Anda di halaman 1dari 6

Health Belief Model pada Pasien Pengobatan Alternatif

Supranatural dengan Bantuan Dukun


Syaikhul Fanani
Triana Kesuma Dewi
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya

Abstract.
This study aims to determine how health beliefs of the patients supernatural alternative
medicine with the help of a dukun views of theory of Health Belief Model. Alternative medicine
became rampant phenomenon lately. Various types of treatment methods both of which use
the plant as medicine or use things like prayer and mantra suprantural. The study involved
two participants who ever take medication to alternative medicine suprantural. Subject I is a
cleaning service officer at one of the universities in Malang (30 years. Subjects II is a driver (28
years). Study uses a qualitative approach to the case study method. Technique of data analysis
used in this study is the analysis thematic. These results indicate that the patients perception
of alternative medicine with the help of supernatural shaman originated from their belief that
they experienced a strange disease. Different family backgrounds make their perception of no
treatment-related differences. There are several factors that establishes the basis for the shaman
to the treatment; family, personal experience, the cost of treatment, which treatment method is
simple and rapid healing.

Keywords : Health Belief Models; Alternative Medicine; Dukun

Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan kesehatan pada pasien
pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun dilihat dari teoeri Health Belief
Model. Pengobatan alternatif menjadi fenomena yang marak terjadi belakangan ini. Berbagai
macam jenis metode pengobatan baik dari yang menggunakan tanaman sebagai obat atau
menggunakan hal-hal suprantural seperti doa dan mantra. Penelitian ini melibatkan 2 orang
partisipan yang pernah melakukan pengobatan ke pengobatan alternatif suprantural. Subjek I
merupakan seorang petugas cleaning servis di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang (30
tahun. Subjek II merupakan seorang supir (28 tahun). Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah dengan analisa tematik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi pasien
pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun berawal dari bentuk kepercayaan
mereka terhadap penyakit aneh yang mereka alami. Latar belakang keluarga yang berbeda
membuat persepsi mereka terkait pengobatan ada perbedaan. Ada beberapa faktor yang
menjadi alasan untuk melakukan pengobatan ke dukun yaitu; keluarga, pengalaman pribadi,
biaya pengobatan, metode pengobatan yang sederhana dan kesembuhan yang cepat.

Kata kunci : Health Belief Model; Pengobatan Alternatif; Dukun

Korespondensi :
Syaikhul Fanani, email : ikullukicool@gmail.com
Triana Kesuma Dewi, email : triana.dewi@psikologi.unair.ac.id
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Universitas Airlangga, Jl. Airlangga No. 4 - 6 Surabaya

54 Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental


Vol. 03 No. 1, April 2014
Syaikhul Fanani & Triana Kesuma Dewi

PENDAHULUAN tersebut disebut etnomedisin. Etnomedisin


adalah sebuah kepercayaan dan praktek-
Fenomena pengobatan alternatif menjadi praktek yang berkenaan dengan penyakit yang
sebuah topik yang sedang marak-maraknya merupakan hasil dari perkembangan kebudayaan
beberapa tahun ini. Pengobatan ini menjadi asli, eksplisit dan tidak berasal dari kerangka
salah satu usaha yang dilakukan oleh masyarakat kedokteran modern (Anderson dan Foster, 1986).
untuk menyelesaikan permasalah kesehatan yang Anderson dan Foster membagi jenis etnomedisin
sedang mereka alami. Berdasarkan penelitian yang menjadi dua jenis yaitu sistem personalistik
dilakukan oleh Eisenberg dkk (1996) diperkirakan dan sistem naturalistik. Sistem personalistik
bahwa sebanyak 425 juta orang di Amerika merupakan suatu sistem dimana penyakit
melakukan kunjungan ke pengobatan alternatif, (illness) disebabkan oleh intervensi dari suatu gen
jumlah tersebut melebihi angka dari kunjungan yang aktif. Gen yang aktif yang dimaksud berupa
masyarakat Amerika ke dokter (Weiss dan Lynne, makhluk supranatural (makhluk gaib atau dewa),
1996 dalam Novitasari , 2010). Sementara di makhluk yang bukan manusia (seperti hantu, roh
Indonesia dari data yang diperoleh BPS tahun leluhur, atau roh jahat) maupun makhluk manusia
2003 menunjukkan bahwa sebanyak 30,67% dari (tukang sihir atau tukang tenung). Sementara
penduduk Indonesia menggunakan pengobatan sistem naturalistik, mengakui adanya model
alternatif untuk mengatasi permasalahan terkait keseimbangan dalam tubuh manusia. Sehat
kesehatan mereka. Persentase tersebut meningkat terjadi jika unsur-unsur yang ada dalam tubuh,
dua kali lipat dari tahun 1999 (Jauhari, Utami, & seperti panas, dingin, cairan tubuh, yin dan yang,
Padmawati, 2008). berada dalam keadaan seimbang (Anderson dan
Metode pengobatan alternatif yang Foster, 1986). Dan dalam penelitian ini, peneliti
masyarakat gunakan dalam pengobatan alternatif akan lebih memfokuskan kajiannya pada sistem
terkadang memang sangat tidak logis karena personalistik dimana dalam sistem pengobatan
sangat tidak sesuai dengan konsep pengobatan personalistik dikenal adanya istilah shaman atau
modern, seperti penggunaan media hewan dukun sihir.
untuk transfer penyakit, penggunaan kekuatan Istilah dukun sendiri tentunya sudah
supranatural, air doa dan lain-lain. Salah satunya tidak asing lagi di masyarakat kita sejak lama
terjadi pada tahun 2009 di daerah Jombang. sampai era modern seperti ini. Pemanfaatan
Pengobatan yang dilakukan oleh seorang anak metode pengobatan alternatif dukun ini tidak
berusia 10 tahun bernama Muhammad Ponari. hanya dilakukan oleh orang-orang terpencil atau
Metode pengobatannya sangat sederhana, yaitu pedesaan tapi juga digunakan oleh masyarakat
dengan mencelupkan batu yang ada di tangan modern. Representasi masyarakat pedesaan
Ponari ke dalam air kemudian meminumnya memang masih memiliki tradisi atau kebudayaan
(Ilmie, Irfan, 2009). Tidak lama setelah fenomena yang sangat kuat. Wajar jika mereka masih
Ponari, muncul fenomena pengobatan yang sama menggunakan metode pengobatan alternatif.
di Malang. Pengobatan yang dilakukan juga oleh Berbeda dengan masyarakat modern yang pada
seorang anak yang baru berusia 11 tahun, bernama dasarnya merupakan representasi orang-orang
Dadang. Metode pengobatan yang dilakukan terpelajar yang berpikiran rasional. Mereka
Dadang bisa dibilang juga tidak jauh berbeda tentunya akan lebih mengerti bahwa metode
dengan yang dilakukan oleh Ponari, yaitu dengan pengobatan alternatif dukun secara ilmiah kurang
menggunakan media air. Hanya dengan cara masuk akal dan bertentangan dengan kerangka
tersebut, banyak masyarakat yang merasakan kedokteran modern yang sudah mereka ketahui
kesembuhan terhadap penyakit yang dideritanya (Putriyani, 2013). Berangkat dari fenomena
(Aminudin, 2009). inilah, peneliti ingin mengetahui bagaimana
Penelitian Jauhari dkk tahun 2008 persepsi para pasien terkait perilaku sehat
menunjukkan bahwa banyak faktor yang mereka melakukan pengobatan alternatif dengan
mempengaruhi masyarakat dalam pemanfaatan menggunakan teori psikologi kesehatan.
pengobatan alternatif. Beberapa faktor-faktor Dalam kajian psikologi kesehatan,
itu antara lain faktor pengalaman, ekonomi, persepsi individu dalam melakukan atau memilih
kebudayaan. Fenomena pengobatan alternatif perilaku sehat dikaji dalam teori Health Belief

Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental 55


Vol. 03 No. 1, April 2014
Health Belief Model pada Pasien Pengobatan Alternatif Supranatural dengan Bantuan Dukun

Model (HBM). HBM adalah model kepercayaan kasus instrumental. Studi kasus instrumental
kesehatan individu dalam menentukan sikap adalah jenis studi kasus yang dilakukan untuk
melakukan atau tidak melakukan perilaku meneliti suatu kasus unik tertentu. Tipe penelitian
kesehatan (Conner, 2005). Teori HBM sendiri instrumental bertujuan untuk memahami sebuah
dalam perkembangannya terdapat enam konstruk fenomena atau kasus unik tertentu dengan lebih
yaitu, Perceived susceptibility adalah konstruk baik. Fokus dalam tipe penelitian ini adalah pada
tentang resiko atau kerentanan (susceptibility) kasusnya yang dijadikan sebagai instrument
personal, dimana pada konstruk ini individu utama dalam penelitian (Poerwandari, 2007).
dianggap mempunyai sebuah persepsi terhadap Kasus atau fenomena yang diangkat dalam
dirinya sendiri terkait apakah memiliki resiko penelitian ini adalah penggunaan pengobatan
yang tinggi atau tidak terhadap sebuah penyakit. alternatif supranatural dukun.
Perceived Severity membicarakan keyakinan Penelitian ini menggunakan dua metode
individu tentang keseriusan atau keparahan dalam mengumpulkan data, yakni dengan
suatu penyakit, hal ini biasanya terkait dengan wawancara dan dokumen hasil observasi
informasi yang individu ketahui tentang dituliskan dalam bentuk deskripsi sebagai catatan
penyakit yang dia alami. Selanjutnya konstruk lapangan. Penulis harus mencantumkan nomor-
perceived benefits yaitu terkait dengan pendangan nomor tertentu secara berurutan dari baris
seseorang terhadap nilai atau kegunaan dari ke baris dalam hasil tersebut. Dokumen yang
perilaku sehat baru yang akan mereka lakukan, berupa rekaman suara dari hasil wawancara harus
individu akan dihadapakan pada situasi apakah diproses dan dituliskan menjadi bentuk verbatim
dia harus mengadopsi perilaku tersebut atau dan transkrip. Penulis harus memberikan
tidak. Yang keempat perceived barriers atau kode-kode tertentu dalam verbatim tersebut,
hambatan yang dirasakan untuk berubah. Sebagai yang mencakup inisial interviewee dan tanggal
tambahan untuk empat keyakinan (belief) atau wawancara (bulan, tanggal, tahun). Contohnya
persepsi, Health Belief Model juga mengajukan pengkodeannya seperti MD0414 (artinya adalah
suatu konstruk lain yaitu Cues to Action dimana wawancara dilakukan kepada subjek Md pada
dalam konstruk tersebut dijelaskan bahwa suatu tanggal 14 April 2014). Dalam penelitian ini,
perilaku dipengaruhi oleh suatu hal yang menjadi analisis data menggunakan analisis tematik
isyarat bagi sesesorang untuk melakukan suatu dengan pendekatan Theory Driven, yaitu
tindakan atau perilaku. Terakhir adalah motivasi, memformulasikan indikasi atau bukti-bukti
dimana konstruk ini terkait dengan motivasi yang mendukung suatu teori. Maka kode yang
individu untuk selalu hidup sehat. Terdiri atas digunakan berasal dari teori yang sudah ada.
kontrol terhadap kondisi kesehatannya serta
health value (Conner, 2005). Melihat dari uraian
diatas, penelitian ini berusaha untuk menemukan HASIL DAN BAHASAN
bagaimana persepsi pasien pengobatan dukun
terdahap pengobatan suprantural yang mereka HBM adalah sebuah konstruk teoretis
lakukan jika dilihat dari ke enam konstruk HBM. mengenai kepercayaan individu dalam
berperilaku sehat (Conner, 2005). HBM terdiri
dari enam konstruk Perceived susceptibility,
METODE PENELITIAN Perceived Severity, Perceived Benefits dan Perceived
Barriers, Cues to Action dan Health motivation. Ke
enam kostruk tersebut merupakan pokok utama
Pendekatan yang digunakan dalam HBM dalam memahami bagaimana persepsi
penelitian ini adalah kualitatif. Tipe penelitian terhadap perilaku sehat yang dilakukan. Dari
ini adalah studi kasus, yaitu tipe penelitian untuk hasil penemuan dalam peneltiian, HBM pasien
mempelajari fenomena khusus yang hadir dalam pengobatan alternatif supranatural dukun diawali
suatu konteks yang terbatasi (bounded context) dari kepercayaan atas kerentanan diri (Perceived
meskipun terkadang batas antara fenomena dan susceptibility) terkena penyakit kiriman orang.
konteks tidak sepenuhnya jelas. Studi kasus yang Keyakinan terhadap penyakit kiriman ini timbul
digunakan dalam penelitian ini adalah tipe studi karena kondisi penyakit yang tidak kunjung

56 Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental


Vol. 03 No. 1, April 2014
Syaikhul Fanani & Triana Kesuma Dewi

sembuh, pemeriksaan kedokteran yang tidak kondisi sakitnya itu muncul jika berada di luar
seseuai dengan kondisi yang dirasakan, dan gejala- rumah saja. Subjek percaya bahwa rasa sakit itu
gejala sakit yang dianggap sangat aneh. Pemikiran- tidak akan muncul di rumah namun ketika dia
pemikiran mengenai penyakit aneh ini terbentuk meninggalkan rumah maka dia percaya bahwa
karena adanya beberapa faktor yang sangat kuat. rasa sakit itu pasti bisa muncul sewaktu-waktu.
Faktor-faktor itu seperti pengalaman mengetahui Metode pengobatan dukun sendiri
pengobatan dukun, pengalaman dalam sangatlah sederhana, yaitu dengan mengoleskan
mengetahui penyakit, faktor keluarga, teman kunyit dibagian yang sakit. Metode tersebut
dekat serta lingkungan tempat subjek tinggal. menurut subjek lebih efektif daripada pengobatan
Dari hasil penemuan peneliti, faktor keluarga dokter yang harus mengkonsumsi obat-obatan.
atau orang terdekat menjadi faktor yang paling Subjek merasa percaya bahwa pengobatan itu
menentukan (cues to action) keputusan dalam membawa manfaat berupa kesembuhan jika
melakukan pengobatan ke dukun. Disamping subjek memakainya. Rasa sakit yang dirasakan
itu pula, kepercayaan terkait keparahan yang subjek bisa hilang secara cepat jika mengoleskan
mereka rasakan terhadap penyakitnya, manfaat kunyit tersebut. Selama proses penyembuhan
yang mereka dapatkan terhadap pengobatan penyakit, pihak keluarga dan teman memberikan
dukun yang mereka lakukan juga menjadi hal dukungan sepenuhnya terhadap subjek. Tidak
yang membuat subjek tetap percaya melakukan ada seorangpun yang melarang subjek untuk
pengobatan ke dukun. melakukan pengobatan ke dukun. Hal ini
menjadi motivasi sendiri bagi subjek untuk
Subjek 1 (RY) terus melakukan pengobatan ke dukun. Selain
Subjek RY sebenarnya sudah lama itu, proses pengobatan yang cepat dengan biaya
mengetahui pengobatan dukun. Sejak kecil yang murah membuat subjek menjadi semakin
memang keluarganya sudah pernah melakukan termotivasi untuk tetap melakukan pengobatan
pengobatan ke dukun untuk mengatasi penyakit. ke dukun.
Menurutnya kerentanan seseorang terkait
penyakit ghaib ini bisa disebabkan permasalahan Subjek 2 (YT)
dengan seseorang, seperti perkelahian atau sikap Pengalaman subjek terkait pengobatan
kita ke orang lain. Penyakit aneh subjek diawali supranatural ini sebenarnya adalah
dengan rasa sakit dibagian pinggang dan area pengalamannya yang pertama. Subjek bersama
perutnya. Namun hasil pemeriksaan membuat keluarganya sebenanrnya tidak pernah melakukan
subjek terkejut karena tidak ditemukan penyakit pengobatan ke dukun. Subjek merasa penyakit
apapun didalam tubuhnya secara medis. Hasil yang dialami merupakan penyakit aneh yang
pemeriksaan tersebut membuat subjek yakin baru pertama kali subjek rasakan. Selama proses
bahwa penyakit yang dia derita memang bukan pengobatan dirumah sakit, subjek mendapatakan
berasal dari Allah melakinkan memang kiriman perawatan secara medis. Meski begitu, subjek
dari orang lain. Bahkan dokter yang merawatnya tidak merasakan kesembuhan yang signifikan
juga menyarankan subjek untuk melakukan terhadap penyakitnya. Kondisi subjek memang
pengobatan ke orang pintar. Pernyataan dokter sempat membaik tetapi hal itu terjadi jika subjek
tersebut membuat subjek semakin yakin untuk selesai mengkonsumsi obat. Beberapa jam setelah
melakukan pengobatan ke dukun. Subjek itu rasa sakit subjek akan muncul lagi. Semakin
menganggap bahwa dukun bisa menyembuhkan hari Subjek merasa bahwa rasa sakitnya sudah
penyakit yang menyebabkan rasa sakit yang luar tidak wajar lagi dan subjek sangat takut tidak bisa
biasa di tubuh subjek. sembuh dari penyakitnya. hal ini membuat subjek
Rasa sakit yang luar biasa dirasakan dan istri merasa khawatir bahwa penyakit yang
oleh subjek membuat subjek merasa percaya diderita subjek bukanlah penyakit pemberian
bahwa terdapat sebuah benda asing yang berada Allah, melainkan penyakit kiriman orang lain yang
didalam tubuhnya. Bahkan subjek percaya jika tidak suka dengan mereka. Dokter menyebutkan
penyakitnya itu sangat parah dan bisa membuat bahwa penyakit yang diderita subjek adalah tifus.
dirinya meninggal dunia. Ketakuatan akan rasa Tetapi anehnya rasa sakit yang muncul tidak
sakit itu juga membuat subjek merasa bahwa hanya dari perut yang mengindikasikan sakit

Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental 57


Vol. 03 No. 1, April 2014
Health Belief Model pada Pasien Pengobatan Alternatif Supranatural dengan Bantuan Dukun

tifus, tetapi juga muncul di kepala subjek. Dalam dengan gejala-gejala sakit yang bisa muncul dalam
kondisi seperti itu, subjek akhirnya memutuskan waktu-waktu tertentu,
untuk melakukan pengobatan ke dukun. Hal ini Pasien pengobatan dukun percaya bahwa sakit
dia lakukan atas saran dari keluarga terutama yang pasien alami bisa sembuh dengan melakukan
keluarga istrinya. pengobatan ke dukun. Pasien percaya bahwa
Hanya dengan metode pengobatan penyakit yang pasien rasakan adalah penyakit aneh
dukun ternyata subjek merasakan manfaat yang sehingga membutuhkan bantuan seorang dukun
cukup bagus. Subjek merasa penyakitnya secara untuk menyembuhkannya. Pasien menganggap
berangsur mengalami perkembangan menjadi seorang dokter tidak memiliki kemampuan untuk
lebih baik. Kesembuhan itulah yang membuat menyembuhkan sehingga percuma berobat ke
subjek akhrinya percaya akan manfaat pengobatan sana. Dokter dalam pengobatan supranatural
dukun yang dia lakukan. Subjek optimis jika dipersepsikan pasien dukun bisa menjadi
setelah pengobatan dukun maka subjek sudah penghambat dalam melakukan pengobatan.
diperbolehkan pulang. Keluarga berperan penting dalam membentuk
Setelah subjek keluar dari rumah sakit, persepsi terhadap penggunaan pengobatan
proses pengobatannya masih tetap berlangsung. supranatural. Keluarga juga berperan dalam
Hal ini dilakukan karena subjek ternyata masih memotivasi diri pasien untuk terus melakukan
sering mengalami rasa sakit. Rasa sakit yang dialami proses penyembuhan supranatural. Disamping
subjek biasanya akan muncul setiap menjelang itu, kondisi penyakit yang berangsur-angsur
petang. Subjek merasa akan percuma melakukan baik setelah melakukan terapi dukun membuat
pengobatan ke dokter karena pengalamannya pasien termotivasi untuk terus berobat. Pasien
yang sudah pernah tetapi tidak mendapatkan dukun juga memprsepsikan bahwa biaya yang
kesembuhan. Subjek juga mempertimbangkan dikeluarkan untuk berobat ke dukun lebih
biaya yang dia keluarkan jika dia pergi ke dukun. murah dan prosesnya yang begitu sederhana
Bianya akan lebih murah karena dukun tidak dibandingkan ke dokter.
memasang tarif seperti dirumah sakit. Si dukun Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,
mau menerima berapapun pemberian subjek peneliti menentukan beberapa saran untuk
bahkan jika memang subjek tak mampu, subjek diperhatikan. Peneliti selanjutnya hendaknya
diperbolehkan untuk tidak memberi apa-apa. memperhatikan karateristik pasien. sehingga data
yang diperoleh tentang HBM lebih kaya. Pasien
pengobatan dan keluarga pasien hendaknya
SIMPULAN DAN SARAN lebih mempertimbangkan faktor-faktor lain
dalam memilih pengobatan dalam menangani
penyakitnya. Hal ini untuk mengurangi faktor
Persepsi pasien pengobatan dukun terhadap resiko yang bisa saja terjadi karena pengobatan
pengobatan supranatural bermula dari persepsi alternatif yang dilakukan tanpa pengetahuann
pasien terkait konsep sakit kiriman yang pasien secara ilmiah. Pemerintah dan dinas kesehatan
alami. Hal ini membuat persepsi pasien terkait setempat hendaknya sering melakukan
kerentanan penyakit mengarah kepada bagaimana penyuluhan kesehatan terutama terkait
hubungan pasien kepada orang lain. Pasien kerentanan dan keparahan sebuah penyakit. Hal
mepresepsikan bahwa penyakit bisa saja datang ini dikarenakan dua pokok permasalahan itu
karena hubungan yang tidak baik dengan orang yang menjadi hal yang paling menonjol terkait
lain, sehingga pasien mengirimkan penyakit pengobatan ke dukun. Penyuluhan kesehatan
tersebut. ini diharapkan tidak hanya mengenai penyakit-
Penyakit kiriman yang dialami, dipersepsikan penyakit secara medis tetapi penyakit secara
pasien bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak psikologis karena dikhawatirkan beberapa
dinginkan. Rasa sakit yang pasien rasa tidak penyakit yang dialami pasien penelitian sebagai
wajar membuat pasien takut tidak sembuh faktor psikologis yang sangat kuat.
bahkan kemungkinan terburuk bisa membuat
dirinya meninggal. Persepsi tentang keseriusan
penyakitnya bahkan membuat pasien selalu takut

58 Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental


Vol. 03 No. 1, April 2014
Syaikhul Fanani & Triana Kesuma Dewi

PUSTAKA ACUAN

Aminudin, M. (2009, 16 Desember). Dukun Cilik Tiban Muncul di Malang. Detiknews.com. Diakses
pada tanggal 22 Juli 2014 dari http://news.detik.com/surabaya/read/2009/12/16/135648/1261175/4
75/dukun-cilik-tiban-muncul-di-malang?nd771104bcj.
Anderson, G.B., & Foster, G.M. (1986). Antropologi Kesehatan (Terjemahan oleh Suryadama, P &
Swasono, M). Jakarta : UI-Press
Conner, M., & Norman, P. (2005). Predicting Health Behavior (2nd ed). London: Open University Press.
Ilmie, Irfan. (2009, 23 Februari). Fenomena Ponari dalam Tinjauan Medis dan Sosiologi. Kompas[on-line].
Diakses pada tanggal 27 Mei 2014 dari http://health.kompas.com/read/2009/02/23/18095223/
Fenomena.Ponari.dalam.Tinjauan.Medis.dan.Sosiologi.
Jauhari, A., Utami, M., & Padmawati, R. (2008). Motivasi dan Kepercayaan Pasien Untuk Berobat ke
Sinse. Berita Kedokteran Masyarakat , Vol 24.
Novitasari, A. (2010). Pengobatan Transfer Energi (Studi Deskriptif) Tentang Pengobatan Transfer
Energi Sebagai Salah Satu Metode untuk Pengobatan Tradisional di Sidoarjo. Surabaya: Jurusan
Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlngga.
Putriyani, P. (2013). Persepsi tentang Kesehatan Diri dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku
Berobat Ke Dukun Cilik Ponari.EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi,2(1).

Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental 59


Vol. 03 No. 1, April 2014