Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

HASIL PENELITIAN
1.1 Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui uji hipotesis antara variabel
independen dengan dengan variabel dependen dengan uji statistik berupa chi-square (X2).
Sehingga dapat diketahui nilai P-value menunjukkan hubungan variabel independen
(sarana sanitasi air bersih, memasak air, dan kebiasaan mencuci tangan) terhadap variabel
dependen (kejadian diare pada balita).
1.1.1 Hubungan Sarana Sanitasi Air Bersih dengan Kejadian Diare pada Balita
Sarana Kejadian Diare Pada Balita P
Jumlah
Sanitasi Air Diare Tidak Diare -value
Bersih n % n % n %
MS 25 21,0 94 79,0 119 100
0,056
Tidak MS 1 100 0 0 1 100
Jumlah 26 21,7 94 78,3 120 100

1.1.2 Hubungan Perilaku Memasak Air dengan Kejadian Diare Pada Balita
Kejadian Diare Pada Balita P
Jumlah
Memasak Air Diare Tidak Diare -value
N % n % n %
Tidak 0 0 1 100 1 100
0,597
Ya 26 21,8 93 78,2 119 100
Jumlah 26 21,7 94 78,3 120 100

1.1.3 Hubungan Perilaku Mencuci Tangan dengan Kejadian Diare Pada Balita
Kebiasaan Kejadian Diare Pada Balita P
Jumlah
Mencuci Diare Tidak Diare -value
Tangan N % n % n %
Tidak 7 41,1 10 58,9 17 100
0,035
Ya 19 18,4 84 81,6 103 100
Jumlah 26 21,7 94 78,3 120 100

Berdasarkan tabel 5.11 diketahui bahwa responden yang tidak melakukan


kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum / sesudah melakukan kegiatannya dan
mengalami kejadian diare pada balitanya sebanyak 7 responden (41,1%), sedangkan yang
melakukan kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum / sesudah melakukan
kegiataannya dan mengalami kejadian diare pada balitanya sebanyak 19 responden
(18,4%).
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,035 yang artinya
pada 5% ada hubungan antara perilaku kebiasaan mencuci tangan dengan sabun
sebelum/sesudah melakukan kegiatan dengan kejadian diare pada balita umur 12 - 15
bulan di Wilayah Puskesmas Purwaharja 1 Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Jawa
Barat 2015.