemerintah Di Lingkungan Departemen Dalam
negeri Dan Pemerintah Daerah
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang
Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan daerah

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


ii
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2011 Tentang
Kebijakan Pengawasan Di Lingkungan Kementrian Dalam Negeri Dan
penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2012.

C. TUJUAN
1. Umum
Mengetahui sejauh mana proses dan hasil pelaksanaan program SKPD
telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan prosedur termasuk

efektivitas pelaksanaan dan skema pendanaan sebagaimana


diamanatkan dalam peraturan perundangan yang berlaku, sehingga
hasilnya dapat dijadikan bahan masukan dalam menentukan kebijakan
dan program strategis di tahun berikutnya.
2. Khusus
a. Mengidentifikasi kesesuaian antara RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD,
RKPD, dan Renja SKPD
b. Mengidentifikasi Kesesuaian Visi, Misi SKPD dengan Visi, Misi
Daerah
c. Mengidentifikasi kesesuaian antara KAK, RKA SKPD dengan Renja
SKPD (termasuk sistematika penyusunannya, penyerapan dana,
realisasi pencapaian target)
d. Mengidentifikasi hambatan-hambatan yang ditemukan selama
perencanaan, pelaksanaan program dan penyelesaian yang telah
dan akan dilakukan
e. Melakukan penyesuaian (berupa: penajaman atau perbaikan
aktivitas, efisiensi sumberdaya, penyesuaian target indikator, dll)
rencana kegiatan mendatang berdasarkan hasil evaluasi dan
identifikasi di atas.

D. HASIL YANG DIHARAPKAN


Dengan terhimpunnya data dan informasi tentang pelaksanaan
program peningkatan mutu bagi penyelenggaraan pemerintah daerah
melalui kegiatan SKPD maka akan diperoleh hasil evaluasi tentang:

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


iii
1. Identikasi kesesuaian antara RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, dan
Renja SKPD
2. Identifikasi kesesuaian Visi, Misi SKPD dengan Visi, Misi Daerah
3. Identifikasi kesesuaian antara KAK, RKA SKPD dengan Renja SKPD
(termasuk sistematika, penyerapan dana, realisasi dan capaian)
4. Identifikasi dasar (logika) penyusunan RKA, KAK SKPD
5. Identifikasi hambatan-hambatan yang ditemukan selama
perencanaan, pelaksanaan program dan penyelesaian yang telah dan
akan dilakukan

E. RUANG LINGKUP
Monitoring dan evaluasi dilingkungan irban II dilaksanakan pada 12 objek
(monev) untuk mengetahui kesesuaian dan ketepatan antara
perencanaan dengan implementasi, penggunaan dana dan sumber daya
yang lain sebagai berikut:

Tabel 1. Ruang Lingkup


SASARAN ASPEK YANG DIMONEV
Pencapaian Visi 1.Ada tidaknya Visi Misi Organisasi
Misi 2.Kesesuaian Visi Misi Organisasi dengan Visi Misi
Pemerintah Daerah
3.Visi dan Misi yang dimuat dalam Renstra SKPD
sudah sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD
4.Renstra SKPD ditetapkan dengan peraturan
pimpinan SKPD
5.Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja
pelaksanaan rencana pembangunan SKPD peride
sebelumnya.
6.Ketepatan Perumusan Program (Kegiatan) dengan
Visi Misi Pemerintah Daerah
7.Kontribusi program SKPD pada pencapaian Renstra
SKPD
8.Kontribusi program SKPD pada pencapaian visi misi
Kota
Perencanaan 1.Ada tidaknya KAK saat dilakukan monev
2.Kesesuaian KAK dengan output yang diharapkan
(DPA-SKPD)
3.Kesesuaian antara KAK dengan Renja SKPD

Perencanaan anggaran:
Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)
iv
1.Apakah rencana kerja dan anggaran unit organisasi
telah disusun berdasarkan dan/atau sejalan
dengan rencana strategis unit organisasi serta
memperhatikan keterkaitan antara pendanaan
dengan keluaran program dan kegiatan.
2.Apakah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
termasuk DIPA Dekonsentrasi dan Tugas
Pembantuan telah disusun berdasarkan rencana
kerja dana anggaran, harga satuan standar biaya
dan dirinci ke dalam unit organisasi, fungsi,
program, kegiatan dan jenis belanja serta
indikator kinerja program dan kegiatan dan
disahkan oleh menteri keuangan.
3.Apakah petunjuk pelaksanaan DIPA telah memuat
petunjuk operasional serta mendistribusikan
program, kegiatan dan sub kegiatan serta
anggaran dan indikator capaian kinerja sesuai
tugas dan fungsinya.
4.Apakah keekonomisan, efisiensi dan atau
efektifitas anggaran dalam pencapaian hasil dan
keluaran program/kegiatan/dan sub kegiatan.
5.Apakah APBD telah disusun berdasarkan dokumen
perencanaan daerah, kebijakan umum APBD.
Prioritas dan plafon anggaran, Rencana Kerja dan
Anggaran APBD (RKA-SKPD) serta berpedoman
pada peraturan perundang-undangan dan
pedoman lainnya yang berlaku termasuk hasil
evaluasi atas rancangan peraturan daerah tentang
APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentnag
penjabaran APBD.
6.Apakah RKA-SKPD telah disusun berdasarkan:
a. Keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan
hasil yang diharapkan dari kegiatan dan
program termasuk efisiensi dalam pencapaian
keluaran dan hasil tersebut.
b. Capaian kinerja, indikator kinerja, analisis
standar belanja, standar satuan kerja dan
standar pelayanan minimal.
Pelaksanaan 1. Sesuai tidaknya dengan jadwal yang telah
ditetapkan
2.Kendala pelaksanaan

Pelaksanaan anggaran:
1. Apakah telah ditetapkan pejabat kuasa pengguna
anggaran, pemungut penerimaan negara,
pembuat komitmen, penguji dan pemberi
perintah membayar, bendahara penerimaan,
bendahara pengeluaran, bendahara
Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)
v
pembantu/pemegang uang muka, pelaksana
teknis kegiatan, unit/sub unit akuntansi
keuangan serta penanda tangan keputusan
kepegawaian yang mengakibatkan pembebanan
pada anggaran belanja negara
2. Apakah terjadi perangkapan jabatan antara
pejabat pembuat komitmen dengan penguji dan
pemberi perintah membayar, dan/atau
bendahara penerimaan, dan/atau bendahara
pengeluaran.
3. Apakah penerimaan negara telah disetorkan ke
Kas Negara tepat waktu dan tidak ada yang
digunakan untuk kepentingan lainnya.
4. Apakah Surat Perintah Pembayaran (SPP), Surat
Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah
Pencairan Dana (SP2D) telah didukung oleh bukti
yang lengkap dan sah mengenai hak yang
diperoleh oleh pihak yang menagih.
5. Kelancaran pengajuan dan/atau penerbitan SPP,
SPM, dan SP2D.
6. Apakah pengeluaran anggaran telah sesuai
dengan peruntukkannya dan diterima oleh pihak
yang berhak memperoleh pembayaran.
7. Apakah pengeluaran anggaran dalam pencapaian
hasil dan keluaran program, kegiatan dan sub
kegiatan sudah efektif.
8. Kebijakan, sistem, dan prosedur akuntansi serta
aplikasinya.
9. Penatausahaan dokumen dan bukti pengeluaran
anggaran.
10. Apakah revisi DIPA berpedoman pada tujuan dan
sasaran dalam rencana kerja tahunan dan
rencana strategis serta sesuai prosedur.
11. Apakah perubahan APBD dilakukan sesuai
kriteria/persyaratan dan prosedur yang
ditetapkan dalam peraturan perundang-
undangan/standar/pedoman yang berlaku.
Pendanaan 1.Sesuai tidaknya dengan rencana
2.Apakah dokumen pelaksanaan anggaran SKPD
(DPA-SKPD) telah disusun secara rinci berdasarkan
sasaran yang hendak dicapai, fungsi, program,
kegiatan, anggaran yang disediakan untuk
mencapai sasaran tersebut, dan rencana
penarikan dana serta pendapatan yang
diperkirakan. Bagaimana ketepatan waktu proses
dan pengesahan DPA-SKPD tersebut.
3.Apakah semua penerimaan dan pengeluaran
daerah dilakukan melalui rekening kas umum
Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)
vi
daerah.
4.Ketepatan pembebanan atas transaksi
pengembalian kelebihan pajak, retribusi daerah,
ganti kerugian daerah dan sejenisnya yang terjadi
dalam tahun berjalan dan yang terjadi pada
tahun-tahun sebelumnya.
5.Apakah transaksi penerimaan kas umum daerah
telah didukung oleh bukti yang lengkap atas
setoran dimaksud serta apakah transaksi
pengeluaran/pembayaran atas beban APBD telah
dilakukan berdasarkan Surat Penyedian Dana (SPD)
atau DPA-SKPD atau dokumen lain yang
dipersamakan dengan SPD ketersediaan anggaran
kas, Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat
Perintah Pencairan Dana (SP2D).
6.Apakah perubahan APBD dilakukan sesuai
kriteria/persyaratan dan prosedur yang ditetapkan
dalam peraturan perundang-
undangan/standar/pedoman yang berlaku.
7.Transaksi pengeluaran daerah yang belum atau
tidak tersedia anggarannya dalam APBD dan
bagaimana penyelesaian/pertanggungjawabannya.
8.Dalam penerbitan SPD apakah telah
mempertimbangkan penjadwalan pelaksanaan
program dan kegiatan yang dimuat dalam DPA-
SKPD dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang
ditetapkan.
9.Apakah transaksi penerimaan, penyetoran dan
pembukuan penerimaan pendapatan daerah pada
SKPD yang diperiksa.
10. Bagaimana transaksi penerbitan SPP, SPM dan
SP2D dan pelaksanaan pembayaran. Apakah telah
sesuai prosedur dan didukung oleh bukti-bukti
yang lengkap dan sah serta dibukukan sesuai
dengan sistem dan prosedur yang berlaku.
Masalah yang
dihadapi dan
Cara
memecahkan
masalah

F. BIAYA
Biaya dalam rangka pelaksanaan monev dibebankan pada DPA Inspektorat
Kota Batu tahun anggaran 2012
BAB II
LANGKAH-LANGKAH DAN STRATEGI
Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)
vii
MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring dan evaluasi, dilakukan 3 (tiga) tahapan yaitu tahap pertama


persiapan (perencanaan), tahap ke dua proses monitoring dan
pelaksanaan pengumpulan data dan tahap ke tiga pengolahan data hasil
pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

A. LANGKAH-LANGKAH
1. Persiapan
Pada tahap persiapan kegiatannya meliputi penyusunan desain,
pembahasan desain, penetapan metode, sumber data, sample, teknik
pengolahan data, waktu pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta
menyiapkan alat pengumpul data, dan mengadakan persiapan teknis
maupun administrasi.

a) Penyusunan Desain Kegiatan


Penyusunan desain kegiatan monitoring dan evaluasi mengacu
pada kerangka acuan (TOR) yang telah disusun dan butir tujuan
yang diharapkan.

b) Pembahasan Desain Kegiatan


Setelah tersusun desain tersebut perlu dibahas secara bersama-
sama dengan pihak-pihak terkait di lingkungan inspektorat seperti
aspek-aspek yang akan dipantau dan dievaluasi, waktu
pelaksanaan, metode yang digunakan, petugas yang terlibat
sehingga diperoleh masukan dalam rangka penyempurnaan desain
kegiatan agar lebih mudah dilaksanakan.

c) Koordinasi dengan Instansi Terkait

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


viii
Koordinasi dengan instansi terkait perlu dilakukan agar
pelaksanaan kegiatan nanti dapat berjalan lancar, serta mendapat
dukungan dan kontribusi yang dibutuhkan.

d) Penyusunan dan Pembahasan Instrumen


Penyusunan dan pembahasan instrumen akan menghasilkan satu
perangkat instrumen yang lengkap dan menyeluruh mencakup
aspek-aspek yang akan dimonitor dan dievaluasi. Aspeknya adalah
kesesuaian dan ketepatan antara perencanaan dan pelaksanaan
serta pemanfaatan dana dan sumber daya yang lain.

e) Penetapan Metode
Adapun metode yang digunakan dalam rangka melaksanakan
monitoring dan evaluasi sebagai berikut:
(1) Study Pustaka, yaitu penelurusan dokumen untuk mengetahui
gambaran lengkap mengenai latar belakang rencana dan
realisasi program SKPD
(2) Kunjungan lapangan, yaitu untuk melihat langsung kegiatan
yang sedang atau telah dilaksanakan serta kondisi pelaksanaan
program SKPD
(3) Dokumentasi, hal ini dilakukan untuk mengetahui gambaran
mengenai keberadaan unit kerja yang dikunjungi berupa foto-
foto.
(4) Kuesioner/angket yang digunakan untuk memperoleh data
lapangan tentang aspek-aspek yang di monitoring dan evaluasi
sesuai tujuan yang diharapkan
(5) Wawancara (indepth interview) yaitu proses tanya jawab untuk
memperoleh data tentang efektivitas dan efisiensi
pelaksanaan program
(6) Observasi/pengamatan untuk mengkonfirmasikan dari obyek
yang diamati.
f) Penentuan Sumber Data/Responden

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


ix
Untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat diperlukan
adanya penetapan sumber data. Untuk kegiatan monev SKPD
dapat ditetapkan sumber data sebagai berikut:
(1) Kepala SKPD
(2) PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) SKPD
(3) PPTK SKPD
(4) Bendahara SKPD
(5) Panitia pelaksana kegiatan
(6) Pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan

g) Penentuan Sampel
Mengingat waktu yang terbatas monitoring dan evaluasi tidak
dapat dilaksanakan pada seluruh SKPD, untuk itu perlu diambil
sample. Agar lebih jelas perincian sampel dari sumber
data/responden sebagaimana tabel 2 berikut:

Sumber
No Program Keterangan
data/responden
1. Pelaksanaan Program Diskoperindag
Hibah dan Bansos Bag. Kesra
pada masyarakat Bag. Keuangan
Cptakarya
2. Pendidikan Non Kabid PNF
Formal Kasie
Kejar Paket
Pelaksana
Program di
Lapangan
3 Pelaksanaan BOS Kepala Diknas
Kabid Dikmen
Kepala Sekolah
Komite Sekolah
4. Perencanaan dan Ciptakarya
Pelaksanaan Block Bag Keuangan
Office Tim Anggaran

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


x
5. Pelaksanaan Kajian Bappeda
Strategis
6. Pelaksanaan DAK Diknas
Ciptakarya
7. Prosedur dan Mekanisme KPPT
Pelayanan
8. Lain-lain menyesuaikan

h) Pengolahan dan Analisis Data


Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis serta dideskripsi
secara kuantitatif maupun kualitatif.

2. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi diharapkan dapat
digali sebanyak mungkin hal-hal yang berkaitan dengan
pelaksanaan program SKPD (yang berkaitan langsung dengan
tujuan monev) baik yang berupa keunggulan maupun
kelemahannya. Agar memperoleh hasil monitoring dan evaluasi
yang optimal maka diperlukan data yang benar-benar akurat dan
ada pada sasaran (lembaga/SKPD), yang dikumpulkan melalui
instrumen dan format-format yang telah disediakan, kemudian
data tersebut diolah dan digunakan sebagai referensi dalam
penyusunan laporan yang nantinya dijadikan sebagai salah satu
bahan pengambilan kebijakan perbaikan.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi meliputi beberapa langkah
kegiatan:
a) Penggandaan dan Penyebaran Instrumen
Sebelum instrumen tersebut disebarkan kepada responden
maka perlu digandakan terlebih dahulu sebanyak sasaran
responden yang akan diambil.
b) Penetapan Petugas Monitoring dan Evaluasi
Sebagai upaya penjaminan mutu program SKPD, maka kegiatan
monev tidak dilaksanakan secara parsial dari tiap-tiap sub

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


xi
unsur melainkan dilaksanakan secara terpadu dari semua unsur
pendukung pelaksanaan program.
Kasi dan Staf di lingkungan irban II
Kasi dan Staf di lingkungan
inspektorat (ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan
keahlian yang dipersyaratkan dalam tujuan monev)
Kriteria Petugas Monev:
Memiliki surat tugas dari Inspektur
Memahami dan mengetahui tentang
sasaran monev
Mampu menjelaskan isi instrumen
terhadap responden
Mampu melakukan wawancara
(indepth interview), untuk menggali informasi tambahan
diluar permasalahan yang ada pada instrumen
c) Pembekalan Teknis Petugas
Agar kegiatan monitoring dan evaluasi tidak mengalami
kerancuan di lapangan, maka panitia penyelenggara kegiatan
monev mengadakan pertemuan dengan petugas monev. Petugas
perlu diberi pembekalan terlebih dahulu mengenai waktu,
tempat dan sasaran monev sehingga nantinya ada keseragaman
dan kesamaan persepsi dalam melaksanakan tugas.
Pembekalan petugas ini dimaksudkan agar :
Memahami dan melaksanakan monitoringdan
evaluasi sesuai dengan isi panduan kegiatan.
Memahami instrumen pengumpulan data.
Melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi.
Melakukan pengecekan terhadap isian instrumen
oleh responden di lapangan.
Membuat laporan singkat tentang hasil
pelaksanaan monitoring dan evaluasi termasuk saran untuk

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


xii
pelaksanaan program yang akan datang (bentuk laporan
terlampir)
Menyerahkan instrumen monitoring dan evaluasi
yang telah terisi beserta laporan singkat tersebut kepada
Irban II untuk diteruskan ke Inspektur
d) Waktu dan Tempat
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan pada bulan Mei sampai
November tahun 2012. Sedangkan lokasi monitoring dan
evaluasi di laksanakan pada beberapa SKPD sesuai aspek yang
akan di monev.

e) Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi


Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan secara terpadu
melalui kunjungan lapangan dengan menggunakan
instrumen/angket yang telah dipersiapkan. Untuk menambah
dan memperjelas informasi petugas dapat melakukan
wawancara langsung kepada responden.

f) Pelaporan Petugas Pelaksana Monev


Setiap petugas yang telah melaksanakan tugas monitoring dan
evaluasi, menyerahkan laporan secara tertulis (format
terlampir) dan semua instrumen yang telah diisi oleh
responden maksimal 7 hari setelah tugas dilaksanakan kepada
Irban II.

3. Pelaporan Hasil Akhir Monev


Sebagai bahan pertanggungjawaban dari penggunaan anggaran,
panitia kegiatan monev berkewajiban menyusun laporan secara
tertulis kepada Inspektur mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi,
pemberian saran/rekomendasi tindak lanjut monev
Laporan kegiatan monitoring dan evaluasi disusun dengan
mengunakan sistematika sebagai berikut :

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


xiii
BAB I PENDAHULUAN
a. Simpulan Hasil Monev
b. Saran
BAB II URAIAN HASIL MONEV
a. Dasar Monev
b. Tim Monev
c. Tujuan Monev
d. Ruang Lingkup Monev
e. Batasan Monev
f. Pendekatan Monev
g. Strategi Pelaporan Monev
BAB III PENUTUP

B. STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI


Sebagai upaya pengendalian dan pembinaaan program SKPD, monitoring dan
evaluasi idealnya dilakukan secara menyeluruh dan terpadu mulai di tingkat
perencanaan, pelaksanaan sampai dengan capaian target yang dihasilkan.
Dengan keterbatasan waktu, tenaga dan biaya maka monev hanya bisa
dilaksanakan dengan sistem sampling. Sebagai upaya pencapaian target monev
maka strategi yang akan ditempuh adalah monev secara langsung dan tidak
langsung. Adapun maksud dan tujuan kedua strategi tersebut adalah:

1. Monev secara langsung, bertujuan untuk memperoleh data, informasi


maupun klarifikasi perencanaan dan pelaksanaan program SKPD dari sumber
informasi/responden secara langsung dengan cara mengirimkan petugas
monev ke lapangan untuk melakukan wawancara maupun pengisian
instrumen
2. Monev tidak langsung, bertujuan untuk memperoleh data dan informasi
yang terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan program SKPD yang
diperoleh dari laporan pelaksanaan kegiatan maupun data-data sekunder
lainnya yang dikirim oleh SKPD.
Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)
xiv
BAB III
PENUTUP

Dengan terbitnya pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan, rujukan,


dan petunjuk bagi semua pihak yang berkepentingan dalam melakukan
monitoring perencanaan dan pelaksanaan program serta evaluasi terhadap
program program yang dilaksanakan SKPD.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dimohon kepada semua pengelola
kegiatan (program) di SKPD dapat mempersiapkan bahan-bahan laporan dan
memberikan dukungan terhadap terselenggaranya monitoring dan evaluasi
program SKPD.

Pedoman Umum Monev SKPD (Draft Irban II)


xv