Anda di halaman 1dari 2

Sprain Medial Collateral Ligament (MCL)

Definisi
Sprain Medial Collateral Ligament (MCL) adalah robekan atau putusnya ligamen pada bagian medial
(dalam) aspek lutut. Bagian dalam dari ligamentum ini melekat pada meniskus medial dan garis lurus
dengan tibialis, MCL bertindak untuk membatasi pemisahan berlebihan dalam sendi lutut, agar tidak
valgus..
- Epidemiologi

Karena penurunan terkait usia dalam elastisitas ligamen, orang dewasa lebih rentan terhadap cedera MCL
dari pada anak-anak atau remaja. Karena cedera MCL biasanya terkait dengan aktivitas atletik. Biasanya
pada dewasa berusia 20 sampai 35 tahun. Meskipun demikian, cedera MCL juga diamati pada orang tua
karena jatuh. Insiden cedera MCL tertinggi dalam olahraga seperti sepak bola Amerika (55%), ski (15%
sampai 20% dari semua cedera dan 60% dari semua cedera lutut), dan rugby (29%), di mana valgus
(memutar ke arah luar dari pertengahan-line) dan pasukan rotasi eksternal pada lutut biasanya dialami.
MCL terkait juga dengan ligamen anterior cruciate, posterior cruciatum ligamen, meniskus, tulang, dan /
atau kompleks lateral.
c. Hasil Anamnesis

Atlet terjatuh dengan posisi kaki valgus/ lateral, terjadi trauma benturan pada tibia lalu si atlet tidak dapat
melanjutkan olah raga saat itu. Pada waktu berjalan terasa lutut bergoyang
Pemeriksaan fisik dan dasar penunjang
Pemeriksaan fisik
- Tes Gerak FUngsi dasar. :

Gerakan ekstensi, fleksi dan external, internal rotasi, valgus semua dalam batas normal
- Tes khusus
Valgus stress test (Jacobson KE et al, 2011)
Palpasi pada sisi medial lutut nyeri dan trimgling
Pemeriksaan penunjang
X-Ray, MRI
d. Penegakkan diagnosa

Activity limitation
- Adanya gangguan keseimbangan saat berjalan, berlari, loncat

Body structure and body function


- Joint line tenderness
- Bengkak, nyeri
- Instabilitas kea rah valgus

Participation restriction
Tidak dapat melakukan olahraga yang mencakup berlari dan koordinasi,rekreasi, ibadah

Diagnosa berdasarkan ICF


Adanya gangguan stability, adanya gangguan koordinasi gerak.
e. Rencana Penatalaksanaan

Tujuan:
Menghilangkan/ mengurangi nyeri dan bengkak, pencapaian normal ROM, adaptasi anatomi dan hipertropi
otot, linear dan lateral stabilisasi, berjalan dan berlari dengan seimbang, drill untuk kembali ke olah raga.
Prinsip terapi:
Eliminasi nyeri dan bengkak
Meningkatkan aktif ROM
Functional Strengthening
Konseling-edukasi :
menjelaskan pencegahan dan kontra indikasi
menjelaskan dan merencanakan program dengan pasien

Anda mungkin juga menyukai