Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

(PAYBACK PERIOD)

DISUSUN OLEH

ADI ANTYO LAWE HIKU

NIM : 64615

AKADEMI KEUANGAN DAN PERBANKAN

(AKUB) EFFATA

KUPANG

2016
1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha-Esa yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada
waktunya yang berjudul Metode Payback Period

Kami menyadari makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang
bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan senantiasa
melimpahkan rahmatnya untuk kita semua. Amin.

Kupang, 8 Desember 2016

Penulis,

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI..ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...1
1.3 Tujuan Perumusan Masalah....1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Pay Back Period ........2
2.2 kelebihan dan kelemahan Pay Back Period ....2
A. Kelebihan Pay Back Period......................2
B. Kelemahan Pay Back Period........................3
2.3 Indokator Pay Back Period .3
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..6
3.2 Saran...........6
DAFTAR PUSTAKA....................7

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu ekonomi muncul seiring dengan diturunkanya manusia dibumi ini dengan
kebutuhan manusia semakin tidak terbatas. Manusia juga mengenal bagaimana
melakukan kegiatan ekonomi seperti payback period. Pada dasarnya ilmu ekonomi adalah
ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.
Inti dari masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia
yang tidak terbatas sebagai alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Disajikan
metode payback period akan dengan mudah dan sederhana bisa di hitung untuk
mennentukan lamanya waktu pengembalian dana investasi serta memberikan informasi
mengenai lamanya break even project. Payback period juga digunakan untuk mengukur
kecepatan kembalinya dana, dan tidak mengukur keuntungan proyek pembangunan yang
telah direncanakan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Defenisi Pay Back Period ?
2. Apa saja kelebihan dan kelemahan Pay Back Period ?
3. Bagaimana Indikator Pay Back Period?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui Defenisi Pay Back Period
2. Mengetahui tentang kelebihan dan kelemahan Pay Back Period
3. Mengetahui Indokator Pay Back Period

4
BAB II
PEMBAHASAN

1. Defenisi Pay Back Period


Menurut Abdul Choliq dkk (2004) bahwa payback period dapat diartikan sebagai
jangkan waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, melalui keuntungan yang
diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan.
Menurut Bambang Riyanto (2004) bahwa pay back period adalah suatu periode yang
diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan
proceeds atau aliran kas netto (Aliran kas bersih).

Dari uraian diatas dapat disimpulkan jika, pay back period merupakan jangka waktu yang
diperlukan agar dana investasi yang tertanam pada suatu kegiatan investasi dapat diperoleh
kembali secara penuh/seluruhnya. Metode analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa
lama (periode) inventasi yang akan dapat dikembalikan saat terjadinya kondisi break even-
point (titik impas).
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam Pay Back Period, antara lain:
1) Berapa lama harus membiayai proyek
2) Kapan manfaat akan diperoleh

2. kelebihan dan kelemahan Pay Back Period


A. kelebihan Pay Back Period
1) Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian
investasi dengan resiko yang besar dan sulit
2) Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return
dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu
pengembaliannya cepat.
3) Mudah dan sederhana bisa dihitung untuk menentukan lamanya waktu pengembalian
dana investasi.
4) Sebagai alat pertimbangan resiko karena semakin pendek payback periodnya maka
semakin pendek pula resiko kerugiannya.

5
B. Kelemahan
1) Mengabaikan penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh sesudah payback
periode tercapai.
2) Mengabaikan Time Value Of Money (Nilai Waktu Uang).
3) Tidak memberikan informasi mengenai tambahan value untuk perusahaan.
4) Pay back period digunakan untuk mengukur kecepatan kembalinya dana, dan tidak
mengukur keuntungan proyek pmbangunan yang telah direncanakan.
5) Tidak memperhitungkan nilai sisa dari investasi

3. Indokator Pay Back Period


a) Periode pengembalian lebih cepat dari waktu yang ditentukan = Layak/Diterima
b) Periode pengembalian lebih lama atau melebihi waktu yang telah ditentukan = Tidak
layak/Ditolak
c) Jika usaha proyek investasi lebih dari satu, maka periode pengembalian yang diambil
adalah yang lebih cepat.

Rumus Pay Back Period


Payback Period = Nilai Investasi
Proceed (Penerimaan Investasi)

Contoh soal:
Perusahaan YG mengusulkan proyek investasi dengan dana Rp. 700 juta dan
ditargetkan penerimaan dana investasi setiap tahunnya adalah Rp. 80 juta, berapa pay back
periodnya?
Jawab :
Diketahui
Nilai Investasi = Rp. 700 juta
Proceeds = Rp. 80 juta
Maka,
Pay Back Period = Rp. 700.000.000,- = 8, 75 Tahun = 8 tahun 9 bulan
Rp. 80.000.000,-

Jadi nilai Proyek sebesar Rp. 700 juta dapat dikembalikan investasinya dalam waktu 8
tahun 9 bulan.
6
NB : Jika ada tambahan didalam soal seperti ini Serta ada syarat period pengembalian
investasi selama 6 tahun, maka dari peritungan diatas dapat disimpulkan, bahwa: Waktu
selama 8 tahun 9 bulan tersebut, telah melampui batas yang telah ditentukan yaitu 6 tahun,
jadi proyek tersebut tidak diterima/ditolak, karena waktu pengembaliannya lebih lama
dibandingkan dengan waktu yang telah ditentukan.

Rumus Pay Back Period jika kas pertahunnya jumlahnya berbeda


a-b
Payback Period = n + x 1 tahun
cb

Keterangan:
n : Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum menutup investasi mula-mula
a : Jumlah investasi mula-mula
b : Jumlah investasi arus kas pada tahun ke-n
c : jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke-n + 1

Contoh soal :
Suatu usalan proyek investasi dari perusahaan JYP senilai Rp. 800 juta dengan umur
ekonomis yang telah ditentukan selama 6 tahun, dan syarat pengembaliannya selama 2 tahun
dengan tingkat bungan 18% pertahunnya, dengan arus kas pertahunnya sebagai berikut:
Tahun 1 Rp 400 juta
Tahun 2 Rp 300 juta
Tahun 3 Rp 250 juta
Tahun 4 Rp 200 juta
Tahun 5 Rp 150 juta
Tahun 6 Rp 100 juta
Maka tentukan Pay Back Periodnya!
Jawab!
Hal yang pertama harus kamu lakukan adalah, menerukan arus kas kumulatif dari data diatas

7
Arus kas dan arus kas kumulatif

Tahun Arus kas Arus kas kumulatif


1 400.000.000 400.000.000
2 300.000.000 700.000.000
3 250.000.000 950.000.000
4 200.000.000 1.150.000.000
5 150.000.000 1.300.000.000
6 100.000.000 1.400.000.000

Diketahui:
a : Rp 800 juta
b : Rp 700 juta
c : Rp 950 juta ( N+1) = Tahun ke-2 + 1 = tahun ke-3
n : 2 tahun

Maka,
Pay Back Period : 2 + Rp. 800.000.000 Rp. 700.000.000 X 1 tahun
Rp. 950.000.000 Rp. 700.000.000
: 2 + Rp 100.000.000 X 1 tahun
Rp 250.000.000
: 2,04 atau 2 tahun 1 bulan

Jadi, Pay back Period sebesar Rp 800.000.000 dengan masa pengembalian selama 2
tahun tidak bisa diterima/ditolak, karena waktu pengembalian yaitu 2 tahun 1 bulan melebihi
waktu yang diisyaratkan yaitu selama 2 tahun.

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Payback period dapat diartikan sebagai jangka waktu kembalinya investasi yang telah
dikeluarkan, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan.
Metode analisis payback period bertujuan untuk mengetahui seberapa lama (periode)
investasi akan dapat dikembalikan saat terjadinya kondisi break even-point (jumlah arus kas
masuk sama dengan jumlah arus kas keluar). Analisis payback period dihitung dengan cara
menghitung waktu yang diperlukan pada saat total arus kas masuk sama dengan total arus kas
keluar. Dari hasil analisis payback period ini nantinya alternatif yang akan dipilih adalah
alternatif dengan periode pengembalian lebih singkat.
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
pembahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubunganya
dengan judul makalah ini.Penulis banyak berharap para pembaca dapat memberi kritik dan
saran yang membangun demi sempurnanya makalah ini.
3.2 Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
pembahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubunganya
dengan judul makalah ini.Penulis banyak berharap para pembaca dapat memberi kritik dan
saran yang membangun demi sempurnanya makalah ini.

9
DAFTAR PUSTAKA

http://sunethz.blogspot.com/2011/06/kelebihan-dan-kelemahan-dari-masing.html
http://desy-pinarningrum.blogspot.com/2011/11/perbedaan-dan-fungsi-dari-metode-pbp.html
http://madces.blogspot.com/2011/02/capital-budgeting-decision-process.htm
http://henikaweningwening.blogspot.com/2012/10/metode-payback-period.html

10