Anda di halaman 1dari 6

Endoftalmitis adalah sebuah diagnosis klinis yang dibuat ketika terdapat

inflamasiintraocular yang melibatkan baik ruang posterior dan anterior yang


berhubungan denganinfeksi bakteri dan jamur
Klasifikasi
Endoftalmitis dapat diklasifikasikan berdasarkan cara masuk mikroorganisme
kedalam mata yaitu
1.Endoftalmitis eksogen yaitu endoftalmitis yang terjadi
a k i b a t m a s u k n y a mikroorganisme dari luar. Jenis ini sering terjadi.
Terbagi lagi menjadi beberapa kategori,yaitu
:a . E n d o f t a l m i t i s p o s t o p e r a t i f
b.Endoftalmitis post traumatic
c.Endoftalmitis yang berhubungan dengan bleb (setelah operasi glaucoma dengan
blebfilter konjungtiva)
2.Endoft almit is endogen yaitu endoftalmitis yang terjadi akibat menyebarnya
bakteri atau jamur melalui darah (septicemia).
Sumbernya bias saja bukan berasal dari mata, misalnya pada endokarditis, kelainan
gastrointestinal, pielonefritis, meningitis, atau osteomielitis
Endoftalmitis endogen dibagi berdasarkan etiologinya yaitu :
a.Endoftalmitis endogen bacterial
b.Endoftalmitis endogen jamur
c.Endoftalmitis endogen aspergilus
Epidemiologi
Penyebab kasus endoftalmitis antara lain post operasi intra okuler (62%),
cederakarena benda tajam (20%), komplikasi setelah operasi anti-glaukoma
(10%), atau setelahmelakukan operasi lain (keratoplasti, vitrectomi, implantasi
lensa intra ocular sekunder), penyebab bakteri dan jamur terjadi sekitar 2-8%
1.4Etiologi
1 . B a k t e r i
Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan endoftalmitis bakteri adalah kokusgram
positif, misalnya staphylococcus epidermidis dan staphylococcus aureus.
Bakterilainnya dapat berupa streptococcus, pseudomonas, pneumococcus dan
corynebacterium
2 . J a m u r
Lebih jarang disbanding endoftalmitis bakteri. Biasanya
d i s e b a b k a n o l e h aspergilus fusarium dan candida
.1 . 5 G e j a l a d a n Tan d a
Pada kasus endoftalmitis yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Tanda-
tanda peradangan muncul setelah fase inkubasi. Waktu inkubasi bakteri dalam
mata adalah 16-18 jam, tetapi tergantung spesies dari bakteri penyebabnya
seperti staphylococcus aureus dan pseudomonas aeuruginosa memberikan tanda-
tanda pertama setelah 10 menit.
Sedangkan propionibacterium, tanda-tanda muncul setelah 5 jam dan
staphylococcus epidermidis tigahari setelah infeksi.
Gejala endoftalmitis bakteri akut biasanya terjadi dalam 7 hari dan nyeri hebat
padamata, mata merah, lakrimasi, fotofobia, dan hilangnya visus.Sedangkan tanda-tanda
endoftalmitis antara lain :
a.Kelopak mata merah dan bengkak
b.Konjungtiva menunjukan tanda-tanda kemosis, dan ditandai kongesti
sirkumkornea

c.Kornea mengalami oedema, keruh dan dapat terbentuk cincin infiltrasi


d . Tep i l u k a m e n j a d i k u n i n g d a n n e k r o t i k
e . Ter d a p a t h i p o p i o n d i b a g i a n a n t e r i o r d a l a m w a k t u s i n g k a t d a p a t t e r t u t p
s e l u r u h n y a o l e h pus
f.Iris mengalami oedema dan keruh
g.Pupil menunjukan reflek kuning dikarenakan eksudasi purulen oleh vitreous ketika
ruanganterior dipenuhi pus, pupil dan iris tidak terlihat
h.Eksudat pada vitreous, pada kasus dengan infeksi dalam, badan
v i t r e o u s d i p e n u h i o l e h pus dan eksudat. Dalam waktu singkat dapat terlihat
sebuah massa putih kekuninganyang dapat dilihat dari pupil yang dilatasi. Tanda
ini dikenal dengan istilah amauroticcats-eye reflex.
i . Tek a n a n i n t r a o c u l a r n a i k p a d a s t a d i u m a w a l t e t a p i p a d a k a s u s y a n g
l e b i h l a n j u t p r o s e s siliar rusak dan turunnya tekanan intraocular pada akhirnya
menyebabkan penyusutan bola mata

1.6Diagnosis
Diagnosis yang benar berdasarkan pemeriksaan klinis dan temuan USG karena
ada banyak kondisi yang sama karateristiknya. Hal ini lebih dianjurkan untuk melakukan
tusukandiruang anterior dan pengambilan sampel cairan ruangan untuk analisa mikrobiologi.

1 . 7 Ter a p i
1 . Ter a p i a n tib io ti c a.
A n t i b i o t i c i n t r a v i t r e a l Yang biasa digunakan adalah gabungan antibiotic
yang efektif untuk bakteri gram positif dan negative
A n t i b i o t i c s u b k o n j u n c t i v a Diberikan per hari selama 5-7 hari
A n t i b i o t i c t o p i c a l Sebaiknya juga diberikan segera dengan frekuensi tiap 30 menit
sampai 1 jam
Vitrectomi
Operasi sebaiknya dilakukan apabila pasien tidak mengalami perbaikan
dengan p e n g o b a t a n i n t e n s i f y a n g t e l a h d i s e b u t k a n s e e l u m n y a d a l a m
w a k t u 4 8 - 7 2 j a m a t a u apabila pasien datang dengan penurunan ketajaman penglihatan
terhadap persepsi cahaya.Vit r e k t o m i d a p a t m e m b u a n g p e n y e b a b , t o k s i n , d a n
e n z i m y a n g b e r a d a d a l a m b a d a n vitreous yang terinfeks
ENDOFTALMITIS EKSOGEN POST TRAUMATIK
2.1Definisi
Endoftalmitis post traumatic adalah endoftalmi tis yang terjadi setelah
traumatembus pada mata.
2.2Etiologi
Baktei gram positif merupakan jenis mikroo rganisme penyebab yan g
p a l i n g sering
2.3Epidemiologi
Endoftalmitis post traumatic meliputi 5-20% dari seluruh kejadian endoftalmitis
2.4Gejala dan tanda
Opasifikasi media refraksi yang progresif, terdapat hipopion, inflamasi berat posttraumatic
yang merupakan tanda awal dari endoftalmitis
2.5Diagnosis
Diagnosis yang benar berdasarkan pemeriksaan klinis dan temuan USG karena ada
banyak kondisi penyakit yang sama karakteristiknya. Hal ini lebih dianjurkan
untuk melakukan tusukan dari ruang anterior dan pengambilan sampel cairan
ruangan untuk analisa mikrobiologi.
2.6Diagnosis banding
Diagnosis banding dari endoftalmitis post traumatic antara lain reaksi
inflamasidari benda asing intraocular, reaksi autoimun terhadap protein lensa, simpatik
oftalmia
2.7Terapi
Melibatkan pembedahan dan juga penggunaan antibiotic dan steroid sistemik dantopical
yang dikombinasikan. Steroid tidak boleh diberikan pada endoftalmitis
yangdisebabkan oleh jamur.

2.8Prognosis
Umumnya perbaikan fungsi penglihatan pada pasien endoftalmitis post traumatic
lebih buruk dari endoftalmitis post operatif. Visus akhir yang melebihi 20/400 dilaporkan 17-
24% kasus.
PENDAHULUAN
ENDOFTALMITIS
Endoftalmitis merupakan peradangan berat dalam bola mata, biasanya akibat
infeksi setelah trauma atau bedah, atau endogen akibat sepsis. Berbentuk radang
supuratif di dalam rongga mata dan struktur di dalamnya. Peradangan supuratif
di dalam bola mata akan memberikan abses di dalam badan kaca. Penyebab
endoftalmitis supuratif adalah kuman dan jamur yang masuk bersama trauma
tembus (eksogen) atau sistemik melalui peredaran darah (endogen).
Endoftalmitis eksogen dapat terjadi akibat trauma tembus atau infeksi sekunder
pada tindakan pembedahan yang membuka bola mata. Endoftalmitis endogen
terjadi akibat penyebaran bakteri, jamur ataupun parasit dari fokus infeksi di
dalam tubuh. Bakteri yang sering merupakan penyebab adalah stafilokok,
streptokok, pneumokok, pseudomonas, dan basil sublitis. Jamur yang sering
mengakibatkan endoftalmitis supuratif adalah aktinomises, aspergilus,
fitomikosis sportrikum, dan kokidiodes.
Peradangan yang disebabkan bakteri akan memberikan gambaran klinik rasa
sakit yang sangat, kelopak merah dan bengkak, kelopak sukar dibuka,
konjungtiva kemotik dan merah, kornea keruh, bilik mata depan keruh yang
kadang-kadang disertai hipopion. Kekeruhan atau abses dalam badan kaca,
keadaan ini akan memberikan refleks pupil berwarna putih sehingga gambaran
seperti retinoblastoma atau pseudoretinoblastoma. Bila sudah terlihat hipopion
keadaan sudah lanjut sehingga prognosis lebih buruk. Karena itu diagnosis dini
dan cepat harus dibuat untuk mencegah berakhirnya kebutaan pada mata.
Endoftalmitis akibat kuman kurang virulen tidak terlihat seminggu atau
beberapa minggu sesudah trauma atau pembedahan. Demikian pula infeksi
jamur dapat tidak terlihat sesudah beberapa hari atau minggu. Endoftalmitis
yang disebabkan jamur masa inkubasi lambat kadang-kadang sampai 14 hari
setelah infeksi dengan gejala mata merah dan sakit. Di dalam badan kaca
ditemukan masa putih abu-abu, hipopion ringan, bentuk abses satelit di dalam
badan kaca, dengan proyeksi sinar yang baik. Endoftalmitis diobati dengan
antibiotika melalui periokular atau subkonjungtiva. Sikloplegik diberikan 3 kali
sehari tetes mata. Kortikosteroid dapat diberikan dengan hati-hati. Apabila
pengobatan gagal dilakukan eviserasi. Penyulit endoftalmitis adalah bila proses
peradangan mengenai ketiga lapisan mata (retina koroid dan sklera) dan badan
kaca maka akan mengakibatkan panoftalmitis.
Prognosis endoftalmitis dan panoftalmitis sangat buruk terutama bila
disebabkan jamur atau parasit.1 Prognosis bergantung pada durasi dari
endoftalmitis, jangka waktu infeksi sampai penatalaksanaan, virulensi bakteri,
dan keparahan trauma. 2 Untuk pencegahan, terutama yang akan menjalani
operasi katarak, pencegahan resiko terjadinya infeksi dengan cara mengikuti
instruksi dokter tentang perawatan mata setelah operasi dan juga kontrol yang
teratur ke dokter mata untuk mengetahui perkembangan perbaikan mata setelah
operasi. 3