Anda di halaman 1dari 8

BED SIDE TEACHING (BST)

APPENDICULAR ABSES

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Kepaniteraan Klinik Bagian


Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun oleh :
NURINA ULFAH
20164011012

Diajukan kepada :
dr. Dimas Aryokusumo, Sp.B

BAGIAN ILMU BEDAH


RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016
LEMBAR PENGESAHAN

BED SIDE TEACHING


APPENDICULAR ABSES

Telah dipresentasikan pada tanggal :

30 September 2016

Oleh :
NURINA ULFAH
20110310132

Disetujui oleh :

Dosen Pembimbing Kepaniteraan Klinik

Bagian Ilmu Bedah

RSUD KRT Setjonegoro, Wonosobo

dr.Dimas Aryokusumo, Sp.B

2
KATA PENGANTAR

Allhamdullilahhirobilalamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat


Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang tiada henti mengiringi setiap
langkah penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan menyelesaikan Bed Side
Teaching (BST) dengan tema Appendicular Abses. Bed Side Teaching ini
disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan Kepaniteraan Klinik bagian Ilmu
Bedah di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta.
Penulis meyakini bahwa karya tulis ilmiah ini tidak akan dapat tersusun
tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada :
1. dr. Dimas Aryokusumo, Sp.B., selaku pembimbing Kepaniteraan Klinik
bagian Ilmu Bedah sekaligus pembimbing BST di RSUD KRT
Setjonegoro, Wonosobo yang telah berkenan memberikan bantuan,
pengarahan, dan bimbingan dari awal sampai selesainya penulisan BST
ini.
2. dr. Sunarto Sp.B., dan dr. Satriyo Sp.B., selaku pembimbing Kepaniteraan
Klinik bagian Ilmu Bedah di RSUD KRT Setjonegoro yang telah berkenan
memberikan bantuan, pengarahan, dan bimbingan dari awal sampai
selesainya Kepaniteraan Klinik bagian Ilmu Bedah.
3. Ny. S selaku pasien di Bangsal Flamboyan yang sudah bersedia
meluangkan waktunya untuk dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
secara menyeluruh.
4. Seluruh perawat, tenaga medis lainnya dan staf di Bangsal Bugenvil, Poli
Bedah, dan Instalasi Bedah Sentral yang telah berkenan membantu
berjalannya Kepaniteraan Klinik bagian Ilmu Bedah.
5. Ayah, Ibu beserta sanak saudara yang telah mencurahkan kasih sayang dan
memberikan dukungan yang tiada henti.
6. Keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung dan membantu dalam
selesainya penulisan BST ini.
Semoga pengalaman dalam membuat BST ini dapat memberikan hikmah
bagi semua pihak. Mengingat penyusunan BST ini masih jauh dari kata sempurna,

3
penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat menjadi masukan berharga
sehingga menjadi acuan untuk penulisan BST selanjutnya.

Wonosobo, 11 Oktober 2016

Penulis

4
BED SIDE TEACHING
Appendicular Abses Kronis

A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S
Umur : 43 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Bakulan, Rejosari
Agama : Islam
Status : Menikah
Masuk Rumah Sakit : 19 September 2016

B. ANAMNESIS
1. Keluhan Utama
Nyeri perut kanan bawah
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Seorang pasien perempuan berusia 43 tahun datang ke IGD karena
mengeluh nyeri perut bersifat tajam sebelah kanan bawah. Keluhan
dirasakan sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengatakan
bahwa ia sering mengalami sakit perut daerah kanan bawah berulang
sejak 6 bulan yang lalu. Dahulu rasa nyeri dirasakan di bagian ulu hati
lalu menjalar ke perut kanan bawah. Pasien tidak mengeluhkan demam,
mual, muntah. Pasien mengaku tidak ada masalah dalam buang air besar,
riwayat bab disertai darah disangkal. Pasien juga mengatakan tidak ada
masalah saat buang air kecil. Menstruasi terakhir pasien terjadi 3 hari
sebelum masuk rumah sakit. Pasien tidak mengeluhkan keputihan.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
(-)
4. Riwayat Penyakit Keluarga
(-)

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. KEADAAN UMUM & TANDA VITAL
Keadaan Umum : Pasien tampak kesakitan
Kesadaran : Compos mentis
Vital Sign :

5
Tekanan darah : 125/65 mmHg
Nadi : 89 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Temperatur : 36,9C

2. STATUS GENERALISATA
KEPALA :
Inspeksi : Mesocephal, CA -/-, SI -/-, Mata Cekung (-),
Bibir kering (-)
LEHER :
Inspeksi : pembesaran kelenjar getah bening (-)
THORAX :
Pulmo :
Inspeksi : pergerakan paru simetris, retraksi (-)
Palpasi : vocal fremitus (+) simetris,
Perkusi : sonor
Auskultasi : Suara dasar vesikuler +/+, suara tambahan -/-
Cor :
Perkusi : batas jantung tidak membesar
Auskultasi : SI > SII (murni), suara tambahan (-)
ABDOMEN :
Lihat status lokalis
EKSTREMITAS :
Palpasi : akral hangat

3. STATUS LOKALIS
Abdomen
Inspeksi : datar, tanda radang (-)
Auskultasi : peristaltik (+) dbn
Palpasi : supel, defens musculer (-), nyeri tekan epigastric(-), nyeri
tekan Mc Burney (+)
Perkusi : pekak di kuadran kanan bawah

D. WORKING DIAGNOSIS
Suspect Appendicular Abses Kronis
Diagnosa banding : Appendicular Infiltrat

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG Abdomen, darah rutin,SGOT,SGPT, urin rutin, feses rutin

6
USG Abdomen

Interpretasi : Tampak gambaran blind end tube dengan tepian hyperechoic


dan isian mix density.

Kesan : Gambaran mengarah ke appendicular abses

Laboraturium

7
F. DIAGNOSIS UTAMA
Appendicular Abses

G. PENATALAKSANAAN
Non Operatif

Infus RL II
Ciprofloxacin fl 2x200 mg per hari
Metronidazole fl 3x500 mg per hari
Paracetamol inf 2
Operatif
Drainase / Laparotomi