Anda di halaman 1dari 12

PENGAUDITAN SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA

A. PERBEDAAN ANTARA SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA DENGAN


SIKLUS SIKLUS LAINNYA
Perbedaan antara siklus penggajian dan personalia dengan siklus-siklus lainnya pada
umumnya meliputi:

Dalam penggajian hanya ada satu golongan transaksi. Sebagian besar siklus lainnya
memasukkan setidaknya dua kelas transaksi. Penggajian hanya memiliki satu
transaksi karena penerimaan jasa dari karyawan dan pembayaran jasa tersebut melalui
penggajian biasanya terjadi dalam periode waktu yang singkat.

Transaksi biasanya jauh lebih signifikan daripada saldo akun neraca yang
bersangkutan. Akun-akun neraca yang terkait dalam penggajian seperti misalnya
utang gaji dan utang pajak penghasilan karyawan jauh lebih kecil daripada jumlah
rupiah transaksi penggajian selama tahun yang bersangkutan.

Pengendalian internal atas penggajian pada umumnya efektif pada hampir semua
perusahaan, bahkan pada perusahaan kecil sekalipun. Adanya undang-undang pajak
dan ketentuan tentang tata cara pembayaran pajak penghasilan karyawan yang
ditetapkan pemerintah secara ketat mendorong perusahaan untuk menerapkan
pengendalian internal yang efektif atas pemotongan dan pembayaran pajak
penghasilan karyawan.

Karena ketiga karakteristik tersebut maka ketika mengaudit penggajian biasanya auditor
menekankan pengujian pengendalian, pengujian substansi atas transaksi dan prosedur
analitis.

B. AKUN-AKUN DAN TRANSAKSI-TRANSAKSI DALAM SIKLUS PENGGAJIAN


DAN PERSONALIA

Tujuan keseluruhan dari audit siklus penggajian dan personalia adalah untuk
mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah dinyatakan
secara wajar sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang diterima umum.

1
Akun yang umum dalam siklus penggajian dan personalia ditunjukkan pada gambar di
atas. Akun T akan digunakan untuk mengilustrasikan cara informasi akuntansi mengalir
melalui berbagai akun dalam siklus penggajian dan personalia. Dalam sebagian besar system,
akun gaji dan upah akrual hanya akan diguakan pada akhir periode akuntansi. Selama periode
berjalan, beban baru akan dicatat apabila karyawan telah benar benar dibayar dan bukan
ketika biaya tenaga kerja terjadi. Akrual untuk tenaga kerja dicatat dengan ayat jurnal
penyesuaian pada akhir periode bagi setiap biaya tenaga kerja yang dihasilkan tetapi belum
dibayar.

C. FUNGSI-FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS DAN DOKUMEN SERTA CATATAN


YANG BERSANGKUTAN

Auditor harus memahami fungsi bisnis dan dokumen serta catatan tersebut sebelum
dapat menilai resiko pengendalian dan merancang pengujian pengendalian serta pengujian
substantif atas transaksi.

1 BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA (BAGIAN PERSONALIA)

Departemen sumber daya manusia menyediakan sumber yang independen untuk


mewawancarai dan merekrut personil yang memenuhi kualifikasi. Departemen tersebut juga
merupakan sumber catatan yang independen bagi verifikasi internal atas informasi upah.
Termasuk penambahan dan penghapusan gaji serta perubahan upah dan pengurangan.

2
Catatan Kepegawaian. Meliputi data seperti tanggal pengangkatan, data pribadai
pegawai/karyawan, tingkat pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja
dan tanggal berhenti bekerja.

Formulir Potongan Wajib. Formulir ini digunakan untuk memotong gaji/upah yang
bersifat wajib, seperti misalnya PPh karyawan yang dipotong perusahaan, potongan
asuransi yang wajib diikuti keryawan termasuk asuransi kesehatan, dan potogan untuk
iuran sebagai anggota serikat pekerja

Surat Keputusan Penetapan Gaji/Upah. Surat ini digunakan untuk menetapkan tingkat
upah atau gaji sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sumber informasi keputusan ini
adalah kontrak kerja, otorisasi oleh manajemen, atau khusus untuk para pejabat
perusahaan diotorisasi oleh dewan komisaris.

2 PENCATATAN WAKTU KERJA DAN PEMBUATAN DAFTAR GAJI/UPAH

Merupakan hal yang penting dalam audit penggajian karena mempengaruhi secara
langsung beban peggajian dalam setiap periode. Pengendalian yang memadai diperlukan
untuk mencegah kesalahan penyajian dalam empat aktivitas berikut:

a) Pencatatan waktu kerja

b) Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, potongan, dan pendapatan


bersih

c) Pembayaran gaji/upah

d) Pencatatan gaji/upah

Catatan Waktu Kerja. Merupakan dokumen yang mengidentifikasi waktu per jam
karyawan mulai dan berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawan.
Kartu Waktu per Job. Merupakan formulir yang menunjukkan pekerjaan mana yang
dikerjakan karyawan selama periode waktu tertentu. Formulir ini hanya digunakan oleh
seorang karyawan melakukan pekerjaan berbeda atau bekerja dalam departemen yang
berbeda.
File Transaksi Penggajian. Merupakan file yang dibuat oleh komputer ini
mencantumkan semua transaksi penggajian yang diproses oleh system akuntansi selama
suatu periode tertentu.

3
Jurnal Penggajian atau Daftar. Merupakan laporan yang dibuat dari file transaksi
penggajian dan umumnya mencantumkan nama karyawan, jumlah penggajian kotor dan
bersih, jumlah pemotongan, serta klasifikasi akun atau klasifikasi transaksi.

Master File Penggajian. Merupakan file komputer yang digunakan untuk mencatat
transaksi penggajian bagi setiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan
yang dibayar selama tahun tersebut hingga tanggal saat ini.
3 PEMBAYARAN GAJI/UPAH
Persetujuan dan pendistribusian gaji/upah harus diawasi secara seksama untuk
menghindari terjadinya kecurangan. Untuk meningkatkan pengawasan, pendistribusian
gaji/upah biasanya diproses secara terpisah dari pembayaran-pembayaran lainnya.

Pembayaran Gaji/Upah. Pembayaran diberikan kepada para pegawai sebagai


kompensasi atas jasa yang telah mereka berikan kepada perusahaan.

Rekonsiliasi rekening bank penggajian. Rekonsiliasi bank secara independen


merupakan hal yang penting bagi semua akun kas, termasuk akun bank yang disediakan
khusus untuk membayar gaji/upah pegawai, untuk menemukan kesalahan dan
kecurangan.

4 PEMBUATAN BUKTI POTONG PPH DAN PEMBAYARAN PAJAK

Undang-undang pajak penghasilan mewajibkan perusahaan untuk melakukan


pemotongan dan membayarkannya ke kas negara secara tepat waktu.
Bukti Pemotongan P.Ph Pasal 21. Besarnya pajak yang harus dibayar karyawan
tergantung pada pendapatan kena pajak masing-masing karyawan. Bukti pemotongan
pajak bulanan akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk menghitung potongan pajak
penghasilan karyawan yang harus disetor setiap bulan.
Surat Setoran Pajak (SSP). Hasil pemotongan pajak penghasilan karyawan bulanan
selanjutnya disetorkan ke kantor pajak dengan disertai Surat Setoran Pajak selambat-
lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya.

D. METODOLOGI UNTUK PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN


DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI

Pengendalian internal untuk penggajian biasanya sangat terstruktur dan terkendali


dengan baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhan dan ketidakpuasan

4
para karyawan, serta meminimalkan kecurangan penggajian. Karena perihal pembayaran gaji
hampir sama pada berbagai perusahaan, maka harus tersedia sistem komputer yang
berkualitas tinggi.

Karena memproses penggajian serupa pada sebagian besar organisasi, dan program harus
dimodifikasi setiap tahun terhadap perubahan skedul pemotongan pajak, umumnya
perusahaan menggunakan jasa penggajian dari luar untuk memproses penggajian. Auditor
juga dapat mengandalkan pada pengendalian internal organisasi jasa. Hal ini bisa diterima
jika auditor organisasi jasa menerbitkan laporan (yang sering kali disebut sebagai laporan
SAS 70) mengenai pengendalian internal organisasi jasa.

Walaupun pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan alat
yang sangat penting dalam menguji penggajian, pengujian dalam bidang ini biasanya tidak
bersifat ekstensif. Banyak audit menghadapi risiko salah saji yang material yang rendah atau
minimal walaupun penggajian sering kali menjadi bagian yang signifikan dari total beban,
disebabkan karena tiga alasan berikut:

1. Karyawan pada umumnya akan protes kepada manajemen apabila dibayar tidak sesuai
dengan jumlah seharusnya.

2. Semua transaksi penggajian biasanya seragam dan tidak rumit

3. Transaksi penggajian merupakan sesuatu yang menjadi sasaran untuk diaudit oleh
Kantor Pajak dalam rangka penetapan pajak penghasilan yang benar sehingga
perusahaan cenderung melaporkannya dalam jumlah yang benar.

MEMAHAMI PENGENDALIAN INTERNAL SIKLUS PENGGAJIAN DAN


PERSONALIA.

Untuk memahami pengendalian internal siklus penggajian dan personalia, hal-hal yang
harus kita pahami adalah:

1. Pengendalian internal bisa berbeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan
lainnya, oleh karena itu auditor harus mengidentifikasi pengendalian, defisiensi-
defisiensi signifikan, dan kelemahan material yang terdapat pada setiap organisasi.

2. Pengendalian yang ingin diandalkan oleh auditor untuk mengurangi penilaian risiko
pengendalian harus diuji melalui pengujian pengendalian.

5
3. Pengujian substantif golongan transaksi bisa berbeda-beda tergantung pada penilaian
risiko pengendalian dan pertimbangan audit lainnya, seperti misalnya pengaruh
penggajian terhadap persediaan.

4. Pengujian tidak sepenuhnya dilakukan dengan urutan yang diberikan seperti pada
tabel. Pengujian pengendalian dan pengujian substantif golongan transaksi apabila
memungkinkan bisa dilakukan bersamaan dan dilakukan sepraktis mungkin dengan
menggunakan program audit.

Pengendalian kunci untuk siklus penggajian dan personalia adalah sebagai berikut:

Pemisahan Tugas yang Memadai


Pemisahan tugas diterapkan terutama untuk mencegah pembayaran berlebih dan
pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif. Fungsi penggajian harus independen
dari bagian SDM yang mengendalikan aktifitas kunci pengendalian, seperti penambahan
karyawan atau menghapus karyawan.

Pengotorisasian yang Tepat


Hanya bagian SDM yang boleh mengotorisasi untuk menambah atau menghapus
karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta potongan. Jumlah jam
kerja, terutama lembur, harus mendapatkan otorisasi dari penyelia (supervisor).

Dokumen dan Catatan yang Memadai


Dokumen dan catatan yang memadai tergantung pada sifat dan sistem penggajian. Kartu
waktu atau catatan cocok digunakan untuk karyawan paruh waktu atau yang dibayar per jam,
namun tidak untuk karyawan tetap. Untuk karyawan yang dibayar menurut tingkat potongan
atau sistem intensif lainnya, diperlukan catatan bentuk lainnya.

Pengendalian Fisik atas Aktiva dan Catatan


Akses kecek gaji yang tidak ditandatangani harus dicegah. Cek harus ditandatangini
oleh petugas yang ditetapkan perusahaan dan gaji harus dibayarkan seorang yang independen
dari fungsi pengendalian dan pencatatan waktu. Setiap cek yang tidak diklaim atau dicairkan
harus dikembalikan untuk disetor ulang. Jika cek ditandatangani oleh mesin tandatangan,
akses kemesin tersebut harus dibatasi.

Pengecekan Independen Atas Pelaksanaan Kinerja

6
Penghitungan penggajian harus diverifikasi secara independen, termasuk perbandingan
total batch dengan laporan ikhtisar. Seorang anggota manajemenatau karyawan lain yang
bertanggung jawab harus mereview output penggajian untuk melihat salah saji atau jumlah
yang tidak biasa. Jika tenagakerja manufaktur mempengaruhi peniaian persediaan atau jika
diperlukan untuk mengakumulasi buaya berdasarkan pekerjaan, akan dibutuhkan
pengendalian yang memadai untuk memverifikasi pembebanan yang tepat.

PEMOTONGAN PAJAK P.PH 21 DAN PEMBAYARANNYA KE KAS NEGARA


Pada banyak perusahaan, pajak penghasilan karyawan dan pemotongan lain merupakan
pos yang penting, karena jumlahnya seringkali material dan adanya potesi tidak membayar
tepat waktu.

Pemotongan Pajak P.Ph 21


Sebagai dari pemahaman atas pengendalian internal, auditor harus memahami bagaimana
perusahaan memotong gaji/penghasilan.

Pembayaran Pajak Penghasilan Dan Potongan Lain Tepat Waktu


Auditor harus melakukan pengujian kepatithan klien dalam menanti kewajiban
menyetorkan semua pemotongan atas penghasilan kotor karyawan yang telah dilakukannya.
Pemotongan tersebut meliputi pemotongan P.Ph 21, dana pensiun pegawai, asuransi wajib,
iuran serikat perja, dan sebagainya.

PERTIMBANGAN PERSEDIAAN DAN KECURANGAN PENGGAJIAN

Auditor seringkali memperluas prosedur audit penggajian jika penggajian mempengaruhi


secara signifikan penilaian persediaan, atau jika auditor menduga kemungkinan adanya
transaksi yang curang secara material, seperti karyawan fiktif atau penipuan jam kerja.

Hubungan antara Penggajian dan Penilaian Persediaan


Jika penggajian merupakan bagian yang signifikan dari persediaan, yang merupakan hal
yang umum bagi perusahaan manufaktur dan konstruksi, klasifikasi akun penggajian yang
tidak tepat dapat mempengaruhi penilaian aktiva material untuk akun-akun seperti barang
dalam proses, barang jadi, atau konstruksi dalam proses.

Pengujian atas Tenaga Kerja Fiktif


Pendistribusian gaji/upah kepada pekerja fiktif sering terjadi sebagai akibat tetap
dicantumkannya pegawai yang telah berhenti dalam daftar gaji. Biasanya orang yang

7
menggagas kecurangan semacam ini adalah petugas pembuatan daftar gaji, mandor, atau
pihak lain. Untuk menguji ada atau tidaknya pegawai fiktif, auditor bisa menelusur dengan
memilih sejumlah transaksi terbukukan dalam jurnal penggajian ke bagian sumberdaya
manusia untuk memastikan apakah pegawai benar-benar merupakan pegawai perusahaan
pada periode yang diaudit.
Salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk menguji ketepatan penanganan pegawai
yang telah berhenti adalah dengan memilih beberapa file dari catatan pegawai yang telah
berhenti pada tahun ini yang ada dibagian sumberdaya manusia untuk memastikan bahwa
mereka telah menerima pembayaran terakhir sesuai dengan peraturan yang berlaku. Masih
adanya pembayaran kepada pegawai yang sudah berhenti dapat diuji dengan menggunakan
perangkat lunak audit untuk membandingkan tanggal pembayaran gaji dalam jurnal
penggajian untuk memastikan bahwa pegawai yang telah berhenti tidak lagi menerima
pembayaran.
Pengujian atas Kecurangan dalam Jam Kerja
Kecurangan dalam jam kerja terjadi apabila seorang karyawan melaporkan waktu lebih
banyak dari yang sebenarnya dikerjakan. Karena kurangnya bukti yang tersedia, biasanya
sulit bagi auditor untuk mengungkapkan jam kerja yang tidak benar tersebut. Salah satu
prosedurnya adalah merekonsilisasi total jam kerja yang dibayar menurut catatan penggajian
dengan catatan jam kerja yang indepeden, seperti yang seringkali diselenggarakan oleh
pengendalian produksi.

E. METODOLOGI UNTUK PERANCANGAN PENGUJIAN RINCI SALDO


Dalam dua tahap pertama pengauditan, auditor menilai risiko pengendalian dan
melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantif golongan transaksi. Setelah
menyelesaikan pengujian-pengujian tersebut dan menilai kemungkinan terjadinya kesalahan
penyajian pada akun-akun laporan keuangan dalam sikus penggajian dan personalia,
selanjutnya auditor melaksanakan metodologi untuk perancangan pengujian rinci saldo.

MENGIDENTIFIKASI RISIKO BISNIS KLIEN YANG MEMPENGARUHI


PENGGAJIAN (TAHAP I)
Pada kebanyakan perusahaan, pengidentifikasian risiko bisnis klien yang berpengaruh
terhadap penggajian jarang dilakukan. Namun demikian, risiko bisnis klien bisa terjadi pada
perusahaan yang memberi kompensasi yang kompleks pada karyawannya, seperti adanya
bonus dan opsi saham serta kompensasi lain. Auditor harus memahami kemungkinan

8
terjadinya kejadian-kejadian tersebut dan menentukan pengaruh potensialnya terhadap
laporan keuagan, termasuk pengungkapan dalam catatan kaki.

MENETAPKAN MATERIALISTIS PELAKSANAAN DAN MENILAI RISIKO


INHEREN (TAHAP I)
Disamping adanya kemungkinan terjadi kecurangan, risiko inheren yang berkaitan
dengan semua tujuan audit saldo pada umumnya rendah. Risiko inheren kecurangan
penggajian timbul karena sabagian besar transaksi menyangkut kas. Oleh karena itu auditor
sering memandang penting tujuan audit keterjadian. Selain itu, untuk perusahaan manufaktur
dengan jumlah signifikan biaya tenaga kerja dibebankan ke persediaan, terdapat potensi salah
menggolongkan antara biaya tenaga kerja dan persediaan. Sebagai bagian dari upaya untuk
memperoleh pemahaman tentang klien, auditor harus mengidentifikasi masalah-masalah yang
berkaitan dengan penggajian yang kompleks, seperi misalnya program opsi saham yang bisa
meningkatkan risiko inheren berkaitan dengan akuntansi serta pengungkapan ketentuan
tersebut.

MENILAI RISIKO PENGENDALIAN DAN MELAKSANAKAN PENGUJIAN YANG


BERSANGKUTAN (TAHAP I DAN II)
Melaksanakan Prosedur Analitis
Penggunaan prosedur analitis dalam siklus penggajian dan personalia merupakan hal
yang penting, seperti halnya siklus yang lain. Tabel dibawah menggambarkan prosedur
analitis untuk akun-akun neraca dan akun-akun laba rugi dalam siklus penggajian dan
personalia.

Prosedur Analitis Kemungkinan Kesalahan Penyajian


Membandingkan saldo akun beban tenaga kerja Kesalahan penyajian akun beban tenaga kerja
(gaji/upah dan lain-lain) dengan tahun
sebelumya (dengan penyesuaian kenaikan tarif
dan volume)
Membandingkan persentase beban tenaga kerja Kesalahan penyajian beban tenaga kerja
langsung terhadap penjualan tahun-tahun langsung dan persediaan
sebelumnya
Membandingkan persentase beban komisi Kesalahan penyajian beban komisi dan utang
terhadap penjualan tahun-tahun sebelemunya beban komisi
Membandingkan persentase beban pajak Kesalahan beban pajak penghasilan karyawan
penghasilan karyawan terhadap beban gaji dan dan utang pajak penghasilan karyawan

9
upah dengan tahun-tahun sebelumnya

Membandingkan Utang Pajak Penghasilan Kesalahan penyajian utang pajak penghasilan


karyawan dengan tahun sebelumnya karyawan dengan beban pajak penghasilan
karyawan

PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENGUJIAN RINCI SALDO UNTUK


AKUN UTANG DAN BEBAN (TAHAP III)
Verifikasi atas akun-akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian, sering disebut
utang beban gaji, biasanya bisa dilakukan secara langsung apabila pengendalian internal bisa
berjalan dengan efektif. Ada tujuan utama audit saldo dalam penguaian utang-utang yang
berkaitan dengan penggajian:
1 Utang beban gaji dan utang-utang lain yang berkaitan dengan penggajian telah
ditetapkan dalam jumlah yang benar (ketelitian)

2 Transaksi-transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode
yang tepat (pisah batas).
Kedua tujuan diatas ditujukan untuk memastikan bahwa jumlah yang dilaporkan tidak
kurang saji dan tidak ada kewajiban yang tidak dilaporkan. Dalam uraian berikut, kita akan
membahas bagaimana memeriksa akun-akun kewajiban dalam siklus penggajian dan
personalia.

Jumlah-jumlah yang Dipotongkan dari Penghasilan Karyawan


Pajak penghasilan karyawan yang telah dipotong perusahaan dari penghasilan karyawan
tetapi belum disetorkan ke kantor pajak dapat diperiksa dengan cara membandingkan antara
jumlah saldo dengan jurnal penggajian, pajak penghasilan karyawan yang dibayar pada
periode berikutnya, dan pengeluaran kas pada periode berikutnya. Apabila pengendalian
internal beroperasi dengan efektif, maka pengujian pisah batas dan ketelitian dapat dilakukan
pada waktu yang sama dengan prosedur-prosedur tersebut.

Utang Beban Gaji dan Upah


Utang beban gaji dan upah timbul apabila upah pegawai untuk jam kerja pada hari-hari
terakhir sebelum penutupan buku belum dibayar perusahaan, sampai periode berikutnya.
Pisah batas yang benar dan ketelitian penetapan utang gaji dan upah tergantung pada
kebijakan perusahaan yang harus diikuti secara konsisten antara tahun ke tahun. Setelah
auditor menentukan kebijakan perusahaan untuk menetapkan utang gaji/upah dan mengetahui

10
hal itu konsisten dengan tahun sebelumnya, maka prosedur yang tepat untuk menguji pisah
batas dan ketelitian adalah dengan melakukan perhitungan ulang (rekalkulasi) atas
perhuitungan utang yang telah dilakukan dengan klien.

Utang Beban Komisi


Dalam memeriksa utang beban komisi, pertama-tama auditor harus memahami sifat dari
komisi yang tertuang dalam perjanjian, dan selanjutnya melakukan perhitungan sesuai
dengan perjanjian tersebut. Untuk memeriksa konsistensi, auditor harus membandingkan
metoda perhitungan utang beban komisis dengan tahun sebelumnya.

Utang Bonus
Pada banyak perusahaan, bonus yang ada pada akhir tahun belum dibayarkan kepada staf
dan karyawan perusahaan kadang-kadang merupakan pos yang cukup besar sehingga tidak
dicatatnya utang tersebut akan menjadi kesalahan penyajian material. Pemeriksaan utang
yang tidak dicatat biasanya dapat dilakukan dengan membandingkan pada jumlah yang telah
diotorisasi dalam notulen rapat dewan komisaris.

Pengujian Rinci Saldo untuk Akun-akun Beban


Dalam kebanyakan audit, auditor hanya perlu melakukan sedikit pengujian tambahan
atas akun-akun laba rugi, di luar pengujian analitis, pengujian pengendalian, pengujian
substantif golongan transaksi, dan pengujian yang bersangkutan dengan akun-akun
kewajiban.
Kompensasi untuk Para Staf, auditor lazim melakukan verifikasi apakah total kompensasi
untuk para staf telah disetujui oleh dewan komisaris.
Komisi, total beban komisi dapat diperiksa dengan mengalihkan tarif komisi untuk setiap tipe
penjualan dengan jumlah penjualan pada kategori yang bersangkutan.

Beban Pajak Penghasilan Karyawan


Beban pajak penghasilan karyawan selama setahun dapat diuji dengan pertama-tama
merekonsiliasi total beban gaji/upah pada setiap daftar gaji dengan total gaji/upah selama
setahun. Total pajak penghasilan karyawan selanjutnya dihitung ulang dengan mengalikan
tarif pajak dengan pendapatan kena pajak.
Total Gaji/Upah, pengujian yang berkaitan erat dengan pengujian atas pajak penghasilan
karyawan adalah merekonsiliasi total beban gaji/upah di buku besar dengan pajak
penghasilan karyawan yang dibayar ke kas negara.

11
Tenaga Kerja Kontrak, untuk mengurangi beban tenaga kerja, banyak perusahaan
mengadakan kontrak dengan organisasi dari luar untuk menyediakan tenaga kerja yang
diperlukan perusahaan.

Tujuan Penyajian dan Pengungkapan


Ketentuan tentang pengungkapan untuk transaksi dan saldo-saldo akun dalam siklus
penggajian dan personalia tidak begitu banyak. Namun demikian, sejumlah transaksi yang
kompleks, seperti misalnya tentang opsi saham dan program kompensasi untuk para eksekutif
kadang-kadang memerlukan pengungkapan berupa catatan kaki. Auditor bisa
menggabungkan prosedur audit yang berkaitan dengan tujuan penyajian dan pengungkapan
dengan pegujian rinci saldo untuk akun kewajiban dan beban.

DAFTAR PUSTAKA

Jusup, Al. Haryono. 2014. Auditing. Edisi II. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN

12