Anda di halaman 1dari 11

Effective Frontier dan Security Market Line

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Investasi dan Portofolio

Dosen Pengampu:

Isma Swadjaja, MM.

Oleh :

Rendy A.L.G.R. (ES-D/C74213140)

PRODI EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan Rahmat dan
Karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah yang berjudul
Effective Frontier dan Security Market Line (Capital Asset Pricing Model).

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah
Manajemen Investasi dan Portofolio yang dibimbing oleh Bapak Isma Swadjaja, MM.
Sehubungan dengan tersusunnya makalah ini kami mendapat bantuan dari berbagai pihak.
Oleh karenanya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada semua pihak yang membantu dan membimbing penulisan makalah ini.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan
penyalinan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Surabaya, 5 Juni 2016

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah

Saat ini dengan adanya prinsip pasar bebas, investasi dalam bentuk
kepemilikan aset finansial mulai diminati oleh masyarakat di Indonesia.
Investasi pada saham menawarkan tingkat pertumbuhan keuntungan
yang cepat dengan risiko yang juga sebanding. Untuk memperoleh tingkat
return yang tinggi, maka investor harus berani menanggung risiko yang
tinggi juga. Oleh karena itu, pemodal harus berhati-hati dalam
menentukan saham mana yang akan dipilihnya untuk berinvestasi.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, hendaknya seorang investor
melakukan analisis terhadap semua saham-saham yang ada dan
kemudian memilih yang dianggap aman serta mampu menghasilkan
keuntungan yang diharapkan. Salah satu cara untuk meminimumkan
risiko adalah dengan melakukan diversifikasi atau menyebar investasinya
dengan membentuk portofolio yang terdiri dari beberapa saham.
Teori dasar pemilihan portofolio pertama kali dicetuskan oleh Harry
M. Marko- witz (1952). Pemilihan portofolio membahas tentang
permasalahan bagaimana meng-alokasikan penanaman modal agar
dapat membawa keuntungan terbanyak namun dengan resiko yang
terkecil. Pembentukan portofolio menyangkut identikasi saham- saham
mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan
pada masing-masing saham tersebut. Pemilihan portofolio dari banyak
sekuritas dimaksudkan untuk mengurangi resiko yang ditanggung. Teori
optimisasi sangat aplikatif pada permasalahan-permasalahan yang
menyangkut pengoptimalan. Banyak metode- metode optimasi yang
berkembang digunakan untuk merumuskan berbagai masalah misalnya
dalam transportasi, manufaktur, penjadwalan kru maskapai penerbangan
dan investasi.
Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah.
Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio
yang dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar.
Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini
juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio. Jika
terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka
akan timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor.
Jika investor adalah rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang
optimal.
Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau
dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal
dengan model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah
menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini semua
portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap
investor mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal
akan berbeda untuk masing-masing investor. Investor yang lebih
menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang lebih tinggi
dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan
investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko
dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang
mungkin sudah dipilih investor.

1.2. Rumusan Masalah


a) Bagaimanakah menentukan pemilihan portofolio yang effisien dan
portofolio optimal / efficient frontier?

1.3. Tujuan
a) Untuk mengetahui bagaimana menentukan pemilihan portofolio
yang effisien dan portofolio optimal / efficient frontier.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Teori Portofolio


Harry M. Markowitz mengembangkan suatu teori pada dekade 1950-an yang disebut
dengan Teori Portofolio Markowitz. Teori Markowitz menggunakan beberapa pengukuran
statistik dasar untuk mengembangkan suatu rencana portofolio, diantaranya expected return,
standar deviasi baik sekuritas maupun portofolio, dan korelasi antar return. Teori ini
memformulasikan keberadaan unsur return dan risiko dalam suatu investasi, dimana unsur
risiko dapat diminimalisir melalui diversifikasi dan mengkombinasikan berbagai instrumen
investasi kedalam portofolio. Pada tahun 1952 teori tersebut dipublikasi secara luas pada
Journal of Finance.
Teori Portofolio Markowitz didasarkan atas pendekatan mean (ratarata) dan variance
(varian), dimana mean merupakan pengukuran tingkat return dan varian merupakan
pengukuran tingkat risiko. Teori Portofolio Markowitz ini disebut juga sebagai mean-Varian
Model, yang menekankan pada usaha memaksimalkan ekspektasi return (mean) dan
meminimumkan ketidakpastian/risiko (varian) untuk memilih dan menyusun portofolio
optimal. Markowitz mengembangkan Index Model sebagai penyederhanaan dari Mean-
Varian Model, yang berusaha untuk menjawab berbagai permasalahan dalam penyusunan
portofolio, yaitu terdapatnya begitu banyak kombinasi aktiva berisiko yang dapat dipilih dan
disusun menjadi suatu portofolio. Dari sekian banyak kombinasi yang mungkin dipilih,
investor rasional pasti akan memilih portofolio optimal (efficient set).
Untuk menentukan penyusunan portofolio optimal dengan menggunakan Index
Model, yang terutama dibutuhkan adalah penentuan portofolio yang efisien, sebab pada
dasarnya semua portofolio yang efisien adalah portofolio yang optimal. Pada perkembangan
berikutnya pada tahun 1963 William F. Sharpe mengembangkan Single Index Model (Model
Indeks Tunggal) yang merupakan penyederhanaan Index model yang sebelumnya telah
dikembangkan oleh Markowitz. Model Indeks Tunggal menjelaskan hubungan antara return
dari setiap sekuritas individual dengan return indeks pasar. Model ini memberikan metode
alternatif untuk menghitung varian dari suatu portofolio, yang lebih sederhana dan lebih
mudah dihitung jika dibandingkan dengan metode perhitungan markowitz. Pendekatan
alternatif ini dapat digunakan untuk dasar menyelesaikan permasalahan dalam penyusunan
portofolio. Sebagaimana telah dirumuskan oleh markowitz, yaitu menentukan efficient set
dari suatu portofolio, maka dalam Model indeks Tunggal ini membutuhkan perhitungan yang
lebih sedikit.

2.2. Pemilihan Portofolio

Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya


adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi
aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak
terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio.
Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan
timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah
rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.
Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model
Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang
pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model ini
semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor
mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-
masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return
yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan
investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan, aktiva ini
dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor.

2.3 Menentukan Efficient Frontier / Portofolio Optimal


a. Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor
Model Markowitz memberikan nilai portofolio dengan resiko terkecil untuk return
ekspektasi tertentu. Kadangkala investor lebih memilih resiko yang lebih besar dengan
kompensasi return ekspektasi yang lebih besar juga.
Model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut :
Waktu yang digunakan hanya satu periode

Tidak ada biaya transaksi

Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari portofolio.

Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.


Asumsi bahwa preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko
dari porofolio secara implisit menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utiliti yang
sama. Kenyataannya tiap-tiap investor mempunyai fungsi utiliti yang berbeda.
Jika preferensi investor terhadap portofolio berbeda karena mereka mempunyai
fungsi utiliti yang berbeda, optimal portofolio untuk masing-masing investor akann dapat
berbeda. Demikian juga jika tersedia pinjaman dan simpanan bebas resiko, maka optimal
porofolio akan dapat berbeda seandainya pinjaman dan simpanan bebas risiko ini tersedia.

b. Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko


Model Markowitz menggunakan kombinasi aktiva-aktiva yang berisiko. Dengan
adanya aktiva yang bebas risiko investor mempunyai pilihan untuk memasukkan aktiva ini ke
portofolionya. Suatu aktiva bebas risiko dapat didefinisikan sebagai aktiva yang mempunyai
return ekspektasi tertentu dengan varian return (resiko) yang sama dengan nol.
Investor dapat memasukkan aktiva bebas risiko ke dalam portofolio efisien aktiva
berisiko dalam bentuk simpanan atau pinjaman. Dalam bentuk simpanan berarti membeli
aktiva bebas risiko dan memasukkannya ke dalam portofolio efisien aktiva berisiko. Dalam
bentuk pinjaman berarti meminjam sejumlah dana dengan tingkat bunga bebas risikodan
menggunakan dana ini untuk menambah proporsi di portofolio efisien aktiva berisiko.

c. Model Utilitas yang Diharapkan


Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan memilih suatu
kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas yang diharapkan yang tertinggi
tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan
model ini dipergunakan beberapa aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan
keputusan investasi. Aksioma-aksioma tersebut adalah :
Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun peringkat
dari alternatif-alternatif tersebut sehingga bisa diambil keputusan.

Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya kalau


investasi A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai C, maka A tentu lebih
disukai daripada C.

Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan dan


tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.
Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap investasi yang
tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi menunjukkan nilai pasti yang
ekuivalen dengan nilai pengharapan dari investasi tersebut.
Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal
terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
Risk averse (tidak menyukai risiko)
Risk neutral (netral terhadap risiko)
Risk seeker (menyukai risiko)

d. Manajemen Portofolio
Manajemen Portofolio merupakan suatu proses bagaimana dana yang dipercayakan
kepada manajer investasi dikelola. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara aktif maupun
pasif, menggunakan prosedur eksplisit maupun implicit, relatip terkontrol atau tidak
terkontrol.
Arah perkembangannya nampaknya adalah bahwa operasi manajemen portofolio
menjadi semakin terkontrol, sesuai dengan pendapat bahwa pasar modal secara relatip dapat
dikatakan efisien. Meskipun demikian setiap pengelolaan investasi dapat dilakukan dengan
style yang berbeda-beda, demikian juga pendekatan yang digunakan.
Berbagai lembaga mungkin membentuk portofolio sekutitas dalam menanamkan dana
yang mereka miliki. Berbagai yayasan dana pensiun, perusahaan asuransi, disamping
menginvestasikan dana mereka pada berbagai aktiva riil juga menanamkan dana mereka pada
berbagai sekuritas. Dengan kata lain disampig mereka melakukan diversifikasi investasi pada
real dan financial assets, untuk financial assets pun mereka membentuk portofolio.

2.4. Security Market Line


Garis pasar sekuritas atau security market line (SML) menrupakan garis yang menunjukkan
tradeoff antara resiko dan return ekspektasian untuk sekuritas individual. Garis pasar
sekuritas merupakan penggambaran grafis dari model CAPM
Untuk portofolio, tambahan return ekspektasian terjadi karena diakibatkan oleh tambahan
resiko dari portofolio bersangkutan. Untuk sekuritas individual, tambahan return ekspektasian
diakibatkan oleh tambahan resiko sekuritas individual yang diukur dengan Beta. Beta
menentukan besarnya tambahan return ekspektasian untuk sekuritas individual dengan
argumentasi bahwa untuk portofolio yang di-diversifikasikan dengan sempurna, resiko tidak
sistematik cenderung hilang dan resiko yang relevan hanya resiko sistematik yang diukur
oleh Beta. Argumentasi ini didasarkan pada asumsi bahwa untuk ekspektasi yang homogen,
semua investor akan membentuk portofolio pasar yang di-diversifikasikan secara sempurna,
sehingga resiko yang relevan untuk tiap-tiap sekuritas didalam portofolio adalah Beta.
Beta untuk portofolio pasar adalah bernilai 1. Suatu sekuritas yang mempunyai Beta lebih
kecil dari 1 dikatakan beresiko lebih kecil dari resiko portofolio pasar. Sebaliknya, suatu
sekuritas yang mempunyai Beta lebih dari 1 dikatakan mempunyai resiko sistematik yang
lebih besar dari resiko pasar. Jika suatu sekuritas mempunyai Beta yang sama dengan Beta
portofolio pasar yaitu 1 maka diharapkan sekuritas ini mempunyai return ekspektasi yang
sama dengan return ekspektasi portofolio atau E(R). Untuk sekuritas individual yang
mempunyai Beta lebih kecil/besar dari satu maka diharapkan akan membuat return ekspektasi
lebih kecil dibanding dengan return ekspektasi portofolio pasar. Hubungan return ekspektasi
dan Beta ini digambarkan di garis pasar sekuritas.

Dalam grafik terlihat bahwa titik M menunjukkan portofolio pasar dengan beta senilai 1
dengan return ekspektasi sebersar E(RM). Untuk Beta bernilai 0 atau untuk aktiva yang tidak
mempunyai resiko sistematik, yaitu Beta untuk aktiva bebas resiko, aktiva ini mempunyai
retrun ekspektasi sebesar RBR yang mempunyai intercept dari garis pasar sekuritas. Dengan
berasumsi Garis Pasar Sekuritas adalah garis linier, maka persamaan garis linier ini dapat
dibentuk dengan intercept sebesar RBR dan slope sebesar [E(RM) RBR] / M. Karena M
adalah bernilai 1, maka slope dari Garis Pasar Sekuritas sebesar [E(RM) RBR]. Selanjutnya
persamaan Garis Pasar Sekuritas atau yang disebut CAPM dapat dituliskan:
E(Rj) = Rf + [ E(Rm) Rf ] bj
Keterangan:
E(Rj) = Hasil pengembalian yang diharapkan dari aktiva ke-j yang mengadung resiko
Rf = Hasil pengembalian dari aktiva bebas resiko
E(Rm) = Hasil yang diharapkan dari suatu portofolio
bj = resiko yang tidak dapat didiverifikasi dari saham yang ke-j

Mengingat SML mencerminkan laba atas investasi yang diberikan dalam kaitannya dengan
risiko, perubahan kemiringan SML dapat disebabkan oleh premi risiko investasi. Ingat bahwa
premi risiko investasi adalah excess return yang dibutuhkan oleh investor untuk membantu
memastikan tingkat pengembalian terpenuhi. Jika premi risiko yang diperlukan oleh investor
adalah untuk mengubah, kemiringan SML akan berubah juga. Ketika pergeseran SML terjadi,
perubahan yang mempengaruhi risiko semua investasi dibandingkan profil yang telah terjadi.
Pergeseran dari SML dapat terjadi dengan perubahan berikut pertama, diharapkan
pertumbuhan riil dalam perekonomian. Kedua, kondisi pasar modal. Ketiga, diharapkan
tingkat Inflasi.
BAB III
KESIMPULAN

Portofolio yang optimal ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi
tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya, atau menentukan tingkat risiko yang
tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan
memilih portofolio optimal ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan
mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau risiko portofolio.Dalam
memilih portofolio yang optimal ada beberapa pendekatan yaitu:

Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor


Portofolio optimal berdasarkan model Markowitz
Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan pinjaman bebas risiko.
Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Tunggal

Security Market Line disebut juga garis keamanan pasar ialah garis yang
mencerminkan risiko investasi versus kembalinya, atau pengembalian investasi
yang diberikan dalam kaitannya dengan risiko.