Anda di halaman 1dari 28

URAIAN TUGAS PENGELOLA KEUANGAN PUSKESMAS

1. Bendahara Penerimaan:
Tugas

Melaksanakan pengelolaan penatausahaan keuangan dengan tertib sesuai


dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Mengurus penerimaan,menyimpan, membukukan ,menyetorkan uang yang
berada dalam
pengelolaannya,serta menyusun laporan. Uraian Tugas:

Menyiapkan buku kas umum


Menyelenggarakan kepengurusan keuangan (menerima, menyimpan,
mengeluarkan )
Menyelenggarakan pembukuan
Membuat dan menyampaikan laporan keuangan kepada instansi yang berwenang
2. Bendahara Pengeluaran:
Tugas

Melaksanakan pengelolaan penatausahaan Keuangan dengan tertib sesuai


dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Mengurus pengeluaran,membuat SPJ, membukukan , keuangan yang berada
dalam pengelolaannya,serta menyusun laporan.
Uraian Tugas

Menyiapkan buku kas umum


Menyelenggarakan kepengurusan keuangan (mengeluarkan,membuat
SPJ,membayar pajak )
Menyelenggarakan pembukuan
Membuat dan menyampaikan laporan keuangan kepada instansi yang berwenang
3. Bendahara BOK:
Uraian Tugas

Melaksanakan kegiatan BOK sesuai dengan perencanaan hasil dari lokakarya mini
puskesmas.
Mengelola dana Bok sesuai dengan petunjuk teknis BOK secara bertanggung
jawab dan transparan.
Melaporkan realisasi dana BOK Tingkat Kabupaten/kota.
Melaporkan capaian kegiatan setiap bulan di minlok
Melaksanakan administrasi peng SPJ an atas kegiatan yang sudah dilaksanakan
Melaksanakan perencanaan kedepan atas kegiatan program UKM

4. Bendahara JKN / BPJS:


Uraian Tugas
Melaksanakan kegiatan Keuangan BPJS sesuai dengan perencanaan hasil dari
lokakarya mini puskesmas
Mengelola dana JKN sesuai dengan petunjuk teknis JKN secara bertanggung jawab
dan transparan.
Melaporkan realisasi belanja dana JKN ke Tingkat Kabupaten/kota.
Ikut serta dalam penyusunan RKA dan DPA untuk penganggaran perencanaan
Puskesmas
Berikut ini adalah contoh uraian TUGAS POKOK DAN FUNGSI setiap karyawan yang ada di
Puskesmas, anda bisa lihat tugas pokok apa saja yang harus dikerjakan dan bisa
dikerjakan oleh petguas puskesmas. Pada bahasan ini menyangkut Tugas pokok kepal
puskesmas sampai Cs nya

1. KEPALA PUSKESMAS

Tugas
Memimpin , mengawasi , mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan kesehatan
secara paripurna kepada masyarakat dalam wilayah kerjanya.

2. DOKTER

Tugas Pokok
Mengusahakan agar fungsi Puskesmas dapat diselenggarakan dengan baik

Fungsi
Sebagai seorang dokter
Sebagai seorang manager

Kegiatan Pokok
Melaksanakan fungsi-fungsi managemen
Melakukan pemeriksaan dan pengobatan penderita. Dalam rangka rujukan menerima
konsultasi
Mengkoordinir kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat
Mengkoordinir pembinaan peran serta masyarakat

Kegiatan lain :
Menerima konsultasi dari semua kegiatan Puskesmas.

3. DOKTER GIGI

Tugas Pokok
Mengusahakan agar pelayanan kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja Puskesmas
dapat berjalan dengan baik.

Fungsi
Mengawasi pelaksanaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas

Kegiatan Pokok
Memberi pelayanan kesehatan gigi dan mulut di dalam wilayah kerja Puskesmas
secara teratur.
Supervisi dan bimbingan teknis pada Perawat Gigi di Puskesmas tersebut.

Kegiatan lain
Memberikan penyuluhan kesehatan gigi pada penderita dan masyarakat di wilayah
kerjanya.
Melaksanakan kegiatan-kegiatan fungsi managemen
Membantu kerjasama lintas sektoral dalam pengembangan peran serta masyarakat.
4. PERAWAT

Tugas Pokok
Melaksanakan pelayanan pengobatan jalan.

Fungsi
Membantu dokter dalam melaksanakan kegiatan Puskesmas

Kegiatan Pokok

Memeriksa dan mengobati penderita penyakit menular secara pasif


Memberikan pengobatan darurat pada penderita sakit gigi.
Mengadakan surveillance penyakit menular.
Melakukan imunisasi pada bayi ,anak sekolah.
Penyuluhan kesehatan pada penderita.
Mengadakan kunjungan follow up pada keluarga penderita yang dipandang perlu.
Mengunjungi sebagian dari sekolah yang ada di wilayah kerjanya dalam
membantu perawat lain yang mempunyai kegiatan pokok UKS.
Pengobatan sementara penderita jiwa dan penyuluhan kesehatan
jiwa.
Membantu melatih kader kesehatan
Membantu dokter kepala Puskesmas melakukan fungsi managemen Puskesmas dalam bidang
pengobatan.
Ikut serta dalam kegiatan Posyandu dan Posyandu USILA
Memberikan pelayanan MTBS dan DDTK
5. BIDAN

Tugas Pokok
Melaksanakan pelayanan KIA dan KB

Fungsi
Membantu dokter dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di Puskesmas.

Kegiatan Pokok

Melaksanakan pemeriksaan berkala kepada ibu hamil , ibu menyusui , bayi dan
balita di Puskesmas serta memberikan pelayanan kontrasepsi pada akseptor KB.
Menyampaikan cara PMT bagi yang membutuhkan dan penyuluhan kesehatan
dalam bidang KIA , KB , Gizi.
Melakukan imunisasi pada ibu hamil dan bayi.
Melatih Dukun bayi.
Memberikan pelayanan MTBS dan DDTK
Ikut Serta dalam Posyandu USILA

Kegiatan lain

Memberikan pengobatan ringanbagi ibu , bayi dan balita yang berkunjung ke


bagian KIA di Puskesmas.
Diagnosa dini penyakit gigi dan mulut serta pengobatan sementara.
Membantu surveillance penyakit menular.
Kunjungan ke rumah-rumah penderita yang dipandang perlu untuk mendapatkan
perawatan kesehatan keluarga.
Pencatatan dan pelaporan kegiatannya
Pengamatan perkembangan mental bayi dan balita.
Membantu dokter melaksanakan fungsi managemen Puskesmas.
Ikut serta secara aktif dalam pengembangan peran serta masyarakat di wilayah
kerjanya dan kerjasama lintas sektoral.
Ikut serta dalam posyandu dan posyandu USILA
Memberikan pelayanan MTBS dan DDTK

6. BIDAN DESA

Kedudukan
Bidan didesa adalah tenaga bidan yang ditempatkan dan bertugas di desa , mempunyai wilayah
kerja. Dalam melaksanakan tugas pelayanan medik baik di dalam maupun diluar jam kerjanya bidan
harus bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas.

Tugas Pokok
Melaksanakan kegiatan Puskesmas di desa wilayah kerjanya berdasarkan urutan prioritas masalah
kesehatan yang dihadapi sesuai kewenangan yang dimiliki dan diberikan.
Menggerakkan dan membina masyarakat desa di wilayah kerjanya agar tumbuh kesadarannya untuk
dapat berperilaku hidup sehat.

Fungsi

Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah-rumah ,


menangani persalinan, pemberian kontrasepsi dan pengayoman medis keluarga
berencana.
Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan
dan melakukan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan permasalahan kesehatan
setempat.
Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader serta dukun bayi.
Membina kerjasama lintas program , lintas sektoral dan lembaga swadaya
masyarakat.
Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan ke Puskesmas atau
bilamana dalam keadaan darurat dapat merujuk ke fasilitas kesehatan lainnya.
Mendeteksi secara dini adanya efek samping dan komplikasi pemakaian
kontrasepsi serta adanya penyakit-penyakit lain dan berusaha untuk mengatasi sesuai
dengan kemampuannya.

7. SANITARIAN

Tugas Pokok
Merubah , mengendalikan atau menghilangkan semua unsur fisik dan lingkungan yang memberi
pengaruh buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Fungsi
Membantu dokter dalam melaksankan kegiatan di Puskesmas.

Kegiatan Pokok
Penyuluhan kepada masyarakat tentang penggunaan air bersih , jamban kelurga, kebersihan
lingkungan serta penanaman pekarangan.
Membantu masyarakat dalam pembuatan sumur , perlindungan mata iar , penampungan air hujan
dan sebagainya serta melatih pembuatan leher angsa untuk jamban keluarga.
Pengawasan hygiene perusahaan dan tempat tempat umum dll

Kegiatan lain
Membantu dokter dalam pemberantasan penyakit menular
Membantu dan mengembangkan peran serta masyarakat
Pencatatan dan pelaporan kegiatannya
Pengamatan kesehatan lingkungan di sekolah serta memberi saran-saran teknik perbaikan .
Membantu penyuluhan gizi.
Membantu dokter dalam melaksanakan fungsi managemen
Ikut serta dalam Posyandu
Aktif dalam memperkuat kerjasama lintas sektoral.

8. PERAWAT GIGI

Tugas Pokok
Melaksanakan pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas

Fungsi
Membantu dokter gigi dalam melaksanakan kegiatan di puskesmas.

Kegiatan Pokok
Memberika gigi geligi
Mengobati gigi yang sakit
Menambal gigi yang berlubang
Membersihkan karang gigi
Penyuluhan kesehatan gigi
Merefer kasus yang perlu diambil tindakan oleh dokter gigi.

Kegiatan lain
Memeriksa gigi ibu hamil dan anak-anak
Melaksanakan UKGS
Membantu dokter melaksanakan fungsi managemen
Membantu mengembangkan peran serta masyarakat
Melaksanakan rujukan bagi penderita yang perlu tindak lanjut dari dokter khusus

9. GIZI

Tugas Pokok
Melaksanakan kegiatan perbaikan gizi di wilayah kerjanya.

Fungsi
Membantu dokter melaksanakan kegiatan-kegiatan Puskesmas

Kegiatan Pokok
Merencanakan kegiatan gizi yang dilaksanakan di Puskesmas bersama pimpinan dan staf
Puskesmas lain.
Melaksanakan kegiatan pelatihan gizi
Melaksanakan kegiatan gizi dalam rangka memperbaiki status gizi masyarakat
Melaksanakan koordinasi kegiatan gizi
Melaksanakan pemantauan dan penilaian
Melaksanakan bimbingan teknis dan pembinaan kader

Kegiatan lain
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatannya.
Membantu dokter melaksanakan fungsi managemen Puskesmas.
Ikut serta dalam Posyandu.
Membantu pengamatan perkembangan mental anak dan follow up penderita
Melakukan rujukan bila perlu.

10. LABORAT
Tugas Pokok
Melakukan pemeriksaan di laboratorium Puskesmas

Fungsi
Membantu menegakkan diagnosa penyakit

Kegiatan Pokok
Melaksanakan pemeriksaan specimen penderita dan ibu hamil untuk pemeriksaan darah, urine
rutin dan pemeriksaan sediaan dahak.
Menerima rujukan dari Poli , Posyandu, Pustu dan dari swasta

Kegiatan lain
Membantu penyuluhan kesehatan pada penderita atau keluarganya.
Membantu kunjungan rumah dalam rangka perawatan kesehatan keluarga
Pencatatan dan pelaporan kegiatannya
Membantu dokter melaksanakan fungsi managemen
Membantu dalam pengembangan peran serta masyarakat
Membantu referral specimen
Bila diperlukan ikut dalam posyandu dan posyandu USILA

11. OBAT

Tugas Pokok
Mengelola obat-obatan yang ada di Puskesmas

Fungsi
Membantu dokter untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di Puskesmas

Kegiatan Pokok
Mempersiapkan pengadaan obat di Puskesmas
Mengatur penyimpanan obat di Puskesmas
Mengatur administrasi obat di Puskesmas
Meracik dan membungkus obat dalam kemasan yang sesuai untuk diberikan kepada penderita sesuai
perintah dokter.
Mengatur distribusi obat sederhana untuk PPPK
Menyediakan obat untuk Puskesmas Pembantu , Posyandu
Mengatur distribusi obat untuk KIA / KB

Kegiatan lain
Penyuluhan kesehatan terutama dalam bidang penggunan obat keras dan bahaya narkotika
Pencatatan dan pelaporan kegiatan yang dilakukan
Membantu dokter melaksanakan fungsi managemen
Mengatur kebersihan dan kerapihan kamar obat dan gudang obat

12. TATA USAHA

Tugas Pokok
Melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian ,
keuangan ,
perlengkapan ,
surat menyurat ,
humas dan urusan-urusan umum ,
perencanaan serta pelaporan.

Fungsi
Membantu dokter dalam melaksanakan ketata usahaan Puskesmas

Kegiatan Pokok
Membuat surat-surat dan menyimpan arsip

Kegiatan lain
Membantu dokter melaksanakan fungsi managemen
Pengetikan laporan

Ini adalah contoh mengenai SOP MONITORING PELAKSANAAN KEGIATAN


PROGRAM DAN PELAYANAN yang ada di puskesmas. Karena ini hanya sebagai
contoh maka anda harus menyesuaikan dengan lingkungan dan kondisi di
Puskesmas Anda. Karena kadang memang memiliki ciri sendiri sendiri.

Kebijakan
Monitoring Program Puskesmas dalam kegiatannya langkah-langkah yang
diterapkan harus sesuai dengan SOP ini.

Tujuan
Sebagai panduan didalam melakukan monitoring program Puskesmas
Agar upaya
kesehatan/ kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun
Revisi terhadap rencana harus dilakukan dengan alasan yang tepat sebagai upaya pencapaian yang
optimal dari kinerja Puskesmas
Menemukan masalah yang menyebabkan hasil tidak sesuai target

Referensi
Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas,Depkes RI,2006.

Pengertian

Monitoring Program Puskesmas adalah suatu proses pengumpulan dan


menganalisis informasi dari penerapan program termasuk mengecek secara reguler
untuk melihat apakah kegiatan/program itu berjalan sesuai rencana sehingga masalah
yang dilihat /ditemui dapat diatasi.
Monitoring adalah suatu proses pengumpulan dan menganalisis informasi dari
penerapan suatu program termasuk mengecek secara reguler untuk melihat apakah
kegiatan/program itu berjalan sesuai rencana sehingga masalah yang dilihat /ditemui
dapat diatasi.
Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan
bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat
dan pemahaman arti keseluruhan
Program Puskesmas adalah Upaya Kesehatan di puskesmas berupa program wajib
dan program pengembangan

Langkah - langkah

1. Kepala Puskesmas melakukan monitoring dilakukan setiap bulan sekali


2. Petugas melalui bagian Tata usaha membuat undangan
3. Bagian Tata Usaha mendistribusikan undangan kepada penanggungjawab
program dan petugas terkait yang terlibat , minimal 2 hari sebelum hari pelaksanaan
4. Petugas menyiapkan tempat dan perlengkapan lainnya ( daftar hadir, notulen
konsumsi, proyektor, laptop dll )
5. Peserta mengisi daftar hadir
6. Masing-masing Penanggungjawab program melaporkan kinerja berupa capaian
program dibandingkan dengan target capaian kepada Kepala Puskesmas.
7. Penanggungjawab Program yang capaiannya sudah mencapai target meneruskan
rencana kegiatan program yang sudah ditetapkan di RPK
8. Penanggungjawab Program yang capaiannya belum mencapai target mencari
pokok permasalahan yang menyebabkan target capaian belum tercapai.
9. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggungjawab program berdiskusi dan
melakukan penelaahan masalah dan mencari pemecahan untuk mencapai target capaian
10. Kepala Puskesmas dan penanggungjawab program menyusun kegiatan baru yang
bisa menaikkan capaian dan mengatasi masalah yang ada.
11. Petugas mencatatat dalam notulen
Berikut ini adalah contoh Kerangka acuan kegiatan untuk mencari atau mengidentifikasi kebutuhan
dan harapan masyarakat terhadap program puskesmas. untuk versi lengkap silahkan baca sampai di
bawah.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT

TERHADAP PROGRAM PUSKESMAS

I. PENDAHULUAN
Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat yang juga
membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan
secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya
dalam bentuk kegiatan pokok. Puskesmas mempunyai wewenang dan
tanggungjawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah
kerjanya.
Kegiatan-kegiatan dalam setiap program Puskesmas disusun oleh
Kepala Puskesmas dan penanggungjawab program tidak hanya mengacu
pedoman atau acuan yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan,
Dinas Kesehatan Provinsi, maupun Dinas Kesehatan Kota tapi juga perlu
memperhatikan kebutuhan dan harapan masyarakat terutama sasaran
program.
Kebutuhan dan harapan masyarakat maupun sasaran progran
dapat diidentifikasi melalui survey, kotak saran, maupun temu muka
dengan tokoh masyarakat. Komunikasi perlu dilakukan untuk
menyampaikan informasi tentang program kepada masyarakat, kelompok
masyarakat maupun individu yang menjadi sasaran program.

II. LATAR BELAKANG


Kebutuhan masyarakat akan program kesehatan yang baik
cenderung mengalami perubahan seiring dengan perubahan pola hidup
dan kejadian penyakit. Seiring dengan perbaikan derajat kesehatan dan
lingkungan, telah terjadi pergeseran penyebab kesakitan terbesar di
banyak daerah dari penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif.
Perubahan permintaan tersebut memiliki dampak yang cukup besar
terhadap manajemen Puskesmas..
Puskesmas harus memiliki suatu mekanisme untuk memantau
permintaan masyarakat secara teratur karena perubahan permintaan
masyarakat akan berdampak terhadap pelayanan yang diberikan oleh
Puskesmas. Puskesmas harus tanggap terhadap perubahan lingkungan
yang cepat dan terbuka terhadap perubahan kebutuhan dan harapan
masyarakat.
Identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap program
Puskesmas sangat diperlukan untuk mengetahui kebutuhan dan harapan
masyarakat terhadap program Puskesmas, sehingga tujuan dari program
Puskesmas dapat tercapai tepat sasaran.

III. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Mengetahui/mengidentifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat
terhadap program Puskesmas Sukamaju.
B. Tujuan Khusus
1. Mendefinisikan kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap program
Puskesmas
2. Mendapatkan informasi program yang paling dibutuhkan oleh
masyarakat
3. Mengetahui program yang sudah/belum sesuai kebutuhan dan harapan
masyarakat
4. Mendapatkan masukan tentang program yang dibutuhkan masyarakat,
tapi belum ada dalam rencana kegiatan program
5. Membuat rencana tindak lanjut hasil pembahasan kebutuhan dan
harapan masyarakat

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


A. Pengumpulan informasi melalui kotak saran,
12.0pt; line-height: 150%;">1. Koordinator kelompok kerja administrasi dan
manajemen (admin) Puskesmas Sukamaju membuka kotak saran di
Puskesmas Sukamaju setiap bulan,
2. Koordinator admen merekap isi kotak saran didalam rekapan harapan
pelanggan Puskesmas Sukamaju,
3. Koordinator admen memisahkan/ memilah- milah sesuai dengan
kelompok kerja proram,
4. Koordinator admen memberikan rekapan kotak saran sesuai dengan
kelompok kerja,
5. Koordinator program Puskesmas Sukamaju menerima rekapan kotak
saran, dan dimasukan kedalam rekapan kelompok program Puskesmas
Sukamaju
6. Koordinator pelaksana program menandatangani tanda terima
penyerahan dari koordinator admen,
7. Koordinator program dan seluruh anggota pemegang program
membahas hasil rekapan koordinator harapan program Puskesmas
8. Koordinator program membuat rencana tindak lanjut hasil pembahasan
harapan pelanggan,
9. Koordinator program membagi tugas kepada pelaksana program
didalam menyelesaikan permasalahan harapan pelanggan,
10. Pelaksana program melaksanakan kegiatan sesuai dengan pembagian
tugas yang telah diterima dengan mencatat pada buku kegiatan individu,
11. Koordinator program melapor kepada kepala Puskesmas Sukamaju
tentang hasil bahasan harapan program Puskesmas
12. Kepala Puskesmas Sukamaju meneliti dan memberi umpan balik atas
laporan koordinator program Puskesmas Sukamaju.

B. Informasi langsung dari pelanggan.


1. Koordinator program, penanggungjawab program dan pelaksana
program menerima informasi harapan program baik bicara langsung,
telpon maupun SMS, dari masyarakat/ dari karyawan Puskesmas
Sukamaju,
2. Informasi dari pelanggan direkap kedalam rekapan harapan pelanggan
setiap pelaksana program,
3. Pelaksana program menyerahkan informasi harapan pelanggan individu
ke penanggungjawab program,
4. Pelaksana program menandatangani serah terima informasi harapan
pelanggan individu,
5. Penanggungjawab program menyerahkan rekapan informasi harapan
pelanggan kepada Koordinator program dan direkap kedalam rekapan
koordinator,
6. Koordinator program menandatangani serah terima harapan pelanggan
individu,
7. Koordinator program dan seluruh anggota pemegang program
membahas hasil rekapan koordinator harapan program Puskesmas
8. Koordinator program membuat rencana tindak lanjut hasil pembahasan
harapan pelanggan,
9. Koordinator program membagi tugas kepada pelaksana program
didalam menyelesaikan permasalahan harapan pelanggan,
10. Pelaksana program melaksanakan kegiatan sesuai dengan pembagian
tugas yang telah diterima dengan mencatat pada buku kegiatan individu,
11. Koordinator program melapor kepada kepala Puskesmas Sukamaju
tentang hasil bahasan harapan program Puskesmas
12. Kepala Puskesmas Sukamaju meneliti dan memberi umpan balik atas
laporan koordinator program Puskesmas Sukamaju.

C. Pengumpulan informasi melalui Survey


1. Pelaksana program menyiapkan kuesioner :
a. Kuesioner dengan pertanyaan tertutup
b. Kuesioner dengan pertanyaan terbuka mengenai kebutuhan dan harapan
program Puskesmas
2. Pelaksana program menentukan besarnya sampel
3. Pelaksana program menentukan metode pengambilan sampel dengan
cara cross sectional, secara acak
4. Pelaksana program menentukan jadwal dan waktu survei
5. Pelaksana program melakukan survei sesuai jadwal
6. Survei dilakukan kepada sasaran program, dengan petugas survei
berada didekatnya. Petugas meminta pelanggan mengisi kuesioner, bila
ada pertanyaan kuisioner yang kurang jelas bisa ditanyakan kepada
petugas survei
7. Pelaksana program mengecek isian kuisioner apabila belum lengkap
meminta pelanggan untuk melengkapi.
8. Pelaksana program melakukan analisis hasil survei dan melaporkan
kepada penanggungjawab program dan koordinator program
9. Koordinator program, penanggungjawab program dan pelaksana
program membahas hasil survey tentang harapan program Puskesmas
10. Koordinator program membagi tugas kepada pelaksana program
didalam menyelesaikan permasalahan harapan pelanggan,
11. Pelaksana program melaksanakan kegiatan sesuai dengan pembagian
tugas yang telah diterima dengan mencatat pada buku kegiatan individu,
12. Koordinator program melapor kepada kepala Puskesmas Sukamaju
tentang hasil bahasan harapan program Puskesmas
13. Kepala Puskesmas Sukamaju meneliti dan memberi umpan balik atas
laporan koordinator program Puskesmas Sukamaju
D. Pengumpulan informasi melalui Musyawarah Masyarakat
1. Petugas menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan
2. Petugas mendampingi masyarakat untuk :
a. mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat
b. mengidentifikasi potensi masyarakat
c. membahas dan melengkapi urutan prioritas masalah
d. membahas dan melengkapi potensi penyelesaian masalah
e. merumuskan cara penanggulangan masalah sesuai potensi
f. menetapkan rencana kegiatan penanggulangan masalah
3. Petugas mencatat hasil musyawarah dan melaporkan ke
Penanggungjawab program dan koordinator program,
4. Koordinator program, penanggungjawab program dan pelaksana
program membahas hasil musyawarah masyarakat tentang harapan
program Puskesmas
5. Koordinator program membagi tugas kepada pelaksana program didalam
menyelesaikan permasalahan harapan pelanggan,
6. Pelaksana program melaksanakan kegiatan sesuai dengan pembagian tugas
yang telah diterima dengan mencatat pada buku kegiatan individu,
7. Koordinator program melapor kepada kepala Puskesmas Sukamaju tentang
hasil bahasan harapan program Puskesmas
8. Kepala Puskesmas Sukamaju meneliti dan memberi umpan balik atas laporan
koordinator program Puskesmas Sukamaju.
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Kotak Saran
2. Survey kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap program
3. Secara Langsung : tatap muka, sms, telepon

4. Musyawarah Masyarakat

Agar lebih mudah dalam mengedit untuk versi lengkapnya silahkan download
saja gratis dari kami. download IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN
HARAPANMASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PUSKESMAS. Silahkan anda
sesuaikan dengan wilayah puskesmas masing masing, kalau menurut saya
setiap puskesmas memiliki ciri khas masing masing terutama dalam pembuatan
kerangka acuan ini. Sedikit share semoga bermanfaat.

Audit Keuangan, Audit Kinerja dan Audit untuk Tujuan Tertentu


1. Audit Keuangan
Audit keuangan meliputi audit atas laporan keuangan yang bertujuan
untuk memberikan
keyakinan apakah laporan keuangan dari entitas yang diaudit telah menyajikan
secara wajar
tentang posisi keuangan, hasil operasi/usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip
akuntansi yang
berlaku umum. Audit atas hal yang berkaitan dengan keuangan, mencakup
penentuan apakah:
1. Informasi
kriteria yangkeuangan
telah telah disajikan secara wajar sesuai dengan
ditetapkan.
2. Entitas yang
peraturan diaudit telah memenuhi persyaratan kepatuhan terhadap
keuangan
tertentu.
3. Sistem pengendalian intern instansi tersebut, baik terhadap laporan keuangan
maupun
terhadap pengamanan atas kekayaannya, telah dirancang
dan dilaksanakan secara memadai untuk tujuan pengendalian.
Audit atas hal yang berkaitan dengan keuangan yang meliputi, antara lain audit
terhadap unsur
yang berikut;
pendapatan
1. Segmen laporan
dan keuangan dan informasi keuangan (seperti laporan
biaya, laporan penerimaan dan pengeluaran kas, laporan aktiva tetap),
dokumen
anggaran, perbedaan antara realisasi kinerja keuangan dan yang diperkirakan.
2. Pengendalian
undangan yang intern mengenai ketaatan terhadap peraturan perundang-
berlaku.
3. Pengendalian
keuangan dan atas atau pengawasan intern atas penyusunan laporan
pengamanan aktiva termasuk pengendalian/pengawasan intern atas
penggunaan sistem
yang berbasis komputer. Ketaatan terhadap peraturan perundang-
undangan yang
berlaku dan dugaan atas adanya kecurangan.
Sementara itu, berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, Pemeriksaan
Keuangan adalah
meliputi pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat dan
daerah. Pemeriksaan

Keuangan ini dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pelayanan opini
tentang tingkat
kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah.
Dengan demikian,
dalam hal audit keuangan, BPK hanya memiliki wewenang untuk memeriksa
laporan keuangan
pemerintah pusat dan daerah.
2. Audit kinerja (audit operasional)
Adalah pemeriksaan secara objektif dan sistematik terhadap berbagai macam
bukti, untuk dapat
melakukan penilaian secara independen atas kinerja entitas atau
program/kegiatan pemerintah
yang diaudit. Audit kinerja dimaksudkan untuk dapat meningkatkan
tingkat akuntabilitas
pemerintah dan memudahkan pengambilan keputusan oleh pihak yang
bertanggung jawab
untuk mengawasi atau memprakarsai tindakan koreksi. Audit kinerja
mencakup audit
tentang ekonomi, efisiensi, dan program.
Audit Ekonomi dan Efisiensi
Audit Ekonomi dan Efisiensi menentukan apakah:
sumberdayanya
1. Entitas telah (seperti
memperoleh, melindungi dan menggunakan
karyawan, gedung, ruang dan peralatan kantor) secara hemat dan efisien;
2. Penyebab timbulnya ketidakhematan dan ketidakefisenan;
3. Entitasdengan
berkaian tersebut telah mematuhi peratutran perundang-undangan yang
kehematan dan efisiensi.
Audit ekonomi dan efisiensi dapat mempertimbangkan apakah entitas yang
diaudit telah:
1. Mengikuti ketentuan pelaksanaan pengadaan yang sehat.
2. Melakukan
sesuai denganpengadaan sumber daya (jenis, mutu, dan jumlah) yang
kebutuhan dan dengan biaya yang wajar;
3. Melindungi dan memelihara semua sumber daya negara yang ada secara
memadai;
4. Menghindari
kurang jelas duplikasi pekerjaan atau kegiatan yang tanpa tujuan dan
tujuannya;
berlebihan;
5. Menghindari adanya pengangguran atau jumlah pegawai yang
6. Menggunakan prosedur kerja yang efisien;
7. Menggunakan
optimum dalam sumber daya (staf, peralatan dan fasilitas) secara
menghasilkan atau menyerahkan barang/jasa dengan kuantitas dan kualitas
yang baik
serta tepat waktu;
8. Mematuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan
perolehan,
pemeliharaan dan penggunaan sumber daya negara;
9. Telah memiliki suatu sistem pengendalian manajemen yang memadai untuk
mengukur,
melaporkan, dan memantau kehematan dan efisiensi pelaksanaan program;
10. Telah melaporkan ukuran
dipertanggungjawabkan yang sah dan dapat
mengenai
penghematan dan efisiensi.
Audit Efektivitas
Audit Efektivitas mencakup penentuan:
ditetapkan
1. Tingkat pencapaian hasil program yang diinginkan atau manfaat yang telah
oleh undang-undang atau badan lain yang berwenang;
instansi
2. Efektivitas
yang kegiatan entitas, pelaksanaan program, kegiatan atau fungsi
bersangkutan;
undangan
3. Apakah entitas
yang yang telah diaudit telah menaati peraturan perundang-
berkaitan dengan pelaksanaan program/kegiatannya.
Contoh pelaksanaan audit (efektivitas) program:
1. Menilai tujuan program, baik yang baru maupun yang sudah berjalan, apakah
sudah
memadai dan tepat atau relevan;
2. Menetukan tingkat pencapaian hasil program yang diinginkan;
3. Menilai efektifitas program dan atau unsur program secara sendiri- sendiri;
4. Mengidentifikasi
baik dan faktor yang menghambat pelaksanaan kinerja yang
memuaskan;

5. Menentukan
alternatif apakah manajemen telah mempertimbangkan alternatif-
untuk
melaksakan program tersebut, yang mungkin dapat memberikan hasil yang lebih
baik
dengan biaya yang rendah;
bertentangan
6. Menentukan apakah program tersebut melengkapi, tumpang tindih atau
dengan program lain yang terkait;
lebih
7. Mengidentifikasi
baik; cara untuk dapat melaksanakan program tersebut dengan
8. Menilai ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk
program
tersebut;
9. Menilai apakah sistem pengendalian manajemen sudah cukup memadai untuk
mengukur,
melaporkan, dan memantau tingkat efektivitas program;
10. Menentukan
dan dapat apakah manajemen telah melaporkan ukuran yang sah
dipertanggungjawabkan mengenai efektifitas program.
Menurut UU Nomor 15 Tahun 2004, Pemeriksaan kinerja adalah
pemeriksaan atas aspek
ekonomi dan efisiensi, serta pemeriksaan atas aspek efektivitas yang lazim
dilakukan bagi
kepentingan manajemen oleh aparat pengawas intern pemerintah. Pasal
23 E UUD 1945
mengamanatkan BPK untuk melaksanakan pemeriksaan kinerja pengelolaan
keuangan negara.
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu menjadi
perhatian
lembaga perwakilan. Adapun untuk pemerintah, pemeriksan kinerja
dimaksudkan agar
kegiatan yang dibiayai dengan keuanagan negara/daerah diselenggarakan
secara ekonomis
dan efisien serta memenuhi sasarannya secara efektif.
3. Audit Untuk Tujuan Tertentu
Pemeriksaan/audit dengan tujuan tertentu adalah pemeriksan yang
dilakukan untuk
tujuan khusus, di luar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja.
Termasuk dalam
pemeriksaan tujuan tertentu ini adalah pemeriksaan atas hal-hal yang berkaitan
dengan keuangan
dan bersifat investigatif ataupun audit ketaatan tertentu.
Audit Investigasi
Audit investigasi adalah kegiatan pemeriksaan dengan lingkup tertentu,
periodenya tidak
dibatasi, lebih spesifik pada area-area pertanggungjawaban yang diduga
mengandung inefisiensi
atau indikasi penyalahgunaan wewenang, dengan hasil audit berupa
rekomendasi untuk
ditindaklanjuti bergantung pada derajat penyimpangan wewenang yang
ditemukan. Tujuan audit
investigasi adalah mengadakan temuan lebih lanjut atas temuan audit
sebelumnya, serta
melaksanakan audit untuk membuktikan kebenaran berdasarkan
pengaduan atau informasi
masyarakat. Tanggung jawab pelaksanaan audit investigasi terletak pada
lembaga audit atau
satuan pngawas. Prosedur atau teknik audit investigasi mengacu pada
standar audit serta
disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi. Laporan audit investigasi
menetapkan siapa yang
terlibat atau bertanggung jawab, dan ditandatangani oleh kepala
lembaga/satuan audit. Adapun
sumber informasi audit investigasi adalah:
1. Pengembangan temuan audit sebelumnya,
2. Adanya pengaduan dari masyarakat,
3. Adanya permintaan dari dewan komisaris atau DPR untuk melaukan audit,
misalnya
karena adanya dugaan manajemen/pejabat melakukan penyelewengan.
Program audit untuk audit investigasi umumnya sulit untuk ditetapkan terlebih
dahulu atau
dibakukan. Kalau audit investigasi yang dilaksanakan merupakan
pengembangan temuan audit sebeumnya, seperti financial audit
dan
operational audit, auditor dapat menyusun langkah audit yang
dilaksanakan
meskipun terkadang setelah dilaksanakan masih banyak mengalami
penyesuaian atau
perubahan.
Adapun hasil audit investigasi pada umumnya dapat disimpulkan berikut ini:
1. Apa yang dilaporkan masyarakat tidak terbukti.
2. Apa yang
aturan atau diadukan terbukti, misalnya terjadi penyimpangan dari suatu
ketentuan yang berlaku, namun tidak merugikan negara atauperusahaan.
dilakukan
3. Terjadi kerugian bagi perusahaan akibat perbuatan melanggara hukum yang
oleh karyawan.

4. Terjadi dan
negara, ketekoran/kekurangan kas atau persediaan barang milik
bendaharawan tidak dapat membuktikan bahwa kekurangan
tersebut diakibatkan bukan karena kesalahan atau kelalaian
bendaharawan.
5. Terjadi
yang lahirkerugian negara akibat terjai wanprestasi atau kerugian dari perikatan
dari undang-undang.
lainnya.
6. Terjadi kerugian negara akibat perbuatan melawan hukum dan tindak pidana
Laporan audit investigasi bersifat rahasia, tertutama apabila laporan tersebut
akan diserahkan
kepada kejaksaan. Dalam menyusun laporan, auditor tetap menggunakan asas
praduga tidak
bersalah. Pada umunya audit investigasi berisi; dasar audit, temuan audit, tindak
lanjut dan saran
sedangkan laporan audit yang akan diserahkan keada kejakasaan, temuan audit
memuat: modus
operandi, sebab terjadinya penyimpangan, bukti yang diperoleh dan kerugian
yang ditimbulkan.
Audit Ketaatan
Audit ketaatan bertujuan untuk menentukan apakah auditan telah memenuhi
atau mengikuti
prosedur dan peraturan tertentu yang telah ditetapkan.
Contoh dari audit ketaatan adalah audit pajak penghasilan dengan
tujuan apakah auditan telah memenuhi peraturan perpajakan
dalam menghitung
besarnya pajak yang terhutang.
Bab II. Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP)

Standar
2.1. Kegiatan Pengelolaan Puskesmas
Pengelola Puskesmas menjamin efektivitas dan efisiensi dalam mengelola upaya dan
kegiatan sejalan dengan tata nilai, visi, misi, tujuan, tugas pokok dan fungsi Puskesmas,
Pengorganisasian Puskesmas

Kriteria
2.1.1.Struktur organisasi pengelola ditetapkan dengan kejelasan tugas dan tanggung jawab, ada
alur kewenangan dan komunikasi, kerjasama, dan keterkaitan dengan pengelola yang lain.

Maksud dan Tujuan:


Dalam mengemban tugas pokok dan fungsi, perlu disusun pengorganisasian yang jelas di
Puskesmas, sehingga setiap karyawan yang memegang posisi baik pimpinan,
Penanggungjawab maupun pelaksana akan melakukan tugas sesuai dengan tanggung jawab
dan kewenangan yang diberikan.

Elemen Penilaian:
1. Ada struktur organisasi Puskesmas yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.
2. Pimpinan Puskesmas menetapkan Penanggungjawab Upaya Puskesmas
3. Ditetapkan alur komunikasi dan koordinasi pada posisi-posisi yang ada pada struktur.

Kriteria
2.1.2. Kejelasan tugas, peran, dan tanggung jawab pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab dan
karyawan.

Maksud dan Tujuan:


Dengan adanya uraian tugas, tangggung jawab, dan kewenangan, pimpinan Puskesmas,
Penanggungjawab Upaya Puskesmas dan pelaksana kegiatan Puskesmas akan dapat
melakukan pekerjaan dengan tepat, efektif dan efisien.

Elemen Penilaian :
1. Ada uraian tugas, tanggung jawab dan kewenangan yang berkait dengan struktur
organisasi Puskesmas
2. Pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab Upaya Puskesmas, dan
karyawan memahami tugas, tanggung jawab dan peran dalam penyelenggaraan
Upaya Puskesmas.
3. Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan uraian tugas

Kriteria
2.1.3. Struktur organisasi pengelola dikaji ulang secara reguler dan kalau perlu dilakukan
perubahan
.
Maksud dan Tujuan:
Evaluasi terhadap struktur perlu dilakukan secara periodik untuk menyempurnakan struktur
yang ada agar sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan.
Elemen Penilaian:
1. Dilakukan kajian terhadap struktur organisasi Puskesmas secara periodik
2. Hasil kajian ditindak lanjuti dengan perubahan/penyempurnaan struktur
Kriteria
2.1.4. Pengelola dan pelaksana Puskesmas memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan dan
ada rencana pengembangan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Maksud dan Tujuan


Kinerja Puskesmas hanya dapat dicapai secara optimal jika dilakukan oleh SDM yang
kompeten baik pengelola, Penanggungjawab upaya maupun pelaksana kegiatan. Pola
Ketenagaan Puskesmas perlu disusun berdasarkan kebutuhan dan/atau beban kerja.

Elemen Penilaian:
1. Ada kejelasan persyaratan/standar kompetensi sebagai Pimpinan Puskesmas,
Penanggungjawab Upaya Puskesmas, dan Pelaksana Kegiatan.
2. Ada rencana pengembangan pengelola Puskesmas dan karyawan sesuai dengan standar
kompetensi.
3. Ada pola ketenagaan Puskesmas yang disusun berdasarkan kebutuhan
4. Ada pemeliharaan catatan/dokumen sesuai dengan kompetensi, pendidikan, pelatihan,
keterampilan dan pengalaman
5. Ada dokumen bukti kompetensi dan hasil pengembangan pengelola dan pelaksana pelayanan
6. Ada evaluasi penerapan hasil pelatihan terhadap pengelola dan pelaksana pelayanan

Kriteria
2.1.5. Karyawan baru harus mengikuti orientasi supaya memahami tugas pokok dan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Karyawan wajib mengikuti kegiatan pendidikan dan
pelatihan yang dipersyaratkan untuk menunjang keberhasilan Upaya Puskesmas.

Maksud dan Tujuan


Agar memahami tugas, peran, dan tanggung jawab, karyawan baru baik yang diposisikan
sebagai Pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab Upaya Puskesmas maupun Pelaksana
kegiatan harus mengikuti orientasi dan pelatihan yang dipersyaratkan.

Elemen Penilaian:
1. Ada ketetapan persyaratan bagi Pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab Upaya Puskesmas
dan Pelaksana kegiatan yang baru untuk mengikuti orientasi dan pelatihan.
2. Ada kegiatan orientasi atau pelatihan bagi karyawan baru baik Pimpinan Puskesmas,
Penanggungjawab upaya, maupun Pelaksana kegiatan dan tersedia kurikulum sesuai upaya.
3. Ada kesempatan bagi Pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab Upaya Puskesmas, maupun
Pelaksana kegiatan untuk mengikuti seminar atau kesempatan untuk meninjau pelaksanaan di
tempat lain.
Pengelolaan Puskesmas

Kriteria
2.1.6. Pimpinan Puskesmas menetapkan visi, misi, tujuan, dan tata nilai dalam
penyelenggaraan Puskesmas yang dikomunikasikan kepada semua pihak yang terkait
dan kepada pengguna pelayanan dan masyarakat.

Maksud dan Tujuan:


Kegiatan penyelenggaraan Puskesmas harus dipandu oleh visi, misi, tujuan dan tata nilai yang
ditetapkan oleh Pimpinan Puskesmas agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Setiap karyawan diharapkan memahami visi, misi, tujuan dan tata nilai, dan diterapkan dalam
kegiatan penyelenggaraan Puskesmas.

Elemen Penilaian:
1. Ada kejelasan visi, misi, tujuan, dan tata nilai Puskesmas yang menjadi acuan penyelenggara
pelayanan, upaya dan kegiatan Puskesmas
2. Ada mekanisme untuk mengkomunikasikan tata nilai dan tujuan Puskesmas kepada
pelaksana pelayanan, dan masyarakat
3. Ada mekanisme untuk meninjau ulang tata nilai dan tujuan , serta menjamin bahwa tata nilai
dan tujuan relevan dengan kebutuhan dan harapan pengguna pelayanan
4. Ada mekanisme untuk menilai apakah kinerja Puskesmas sejalan dengan visi, misi, tujuan
dan tata nilai Puskesmas.

Kriteria
2.1.7. Pimpinan Puskesmas menunjukkan arah strategi dalam pelaksanaan pelayanan, upaya dan
kegiatan Puskesmas, dan bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan, kualitas kinerja,
dan terhadap penggunaan sumber daya.

Maksud dan Tujuan:


Pimpinan mempunyai kewajiban untuk memberikan arahan dan dukungan bagi karyawan
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Arahan dan dukungan dapat diberikan
dalam bentuk kebijakan lokal, pertemuan-pertemuan, maupun konsultasi dan pembimbingan
oleh pimpinan.

Elemen Penilaian:
1. Ada mekanisme yang jelas bahwa Pimpinan Puskesmas mengarahkan dan mendukung
Penanggungjawab upaya dan pelaksana dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab
mereka.
2. Ada mekanisme penelusuran kinerja pelayanan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
3. Ada struktur organisasi Penanggungjawab upaya yang efektif.
4. Ada mekanisme pencatatan dan pelaporan yang dibakukan.

Kriteria
2.1.8 Puskesmas memfasilitasi pembangunan yang berwawasan kesehatan, dan pemberdayaan
masyarakat dalam upaya kesehatan di wilayah kerja Puskesmas mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan.
Maksud dan Tujuan:
Memfasilitasi pembangunan yang berwawasan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
merupakan fungsi Puskesmas dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan di wilayah
kerja. Fungsi tersebut tercermin dalam perencanaan dan pelaksanaan upaya Puskesmas.
Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan mulai dari pelaksanaan survei mawas diri,
perencanaan upaya kegiatan, monitoring dan evaluasi upaya kegiatan Puskesmas

Elemen Penilaian:
1. Ada kejelasan tanggung-jawab Pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab Upaya Puskesmas
dan pelaksana kegiatan untuk memfasilitasi kegiatan pembangunan berwasaran kesehatan
dan pemberdayaan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi,
2. Ada mekanisme yang jelas untuk memfasilitasi peran serta masyarakat dalam pembangunan
berwawasan kesehatan dan Upaya Puskesmas,
3. Ada komunikasi yang efektif dengan masyarakat dalam penyelenggaraan Upaya Puskesmas

Kriteria
2.1.9. Pimpinan Puskesmas dan Penanggungjawab Upaya Puskesmas menunjukkan kepemimpinan
untuk melaksanakan strategi, mendelegasikan wewenang apabila meninggalkan tugas dan
memberikan pengarahan dalam pelaksanaan kegiatan, sesuai dengan tata nilai, visi, misi,
tujuan Puskesmas.

Maksud dan Tujuan:


Akuntabilitas merupakan bentuk tanggung jawab pengelola Puskesmas dalam melaksanakan
upaya dan kegiatan Puskesmas sesuai dengan rencana yang disusun. Akuntabilitas
ditunjukkan dalam pencapaian kinerja dengan menggunakan indikator-indikator yang telah
ditetapkan. Penanggungjawab Upaya Puskesmas mempunyai kewajiban untuk
mempertanggung jawabkan pencapain kinerja Upaya Puskesmas kepada Pimpinan
Puskesmas dan melakukan tindak lanjut untuk perbaikan.

Elemen Penilaian:
1. Dilakukan kajian secara periodik terhadap akuntabilitas Penanggungjawab Upaya Puskesmas
oleh Pimpinan Puskesmas untuk mengetahui apakah tujuan pelayanan tercapai dan tidak
menyimpang dari visi, misi, tujuan, kebijakan Puskesmas, maupun strategi pelayanan,
2. Ada kriteria yang jelas dalam pendelagasian wewenang dari Pimpinan dan/atau
Penanggungjawab Upaya Puskesmas kepada Pelaksana Kegiatan
apabila meninggalkan tugas,
3. Ada mekanisme untuk memperoleh umpan balik dari pelaksana kegiatan kepada
Penanggungjawab Upaya Puskesmas dan Pimpinan Puskesmas untuk perbaikan
kinerja upaya untuk ditindak lanjuti,

Kriteria
2.1.10. Pimpinan Puskesmas dan Penanggungjawab Upaya Puskesmas membina tata hubungan
kerja dengan pihak terkait baik lintas upaya maupun lintas sektoral. Adanya cara yang
dilakukan dalam membina tata hubungan kerja untuk mencapai tujuan keberhasilan
pelayanan.
Maksud dan Tujuan:
Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan
sendiri, upaya kesehatan perlu didukung oleh sektor di luar kesehatan, demikian juga
pembangunan berwawasan kesehatan harus dipahami oleh sektor terkait.

Mekanisme pembinaan, komunikasi, dan koordinasi perlu ditetapkan dengan prosedur yang
jelas, misalnya melalui pertemuan/lokakarya lintas sektoral.

Elemen Penilaian:
1. Pihak-pihak yang terkait dalam penyelenggaraan Upaya Puskesmas dan kegiatan pelayanan
Puskesmas diidentifikasi
2. Peran dari masing-masing pihak ditetapkan
3. Dilakukan pembinaan, komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait
4. Dilakukan evaluasi terhadap peran serta pihak terkait dalam penyelenggaraan Upaya
Puskesmas

Kriteria
2.1.11. Pedoman dan prosedur penyelenggaraan Upaya Puskesmas dan kegiatan pelayanan
Puskesmas disusun, didokumentasikan, dan dikendalikan. Semua rekaman hasil pelaksanaan
Upaya Puskesmas dan kegiatan pelayanan dikendalikan.

Maksud dan Tujuan:


Untuk memastikan bahwa upaya dan kegiatan terlaksana secara konsisten dan reliabel, perlu
disusun pedoman kerja dan prosedur kerja. Pedoman kerja dan prosedur disusun tidak hanya
untuk penyelenggaraan upaya tetapi juga pedoman kerja untuk peningkatan mutu.
Prosedur kerja perlu didokumentasikan dengan baik dan dikendalikan, demikian juga rekaman
sebagai bentuk pelaksanaan prosedur juga harus dikendalikan sebagai bukti pelaksanaan
kegiatan.

Elemen Penilaian:
1. Ada panduan (manual) mutu dan/atau panduan mutu kinerja Puskesmas
2. Ada pedoman atau panduan kerja penyelenggaraan tiap Upaya Puskesmas dan kegiatan
pelayanan Puskesmas
3. Ada prosedur pelaksanaan upaya kegiatan Puskesmas sesuai kebutuhan
4. Ada Kebijakan, prosedur yang jelas untuk pengendalian dokumen dan pengendalian rekaman
pelaksanaan kegiatan.
5. Ada mekanisme yang jelas untuk menyusun pedoman dan prosedur

Kriteria
2.1.12. Komunikasi internal antara Pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab dan Pelaksana Upaya
Puskesmas dan kegiatan pelayanan Puskesmas, dilaksanakan agar upaya dan kegiatan
Puskesmas dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Maksud dan Tujuan:


Untuk melaksanakan upaya kegiatan Puskesmas secara efektif dan efisien, Pimpinan
Puskesmas perlu melakukan komunikasi internal dengan Penanggungjawab, Pelaksana
kegiatan. Komunikasi internal dapat dilakukan dalam bentuk pertemuan-pertemuan yang
diselenggarakan secara periodik maupun sesuai kebutuhan, dan menggunakan media dan
tehnologi komunikasi yang tersedia.

Elemen Penilaian :
1. Ada ketetapan tentang pelaksanaan komunikasi internal di semua tingkat manajemen.
2. Ada prosedur komunikasi internal.
3. Komunikasi internal dilakukan untuk koordinasi dan membahas pelaksanaan dan
permasalahan dalam pelaksanaan upaya/kegiatan Puskesmas
4. Komunikasi internal dilaksanakan dan didokumentasikan
5. Ada tindak lanjut yang nyata terhadap rekomendasi hasil komunikasi internal.

Kriteria
2.1.13. Lingkungan kerja dikelola untuk meminimalkan risiko bagi pengguna Puskesmas dan
karyawan.

Maksud dan Tujuan:


Dalam pelaksanaan upaya dan kegiatan Puskesmas diupayakan agar tidak berdampak negatif
terhadap lingkungan. Kajian perlu dilakukan untuk menilai sejauh mana dampak negatif
mungkin terjadi sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan dan pencegahan.
Lingkungan kerja meliputi kondisi-kondisi pekerjaan termasuk kondisi fisik, lingkungan dan
faktor-faktor lain seperti kebisingan, temperatur, kelembaban, pencahayaan atau cuaca
terhadap keamanan gangguan lingkungan

Elemen Penilaian:
1. Ada kajian dampak kegiatan Puskesmas terhadap gangguan/dampak negatif terhadap
lingkungan
2. Ada ketentuan tertulis tentang pengelolaan risiko akibat upaya dan kegiatan Puskesmas.
3. Ada evaluasi dan tindak lanjut terhadap gangguan/dampak negatif terhadap
lingkungan, untuk mencegah terjadinya dampak tersebut.

Kriteria
2.1.14. Pimpinan Puskesmas dan Penanggungjawab Upaya Puskesmas secara teratur melakukan
penilaian kinerja pengelolaan dan pelaksanaan upaya dan kegiatan Puskesmas.

Maksud dan Tujuan:


Pimpinan Puskesmas dan Penanggungjawab Upaya Puskesmas mempunyai kewajiban untuk
melakukan monitoring dan penilaian terhadap pencapaian kinerja agar upaya kegiatan
dilaksanakan sesuai dengan rencana yang disusun.

Elemen Penilaian:
1. Ada mekanisme untuk melakukan penilaian kinerja yang dilakukan oleh Pimpinan
Puskesmas dan Penanggungjawab Upaya Puskesmas dan kegiatan pelayanan Puskesmas.
2. Penilaian kinerja difokuskan untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan upaya dan kegiatan.
3. Pimpinan Puskesmas menetapkan tahapan cakupan upaya untuk mencapai indikator untuk
mengukur kinerja Puskesmas sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota
4. Monitoring dan Penilaian Kinerja dilakukan oleh Pimpinan Puskesmas dan
Penanggungjawab Upaya Puskesmas untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan upaya/
kegiatan.
5. Ada tindak lanjut terhadap hasil penilaian kinerja Puskesmas.

Pengelolaan keuangan pelayanan


Kriteria
2.1.15. Pimpinan Puskesmas dan Penanggungjawab Upaya Puskesmas menunjukkan
profesionalisme dalam mengelola keuangan pelayanan.

Maksud dan Tujuan:


Anggaran yang tersedia di Puskesmas baik untuk pelayanan di dalam gedung Puskesmas,
maupun untuk pelaksanaan upaya kegiatan Puskesmas perlu dikelola dengan baik untuk
akuntabilitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran.

Elemen Penilaian:
1. Pimpinan Puskesmas mengikutsertakan Penanggungjawab Upaya Puskesmas dan
pelaksana dalam pengelolaan anggaran Puskesmas mulai dari perencanaan anggaran,
penggunaan anggaran maupun monitoring penggunaan anggaran
2. Ada kejelasan tanggung-jawab pengelola keuangan Puskesmas
3. Ada kejelasan mekanisme penggunaan anggaran dalam pelaksanaan upaya dan
kegiatan
4. Ada kejelasan pembukuan
5. Ada mekanisme untuk melakukan audit penilaian kinerja pengelola keuangan
Puskesmas
6. Ada hasil audit/penilaian kinerja keuangan

Kriteria
2.1.16. Pengelolaan keuangan Puskesmas sesuai dengan peraturan yang berlaku

Maksud dan Tujuan:


Untuk menegakkan akuntabilitas keuangan, maka pengelolaan keuangan Puskesmas perlu
dilakukan secara transparan, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Untuk Puskesmas yang menerapkan PPK BLUD harus mengikuti peraturan perundangan
dalam pengelolaan keuangan BLUD dan menerapkan Standar Akuntansi Profesi (SAP).

Elemen Penilaian:
1. Ditetapkan Petugas Pengelola Keuangan
2. Ada uraian tugas dan tanggung jawab pengelola keuangan.
3. Pengelolaan keuangan sesuai dengan standar, peraturan yang berlaku dan rencana
anggaran yang disusun sesuai dengan rencana operasional
4. Laporan dan Pertanggung jawaban keuangan dilaksanakan sesuai ketentuan yang
berlaku
5. Dilakukan audit terhadap pengelolaan keuangan dan hasilnya ditindak lanjuti

Pengelolaan Data dan Informasi di Puskesmas (Puskesmas sebagai bank data)


Kriteria
2.1.17. Dalam menjalankan fungsi Puskesmas, harus tersedia data dan informasi di Puskesmas yang
digunakan untuk pengambilan keputusan baik untuk peningkatan pelayanan di Puskesmas
maupun untuk pengambilan keputusan di tingkat kabupaten.

Maksud dan Tujuan:


Pengambilan keputusan dalam upaya meningkatkan status kesehatan masyarakat perlu
didukung oleh ketersediaan data dan informasi. Data dan informasi tersebut digunakan baik
untuk pengambilan keputusan di Puskesmas dalam peningkatan pelayanan maupun
pengembangan upaya-upaya kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maupun
pengambilan keputusan pada tingkat kebijakan di Dinas Kesehatan.
Data dan informasi tersebut meliputi minimal: data wilayah kerja yang menjadi tanggung
jawab, demografi, budaya dan kebiasaan masyarakat, pola penyakit terbanyak, surveilans
epidemiologi, evaluasi dan pencapaian kinerja pelayanan, evaluasi dan pencapaian kinerja
upaya, dan data dan informasi lain yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Provinsi
dan Kementerian Kesehatan. (sesuai kebutuhan).

Elemen penilaian:
1. Dilakukan identifikasi data dan informasi yang harus tersedia di Puskesmas
2. Tersedia prosedur pengumpulan, penyimpanan, dan retriving (pencarian kembali) data
3. Tersedia prosedur analisis data untuk diproses menjadi informasi
4. Tersedia prosedur pelaporan dan distribusi informasi kepada pihak-pihak yang
membutuhkan dan berhak memperoleh informasi
5. Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap pengelolaan data dan informasi

Standar
2.2. Hak dan Kewajiban Pengguna Puskesmas
Adanya kejelasan hak dan kewajiban pengguna Puskesmas
Hak dan kewajiban pengguna Puskesmas

Kriteria
2.2.1. Hak dan kewajiban pengguna Puskesmas ditetapkan dan disosialisasikan kepada
masyarakat dan semua pihak yang terkait, dan tercermin dalam kebijakan dan prosedur
penyelenggaraan Puskesmas

Maksud dan Tujuan:


Keberadaan Puskesmas dalam mengemban misi dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat harus berfokus pada pelanggan. Pengelola dan Pelaksana Puskesmas perlu
memahami dan memperhatikan hak dan kewajiban pengguna Puskesmas dalam
penyelenggaraan pelayanan dan pelaksanaan Upaya Kegiatan.

Elemen Penilaian:
1. Ada kejelasan hak dan kewajiban pengguna Puskesmas.
2. Ada sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terkait tentang hak dan kewajiban
mereka.
3. Ada kebijakan dan prosedur pemyelenggaraan Puskesmas mencerminkan pemenuhan
terhadap hak dan kewajiban pengguna.

Kriteria
2.2.2. Adanya aturan (code of conduct) yang jelas untuk mengatur perilaku Pimpinan Puskesmas,
Penanggungjawab Upaya Puskesmas dan Pelaksana dalam proses penyelenggaraan upaya
kegiatan Puskesmas. Aturan tersebut mencerminkan tata nilai, visi, misi, dan tujuan
Puskesmas serta tujuan upaya kegiatan.

Maksud dan Tujuan:


Perlu disusun aturan (code of conduct) yang mengatur perilaku Pimpinan Puskesmas,
Penanggungjawab Upaya Puskesmas dan Pelaksana upaya/kegiatan yang sesuai dengan tata
nilai, visi, misi, dan tujuan Puskesmas.

Elemen Penilaian:
1. Ada aturan yang disepakati bersama oleh Pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab Upaya
Puskesmas dan Pelaksana dalam melaksanakan upaya dan kegiatan Puskesmas,
2. Aturan tersebut sesuai dengan visi, misi, tata nilai, dan tujuan Puskesmas.

Standar
2.3. Kontrak pihak ketiga
Jika sebagian kegiatan dikontrakkan kepada pihak ketiga, pengelola menjamin bahwa
penyelenggaraan oleh pihak ketiga memenuhi standar yang ditetapkan.

Kriteria
2.3.1. Adanya dokumen kontrak yang jelas dengan pihak ketiga yang ditanda-tangani oleh pihak
ketiga dan pengelola dengan spesifikasi pekerjaan yang jelas dan memenuhi standar yang
berlaku.

Maksud dan Tujuan:


Jika ada kewenangan pada pengelola Puskesmas untuk mengontrakkan sebagian kegiatan
kepada pihak ketiga, maka pengelola Puskesmas proses kontrak harus mengikuti peraturan
perundangan yang berlaku, dan menjamin bahwa kegiatan yang dikontrakkan pada pihak
ketiga tersebut dilaksanakan sesuai dengan rencana dan menaati peraturan perundangan yang
berlaku.

Elemen Penilaian:
1. Ada penunjukkan secara jelas petugas pengelola kontrak kerja (Perjanjian Kerja Sama)
2. Ada dokumen kontrak yang jelas dan sesuai dengan peraturan yang berlaku
3. Dalam dokumen kontrak ada kejelasan, kegiatan yang harus dilakukan, peran dan tanggung
jawab masing-masing pihak, personil yang melaksanakan kegiatan, kualifikasi, indikator dan
standar kinerja, masa berlakunya kontrak, proses kalau terjadi perbedaan pendapat, termasuk
bila terjadi pemutusan hubungan kerja

Kriteria
2.3.2. Kinerja pihak ketiga dalam penyelenggaraan pelayanan dimonitor dan dievaluasi
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan ditindak-lanjuti.

Maksud dan Tujuan:


Kinerja pihak ketiga harus dimonitor untuk menilai kesesuai terhadap perjanjian kontrak dan
rencana kegiatan yang ditetapkan dengan menggunakan indikator penilaian yang jelas. Hasil
penilaian harus ditindaklanjuti untuk menjamin tujuan upaya kegiatan tercapai secara efektif
dan efisien.
Elemen Penilaian:
1. Ada kejelasan indikator dan standar kinerja pada pihak ketiga dalam melaksanakan kegiatan.
2. Dilakukan monitoring dan evaluasi oleh pengelola pelayanan terhadap pihak ketiga
berdasarkan indikator dan standar kinerja,
3. Ada tindak lanjut terhadap hasil monitoring dan evaluasi

Standar
2.4. Pemeliharaan sarana dan prasarana
Sarana dan peralatan Puskesmas harus dipelihara agar dapat digunakan sesuai
kebutuhan dan sesuai peraturan yang berlaku

Kriteria.
2.4.1. Pemeliharaan sarana dan peralatan Puskesmas dilaksanakan dan didokumentasikan secara
jelas dan akurat.

Maksud dan Tujuan:


Untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan maupun penyelenggaraan upaya dan kegiatan perlu
didukung oleh ketersediaan sarana dan peralatan yang siap pakai dan terpelihara dengan baik.
Seluruh sarana dan peralatan yang ada perlu diinventarisasi dan diperiksa ulang apakah
kondisi memenuhi syarat dan jumlah serta jenis sesuai dengan standar sarana dan peralatan
Puskesmas.
Upaya pemeliharaan sarana dan peralatan perlu disusun dan dilaksanakan secara konsisten
agar pelayanan dan penyelenggaraan upaya kegiatan Puskesmas berjalan dengan lancar dan
tidak terjadi hambatan akibat ketidak sediaan sarana dan peralatan yang siap pakai

Elemen Penilaian:
1. Ditetapkan Penanggungjawab barang inventaris Puskesmas
2. Ada daftar inventaris sarana dan peralatan Puskesmas yang digunakan untuk pelayanan
maupun untuk penyelenggaraan upaya.
3. Ada upaya kerja pemeliharaan sarana dan peralatan Puskesmas
4. Pelaksanaan pemeliharaan sarana dan peralatan sesuai upaya kerja
5. Ada tempat penyimpanan/gudang sarana dan peralatan yang memenuhi persyaratan.
6. Ada upaya kerja kebersihan lingkungan Puskesmas
7. Pelaksanaan kebersihan lingkungan Puskesmas sesuai dengan upaya kerja.
8. Ada upaya kerja perawatan kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.
9. Pelaksanaan pemeliharaan kendaraan sesuai upaya kerja
10. Pencatan dan pelaporan barang inventaris.

Anda mungkin juga menyukai