Anda di halaman 1dari 34

DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI

Ditulis pada 11 Juni 2013

A. DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen,


dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen
berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja,
sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi
formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.

1.Formalisasi
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan
dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat
prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan
demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja.
Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang
tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.

2.Sentralisasi
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana
kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan
sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi
kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin
besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar
sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.

3.Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan
atau unit yang berbeda dalam organisasi.

B. DEPARTEMENTALISASI

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan.


Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi fungsi yang sama atau kegiatan


kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali
merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.

kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan
kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian
organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.

Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan


konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang
berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih
sempit serta kurang inofatif.
Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi
atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi
divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau
sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).

Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai
teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain
dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah ,
kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah
pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana
satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

C. MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI


Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi
Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

1. Desain Organisasi Mekanistik.


Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut
dan sanksi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan
cenderung terganggu tidak akurat.
Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan
metode departemental.
Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi
kelompok.
Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2. Desain Orgranisasi Orgranik.


Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan
bawahan dalam segala persoalan.
Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas
keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi
tujuan dan metode partemental.
Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran
yang tinggi dan realistis.
Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan
pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik
melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik
lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

D.IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI


Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada
teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia
kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi
tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.

-referensi
1.http://nonasakurahanami.blogspot.com/2012/11/desain-dan-struktur-organisasi_6.html
2.http://philipus-k-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-68321-Umum-Penataan%20Struktur
%20dan%20Desain%20Organisasi.html
3.http://raitosun.blogspot.com/2012/03/model-desain-organisasi.html
Presentasi berjudul: "Materi : 4 DIMENSI STRUKTUR
ORGANISASI. 3 Dimensi struktur organisasi Kompleksitas
Formalisasi Sentralisasi." Transcript presentasi:
1 Materi : 4 DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI

2 3 Dimensi struktur organisasi Kompleksitas Formalisasi Sentralisasi

3 Kompleksitas : Kompleksitas, mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam


organisasi termasuk di dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah
tingkatan di dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar
secara geografis. Diffrensiasi : a. Diffrensiasi horizontal -> merujuk pada tingkat diffrensiasi
antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggota, sifat dari tugas yang dilaksanakan, dan
tingkat pendidikan dan pelatihannya.

4 Spesialisasi : pengelompokkan aktivitas tertentu yang dilakukan satu individu Spesialisasi


fungsional = pembagian kerja Spesialisasi sosial individunya yang dispesialisasi
Departementalisasi : cara organisasi secara khas mengkoordiinasikan aktivitas yang telah
dideferensiasi secara horizontal. Misal : Berdasarkan fungsi; geografis;produk; proses

5 b. Diffrensiasi vertical - merujuk pada kedalaman struktur Misal : organisasi berbentuk tall
atau flat, tergantung dari rentang kendali (span of control) c. Diferensiasi tingkat sejauh mana
lokasi dari kantor,pabrik, dan personaliaSpasial sebuah organisasi tersebar secara geografis.

6 Kesimpulan: Organisasi tall atau flat selain ditentukan oleh besaran organisasi juga oleh jenis
pekerjaan dan karakteristik individu pemegang tugas. Makin tinggi kompleksitas, maka perhatian
terhadap masalah- masalah komunikasi, koordinasi dan kontrol makin besar.

7 FORMALISASI B. Formalisasi, yaitu sejauhmana organisasi menyandarkan dirinya pada


peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya. Keuntungan adanya
standarisasi : Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman Memudahkan koordinasi
Adanya penghematan

8 Formalisasi a. Bersifat eksternal bagi pegawai ->peraturan, prosedur, dan aturan ditetapkan
secara terinci, dikodifikasi, & dilaksanakan melalui pengawasan langsung. b. Perilaku yang
diinternalkan, melalui nilai, norma Pola perilaku yg diharapkan bagi pekerjaan & Organisasi.
Misal :melalui pelatihan & budaya organisasi

9 Teknik-teknik Formalisasi Seleksi Persyaratan peran Peraturan, prosedur, dan kebijaksanaan.


Pelatihan Ritual.
10 Hubungan Formalisasi dan Kompleksitas Difrensiasi horizontal tinggi -> pembagian kerja
bagi pegawai tidak terampil -> Formalisasi tinggi Diffrensiasi horizontal tinggi -> pegawai
professional -> Formalisasi rendah

11 Sentralisasi Sentralisasi, tingkat di mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu


titik tunggal di dalam organisasi Sentralisasi Desentralisasi Hambatan sentralisasi : Hanya
memperhatikan struktur formal. Memperhatikan kebebasan dalam pengambilan keputusan.
Konsentrasi pada seseorang, unit atau tingkat. Kontrol dari top manajemen, tetapi keputusan
tetap terletak pada anggota tingkat rendah.

12 Keuntungan desentralisasi : setiap manajer mempunyai keterbatasan terhadap jumlah


informasi Dapat menanggapi perubahan dengan cepat. Memberi masukan lebih rinci bagi
pengambil keputusan. Memotivasi pegawai untuk memberi kesempatan dlm pengambilan
keputusan. Memberi peluang pelatihan bagi manajer tingkat rendah. Keuntungan sentralisasi :
Keputusan komprehensif yang akan diambil. Penghematan dan lebih efektif

13 Hubungan sentralisasi, Kompleksitas dan Formalisasi Hubungan Sentralisasi, Kompleksitas


dan Formalisasi Kompleksitas -> Desentralisasi Formalisasi -> sentralisasi ( pekerja tidak
trampil) Formalisasi -> desentralisasi (pekerja profesional)
Presentasi berjudul: "Achmad Rozi El EROY. adalah suatu
proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan
dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan
diantara." Transcript presentasi:
1 Achmad Rozi El EROY

2 adalah suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta
membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi
dapat dicapai dengan efisien

3 1. Manusia 2. Tujuan tertentu 3. Pembagian tugas-tugas 4. Sebuah sistem untuk


mengkoordinasi tugas- tugas 5. Sebuah batas yang dipatok, yang menunjukkan pihak yang
berada di luarnya

4 1. Melaksanakan refleksi tentang rencana-rencana dan sasaran-sasaran 2. Menetapkan tugas


pokok 3. Membagi tugas-tugas pokok menjadi tugas- tugas bagian ( subtasks) 4. Mengalokasi
sumber-sumber daya dan penunjuk-penunjuk untuk tugas-tugas bagian 5. Mengevaluasi hasil-
hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan

5 adalah mekanisme-mekanisme menunjukkan kerangka danformal dengan mana organisasi


dikelola susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan, diantara fungsi-fungsi, bagian-
bagian, atau posisi-posisi, maupun orang-orang yg menunjukkan kedudukan, tugas wewenang
dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam struktur ini mengandung unsur-unsur
spesialisasisuatu organisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi
dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja

6 1. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya 2. Teknologi yang digunakan 3. Anggota


(karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi 4. Ukuran organisasi

7 1. Spesialisasi kerja sejauh mana suatu tugas dibagi menjadi pekerjaan yang terpisah-pisah
2. dasar yang digunakan untuk mengelompokkan secaraDepartementalisasi garis
yangbersama pekerjaan-pekerjaan yang sama 3. Rantai komando menjelaskan siapa yang
melapor pada siapa dari seluruh struktur organisasi dari atas sampai bawah
8 jumlah4. Rentang kendali individu yang menjadi tanggung jawab seorang manajer 5.
Koordinasi prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan kerjakegiatan letak
wewenangdalam organisasi 6. Sentralisasi dan desentralisasi tingkatpengambilan keputusan
dalam organisasi 7. Formalisasi penggunaan peraturan dan keputusan untuk mengelola
pekerjaan

9 ORGANISASI BARU ORGANISASI BARU DGN PERTUMBUHAN Pemilik-Pimpinan


Manufaktur Pemasaran Karyawan Karyawan Karyawan

10 Organisasi tinggi dg 7 tingkatan Organisasi lebar 3 tingkatan (tall organization) (flat


organization)

11 Dalam implementasi strategi maka langkah pertama adalah menyesuaikan struktur


organisasi Perubahan lingkungan memungkinkandengan strategi yang dipilih organisasi
merubah struktur organisasinya dari waktu ke waktu Bentuk Struktur Struktur Fungsional
struktur organisasi ada 6 yaitu : Struktur Unit Usaha Struktur Divisional Geografis
Divisional Produk Struktur HorisontalStruktur Matrik

12 DIREKTUR/PIMPINAN PUNCAK Keuangan Operasional SDM Pemasaran Pembelian


Pabrikase Rekayasa Kontrol Riset Distribusi Promosi Kualitas Pasar

13 DIREKTUR UTAMA DIR KEUANGAN DIR OPERASI DIVISI KULKAS DIVISI POMPA
AIR DIVISI TELEVISI Personalia Akuntansi Teknik Pemasaran Operasi/Produksi

14 DIREKTUR UTAMA MAN UMUM MAN UMUM JATIM JATENG SUMATERA


KALIMANTAN TEKNIK PRODUKSI PEMASARAN

15 DIREKTUR UTAMA DIR KEUANGAN DIR OPERASI MANAJER MANAJER


MANAJER SBU-1 SBU-2 SBU-3 DIV-A DIV-B DIV-C DIV-A DIV-B DIV-C

16 PRESIDEN DIREKTUR MANAJER MANAJER MANAJER MANAJER MANAJER


KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D MANAJER STAF STAF STAF STAF
STAF PROYEK-A KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D MANAJER STAF
STAF STAF STAF STAF PROYEK-B KEUANGAN PRODUKSI SDM PEMASARAN R&D
MANAJER STAF STAF STAF STAF STAF PROYEK-C KEUANGAN PRODUKSI SDM
PEMASARAN R&D

17 Manajer Proses-C Manajer Proses-D WAKIL Manajer DIREKTUR Proses-E Manajer Proses-
A WAKIL PRESIDEN DIREKTUR DIREKTUR Manajer Manajer Proses-B WAKIL Proses-F
DIREKTUR Manajer Proses-G
18 SENTRALISASI : wewenang DESENTRALISASI : wewenangkeputusan berada di
manajemen puncak pengambilan keputusan diturunkan kepada level organisasi yang lebih
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SENTRrendah & 1.DESENTR D : 2.
Strategi perusahaan : Besarnya perubahan dan ketudakpastian atau jika inginjika perusahaan
ingin lebih dekat dg konsumen S : jika perusahaan melakukan efisiensimengoptimalkan
pangsa pasar 3. Pada saat atau jika ingin pengambilan keputusan cepat biaya krisis/
menghadapi risiko kegagalan

19 Sentralisasi adalah pemusatan kekuasaan dan wewenang pada tingkatan atas suatu
organisasi Desentralisasi adalah penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan
pembuatan keputusan ke tingkatan-tingkatan organisasi yang lebih rendah

20 Mengurangi beban manajer Memperbaiki pembuatan keputusan karena dilakukan dekat


denganpuncak Meningkatkan latihan, moral dan inisiatif manajemen bawahpermasalahan
Membuat lebih fleksibel dan lebih cepat dalam pengambilan keputusan

21 Filasafat manajemen Strategi dan lingkunganUkuran dan tingkat pertumbuhan


organisasi Tersedianya peralatan Penyebaran geografis organisasi organisasi
Keanekaragaman produk dan Kualitas manajer pengawasan yang efektif Karakteristik-
karakteristik organisasi lainnyajasa

22 Bukan apakah organisasi harus didesentralisasi, tetapi sampai seberapa jauh desentralisasi
perlu Delegasi menyangkut seberapa jauh manajer mendelegasikandilakukan wewenang dan
tanggungjawab kepada bawahan yang secara langsung melapor Desentralisasi merupakan
konsep yang lebih luas yangkepadanya menyangkut seberapa jauh manajemen puncak
mendelegasikan wewenang ke bawah, ke divisi-divisi, cabang-cabang atau satuan-satuan
organisasi tingkat lebih bawah lainnya

23 A. Soal berdasarkan No Induk soal Ganjil B. Soal genap NIM Ganjil Mahasiswa (NIM);
NIM genap Baca buku Teori Organisasi hal.127 Jawablah pertanyaan pada soal tersebut.
Jawaban dibuat dalam bentuk Essay minimal 3 lembar. Soal GenapSoal Ganjil
Presentasi berjudul: "Manajemen Umum PERTEMUAN 7
Pengorganisasian dan Struktur Organisasi RIKA KHARLINA
EKAWATI, S.E., M.T.I." Transcript presentasi:
1 Manajemen Umum PERTEMUAN 7 Pengorganisasian dan Struktur Organisasi RIKA
KHARLINA EKAWATI, S.E., M.T.I.

2 72 Pengorganisasian Proses penciptaan struktur organisasi. Fungsi manajemen yang berkaitan


dengan penetapan tugas-tugas, pengelompokkan tugas- tugas ke dalam departemen dan
pengalokasian sumberdaya, serta penyebaran sumberdaya organisasi untuk meraih tujuan
strategis

3 73 Proses Pengorganisasian

4 74 Definisi Pembagian Kerja Pemecahan tugas kompleks menjadi komponen-


komponen,Pembagian Kerja sehingga setiap orang bertanggung jawab untuk beberapa
aktivitas terbatas bukannya tugas secara keseluruhan

5 75 Definisi Struktur Kerangka kerja formal yang menunjukkanOrganisasi Struktur


Organisasi tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan Kerangka
kerja yang menunjukkan organisasi mendefinisikan pembagian tugas-tugas, penyebaran
sumberdaya, dan koordinasi antar departemen

6 76 Definisi Struktur Penyusunan dan pengubahan strukturOrganisasi Desain Organisasi


Suatu proses yang meliputi keputusan mengenai enam elemenorganisasi Rantai Komando
Departementalisasi Spesialisasi Kerja kunci: Formalisasi Sentralisasi dan Desentralisasi
Rentang Kendali

7 77 Struktur Organisasi Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-Spesialisasi Kerja


Tingkatan dalam tugasbagi menjadi sejumlah pekerjaan tersendiri. organisasi di bagi kedalam
pekerjaan-pekerjaan individual yang lebih Lebih Meningkatkan Produktivitas khusus
Manfaat Spesialisasi Kerja memahami terhadap tugas yang dihadapi

8 78 Struktur Organisasi Dasar yang digunakan untuk mengelompokkan


sejumlahDepartementalisasi Pengelompokkan kegiatan kerja suatupekerjaan menjadi satu
kelompok. organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat
dikerjakan bersama.

9 79 Jenis-jenis Pengelompokkan pekerjaan berdasarkanDepartementalisasi Fungsional


Pengelompokkan pekerjaan berdasarkan linifungsi yang dilakukan Produk Pengelompokkan
pekerjaan berdasarkan wilayah atauproduk Geografi Pengelompokkan pekerjaan berdasarkan
arus produk ataugeografi Proses Pengelompokkan pekerjaan berdasarkan jenis
danpelanggan Pelanggan kebutuhan pelanggan

10 710 Struktur Organisasi Garis wewenang yang tidak terputus yang membentang
dariRantai Komando tingkatan atas organisasi hingga tingkatan paling bawah dan menjelaskan
siapa melapor siapa.

11 711 Struktur Organisasi Hak yang melekat pada posisi manajerial tertentu yang
memberiWewenang tahu orang apa yang harus dilakukan dan mengharapkan orang itu
Kewajiban untuk melaksanakan tugas apamelakukannya. Tanggung Jawab Prinsip manajemen
yangsaja yang dibebankan. Kesatuan Komando menyatakan bahwa tiap-tiap orang harus
melapor kepada satu manajer saja.

12 712 Struktur Organisasi Jumlah karyawan yang dapat dikelola oleh seorangRentang
Kendali Keahlian dan kemampuan Rentang kendali dipengaruhi oleh: manajer.
Karakteristik pekerjaan yang Karakteristik Karyawan manajer Kesamaan tugasdilakukan

13 713 Struktur Organisasi Sejauh mana pengambilan keputusan terkonsentrasi


padaSentralisasi Sejauh mana karyawansatu titik dalam organisasi. Desentralisasi tingkatan
bawah memberikan masukan atau benar-benar mengambil keputusan.

14 714 Struktur Organisasi Sejauh mana pekerjaan dalam organisasi itu


terstandarisasiFormalisasi dan sejauh mana perilaku karyawan dibimbing oleh peraturan dan
Formalisasi tinggi, uraian jabatan yang tegas, banyakprosedur. Formalisasiperaturan
organisasi, prosedur didefinisikan secara jelas. rendah, perilaku kerja relatif tidak terstruktur,
karyawan mempunyai kebebasan untuk melakukan pekerjaan.

15 715 Keputusan Desain Desain organisasi yang dikendalikanOrganisasi Organisasi


Mekanistik Departementalisasi yang Tingginya spesialisasi secara kaku dan ketat
Terbatasnya Tingginya formalisasi Sempitnya rentang kendali kaku Sedikitnya partisipasi
keputusan karyawanjaringan informasi Desain organisasi yang fleksibel dan mudah diubah
Organisasi Organik Sedikit pengawasan Berdasarkan tim Pekerjaan tidak distandarisasi
Pemberdayaan Jaringan komunikasi terbuka Peraturan formal minimal karyawan

16 716 Faktor Kontingensi StrategiKeputusan struktural tergantung empat variabel


kontingensi: Teknologi yang digunakan Ukuran Organisasi dan Struktur Ketidakpastian
lingkungan

17 717 Desain Organisasi yang Proses pembuatan keputusan yang dilakukan olehUmum
Desain organisasi manajer untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi untuk
organisasi dan lingkungan tempat anggota organisasi melaksanakan Desain Organisasistrategi
tersebut. Jenis Desain Organisasi Desain Organisasi Desain Organisasi Kontemporer
Tradisional Pembelajaran

18 718 Desain Organisasi yang Struktur Sederhana Umum Desain Organisasi Tradisional
Departementalisasi rendah, rentang kendali luas, wewenang terpusat, Mengelompokkan
berdasarkan Struktur Fungsional formalisasi rendah fungsi: operasi, keuangan, SDM, dan
penelitian dan pengembangan produk Struktur organisasi yang terdiri atas unit atauStruktur
Divisional divisi yang terpisah atau semi otonom.

19 719 Desain Organisasi yang Struktur Struktur berbasis tim Umum Desain Organisasi
Kontemporer organisasi yang mana keseluruhan organisasi tersusun oleh sejumlah Struktur
yang menugaskan Struktur matriks kelompok kerja atau tim. para spesialis dari departemen
fungsional yang berbeda-beda untuk Anggota matriks mempunyai duabekerja pada satu atau
lebih proyek Para karyawan senantiasa bekerja dalam Struktur proyek manajer. sejumlah
proyek

20 720 Desain Organisasi yang Organisasi Organisasi tanpa batas Umum Desain Organisasi
Kontemporer yang desainnya tidak didefinisikan oleh atau terbatas pada batas-batas horizontal,
vertikal, atau eksternal yang dipaksakan oleh struktur yang telah ditentukan sebelumnya
21 721 Desain Organisasi yang Organisasi yang telah mengembangkanUmum Organisasi
Pembelajaran kemampuan untuk terus beradaptasi dan berubah karena para anggota berperan
aktif dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang terkait dengan pekerjaan.

22 722 Ciri-ciri Organisasi Pembelajaran

23 723 Desain Pekerjaan

24 724 Pemekaran Kerja Job Menanggulangi ketidak puasan dengan meningkatkan


cakupanEnlargement pekerjaan

25 725 Pemerkayaan Kerja Job Berusaha untuk menangani ketidakpuasan dengan


meningkatkanEnrichment kedalaman pekerjaan

26 726 Struktur Organisasi Formal

27 727 Struktur Organisasi Menghimpun semua orangFormal Struktur Organisasi


Berdasarkan Fungsi yang terlibat dalam suatu aktivitas atau beberapa aktivitas yang berkaitan
dalam suatu departemen. Struktur Organisasi Berdasarkan Produk Sebuah unit kerja semua
orang yang terlibat dalam produksiatau Pasar dan pemasaran untuk suatu wilayah tertentu,
atau mengelompokkan pegawai untuk menangani pelanggan tertentu. Struktur Organisasi
Berdasarkan Struktur organisasi yang mana pekerja mempunyai dua atasanMatriks yang
terlibat dalam suatu proyek tertentu.

28 728 Organisasi Informal Menunjukkan hubungan-hubungan antar pribadi dan berbagai


jalur komunikasi yang tidak bisa tidak akan berkembang apabila orang bekerja bersama-sama

29 729 4 Perbedaan Organisasi Formal & Kepemimpinan Hubungan-hubungan antar


pribadi Informal KetergantunganPengendalian perilaku
Presentasi berjudul: "STRUKTUR ORGANISASI
Mengidentifikasikan tanggung jawab bagi masing-masing
jabatan pekerjaan dan hubungan antara jabatan- jabatan itu
sendiri." Transcript presentasi:
1 STRUKTUR ORGANISASI Mengidentifikasikan tanggung jawab bagi masing-masing jabatan
pekerjaan dan hubungan antara jabatan- jabatan itu sendiri.

2 Fungsi Struktur Organisasi 1. Menghasilkan Output 2.Mengatur Pengaruh Individu 3. Menata

3 Faktor-faktor penentu Struktur Organisasi 1. Ukuran 2.Teknolog 2.Teknologi 3. Lingkungan 4.


Pilihan Strategi

4 DIMENSI DIMENSI DIMENSI DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI SPESIALISASI


STANDARISASI STANDARISASI-KEPEGAWAIAN FORMALISASI SENTRALISASI
KONFIGURASI SPESIALISASIAKTIVITAS DEPARTEMENTALISASI RANTAI PERINTAH

5 Bagan Organisasi ( Organization Chart) Suatu Diagram yang menggambarkan struktur suatu
perusahaan dan memperlihatkan posisi masing- masing karyawan dalam Rantai Komando /
Hubungan Pelaporan / Alur Perintahoperasionalnya. (Chain Of Command)
Mengidentifikasikan posisi pekerjaan kepada siapa setiap karyawan bertanggung jawab.

6 Tahap menyusun Struktur Spesialisasi Pekerjaan ( Job Specialization) ProsesOrganisasi


mengidentifikasi pekerjaan khusus yang harus diselesaikan dan menentukan orang-orang yang
akan melakukannya. Kebaikan Spesialisasi pekerjaan Kebaikan Spesialisasi pekerjaan Pekerjaan
lebih mudah dipelajari dan dapat dilaksanakan secara lebih efesien.Pekerjaan lebih mudah
dipelajari dan dapat dilaksanakan secara lebih efesien. Mempermudah mencari pengganti
karyawan yang keluar dari organisasi.Mempermudah mencari pengganti karyawan yang keluar
dari organisasi. Keburukan Spesialisasi pekerjaan Keburukan Spesialisasi pekerjaan Karyawan
cepat merasa jenuh dan cerobah.Karyawan cepat merasa jenuh dan cerobah. Kurang puas
terhadap pekerjaanKurang puas terhadap pekerjaan Kehilangan wawasan dalam peranan mereka
dalam organisasi.Kehilangan wawasan dalam peranan mereka dalam organisasi.

7 Departementalisasi (Departmentalization) Proses mengelompokkan pekerjaan kedalam unit-


unit yang masuk akal. Departementalisasi memungkinkan perusahaan untuk meperlakukan
departemen sebagai pusat laba (Profit Center) Departementalisasi memungkinkan perusahaan
untuk meperlakukan departemen sebagai pusat laba (Profit Center) Departementalisasi dapat
dibedakan berdasarkan lini konsumen, produk, proses, geografis atau fungsional.
Departementalisasi dapat dibedakan berdasarkan lini konsumen, produk, proses, geografis atau
fungsional. Departementalisasi berdasarkan Konsumen. Departementalisasi berdasarkan
Konsumen. Departemen dibedakan berdasarkan jenis konsumen yang dilayani.
Departementalisasi berdasarkan produk. Departementalisasi berdasarkan produk. Departemen
dibedakan berdasarkan produk yang diciptakan.

8 Departementalisasi Berdasarkan proses Departementalisasi Berdasarkan proses Departemen


yang dibedakan berdasarkan proses produksi yang digunakan dalam menciptakan produk/ jasa
Departementalisasi Berdasarkan Geografis Departementalisasi Berdasarkan Geografis
Departemen yang dibedakan berdasarkan wilayah yang dilayani. Departementalisasi
Berdasarkan Fungsional Departementalisasi Berdasarkan Fungsional Departemen yang
dibedakan berdasarkan aktifitas yang dilaksanakan.

9 Hierarki Pengambilan Menetapkan Tugas-tugas Menentukan siapa yang dapat


membuatKeputusan keputusan dan membuat perincian bagaimana seharusnya hal itu
dilaksanakan Tanggung jawab Tanggung jawab Kewajiban untuk melakukan suatu tugas yang
diberikan. Wewenang Wewenang Kekuasaan untuk membuat Melakukankeputusan yang
diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas. Tugas-Tugas Mengimplementasi keputusan yang
telah diambil

10 Pendelegasian Pendelegasian Pemberian Suatu tugas, tanggungjawab, atau wewenang dari


seorang manager kepada bawahannya. Akuntabilitas Akuntabilitas kemampuan seorang bawahan
untuk menyelesaikan tugas- tugas yang diberikan oleh seorang Mendistribusikan wewenang
Menentukan apakah perusahaan akanmanager menjadi tersentralisasi atau terdesentralisasi.
Organisasi Tersentralisasi Organisasi Tersentralisasi Organisasi yang wewenang pengambilan
keputusan dipegang oleh manajemen tingkat yang lebih tinggi Organisasi yang wewenang
pengambilan keputusan sebagian besar didelegasikan kepada tingkatan manajemen dibawah
manajemen puncak Organisasi yang wewenang pengambilan keputusan sebagian besar
didelegasikan kepada tingkatan manajemen dibawah manajemen puncak Jangkauan Pengawasan
(Span Of Control)Jangkauan Pengawasan (Span Of Control) Jumlah orang yang diawasi oleh
seorang manager

11 Jangkauan Pengawasan (Span Jangkauan Pengawasan yang sempit Akan mengakibakanOf


Control) Jangkauan Pengawasan yang luas Akanstruktur organisasi yang mendalam
mengakibatkan struktur organisasi yang mendatar

12 Tiga Bentuk Wewenang Wewenang Lini (Line authority) Struktur Organisasi yang
wewenangnya mengalir dalam suatu rantai komando dari pucuk pimpinan perusahaan ke
bawahannya. Departemen Lini Departemen Lini Departemen yang berkaitan
Wewenanglangsung dengan produksi dan penjualan suatu produk tertentu Staf (Staff
Authority) Wewenang yang didasarkan pada keahlian dan Wewenangbiasanya termasuk tugas
memberi nasehat kepada manager lini. Komite dan Tim (Committee and Team authority)
Wewenang yang diberikan kepada komite atau kelompok kerja yang terlibat dalam operasional
perusahaan sehari-hari

13 Bentuk-Bentuk Dasar Struktur Organisasi Fungsional Bentu Organisasi bisnis


yangOrganisasi wewenangnya ditentukan oleh keterkaitan antara fungsi dan aktivitas
Keuntungan Keuntungan Spesialisasi di dalam bidang-bidang fungsional.Spesialisasi di dalam
bidang-bidang fungsional. Koordinasi yang lebih baik.Koordinasi yang lebih baik. Kerugiannya
Kerugiannya Menimbulkan SentralisasiMenimbulkan Sentralisasi Menyebabkan akuntablitas
menjadi sulit.Menyebabkan akuntablitas menjadi sulit.

14 Organisasi Divisional Struktur organisasi dengan divisi dalam korporasi beroperasi sebagai
bisnis yang relatif bersifat otonomi dibawah nauangan korporasi yang lebih besar. Divisi Divisi
Departemen yang menyerupai bisnis terpisah Organisasidalam memproduksi dan memasarkan
produk-produknya sendiri. matriks Struktur Organisasi dengan kelompok dibentuk dan anggota
kelompok melapor kepada dua manager atau lebih Keuntungannya Keuntungannya
Mempercepat proses pengambilan keputusanMempercepat proses pengambilan keputusan
membantu perusahaan yang terlibat dalam persaingan yang berdasarkan waktu.membantu
perusahaan yang terlibat dalam persaingan yang berdasarkan waktu. Kerugiannya Kerugiannya
Tim merupakan kelompok sementara yang terbentuk untuk menjalankan rencana tunggal.Tim
merupakan kelompok sementara yang terbentuk untuk menjalankan rencana tunggal.
Penggunaan manager untuk satu karyawan.Penggunaan manager untuk satu karyawan.

15 Struktur Organisasi Internasional Pendekatan terhadap struktur organisasi yang


dikembangkan untuk memberikan tanggapan terhadap kebutuhan manufaktur, membeli, dan
menjual dalam pasar globalisasi.
Presentasi berjudul: "Komponen Struktur Wewenang datang
dariOrganisasi. Wewenang Wewenang Pandangan Klasik "
atas yang kemudian diturunkan ke tingkat yang lebih bawah.
Transcript presentasi:
1 Komponen Struktur Organisasi

2 Wewenang Wewenang Pandangan Wewenang datang dari atas yang kemudian diturunkan ke
tingkatKlasik Manajer memperoleh wewenang memerintah dariyang lebih bawah.
tingkatan yang lebih tinggi (pemegang saham), dan karyawan mempunyai Fokus
padakewajiban melaksanakan perintahnya. Pandangan Penerimaan Penerima perintah
bersedia menjalankannya karena diakaryawan. menerima perintah tersebut. Wilayah
penerimaan merupakan wilayah dimana seseorang bersedia menerima perintah.

3 Komponen Struktur Organisasi Wewenang Lini dimiliki oleh Manajer(lanj) Wewenang


Lini dan Staff Lini yang mengambil keputusan untuk mencapai tujuan organisasi secara
Wewenang staff dimiliki oleh orang atau kelompok yanglangsung. Penugasanmemberikan
nasehat kepada manajer lini. Delegasi Wewenang wewenang atau tanggung jawab formal
organisasi kepada orang lain Mempunyai keuntungan membuat(karyawan atau manajer tingkat
bawah) Halangan: keenggananmanajer dapat menyelesaikan tugas lebih banyak. manajer
mendelegasikan wewenangnya ke bawahan.

4 Komponen Struktur Organisasi Jumlah(lanj) Hubungan Pelaporan Hubungan Pelaporan


Rentang kendali bawahan yang melapor ke satu atasan. Pendekatan klasik berusaha mencari
rentang kendali yang ideal, sementara pendekatan modern menganggap rentang kendali yang
efektif tergantung situasi. Keterbatasan Tidak memperhatikan dinamika yang utuh yang
adaOrganisasi Formal dalam suatu organisasi.

5 Komponen Struktur Organisasi (lanj) Pengelompokan Kerja (Departementalisasi)


Pengelompokan Kerja (Departementalisasi) Mengelompokkan pekerjaan yang sama atau mirip
satu sama lain, berdasarkan kreteria tertentu, ke dalam satu atap tertentu. Bedasarkan fungsi,
produk, lokasi, dan pelanggan. Desain Kerja Desain Pendekatan Desain KerjaKerja
Pendekatan tanggung jawab individu Pendekatan Mekanis atau spesialisasi Pendekatan
Motivasional Desain Kerja danPendekatan Biologis Pendekatan perceptual/motor
Kepuasan Kerja

6 Desain Organisasi

7 Pandangan Klasik Pandangan Klasik Tokoh: F.W. Taylor, Henry Fayol, dan Max Weber.
Max Weber: birokrasi sebagai desain organisasi yang optimal karena rasional dan efisien.
Pandangan Neo-Klasik Pandangan Neo-Klasik Berusaha menonjolkan sisi manusiawi
organisasi. Dua tujuan organisasi: ekonomi dan kepuasan karyawan.

8 Desain Organisasi (lanj) Empat tahap dalam organisasi, sistem 1,2,3 dan 4. sistemResis
Likert 1 tidak mendorong partisipasi dan kepuasan pekerja. Sistem 4 merupakan Dua asumsi
manusia X dan Y. Xsistem yang ideal. Douglas McGregor merupakan asumsi negatif
(manusia malas bekerja,dll) dan sebaliknya. Pendekatan klasik sesuai dengan asumsi X,
sementara organisasi bisa Desainditingkatkan apabila asumsi Y digunakan. Chris Argyris
organisasi yang ideal adalah desain yang memberi kebebasan dalam pengambilan keputusan dan
pelaksanaan kerja, serta situasi kerja yang Kelebihan: menekankan sisilebih informal. Kritik
Terhadap Neo-Klasik manusia. Kelemahan: masih mencari satu cara terbaik untuk semua
situasi, motivasi merupakan proses yang kompleks yang hanya satu dari beberapa faktor yang
mempengaruhi prestasi kerja.

9 Desain Organisasi (lanj) Pendekatan Situasional Pendekatan Situasional Pengaruh


Lingkungan Mekanistis: sesuai dengan pendekatan klasik, sesuai dengan lingkungan Organis:
didasarkan pada kelompok dengan komunikasi danstabil. partisipasi lebih tinggi, sesuai untuk
lingkungan yang berubah-ubah. Ada tiga jenis teknologi (joan Woodward)Pengaruh Tugas-
Teknologi Unit atau batch kecil Produksi Masal Produksi Proses

10 Desain Organisasi (lanj) Desain organisasi ternyata berbeda tergantung teknologi yang
digunakan. Rentang kendaliSemakin kompleks teknologi, organisasi semakin tall.
bertambah dari unit ke masal, tetapi menurun dari masal ke proses. Semakin kompleks
teknologi, semakin besar pekerjaan staff dan Teknologi berpengaruh terhadapadministratif.
Pengaruh Ukuran organisasi terutama organisasi kecil. Organisasi besar tidak terpusat pada satu
teknologi saja. Siklus Kehidupan Organisasi dan Kebutuhan Pada waktu kecil, desain
fungsional akan berfungsi danReorganisasi jika sudah besar maka desain multi-divisi mungkin
akan lebih tepat.

11 Desain Organisasi (lanj) Kelebihan: kerjaTipe Organisasi Tipe Organisasi Berdasarkan


Fungsi Kekurangan: sulitlebih efisien, pengawasan menjadi lebih mudah. mengintegrasikan
dan mengkoordinasikan kegiatan yang berbeda, pertanggung jawaban menjadi kurang jelas.
Berdasarkan Produk atau Pasar Kelebihan: pengambilan keputusan menjadi semakin cepat,
koordinasi Kekurangan: biayamenjadi lebih mudah, dan pertanggungjawaban jelas.
operasional meningkat, duplikasi kegiatan/fungsi, pandangan sempit yang mengutamakan
divisi/bagiannya.

12 Desain Organisasi (lanj) Dikelompokkan dalam Departemen Fungsional danStruktur


Matriks Keuntungan:dipinjam apabila ada proyek atau progra tertentu. fleksibel,
pengambilan keputusan kelompok dapat dilakukan, karyawan memperoleh mempeljari ilmu
baru, sumberdaya bisa digunakan dengan efisien, karyawan dengan sistem dua komando, dapat
menjembatani proyek dengan fungsional dan meningkatkan koordinasi, mendorong
desentralisasi. Kekurangan: karyawan tidak merasa pasti karena ada atasan ganda, manajer
merasa wewenang mereka dikebiri, kelemahan dalam pengambilan keputusan kelompok dapat
muncul karena matriks menggunakan kelompok dalam pengambilan keputusan.

13 Desain Organisasi (lanj) Koordinasi Koordinasi Semakin terspesialiasasi kerja, koordinasi


semakin penting. Kebutuhan koordinasi semakin tinggi apabila Pooled Interdependence
(misal:ketergantungan semakin tinggi. Sequencial Interdependence (misal: lini perakitan)
konglomerasi) Reciprocal Interdependence (setiap bagian saling mempengaruhi)
Diferensiasi (spesialisasi) yang menghalangi koordinasi yang efektif: Orientasi
waktuKarakteristik yang berbeda untuk bagian yang berbeda. Tingkat formalitas yang Gaya
interaksi yang berbeda. yang berbeda. berbeda.

14 Desain Organisasi (lanj) Teknik Manajamen Dasar Pendekatan untuk Efektivitas


Koordinasi Mengurangi Kebutuhan KoordinasiMeningkatkan Potensi Koordinasi
Desentralisasi dan Sentralisasi Desentralisasi dan Sentralisasi Desentralisasi merupakan proses
pendelegasian wewenang dan tanggung jawab secara sistematis ke tingkat organisasi yang lebih
rendah. Sentralisasi merupakan proses menahan wewenang dan tanggung jawab di Lingkungan
Lingkungan dengan persaingantangan manajemen puncak. ketat, berubah dinamis akan lebih
sesuai dengan desentralisasi.

15 Desain Organisasi (lanj) Ukuran Semakin besar ukuran organisasi, desentralisasi semakin
Faktor Lain Jika keputusan berisiko tinggi makadiperlukan. sentralisasi lebih sesuai.
Bawahan yang mempunyai kemampuan tinggi sesuai dengan desentralisasi.
resentasi berjudul: "PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR
ORGANISASI Disusun Oleh : 1.Tiara Putri F. 2.Raditho
Rahadianiza 3.Evi Izzatun N. 4.Eva Siska Dewi 5.Moh. Sofyan
6.Syahirul." Transcript presentasi:
1 PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI Disusun Oleh : 1.Tiara Putri F.
2.Raditho Rahadianiza 3.Evi Izzatun N. 4.Eva Siska Dewi 5.Moh. Sofyan 6.Syahirul Imam
Disusun Oleh : 1.Tiara Putri F. 2.Raditho Rahadianiza 3.Evi Izzatun N. 4.Eva Siska Dewi 5.Moh.
Sofyan 6.Syahirul Imam

2 engertian Organisasi Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok


fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu
perkumpulan olahraga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai
suatu cara dalam mana kegiatan organisasi di alokasikan dan ditugaskan diantara para
anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.

3 Pengertian Pengorganisasian Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam macam


pengertian, yaitu: Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yanga peling
Bagaimana organisasiefektif sumberdaya- sumberdaya keuangan mengelompokkan kegiatan-
kegiatannya, dimana setiap pengelompokkan diikuti dengan penugasan seorag manajer yang
diberi wewenang untuk Hubungan-hubungan antaramengawasi anggota-anggota kelompok.
Carafungsi-fungsi, jabatan- jabatan, tugas-tugas dan para karyawan. dalam mana para manajer
membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan
mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.
4 Pengorganisasian merupakansuatu proses untuk merancang struktur formal,mengelompokkan
dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara anggota organisasi, agar tujuan
organisasi dapat dicapai dengan efisien.

5 Proses Pengorganisasian Perincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai
tujuan organisasi Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan- kegiatan yang secara logik
dapat dilaksanakan oleh satu orang. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk
mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan
harmonis.

6 Aspek-aspek penting organisasi dan proses pengorganisasian 1.Pembagian kerja


2.Departementalisasi 3.Bagan organisasi formal 4.Rantai perintah dan kesatuan perintah
5.Tingkat-tingkat hirarki manajemen 6.Saluran komunikasi 7.Penggunaan komite 8.Rentang
manajemen dan kelompok-kelompok informal yang tidak dapat dihindarkan.

7 Definisi Struktur Organisasi Struktur organisasi (disain organisasi) dapat didefinisikan sebagai
mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola.

8 Faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi : 1. Strategi organisasi


untuk mencapai tujuannya. 2. Teknologi yang digunakan 3. Anggota (karyawan) dan orang-orang
yang terlibat dalam organisasi 4. Ukuran organisasi

9 Unsur-unsur struktur Spesialisasi kegiatan berkenan dengan spesifikasiorganisasi tugas-


tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi dan penyatuan Standardisasitugas-tugas
tersebut menjadi suatu satuan kerja kegiatan, merupakan prosedur- prosedur yang digunakan
untuk menjamin Koordinasiterlaksanakannya kegiatan seperti yang direncanakan kegiatan,
menunjukkan prosedur- prosedur yang mengintegrasikan Sentralisasi danfungsi-fungsi satuan
kerja dalam organisasi desentralisasi pembuatan keputusan, yang menunjukkan lokasi(letak)
Ukuran satuan kerja menunjukkan jumlahkekuasaan pembuatan keputusan karyawan dalam
suatu kelompok kerja

10 Bagan Organisasi Formal Bagan organisasi menggambarkan lima aspek utama struktur
organisasi : 1.Pembagian kerja 2.Manajer dan bawahan atau rantai pemerintah 3.Tipe pekerjaan
yang dilaksanakan 4.Pengelompokkan segmen-segmen pekerjaan 5.Tingkatan manajemen

11 Keuntungan dan kelemahan badan organisasi Keuntungan dan kelemahan badan organisasi
Keuntungannya : bahwa karyawan dan lain-lain diberi gambaran bagaimananaorganisasi
disusun. Manajer, bawahan dan tanggung jawab digambarkan dengan jelas. Kelemahan : masih
banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak ditunjukkan Keuntungannya : bahwa karyawan dan
lain-lain diberi gambaran bagaimananaorganisasi disusun. Manajer, bawahan dan tanggung
jawab digambarkan dengan jelas. Kelemahan : masih banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak
ditunjukkan

12 Bentuk-bentuk Bagan Organisasi Henry G. Hodges mengemukakan empat bagan organisasi,


yaitu : Bentuk lingkaran Bentuk horizontal Bentuk vertikal Bentuk piramid

13 Departementalisasi adalah proses penetuan cara bagaimana kegiatan-kegiatan dikelompokkan

14 Departementalisasi Fungsional Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi


yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.

15 Bagan organisasi fungsional pada tingkatan manajemen puncak suatu perusahaan


manufacturing Manajer Personalia Manajer Keuangan Manajer Pemasaran Manajer Produksi

16 Keuntungan pendekatan fungsional Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan


fungsi-fungsi utama Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi Memusatkan keahlian organisasi
Memungkinkan pengawasan manajemen puncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi Pendekatan
ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama Menciptakan efisiensi melalui
spesialisasi Memusatkan keahlian organisasi Memungkinkan pengawasan manajemen puncak
lebih ketat terhadap fungsi-fungsi

17 Kelemahan struktur fungsional Dapat menciptakan konflik antar fungsi- fungsi Menyebabkan
kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan Memberiakan tanggapan lebih lambat
terhadap perubahan Hana memusatkan pada kepentingan tugas-tugasnya Menyebabkan para
anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif Dapat menciptakan konflik antar
fungsi- fungsi Menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan
Memberiakan tanggapan lebih lambat terhadap perubahan Hana memusatkan pada kepentingan
tugas-tugasnya Menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif

18 Departementalisasi Divisional Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi


atas dasar : a)Dasar produk setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau
sekumpulan produk yang berhubungan b)Dasar Wilayah pengelompokkan kegiatan-kegiatan
menurut tempat dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya c)Dasar Langganan
Pengelompokkan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu
d)Dasar proses/peralatan pengelompokkan kegiatan-kegiatanatas dasar proses atau peralatan
produksi

19 Kebaikan struktur divisional a. Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperukan pada
tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat b. Menempatkan pengembangan dan
implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas c. Merumuskan tanggung jawab
secara jela dan memusatkan perhatian pada pertanggung jawaban atas prestasi kerja d.
Membebaskan para kepala eksekutif untukpembuatan keputusan strategik lebih luas dan
memungkinkan konsentrasi penuh pada tugas-tugas e. Cocok untuk lingkungan yang cepat
berubah f. Mempertahankan spesialisasi fungsional dalam setiap divisi g. Tempat latihan yang
baik bagi para manajer strategik

20 Kelemahan struktur divisional Menyebabkan berkembangnya persaingan dysfunctional


potensial antar sumber daya perusahaan dan konflik antara tugas-tugas dan prioritas Masalah
seberapa besar delegasi wewenang yang diberikan kepada manajer-manajer divisi Masalah
kebijksanaan dalam alokasi sumberdaya dandistribusi biaya-biaya overhead perusahaan Dapat
menimbulkan tidak konsistennya kebijaksanaan antara divisi-divisi Masalah duplikasi sumber
daya dan peralatan yang tidak perlu

21 Organisasi Proyek dan Matriks Bentuk organisasi proyek dan matriks adalah tipe
departementalisasi campuran. Struktur proyek dan matriks ini bermaksud untuk
mengombinasikan kebaikan- kebaikan kedua tipe disain fungsioonal dan divisional dengan
menghindarkan kekurangan-kekurangannya.

22 Struktur organisasi proyek : departementalisasi menyangkut pembentukan timtim, spesialis


yang diperlukan untuk mencapi suatu tujuan khusus. Struktur organisasi matriks :
departementalisasi matriks adaah sama dengan departementalisasi proyek dengan satu perbedaan
pokok. Dalam struktur matriks, para karyawan mempunyai dua atasan sehingga mereka ada
dibawah dua wewenang

23 Davis dan Lawrence menguraikan empat tahap perkembangan matriks: 1)Tahap I : piramid
tradisional, dimana pemerintah dipersatukan pada tingkat atas 2)Tahapa II : hamparan sementara,
dimana tim- tim proyek diciptakan hanya untuk kebutuhan khusus dan mendesak 3)Tahap III :
hamparan tetap, dimana tim-tim proyek dilanjutkan untuk maksud-maksud yang terus menerus
4)Tahap IV : suatu matriks dewasa, dimana kedua dimensi struktur telah tetap dan seimbang,
dengan kekuasaan yang seimbang dipegang baik oleh manajer fungsional ataupun manajer
proyek. 1)Tahap I : piramid tradisional, dimana pemerintah dipersatukan pada tingkat atas
2)Tahapa II : hamparan sementara, dimana tim- tim proyek diciptakan hanya untuk kebutuhan
khusus dan mendesak 3)Tahap III : hamparan tetap, dimana tim-tim proyek dilanjutkan untuk
maksud-maksud yang terus menerus 4)Tahap IV : suatu matriks dewasa, dimana kedua dimensi
struktur telah tetap dan seimbang, dengan kekuasaan yang seimbang dipegang baik oleh manajer
fungsional ataupun manajer proyek.

24 Kebaikan organisasi matriks: Memaksimukan efisiensi penggunaan manajer-manajer


fungsional Mengebangkan keterampilan-keterampilan karyawan dan merupakan tempat latihan
yang baik bagi manajer- manajer strategik Melibatkan, memotivasi dan menantang karyawan
serta memperluas pandangan manajemen menengah terhadap masalah-masalah strategik
perusahaan Memberikan fleksibilitas kepada organisasi dan membantu perkembangan kreativitas
serta melipat gandakan sumber-sumber yang beraneka ragam Menstimulasi kerja sama antar
disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan yang bermacam- macam dengan orientasi
proyek Membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan

25 Kelemahan Organisasi Matriks : Pertanggung jawaban ganda dapat menciptakan kebingungan


dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang kontradiktif Sangat memerlukan koordinasi horizontal
dan vertikal Memerlukan lebih banyak keterampilan- keterampilan antar pribadi Mendorong
pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan dari pada kegiatan Mengandung risiko
timbulnya perasaan anarki Sangat mahal untuk diimplementasikan

26 Kelompok-kelompok Kerja Formal Organisasi 1.Kesatuan tugas khusus 2.Panitia 3.Dewan


atau komisi

27 Kesatuan tugas khusus (task forces) : dibentuk untuk menangani suatu masala atau tugas
khusus. Kesatuannya ini keberadaannya hanya sampai tugas diselesaikan atau masalah
dipecahkan. Kelompok tugas meliputi para wakil (pembuat keputusan) dari satuan-satuan
organisasi, ditambah para ahli yang secara teknis diperlukan untuk menangani masalah atau
tugas. Panitia tetap (standing committees) dan panitia Ad hoc. Panitia tetap : adalah bagian tetap
dari struktur suatu organisasi yang dibentuk guna menangani tugas yang terus menerus ada
dalam organisasi, seperti panitia anggaran, panitia pengembangan produk baru, panitia
pembelian, dan sebagainya. Panitia Ad hoc : mempunyai fungsi yang serupa dengan panitia
tetap, hanya tidak bersifat tetap.

28 Tujuan dibentuknya panitia manajemen terutama adalah untuk mengkoordinasikan dan


mempertukarkan informasi, memberi saran manajemen puncak, atau bahkan membuat
keputusan-keputusan sendiri No.Tujuan panitiaSifatContoh 1PengkoordinasianMemungkinkan
komunikasi, integrasi berbagai departemen dan kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan
Panitia perencanaan produk baru 2Pemberian saranMemberikan saran atau membuat
rekomendasi bagi manajemen Panitia anggaran Senat fakultas Dewan penasehat 3Pemuatan
keputusan Membuat keputusan- keputusan dan mengamati pelaksanaannya Dewan direktur
perusahaan Panitia dana bank Panitia pelaksanaan kompensasi Tiga Fungsi Dasar Panitia

29 Dewan dan komisi : dewan (boards) dibentuk dari individu-individu yang dipilih atau
ditugaskan untuk mengelola suatu organisasi masyarakat atau swasta. Kegunaan Panitia
Keputusan-keputusan dengan kualitas lebih baik Meningkatan penerimaan Memperbaiki
koordinasi Tempat latihan bagi manajer Penyebaran kekuasaan Menghindarkan konsekuensi-
konsekuensi yang tidak menyenangkan Kerugian Panitia 1.Pemborosan waktu dan uang
2.Dominasi individu 3.Adanya persetujuan dan kompromi terlebih dahulu 4.Kurangnya taggung
jawab Kegunaan Panitia Keputusan-keputusan dengan kualitas lebih baik Meningkatan
penerimaan Memperbaiki koordinasi Tempat latihan bagi manajer Penyebaran kekuasaan
Menghindarkan konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyenangkan Kerugian Panitia
1.Pemborosan waktu dan uang 2.Dominasi individu 3.Adanya persetujuan dan kompromi
terlebih dahulu 4.Kurangnya taggung jawab

30 Organisasi Informal Organisasi informal memainkan peranan penting dalam dinamika


perilaku organisasi. Perbedaan pokok antara organisasi formal dan informal adalah bahwa
organisasi formal mempunyai tujuan, struktur dan pola hubungan kerja yang teratur melalui
manajemen, orgaanisasi informal berdiri di ats struktur yang tidak jelas, fleksibel, sukar
didefinisikan, keanggotaanya sulit ditentukan dan pola huungan diantara para anggota tanpa
tujuan yang khusus.

31 Argyris mengemukakan 4 bidang utama dimana organisasi formal dan informal berbeda :
Hubungan-hubungan antar pribadi. Dalam organisasi formal hubungan-hubungan diatara orang-
orang digambarkan jelas, sedangkan dalam hubungan-hubungan informal sangat tergantung pada
kebutuhan-kebutuhan mereka. Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam
formal serta muncul dan dipilih dalam informal. Pengendalian prilaku. Organisasi formal
mengendalikan perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok-
kelompok informal mangendalikan pada anggota dengan pemenuhan kebutuhan Ketergantungan.
Karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan
lebih tergantung dari pada para anggota suatu kelompok informal.

32 Alasan utama terbentuknya orgaisasi informal adalah untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan
manusiawi (human needs) yang tidak sepenuhnya dapat dipuaskan oleh organisasi formal, sepeti
kebutuhan-kebutuhan sosial, rasa memiliki dan pengenalah diri, pengetahuan tentang perilaku
yang diterima, perhatian, pelestarian nilai-nilai budaya, bantuan dalam pencapaian tujuan,
kesempatan berpengaruh dan berkreasi, dan kebutuhan akan informasi serta berkmunikasi.

33 Fungsi-fungsi yang dilaksanakan kelompok Informal 1.Menetapkan, memperkuat dan


meneruskan norma- norma dan nilai-nilai sosial-budaya penting para anggota kelompok.
2.Memberikan dukungan terhadap tujuan organisasi dan bantuan terhadap pelaksanaan tugas
manajer 3.Menstimulasi komunikasi efektif dan dinamik sebagai alat komunikasi tambahan.
4.Memberikan kepuasan dan status sosil kepada para anggota yang tidak dapat diberikan oleh
organisasi formal 1.Menetapkan, memperkuat dan meneruskan norma- norma dan nilai-nilai
sosial-budaya penting para anggota kelompok. 2.Memberikan dukungan terhadap tujuan
organisasi dan bantuan terhadap pelaksanaan tugas manajer 3.Menstimulasi komunikasi efektif
dan dinamik sebagai alat komunikasi tambahan. 4.Memberikan kepuasan dan status sosil kepada
para anggota yang tidak dapat diberikan oleh organisasi formal

34 Masalah-masalah yang diciptakan oleh kelompok infomal : Menciptakan konflik Mendorong


penolakan terhadap perubahan Menghidupkan dan menyebarkan desas-desus Mengembangkan
keseragaman diantara para anggota Pembatasan pelaksanaan kegiatan
35 Sikap Manajemen terhadap Organisasi Informal 1.Memahami 2.Mencari penyesuaian
3.Melakukan kerjasama yang saling menguntungkan dengan kelompok-kelompok informal
Manajemen organisasi informal lebih memusatkan perhatian untuk memelihara kesatuan untuk
pencapaian tujuan organisasi, dan organisasi informal memberikan kepaduan, kerjasama, dan
kepuasan sosial bagi para anggota organisasi. 1.Memahami 2.Mencari penyesuaian 3.Melakukan
kerjasama yang saling menguntungkan dengan kelompok-kelompok informal Manajemen
organisasi informal lebih memusatkan perhatian untuk memelihara kesatuan untuk pencapaian
tujuan organisasi, dan organisasi informal memberikan kepaduan, kerjasama, dan kepuasan
sosial bagi para anggota organisasi.

36 THANK YOU

Dimensi Struktur Organisasi


1. Dimensi struktur organisasiStruktur organisasi adalah pola tentang hubungan
antara berbagai komponen dan bagian organisasi. Pada organisasi formal struktur
direncanakan dan merupakan usaha sengaja untuk menetapkan pola hubungan
antara berbagai komponen, sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif.
Sedangkan pada organisasi informal, struktur organisasi adalah aspek sistem yang
tidak direncanakan dan timbul secara spontan akibat interaksi peserta.

Struktur organisasi-organisasi memberikan kerangka yang menghubungkan


wewenang karena struktur merupakan penetapan dan penghubung antar posisi
para anggota organisasi. Jika seseorang memiliki suatu wewenang, maka dia harus
dapat mempertanggungjawabkan wewenangnya tersebut.

Pada umumnya orang akan menganggap struktur sama dengan desain organisasi.
Sesungguhnya desain organisasi merupakan proses perkembangan hubungan dan
penciptaan struktur untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi struktur merupakan
hasil dari proses desain. Proses desain merupakan suatu kegiatan yang bersifat
kontinu dan dirancang oleh manajer. Apapun bentuk atau hasil dari proses desain
tersebut, para perancang desain organisasi harus merancang sebuah organisasi
yang dapat membuat organisasi tersebut tetap bertahan hidup. Selain itu pemilihan
desain organisasi tersebut akan menentukan besar kecilnya organisasi.Setiap
ukuran organisasi akan memberikan keuntungan masing-masing, namun
diharapkan tercapainya tujuan organisasi dan juga eksistensi dari organisasi.

2. Tiga Dimensi Struktur Organisasi

A. Kompleksitas

Mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di


dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di
dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar
secara geografis.

Diferensiasi :

Diffrensiasi horizontal, merujuk pada tingkat diferensiasi antara unit-unit


berdasarkan orientasi para anggota, sifat dari tugas yang dilaksanakan, dan tingkat
pendidikan dan pelatihannya.

Spesialisasi adalah pengelompokkan aktivitas tertentu yang dilakukan satu individu.

Spesialisasi fungsional = pembagian kerja.

Spesialisasi social = individunya yang dispesialisasi

Departementalisasi : cara organisasi secara khas mengkoordiinasikan aktivitas yang


telah dideferensiasi secara horizontal. Misal : Berdasarkan fungsi; geografis;produk;
proses

Diffrensiasi vertical, merujuk pada kedalaman struktur

Misal : organisasi berbentuk tall atau flat, tergantung dari rentang kendali (span of
control)

Diferensiasi Spasial, tingkat sejauh mana lokasi dari kantor,pabrik, dan


personalia sebuah organisasi tersebar secara geografis.

B. Formalisasi

Formalisasi, yaitu sejauh mana organisasi menyandarkan dirinya pada peraturan


dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya.

Keuntungan adanya standarisasi :

Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman

Memudahkan koordinasi

Adanya penghematan

Formalisasi :

a. Bersifat eksternal bagi pegawai, peraturan, prosedur, dan aturan


ditetapkan secara terinci, dikodifikasi, & dilaksanakan melalui pengawasan
langsunng

b. Perilaku yang diinternalkan, melalui nilai, norma

Teknik-teknik Formalisasi

Seleksi

Persyaratan peran

Peraturan, prosedur, dan kebijaksanaan.

Pelatihan

Ritual.

C. Sentralisasi

Sentralisasi, tingkat di mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu


titik tunggal di dalam organisasi

Hambatan sentralisasi :

Hanya memperhatikan struktur formal.

Memperhatikan kebebasan dalam pengambilan keputusan.

Konsentrasi pada seseorang, unit atau tingkat.


Kontrol dari top manajemen, tetapi keputusan tetap terletak pada anggota
tingkat rendah.

Keuntungan desentralisasi :

setiap manajer mempunyai keterbatasan terhadap jumlah informasi

Dapat menanggapi perubahan dengan cepat.

Memberi masukan lebih rinci bagi pengambil keputusan.

Memotivasi pegawai untuk memberi kesempatan dlm pengambilan keputusan.

Memberi peluang pelatihan bagi manajer tingkat rendah.

Keuntungan sentralisasi :

Keputusan komprehensif yang akan diambil.

Penghematan dan lebih efektif

3. Empat keputusan Manajerial

Empat keputusan manajerial yaitu:

Keputusan terprogram (programmed decision)


Keputusan yang dibuat untuk menangani situasi / masalah yang cukup sering
terjadi, sehinnga pembuat keputusan dapat membuat aturan-aturan pembuatan
keputusan untuk diterapkan di masa depan. Misalnya keputusan untuk memesan
persediaan ketika persediaan berada pada level tertentu.
2. Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision)
Keputusan yang dibuat dalam menanggapi situasi yang unik, tidak familier dan
tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi penting bagi
organisasi.banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis,
karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat
kompleks.
Kepastian , resiko, ketidakpastian dan ambiguitas
Kepastian (certainly)
Terjadi jika ionformasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan tersedia
dengan lengkap. Para manager memiliki informasi mengenai kondisi biaya operasi,
biaya, batasan-batasan sumber daya, dari masing-masing tindakan serta
kemungkinan perolehan hasil yang akan diperoleh
Resiko (risk)
Terjadi apabila sebuah keputusan memiliki sasaran yang jelas dan didasarkan
pada informasi yang baik, namun konsekuensi masa depan dari masing-masing
alternative keputusan tidak pasti. Analisis statistic dapat digunakan untuk
mengalkulasi kemungkinan keberhasilan atau kegagalan. Ukuran resiko dapat
mengidentifikasikan kemungkinan kegagalan suatu alternative dimasa depan.
Ketidakpastian (uncertainly)
Berarti manajer mengetahui sasaran mana yang ingin diraih tetapi informasi
mengenai alternative dan kejadian masa depan tidak lengkap. Manajer tidak
memiliki informasi yang cukup jelas mengenai berbagai alternative atau untuk
mengestimasi resikonya. Factor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seperti
harga, biaya produksi, volume atau tingkat suku bunga. Masa depan sulit di analisis
dan diprediksi. Ambiguitas (ambiquity)
Ambiguitas selama ini dianggap sebagai situasi keputusan tersulit yang harus
dilakukan. Ambiguitas memiliki arti bahwa sasaran-sasaran yang harus
diraih/masalah yang harus dilakukan tidak jelas.

4. Dimensi Struktur Organisasi

Dalam kasus-kasus tertentu, ahli organisasi menggunakan pengukuran-pengukuran


untuk menjelaskan dimensi-dimensi dalam organisasi, diantaranya adalah :

Ukuran : jumlah anggota dalam organisasi.


Komponen administratif : persentase total jumlah anggota yang menjalankan
tugas tanggung jawab administratif.
Rentang kendali : jumlah bawahan yang menjadi yanggung jawab seorang
manajer.
Spesialisasi : jumlah kekhususan yang dilakukan dalam organisasi.
Standardiasai : adanya prosedur-prosedur untuk mengatur peristiwa yang
berulang.
Formalisasi : sejauh mana aturan-aturan dan komunikasi yang dilakukan secara
tertulis.
Sentralisasi : konsentrasi wewenang pengambilan keputusan.
Kompleksitas : jumlah diferensiasi vertikal, jumlah unit atau departemen.
Delegasi wewenang : rasio antara jumlah keputusan manajerial spesifik yang
didelegasikan pucuk pimpinan, dan jumlah yang diputuskan sendiri.
Integrasi : kualitas kerja sama diantara unit-unit yang dibutuhkan untuk
menyatukan tujuan, atau rencana-rencana dan umpan balik yang digunakan untuk
mengkoordinasikan unit-unit.
Diferensiasi : jumlah fungsi-fungsi khusus yang dijalankan dalam organisasi, atau
perbedaan dalam orientasi kognitif dan emosional diantara pada menejer dari
departemen yang berbeda.

5. Model Desain Organisasi

1. Model organisasi mekanistik

Yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat
tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungi
pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan
pemahaman model mekanistik yaitu:

Prinsip Spesialisasi yaitu merupakan sarana terbaik untuk mendayagunakan


tenaga individu dan kelompok.
Prinsip Kesatuan Arah yaitu semua pekerjaan harus dikelompokkan berdasarkan
keahlian.
Prinsip Wewenang dan Tanggung jawab yaitu manager harus mendapat
pendelegasian wewenang yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab yang
dibebankan kepadanya.
Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari pelaksanaan ketiga prinsip
sebelumnya adalah rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi
sampai dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan
komunikasi vertical dalam sebuah organisasi.

2. Model Organik

Yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan


tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur,
wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.

Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik.


Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali
berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik.
Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria
keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-
masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan
produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai
keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes
dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain
organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.

6. Faktor Penting dalam Mendesain Organisasi


Desain organisasi telah menjadi inti kerja manajerial karena usaha-usaha
sebelumnya untuk mengembangkan teori manajemen. Kepentingan keputusan
desain telah menstimulasi minat yang besar atas topik bahasan. Manajer dan pakar
teori perilaku organisasi dan peneliti telah berkontribusi terhadap apa yang disebut
sebagai bahan bacaan yang dapat dipertimbangkan. Manajer yang menghadapi
perlunya mendesain struktur organisasi adalah pada posisi kehilangan ide. Sangat
berbeda, bahan desain organisasi telah mempunyai sejumlah ide yang
menimbulkan konflik yakni bagaimana suatu organisasi didesain mengoptimalkan
efektivitas

Cara manajemen mendesain organisasi harus mengingat dimensi struktur


organisasi. Bagaimana kombinasinya mempunyai dampak langsung atas efektivitas
individual, kelompok dan organisasi itu sendiri. Manajer harus mempertimbangkan
sejumlah faktor ketika mendesain organisasi, di antar satu yang sangat penting
adalah teknologi, sifat kerja itu sendiri, karakteristik orang yang melakukan kerja,
tuntutan lingkungan organisasi, keperluan untuk menerima dan memproses
informasi dari lingkungan tersebut, dan keseluruhan strategi yang di pilih organisasi
untuk berhubungan dengan lingkungan.

PENUTUP

1. Simpulan

Struktur organisasi adalah pola tentang hubungan antara berbagai komponen dan
bagian organisasi. Struktur organisasi-organisasi memberikan kerangka yang
menghubungkan wewenang karena struktur merupakan penetapan dan
penghubung antar posisi para anggota organisasi. Desain organisasi merupakan
proses perkembangan hubungan dan penciptaan struktur untuk mencapai tujuan
organisasi. Jadi struktur merupakan hasil dari proses desain.

Tiga dimensi organisasi meliputi Kompleksitas, Formalisasi dan Sentralisasi.


Kompleksitas terdiri dari diferensisasi horizontal yang berorientasi pada unit-unit
dalam suatu organisasi seperti misalnya departemen. Sedangkan diferensiasi
Vertikal berorientasi pada level (jabatan) dalam suatu organisasi, misalnya saja
golongan (pangkat) pada PNS. Diferensiasi Spasial lebih berorientasi pada lokasi
(letak geografis) organisasi tersebut. Formalisasi, yaitu sejauh mana organisasi
menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari
para pegawainya. Sentralisasi, tingkat di mana pengambilan keputusan
dikonsentrasikan pada suatu titik tunggal di dalam organisasi.

Adapun dimensi-dimensi dalam organisasi terdiri dari Ukuran, Komponen


administratif, Rentang kendali, Spesialisasi, Standardiasasi, Formalisasi, Sentralisasi,
Kompleksitas, Delegasi wewenang, Integrasi, Diferensiasi.
Model desain organisasi terdiri dari Organisasi mekanistik serta Organisasi Organik.
Organisasi mekanistik Yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai
produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Sementara, model organisasi organik yaitu
menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat
tinggi.

faktor ketika mendesain organisasi, di antar satu yang sangat penting adalah
teknologi, sifat kerja itu sendiri, karakteristik orang yang melakukan kerja, tuntutan
lingkungan organisasi, keperluan untuk menerima dan memproses informasi dari
lingkungan tersebut, dan keseluruhan strategi yang di pilih organisasi untuk
berhubungan dengan lingkungan.

sumber : http://ardhipamungkas.wordpress.com/2013/03/19/desain-struktur-
organisasi/

DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI

No description

by

amalia bahasuan
on 5 April 2015

345

Comments (0)
Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI


Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan
pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat
formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan /
pekerjaan di dalam organisasi.
KERUMITAN
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada
jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.
SENTRALISASI
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat
dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen
puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai
berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin
sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar
penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin
luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
FORMALISASI
FUNGSI
WILAYAH
PRODUK ATAU JASA
Model organik
sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas fungsi,
memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif,
dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Model mekanistis
sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas, formalisasi yang
tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.
DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI
DEPARTEMENTALISASI
MODEL DESAIN STRUKTUR ORGANISASI
DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Struktur tim adalah pemanfaatan tim sebagai perangkat sentral untuk
mengoordinasikan kegiatan-kegiatan kerja.Karakteristik utama struktur tim adalah
bahwa struktr ini meniadakan kendala-kendala departemental dan
mendesentralisasi pengambilan keputusan ke tingkat tim kerja.
Struktur tim juga mendorong karyawan untuk menjadi generalis sekaligus spesialis.
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang
dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
LANGGANAN
PROSES
ATAU
PERALATAN
WAKTU
PELAYANAN
ALPA-NUMERAL
PROYEK ATAU MATRIX
Model Piramid
Model ini di buat persis sebuah piramida.
Model Horizontal
Model ini dibuat dengan manarik garis lurus secara horizontal dengan pembagian
funsional masing-masing bersama tugasnya masi-masing
IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN
STRUKTUR ORGANISASI
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu
organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap
orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan
menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan
mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.
SUMBER :
http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_organisasi#Desain_struktur_organisasi_modern
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/dimensi-struktur-organisasi/