Anda di halaman 1dari 11

ISSN 2541-657X Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial )

Volume 1 Desember 2016

PENERAPAN TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK


DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Novi Irwan Nahar

Anggota DPRD Kabupaten Agam Sumatera Barat

Abstrak

Teori belajar behavioristik merupakan teori belajar yang lebih mengutamakan pada
perubahan tingkah laku siswa sebagai akibat adanya stimulus dan respon. Dengan kata lain,
belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya yang
bertujuan merubah tingkah laku dengan cara interaksi antara stimulus dan respon. Menurut
Watson tingkah laku siswa merupakan hasil dari pembawaan genetis dan pengaruh
lingkungan, sedangkan menurut Pavlov merujuk pada sejumlah prosedur pelatihan antara
satu stimulus dan rangsangan muncul untuk menggantikan stimulus lain dalam
mengembangkan respon, terakhir menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respons
terjadi karena melalui interaksi dengan lingkungan yang kemudian menimbulkan perubahan
tingkah laku. Dengan demikian, teori belajar behavioristik lebih memfokuskan untuk
mengembangkan tingkah laku siswa ke arah yang lebih baik.
Kata Kunci: Teori Belajar, Behavioristik, Pembelajaran

Pendahuluan dalam diri seseorang yang sedang belajar


tidak dapat disaksikan dengan jelas, tetapi
Teori belajar merupakan gabungan dapat dilihat dari gejala-gejala perubahan
prinsip yang saling berhubungan dan perilaku.
penjelasan atas sejumlah fakta serta Teori belajar yang menekankan
penemuan yang berkaitan dengan peristiwa
terhadap perubahan perilaku siswa adalah
belajar. Penggunaan teori belajar dengan teori belajar behavioristik. Di lihat dari
langkah-langkah pengembangan yang benar pengertiannya teori belajar behavioristik
dan pilihan materi pelajaran serta merupakan suatu teori psikologi yang
penggunaan unsur desain pesan yang baik berfokus pada prilaku nyata dan tidak
dapat memberikan kemudahan kepada terkait dengan hubungan kesadaran atau
siswa dalam memahami sesuatu yang konstruksi mental. Ciri utama teori belajar
dipelajari. Selain itu, suasana belajar akan behavioristik adalah guru bersikap otoriter
terasa lebih santai dan menyenangkan. dan sebagai agen induktrinasi dan
Proses belajar pada hakikatnya adalah
propaganda dan sebagai pengendali
kegiatan mental yang tidak tampak. masukan prilaku.Hal ini karena teori belajar
Artinya, proses perubahan yang terjadi behavioristik menganggap manusia itu

64
Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ) ISSN 2541-657X
Volume 1 Desember 2016

bersifat pasif dan segala sesuatunya laku siswa merupakan reaksi-reaksi


tergantung pada stimulus yang didapatkan. terhadap lingkungan dan segenap tingkah
Sasaran yang dituju dari pembelajaran ini laku merupakan hasil belajar. Pembelajaran
adalah agar terjadi perubahan perilaku behavioristik meningkatkan mutu
siswa ke arah yang lebih baik. Selain dalam pembelajaran jika dikenalkan kembali
pemberian point terhadap pelanggaran penerapannya dalam pembelajaran.
aturan sekolah, teori belajar behavioristik Berdasarkan komponennya, teori ini
juga diterapkan dalam pembelajaran. relevan digunakan dalam pembelajaran
Teori belajar behavioristik melihat sekarang ini. Penerapan teori belajar
belajar merupakan perubahan tingkah laku. behavioristik mudah sekali ditemukan di
Seseorang telah dianggap belajar apabila sekolah. Hal ini dikarenakan
mampu menunjukkan perubahan tingkah mudahnyapenerapan teori ini untuk
laku. Pandangan behavioristik mengakui meningkatkan kualitas peserta didik.
pentingnya masukan atau input yang berupa
stimulus, dan keluaran atau output yang Pembahasan dan Hasil
berupa respons. Teori belajar behavioristik
1. Pengertian Teori Belajar Behavioristik
menekankan kajiannya pada pembentukan
tingkah laku yang berdasarkan hubungan Teori belajar behavioristik adalah
antara stimulus dengan respon yang bias sebuah teori yang mempelajari tingkah laku
diamati dan tidak menghubungkan dengan manusia.Menurut Desmita (2009:44) teori
kesadaran maupun konstruksimental. Teori belajar behavioristik merupakan teori
belajar behavioristik berlawanan dengan belajar memahami tingkah laku manusia
teori kognitif yang mengemukakan bahwa yang menggunakan pendekatan objektif,
proses belajar merupakan proses mental mekanistik, dan materialistik, sehingga
yang tidak diamati secara kasat mata. perubahan tingkah laku pada diri seseorang
dapat dilakukan melalui upaya
Teori belajar behavioristik sangat
pengkondisian. Dengan kata lain,
menekankan pada hasil belajar, yaitu
mempelajari tingkah laku seseorang
adanya perubahan perilaku yang dapat
seharusnya dilakukan melalui pengujian
diamati, diukur dan dinilai secara
dan pengamatan atas tingkah laku yang
konkret.Hasil belajar diperoleh dari proses
terlihat, bukan dengan mengamati kegiatan
penguatan atas respons yang muncul
bagian-bagian dalam tubuh. Teori ini
terhadap lingkungan belajar, baik yang
mengutamakan pengamatan, sebab
internal maupun eksternal. Belajar berarti
pengamatan merupakan suatu hal penting
penguatan ikatan, asosiasi, sifat, dan
untuk melihat terjadi atau tidaknya
kecenderungan untuk merubah
perubahan tingkah laku tersebut.
perilaku.Teori belajar behavioristik dalam
pembelajaran merupakan upaya membentuk Belajar merupakan akibat adanya
tingkah laku yang diinginkan. Pembelajaran interaksi antara stimulus dan respons
behavioristik sering disebut juga dengan (Slavin, 2000).Seseorang dianggap telah
pembelajaran stimulus respons. Tingkah belajar apabila dapat menunjukkan

65
ISSN 2541-657X Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial )
Volume 1 Desember 2016

perubahan perilakunya. Menurut teori ini sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini
dalam belajar yang penting adalah input berkembang menjadi aliranpsikologi belajar
yang berupa stimulus dan output yang yang berpengaruh terhadap arah
berupa respons. Stimulus adalah sesuatu pengembangan dan praktik pendidikan serta
yang diberikan guru kepada siswa, pembelajaran yang dikenal sebagai aliran
sedangkan respons berupa reaksi atau behavioristik. Aliran ini menekankan pada
tanggapan siswa terhadap stimulus yang terbentuknya perilaku yang tampak sebagai
diberikan oleh guru tersebut. Proses yang hasil belajar. Teori behavioristik dengan
terjadi antara stimulus dan respons tidak model hubungan stimulus-responsnya
penting untukdiperhatikan karena tidak mendudukkan siswa yang belajarsebagai
dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang individu yang pasif. Respons atau perilaku
dapat diamati adalah stimulus dan respons, tertentu dengan menggunakan metode
oleh karenaitu ,apa yang diberikan oleh pelatihan atau pembiasaan semata.
guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh Munculnyaperilakuakan semakin kuat bila
siswa (respons) harus dapat diamati dan diberikan penguatan dan akan menghilang
diukur (Putrayasa, 2013:42). bila dikenai hukuman (Rusli dan Kholik,
2013)
Teori behavioristik menekankan
pada kajian ilmiah mengenai berbagai Behaviorisme adalah suatu studi
respon perilaku yang dapat diamati dan tentang kelakuan manusia. Timbulnya
penentu lingkungannya. Dengan kata lain, aliran ini disebabkan oleh adanya rasa tidak
perilaku memusatkan pada interaksi dengan puas terhadap teori psikologi daya dan teori
lingkungannya yang dapat dilihat dan mental state. Hal ini karena aliran-aliran
diukur. Prinsip-prinsip perilaku diterapkan terdahulu hanya menekankan pada segi
secara luas untuk membantu orang-orang kesadaran saja. Pandangan dalam psikologi
mengubah perilakunya ke arah yang lebih dan naturalisme science, timbulah aliran
baik (King, 2010:15).Teori belajar baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tidak
behavioristik adalah teori belajar yang dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri
menekankan pada tingkah laku manusia karena sesungguhnya jiwa itu adalah
sebagai akibat dari interaksi antara stimulus respons-respons psikologis. Aliran
dan respon.Teori belajar behavioristik terdahulu memandang bahwa badan adalah
berpengaruh terhadap pengembangan teori skunder, padahal sebenarnya justru menjadi
pendidikan dan pembelajaran yang dikenal titik tolak. Natural science melihat semua
dengan aliran behavioristik.Aliran ini realita sebagai gerakan-gerakan dan
menekankan pada terbentuknya perilaku pandangan natural science mempengaruhi
yang tampak sebagai hasil belajar. timbulnya behaviorisme. Dalam
behaviorisme, masalah metter (zat)
2. Belajar Menurut Pandangan Teori menempati kedudukan yang paling utama
Behavioristik dengan tingkah laku tentang sesuatu jiwa
Teoribelajarbehavioristikadalahsebu dapat diterangkan. Behaviorisme dapat
ah teori tentang perubahantingkah laku menjelaskan kelakuan manusia secara

66
Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ) ISSN 2541-657X
Volume 1 Desember 2016

seksama dan menyediakan program menstimulasinya. Menurut teori


pendidikan yang efektif (Hamalik, 2008:43) behaviorisme belajar adalah perubahan
tingkah laku sebagai hasil pengalaman.
Teori belajar behavioristik adalah Belajar merupakan akibat adanya interaksi
sebuah aliran dalam teori belajar yang antara stimulus dan respons. Seseorang
sangat menekankan pada perlunya tingkah dianggap telah belajar jika dapat
laku (behavior) yang dapat diamati. menunjukkan perubahan perilaku
Menurut aliran behavioristik, belajar pada (Zulhammi, 2015)
hakikatnya adalah pembentukan asosiasi
antara kesan yang ditangkap panca indra Menurut teori behavioristik tingkah
dengan kecenderungan untuk bertindak atau laku manusia dikendalikan oleh ganjaran
hubungan antara stimulus dan respons. atau penguatan dari lingkungan. Dengan
Oleh karena ituteori ini juga dinamakan demikian dalam tingkah laku belajar
teori stimulus-respons. Belajar adalah terdapat jalinan yang erat antara reaksi-
upaya untuk membentuk hubungan reaksi behavioristik dengan stimulusnya.
stimulus dan respon sebanyak- Menurut teori ini dalam belajar yang
banyaknya.Behaviorisme merupakan aliran penting adalah input yang berupa stimulus
psikologi yang memandang individu lebih dan output yang berupa respons. Proses
kepada sisi fenomena jasmaniah dan terjadi antara stimulus dan respons tidak
mengabaikan aspek-aspek mental seperti penting untuk diperhatikan karena tidak
kecerdasan, bakat, minat, dan perasaan dapat diamati dan tidak dapat diukur. Oleh
individu dalam kegiatan belajar. Peristiwa karena itu apa yang diberikan oleh guru dan
belajar semata-mata dilakukan dengan apa yang diterima harus dapat diamati dan
melatih refleks-refleks sedemikian rupa diukur. Hal ini menurut Sujanto (2009:118),
sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai teori belajar behaviorisme objekilmu
individu. Para ahli behaviorisme jiwaharus terlihat, dapat di indera, dan
berpendapat bahwa belajar adalah dapat diobservasi. Metode yang dipakai
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari yaitu mengamati serta menyimpulkan.
pengalaman. Belajar merupakan akibat
adanya interaksi antara stimulus (S) dengan 3. Ciri-Ciri Teori Belajar Behavioristik
respons (R). Menurut teori ini, dalam Teori belajar behavioristikmelihat
belajar yang penting adalah adanya input semua tingkah laku manusia dapat
berupa stimulusdan output yang berupa ditelusuri dari bentuk refleks.Dalam
respon (Andriyani, 2015) psikologi teori belajar behavioristik disebut
Behaviorisme adalah suatu studi juga dengan teori pembelajaran yang
tentang tingkah laku manusia. didasarkan pada tingkah laku yang
Behaviorisme dapat menjelaskan perilaku diperoleh dari pengkondisian
manusia dengan menyediakan program lingkungan.Pengkondisian terjadi melalui
pendidikan yang efektif. Fokus utama interaksi dengan lingkungan. Hal ini dilihat
dalam konsep behaviorisme adalah perilaku secara sistematis dapat diamati dengan
yang terlihat danpenyebab luar tidak mempertimbangkan keseluruhan

67
ISSN 2541-657X Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial )
Volume 1 Desember 2016

keadaan mental. Menurut Ahmadi ditentukan oleh aturan-aturan yang


(2003:46), teori belajar behavioristik diramalkan dan dikendalikan.Menurut
mempunyai ciri-ciri, yaitu. Pertama, aliran Watson dan para ahli lainnya meyakini
ini mempelajari perbuatan manusia bukan bahwa tingkah laku manusia merupakan
dari kesadarannya, melainkan mengamati hasil dari pembawaan genetis dan pengaruh
perbuatan dan tingkah laku yang lingkungan atau situasional.Tingkah laku
berdasarkan kenyataan. Pengalaman- dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan yang
pengalaman batin di kesampingkan serta tidak rasional.Hal ini didasari dari hasil
gerak-gerak pada badan yang dipelajari. pengaruh lingkungan yang membentuk dan
Oleh sebab itu, behaviorisme adalah ilmu memanipulasi tingkah laku.
jiwa tanpa jiwa.
Manusia adalah makhluk reaktif
Kedua, segala perbuatan yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-
dikembalikan kepada refleks. Behaviorisme faktor berasal dari luar.Salah satu faktor
mencari unsur-unsur yang paling sederhana tersebut yairu faktor lingkungan yang
yakni perbuatan-perbuatan bukan kesadaran menjadi penentu dari tingkah laku manusia.
yang dinamakan refleks. Refleks adalah Berdasarkan pemahaman ini, kepribadian
reaksi yang tidak disadari terhadap suatu individu dapat dikembalikan kepada
pengarang. Manusia dianggap sesuatu yang hubungan antara individu dan
kompleks refleks atau suatu mesin. Ketiga, lingkungannya. Hal-hal yang
behaviorisme berpendapat bahwa pada mempengaruhi perkembangan kepribadian
waktu dilahirkan semua orang adalah sama. individu semata-mata bergantung pada
Menurut behaviorisme pendidikan adalah lingkungan.Menurut teori ini, orang terlibat
maha kuasa, manusia hanya makhluk yang di dalam tingkah laku karena telah
berkembang karena kebiasaan-kebiasaan, mempelajarinya melalui pengalaman-
dan pendidikan dapat mempengaruhi reflek pengalaman terdahulu, menghubungkan
keinginan hati. tingkah laku tersebut dengan hadiah-hadiah.
Orang menghentikan tingkah laku, karena
A. Tokoh-Tokoh Teori Belajar Behavioristik belum diberi hadiah atau telah mendapatkan
1. John B. Watson hukuman.Semua tingkah laku, baik
Menurut Desmita (2009:44), bermanfaat atau merusak merupakan
behavioristik adalah sebuah aliran dalam tingkah laku yang dipelajari oleh manusia.
pemahaman tingkah laku manusia yang
Menurut Watson (dalam Putrayasa,
dikembangkan oleh John B. Watson (1878-
2013:46), belajar sebagai proses interaksi
1958), seorang ahli psikologi Amerika pada
antara stimulus dan respons, stimulus dan
tahun 1930, sebagai reaksi atas teori
respons yang dimaksud harus dapat diamati
psikodinamika. Perspektif behavioristik
dan dapat diukur. Oleh sebab itu seseorang
berfokus pada peran dari belajar dan
mengakui adanya perubahan-perubahan
menjelaskan tingkah laku manusia.Asumsi
mental dalam diri selama proses belajar.
dasar mengenai tingkah laku menurut teori
Seseorang menganggap faktor tersebut
ini bahwa tingkah laku sepenuhnya
sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan

68
Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ) ISSN 2541-657X
Volume 1 Desember 2016

karena tidak dapat diamati. Watson adalah akan memunculkan air liur (CR) (Desmita,
seorang behavioris murni, kajiannya 2005:55)
tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-
ilmu lain seperi fisika atau biologi yang Melalui paradigma kondisioning
sangat berorientasi pada pengalaman klasiknya, Pavlov memperlihatkan anjing
empirik semata, yaitu sejauh dapat diamati dapat dilatih mengeluarkan air liur bukan
dan diukur. Watson berasumsi bahwa hanya terhadap rangsang semula (makanan),
dengan cara demikianlah akan dapat melainkan terhadap rangsang bunyi. Hal ini
diramalkan perubahan-perubahan yang terjadi pada waktu memperlihatkan
terjadi setelah seseorang melakukan tindak makanan kepada anjing sebagai rangsang
belajar. yang menimbulkan air liur, dilanjutkan
dengan membunyikan lonceng atau bel
2. Ivan P. Pavlov berkali-kali, akhirnya anjing akan
mengeluarkan air liur apabila mendengar
Paradigma kondisioning klasik bunyi lonceng atau bel, walaupun makanan
merupakan karya besar Ivan P. Pavlov tidak diperlihatkan atau diberikan. Disini
(1849-1936), ilmuan Rusia yang terlihat bahwa rangsang makanan telah
mengembangkan teori perilaku melalui berpindah ke rangsang bunyi untuk
percobaan tentang anjing dan air liurnya. memperlihatkan jawaban yang sama, yakni
Proses yang ditemukan oleh Pavlov, karena pengeluaran air liur. Paradigma kondioning
perangsang yang asli dan netral atau klasik ini menjadi paradigma bermacam-
rangsangan biasanya secara berulang-ulang macam pembentukan tingkah laku yang
dipasangkan dengan unsur penguat yang merupakan rangkaian dari satu kepada yang
menyebabkan suatu reaksi. Perangsang lain. Kondisoning klasik ini berhubungan
netral disebut perangsang bersyarat atau pula dengan susunan syaraf tak sadar serta
terkondisionir, yang disingkat dengan CS otot-ototnya. Dengan demikian emosional
(conditioned stimulus). Penguatnya adalah merupakan sesuatu yang terbentuk melalui
perangsang tidak bersyarat atau US kondisioning klasik (Desmita, 2005:56)
(unconditioned stimulus). Reaksi alami atau
reaksi yang tidak dipelajari disebut reaksi Teori belajar pengkondisian klasik
bersyarat atau CR (conditioned response). merujuk pada sejumlah prosedur pelatihan
Pavlov mengaplikasikan istilah-istilah karena satu stimulus dan rangsangan
tersebut sebagai suatu penguat.Maksudnya muncul untuk menggantikan stimulus
setiap agen seperti makanan, yang lainnya dalam mengembangkan suatu
mengurangi sebagaian dari suatu respon.Prosedur ini disebut klasik karena
kebutuhan. Dengan demikian dari mulut prioritas historisnya seperti dikembangkan
anjing akan keluar air liur (UR) sebagai Pavlov. Kata clasical yang mengawali nama
reaksi terhadap makanan (US). Apabila teori ini semata-mata dipakai untuk
suatu rangsangan netral, seperti sebuah bel menghargai karya Pavlov yang dianggap
atau genta (CS) dibunyikan bersamaan paling dahulu dibidang conditioning (upaya
dengan waktu penyajian maka peristiwa ini pengkondisian) dan untuk membedakannya
dari teori conditioning lainnya. Perasaan

69
ISSN 2541-657X Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial )
Volume 1 Desember 2016

orang belajar bersifat pasif karena untuk menyentuh tuas dan memperoleh makanan.
mengadakan respon perlu adanya suatu Disini tikus mempelajari hubungan antara
stimulus tertentu, sedangkan mengenai tuas dan makanan. Hubungan ini akan
penguat menurut pavlov bahwa stimulus terbentuk apabila makanan tetap merupakan
yang tidak terkontrol (unconditioned hadiah bagi kegiatan yang dilakukan tikus
stimulus) mempunyai hubungan dengan (Desmita. 2005:57).
penguatan. Stimulus itu yang menyebabkan
adanya pengulangan tingkah laku dan Kondisioning operan juga
berfungsi sebagai penguat (Zulhammi, melibatkan proses-proses belajar dengan
2015). menggunakan otot-otot secara sadar yang
memunculkan respons yang diikuti oleh
3. B.F. Skinner
pengulangan untuk penguatan. Tetapi hal
ini masih dipengaruhi oleh rangsang-
Skinner adalah seorang psikolog rangsang yang ada dalam lingkungan, yakni
dari Harvard yang telah berjasa kondisi dan kualitas serta penguatan
mengembangkan teori perilaku terhadap rangsangnya mempengaruhi
Watson.Pandangannya tentang kepribadian jawaban-jawaban yang akan diperlihatkan.
disebut dengan behaviorisme Oleh sebab itu, penguatan pengulangan
radikal.Behaviorisme menekankan studi rangsang-rangsang diperlihatkan sesuatu
ilmiah tentang respon perilaku yang dapat jawaban tingkah laku yang diharapkan
diamati dan determinan lingkungan.Dalam merupakan hal penting pada kondisioning
behaviorisme Skinner, pikiran, sadar atau operan.Agar suatu jawaban atau tingkah
tidak sadar, tidak diperlukan untuk laku yang baru dapat terus diperlihatkan,
menjelaskan perilaku dan perkembangan. diperlukan penguatan rangsangan sekunder
Menurut Skinner, perkembangan adalah atau melalui penguatan rangsangan yang
perilaku. Oleh karena itu para behavioris terencana (Desmita, 2005:58).
yakin bahwa perkembangan dipelajari dan
sering berubah sesuai dengan pengalaman- Konsep-konsep dikemukanan Skinner
penglaman lingkungan. Untuk tentang belajar lebih mengungguli konsep
mendemontrasikan pengkondisian operan di para tokoh sebelumnya. Skinner
laboratorium, Skinner meletakkan seekor menjelaskan konsep belajar secara
tikus yang lapar dalam sebuah kotak, yang sederhana, tetapi lebih komprehensif.
disebut kotak Skinner. Di dalam kotak Menurut Skinner hubungan antara stimulus
tersebut, tikus dibiarkan melakukan dan respons yang terjadi melalui interaksi
aktivitas, berjalan dan menjelajahi keadaan dengan lingkungannya, kemudian
sekitar. Dalam aktivitas itu, tikus tanpa menimbulkan perubahan tingkah laku yang
sengaja menyentuh suatu tuas dan tidak sesederhana yang dikemukakan oleh
menyebabkan keluarnya makanan. Tikus tokoh-tokoh sebelumnya. Menurutnya
akan melakukan lagi aktivitas yang sama respons yang diterima seseorang tidak
untuk memperoleh makanan, yakni dengan sesederhana demikian, karena stimulus-
menekan tuas. Semakin lama semakin stimulus yang diberikan akan saling
sedikit aktivitas yang dilakukan untuk berinteraksi dan interaksi antar stimulus

70
Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ) ISSN 2541-657X
Volume 1 Desember 2016

tersebut yang mempengaruhi respons yang terdiri atas respons-respons tertentu


dihasilkan. Respons yang diberikan ini terhadap stimulus-stimulus tertentu.
memiliki konsekuensi-konsekuensi.
Konsekuensi-konsekuensi tersebut nantinya Penerapan teori behavioristik dalam
mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin, kegiatan pembelajaran tergantung dari
2000).Oleh karena itu,dalam memahami beberapa komponen seperti: tujuan
tingkah laku seseorang secara harus pembelajaran, materi pelajaran,
memahami hubungan antara stimulus yang karakteristik siswa, media, fasilitas
satu dengan lainnya, serta memahami pembelajaran, lingkungan, dan penguatan
konsep yang mungkin dimunculkan dan (Sugandi, 2007:35). Teori belajar
berbagai konsekuensi yang timbul akibat behavioristik cenderungmengarahkan siswa
respons tersebut. Skinner juga untuk berfikir. Pandangan teori belajar
mengemukakan dengan menggunakan behavioristik merupakan proses
perubahan-perubahan mental sebagai alat pembentukan, yaitu membawa siswa untuk
menjelaskan tingkah laku yang hanya mencapai target tertentu, sehingga
menambah rumitnya masalah, sebab setiap menjadikan siswa tidak bebas berkreasi dan
alat yang digunakan perlu penjelasan berimajinasi. Pembelajaran yang dirancang
(Putrayasa, 2013:48). pada teori belajar behavioristik memandang
pengetahuan adalah objektif, sehingga
B. Penerapan Teori Belajar Behavioristik belajar merupakan perolehan pengetahuan,
Dalam Proses Pembelajaran sedangkan mengajar adalah memindahkan
pengetahuan kepada siswa. Oleh sebab itu
Teori belajar behavioristik
siswa diharapkan memiliki pemahaman
menekankan terbentuknya perilaku terlihat
yang sama terhadap pengetahuan yang
sebagai hasil belajar.Teori belajar
diajarkan. Artinya, apa yang diterangkan
behavioristik dengan model hubungan
oleh guru itulah yang harus dipahami oleh
stimulus respons, menekankan siswa yang
siswa.
belajar sebagai individu yang pasif.
Munculnya perilaku siswa yang kuat Hal yang paling penting dalam teori
apabila diberikan penguatan dan belajar behavioristik adalah masukan dan
akanmenghilang jika dikenai hukuman keluaran yang berupa respons. Menurut
(Nasution, 2006:66).Teori belajar teori ini, antara stimulus dan respons
behavioristik berpengaruh terhadap masalah dianggap tidak penting diperhatikan karena
belajar, karena belajar ditafsirkan sebagai tidak dapat diamati dan diukur. Dengan
latihan-latihan untuk pembentukan demikian yang dapat diamati hanyalah
hubungan antara stimulus dan respons. stimulus dan respons. Oleh sebab itu, apa
Dengan memberikan rangsangan, siswa saja yang diberikan oleh guru dan apa saja
akan bereaksi dan menanggapi rangsangan yang dihasilkan oleh siswa semuanya harus
tersebut. Hubungan stimulus-respons dapat diamati dan diukur yang bertujuan
menimbulkan kebiasaan-kebiasaan otomatis untuk melihat terjadinya perubahan tingkah
belajar. Dengan demikian kelakuan anak laku. Faktor lain yang penting dalam teori
belajar behavioristik adalah factor

71
ISSN 2541-657X Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial )
Volume 1 Desember 2016

penguatan. Di lihat dari pengertiannya faktor penting dalam belajar. Pendidikan


penguatan adalah segala sesuatu yang dapat berupaya mengembangkan perilaku siswa
memperkuat timbulnya respons. Pandangan ke arah yang lebih baik. Pendidik berupaya
behavioristik kurang dapat menjelaskan agar dapat memahami peserta didik yang
adanya variasi tingkat emosi siswa, beranjak dewasa. Perkembangan perilaku
walaupun siswa memiliki pengalaman merupakan objek pengamatan dari aliran-
penguatan yang sama. Pandangan aliran behaviorisme. Perilaku dapat
behavioristik tidak dapat menjelaskan dua berupasikap, ucapan, dan tindakan
anak yang mempunyai kemampuan dan seseorang sehingga perilaku ini merupakan
pengalaman penguatan yang relative sama. bagian dari psikologi. Oleh sebab itu,
Di lihat dari kemampuannya, kedua anak psikologi pendidikan mengkaji masalah
tersebut mempunyai perilaku dan tanggapan yang memengaruhi perilaku orang ataupun
berbeda dalam memahami suatu kelompok dalam proses belajar.
pelajaran.Oleh sebab itu teori belajar
behavioristik hanya mengakui adanya Kesimpulan
stimulus dan respons yang dapat diamati. Teori belajar behavioristik adalah
Teori belajar behavioristik tidak teori belajar yang menekankan pada tingkah
memperhatikan adanya pengaruh pikiran laku manusia sebagai akibat dari interaksi
atau perasaan yang mempertemukan unsur- antara stimulus dan respon. Teori belajar
unsur yang diamati (Putrayasa, 2013:49)
behavioristik berpengaruh terhadap
Teori belajar behavioristik pengembangan teori pendidikan dan
menekankan pada perubahan tingkah laku pembelajaran yang dikenal dengan aliran-
sebagai akibat dari interaksi antara stimulus aliran behavioristik. Teori belajar
dan respon, sedangkan belajar sebagai behavioristik dengan model hubungan
aktivitas yang menuntut siswa stimulus-respons mendudukkan siswa yang
mengungkapkan kembali pengetahuan yang belajarsebagai individu yang pasif.Respons
sudah dipelajari. Menurut Mukinan atauperilaku tertentu dengan menggunakan
(1997:23), beberapa prinsip tersebut, yaitu: metode pelatihan atau pembiasaan.
(1) teori belajar behavioristik beranggapan Menurutaliran-aliran behavioristik, belajar
yang dinamakan belajar adalah perubahan pada hakikatnya adalah pembentukan
tingkah laku. Seseorang dikatakan telah asosiasi antara kesan yang ditangkap panca
belajar jika yang bersangkutan dapat indra dengan kecenderungan untuk
menunjukkan perubahan tingkah laku, (2) bertindak atau hubungan antara stimulus
teori ini beranggapan yang terpenting dalam dan respons.
belajar adalah adanya stimulus dan respons, Fokus utama dalam teori belajar
karena hal ini yang dapat diamati,
behavioristik adalah perilaku yang terlihat
sedangkan apa yang terjadi dianggap tidak dan penyebab luar yang menstimulasinya.
penting karena tidak dapat diamati, dan (3) Belajar adalah perubahan tingkah laku
penguatan, yakni apa saja yang dapat sebagai hasil dari pengalaman.
menguatkan timbulnya respons, merupakan
Pembelajaran yang didasarkan pada tingkah

72
Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ) ISSN 2541-657X
Volume 1 Desember 2016

laku diperoleh dari pengkondisian lingkungan kemudian menimbulkan


lingkungan. Pengkondisian tersebut terjadi perubahan tingkah laku. Teori belajar
melalui interaksi dengan lingkungan. behavioristik berpengaruh terhadap masalah
Dengan demikian dalam tingkah laku belajar, karena belajar ditafsirkan sebagai
belajar terdapat jalinan yang erat antara latihan-latihan untuk pembentukan
reaksi-reaksi behavioristik dengan hubungan antara stimulus dan respons.
stimulusnya. Teori belajar behavioristik Dengan memberikan rangsangan, siswa
mempunyai ciri-ciri, yaitu. Pertama, aliran akan bereaksi dan menanggapi rangsangan
ini mempelajari perbuatan manusia bukan tersebut. Oleh sebab itu, belajar merupakan
dari kesadarannya, melainkan hanya akibat adanya interaksi antara stimulus dan
mengamati perbuatan dan tingkah laku respons. Seseorang dianggap telah belajar
yang berdasarkan kenyataan. Pengalaman- jika dapat menunjukkan perubahan
pengalaman batin di kesampingkan dan perilakunya
hanya perubahan serta gerak-gerak pada
badan yang dipelajari. Oleh sebab itu, Teori belajar behavioristik
behaviorisme adalah ilmu jiwa tanpa jiwa. cenderung mengarahkan siswa untuk
berfikir. Pandangan teori belajar
Behavioristik adalah sebuah aliran behavioristik merupakan proses
dalam pemahaman tingkah laku manusia pembentukan, yaitu membawa siswa untuk
yang dikembangkan oleh beberapa para ahli mencapai target tertentu, sehingga
seperti John B. Watson, Ivan P. Pavlov, dan menjadikan siswa yang tidak bebas
B.F. Skinner.Menurut Watson tingkah laku berkreasi dan berimajinasi. Pembelajaran
manusia merupakan hasil dari pembawaan yang dirancang pada teori belajar
genetis dan pengaruh lingkungan atau behavioristik memandang pengetahuan
situasional. Tingkah laku dikendalikan oleh adalah objektif, sehingga belajar merupakan
kekuatan-kekuatan yang tidak rasional. perolehan pengetahuan, sedangkan
Sebaliknya menurut Pavlov dengan teori mengajar adalah memindahkan
kondisioning klasik merujuk pada sejumlah pengetahuan kepada siswa. Hal yang paling
prosedur pelatihan karena satu stimulus dan penting dalam teori belajar behavioristik
rangsangan muncul untuk menggantikan adalah masukan dan keluaran yang berupa
stimulus lainnya dalam mengembangkan respons. Menurut teori ini, antara stimulus
suatu respon. Prosedur ini disebut klasik dan respons dianggap tidak penting untuk
karena prioritas historisnya seperti diperhatikan karena tidak dapat diamati dan
dikembangkan Pavlov. diukur. Dengan demikian yang dapat
diamati hanyalah stimulus dan respons.
Selanjutnya, menurut Skinner Oleh sebab itu, apa saja yang diberikan oleh
belajar lebih mengungguli konsep para guru dan apa saja yang dihasilkan oleh
tokoh sebelumnya. Skinner mampu siswa semuanya harus dapat diamati dan
menjelaskan konsep belajar secara diukur yang bertujuan untuk melihat
sederhana, tetapi lebih komprehensif. terjadinya perubahan tingkah laku.
Menurut Skinner hubungan antara stimulus
dan respons terjadi melalui interaksi dengan

73
ISSN 2541-657X Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial )
Volume 1 Desember 2016

Daftar Pustaka Zulhammi.2015. Teori Belajar


Behavioristik dan Humanistik dalam
Ahmadi, Abu. 2003. Psikologi Umum.
Jakarta. PT Rineka Cipta. Perspektif Pendidikan
Islam.(Jurnal Darul Ilmi) Vol. 3 No.
Andriyani, Fera. 2015. Teori Belajar 1 Hal.105-127.
Behavioristik dan Pandangan Islam
tentang Behavioristik.(Jurnal
Pendidikan dan Pranata
Islam).Edisi 10 No. 2 Hal. 165-
180.
Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan.
Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan
Peserta Didik. Bandung. PT Remaja
Rosdakarya.
Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan
Pembelajaran, Jakarta, Bumi
Aksara.
King, Laura A. 2010. Psikologi Umum:
Sebuah Pengantar Apresiatif.
Jakarta: Salemba Humanika.
Mukinan.1997.Teori Belajar dan
Pembelajaran. Yogyakarta: P3G
IKIP.
Nasution. 2006. Asas-Asas Kurikulum.
Jakarta: Bumi Aksara.
Putrayasa, Ida Bagus. 2013. Landasan
Pembelajaran. Bali.Undiksha Press.
Rusli dan Kholik. 2013. Theory of Learning
According to Educational
Psychology.(Jurnal Sosial
Humaniora). Vol. 4 No. 2 Hal 62-
67.
Slavin, R.E. 2000. Educational Psychology:
Theory and Practice.
Massachusetts: Allyn and Bacon.
Sugandi, Ahmad. 2007.Teori
Pembelajaran. Semarang: UPT
MKK UNNES.
Sujanto, Agus. 2009. Psikologi Umum.
Jakarta: Bumi Aksara.

74